Anda di halaman 1dari 32
KESETIMBANGAN KIMIA Tanggal Praktikum : 18 NOVEMBER 2011 KIMIA DASAR I
KESETIMBANGAN
KIMIA
Tanggal Praktikum : 18 NOVEMBER 2011
KIMIA DASAR I
KELOMPOK 07 ASIH KURNIASARI (NIM : 1111016200007) DEWI AGUSTINA (NIM:1111016200019) WAHIDAYAHTI (NIM:1111016200023)
KELOMPOK 07
ASIH KURNIASARI
(NIM : 1111016200007)
DEWI AGUSTINA
(NIM:1111016200019)
WAHIDAYAHTI
(NIM:1111016200023)
YUDIANTONO
(NIM:1111016200025)
INI TUJUANYA : APASIH TUJUAN DARI PRAKTIKUM INI ???????
INI TUJUANYA :
APASIH TUJUAN
DARI PRAKTIKUM INI
???????
PENDAHULUAN Reaksi kimia pada umumnya berada pada keadaan setimbang. Reaksi pada keadaan setimbang dapat dikenali
PENDAHULUAN
Reaksi kimia pada umumnya berada pada keadaan
setimbang. Reaksi pada keadaan setimbang dapat dikenali
dari sifat makroskopik ( seperti warna, konsentrasi, dll ) yang
tidak berubah ( pada suhu tetap ) setelah dicapai kondisi
setimbang. Tetapi gejala molekulernya tidak berubah dalam
dua arah secara berkesinambungan. Sifat makroskopis yang
paling mudah diamati untuk menentukan sistem telah
mencapai keadaan setimbang atau tidak adalah perubahan
warna. ( Dedi Irwandi, dkk, 2011 )
Kesetimbangan kimia merupakan keadaan saat suatu
reaksi yang tidak terdapat lagi perubahan lebih lanjut dalam
reaksi tersebut. Jadi bila laju reaksi maju dan reaksi balik
sama besar dan konsentrasi reaktan dan produk tidak lagi
berubah seiring berjalannya waktu, maka kesetimbangan
telah tercapai. ( Raymond chang, 2005 )
PERUBAHAN SUHU PERUBAHAN KONSENTRASI Faktor yg mempengaruhi kesetimbangan PERUBAHAN VOLUME PERUBAHAN TEKANAN
PERUBAHAN SUHU
PERUBAHAN
KONSENTRASI
Faktor yg
mempengaruhi
kesetimbangan
PERUBAHAN
VOLUME
PERUBAHAN
TEKANAN
ALAT DAN BAHAN • ALAT •BAHAN - Gelas kimia 100 mL - Gelas ukur 10
ALAT DAN BAHAN
• ALAT
•BAHAN
- Gelas kimia 100 mL
- Gelas ukur 10 mL
- Pipet tetes
-KSCN 0,002 M
-FeCl 3 0,2 M
-NaH 2 PO 4 0,2 M
- Tabung reaksi 5 buah
- Aquades
- Tabung reaksi ukuran
sedang 4 buah
- Mistar
- Batang pengaduk
PROSEDUR KERJA GAMBAR PERCOBAAN Kesetimbangan besi(III) tiosanat 1. Masukkan 5 mL KSCN 0,002 M kedalam
PROSEDUR KERJA
GAMBAR PERCOBAAN
Kesetimbangan besi(III) tiosanat
1. Masukkan 5 mL KSCN 0,002
M kedalam sebuah gelas
kimia, lalu tambahkan 1 tetes
FeCl 3 0,2 M, lalu aduk
2. Bagi larutan yang terbentuk
ke dalam 4 tabung reaksi
dengan volume yang sama
- Tabung 1 sebagai
pembanding
- Tabung 2 ditambahkan 3 tetes KSCN 0,002 M - Tabung 3 ditambahkan 1 tetes
- Tabung 2 ditambahkan 3
tetes KSCN 0,002 M
- Tabung 3 ditambahkan 1
tetes Fe(NO 3 ) 2 0,2 M
-Tabung 4 ditambahkan tetes
NaH 2 PO 4 0,2 M
3.Amati dan catat perubahan
yang terjadi
Penentuan Harga Tetapan Kesetimbangan GAMBAR Penetuan harga ketetapan kesetimbangan 1. Sediakan 4 tabung reaksi yang
Penentuan Harga Tetapan
Kesetimbangan
GAMBAR
Penetuan harga ketetapan
kesetimbangan
1.
Sediakan 4 tabung reaksi yang
bersih(beri nomor 1-4)
2.
Masukkan 5 ml KSCN 0,002 M ke
dalam masing-masing tabung
3.
Ke
dalam tabung 1 tambahkan 5
ml
FeCl 3 0,2 M simpan sebagai
standar
4.
Ke
dalam gelas kimia 100 ml,
masukkan 5 ml FeCl 3 0,2 M dan
tambahkan air suling hingga
volumenya 12,5 ml. pipet 2,5 ml
larutan ini dan masukkan ke
dalam tabung 3. sisa larutan ini
akan digunakan para percobaan
berikutnya
5. Ambil 5 ml larutan FeCl 3 sisa percobaan langkah 4, tambahkan air suling sampai
5. Ambil 5 ml larutan FeCl 3 sisa
percobaan langkah 4,
tambahkan air suling sampai
volume 12,5 ml. Pipet 2,5 ml
larutan ini dan masukkan ke
dalam tabung 3. sisa larutan
akan digunakan untuk
langkah berikutnya
6. Lakukan pekerjaan yang
sama seperti langkah 5
untuk tabung 4
7. Untuk menghitung
konsentrasi ion FeSCN2+,
bandingkan warna larutan
pada tabung 2 dengan
tabung 1 (sebagai standar).
Pengamatan dilakukan
dengan cara melihat kedua
warna larutan dari atas
tabung reaksi (pengamatan
tampak atas).
Jika intensitas warna belum sama, keluarkan larutan dari tabung 1 setetes demi setetes (tampung dalam
Jika intensitas warna
belum sama, keluarkan
larutan dari tabung 1
setetes demi setetes
(tampung dalam tabung
reaksi yang lain untuk
digunakan kembali)
sampai kedua larutan
dalam tabung
menunjukkan warna
yang sama. Ukur tinggi
kedua larutan dengan
mistar (satuan mm)
8. Lakukan pekerjaan yang
sama seperti langkah 7
untuk tabung 3 dan 4
dengan cara
membandingkan dengan
tabung 1 (standar)
Hasil Pengamatan Percobaan I TABUNG KE WARNA LARUTAN 1 ORANGE 2 ORANGE PUDAR 3 MERAH
Hasil Pengamatan
Percobaan I
TABUNG KE
WARNA LARUTAN
1
ORANGE
2
ORANGE PUDAR
3
MERAH
4
BENING (TAK BERWARNA)
Hasil Pengamatan Percobaan II Tabung ke- [Fe 3+ ] mula- mula [SCN - ] mula-
Hasil Pengamatan
Percobaan II
Tabung ke-
[Fe 3+ ] mula-
mula
[SCN - ] mula-
mula
d1
dx
1
0,2 M
0,002
36
36
2
0,08 M
0,002
32,5
36,5
3
0,032 M
0,002
26,5
40,5
4
0,00128
0,002
14,5
42,5
Analisis Data Reaksi : Fe 3+ + SCN - FeSCN 2+ • Tabung I Fe
Analisis Data
Reaksi : Fe 3+ + SCN -
FeSCN 2+
• Tabung I
Fe 3+ +
n Fe 3+
SCN
-
FeSCN 2+
= M . V
n SCN -
= M . V
= 0,2 M . 2,5 ml
= 0,5 mmol
= 0,002 M . 2,5 ml
= 0,005 mmol
Fe 3+
+
SCN -
FeSCN 2+
Mula-mula
0,5 mmol
0,005 mmol
-
Reaksi
-0,005 mmol
-0,005 mmol
0,005mmol
setimbang
0,495 mmol
-
0,005mmol
M Fe 3+
= 0,494 mol/2,5 ml
= 0,198 M
M SCN -
= 0,005 mol/5 ml
= 0,001 M
[FeSCN 2+ ] setimbang [FeSCN 2+ ] standar Pada saat setimbang = d1/dx x n
[FeSCN 2+ ] setimbang
[FeSCN 2+ ] standar
Pada saat setimbang
= d1/dx x n
= 36 / 36 x 0,005
= 0,005 mmol
:
[Fe 3+ ]
[SCN - ]
= 5 . 10 -3 mmol/5ml
= 5 . 10 -3 mmol/5ml
= 0,1 . 10 -2 M
= 0,001 M
[FeSCN - ] = 495 . 10 -3 mmol/5 ml= 0,198 M
• Tabung II Mencari molaritas FeCl 3 mula-mula yang diencerkan : M 1 . V
• Tabung II
Mencari molaritas FeCl 3 mula-mula yang diencerkan :
M 1 . V 1
=
0,2 M . 5 ml =
M 2 . V 2
M 2 . 12,5 ml
M 2 = 0,08 M
n = M . V
= 0,08 M . 2,5 ml
Fe 3+ + SCN -
= 0,2 mmol
FeSCN 2+
Fe 3+
+
SCN -
FeSCN 2+
Mula-mula
0,2 mmol
0,005 mmol
-
Reaksi
-0,0044 mmol
-0,0044 mmol
0,0044mmol
setimbang
0,196mmol
0,001 mmol
0,0044mmol
= d1/dx x n [FeSCN 2+ ] standar [FeSCN 2+ ] setimbang = 32,5 /
= d1/dx x n [FeSCN 2+ ] standar
[FeSCN 2+ ] setimbang
=
32,5 / 36,5 x 0,005
=
0.0044 mmol
Pada saat setimbang
:
[Fe 3+ ]
[SCN - ]
[FeSCN - ]
= 0,196 mmol/5ml
= 1 . 10 -3 mmol/5ml
= 4 . 10 -3 mmol/5 ml
= 3,92 . 10 -2 M
= 2,00 . 10 -4 M
= 8,00 . 10 -4 M
Tabung III Mencari molaritas FeCl 3 mula-mula yang diencerkan: M 1 . V 1 =
Tabung III
Mencari molaritas FeCl 3 mula-mula yang diencerkan:
M 1 . V 1 =
M 2 . V 2
0,08 M . 5 ml = M 2 . 12,5 ml
M 2 = 0,032 M
n = M . V
= 0,032 M . 2,5 ml
= 0,08 mmol
Fe 3+ + SCN -
FeSCN 2+
Fe 3+
+
SCN -
FeSCN 2+
Mula-mula
0,08 mmol
0,005 mmol
-
Reaksi
-0,0032 mmol
-0,0032 mmol
0,0032mmol
setimbang
0,076 mmol
0,001 mmol
0,0032mmol
= d1/dx x [FeSCN 2+ ] standar [FeSCN 2+ ] setimbang = 26,5/40,5 x 0,005
= d1/dx x [FeSCN 2+ ] standar
[FeSCN 2+ ] setimbang
=
26,5/40,5 x 0,005
=
0.0032 mmol
Pada saat setimbang
:
[Fe 3+ ]
[SCN - ]
[FeSCN - ]
= 7,6 . 10 -2 mmol/5ml
= 1,8 . 10 -3 mmol/5ml
= 3,2 . 10 -3 mmol/5ml
= 1,52 . 10 -2 M
= 3,6 . 10 -4
M
= 6,4
. 10 -4
M
Tabung IV Mencari molaritas FeCl 3 mula-mula yang diencerkan : M 1 . V 1
Tabung IV
Mencari molaritas FeCl 3 mula-mula yang diencerkan :
M 1 . V 1
0,0032 M . 5 ml
M 2
=
M 2 . V 2
= M 2 . 12,5 ml
= 0,00128 M
n
= M . V
= 0,00128 M . 2,5 ml
= 0,0032 mmol
Fe 3+ + SCN -
FeSCN 2+
Fe 3+
+
SCN -
FeSCN 2+
Mula-mula
0,0032 mmol
0,005 mmol
-
Reaksi
-0,00170 mmol
-0,00170 mmol
0,00170mmol
setimbang
0,00303mmol
0,0033mmol
0,00170mmol
[FeSCN 2+ ] setimbang = d1/dx x [FeSCN 2+ ] standar = 14,5/42,5 x 0,005
[FeSCN 2+ ] setimbang
= d1/dx x [FeSCN 2+ ] standar
= 14,5/42,5 x 0,005
= 0.00170 mmol
Pada saat setimbang
:
[Fe 3+ ]
[SCN - ]
[FeSCN - ]
= 3,0 . 10 -3 mmol/5ml
= 3,3 . 10 -3 mmol/5ml
= 1,7 . 10 -3 mmol/5ml
= 6,00 . 10 -4 M
= 6,06 . 10 -4 M
= 3,40 . 10 -4
M
PEMBAHASAN Kesetimbangan kimia merupakan keadaan saat suatu reaksi yang tidak terdapat lagi perubahan lebih lanjut
PEMBAHASAN
Kesetimbangan kimia merupakan keadaan saat suatu
reaksi yang tidak terdapat lagi perubahan lebih lanjut dalam
reaksi tersebut. Artinya produk yang dihasilkan dan reaktan
yang tidak terpakai berada dalam jumlah yang relatif tetap. Jadi
saat kesetimbangan tercapai tidak adalagi reaktan yang yang
berubah menjadi produk. Kecuali kondisi eksperimen dari reaksi
tersebut ( suhu, tekanan dan konsentrasi ), berubah. (David W,
Oxtoby, 2001 )
Kesetimbangan terjadi ketika laju reaksi pada reaktan
dan produk sudah sama. Pada saat setimbang, maka zat-zat yang
tidak bereaksi penuh tidak habis dan menjadi sisa reaksi. Dalam
percobaan ini, kita menggunakan jenis kesetimbangan homogen,
yaitu reaksi kesetimbangan yang memiliki fasa reaktan dan
produk sama.
Suatu reaksi yang mencapai kesetimbangan, dapat dilihat dari warnanya. Perbedaan warna disebabkan oleh perbedaan
Suatu reaksi yang mencapai kesetimbangan,
dapat dilihat dari warnanya. Perbedaan warna
disebabkan oleh perbedaan konsentrasi masing-
masing larutan. Hukum kesetimbangan menyatakan
hubungan antara konsentrasi produk dan reaktan.
Jika reaksi sudah mencapai kesetimbangan, maka
konsentrasi reaktan dan produk tidak berubah lagi.
Meskipun apabila ditambahkan maka akan menjadi
sisa dan tidak terlibat dalam jalannya reaksi.
Besarnya konsentrasi larutan bisa dilihat dari
warna dan volume larutan. Dari warnanya, kita bisa
melihat bahwa larutan dengan konsentrasi lebih
besar (menurut pembuktian perhitungan) maka
warnanya juga semakin pekat, dan sebaliknya jika
seiring denga konsentrasi larutan yang semakin
encer, maka warna larutan akan semakin memudar
(inilah yang dimaksud dengan sifat makroskopis
larutan)
Pengaruh volume juga dapat kita lihat ketika larutan pada tabung satu dan tabung dua dibandingkan.
Pengaruh volume juga dapat kita lihat ketika larutan
pada tabung satu dan tabung dua dibandingkan. Untuk
membuat konsentrasi antara larutann di tabung satu sama
dengan di tabung dua (indikator nilai konsentrasi sama
adalah warna larutan sama) maka volume pada tabung
satu dikurangi sedikit demi sedikit. Begitu seterusnya hal ini
dilakuakn untuk tabung tiga dan tabung empat. Mengapa
hal tersebut dilakukan ? Karena untuk membuat
kesetimbangan larutan, konsentrasi harus sebanding.
Dalam sistem kesetimbangan kimia terdapat suatu
hubungan sederhana antara konsentrasi hasil reaksi dan
konsentrasi pereaksi, deisebut tetapan (konstanta)
kesetimbangan.
Dimana aA + bB
cC + dD maka K = [C] c [D] d
[A] a [B] b
menyatakan bahwa hasil kali konsentrasi produk dan
reaktan harus sebanding. ( Keenan, dkk, 1999 )
Untuk membandingkan persamaan konsentrasi berdasarkan warna,maka kita harus mengukur berapa banyak zat tersebut ketika
Untuk membandingkan persamaan konsentrasi
berdasarkan warna,maka kita harus mengukur berapa
banyak zat tersebut ketika warnanya sama dengan zat itu
(dengan konsentrasi berbeda) di tabung lain. Karena
perbandingan mol zat dan konsentrasi juga berdasarkan
banyaknya partikel masing-masing zat. Oleh karena itu
tinggi larutan pada masing-masing tabung diukur (d1
sebagai ukuran tinggi larutan pada tabung satu yang
digunakan sebagai pembanding ,dan tabung yang lain
yaitu tabung 2,3 dan 4 adalah tabung yang akan di
bandingkan dengan tabung ke satu disimbolkan dx).
Kemudian hasil perhitungan mol pada zat ketika
setimbang dimasukkan ke dalam reaksi sebagai harga x.
Harga x inilah yang menyatakan mol zat ketika sama-
sama beraksi dan setimbang.
MAKA DARI PERCOBAAN DIHASILKAN : NO [FeSCN 2+ ] setimbang [SCN - ] setimbang [Fe
MAKA DARI PERCOBAAN DIHASILKAN :
NO
[FeSCN 2+ ] setimbang
[SCN - ] setimbang
[Fe 3+ ] setimbang
1
0,1 . 10 -2
0,1 . 10 -2
1,98 . 10 -2
2
8,00 . 10 -4
2,00 . 10 -4 M
3,92 . 10 -2 M
3
6,4 . 10 -4 M
3,6 . 10 -4
M
1,52 . 10 -2 M
4
3,40 . 10 -4 M
6,06 . 10 -4 M
6,00 . 10 -4 M
Tabung ke-
[Fe 3 +] [SCN - ] [FeSCN ²⁺ ]
[Fe 3 +] [FeSCN - ] / [SCN - ]
[FeSCN - ] /[Fe 3 +] [SCN - ]
1
1,98 X 10¯⁸
1,98 . 10 -2
50,5
2
6,27 X 10⁻⁹
1,56 X 10 -1
1,02 X 10 2
3
3,50 X 10⁻⁹
2,7 0 X 10¯²
1,169 X 10 2
4
12,36 X 10 -11
3,3 6 X 10 - 4
9,35 X 10 2
• Tabung I
• Tabung I
Tabung II
Tabung II
Tabung III
Tabung III
Tabung IV
Tabung IV
KESIMPULAN Kesetimbangan terjadi ketika laju reaksi pada produk = laju reaksi pada reaktan Faktor-faktor yang
KESIMPULAN
Kesetimbangan terjadi ketika laju reaksi pada
produk = laju reaksi pada reaktan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan
yaitu konsentrasi, tekanan, volume dan suhu.Pada
saat konsentrasi sama (setimbang) maka warna
larutan sama.
Pada saat terjadi kesetimbangan jika larutan
ditambah apapun tidak akan mempengaruhi
kesetimbangan , tetapi menjadi sisa reaksi.
Ada harga konstanta kesetimbangan dimana hasil
kali konsentrasi produk sebanding dengan hasil kali
konsentrasi reaktan.
Perbandingan konsentrasi = perbandingan tinggi
larutan ketika warna sama.
DAFTAR PUSTAKA Chang, Raymond. 2005. Kimia Darsar Konsep – Konsep inti, Jilid 1, Edisi ke
DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 2005. Kimia Darsar Konsep –
Konsep inti, Jilid 1, Edisi ke 3. Jakarta : Erlangga
David, W Oxtoby. 2001.Prinsip –Prinsip Kimia
Modern, Jilid 1, Edisi ke 4. Jakarta : Erlangga
Irwandi, Dedi, dkk. 2011. Chemistry Experiment’s.
Keenan, Charles W, dkk. 1999. Ilmu Kimia untuk
Universitas, Jilid 1, Edisi ke 6. Jakarta : Erlangga