Anda di halaman 1dari 2

SAMBUNGAN LEM / SURVAI Dengan perkembangan bahan buatan yang begitu hebat, dalam tahun tahun terakhir juga

timbul banyak zat lekat baru yang sekaligus menmbuat penyambungan logam pada logam dan logam pada bukan logam dapat dilaksanakan dengan baik. Sambungan lekat ini dapat terjadi lewat pengerasan sebagai akibat reaksi kimia dalam lem, yang untuk keperluan itu terdiri dari dua atau lebih banyak komponen (lebih banyak lem-komponen). Ini dapat terjadi pada temperature kamar (lem mengeras dingin,seperti araldite 101,bahan perekat potas, lem ureum untuk kayu) dan pada temperature lebih tinggi (lem mengeras panas , seperti araldite I,redux dan sebagainya)dengan kekuatan putus geser dari 25 sampai 35 N/mm2. Setelah diberi lem,kedua bidang dipres satu sama lain dengan tekanan sedikit banyak kuat. Terdapat lem dimana pengerasan menyusul setelah itu harus terjadi dibawah kalor yang disuplaikan (sampai 200oC),pada tekanan lain pengerasan ini terjadi pada temperature lebih rendah. Lamanya waktu pengerasan dapat berbeda-beda, yaitu dari satu menit sampai berjam-jam. Apa yang dinamakqan pengerasan kemudian dapat berlangsung beberapa hari sebelum tercapai kekuatan maksimum. Kekuatan sambungan lekat tergantung pada adhesi bahan lekat pada bagian yang hendak disambung dan pada kohesi dalam zat lekat itu sendiri. Yang kebanyakan menentukan kekuatan sambungan adalah kohesi. Lem mengeras panas pada umumnya menghasilkan sambungan terkuat.Kohesi sangat tergantung pada tebal lapisan lem dan tebal lapisan lem ini tergantung pada kerataan dan keadaan permukaan bidang yang hendak disambung. Ternyata semakin tipis lapisan lem , semakin kuat sambungan dengan catatan kalau permukaan terlalu kasar,ketika sambungan dipres ketidakrataan tidak boleh menonjol keluar lapisan lem yang menjadi sebab putusnya film. Lebih baik kalau permukaan yang hendak dilem diambil cukup besar, dengan demikian sambungan menjadi terkuat terhadap putus geser. Tahanan gaya tarik murni hanya boleh kalu permukaan dilem dengan sangat merata. Sambungan lem mutlak lemah terhadap pembelahan dan pengelupasan. Kekuatan lem sendiri kebanyakan hanya kecil dibandingkan dengan kekuatan bahan yang hendak disambung . Pada sambungan yang harus memindahkan gaya yang berarti, pada umumnya diusahakan untuk membuat kekuatan sambungan itu sendiri sama besarnya dengan kekuatan bagian yang hendak disambung. Pada sambungan lekat,nin menjurus kepada bidang lekat yang besar,sehingga dilaksanakan suatu sambungan tumpul dengan ujung bahan yang diserongkan. Bidang lekat yang lebih besar diperoleh dengan kampuh tumpang dan kampuh bilah yang lazim.

Berhubung dengan besarnya bidang lekat,pada umumnya berlaku kaidah bahwa suatu sambungan lekat pada tebal bahan jalur atau plat yang semakin besar selalu semakin berkurang kegunaannya. Jadi penerapan sambungan serupa itu tetap terbatas pada beban rendah. Sambungan lekat ternyata cocok terutama untuk konstruksi dari plat tipis dan antara lain diterapkan dalam fabrikasi massa dan dalam pembuatan pesawat terbang. Selanjutnya penggunaan sambungan lekat adalah untuk mengunci dan merapatkan sambungan ulir sekrup, untuk menambatkan elemen mesin (bantalan putar,naf dan sebagainya) pada poros dan sebagainya. Dalam hal ini ,bagian yang hendak dilem tidak dapat dipres sattu sama lain. Untuk keperluan itu dipergunakan apa yang dinamakan satu lem komponen (contohnya loctite). Lem ini menjadi keras lewat polimerisasi tanpa pemasukan udara. Jadi dengan demikian terjadi pengerasan dalam ruangan bebas antara elemen mesin,lamannya waktu penerasan dapat bbbberubah ubah dari beberapa menit sampai beberapa hari tergantung pada temperatur ketika pengerasan. Untuk bahan kayu, karet, kain dan plastik, perekatan telah lama berhasil. Dengan adanya perekat plastic resin maka juga sangat berhasil untuk logam ringan dan baja. Pengurangan berat konstuksi, kehalusan permukaan atas, rendahnya waktu dan biaya pengerjaan, juga kenaikan keeratan statis dan dan dinamis adalah karakteristik yang penting. Sebaliknya untuk pengelasan atau kelingan perlu didapatkan suatu kesimetrisan distribusi tegangan(1). Perekatan memungkinkan dengan suatu proses sederhana untuk membuat konstruksi kombinasi antara material logam dengan bukan logam. Tidak banyak menyebabkan perubahan bentuk yang dapat diterima,seperti pada pengelasan. Juga struktur material tidak berubah. Sambungan perekat(lem) adalah kedap zat cair atau gas. Pada tempat perekatan logam yang sifatnya berbeda, diharapkan tidak terjadi korosi elektrokimia. Sebagai catatan, bahwa sambungan lem tidak sesuai dengan suhu yang tinggi, dengan kondisi teknik yang ada semua perekatan mempunyai batas suhu sampai 80 .120 C, beberapa perekat khusus sampai 250 450- C, lihat gambar 8/3. Perekatan yang tahan lama pada penyambungan bagian-bagian memerlukan sustu pembersihan dan persiapan yang baik sebelumnya. Tegangan tekuk, Pengelupasan dan tarik dihindarkan. Pada penyambungan perekat dapat terjadi kehilangan kekuatan karena usia. Karena itu keadaan lingkungan memegang peranan (keadaan cuaca atau kandungan air dan sebagainya).