Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TUTORIAL 3 SISTEM TUBUH I SISTEM MUSKULOSKELETAL

KELOMPOK I
KETUA: LUSSIE NOVITA (08-105) SCRIBER: SAYYIDATU ALWIYAH (08-089) DESK SCRIBER: DIAN RETNO UTARI (08-057) ANGGOTA: VRITA AULIYA AFRIA S (08-001) TAUFIQ TASBEHI ZIHNI (08-009) ANDY SURYA SASTRA WIJAYA (08-017) MERIZZA HIDAYATI (08-033) ADIB AMAR (08-049) SUKMA SURYA PUTRI (08-065) ERNI KARTIKASARI (08-073) WILDHAN SEPTIANDA (08-081) RANTI SAFIRA (08-097) KIKI ADRIANTO (08-113)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2008 STEP I

1. Otot

: jaringan penghubung yang tugas utamanya sebagai kontraksi; kumpulan sel yang membentuk jaringan yang bertugas menyelenggarakan gerakan tubuh; jaringan yang mampu melakukan mekanik dengan cara relaksasi dan kontraksi; sebagai alat gerak aktif ; memindahkan bagian tubuh dan substansi bagian tubuh. : alat gerak pasif; tempat melekatnya otot; penunjang bentuk tubuh; tempat pelindung organ vital (lunak); pemberi bentuk tubuh; terdiri dari kumpulan tulang. : imunitas tubuh; kemampuan tubuh untuk menolak penyakit. : kumpulan sel yang fungsinya menyampaikan rangsangan dari bagian tubuh satu ke tubuh lainnya; yang mengkoordinasi aktivitas otot; menghubungkan saraf pusat dengan organ lainnya : system kerja; suatu pengaturan. : kondisi saat kandungan O2 dalam otot berkurang dan menyebabkan penimbunan asam laktat sehingga tubuh merasa pegal; penurunan daya tahan tubuh karena kekurangan cairan dan zat yang berguna bagi tubuh; penurunan energy akibat respirasi anaerob pada ototdan tubuh melewati ambang batas kemampuannya.

2. Rangka

3. Ketahanan fisik 4. Saraf

5. Koordinasi 6. Kelelahan

STEP II

1. Mengapa Cokro merasa kelelahan? 2. Mengapa berlari dapat meningkatkan ketahanan fisik? Dan factor apa yang mempengaruhinya? 3. Struktur, klasifikasi dan fungsi otot, rangka, dan saraf? Dan bagaimana keterkaitannya? 4. Apa saja sumber-sumber energy yang diperoleh otot?

STEP III

1. - Daya tahan tubuh melemah diakibatkan hilangnya cairan dalam tubuh dan zat-zat yang berguna bagi tubuh. Berkurangnya ATP dan suplai O2 yang menyebabkan bertumpuknya asam laktat dalam tubuh dan terjadi respirasi anaerob. Karena kemampuan elastisitas otot akan bertambah dan kontraksinya juga akan bertambah dan menambah kekenyalan otot sehingga otot akan lebih besar (hipertropy).

2. -

- Karena menggunakan zat-zat seperti triglisid, glukosa dan asam lemak bebas sehingga dalam beraktivitas bisa diubah menjadi lemak. Faktor-faktor yang mempengaruhi: 1. Latihan pernafasan 2. Nutrisi 3. Hormon 4. Jenis kelamin 5. Umur (karena regenerasi berkurang) 3. - Otot dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Otot lurik Bertekstur lurik karena mengandung filament aktin dan myosin; banyak inti sel; di bungkus oleh fasia super finalis; kontraksinya kuat dan cepat. b. Otot jantung Teksturnya seperti otot lurik; system kerja seperti otot polos; bekerja diluar kesadaran; bercabang dan terdapat banyak inti sel yang berada di tengan sabut berbentuk lonjong agak persegi dan berwarna pucat; berfungsi memompa darah; kontraksinya berirama. c. Otot polos Teksturnya polos; kerjanya tidak sadar; terdapat satu inti sel; sel berbentuk kumparan dengan inti memanjang dan bagian tengah melebar; kontraksinya lambat. Rangka dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

a. Menurut letak: Endoskeleton Eksoskeleton: terbentuk dari zat kitin b. Menurut zat penyusun:

1. Tulang rawan: Tulang rawan elastic Tulang rawan hialin Tulang rawan fibrosa 2. Tulang kompak: disusun oleh osteosit. Saraf terdiri dari:

a. Menurut anatomi: SSP (Sistem Saraf Pusat): medulla spinalis otot besar dan kecil SST (Sstem Saraf Tepi): satu ganglion, serabut-serabut saraf, akhiran saraf. b. Menurut fungsinya: Saraf motorik Saraf sensorik Saraf konektor c. Struktur: Sel saraf/neuron: terdiri atas akson, dendrite, dan badan sel. Setiap satu sel saraf terdapat satu akson. Dendrite berfungsi menerima rangsang dari neuron yang lain, sedangkan akson berfunsi menghantarkan/meneruskan impuls dari badan sel. Jaringan penyangga yaitu neuroglia

- Keterkaitan antara saraf, otot, dan rangka: 1. Sistem Saraf Pusat

Saraf Motorik Somatik

Saraf Motorik Otonom

Otot Rangka

Parasimpa tik -Otot jantung -Otot polos -Kelenjar

Simpatik

Penjelasan skema: Rangsangan bersumber dari Sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan medulla spinalis. Kemudian rangsangan tersebut diteruskan ke saraf motorik yang terdiri dari saraf motorik somatic (sadar) dan saraf motorik otonom (tidak sadar). Impuls yang diteruskan ke saraf motorik otonom dilanjutkan lagi ke saraf parasimpatik (saraf yang berfungsi menghambat kerja organorgan tubuh) dan saraf simpatik (saraf yang berfungsi mempercepat kerja organ-organ tubuh yang kemudian berlanjut ke otot jantung, otot polos dan kelenjar. Sedangkan impuls yang diteruskan ke saraf motorik somatic kemudian diteruskan lagi ke otot rangka sehingga rangka dapat bergerak sesuai perintah. 2. Kontraksi dan relaksasi

Saraf Motorik Neuro Muskular

Rangsang Penjelasan skema: Terjadi relaksasi dan kontraksi otot sehingga impuls diteruskan ke Saraf motorik (saraf yang menghantarkan impuls dari system saraf pusat ke efektor. Kemudian dilanjutakn lagi ke bagian saraf yaitu neuron muscular junction yang tugasnya untuk menghantarkan zat kimiawi asetilkolin & adrenalin dan berfungsi untuk mengeksitasi serabut otot. Kemudian Neuro Muskular Junction mengirim impuls berupa rangsang.

4. -

ATP: dihasilkan dari proses metabolisme seperti glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs dan transport electron. ATP yang dibutuhkan ada 36. Banyaknya tergantung asupan glukosa

Proses: makananglukosadiserap oleh seluruh tubuhdi otot digunakan untuk bergerak dengan bantuan oksigenkelebihan glukosa disimpan di hati dalam bentuk glikogen oleh insulinjika dibutuhkan, di ubah menjadi glukosa di otot oleh hormone adrenalin. - Berasal dari karbohidrat yang di ubah dalam bentuk glukosa - Cadangan protein dalam bentuk asam amino - Lemak yang nantinya menghasilkan 9,3 kalori.

STEP IV TUBUH MANUSIA

STRUKTUR DAN FUNGSI

OTOT

RANGKA

SARAF

SUMBER ENERGI

KETERKAITAN

SISTEM KERJA

KELELAHA N STEP V Learning Objective: 1. Klasifikasi, struktur, fungsi, dan keterkaitan saraf, otot, dan tulang? 2. Factor yang penjelasannya? 3. mempengaruhi ketahanan fisik dan

Mekanisme kontraksi dan relaksasi otot?

4. System metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang menghasilkan ATP? 5. Proses terjadinya kelelahan dan penanggulangannya?

STEP VII

1.

Rangka a. Letak: - tengkorak - anggota badan - tulang gerak b. Bentuk: - tulang pipih, contoh: tulang tengkorak - tulang panjang, contoh: tulang paha - tulang pendek, contoh: tulang belakang - tulang tidak teratur c. Matriks penyusun: - rawan: - elastic: protein elastic - hialin: fibril - fibrosa: kolagen - kompak Fungsi tulang/rangka: menunjang tegaknya tubuh, memberi bentuk tubuh, melindungi alat-alat vital, tempat pembentukan sel darah, menyimpan kalsium, alat gerak pasif.

- Otot a. Lurik: struktur lurik (adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot sehingga mempunyai nama lain otot bergaris melintang); mempunyai banyak inti; volunteer (di bawah pengaruh saraf sadar); berfungsi melindungi kerangka dari benturan keras dan menggerakkan tulang; disebut otot kerangka karena melekat pada kerangka tubule; kontraksinya berlangsung cepat bila menerima rangsangan.

b. Polos: berbentuk seperti kumparan; mempunyai serabutserabut (fibril) yang homogen sehingga terlihat polos atau tidak bergaris-garis; kontraksinya reflex; di bawah pengaruh saraf tak sadar (involunter); reaksinya lambat; terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan saluran pernafasan; multi unit, seperti: serat otot polos dan siliaris mata; unit tunggal: seperti terdapat pembuluh darah,system pencernaan, dan dinding rahim; mengandung tipe kolagen 3x4.

c. Jantung: terdapat pada lapisan tengah dinding jantung; struktur seperti otot lurik; selnya bercabang; cabangnya disebut discus interkalis; kontraksi reflex; reaksi terhadap rangsang lambat; berfungsi untuk memompa darah ke luar jantung. Atrium Ventrikel Otot penghantar rangsang

Bagian-bagian otot: *tendon (urat otot,kedua ujung otot yang mengecil) *origo *ventrikel (bagian tengah otot daging yang menggembung)

*inersio, normotrofi, atrofi, hipertrofy, diskus interkalaris.

- Saraf a. Sensorik: fungsi saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke system saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). b. Motorik: berfungsi mengirim impuls dari system saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di system saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. c. Intermediet: disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam system saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam system saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori. Fungsi:

System saraf pusat: menerima rangsang dari luar dan dalam tubuh System saraf tepi: menghubungkan jarijari dari organ tubuh dengan Sistem Saraf Pusat.

Struktur sel saraf: Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang didalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrite dan akson (neurit). Dendrite berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya dendrite pendek. Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrite. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut myelin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf myelin. Membrane plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi myelin adalah melindungi akson dan member nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus myelin disebut Nodus Ranvier yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

Gambar struktur neuron

Gambar bagian dari neuron Keterkaitan antara saraf, otot, dan rangka:

-Saraf otonomototasetilkolinion otobergerak

Cakontraksi

Potensial aksi berjalan lewat syaraf motorik ke ujungnya pada serat otot. Setiap ujung mengekresikan asetilkolin. Asetilkolin membuka saluran menuju molekul protein. Terbukanya saluran asetilkolin mengakibatkan ion natrium ke membrane serat otot pada titik terminal syaraf sehingga menimbulkan potensial aksi. Asetilkolin erjalan di membrane otot, kemudian menimbulkan depolarisasi membrane serat otot juga mengakibatkan reticulum sarkoplasma melepaskan ion kalsium yang disimpan dalam reticulum ke myofibril. Ion kalsium menimbulkan energy untuk menarik antara aktin dan myosin (sehingga terjadi kontraksi). Ion kalsium dipompa lagi ke reticulum sarkoplasma hingga potensial aksi otot yang baru datang lagi. Pengeluaran ion Ca dari myofibril meyebabkan kontraksi terhenti. -Rangsangsusunan serabut sarafneuro transmitter junctionneuro transmitter (adrenalin dan asetilkolin)eksitasi sel saraftanggapan 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan fisik : 1. Hormoncontohnya hormone tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dan berperan dalam proses metabolism karbohidrat dalam tubuh yang berkaitan dengan proses menghasilkan panas tubuh, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, kematangan seks, mengubah glikogen menjadi glukosa dalam hati, serta distribusi air dan garam dalam tubuh. 2. Temperatur berpengaruh pada pernapasan 3. Aktivitas 4. Makanan bergizi sesuai standard dan harus cukup 5. Latihan rutin 6. Istirahat 7. Kebersihan tubuh 8. Penggunaan obat yang benar 9. Asupan air 3. Mekanisme kontraksi dan relaksasi Kontraksi: Rangsang neuron motorik

Potensial aksi

Depolarisasi menjalar melalui T tubul

Gerbang Ca terbuka

Ca2+ keluar dari reticulum sarkoplasma

Ca2+ diikat troponin C

Tropomiosin berubah

Kepala myosin menempel di aktin

Terbentuk jembatan silang (terjadi pada aktin dan myosin dengan katalis enzim myosin atp-ase)

Hidrolisis ATP

Pembengkakan kepala myosin

Kontraksi otot Relaksasi: Proses relaksasi merupakan kebalikan dari proses kontraksi mulai dari skema terjadinya kontraksi otot sampai akhirnya Ca kembali lagi ke gerbang.

4. Metabolisme untuk menghasilkan ATP Metabolismerespirasi ATP anaerob glikolisis aerob siklus krebs 2

transport electron

5. Proses terjadinya kelelahan : Karena diantaranya : 1. Habisnya komponen energy 2. Gangguan sirkulasi darah 3. Menumpuknya asam laktat. Asam laktat dikoksidasi oleh O2 H2O + CO2 + Energi. Energi digunakan untuk mengubah asam laktat menjadi glukosa. Glukosa di angkut ke hati. Glukosa disimpan di otot dalam bentuk glikogen.

Penanggulangan kelelahan : 1 Dengan vitamin B1 atau thiamin memperbaiki metabolism karbohidrat yang menghasilkan tenaga dan mengurangi penumpukan asam laktat pada otot yang mengalami kelelahan dan hasilnya orang yang mengkonsumsinya dalam jumlah cukup akan merasa fit.

2. Pemijatan 3. Mengkonsumsi makanan berserat

4. Istirahat

Catatan tambahan: Keterkaitan antara sumber energy pada otot dan proses kontraksi serta relaksasi Sebagian besar energy yang disediakan oleh ATP digunakan untuk walk-along mechanism ketika jembatan silang menarik filamentfilamen aktin, tetapi sejumlah kecil energy dibutuhkan untuk: (1) memompa ion kalsium dari sarkoplasma kedalam reticulum sarkoplasma setelah kontraksi berakhir, dan (2) memompa ion-ion natrium dan kalsium melalui membrane serabut otot untuk mempertahankan lingkungan ionic yang cocok untuk pembentukan potensial aksi serabut otot. Kira-kira 4 milimolar cukup untuk mempertahankan kontraksi penuh hanya selama 1 sampai 2 detik. Sumber energy pertama yang digunakan untuk menyusun kembali ATP adalah substansi kreatin fosfat, yang dapat menimbulkan kontraksi otot maksimal hanya untuk 5 sampai 8 detik. Sumber energy penting kedua yang digunakan untuk menyusun kembali kreatin fosfat dan ATP adalah glikolisis dari glikogen yang menyebabkan kontraksi otot dapat tetap dipertahankan untuk berdetikdetik dan kadang sampai lebih dari satu menit. Namun begitu banyak produk akhir dari glikolisis akan berkumpul dalam sel otot sehingga glikolisis juga kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan kontraksi otot maksimum setelah sekitar 1 menit.

Sumber energy ketiga sekaligus yang terakhir adalah metabolism oksidatif untuk aktivitas otot maksimal yang berlangsung sangat lama-- lebih dari berjam-jamproporsi energy yang terbesar berasal dari lemak, tetapi untuk periode kontraksi selama 2 sampai 4 jam, separuh dari energynya dapat berasal dari karbohidrat.