P. 1
Askep Gagal Ginjal Kronis

Askep Gagal Ginjal Kronis

|Views: 120|Likes:
Dipublikasikan oleh doraemon tembem
GAGAL GINJAL KRONIK

DEFINISI
Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan fungsi ginjal yang menurun secara perlahan-lahan secara persisten dan irreversibel yang mengakibatkan tertumpuknya sisa-sisa metabolik yang toksik serta gangguan keseimbangan air, elektrolit, dan asam basa.

ETIOLOGI
      

Glomerulonefritis Nefropati analgesik Nefropati refluks Ginjal polikistik Nefropati diabetik Hipertensi dll

Pada anak penyebab GGK ialah sebagai berikut : kurang 5 tahun :  hipoplasia /displas
GAGAL GINJAL KRONIK

DEFINISI
Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan fungsi ginjal yang menurun secara perlahan-lahan secara persisten dan irreversibel yang mengakibatkan tertumpuknya sisa-sisa metabolik yang toksik serta gangguan keseimbangan air, elektrolit, dan asam basa.

ETIOLOGI
      

Glomerulonefritis Nefropati analgesik Nefropati refluks Ginjal polikistik Nefropati diabetik Hipertensi dll

Pada anak penyebab GGK ialah sebagai berikut : kurang 5 tahun :  hipoplasia /displas

More info:

Published by: doraemon tembem on Jan 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

GAGAL GINJAL KRONIK

DEFINISI
Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan fungsi ginjal yang menurun secara perlahan-lahan secara persisten dan irreversibel yang mengakibatkan tertumpuknya sisa-sisa metabolik yang toksik serta gangguan keseimbangan air, elektrolit, dan asam basa.

ETIOLOGI
      

Glomerulonefritis Nefropati analgesik Nefropati refluks Ginjal polikistik Nefropati diabetik Hipertensi dll

Pada anak penyebab GGK ialah sebagai berikut : kurang 5 tahun :  hipoplasia /displasia ginjal  kelainan kongenital saluran kemih  Vesikoureteral reflux  Sindrom nefrotik kongenital

5 – 15 tahun :  kelainan hereiter :  sindrom Alport Sistinuri, oksalosis  Penyakit ginjal primer :  Glomerulonefritis - Sindrom Alport - Sistinuri, oksalosis Pielonefritis Ginjal Polokistik  Penyakit ginjal sekunder :  Systemic Lupus Erythematosus Schonlein Henoch Syndrome

Faktor Resiko Gagal Ginjal Kronik
Sociodemographic Factors
Older age US ethnic minority status: African American, American Indian, Hispanic, Asian or Pasific Islander Exposure to certain chemical and Environmental conditions Low income / education

Clinical Factors
Diabetes Hypertension Autoimmune diseases Systemic infections Urinary tract infections Urinary stones Lower urinary tract obstruction Neoplasma Family history of CKD Recovery from acute renal failure Reduction in kidney mass Exposure to certain drugs Low birth weight

Am J Kidney Dis 2002 ; 39 (suppl 1) :

GEJALA KLINIK
+ Tahap I : Diminished Renal Reserve (Pengurangan cadangan ginjal) + Tahap II: Renal insufficiency (Insufisiensi Ginjal) + Tahap III:Chronic Renal Failure (Gagal Ginjal Kronik) + Tahap IV:Terminal Renal Failure = azotemia (The Uremic Syndrome) (Gagal Ginjal Terminal)

Neurologic Abnormalities Central Cognitive change Lethargy Stupor Coma Peripheral Motor neuropathy Sensory neuropathy Myoclonus Fasciculations

Hematologic Abnormalities
Anemia Leukocyte & lymphocyte dysfunction Platelet defect

Gastrointestinal Abnormalities
Anorexia, nausea, vomiting Gastroparesis Hypomotility of bowel Mucosal bleeding

Cardiovascular Abnormalities Hypertension Pericarditis Accelerated atherosclerosis Vascular calcifications

Bone Abnormalities
Osteomalacia Osteitis fibrosa Osteosclerosis Aluminum associated Osteomalacia

Rheumatologic Abnormalities Myopathy Calcific bursitis Avascular necrosis Carpal tunnel syndrome Articular amyloid deposition

Dermatologic Abnormalities Pruritis Calcium-phosphate deposition

Pleural-Pulmonary Abnormalities
Pleuritis and effusion Parenchymal calcification Edema

Metabolic Abnormalities
Glucose intolerance Impaired protein synthesis Hyperlipidemia

DIAGNOSIS

1.Anamnesis : - ada riwayat penyakit ginjal sebelumnya - ada peny.ginjal dlm keluarga - rasa sakit pada tulang-tulang 2.Gejala klinik: terutama pada tahap III & IV 3.Laboratorium: Darah: ureum ↑,kreatinin ↑, Na, Fosfat, K, dan Ca ↑ ↑, fosfatase alkali ↑, bikarbonat ↓ (15-25 mmol/L), anemia normositik normokrom dan sel Burr pada uremia berat. Urin : protein 24 jam (200-1000 mg/hr),konsentrasi ion H dan osmolalitas. Radiologi  USG & foto polos abdomen untuk mengetahui ukuran ginjal dan penyebab gagal ginjal, misalnya ada kista atau obstruksi pelvis ginjal.

PENATALAKSANAAN
   

Optimalisasi & pertahankan keseimbangan cairan & garam. Diet tinggi kalori & rendah protein (20-40 gr/hr). Kontol hipertensi  diet rendah garam Kontrol ketidakseimbangan elektrolit  hiperkalemia : K batasi 60 mmol/hr, diuretik hemat K, obat yang mengekskresi K (ACE-I, NSAIDs) Mencegah & tata laksana penyakit tulang ginjal  hiperfosfatemia : dikontrol dng obat pengikat fosfat (Al(OH)2 300-1800 mg atau CaCO3 (500-3000 mg) setiap makan.

 

Deteksi dini dan terapi infeksi. Deteksi & terapi komplikasi (ensefalopati uremia, pericarditis, neuropati perifer, infeksi, dll). Dialisis & transplantasi ginjal  gagal ginjal dengan gejala klinik yang jelas walau terapi konservatif telah diberikan atau terdapat komplikasi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->