Anda di halaman 1dari 2

TIPS MEMPEROLEH IPK BAGUS Siapa bilang mendapat IPK bagus itu susah?

Mudah kok, asal kita punya kemauan. Di bawah ini ada beberapa tips yang mungkin bisa menjadi masukan untuk kita semua. Selamat mencoba! 1. Absensi Ada dosen yang tidak menjadikan absen sebagai kriteria penilaiannya, tapi ada juga dosen yang menggunakan absen sebagai penilaian akhir beliau ke kita. Istilahnya buat dongkrak atau nambah-nambahin nilai akhir kita. Selain itu, hampir semua dosen menerapkan, syarat untuk mengikuti UAS adalah dengan batas minimal kehadiran 75% dari pertemuan kuliah. So, jangan biarin absensi kuliah kamu kurang dari 75% ya. Kalo gak bisa mengikuti UAS dan nilaimu kosong, siapa yang rugi? Kalau bisa sih usahakan kehadiranmu 100%.

2. Duduk di barisan depan Usahakan selalu duduk di barisan depan untuk mata kuliah apapun. Banyak keuntungan yang bisa kita dapat jika kita memilih duduk di barisan depan. Yang pertama, biasanya dosen akan mengingat wajah-wajah mahasiswa yang sering duduk di depan, dan gak jarang beliau akan memberikan nilai plus untuk kita. Yang kedua, kita jadi lebih fokus dan dapat berkonsentrasi penuh pada materi perkuliahan, kita juga bisa lebih memahami materi yang dijelaskan oleh dosen. Baiknya jangan memilih untuk duduk di barisan belakang, selain jadi gak fokus, kita jadi cenderung cepat ngantuk. Kalo udah ngantuk, gimana bisa nangkep materi kuliah yang dikasih dosen?

3. Mengerjakan Tugas Baiknya tugas-tugas yang diberikan dosen tidak kita abaikan. Apabila dosen memberikan tugas maka kerjakanlah dengan sebaik mungkin. Satu saja tugas dari dosen yang tidak kita kerjakan, maka nilai kita kosong, dan mempengaruhi nilai akhir kita.

4. Rajin membaca dan mencatat materi perkuliahan


Bacalah materi atau buku teks sebelum perkuliahan berlangsung. Hal ini akan membantu kita memahami materi yang akan dipelajari pada pertemuan tersebut. Selain itu, kita pun dapat bertanya dengan kritis jika ada penjelasan dosen yang kurang jelas. Mencatat materi perkuliahan dengan tepat. Mencatat bukan berarti menulis semua penjelasan yang dipaparkan dosen. Sebaiknya, kita mencatat penjelasan yang

penting saja, yang belum dapat kita mengerti atau bagian yang tidak ada di dalam buku teks.

5. Menulis ulang catatan kuliah yang telah dibuat Terkadang kita malas melakukannya, tapi apa salahnya dicoba? Dengan menulis ulang catatan kuliah, akan membuat catatan kita jadi rapi dan enak untuk dibaca, sehingga pada saat UTS atau UAS kita gak kerepotan untuk meminjam catatan sana sini karena catatan kita sudah lengkap dan rapi. Selain itu, secara otomatis materi yang kita tulis ulang tadi akan terekam kembali ke dalam otak, sehingga tingkat pemahaman kita terhadap materi tersebut akan semakin bertambah.

6. Tidak malu untuk bertanya


Apabila ada materi kuliah yang belum dipahami, jangan segan atau malu untuk bertanya. Mungkin bisa ditanyakan kembali pada dosen yang bersangkutan ketika beliau mengajar di kelas. Jika masih belum dapat dipahami, bisa juga dibahas dan didiskusikan bersama teman-teman yang sudah mengerti materi kuliah itu.

7. Hindari sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam)


Menjelang kuis, UTS atau UAS biasanya sistem kebut semalam atau SKS sering diterapkan. Ini adalah tindakan yang salah, karena kita hanya mengandalkan satu malam saja untuk mencoba memahami materi yang akan diujikan. Selain otak kita tidak dapat mencerna semuanya dengan baik, seringkali sistem kebut semalam membuat kita keteteran dan merasa kekurangan waktu. Hindarilah SKS menjelang UTS dan UAS. Biasakanlah belajar dan mengulang materi kuliah secara teratur, sehingga ketika UTS dan UAS kita hanya perlu me-review sedikit materi perkuliahan yang akan diujikan.