Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DAN ETIKA FARMASI BAHAYA KOSMETIK dan OBAT KECANTIKAN

DISUSUN OLEH : Aprilia Wahyuningsih Erliena Okta Felicia Mariana U Randy Rinandi Resti Ratna Wardhani Ria Septiana Rina Adhitama Rizki Bagus M Rully Ikrar Oktariani Sitaresmi Angeliasari 0407015 0407049 0407054 0407115 0407117 0407119 0407120 0407124 0407126 0407135

PROGRAM STUDI S1 FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG 2011

I.

KASUS Belakangan ini di banyak sekali kosmetik yang dijual di pasaran,

berbagai macam kosmetik yang dijual di pasaran dengan menawarkan berbagai khasiat yang dapat menarik minat konsumen untuk memakainya. Khasiat yang dikehendaki oleh kalangan masyarakat terutama oleh kaum perempuan yaitu, dapat memutihkan kulit seketika, dapat mengurangi timbulnya jerawat, kulit tampak kencang, bersih, halus, lembut dan bercahaya. Dengan khasiat seperti itu maka kalangan podusen berlomba-lomba untuk membuat produk kosmetik yang dapat meminat konsumen dengan menawarkan khasiat-khasiat seperti yang dijabarkan diatas. Namun produsenprodusen menyalah gunakan dengan menggunakan zat aktif atau bahkan bahan tambahan yang melampui batas penggunaan, sehingga berdapak buruk pada konsumen. Bukan lagi khasiat yang diingkan konsumen namun justru kerugian yang diderita konsumen. Oleh sebab itu dengan latar belaksang untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang berbahaya bagi kulit, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penelitian dengan teratur terhadap kandungan yang ada dalam kosmetik yang ada dipasaran, apabila terdapat kandungan zat yang berbahaya maka BPOM akan menarik produk-produk kosmetik yang ada dipasaran. Zat-zat yang biasanya digunakan oleh para produsen nakal untuk memberikan khasiat yang diinginkan konsumen dan sering disalahgunakan dengan melampui batas penggunaan diantaranya vitamin A, Merkuri, Hydroquinon yang biasanya digunakan untuk pemutih kulit. Selain bahan tersebut, ada juga pewarna sintetik yang digunakan dalam produk blush on dan lipstik. Contoh pewarna Merah K.10 ( Rhodamin B ) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53 : D&C Red No. 8 : 15585, yang menurut ahli kosmetik di Rumah Sakit Kramat 128, Jakarta Pusat, dr Lili Legiawati SpKK, zat tersebuit biasa digunakan untuk kertas, tekstil atau tinta. http://idajeane.wordpress.com/2009/05/06/bahaya-kosmetik/

I.

PENYELESAIAN Bahan-bahan kosmetik yang telah disebutkan di atas tersebut, memiliki efek yang merugikan bagi pemakai kosmetik. Sehingga BPOM melarang pemakaian zat tersebut dalam kosmetik. Dapat dijabarkan masing-masing bahan tersebut : Vitamin A Vitamin A asam yang kita kenal dengan nama tretinoin. Obat kimia ini memang bisa membantu membentuk struktur kulit baru. Selain membentuk lapisan kulit baru, ia juga mengganti dan memulihkan keausan serta kerusakan kulit pada lapisan luar. Hanya dengan cara membaluri permukaan kulit dengan krim tretinoin saja, selain berefek sebagai peremaja kulit, tretinoin juga bisa meredakan jerawat, sproeten, bekas luka dangkal, serta menumbuhkan lapisan pada bagian kulit yang sudah melapuk. Namun banyak kalangan masyarakat yang tidak mengetahui cara penggunana krim yang mengandung tretinoin, bahwa krim yang mengandung bahan tretinoin tidak boleh dipakai siang hari (terpapar sinar matahari, selain sinar lampu UV). Efek tretinoin diperkeras bila terpapar matahari. Pemakaian krim retinoin kadar rendah (0,05 persen), dan pemakaiannya boleh setiap malam. Normalnya, hari-hari pertama pemakaian,kulit akan merah meradang dan terasa seperti kesemutan namun hal ini akan mereda sendiri dalam beberapa hari tanpa perlu menghentikan pemakaiannya. Namun, jika kulit merah meradang tak kunjung mereda setelah beberapa hari dan kulit malah menjadi berwarna gelap, muncul lenting-lenting lepuh atau pengelotokan kulit dan rasa terbakar pemakaian tretinoin perlu dihentikan. Namun, pada kulit yang sensitif, efek merah rneradangnya akan terus menetap, bahkan sampai berbulan-bulan setelah pemakaiannya dihentikan. Ini disebabkan karena vitamin A yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan tubuh. Bila terjadi penumpukan vitamin A dalam jumlah besar, maka vitamin A justru akan menjadi racun bagi tubuh http://obtrando.files.wordpress.com/2010/07/vitamin.pdf

Merkuri Merkuri adalah logam berat berbahaya. Pemakaian dalam jumlah kecilpun dapat bersifat racun. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih wajah bisa menimbulkan perubahan warna kulit, alergi, bintik hitam hingga iritasi. Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi, gagal ginjal, batu ginjal. Pemakaian merkuri dalam dosis tinggi, menurut BPOM, dapat menimbulkan kerusakan permanen otak, ginjal, gangguan perkembangan janin, diare hingga kerusakan paru-paru. Kasus keracunan merkuri, sering salah di diagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, kadar merkuri maksimum di dalam air adalah 0,001 mg/L. Pemakaian kosmetik yang mengandung Merkuri dapat mengakibatkan : 1. Dapat memperlambat pertumbuhan janin 2. mengakibatkan keguguran (Kematian janin dan Mandul) 3. Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian dihentikan, flek itu dapat / akan timbul lagi & bertambah parah (melebar). 4. Efek REBOUND yaitu memberikan respon berlawanan (kulit akan menjadi gelap/kusam saat pemakaian kosmetik dihentikan). 5. Bagi Wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang sangat parah (lebar). 6. Dapat mengakibatkan kanker kulit. Hidroquinon Hydroquinon adalah bahan kimia untuk mencuci foto namun banyak produsen kosmetik memasukan zat kimia ini melebihi kadar yang aman untuk kesehatan. Di Indonesia, batas toleransi penggunaan hidrokinon

maksimal 2 % namun di Negara Eropa penggunaan obat ini sudah benarbenar dilarang. Hydroquinon, termasuk obat keras dan di Indonesia pemakaiannya harus berdasarkan resep dokter. Bahaya pemakaian obat keras ini membuat iritasi kulit, kulit kemerah-merahan, rasa pedih dan terbakar, kulit wajah menghitam, hiperpigmentasi atau flek hitam, gangguan pada kornea dan selaput mata, gangguan peredaran darah, gangguan pendengaran, menggigil, lemas, mual, muntah kram otot, sakit kepala, sukar bernafas, koma , kanker kulit, sifilis kelainan pada ginjal, kanker darah (leukimia) dan kanker sel hati . Pewarna sintetik Sebagai contoh pewarna Merah K.10 ( Rhodamin B ) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53 : D&C Red No. 8 : 15585), merupakan pewarna sintetik yang biasanya disalahgunakan untuk pewarna dalam blushon dan lipstick. Penggunaan zat ini pada kosmetik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan menjadi pemicu kanker. Rhodamin bisa menyebabkan kerusakan organ hati. Efeknya tidak langsung dirasakan, tetapi baru akan terlihat antara 10 sampai 20 tahun kemudian.Rhodamin sangat berbahaya bagi kesehatan, karena bersifat kumulatif dan karsinogenik. Rhodamin B merupakan pewarna kain sehingga bila dipakai untuk lipstik bisa jadi tidak hilang dan bisa bertahan lama bahkan bisa melekat dibibir anda sampai dua hari. http://idajeane.wordpress.com/2009/05/06/bahayakosmetik/ Penggunaan bahan tersebut dalam sediaan kosmetik dapat

membahayakan kesehatan dan dilarang digunakan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor : HK.00.05.42.1018 Tentang Bahan Kosmetik. (I Made Cock Wirawan, 2009)

II.

SARAN 1. BPOM sebaiknya melakukan pemeriksaan secara rutin untuk kosmetik yang di jual dipasaran, apabila ditemukan kandungan zat yang berbahaya sebaiknya BPOM segera menarik produk kosmetik tersebut dari pasaran 2. Memberikan sanksi yang tegas terhadap produsen yang tetap menggunkan bahan berbahaya 3. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terhadap bahaya kosmetika yang mengandung bahan berbahaya
4. Diharapkan bagi para produsen kosmetik agar mencantumkan bahan-

bahan yang digunakan ( pemutih, pewarna ) yang diperbolehkan oleh BPOM, agar tidak merugikan konsumen. Serta kadar pemutih dan pewarna yang digunakan tidak melebihi batas maksimal.

DAFTAR PUSTAKA http://obtrando.files.wordpress.com/2010/07/vitamin.pdf Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2009. Lampiran Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor : HK.00.05.42.1018 Tentang Bahan Kosmetik dari http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/Lamp_I_Bhndilarang_FN L.pdf diakses pada tanggal 12 maret 2011 Idajane. 2009. Peduli Bahaya Kosmetik dari http://idajeane.wordpress.com/2009/05/06/bahaya-kosmetik/ diakses pada tanggal 12 Maret 2011 http://obtrando.files.wordpress.com/2010/07/vitamin.pdf, diakses pada tanggal 12 Maret 2011