Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN STRATEGIK

Bina Nusantara

University 11 STRATEGI UMUM PERUSAHAAN 05 PBJ

1. Forward Integration Adalah salah satu strategi bisnis perusahaan untuk membangun atau mengambil alih perusahaan distributornya untuk menjadi bagian dari perusahaannya. Strategi bisnis tersebut paling cocok untuk digunakan ketika: Perusahaan distributor organisasi saat ini terlalu mahal, tidak bisa dipercaya, atau tidak bisa memenuhi kebutuhan perusahaan Distributor saat ini tidak memberikan perusahaan keuntungan untuk bisa menghasilkan keunggulan bersaing Perusahaan sedang bermain di bidang industri yang sedang berkembang dan diharapkan akan terus berkembang Perusahaan memiliki sumber daya dan modal yang cukup untuk menangani cabang perusahaan baru tersebut, yaitu distribusi Produksi perusahaan distribusi cukup stabil untuk menambah bagian

Perusahaan distributor yang sekarang ini mengambil profit yang sangat tinggi; integrasi ini bisa membawa perusahaan untuk menawarkan barang dengan harga yang lebih kompetitif kepada customer

Contoh: PT Gajah Tunggal (pabrik ban) membeli / mengakuisisi Tire Zone (toko penjual ban) untuk menjual bannya.

2. Backward Integration Adalah strategi perusahaan untuk menguasai atau bahkan mengakuisisi perusahaan supplier atau sumber bahan baku kegiatan produksi perusahaan. Strategi ini efektif digunakan apabila: Perusahaan supplier organisasi saat ini terlalu mahal, tidak bisa dipercaya, atau tidak bisa memenuhi kebutuhan perusahaan Supplier saat ini tidak memberikan perusahaan keuntungan untuk bisa menghasilkan keunggulan bersaing

Perusahaan sedang bermain di bidang industri yang sedang berkembang dan diharapkan akan terus berkembang Perusahaan memiliki sumber daya dan modal yang cukup untuk menangani cabang perusahaan baru tersebut, yaitu supply produk perusahaan Perusahaan memiliki kestabilan harga produk di pasar Supplier mendapatkan profit margin yang tinggi; perusahaan bisa memberikan pasar atau masyarakat harga jual yang lebih kompetitif apabila mereka berhasil mengakuisisinya

Contoh: McDonald yang awalnya hanya membeli bahan baku berupa tomat dari petani yang menjual tomat, kemudian menanam tomatnya sendiri untuk mempertahankan kualitas tomatnya dan menghemat biaya pembelian.

3. Horizontal Integration Strategi ini adalah strategi perusahaan untuk mengakuisisi perusahaan pesaingnya. Strategi ini akan sangat berdampak menguntungkan bagi perusahaan apabila digunakan ketika: Perusahaan bisa mendapatkan kekuasaan monopolistik di suatu area tanpa ada keputusan pemerintah yang menghalangi dominasi perusahaan Perusahaan sedang berkompetisi di dalam industri yang sedang berkembang Kemajuan ekonomi berdampak besar pada keunggulan bersaing perusahaan Perusahaan memiliki modal dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola integrasi tersebut Perusahaan pesaing mengalami penurunan akibat lemahnya sistem manajerial atau sumber daya tertentu

Contoh: Carrefour melakukan pembelian / akuisisi terhadap Alfa Gudang Rabat, menjadi Carrefour Express.

4. Market Penetration Adalah strategi pengembangan bisnis dengan cara melakukan promosi yang gencar guna menambah penjualan di pasar atau masyarakat yang

sama dengan produk yang sama juga. Strategi tersebut akan sangat efektif apabila diterapkan ketika: Pasar saat ini tidak sedang jenuh terhadap produk-produk tertentu Tingkat penggunaan masyarakat atas produk yang sekarang bisa meningkat secara signifikan Pangsa pasar kompetitor utama sedang menurun, sedangkan penjualan total di industri tersebut sedang naik Korelasi antara penjualan sebelumnya tinggi dan biaya penjualan pada masa

Meningkatnya taraf ekonomi masyarakat keunggulan bersaing pada perusahaan

bisa

memberikan

Contoh: Aquaproof meningkatkan iklan ekstensif yang besar-besaran di televisi untuk mendongkrak penjualannya.

5. Market Development Adalah strategi pengembangan bisnis untuk menambah penjualan mereka dengan cara memperluas jangkauan pasar mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memperluas jangkauan geografis penjualan mereka, menjangkau segmen pasar yang berbeda dengan yang sudah dipegang perusahaan saat ini, dan sebagainya. Strategi ini efektif untuk diterapkan apabila: Saluran distribusi baru yang tersedia bisa dipercaya, tidak mahal, dan kualitas nya baik atau memuaskan Perusahaan sudah sangat sukses dengan bisnis yang sedang dijalankannya Sebuah bisnis baru yang belum jenuh sedang eksis Perusahaan sedang membutuhkan modal manusia untuk mengembangkan bisnisnya dan sumber daya

Perusahaan sudah melebihi kapasitas produksinya Industri dasar perusahaan sudah berkembang dengan cepat dan menjangkau pasar global

Contoh: Hypermart membuka gerai barunya di luar Pulau Jawa, yaitu di Sumatera dan Kalimantan.

6. Product Development Adalah strategi untuk menambah penjualan dengan cara memperbaharui atau bahkan menciptakan produk baru. Strategi ini efektif apabila: Perusahaan punya produk yang telah sukses di tahapan maturitynya; tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat membeli produk baru dari perusahaan Perusahaan bersaing dalam teknologinya sangat cepat bisnis yang perkembangan

Perusahaan bersaing dalam bisnis yang perkembangannya sangat kencang Perusahaan memiliki keunggulan yang sangat istimewa di bidang penelitian dan pengembangan

Contoh: Samsung mengembangkan produk baru di bidang televisinya dari teknologi layar lcd menjadi layar 3D.

7. Related Diversification Strategi ini adalah strategi pengembangan bisnis dengan cara menambah bisnis dengan produk yang berbeda dengan bisnis yang digelutinya saat ini, tetapi masih berhubungan dengan produk utama dari perusahaan. Strategi ini efektif apabila digunakan dalam kondisi seperti: Perusahaan bersaing dalam bisnis yang perkembangannya sangat lambat atau bahkan tidak bisa berkembang Dengan menambah produk baru yang berbeda namun masih berhubungan bisa meningkatkan penjualan Produk yang baru, namun masih berhubungan tersebut bisa dijual dengan harga yang kompetitif Produk yang baru, namun masih berhubungan tersebut memiliki penjualan musiman yang puncak dan titik terendahnya masih seimbang atau bisa saling menutupi sehingga tidak mengakibatkan kerugian secara keseluruhan Produk perusahaan saat ini sedang memasuki tahap declining Perusahaan memiliki tim manajemen yang kuat

Contoh: Polytron yang awalnya memproduksi televisi dan radio saja, kemudian mengembangkan lini bisnis baru di bidang AC, kulkas dan oven.

Bisnis ini masih berhubungan karena elektronik kebutuhan rumah tangga.

berkaitan

dengan

peralatan

8. Unrelated Diversivication Adalah strategi perusahaan untuk melakukan pembagian bisnis ke bentuk usaha baru yang tidak berhubungan dengan produk bisnis yang sekarang. Strategi ini efektif apabila diterapkan ketika: Dengan menambah bisnis dan produk baru yang tidak berhubungan dengan perusahaan bisa menambah pendapatan perusahaan Perusahaan bersaing di dalam bisnis yang sangat kompetitif dan tidak ada kemajuan dalam bisnis tersebut Saluran distribusi perusahaan yang sekarang perusahaan membuka bidang bisnis baru memungkinkan

Produk baru perusahaan memungkinkan perusahaan untuk memperoleh order ulang yang lebih tinggi ketimbang produk yang sekarang Bisnis perusahaan yang sekarang sedang mengalami penurunan Perusahaan memiliki sumber daya dan kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk berkompetisi dalam industri baru Perusahaan memiliki kesempatan untuk membeli bisnis baru yang tidak berhubungan dengan bisnis utama perusahaan sekarang

Contoh: Polytron selain mengembangkan bisnisnya di bidang peralatan elektronik rumah tangga saja (seperti TV, radio tape, AC, dan kulkas), juga mengembangkan produk barunya di bidang gadget (handphone).

9. Retrenchment Retrenchment adalah strategi bisnis untuk mengurangi kerugian perusahaan dengan cara mengurangi biaya pengeluaran perusahaan dengan cara melakukan pengurangan karyawan, mengotomatisasi berbagai proses perusahaan, dsb. Strategi ini tepat untuk digunakan apabila: Perusahaan memiliki kompetitif yang jelas namun terus menerus merugi Perusahaan merupakan salah satu perusahaan yang lemah dalam situasi pasar yang digelutinya

Perusahaan dilanda kesuliatan karena adanya inefisiensi, profit yang lemah, moral karyawan yang lemah, dan adanya tekanan dari pemegang saham untuk meningkatkan performa Perusahaan gagal untuk memanfaatkan kesempatan eksternal, meminimalisir ancaman eksternal, mengambil keuntungan dari kekuatan internal, dan melampaui kelemahan internal Perusahaan berkembang dengan sangat cepat dan menjadi sangat besar sehingga perlu reorganisasi besar-besaran

Contoh: PT Inter Aneka Kimia (Aquaproof) mematikan / menutup salah satu anak perusahaannya, AquaSeal, untuk menghemat sumber daya dan memaksimalkan brand awareness-nya pada 1 merek (Aquaproof) saja, karena kedua merek tersebut bermain di bidang yang sama, yakni cat pelapis waterproof.

10.Divesture Adalah strategi perusahaan untuk menjual divisi atau bagian dari perusahaan yang memang merugikan, butuh modal yang terlalu besar, tidak sesuai dengan aktivitas utama perusahaan, dsb. Strategi ini cocok untuk digunakan terutama apabila: Perusahaan sudah menjalankan strategi retrenchment namun tetap tidak berhasil mencapai hasil yang diinginkan Sebuah divisi dari perusahaan membutuhkan sumber daya yang lebih besar daripada yang bisa disediakan oleh perusahaan Sebuah divisi bertanggung jawab perusahaan secara keseluruhan atas rendahnya performa

Divisi tersebut tidak cocok dengan tujuan keseluruhan perusahaan Sejumlah besar uang dibutuhkan dan tidak bisa diperoleh dari sumber lain selain melakukan divesture Ketika aktivitas perusahaan antitrust pemerintah mengancam kondisi

Contoh: PT Gajah Tunggal, pabrik ban raksasa di Indonesia, menutup salah satu divisi perusahaannya, yakni Sega Mas (pabrik sepatu olahraga) dan menjualnya. 11.Liquidation Adalah strategi perusahaan untuk menjual semua harta perusahaan. Melakukan hal ini berarti suatu perusahaan mengakui kekalahan atau

kegagalan mereka, dan keputusan ini bisa menjadi sangat sulit untuk diambil secara emosional. Namun akan lebih baik untuk menutup usaha tersebut ketimbang terus menjalankannya namun tetap menghasilkan kerugian. Strategi ini efektif apabila dijalankan ketika: Perusahaan telah menjalankan strategi retrenchment dan divesture, namun kedua strategi tersebut masih belum mencapai hasil yang diinginkan Satu-satunya alternatif yang dimiliki oleh perusahaan tersebut adalah kebangkrutan Pemegang saham dari perusahaan bisa mengurangi kerugian mereka dengan cara menjual aset perusahaan

Contoh: HM Sampoerna menjual seluruh perusahaanya kepada British American Tobacco untuk menghasilkan dana tunai, karena menurutnya bisnis di bidang rokok tidak lagi memiliki prospek untuk ke depannya.