Anda di halaman 1dari 7

SEJARAH KEPERWATAN JIWA IBRAHIM RAHMAT Oleh: jratna Teman sebelumnya minta maaf karena tidak banyak yang

dapat ditambhkan, karena saat penjelasan pak ibrahim banyak menjelaskan mengenai pengetahuan tentang kerja perawat. Sejarah Kesehatan Jiwa 1. Zaman Primitif Penyakit jiwa dikaitkan dgn roh-roh jahat yg masuk ke tubuh manusia dan mengendalikannya 2. Peradaban Kuno Penyakit jiwa dpt diobati dgn musik, terapi kesehatan, obat penenang, aktivitas dan nutrisi yg baik 3. Zaman Pertengahan 4. Abad 18 Pemikiran ttg pengobatan penyakit kejiwaan secara manusiawi telah dilupakan secara total, tetapi lebih mempercayai hal-hal yg gaib, sihir, tahayul dan mistik Penemuan pengobatan penyakit jiwa dengan lebih manusiawi 5. Abad 19 Jean Martin Charcot (1825-1893): menyatakan bahwa hipnotis dpt digunakan dlm pengobatan histeria 6. Abad 20 Pd abad ini ahli-ahli jiwa telah menemukan berbagai macam obat utk menangani pykt jiwa, diantaranya lithium, cardiazol (Metrazol), asam lisergat diethylamide (LSD), dll Sejarah Keperawatan Jiwa berdasarka Tahun

Masa sebelum Thn. 1860 Prwtn utk org muda, sakit dan yg membutuhkan, tlh ada sejak perjalanan manusia. Perawatan tlh diberikan olh anggota klg, saudara dekat, pembantu tetangga, tokoh agama, masyarakat sekitar, pasien tlh sembuh ataupun narapidana Thn 1860 (Florence Nightingale) Pendirian sekolah Nightingale pd rumah sakit St. Thomas di London stlh perang kriminal & bekerja sama dgn prwt wanita yg blm trlatih utk para tentara, ditemukanlah hari kprwtn modern Thn 1860-1880 (Linda Richards & Dorothea Lynde Dix) Linda Richards: Penekanan pwtn Kes. Lingkungan, kebersihan diri, kebersihan, kebiasaan hidup sehat: Gizi cukup, latihan & tidur shg bisa sembuh dgn sendirinya, saat ini juga adanya perawatan lanjut & perawat jiwa pertama di AS, stlh belajar dari asuhan Miss Nightingale, pelayanan prwtn terkoordinasi pd prog. Pddkn di RS Boston & di bbrpa bag RS Jiwa di Illionis Dorothea Lynde Dix:

Pekerjaannya berasal dari prwtn jiwa di RSJ & utk memenuhi kekurangan tenaga kes. Spt: dokter, perawat, dll

Tahun 1882 Sekolah pertama utk mempersiapkan perwat guna merawat pasien sakit jiwa akut & kronis di RS Mclean, waverly, Massachusetts berkabolari dgn Linda Richards dan Dr.Edward Cowles Tahun. 1890-1930 Perawat diakui dibeberapa RS sbg pembantu dokter di RS Tahun. 1920 (Harriet Bailey) Perawat pddk pertama yg menulis ttg prwtn jiwa & pddkn kprwtn kes jiwa & melaksanakan perwatan yg holistik Tahun 1937 Penggabungan prwtn kejiwaan utk dasar kurikulum keprawatan Tahun 1946 Keluarnya UU Kes jiwa nasional

Tahun 1950-1960 (Ruth Matheney Mary Topalis): tugas perawat jiwa termasuk prwt fisik dan meditasi Tokoh-tokoh Keperawatan Jiwa Hildegard E.Peplau (1952) June Mellow (1957 Ida Orlando (1960) Anne Burgess & Donna Aguilera (1961) M. Meldman (1967) Sheila Rouslin, Shirley Smoyak, Gwen Marram, Irene Burnside, Carolyn Clark, Bonnie Leininger, Hector Gonzales, Doris Mosley & Paulette DAngi (Thn 1970-1980) Tahun 1970-1980 Sertifikasi spesialis klinik kprwtn jiwa oleh bag. Kprwtn jiwa New Jersey State Nerses Association kmdian asosiasi ini dikembangkan oleh American Nurses Association (ANA) Klein didefinisikan sbg individu, klp, klg atau kommunitas. Perawat sbg terapis dan mulai berkembangnya perawat jiwa Peningktan kerangka sistem yg digunakan oleh perawat jiwa Change agent, pemeliharaan kes. & penekanan riset, penekanan aspek legal & etika peratan jiwa Penekanan perawatan individu secara utuh Praktek mandiri terjadi peningkatan: pembentukan kelp & organisasi yg dilakukan oleh konsumen meningkat

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tahun 1976 ANA bag keperawatan Psikiatrik & pelatihan kprwtn jiwa mempublikasikan hasil revisi ttg statement on psychistric and mental health nursing practice. Tahun 1978: Laporan komisi pengawas Presiden bhw pengaruh deinstitusionalisasi & pemulangan pasien ke komunitas karena kurangnya: finansial, sumber sosial, medis, perawat & manajer

Tahun 1980 Anne Burgess 1. Memformolasikan teori Viktimologi, studi ttg pemerkosaan, penyalahgunaan obat, korban ketidakpedulian dan kekerasan dlm rumah tangga 2. Mendiskripsikan syndrom trauma perkosaan & akibat masa depan Lee Ann Holf Teori krisis digunakan dlm praktik kprwtn dan dikontribusikan ke teori suicidologi

Tahun 1987 Tokoh-tokoh: Maxine E. Loomis; Anita W. OToole; Marie Scott Brown; Patricia Pothier; Patricia West & Holly S. Wilson Dimulainya pengembangan sistem klasifikasi utk keperawatan psikiatri & keperawatan jiwa, pertama kali dipublikasikan di Archives of Psychiatric Nursing

TUGAS MAHASISWA Buatlah Makalah Dengan Judul: Sejarah Perkembangan kesehatan jiwa di dunia Sejarah Perkembangan kesehatan jiwa di Indonesia Sejarah Perkembangan keperawatan jiwa di dunia Sejarah perkembangan keperawatan jiwa di Indonesia Isu Kesehatan & Keperawatan Jiwa terkini, termasuk aplikasinya di komunitas dgn CMHN nya Perkembangan Organisasi keperawatan jiwa di Indonesia dan rekomendasi konas keperawatan kesehatan jiwa I - VII Ketentuan Mhs dibagi 6 klp Tulis nama kelompoknya, mulai dari paling aktif s/d kurang aktif menurut kelompok Bagi mhs yg tidak ikut dlm pembuatan makalah mhn tdk dicantumkan namanya Sistematika penulisan bebas tergantung kreatifitas klp Penulisan dengan huruf times new roman dgn font 12 atau Arial dgn font 11 Spasi: 1,5 spasi Kertas A4: pinggir atas 3,5 ; kiri 3,5 ; bawah 2,5 dan kanan 2,5 Tuliskan literaturnya (buku, journal, artikel, dll.)

Jika menggunakan nara sumber wajib dituliskan di daftar pustaka Kumpulkan paling lambat: Senin depen maksimal jam 14

PRINSIF ASUHAN KEPERAWATAN JIWA IBRAHIM RAHMAT Oleh Jratna A. Prinsif Askep Jiwa 1. Peran dan Fungsi Perawat Jiwa 2. Hubungan Terapeutik Perawat-Pasien 3. Model Praktik Kesehatan Jiwa Psikiatrik 4. Konteks Biopsikososial Askep Jiwa 5. Konteks Legal Askep Jiwa 6. Implementasi Standar Praktik Klinik 7. Rentang Asuhan 1. Peran dan Fungsi Perawat Jiwa a. Difinisi Dan Uraian Keperawatan Jiwa 1) Keperawatan jiwa: proses interpersonal yang berupaya untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang berkontribusi pada fungsi yang terintegrasi 2) Pasien atau sistem klien dapat berupa individu, keluarga, kelompok, organisasi atau komunitas 3) ANA: suatu bidang spesialisasi praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri sendiri secara terapeutik sebagai kiatnya 4) Praktik kontemporer kep.jiwa terjadi dalam kontek: sosial dan lingkungan 5) Peran keperawatan psikiatri profesinal telah berkembang secara kompleks dari elemen-elemen aslinya. 6) Perawatan Psikitri mencakup:

Parameter kompetensi klinik Advokasi pasien Tanggung jawab fiskal Kolaborasi profisional Akontabilitas social Kewajiban etik dan legal

7) Pusat Pelayanan Kesehatan Mental: mengakui keperawatan kesehatan mental dan psikiatrik sebagai salah satu dari lima inti disiplin kesehatan mental. 8) Perawat jiwa menggunakan pengetahuan:

Ilmu psikososial Biofisik Teori kepribadian dan perilaku


Yang menjadi landasan perawatan psikiatrik b. Tingkat Kinerja 1) Legislasi Praktik Perawat 2) Kualifikasi perawat, termasuk pendidikan, pengalaman kerja dan status sertifikasi 3) Tatanan Praktik Perawat 4) Tingkat Kompetensi personal dan inisiatif perawat c. Tingkat Pencegahan Pencegahan Primer o Menurunkan Insiden penyakit o Mengubah faktor penyebab sebelum terjadi penyakit o Mendahului penyakit o Peningkatan Kesehatan dan pencegahan penyakit 2) Pencegahan Skunder Reduksi penyakit aktual dengan deteksi dini dan penangan masalah kesehatan 3) Pencegahan Tertier Penurunan gangguan atau kecacatan yang diakibatkan oleh penyakit d. Rentang Asuhan 1) Fasilitas psikiatrik 2) Pusat kesehatan mental masyarakat 3) Unit psikiatrik di RSU 4) Fasilitas-fsilitas tempat tinggal 5) Praktik Pribadi 6) Bentuk baru Pelayanan Kesehatan: o Pelayanan di rumah, o Program rawat inap parsial o Pusat-pusat penitipan o Panti asuhan atau rumah kelompok o Asosiasi perawat kunjungan o Unit kedaruratan o Klinik pelayanan utama 1) e. Asuhan yang Kompeten 1) Tiga Domain Praktik Keperawatan Jiwa: Aktivitas Asuhan Langsung Komunikasi Penatalaksanaan 2) Peran Perawat kesehatan Jiwa: Peran Pendidikan Pengkoordinasian

Pendelegasian dan pengkolaborasian


f. Perawat Jiwa dikatakan Kompeten apabila: 1) Membuat pengkajian kesehatan Biopsikososial yang peka terhadap budaya 2) Merancang dan mengimplementasikan rencana tindakan untuk pasien dan keluaraga dengan masalah kesehatan yang kompleks dan kondisi yang dapat menimbulkan sakit 3) Berperan serta dalam aktivitas pengelolaan kasus seperti mengorganisasi, mengkaji, negosiasi, koordinasi dan mengintegrasikan pelayanan serta perbaikan bagi individu maupun keluarga 4) Memberikan pedoman pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga dan kelompok untuk menggunakan sumber yang tersedia di komunitas kesehatan mental termasuk pemberi pelayanan terkait, teknologi dan sistem sosial yang paling tepat 5) Meningkatkan dan memelihara kesehatan mental serta mengatasi pengaruh penyakit mental melalui penyuluhan dan konseling 6) Memberikan asuhan kepada mereka yang mengalami penyakit fisik dengan masalah psikologik dan penyakit jiwa dengan masalah fisik 7) Mengelola dan mengkoordinasikan sistem pelayanan yang mengintegrasikan kebutuhan pasien, keluarga, staf dan pembuat kebijakan g. Evaluasi 1) Evaluasi Proses: Mulai dari proses pengkajian sampai dengan evalausi 2) Evaluasi Hasil Hasil akhir yang dicapai meliputi: pasien, keluarga, masyarakat, dll 2. HUBUNGAN TERAPEUTIK PERAWAT-PASIEN Sifat Hubungan terapeutik diarahkan pada pertumbuhan pasien: a. Realisasi diri, penerimaan diri, dan peningkatan penghormatan terhadap diri b. Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri c. Kemampauan untuk membina hubungan interpersonal yang intim, dan saling tergantung dengan kapasitas untuk mencintai dan dicintai d. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistis Aspek yg perlu digali utk mencapai Tujuan: perawat memberikan kesempatan pada klein dalam hal: mengekspresikan persepsi, pikiran, perasaan dan menghubungkan hal tsb. Untuk mengamati dan melaporkan tindakan.

Area Konflik dan ansietas diklarifikasi Mengidentifikasi dan memaksimalkan kekuatan ego Menjalin ikatan dengan keluarga Masalah komunikasi diperbaiki

Pola perilaku maladaptif dimodifikasi Mekanisme koping diupayakan lebih adaptif

Penggunaan Diri Secara Terapeutik Perawat jika berkeinginan untuk menjadi terapeutik yaitu: Kesadaran Diri

Klarifikasi Nilai Eksplorasi Perasaan Kemampuan untuk menjadi model peran Motivasi altruistik Rasa tanggung jawab dan etik

Komunikasi Fasilitatif Relevansi antara teori komunikasi dengan praktik keperawatan dapat dilihat dari:

Alat untuk membina hubungan terapeutik Cara untuk mempengaruhi orang lain Hubungan itu sendiri, untuk mencapai suatu saling berkaiatan