GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN NO : HUMANIORA DAN FILSAFAT ILMU : Bd.

501 : 2 SKS ( 1 T, 1P) : SEMESTER I POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN WAKTU T 1 Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat: Memahami dan mengenal konsep dasar filsafat
1.

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

SUMBER P 3 Jam K Bertens K, 2001, Etika, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 2. Almond, B, 1991, Applied Philosophy, New York: Routledge 3. Keraf, A.S., Ilmu Pengetahuan, Sebuah Tinjauan Filosofis, 2001, Yogyakarta: Kanisius 4. Fak.Filsafat Ilmu UGM, Filsafat Ilmu, 2001,
1.

Pengenalan Filsafat 2 Jam 1. Pengertian filsafat 2. Ilmu pengetahuan sebagai sketsa umum pengantar untuk memahami filsafat ilmu 3. Fenomenologi pengetahuan dan ilmu pengetahuan 4. Filsafat pengetahuan dan filsafat ilmu pengetahuan 5. Fokus filsafat ilmu pengetahuan 6. Manfaat belajar filsafat ilmu pengetahuan 7. Ruang lingkup dan

kedudukan filsafat ilmu Sejarah perkembangan ilmu 9. Landasan penelaahan ilmu 10. Sarana berfikir ilmiah
8.

5.

6.

7.

8.

9.

Yogyakarta:Liberty Blum, H.L., Planning for Health, Development and Application of Social Change Theory, New York: Human Science Press Robbins, S.P, 2003, Organizational Behaviour, Ed. 10, Upper Saddle River, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Verhaak, C, Haryono, 1998, Filsafat Ilmu Pengetahuan : Telaah atas Cara Kerja Ilmu-ilmu, Jakarta: Gramedia. Kepmenkes RI No.369/Menkes/SK/I II/2007 tentang Standar Profesi Bidan PP-IBI, 2001, Etika dan Kode etik

Profesi Bidan, Jakarta 2 Memahami tentang teori-teori tentang pengetahuan
2.

Teori-teori tentang pengetahuan 1. Pengetahuan dan keyakinan 2. Sumber pengetahuan: rasionalisme dan empirisme 3. Kebenaran ilmiah 4. Masalah kepastian dan falibilisme moderat 5. Ilmu, teknologi dan kebudayaan 6. Etika keilmuan Metode ilmu pengetahuan 1. Metode ilmiah 2. Metode abduksi dan deduksi 3. Metode induksi 4. Hukum dan teori ilmiah Ilmu pengetahuan dan masyarakat 1. Ilmu pengetahuan dan life-world 2. Ilmu pengetahuan dan politik

2 Jam

3 Jam

3 Memahami tentang metode ilmu pengetahuan

3.

2 Jam

3 Jam

4 Menjelaskan konsep ilmu pengetahuan dan masyarakat

4.

1 Jam

3 Jam

3.

Masalah bebas nilai dalam ilmu pengetahuan 4 Jam

5 Memahami dan menjelaskan konsep dasar etika umum

5.

Konsep dasar etika umum 2 Jam 1. Etika dan moral 2. Amoral dan imoral 3. Etika dan etika 4. Etika sebagai cabang filsafat 5. Peranan etika dalam dunia modern 6. Moral dan agama 7. Moral dan hukum 8. Hati nurani 9. Shame culture dan guilt culture 10. Kebebasan dan tanggungjawab 11. Nilai dan norma 12. Hak dan kewajiban 13. Menjadi manusia yang baik
6.

6 Memahami konsep etika terapan

Etika terapan 2 Jam 1. Etika terapan dan pendekatan disiplin ilmu kebidanan 2. Kode etik profesi

4 Jam

1. Memelihara citra profesi bidan 3. Ambivalensi kemajuan ilmiah 5. 3 Jam 3 Jam . Kewajiban bidan sebagai profesi 2 Jam terhadap masyarakat dan negara. Masalah bebas nilai dalam ilmu kebidanan 6. Memperhatikan aspek nilai. Metode etika terapan 3. Kewajiban bidan terhadap masyarakat dan pemerintah 2.Etika di depan ilmu dan tehnologi kebidanan 4. 7 Menjelaskan kewajiban bidan sebagai profesi klinisi dalam pelayanan kebidanan 8 Menjelaskan kewajiban bidan sebagai profesi terhadap masyarakat dan negara Kewajiban bidan sebagai profesi 1 Jam klinisi dalam pelayanan kebidanan. 1. Kewajiban bidan terhadap tugas dan profesi 2. Etika di dalam pelayanan kebidanan 8. norma dan sosial budaya masyarakat di dalam pelayanan kebidanan 7.

Manajemen konflik individu dan sosial 3 Jam 10 Memahami komunikasi. Konsep diri. 3 Jam 16 Jam 32 Jam . kepribadian dan1 Jam pengembangan diri. 1. pengelolaan konflik dan pengelolaan perubahan 10. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri. pengelolaan konflik1 Jam dan pengelolaan perubahan. Aspek-aspek konsep diri. 1. Teori-teori perubahan 3. Pengertian komunikasi 2. kepribadian dan pengembangan diri 9. kepribadian dan pengembangan diri 3.9 Mengidentifikasi konsep diri. Bidan sebagai change of agent 4. kepribadian dan pengembangan diri Komunikasi. Pengertian konsep diri dan pengembangan diri 2.

Jhones and Barlett. 2003 2. .GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN : ASUHAN KEBIDANAN LANJUT I : Bd.Metodologi manajemen kebidanan 3. 1. Saunders. Evidence Baed Obstetrics A Companion Volume to High Risk Pregnancy. England. 1997 1.Dokumentasi asuhan kebidanan WAKTU T 1 Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu: Mereview konsep dasar asuhan kebidanan. Varney H. 2 P) : SEMESTER I POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Review konsep dasar asuhan kebidanan 1.Pengertian asuhan kebidanan 2. NO TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS SUMBER P K David K James. Kassam M. Varney’s Midwifery Third Edition. 304 : 4 SKS (2 T.

Clinical Obstetric.Blackw ell Publishing. 2002 David L. Sharon ES.3. Midwifery . 2000 Enkin. 7. Hobbins R. 2000 WHO. 5. Churchill Livingstone. 6. A Guide for Effective Care. Williams Obstetric. Esential Obstetric. The Fetus and Mother. 8. UK. 2005 Hecker M. 2007 Cunningham. 4. Evidence Based Medicine.

Mayes Midwifery:A Text Book For Midwives. London. New York. 10. Geneva. 11. 2000 Sweet. 12.Bailier e. Telfth Edition. 2007 Silverton L. Tindall. 2006 MIMS Obstetric and Gynecology Indonesia. BR.9. Prentice Hall. 2000 Saifuddin AB. education modules. Buku Acuan Nasional Pelayanan . Ther Art andScience of Midwifery.

Jakarta Jurnal-jurnal tentang isu kebidanan terkini Website www.midwifer y. 14. YBPSP. 2005. Depkes RI. IBI. Com 2 Memahami konsep dasar evidence based dalam asuhan 2. 2002 Depkes RI.13. Konsep dasar evidence based dalam asuhan kebidanan . Pedoman Pelaksanaan MDGs di Indonesia. Jakarta. 2000 POGI. IDAI. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 16. 15. Kesehatan Maternal Neonatal.

komplikasi dan penyulit yang lazim terjadi dalam kehamilan. .Klimakterium dan menopause Prinsip deteksi dini ibu dengan kelainan. neonatus.Pentingnya penerapan evidence Review konsep dasar asuhan pada: 1. persalinan dan nifas 5 Asuhan kebidanan pada ibu hamil dan janin (fetomaternal) berdasarkan konsep evidence based 4. nifas.BBL. 3. 5. komplikasi dan penyulit yang lazim terjadi dalam kehamilan.Remaja 6. based dalam asuhan kebidanan dan praktik kebidanan 3. bayi dan balita. BBL.Pengertian evidence based 2.Persalinan 3.kebidanan.Perubahan sistem tubuh pada kehamilan 3.Konsep tumbuh kembang janin dan fetomaternal 2.Isu-isu terkini dalam asuhan kebidanan 3 Mereview konsep dasar asuhan kehamilan.Kehamilan 2. 1. bayi dan balita 5.Memberikan konseling genetik 4 Mengidentifikasi ibu dengan kelainan. neonatus.Nifas 4. persalinan dan nifas Asuhan kebidanan pada ibu hamil dan janin (fetomaternal): 1. persalinan. klimakterium dan menopause. remaja.

Pengkajian melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik terfokus pada kehamilan serta menganalisisnya pada setiap kunjungan antenatal 5.Menggunakan berbagai rumus untuk menghitung umur kehamilan 10.Menggunakan berbagai rumus untuk menghitung taksiran berat janin 9. informasi.Memberikan konseling.Melakukan penilaian pelvis atau panggul 8.Mengidentifikasi munculnya indikator komplikasi maupun kegawatdaruratan dalam kehamilan 12.Deteksi dini kehamilan berisiko tinggi dengan penyulit obstetrik-non obstetrik 6.pranatal 4. edukasi dan terapi sesuai dengan standar dan kewenangan 7.Menerapkan konsep asuhan antenatal terintegrasi (terpadu) 11.Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil berdasarkan konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM .

Mengidentifikasi adanya tanda. 2.6 Asuhan kebidanan pada ibu bersalin berdasarkan konsep evidence based 6. 4.Review konsep persalinan normal dan penatalaksanaannya 2. 3.Mengidentifikasi munculnya indikator komplikasi maupun kegawatdaruratan persalinan. . Asuhan kebidanan pada ibu bersalin 1.Melakukan anamnesis dan pengkajian fisik terfokus pada ibu bersalin. 7.Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu bersalin berdasarkan konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM Asuhan kebidanan pada ibu nifas 1. gejala dan melakukan asuhan pada 7 Asuhan kebidanan pada ibu nifas berdasarkan konsep evidence based 7.Melakukan anamnesis dan pengkajian fisik terfokus pada masa nifas.Review konsep dan penggunaan partograf.Menyiapkan dan mengobservasi tindakan admission test.Melakukan penjahitan luka episiotomi atau robekan perineum derajat II 5. 6.

peritonitis. 8 Asuhan kebidanan pada BBL dan 8.Shock dan kolaburasi untuk tindakan insisi vulva dan abses payudara 5.Melakukan asuhan kebidanan pada gangguan masa nifas: 1.Mempersiapkan Review konsep asuhan pada BBL dan .masalah uroginekologi post partum: 1. bendungan ASI.Gangguan senggama 3. thromboplebitis. Infeksi payudara.Eklampsi post partum 5. 4.Inkontinensia urin/alvi 4. luka perineum.Overactive bladder 3.Perdarahan post partum dini 3.Infeksi nifas: endometritis.Perdarahan post partum lanjut 4.Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu nifas berdasarkan konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM.Prolaps organ pelvis 2. luka perineum 2.

Fraktur klavikula 9.Mengelola BBL asfiksia 2.Hipothermia 3.Neonatus berdasarkan konsep evidence based neonatus fisiologis 1.Ikterus 7.Pemeriksaan fisik BBL dan neonatus 5.Menerapkan asuhan pada BBL dan neonatus berdasarkan konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM. 9.Hipoglikemia 2.Kematian mendadak 4. balita sehat dan sakit dengan pendekatan konsep MTBM-MTBS 1.Dehidrasi 4.Review konsep MTBM-MTBS 2.Diare 5. 3.Trauma intra kranial 8.Stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang/SDIDTK.Mengidentifikasi komplikasi pada BBL: 1. 9 Asuhan pada Bayi dan Balita berdasarkan konsep evidence based Asuhan pada bayi.Infeksi 6. .Asuhan pada BBL dan Neonatus 3.Kegiatan anticipatory guidance.

biologis.Pengertian remaja dalam konteks kesehatan reproduksi remaja 2. edukasi pada orang tua/pendamping bayi dan balita.Menerapkan asuhan pada bayi dan balita berdasarkan konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM. 1.Perubahan fisik.promosi. Melaksanakan asuhan pada remaja dalam konteks kesehatan reproduksi remaja berdasarkan konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM. psikososial remaja 3.Masalah atau kelainan organ reproduksi remaja 4.Unsafe abortion pada remaja 6. PIK-KRR 7.Asuhan pada remaja dalam konteks kesehatan reproduksi berdasarkan konsep evidence based .Pendampingan pada remaja. 4. 10 Asuhan pada remaja dalam konteks kesehatan reproduksi berdasarkan konsep evidence based 10.Kehamilan remaja (teen age pregnancy) 5.

bayi dan balita. nifas. fitoestrogen 5.Asuhan pada masa klimakterium dan menopause dalam konteks kesehatan reproduksi berdasarkan konsep evidenced based berperspektif gender dan HAM Melaksanakan pendokumentasian asuhan kebidanan pada ibu hamil.Konsep klimakterium dan menopause 2.Permasalahan reproduksi pada masa klimakterium dan menopause 4. neonatus. psikososial pada masa klimakterium dan menopause 3.Perubahan-perubahan fisik.Mengenal therapi sulih hormon.11 Asuhan pada masa klimakterium dan menopause 11. BBL. bersalin. remaja.Evidence based pada konteks klimakterium dan menopause 6. 1. . Melaksanakan asuhan pada masa klimakterium dan menopause dalam konteks kesehatan reproduksi berdasar konsep evidence based dalam perspektif gender dan HAM. klimakterium/menopause 12 Pendokumentasian asuhan kebidanan 12. biologis.

Kassam M. NO TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS SUMBER P K 1.Patient safety dalam kegiatan rujukan oleh bidan 32 Jam 64 Jam JUMLAH GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN : ASUHAN KEBIDANAN LANJUT II : Bd.Mengenal mata rantai sistem rujukan 4. WAKTU T 1 Pada akhir perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu memahami: Asuhan kebidanan pada ibu 1. Evidence Baed . 305 : 6 SKS (3 T. David K James. 3 P) : SEMESTER II POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Asuhan pada ibu hamil berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. Melaksanakan rujukan kasus kebidanan berdasarkan standar praktik kebidanan dan protap 1.Konsep rujukan obstetri 2.Klasifikasi sistem rujukan 3.13 Rujukan kasus kebidanan berdasarkan standar praktik kebidanan dan protap 13.

insersio velamentosa. anemia 2. plasenta previa. Jhones and Barlett. jantung. KET. pre eklampsia. pretem. Polihidramnion. PIH.Gangguan jiwa pada kehamilan. posterm/serotimus 8. The Fetus and Mother. 1997 Hobbins R. Clinical Obstetric. UK.hamil berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.Kehamilan disertai penyakit.Perdarahan antepartum: solutio plasenta.Kehamilan dengan hipertensi: hipertensi esensial. 4. Kehamilan dengan penyakit DM. 2005 Hecker M. letak lintang 7. GO.HIV/AIDS 9. 2007 Cunningham. eklampsia 3.Kelainan janin: Kehamilan ganda 5. kemitraan/kolaburasi atau rujukan kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 1. mola hidatidosa. Varney’s Midwifery Third Edition. Saunders. psikosa. psikoneurosa 11. hiperemesis gravidarum. Esential Obstetric. 2003 Varney H. rubela. KPSW. England. IUFD 10. Sifilis. Oligohidramnion 6.Infeksi/Penyakit-penyakit 2.Gangguan kesejahteraan janin: IUGR.Kehamilan dengan kelainan letak: letak sungsang. depresi. 5.Kelainan air ketuban: KPD. plasenta sirkumvalata 4.Penyulit kehamilan trimester I dan II : abortus. hepatitis. . gerakan janin berkurang.Blackw ell Publishing. 3. Williams Obstetric. ruptura sinus marginalis. Obstetrics A Companion Volume to High Risk Pregnancy. BO.Kelainan lamanya kehamilan.

9. 2000 Enkin. Midwifery education modules. 2007 Silverton L. Prentice Hall. 2000 WHO. 2006 MIMS Obstetric and Gynecology Indonesia. 10. . 7. Evidence Based Medicine. Churchill Livingstone.yang dapat melewati barier plasenta : infeksi virus 6. 8. 2002 David L. Geneva. New York. A Guide for Effective Care. Ther Art andScience of Midwifery. Sharon ES.

IDAI. Telfth Edition. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2000 12. 11. POGI. 2002 14. YBPSP. Tindall.2000 Sweet. Saifuddin AB. IBI. BR. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Mayes Midwifery:A Text Book For Midwives. . London. Depkes RI. Depkes RI. 2000 13. Jakarta.Bailier e.

Distosia power.midwifery. passenger 2. Com 2 Asuhan kebidanan pada ibu bersalin berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. dahi. Jurnal-jurnal tentang isu kebidanan terkini Website www. emboli air . Pedoman Pelaksanaan MDGs di Indonesia. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 1.Konsep dasar kelainan presentasi dan posisi: puncak kepala.Penyulit Kala III dan IV: atonia uteri. retensio plasenta. kemitraan/kolaburasi atau rujukan 2.2005.Penyulit Kala I dan II: 1. POPP 2.Asuhan pada ibu bersalin berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. muka. Jakarta 15. passage.

Seksio sesaria 3.Pertolongan persalinan abnormal pada: 1. robekan jalan lahir. perdarahan post partum primer. Syok obstetrik 3.Melakukan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan persalinan: distosia bahu. Melakukan persiapan untuk kolaburasi tindakan operatif kebidanan: 1. fetal distress.Persalinan post term 2. .ketuban. perdarahan primer Kala IV.Letak sungsang 2.Kuretase 3.Ketuban pecah dini tanpa infeksi 3.Persalinan pre term 4.Ekstraksi vakum 2.Menyiapkan dan mengobservasi klien yang sedang menjalani augmentasi atau induksi persalinan.Mempersiapkan dan kolaburasi pada penjahitan ruptur perineum tingkat III dan IV 4. ruptur uteri. emboli air ketuban. 4. inversio uteri.

kemitraan/kolaburasi atau rujukan 3. Prosedur pemeriksaan dan deteksi dini pada kasus-kasus gangguan reproduksi dan onkologi reproduksi sesuai ruang lingkup kewenangan mandiri. onkologi/keganasan reproduksi 3.1.dan prolaps funikuli 5.4.3.2. Amniosintesis. Deteksi dini kanker serviks dengan . Pengambilan sediaan swab vagina 3. Review konsep asuhan kebidanan pada kasus-kasus gangguan sistem reproduksi dan onkologi 3. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 3. OCT. CTG. kemitraan/kolaburasi atau rujukan 3. Persiapan. Pengambilan dan pengiriman sediaan Pap’s smear 3.2. NST. FBS 3 Asuhan kebidanan pada kasuskasus gangguan sistem reproduksi dan onkologi reproduksi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.1. CST.2. Asuhan kebidanan pada kasus-kasus gangguan sistem reproduksi dan onkologi reproduksi sesuai dengan lingkup kewenangan mandiri.2.2.Melakukan persiapan dan kolaburasi pada tindakan pemantauan kesejahteraan janin melalui: USG.2. Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada wanita yang menderita kasus gangguan sistem reproduksi.

Peritonitis 7. Asuhan kebidanan pada kasus radang genitalia ekterna 3. biopsi 3.Miometritis 4.3.Fibroadenoma 2.Parametritis 5.4. laparatomi. 3.2.7. krioterapi.metode IVA 3.Sarcoma 4. Asuhan kebidanan pada kasus radang genitalia interna: 1.Adneksitis 6. Persiapan tindakan ginekologi.2.2.Cerviksitis 2.Asuhan kebidanan pada kasuskasus onkologi reproduksi: 1.Salpingitis 1. histerektomi. Pemeriksaan payudara secara klinis dan SADARI 3.8. pengangkatan tumor/massa abnormal. Persiapan dan observasi tindakan radioterapi 3.Endometritis 3. Persiapan dan observasi pemberian sitostatika.Kanker payudara . kauterisasi.Kista sarcoma filodes 3.2.6.5.

1. tuba. Pemeriksaan fisik dan prosedur diagnosis pada kasus infertilitas 4. ovarium Asuhan kebidanan pada kasuskasus perdarahan diluar haid: 1. ganas pada vulva.Dukungan psikologis pada klien dalam fase terminal keganasan ginekologi 1. uterus.3.5.Pendidikan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi.Polips endometrium 2.Ulcus portio 4.Erosi portio 3.Polips 2. vagina. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 4. kemitraan/kolaburasi atau rujukan Asuhan kebidanan pada kasus-kasus infertilitas sesuai dengan lingkup kewenangan mandiri. Konsep dasar infertilitas 4.Trauma 5. Anamnesis. Faktor-faktor yang mempengaruhi . penyakitpenyakit onkologi atau gangguan sistem reproduksi 3.Tumor jinak. 4 Asuhan kebidanan pada kasuskasus infertilitas sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. penyakit menular seksual.2.

Manajemen atau penatalaksanaan infertilitas 5 Asuhan kebidanan pada Asuhan kebidanan pada Akseptor KB sesuai Akseptor KB sesuai dengan ruang dengan lingkup kewenangan mandiri.3.1.2. Masalah yang timbul pada infertilitas 4. Hormonal dan Non Hormonal 5. Non MKJP.6. Konsep CTU 5. Pelayanan KB MKJP. kemitraan/kolaburasi atau Asuhan kebidanan wanita dengan gangguan sistem uroginekologi dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: kemitraan/kolaburasi atau 5.Penanganan efek samping alat kontrasepsi 5.4. lingkup kewenangan mandiri. Konseling KB dengan menggunakan media alat bantu pengambil keputusan 6 Asuhan kebidanan wanita dengan gangguan sistem uroginekologi dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 6.4. Review konsep KB dan Program KB rujukan Nasional 5.5. Melakukan persiapan dan kolaburasi pada pelayanan KB MOW/MOP 5.6.5.1. Asuhan kebidanan pada klien pasca .infertilitas 4. Pendidikan kesehatan dan konseling pada pasangan infertilitas 4.

bayi dan balita dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.Skrining untuk menemukan adanya tanda kelainan kongenital pada bayi baru lahir 2. bayi dan balita dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. oksigen. Identifikasi adanya tanda. 7 Asuhan kebidanan pada neonatus. 6. fistula rectovaginalis 6.Memberi dukungan pada orang tua selama masa bargaining sebagai akibat adanya cacat bawaan pada neonatus. Persiapan pengambilan spesimen pada pemeriksaan diagnostik kasus uroginekologi 6.Memberikan asuhan lanjut pada BBL asfiksia neonatorum 3.2.3.Mengelola bayi dalam inkubator.4. kemitraan/kolaburasi atau rujukan . overactive bladder. gangguan senggama. kemitraan/kolaburasi atau rujukan 1. prolaps organ pelvis. Identifikasi adanya tanda gejala infeksi saluran kemih serta PMS yang lazim terjadi Asuhan kebidanan pada neonatus.rujukan keguguran 6. neonatus sakit atau kematian bayi 4. 5. inkontinensia urin/alvi. gejala dan melakukan asuhan kebidanan pada masalah uroginekologi.Mengelola bayi dengan tindakan fototerapi.Memasang infus.

Penanganan efek samping imunisasi/KIPI 10.tranfusi.Merujuk BBL.Penilaian skor dubowitz 12. balita sakit dengan pendekatan konsep MTBM-MTBS 8.Pengelolaan bayi yang terinfeksi HIV.Pertolongan pertama pada penyakit-penyakit/masalah atau kegawatdaruratan yang sering terjadi pada neonatus.Asuhan pada bayi. bayi dan balita 11.Imunisasi dasar dan lanjut pada bayi 9. bayi dan balita dengan aman JUMLAH 48 Jam 96 Jam . ibu ketergantungan obat 14. dan NGT pada bayi.Deteksi dini autisme pada bayi/balita 13. 7. Hepatitis.

Dasar pemikiran teori dan hipotesis 2.Literatur review 2.Penulisan tinjauan pustaka 4.Penulisan Metode Penelitian WAKTU T Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu: 1 Menetapkan masalah penelitian dengan ruang lingkup kebidanan 2 Menyusun proposal skripsi 1. NO TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS SUMBER P K 2. dampak Menyusun proposal skripsi dengan ruang lingkup penelitian kebidanan memenuhi kaidah sistematika penulisan proposal dan menggunakan metodologi penelitian kebidanan 1. 402 : 3 SKS (3 K) : SEMESTER II POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Menetapkan masalah penelitian dalam ruang lingkup kebidanan: 1.Pemasalahan klinik kebidanan: seriousness. elaborasi. manfaat 3.GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN : SKRIPSI : Bd. .Prinsip perumusan tujuan.

Menetapkan 6. 5. 5 Melaporkan hasil penelitian mengikuti kaidah penyusunan laporan penelitian Melaporkan hasil penelitian mengikuti kaidah penyusunan laporan penelitian .sampling 7.Menetapkan dan menyusun instrumen penelitian 11.Menyusun rencana penelitian 12.Menetapkan variabel penelitian 8.Menetapkan uji validitas dan reliabilitas instrumen 10. Penelitian dilaksanakan sesuai dengan proposal yang telah disahkan oleh dewan penguji 4.Menetapkan uji analisis 9.Menetapkan subyek penelitian sampel size dan Melakukan presentasi proposal skripsi Melaksanakan penelitian dengan mengikuti alur perizinan penelitian yang berlaku dan tidak bertentangan dengan komite etik 5.Menyusun dummy tabel 13. 6.Menulis daftar pustaka sesuai kaidah 3 Melakukan presentasi proposal skripsi 4 Melaksanakan penelitian sesuai alur 3.

NO TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS 1 Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu: Menjelaskan pentingnya SUMBER Pratiknya. Dasar-dasar 1. 401 : 2 SKS (1 T. naskah publikasi 7. 1P) : SEMESTER II POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Pentingnya penelitian kebidanan dalam perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kebidanan WAKTU T P 2 Jam K 1. abstract. Melakukan presentasi hasil penelitian Menyusun laporan akhir penelitian. 8. abstrak. naskah publikasi 192 Jam JUMLAH MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN : METODE PENELITIAN KEBIDANAN : Bd. 2000. 1 Jam . abstrak.6 Melakukan presentasi hasil penelitian 7 Menyusun laporan akhir penelitian. abstract.

pengetahuan serta kaitannya dengan perkembangan IPTEK 4. Epidemiolo gy Research. Metodologi Penelitian Arjatmo Tjokronegor o.Tujuan dilakukan penelitian 3. 1999.Ruang lingkup penelitian kebidanan 3. 2005 Coolin Rees.Implikasi penelitian dan ilmu 2.penelitian kebidanan dalam perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kebidanan 1. An Introductio n to Research For Midwives. Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran . Cluetlaand . 2000. 5. FKUI Leon Gordis.Pengertian penelitian 2. 4. England Chapter 4 Elizabeth R.

Rosalind Bluff. Principles and Practice of Research in Midwifery. Ashley Road. . Harcout Publishers Limited. 2000. Bailliere Tindall. Third edition. Pam Smith. Hochland & Hochland Limited. The Midwives Research Database. Felicia Mc Cormick and Mary Refren. 6. 7. 2000.

Mencari masalah 3.Merumuskan masalah penelitian yang benar 2. . Research Midwife for Practice.2000. 2 Memahami sistematika langkahlangkah penelitian 3 Memahami cara penyusunan proposal penelitian yang baik 4 Merumuskan masalah penelitian 2.Sumber masalah 4.Cara merumuskan masalah Merumuskan tujuan penelitian 1 Jam 1 Jam 2 Jam 2 Jam 3. An Interactive Approach for Nursing and Health Care. Churchill Livingstone. 5 Merumuskan tujuan penelitian 5. Sistematika langkah-langkah penelitian Cara penyusunan proposal penelitian yang baik Merumuskan masalah penelitian 1. 4.Ciri masalah 5. London.

1.Pengertian hipotesis 2.Ciri hipotesisi yang baik 3.Pentingnya tujuan penelitian 2.Pengertian variabel dan konsep 2.Hubungan antar variabel 4.penelitian 6 Mengembangkan kerangka konsep penelitian 6.Kerangka konsep 3. Menentukan besar sampel penelitian 1 Jam (sample size) dan teknik pengambilan 2 Jam .Kerangka teori 2. 1 Jam 2 Jam 9 Menentukan besar sampel penelitian (sample size) dan 9. 1 Jam 2 Jam 8 Merumuskan hipotesis penelitian 8.Definisi operasional variabel Merumuskan hipotesis penelitian 1.Jenis-jenis variabel 3.Jenis-jenis hipotesis 1 Jam 3 Jam 7 Menetapkan variabel penelitian 7.Peranan kerangka teori dan kerangka konsep 5.Cara merumuskan tujuan Mengembangkan kerangka konsep penelitian 1.Cara mengembangkan kerangka teori dan kerangka konsep Menetapkan variabel penelitian 1.Pengertian kerangka teori dan kerangka konsep 4.

Membedakan berbagai macam jenis penelitian 1. Ditekankan pada penelitian klinis mencakup: 11.Validitas eksternal dan internal 5.Hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian hipotesis 3.Menurut tujuan 2.Rancangan penelitian survei 6. quasi. 3 Jam . dan cross sectional).RCT) 7.1.Pengertian rancangan penelitian 2.Rancangan penelitian eksperimen:(murni. historical.Hubungan kausal 4.7.Rancangan penelitian observasional (prospektif.Menurut metoda 1 Jam 2 Jam 11 Menyusun rancangan penelitian Rancangan penelitian 1 Jam 1. Kausasi/risk factor.Menurut sifat dasar 3. retrospektif/case control. 11.teknik pengambilan sampel (sampling) 10 Membedakan berbagai macam jenis penelitian sampel (sampling) 10.Menurut pendekatan 4.

Teknik dan metode pengumpulan data 1 Jam Penyusunan instrumen penelitian Merencanakan pengujian hipotesis Pengolahan data dan interpretasinya 1 Jam 1 Jam 1 Jam 2 Jam 2 Jam 2 Jam 2 Jam 2 Jam 14. 16.Penulisan rujukan/daftar pustaka.7.1.2. 15.Tujuan RAP 3.3. Teknik presentasi hasil 1.Pengertian RAP 2. Indept interview. Rapid asesment prosedur 1.Sistematika laporan 2.Diagnostik/screening 11.4. 17. Survey 1 Jam 2 Jam 13 Memahami tehnik dan metode pengumpulan data 14 Memahami penyusunan instrumen penelitian 15 Merencanakan pengujian hipotesis 16 Memahami pengolahan data dan interpretasinya 17 Memahami cara penulisan laporan penelitian 13.7. Iintervensi/therapy 11. .Cara pelaksanaan RAP: FGD. Cara penulisan laporan penelitian 1 Jam 20.7.11. Observasi. Prognosis 12 Memahami rapid asesment prosedur 12.Kegunaan RAP 4.

Melaksanakan deteksi komplikasi pada masa kehamilan dan pertolongan pertama 1. Penyusunan naskah publikasi hasil penelitian dan abstract 1 Jam 2 Jam JUMLAH 16 Jam 32 Jam GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUD I PENEMPATAN : PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN I : Bd. Melaksanakan refocusing dalam asuhan antenatal. 2. 306 : 7 SKS (7 K) : SEMESTER I POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN Melaksanakan asuhan kebidanan dengan proses manajemen kebidanan pada kehamilan baik normal maupun dengan komplikasi berdasarkan evidence based.kutipan 18 Memahami penyusunan naskah publikasi hasil penelitian dan abstract 18. Melaksanakan praktik asuhan antenatal terintegrasi. maupun kolaburasi dengan tim sebagai mitra kerja WAKTU T P K SUMBER . 3. NO TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS 1 Setelah menyelesaikan pembelajaran ini mahasiswa mampu: Melaksanakan asuhan antenatal pada trimester I. dan III berdasarkan evidence based baik pada kasus normal ataupun dengan komplikasi secara mandiri. II. 4.

4. Mendiagnosis persalinan. BBL. Melaksanakan asuhan kebidanan pada masa postnatal. 3. Melaksanakan asuhan Kala I berdasarkan evidence based baik normal ataupun dengan komplikasi dengan pendekatan manajemen kebidanan. 5. 2. Bayi.dan melaksanakan kegiatan rujukan. 1. Balita berdasarkan evidence based baik kasus normal ataupun komplikasi secara mandiri. dan IV berdasarkan evidence based baik kasus normal ataupun komplikasi secara mandiri. 2 Setelah menyelesaikan pembelajaran ini mahasiswa mampu. 3 Setelah menyelesaikan pembelajaran ini mahasiswa mampu: Melaksanakan asuhan kebidanan masa post natal . Melaksanakan asuhan Kala III berdasarkan evidence based baik normal ataupun dengan komplikasi dengan pendekatan manajemen kebidanan. III. Melaksanakan asuhan intranatal Kala I. II. . Melaksanakan asuhan Kala II berdasarkan evidence based baik normal ataupun dengan komplikasi dengan pendekatan manajemen kebidanan. pada kasus kegawatdaruratan antenatal. 1. Melaksanakan asuhan Kala IV berdasarkan evidence based baik normal ataupun dengan komplikasi dengan pendekatan manajemen kebidanan. 2. maupun kolaburasi dengan tim sebagai mitra kerja dan melaksanakan kegiatan rujukan. Melaksanakan asuhan kebidanan pada masa postnatal. BBL baik normal maupun komplikasi dengan menggunakan proses manajemen kebidanan berdasarkan evidence based.

JUMLAH GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN : PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN II : Bd. 3. Melaksanakan tindakan kedaruratan sesuai dengan kewenangan dan manajemen kebidanan. 4. 1. Melakukan asuhan kebidanan dan deteksi dini pada kelainan atau komplikasi masa post natal Melakukan asuhan kebidanan dan deteksi dini pada kelainan atau komplikasi BBL 4 Setelah menyelesaikan pembelajaran ini mahasiswa mampu: Melaksanakan asuhan kebidanan berdasarkan evidence based pada kasus dengan komplikasi maupun kegawatdaruratan kebidanan secara mandiri. 5. 2. 307 : 8 SKS (8 K) : SEMESTER II WAKTU 448 Jam MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN . Melaksanakan support sistem dalam asuhan pada BBL. Melaksanakan deteksi dini pada kasuskasus kebidanan dengan komplikasi berdasarkan manajemen kebidanan.maupun kolaburasi dengan tim sebagai mitra kerja dan melaksanakan kegiatan rujukan.

kemitraan/kolaburasi atau rujukan POKOK BAHASAN/SUB POKOK BAHASAN T 1. Kehamilan dengan penyakit DM. posterm/serotimus 8. pretem. hepatitis. .NO TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS 1 Pada akhir perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan: Asuhan kebidanan pada ibu hamil berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. anemia 2. Oligohidramnion 6.Perdarahan antepartum: solutio plasenta. BO. plasenta previa. jantung. Polihidramnion.Kehamilan dengan kelainan letak: letak sungsang. pre eklampsia. letak lintang 7. GO. mola hidatidosa. ruptura sinus marginalis.Penyulit kehamilan trimester I dan II : abortus.Kelainan lamanya kehamilan. PIH. plasenta sirkumvalat 4. SUMBER P K Melaksanakan asuhan pada ibu hamil berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.Kehamilan disertai penyakit.Kelainan air ketuban: KPD. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 1.Kehamilan dengan hipertensi: hipertensi esensial.Kelainan janin: Kehamilan ganda 5. KET. KPSW. eklampsia 3. hiperemesis gravidarum. insersio velamentosa. rubela.

psikosa.Gangguan kesejahteraan janin: IUGR. POPP 2. dahi. emboli air ketuban.Menyiapkan dan mengobservasi klien yang sedang menjalani augmentasi atau induksi persalinan.Gangguan jiwa pada kehamilan. psikoneurosa 11.HIV/AIDS 9. inversio uteri.Pertolongan persalinan abnormal pada: 1. Syok obstetrik 3. passage.Konsep dasar kelainan presentasi dan posisi: puncak kepala.Infeksi/Penyakit-penyakit yang dapat melewati barier plasenta : infeksi virus 2 Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. depresi. robekan jalan lahir.Sifilis. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 1.Letak sungsang 2. kemitraan/kolaburasi atau rujukan Melaksanakan asuhan pada ibu bersalin berisiko atau mengalami kelainan serta komplikasi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. retensio plasenta.Distosia power. gerakan janin berkurang. perdarahan primer Kala IV.Ketuban pecah dini tanpa infeksi . IUFD 10.Penyulit Kala I dan II: 1. muka. 4. passenger 2.Penyulit Kala III dan IV: atonia uteri.

ruptur uteri. dan prolaps funikuli 7. FBS 3 Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus-kasus gangguan sistem reproduksi dan onkologi reproduksi sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. CST. Melakukan persiapan untuk kolaburasi tindakan operatif kebidanan: 1. perdarahan post partum primer. Amniosintesis.pre term post term 4.Mempersiapkan dan kolaburasi pada penjahitan ruptur perineum tingkat III dan IV 6.Kuretase 3. Prosedur pemeriksaan dan deteksi dini pada kasus-kasus gangguan reproduksi dan onkologi reproduksi sesuai ruang lingkup kewenangan mandiri.Melakukan persiapan dan kolaburasi pada tindakan pemantauan kesejahteraan janin melalui: USG. CTG.1. OCT. fetal distress. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 3. NST.Persalinan .Ekstraksi vakum 2.Seksio sesaria 5. Persiapan. kemitraan/kolaburasi atau rujukan Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus-kasus gangguan sistem reproduksi dan onkologi reproduksi sesuai dengan lingkup kewenangan mandiri.. kemitraan/kolaburasi atau rujukan 3. emboli air ketuban.Melakukan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan persalinan: distosia bahu.Persalinan 4.

Pengambilan dan pengiriman sediaan Pap’s smear 3.1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada wanita yang menderita kasus gangguan sistem reproduksi.5.4.Miometritis 4.Parametritis 5. 3.1.3. histerektomi. biopsi 3.1.2. Deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA 3.7. kauterisasi. Persiapan dan observasi pemberian sitostatika.1.1.1. Persiapan dan observasi tindakan radioterapi 3. Pemeriksaan payudara secara klinis dan SADARI 3. pengangkatan tumor/massa abnormal.Cerviksitis 2. Asuhan kebidanan pada kasus radang genitalia ekterna 3. Pengambilan sediaan swab vagina 3.Adneksitis 6. Persiapan tindakan ginekologi.2. laparatomi.3.3.Peritonitis 7.1.Endometritis 3.1.8. onkologi/keganasan reproduksi 3.1. krioterapi.Salpingitis .Asuhan kebidanan pada kasus radang genitalia interna: 1.6.

penyakit-penyakit onkologi atau gangguan sistem reproduksi 5.Erosi portio 3.Kista sarcoma filodes 3.Pendidikan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi.1. vagina.Sarcoma 4. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 4. ganas pada vulva. Anamnesis. penyakit menular seksual. tuba.Polips endometrium 4.Fibroadenoma 2.Dukungan psikologis pada klien dalam fase terminal keganasan ginekologi 4 Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus-kasus infertilitas sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.Ulcus portio 4.Trauma 5.Asuhan kebidanan pada kasus-kasus onkologi reproduksi: 1.Asuhan kebidanan pada kasus-kasus perdarahan diluar haid: 1. kemitraan/kolaburasi atau Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus-kasus infertilitas sesuai dengan lingkup kewenangan mandiri.Polips 2. ovarium 3.Kanker payudara 5. uterus.Tumor jinak. Pemeriksaan fisik dan prosedur diagnosis pada kasus infertilitas .2.

Identifikasi adanya tanda.6. Konseling KB dengan menggunakan media alat bantu pengambil keputusan Melaksanakan asuhan kebidanan Melaksanakan asuhan kebidanan wanita dengan wanita dengan gangguan sistem gangguan sistem uroginekologi dengan ruang uroginekologi sesuai dengan lingkup kewenangan mandiri.1.Penatalaksanaan infertilitas Melaksanakan asuhan kebidanan Melaksanakan asuhan kebidanan pada Akseptor pada Akseptor KB sesuai dengan KB sesuai dengan lingkup kewenangan mandiri. Hormonal atau rujukan dan Non Hormonal 5.2. Persiapan pengambilan spesimen pada pemeriksaan diagnostik kasus uroginekologi 6.3. kemitraan/kolaburasi 6.5. Pendidikan kesehatan dan konseling pada pasangan infertilitas 4. Identifikasi adanya tanda gejala infeksi saluran kemih serta PMS yang lazim terjadi .3. ruang lingkup kewenangan kemitraan/kolaburasi atau rujukan: mandiri. ruang lingkup kewenangan kemitraan/kolaburasi atau rujukan: mandiri. kemitraan/kolaburasi 5. inkontinensia urin/alvi. overactive bladder.1. fistula rectovaginalis 6.4. gangguan senggama. Penanganan efek samping alat kontrasepsi 5.2.rujukan 5 6 4. prolaps organ pelvis. gejala dan melakukan asuhan kebidanan pada masalah uroginekologi. Asuhan kebidanan pada klien pasca atau rujukan keguguran 6. Melakukan persiapan dan kolaburasi pada pelayanan KB MOW/MOP 5.2. Non MKJP. Pelayanan KB MKJP.

Asuhan pada bayi. 6. dan NGT pada bayi. kemitraan/kolaburasi atau rujukan kewenangan mandiri. 8.Imunisasi dasar dan lanjut pada bayi 10. bayi dan balita bayi dan balita dengan ruang lingkup kewenangan sesuai dengan ruang lingkup mandiri.Penanganan efek samping imunisasi/KIPI 11.Mengelola bayi dengan tindakan fototerapi. 7.7 Melaksanakan asuhan kebidanan Melaksanakan asuhan kebidanan pada neonatus. tranfusi.Memberikan asuhan lanjut pada BBL asfiksia neonatorum 4.Pertolongan pertama pada penyakitpenyakit atau masalah yang sering terjadi pada neonatus. oksigen. neonatus sakit atau kematian bayi 5.Memasang infus. 1.Memberi dukungan pada orang tua selama masa bargaining sebagai akibat adanya cacat bawaan pada neonatus. balita sakit dengan pendekatan konsep MTBM-MTBS 9.Melakukan prosedur pemeriksaan kemitraan/kolaburasi atau untuk BBL dan neonatus rujukan 2. pada neonatus.Skrining untuk menemukan adanya tanda kelainan kongenital pada bayi baru lahir 3.Mengelola bayi dalam inkubator. bayi dan balita .

bayi/balita 14. ibu ketergantungan obat 15. kemitraan/kolaburasi atau 9 Melakukan asuhan kebidanan pada kasus-kasus kegawatdaruratan neonatal sesuai dengan ruang lingkup 9. .Perdarahan kehamilan.Infeksi kehamilan. 12.Deteksi dini autisme pada Melakukan asuhan kebidanan pada kasuskasus kegawatdaruratan obstetri sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.Distosia Bahu 6.Shock maternal 4.Gemelli 8. persalinan dan nifas 2.Presentasi Bokong 7.Penilaian skor dubowitz 13.Merujuk BBL.KPD/KPSW Melakukan asuhan kebidanan pada kasuskasus kegawatdaruratan neonatal sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri.Pre eklampsia dan eklampsia 5. Hepatitis. persalinan dan post partum 3. kemitraan/kolaburasi atau rujukan: 1. bayi dan balita dengan aman 8 Melakukan asuhan kebidanan pada kasus-kasus kegawatdaruratan obstetri sesuai dengan ruang lingkup kewenangan mandiri. kemitraan/kolaburasi atau rujukan 8.Pengelolaan bayi yang terinfeksi HIV.

Diare 8.Letargi 7.kewenangan mandiri. kemitraan/kolaburasi atau rujukan rujukan: 1.Hipoglikemia 4. T=1) .Suhu tidak normal 5.Muntah 9.Masalah pemberian minum 11.Gangguan nafas 2.Resusitasi JUMLAH 512 Jam GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI : BASIC LIFE SUPORT (BANTUAN HIDUP DASAR) : Bd.Ikterus 6.Perdarahan 10. :2 SKS (T=1.Kejang 3.Trauma lahir 12.Infeksi tali pusat 13.

Transportasi pada klien Gawat Darurat maternal dan neonatal. Fisiologi Manusia.. Memahami Primary Survey sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 4. Standar Kompetensi : Memahami Konsep PPGD. Diterjemahkan oleh : James Veldman.2004. 2. RJP. RJP. Triage. Edisi 2. 1. Memahami Pengelolaan Breathing sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 7. Memahami Pengelolaan RJP sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. 2005. Memahami Transportasi sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 5. Cara Pengelolaan Gawat Darurat Bantuan Hidup Dasar. Evaluasi : Evaluasi dilakukan dengan UTS dan UAS 4. Memahami Triage sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan meternal dan neonatal 3. 1. Transportasi. Jakarta : EGC Sherwood. Memahami Drug Management sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 3. Sumber Kepustakaan : Sloane E. Deskripsi Mata Kuliah : Mata Kuliah ini membahas tentang Asuhan Gawat Darurat dengan Bantuan Hidup Dasar. Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Primary Survey. Cetakan I. 4. Primary Survey. L. Kompetensi dasar (TIU) : Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Memahami Pengelolaan Air Way untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 6. struktur anatomi dan fungsi system tubuh Melakukan Pengelolaan Triage. 2.PENEMPATAN : SEMESTER I 1. Dari Sel ke Sistem. Memahami Pengelolaan Circulation sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 8. 9.. 2. Jakarta : EGC . Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. yang menguraikan Tanda-tanda Kegawatan. 2.

5.

Rincian Kegiatan
Waktu T P Memahami dasar-dasar PertolonganKonsep Pertolongan Pertama dalam Penanganan 1 jam Pertama Gawat Darurat sebagai landasanGawat Darurat untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Triage sebagai landasanTriage 1 jam untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan meternal dan neonatal Memahami Primary Survey sebagaiPrimary Survey 2 jam landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal Memahami Transportasi sebagai 2 jam 2 jam landasan untuk diterapkan pada asuhan Kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Pemberian Bantuan HidupPemberian Bantuan Hidup Dasar 2 jam 6 jam Tujuan Pokok Bahasan Sumber K

No. 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Dasar Pengelolaan Air Way untuk diterapkanPengelolaan Air Way pada asuhan kebidanana pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Pengelolaan BreathingPengelolaan Brething sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Pengelolaan CirculationPengelolaan Circulation sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan Kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal Memahami Pengelolaan RJP sebagaiPengelolaan Disability landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Drug Management sebagai Drug Management landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal

2 jam 6 jam

2 jam 4 jam

2 jam 6 jam

2 jam 6 jam

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN

: PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK KEGAWATDARURATAN KEBIDANAN : Bd. :2 SKS (T=1, P=1) : SEMESTER I

A. DESKRIPSI MATA AJAR: Mata ajar pemeriksaan penunjang diagnostik dalam kaitannya dengan praktek asuhan kebidanan kolaborasi dengan tenaga medis. Mata ajar ini membahas tentang konsep pemeriksaan penunjang diagnostik(USG, NST, CST, CTG, Amniosintesis,Amnioskopi, kick Chart). Jenis pemeriksaan sesuai dengan diagnose medik, persiapaan pasien, persiapan alat dan lingkungan, hasil pemeriksaannya dan mengambil keputusan terhadap hasil pemeriksaan dalam melaksanakan asuhan kebidanan. Mata kuliah ini menggunakan competency based learning serta metode interaktif, (ceramah diskusi, praktikum, penugasan,presentasi) dan praktek melaksanakan persiapan pemeriksaan penunjang diagnostik serta praktek melaksanakan pemeriksaan penunjang sesuai dengan kewenangan Bidan. B. TUJUAN MATA AJAR Setelah menyelesaikan Mata Ajar ini, mahasiswa mampu memahami dan dapat melaksanakan berbagai pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnostik kebidanan dalam membrikan asuhan kebidanan C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Menjelaskan tentang Pemeriksaan Fisik meliputi : 1..Pemeriksaan Penunjang DIAGNOSTIK meliputi: 1). Pemeriksaan Hb, protein urin, gula darah, gula dalam urin 2). Pemeriksaan USG, NST, CST, CTG 3). Pemeriksaan kick Chart 2. Membaca hasil pemeriksaan 3. Menggunakan hasil pemeriksaan penunjang guna mengambil keputusan klinik. 4.Merencanakan dan melaksanakan asuhan kebidanan berdasarkan keputusan klinik secara mandiri,kolaborasi dan atau rujukan

A. STRATEGI PEMBELAJARAN Pembelajaran dilakukan dengan metode tatap muka / ceramah, diskusi , penugasan dan presentasi serta praktikum, mahasiswa dibagi dalam kelompok.

F. KRITERIA PENAMPILAN dan PENILAIAN Bobot nilai akhir adalah 100 % dengan rincian sebagai berikut : 1). Ujian Tengah Semester 40 % ( UTS terdiri dari: UTS + Kuis + Penugasan ) 2) . Ujian Akhir Semester 60 % ( UAS terdiri dari: UTS + Kuis + Penugasan ) 3). Kehadiran 100 % G. BUKU SUMBER 1). Silverton L ( 1997 ) The Art and Science of Midwifery , Precentice Hall International Ltd, Maryland Ave (UK) 2). Sweet BR. ( 21000) Mayes Midwifery A Text Book for Midwives : 12th Edition, Balinere Tindal : London 3). Bates, B. (1991). A guide to Physical Examination and history taking. 5th ed. J.B. Lippincott. Philadelphia. 4). Buku Sumber lain terbaru yang dianjurkan Dosen pengajar

Pemeriksaan : USG. POKOK/SUB POKOK BAHASAN WAKTU P K SUMBER 1. Maryland Ave (UK) 2. ( 21000) Mayes Midwifery A Text Book for Midwives : 12th Edition. gula darah Persiapan dan Pemeriksaan : USG.Pemeriksaan darah : Hb. Precentice Hall International Ltd. Silverton L ( 1997 ) The Art and Science of Midwifery . reduksi. 5th ed. Lippincott.CST. Pemeriksaan Urine : protein. Sweet BR. 2.Amniosintesis.CTG. Philadelphia.CST. Balinere Tindal : London 3.B. B.NO TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Pada akhir perkulihaan mahasiswa dapat: Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat : Menjelaskan konsep dasar pemeriksaan penunjang diagnostik MenjelaskanMacam pemeriksaan penunjang diagnostik: 1.CTG. T Konsep pemeriksaan penunjang 2 jam diagnostik 4 jam Pemeriksaan Urine : protein. A guide to Physical Examination and history taking. Amniosintesis.Amnioskopi dan Kick Chart 10 jam 2. Amnioskopi dan Kick Chart . 1. NST. J. gula darah 3. reduksi Pemeriksaan darah : Hb. Bates. NST. (1991).

Buku Sumber lain terbaru yang dianjurkan Dosen pengajar 6 Jam 5 Membaca dan menggunakan hasil pemeriksaan penunjang diagnostik Merencanakan dan melaksanakan asuhan kebidanan berdasarkan keputusan klinik secara mandiri. Praktikum :Pemeriksaan darah : Hb.kolaborasi dan ataurujukan Jumlah 6 jam 6 4 jam 32 jam . NST. Amniosintesis.3 Persiapan Pemeriksaan diagnostik dan Persiapan dan Pemeriksaan : USG. CST. reduksi.Amnioskopi dan Kick Chart Melaksanakan pemeriksaan penunjang diagnostik Melakukan Pemeriksaan Urine : protein. Amniosintesis.CTG. reduksi. NST. gula darah.kolaborasi dan ataurujukan 16 jam 4jam 6 jam 4. Membaca dan menggunakan hasil pemeriksaan penunjang diagnostik Merencanakan dan melaksanakan asuhan kebidanan berdasarkan keputusan klinik secara mandiri. CST.Amnioskopi dan Kick Chart Membaca dan menggunakan 2 jam hasil pemeriksaan penunjang diagnostik Praktikum :Pemeriksaan Urine : protein. 4 Jenis pemeriksaan diagnostik 4 jam dan Persiapan dan Pemeriksaan : USG.CTG. Praktikum :Pemeriksaan darah : Hb. gula darah.

DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk memberikan obat yang berhubungan dengan praktek kebidanan dalam kasus kegawatdaruratan maternal neonatal sesuai dengan standar dan wewenangnya. obat-obatan yang lazim digunakan dalam pelayanan kegawatdaruratan kebidanan. dengan pokok bahasan: konsep farmakologi. menjelaskan cara mengatasi efek samping obat . kasiat. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Setelah mengikuti pemebelajaran mata kuliah farmakologi ini mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang : 1.obat dan faktor-faktor yang mempengaruhi obat dan tata cara pemberian dan pengelolaan obat B. yang meliputi jenis. efek samping. menjelaskan obat-obat yang lazim digunakan dalam pelayanan pada kasus kegawatdaruratan kebidanan 3.GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN NAMA MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN : : : : 2 SKS SEMESTER I FARMAKOLOGI KASUS GAWAT DARURAT KEBIDANAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Setelah mengikuti pemebelajaran mata kuliah farmakologi ini mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang obat-obatan yang dibutuhkan dalam kasus kegawatdaruratan kebidanan yang meliputi maternal dan neonatal C. mengelola dan memeberikan obat sesuai dengan kebutuhan 6. menjelaskan kasiat masing-masing obat yang lazim digunakan dalam pelayanan kebidanan 5. menjelaskan tentang konsep farmakologi 2. menjelskan faktor-faktor yang mempengaruhi obat 4.

M. Hayen. Philadelphia : J. St. Aaspek legal dalam pemberian obat oleh bidan D. Pharmacology and the Nursing Process .R. Kkonsep farmakologi 2. Ccara mengatasi efek samping obat 7. Rodman. EVALUASI 1. PROSES PEMBELAJARAN T : Dilaksanakan di kelas dengan menggunakan ceramah. Farmacology : Pendekatan Proses Keperawatan. Tugas terstruktur : 25% F. Pharmacologi pocket companion for nurse. Obat-obat yang lazim digunakan dalam pelayanan pada kasusu kegawatdaruratan kebidanan 3. E.W. 2). seminar dan penugasan E.B. dan Smith. POKOK BAHASAN 1. diskusi. 4). Kasiat masing-masing obat yang lazim digunakan dalam pelayanan kebidanan 5. UAS : 50% 3. ( 1996 ). J. 3).7. Jakarta: EGC.J. Clinical pharmacology in nursing. BUKU SUMBER BUKU AJAR YANG DIANJURKAN : 1). D. Hoyes. Mosby. menerapkan aspek legal dalam pemberian obat oleh bidan D. Pengelolaan dan Pemeberian obat sesuai dengan kebutuhan 6. UTS : 25% 2. faktor-faktor yang mempengaruhi obat 4. (1996). . Lippincott Company. Kee & Evelyn R. ( 1990 ). Lilley. Louis. Aucker (1999). dan Le Fever Kee. Joyce L.

RINCIAN KEGIATAN No. Aucker (1999). Farmacology : Pendekatan Proses Keperawatan. Pharmacologi pocket companion for nurse. E. Pharmacology and the Nursing Process . b. 4. Farmakokinetik 1. ruang lingkup farmakologiruang lingkup farmakologi 4. Pengertian macam-macam resep obat Proses yang dialami obat dalam tubuh yang sakit maupun sehat Pengertian Absorbsi dan biovabilitas distribusi Biotransformasi Eksresi c.R. . 5. 2. macam-macam obat 5. Company. Lilley. 2. 2. 4 jam 1). Hayen. perundang undangan obat 1. dan Le Fever Kee. (1996). 3. 3. ( 1996 ). Kee & Evelyn R. Farmakodinamik 1. Joyce L. J. Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok/Sub Pokok Bahasan Waktu T P K Sumber Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu: Menjelaskan konsep farmakologi a. 2). 3). Hoyes. konsep farmakologi pengertian farmakologi beberapa istilah penting dalam farmakologi 3. Jakarta: EGC.

Philadelphia : J. ( 1990 ). 2. Pengertian 2. Lippincott 2. dan Smith. menjelaskan obat-obat yang lazim digunakan dalam pelayanan pada kasusu kegawatdaruratan kebidanan maternal a. St.B. Dosis Efek obat dan efek samping Mosby. 4. D. 4).6. Pengertian macam-macam obat uterotonika cara kerja/kasiat obat uterotonika indikasi/kontra indikasi dosis yang digunakan efek samping dan cara mengatasinya 6 jam b. Clinical pharmacology in nursing. 6. indikasi/kontra indikasi . Rodman.J. 3.W. 5. Louis. 7. obat anti perdarahan 1. cara kerja/kasiat obat anti perdarahan 4. M.macam-macam obat uterotonika 3. Uterotonik 1.

indikasi/kontra indikasi 5. Pengertian 2 macam-macam obat 3. dosis yang digunakan 6. indikasi/kontra indikasi 5. dosis yang digunakan 6. cara kerja/kasiat obat uterotonika 4. cara kerja/kasiat obat antibiotik 4. efek samping dan cara mengatasinya c. dosis yang digunakan 6. Pengertian 2 macam-macam obat analgesik 3. efek samping dan cara mengatasinya obat antibiotik 1. obat anemi . obat diuretik 1. obat analgesik 1. efek samping dan cara mengatasinya e.5. f. Pengertian 2 macam-macam obat 3. dosis yang digunakan 6. indikasi/kontra indikasi 5. efek samping dan cara mengatasinya d. cara kerja/kasiat obat diuretik 4.

indikasi/kontra indikasi 5. cara kerja/kasiat obat antipiretika 4. dosis yang digunakan 6. indikasi/kontra indikasi 5. indikasi/kontra indikasi 5.1. Pengertian 2 macam-macam obat 3. dosis yang digunakan 6. cara kerja/kasiat obat pre dan eklamsi 4. cara kerja/kasiat obat anemi 4. obat anestesi 1. dosis yang digunakan 6. dosis yang digunakan 6. efek samping dan cara mengatasinya i. efek samping dan cara mengatasinya . obat antipiretika 1. efek samping dan cara mengatasinya h. efek samping dan cara mengatasinya g. indikasi/kontra indikasi 5. cara kerja/kasiat obat anestesi 4. obat Pre dan eklamsi 1. Pengertian 2 macam-macam obat 3. Pengertian 2 macam-macam obat 3. Pengertian 2 macam-macam obat 3.

j. pengaruh umum 2. cara penyimpanan obat 3. Pengertian 2 macam-macam obat 3. interaksi obat 2 jam 4. Pencatatan dan pelaporan 5. obat antikonvulsi 1. indikasi/kontra indikasi 5. dosis yang digunakan 6. cara kerja/kasiat obat antipiretika 4. Pengertian 2 macam-macam obat 3. Macam-macam obat yang lazim digunakan . efek samping dan cara mengatasinya k. cara pemberian obat 2. pengaruh faktor genetik 3. Prosedurtetap pemberian obat 4. reaksi idiosinkrei 4. indikasi/kontra indikasi 5. efek samping dan cara mengatasinya 3. Menjelaskan pengelolaan dan pemberian obat sesui kebutuhan Pengelolaan Obat 2 jam 1. menjelskan faktor-faktor yang mempengaruhi obat Faktor-faktor yang mempengaruhi obat 1. dosis yang digunakan 6. cara kerja/kasiat obat antihipertensi 4. obat antihipertensi 1.

Pengertian 2.kewengangan bidan dalam pemberian obat selama memberikan pelayanan gawat darurat kebidan baik maternal maupun neonatal 16 jam 6. Penggunaan obat berlabel dan tak berlabel Aspek legal 1 jam a. Pengelolaan dan Pemeberian obat sesuai dengan kebutuhan Aspek legal dalam pemberian obat oleh bidan TOTAL a. GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN NAMA MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI : : : PATOFISIOLOGI PADA KASUS GAWAT DARURAT KEBIDANAN Bd. Unsur resep 3. 2 SKS .dalam pelayanan kegawatdaruratan kebidanan maternal dan neonatal 5. Resep 1 jam 1.

Menjelaskan tentang dasar sistim imun patofisiologis dan klinis 3). Menjelaskan tentang gangguan sistem pernafasan 8). B.perdarahan 9). TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti pembelajaran ini. Menjelaskan tentang gangguan sistem imun dan HIV AIDs dan STD 12). Menjelaskan tentang gangguan sistem Hematologi-onkologi medik. persalinan. STRATEGI PEMBELAJARAN . diskusi dan presentasi dan praktek laboratorium dengan contoh kasus nyata. diharapkan mahasiswa memahami patofisiologi dalam hubungan dengan kehamilan. Menjelaskan tentang gangguan sistem neurologik 10). heriditas. Menjelaskan tentang pengantar patologi umum dan mekanisme penyakit 2). Penekanan pembelajaran pada hubungan timbal balik antara patofisiologis yang meliputi konsep klinis dan proses-proses penyakit yang ditimbulkan oleh gangguan infeksi. nifas dan gangguan sistem reproduksi wanita. DESKRIPSI MATA AJAR Fokus pada konsep dasar perubahan secara patofisilogis sistem tubuh manusia selama masa kehamilan. persalinan . Menjelaskan tentang kelainan katub jantung sistem hematologi 4). TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 1). metabolisme dan keganasan terhadap perubahan sistem reproduksi selama masa hamil. persalinan dan nifas serta gangguan reproduki dengan penekanan integrasi ilmu yang diterapkan dalam praktek asuhan kebidanan A. Menjelaskan tentang gangguan sistem musculoskeletal dan kulit E. Pengalaman pembelajaran meliputi ceramah. Menjelaskan tentang gagal jantung pada kehamilan 5). nifas dan gangguan reproduksi dalam melaksanakan asuhan kebidanan. Menjelaskan tentang gangguan sistem sistem syaraf. Menjelaskan tentang gangguan sistem ginjal dan hipertensi 6).hormonal.CVA dan epilepsi 7).PENEMPATAN : SEMESTER I A. Menjelaskan tentang gangguan sistem endokrin dan metabolik 11).

praktik laboratorium. KRITERIA PENAMPILAN dan PENILAIAN Bobot nilai akhir adalah 100 % dengan rincian sebagai berikut : 1). POKOK BAHASAN T P K SUMBER 1).S dan Wilson L. F. Ujian Tengah Semester 40 % ( UTS terdiri dari: UTS + Kuis + Penugasan ) 2) . ( 2003 ). ( 2003 ). Edisi ke 6.M. Patofisiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC 2). Patofisiologi. BUKU AJAR YANG DIANJURKAN 1). A. Ujian Akhir Semester 60 % ( UAS terdiri dari: UTS + Kuis + Penugasan ) H.Pembelajaran dilakukan dengan metode tatap muka / ceramah. A. diskusi .M. penugasan dan presentasi mahasiswa dibagi dalam kelompok. Edisi ke 6. Menjelaskan tentang kelainan Kelainan katub jantung 2 jam 3 . konsep klinis dan Proses-Proses Penyakit. Buku sumber lainnya Menjelaskan tentang pengantarPengantar patofisiologi 2 jam patologi umum dan mekanisme penyakit Menjelaskan tentang dasar Dasar sistim imun patofisiologis dan klinis 2 jam sistim imun patofisiologis dan klinis . konsep klinis dan Proses-Proses Penyakit.S dan Wilson L. Price. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC 2). Buku sumber lainnya terbaru dan dianjurkan RINCIAN KEGIATAN NO TUJUAN KHUSUS 1. 2. Price.

9 Menjelaskan tentang gagal jantung pada kehamilan Menjelaskan tentang gangguan sistem ginjal dan hipertensi menjelaskan tentang gangguan sistem sistem syaraf.CVA dan epilepsi 2 jam 1. Menjelaskan tentang gangguan 1. 5. hepar dan pankreas 2 jam sistem musculoskeletal dan kul 13. Endokrinologi 1.perdarahan 1. Menjelaskan kelainan kulit Kelainan kulit dalam kehamilan 2 jam . hipertensi 2 jam sistem imun dan HIV AIDs dan dan PJK STD 12 Menjelaskan tentang gangguan Penyakit saluran cerna. 7 8. Hematologi-onkologi medik. Gestasional dan diabetes Mellitus 2 jam sistem endokrin dan metabolik 2. Gangguan kulit 2 jam 2. Kehamilan dan HIV dan STD 2 jam 2 jam 10. 6.CVA dan epilepsi Menjelaskan tentang gangguan sistem pernafasan Menjelaskan tentang gangguan sistem Hematologi-onkologi medik.perdarahan Menjelaskan tentang gangguan sistem neurologik Gagal jantung pada kehamilan Gangguan sistem ginjal dan hipertensi 2 jam 4 jam terbaru dan dianjurkan Gangguan sistem syaraf.katub jantung sistem hematologi 4. Gastrointestinal Tractus 2. Sistem pernafasan dan Paru 11. Menjelaskan tentang gangguan Kehamilan dengan gagal jantung. SIE dan Hehamilan 2.

statistik parametrik. 2 SKS (T=1. indikator keberhasilan pelayanan di Rumah Sakit dan Puskesmas. P=1) SEMESTER I 1. statistik non parametrik. DISKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini memberikan kemampuan untuk menerapkan konsep dasar statistik secara umum.Menghitung data dengan uji statistik Non Parametrik 5.Menghitung indikator keberhasilan pelayanan di Rumah Sakit dan Puskesmas .Menghitung data dengan uji statistik Parametrik 6.dalam kehamilan Jumlah 16 jam GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN NAMA MATA KULIAH KODE MK BEBAN STUDI PENEMPATAN : : : : STATISTIK Bd.Menjelaskan tentang konsep dasar statistik 2.Menjelakan sampel dan teknik sampling 4. sample dan teknik sampling. teori probabilitas. Topik-topik yang akan dibahas : konsep dasar statistik. TUJUAN 1.Menjelaskan teori probabilitas 3. 2.

Sabriti. R. Basic Statistic for The Health Sciences (BA 1) 4. SB and Cummings. Harper & Row. Buku Latihan Statistik Non Parametrik. Elementary Statistic in Social Research. 2nd Edition. New York . 2001. seminar dan penugasan : Dilaksanakan di kelas. Environmental Epidemiology. T P 4. RG and Miller III. AA and Clark. World Health Organization. 1993. Publishers. 2000. R. Principles and Practice of Research in Midwifery Bailliere Jindall.Singgih Santoso. Harcoort Publishers Limited (BA 2) 5.Kuzma.Knapp. Buku Anjuran 3. diskusi. Basic Epidemiology. Williams & Wilkims & Wilkins. V. 1984.Hulley. laboratorium (baik di kampus maupun di lahan praktik) EVALUASI UTS 20 % ● UAS 30 % ● Penugasan 50% ● Teori KEPUSTAKAAN Buku Utama 1. L. 1992.Kopfler. GF. 3rd Edition. 1986. Inc. 1990.Beaglehole. Computer-Aided Multivariate Analysis.3. Clinical Epidemiology and Biostatistic. PROSES PEMBELAJARAN : Dilaksanakan di kelas dengan menggunakan ceramah.Elizabeth R Cluett and Rasakid Bluff. FC and Craun. Williams & Wilkins. Jakarta (BU 2) 5. FKM UI (BU 1) 2. MC. Lewis Publisher. Jan W. Michigan 10. 1998. 1983. and Kjellstrom.Levin. Designing Clinical Research: An Epidemiologic Approach. SR. Biostatistika dan Statistik Kesehatan. 1999. J.Afifi. Geneva 7. Bonita. New York 6. T. Baltimore 9. Van Nostrand Reinhold Company. Baltimore 8.

S.Pengertian dan jenis data 2.Menyajikan tabel dalam bentuk tabel 1. Jakarta (BU 2) . 1989. L.Singarimbun. BD and Trappm RG.Nazir. Biostatistika dan Statistik Kesehatan.Konsep 1 Menjelaska n tentang konsep dasar statistik WAKT U T 3 jam P K 1. Ghalia Indonesia. 1994.Jenis-jenis cara penyajian data ● Textular ● Tabular ● Grafikal 3. 2001.Ruang lingkup statistik 3. 1988. London 13.Pengertian statistika 2. Jakarta 14. M and Effendi. Variabel dan skala pengukuran variabel Manfaat dan teknik penyajian data 1. Sabriti.Arikunto RINCIAN MATERI No Tujuan Pokok Bahasan dasar statistik umum 1. Singgih Santoso. Metode Penelitian. Jakarta 12.Saunders. FKM UI 2.11. 1999. M.Jenis tabel penyajian data 3. Pengertian penyajian data 2.Cara membuat tabel 1. metode Penelitian Survai. Buku Latihan Statistik Non Parametrik. Basic and Clinical Biostatistics. LP3ES. Prentice-Hall International Inc.

Principles and Practice of . 2000.Nilai rata-rata 2 jam 1.2 Menjelaska n teori probabilitas Tabel distribusi frekuensi ● Tabel silang 2 variabel 2. Kuzma.Pengertian nilai rata-rata 2.Penyajian data kualitatif secara grafik ● Grafik batang ● Grafik gambar ● Grafik pie (lingkaran) 3. Basic Statistic for The Health Sciences (BA 1) 4.Penyajian data kuantitatif secara grafik ● Histigram ● Oligon ● Ogive ● Garis ● Scater diagram 1.Sifat-sifat nilai rata-rata 3.Cara menghitung nilai ratarata 4. Jan W.Nilai penyebaran 1.Pengertian nilai penyebaran ● Jenis dan sifat nilai penyebaran ● 3.Interpretasi hasil perhitungan nilai rata-rata 2. 1984. Elizabeth R Cluett and Rasakid Bluff.

World Health Organization. Harcoort Publishers Limited (BA 2) 5. New York 2 jam 6. Van Nostrand Reinhold Company. Bonita. 1993.Konsep dasar pengambilan sampel ● Alasan pengambilan sampel ● Bias dan . Beaglehole. Geneva 3 Menjelakan sampel dan teknik sampling 1.2. kuartile dan percentile ● Kurtosis dan skewnes Research in Midwifery Bailliere Jindall. R.Cara perhitungan nilai penyebaran dan interpretasinya meliputi : ● Range ● Minimum dan maksimum ● Mean deviasi ● Standar deviasi ● Koefisien variase ● Decile. and Kjellstrom. 1990. V. T. R. 2nd Edition. Computer-Aided Multivariate Analysis. Basic Epidemiology.Konsep dasar sampling 1. AA and Clark.Pengertian populasi dan sampel 2. Afifi.

Baltimore 8.Perhitungan standar error Data ukur Data hitung ● 7. Knapp. cluster atau multistage random sampling atau kombinasi 2. SB and Cummings. Designing Clinical Research: An Epidemiologic Approach.● ● ● ● ● ● ● sampling erros Prinsip dasar perhitungan besar sampel ● Perhitungan besar sampel 2. SR. Hulley.Metode pengambilan sampel secara random Unres tricted random sampling meliputi simple dan systematic random sampling Restricted random sampling meliputi stratified.Distribusi sampling 1. Williams & Wilkims & Wilkins. Clinical Epidemiology and Biostatistic.Pengertian distribusi sampling 2. RG and Miller III. MC.Pengambilan sampel 1. Williams & Wilkins. 1992. Baltimore .Metode pengambilan sampem secara non random Accidental Quota Purposive 3. 1998.

Pengujian hipotesis 1. New York 5 Menghitung indikator keberhasilan pelayanan di Rumah Sakit dan Puskesmas 1.Pengertian statistik parametrik dan non parametri 2. Levin.Pemilihan uji statistik parametri 3. M.Upaya kesehatan Rate Rasio Proporsi Rata-rata Frekuensi 4 jam 11. 1986. Harper & Row. Lewis Publisher.4. Environmental Epidemiology. 1988. FC and Craun.Teori kesalahan ● Langkah-langkah pengujian hipotesis 2. Ghalia Indonesia.Perhitungan uji statistik 1. Publishers.Derajat kesehatan 3.Statistik ● ● ● ● ● ● ● ● kesehatan 1. 3rd Edition. BD and Trappm RG. Prentice-Hall . Metode Penelitian. Michigan 10. J. 1983. GF. Kopfler. Menghitung data dengan uji statistik Parametrik dan jenis hipotesis ● Pengujian satu sisi dan dua sisi 2. Inc. Menghitung data dengan uji statistik Parametrik. Saunders.Pengertian 10 jam 9.Umum dan lingkungan Kependudukan Sosial ekonomi Lingkungan fisik 2. Jakarta 12. Elementary Statistic in Social Research. 1994. Basic and Clinical Biostatistics.Pemilihan uji statistik non parametrik 1. Nazir.

Presentase rumah sehat 10.Proporsi penyakit rawat jalan di puskesmas 14.Rasio beban tanggungan International London (dependency Inc. LP3ES. Singarimbun.Proporsi penyebab-penyebab kematian pasien rawat inap di rumah sakit 1.Cara penggunaan SPSS 10 jam 32 jam .Kepadatan penghuni rumah 7. M and Effendi. ratio) 6.Angka melek huruf wanita 8.Lingkungan 9. Jakarta 6 Memahami tentang pengolahan data dengan program SPSS JUMLAH menggunakan air bersih 11.Pengantar SPSS 2. 1989.Derajat kesehatan 13. metode Penelitian Survai.● Cakupan 4.Presentase rumah tangga yang 13.Presentase rumah tangga yang gunakan jamban yang baik 12.Sosial ekonomi 5. S.

yang menguraikan Tanda-tanda Kegawatan. Deskripsi Mata Kuliah : Mata Kuliah ini membahas tentang Asuhan Gawat Darurat dengan Bantuan Hidup Dasar. struktur anatomi dan fungsi system tubuh 2. RJP. Memahami Pengelolaan Breathing sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 5. 2. Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Transportasi sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 3. Memahami Pengelolaan RJP sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Primary Survey. Melakukan Pengelolaan Triage. Memahami Triage sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan meternal dan neonatal Memahami Primary Survey sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 3. Transportasi pada klien Gawat Darurat maternal dan neonatal. P=1 SKS) : SEMESTER I A. Memahami Drug Management sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal . Transportasi. Triage. Memahami Pengelolaan Circulation sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 6. Primary Survey. RJP. Memahami Konsep PPGD. C Kompetensi dasar (TIU) : Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Memahami Pengelolaan Air Way untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal 4. Standar Kompetensi : 1. B.GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN MATA KULIAH KODE BEBAN STUDI PENEMPATAN : : : BASIC LIFE SUPPORT Bd. 7. Cara Pengelolaan Gawat Darurat Bantuan Hidup Dasar. 2 SKS (T=1 SKS.

Diterjemahkan oleh : James Veldman. 2005. Sloane E.. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta : EGC 2. L.D. Cetakan I.. L.2004. Tujuan Pokok Bahasan Waktu (jam) T 1 jam Ket P K Memahami dasar-dasar Pertolongan PertamaKonsep Pertolongan Pertama Gawat Darurat sebagai landasan untukdalam Penanganan Gawat Darurat diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dari Sel ke Sistem.. 2 jam . Jakarta : EGC 2. Jakarta : EGC Rincian Kegiatan No.2004. Diterjemahkan oleh : James Veldman. 2005. Jakarta : EGC 2. Sumber Kepustakaan : 1. 1. Fisiologi Manusia. Sloane E. Cetakan I. Dari Sel ke Sistem. Sherwood.. Memahami Triage sebagai landasan untukTriage diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan meternal dan neonatal Memahami Primary Survey sebagai landasanPrimary Survey 1 jam 3. Evaluasi : Evaluasi dilakukan dengan UTS dan UAS E. Sherwood. Edisi 2. Edisi 2. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. 1. Fisiologi Manusia.

5. Memahami Pemberian Bantuan Hidup Dasar Pemberian Bantuan Hidup Dasar Pengelolaan Air Way untuk diterapkan pada asuhan kebidanana pada KegawatdaruratanPengelolaan Air Way maternal dan neonatal. Memahami Pengelolaan Breathing sebagaiPengelolaan Brething landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Pengelolaan Circulation sebagaiPengelolaan Circulation landasan untuk diterapkan pada asuhan Kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal Memahami Pengelolaan RJP sebagai landasanPengelolaan Disability untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Memahami Drug Management sebagai Drug Management landasan untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal jumlah 2 jam 2 jam 2 jam 6 jam 2 jam 6 jam 2 jam 6 jam 2 jam 6 jam 2 jam 6 jam 16 jam 32 jam . 6. 9. untuk diterapkan pada asuhan kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal Memahami Transportasi sebagai landasan untuk diterapkan pada asuhan Kebidanan pada Kegawatdaruratan maternal dan neonatal.4. 7. 8.