P. 1
Pantun Adat

Pantun Adat

|Views: 325|Likes:
Dipublikasikan oleh Syarifah Isra Alaydrus

More info:

Published by: Syarifah Isra Alaydrus on Jan 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2014

pdf

text

original



Pantun Adat Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi Sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah Ikan berenang didalam lubuk Ikan belida dadanya panjang Adat pinang pulang ke tampuk Adat sirih pulang ke gagang Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Bukan lebah sembarang lebah Lebah bersarang dibuku buluh Bukan sembah sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Pohon nangka berbuah lebat Bilalah masak harum juga Berumpun pusaka berupa adat Daerah berluhak alam beraja

 Pantun Agama Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa Daun terap diatas dulang Anak udang mati dituba Dalam kitab ada terlarang Yang haram jangan dicoba Bunga kenanga diatas kubur Pucuk sari pandan Jawa Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa Asam kandis asam gelugur Ketiga asam si riang-riang Menangis mayat dipintu kubur Teringat badan tidak sembahyang .

Pantun Budi Bunga cina diatas batu Daunnya lepas kedalam ruang Adat budaya tidak berlaku Sebabnya emas budi terbuang \ Diantara padi dengan selasih Yang mana satu tuan luruhkan Diantara budi dengan kasih Yang mana satu tuan turutkan Apa guna berkain batik Kalau tidak dengan sujinya Apa guna beristeri cantik Kalau tidak dengan budinya Sarat perahu muat pinang Singgah berlabuh di Kuala Daik Jahat berlaku lagi dikenang Inikan pula budi yang baik Anak angsa mati lemas Mati lemas di air masin Hilang bahasa karena emas Hilang budi karena miskin Biarlah orang bertanam buluh Mari kita bertanam padi Biarlah orang bertanam musuh Mari kita menanam budi .

Ketika Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang. dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki.GUNUNG TANGKUBAN PERAHU Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam dauncaring (keladi hutan). Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. terlontar ucapan tanpa dipikir dulu. akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki diberi nama Sangkuriang. toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Banyak para raja yang meminangnya. tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Seekor babi hutan betina bernama Wayung yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. lalu dibunuhnya. Ketika sedang asyik bertenun. lalu . Karena si Tumang tidak menurut. Dayang Sumbi karena merasa malas. Hati si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi. Dayang Sumbi pun atas permitaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang.

Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud.dimasak dan dimakannya. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya. Terminological kisah kasih di antara kedua insan itu. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya). dipuncak kemarahannya. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. bendungan yang berada di Sanghyang . Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur. kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah hati si Tumang. ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. tempat ibunya berada. bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan menjadi Gunung Burangrang. tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul.ibunya. Sangkuriang menyanggupinya. dengan tanda luka di kepalanya. Dengan bantuan para guriang. Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi . Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi. Sangkuriang menjadi gusar.

Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali.Tikoro dijebolnya. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang). sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. . Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Ayah Malin tidak pernah kembali ke kampung halamannya sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. di desa terpencil ada sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatera Barat. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. sang Ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan. Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju.MALIN KUNDANG Pada suatu waktu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam. Selama berada di kapal. ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Malin memutuskan untuk pergimerantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu .

Setelah menjadi kaya raya. ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga. tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Di tengah perjalanan. menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Setelah beberapa lama menikah. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Malin Kundang beruntung. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja. Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Dengan tenaga yang tersisa. Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut. hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut. Ibu Malin yang melihat . Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut.

ibu Malin menyumpahkan anaknya. "Malin Kundang. mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?". Sumatera Barat. Karena kemarahannya yang memuncak. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Air Manis. . semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. Setelah cukup dekat. Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. ibu Malin Kundang sangat marah. anakku. Malin Kundang beserta istrinya. Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya. Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lamakelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. kalau benar ia anakku. katanya sambil memeluk Malin Kundang. "Oh Tuhan. aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya. di selatan kota Padang.kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya. Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya. ibunya melihat bekas luka dilengan kanan orang tersebut.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->