Anda di halaman 1dari 20

Tugas

(APLIKASI PROGRAM SPSS) DISUSUN OLEH : 1) 2) 3) 4) 5) AMIR HULOPI FADJRIN LAIYA GUSTIN R HANAPI JELLY EVAULINA WAHNIN TANGAHU

Tugas statmat 2 Aplikasi SPSS Oleh kelompok ? 1. Data hasil belajar 25 siswa setelah diberi perlakuan metode penemuan terbimbing sebagai berikut: 7,2 7,3 7,5 6,5 5,6 6,8 6,7 5,9 4,8 6,4 8,3 7,7 8,2 6,6 7,8 8,5 6,5 4,7 6,6 8,8 9,0 7,7 8,8 9,0 5,7

Peneliti menetapkan rata-rata paling rendah 80% hasil belajar yang diperoleh setelah perlakuan. Buatlah hipitesis penelitian dan hipotesis statistic. Kemudian ujilah hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t satu sampel. Hasil Output SPSS dan Analisis Output SPSS 1) Output One sample statistics One-Sample Statistics N Postes 25

Mean 7,144

Std. Deviation 1,2524

Std. Error Mean ,2505

Dari output diatas dapat diketahui jumlah sampel 25, rerata7,144, standar deviasi1,2524, dan standar eror postes 0,2505. 2) Output One sample test One-Sample Test Test Value = 80 T Postes -290,875 Df 24 Sig. (2-tailed) ,000 Mean Difference -72,8560 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -73,373 -72,339

Dari output diatas dapat diketahui hasil pengujian uji-t satu sampel y Hipotesis penelitian rerata hasil belajar siswa yang dibelajarkan melalui metode penemuan terbimbing paling tinggi 80%

y Hipotesis statistic Karena output SPSS hanya menyediakan unntuk uji 2 pihak(sig.2-tailed) maka hipotesis statistiknya adalah: H0: 0 > 80 % H1: 0 80 % y Kriteria pengujian berdasarkan probabilitas Jika probabilitas < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas 0,05 ; maka H0 diterima y Analisis dan simpulan Perhatikan bahwa H1 merupakan hipotesis pihak kiri. ini berarti bahwa daerah kritis hipotesis pihak kiri terletak di ujung kiri. Jadi t0 harus bernilai negative atau t0 < 0, agar H1 dapat diterima . Hasil output menunjukkan bahwa nilai t0 adalah negative yaitu t0 = -290,875 atau t0 < 0. Jadi t0 = -290,875 terletak di daerah penolakan H0 atau H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa rerata hasil belajar siswa yang dibelajarkan melalui metode penemuan terbimbing paling tinggi 80%, diterima. Berarti rerata hasil belajar siswa yang dibelajarkan melalui metode penemuan terbimbing di bawah 80%.

2. Penelitian tentang kemampuan mengungkapakan emosi dengan ekspresi wajah dari sekelompok pria dan wanita memberikan data sebagai berikut: P W 107 96 109 94 88 131 109 84 79 127 76 115 121 87 105 108 92 92 91 98 96 101 104 96 110 108

Ujilah taraf nyata 5% apakah terdapat perbedaan kemampuan mengungkapkan emosi dengan ekspresi wajah mereka antara pria dan wanita.

Hasil Output SPSS dan Analisis Output SPSS 1) Output Group statistics
Group Statistics Jenis_kelamin Kemampuan
dimensi on1

N 12 14

Mean 99,67 102,00

Std. Deviation 13,872 13,995

Std. Error Mean 4,004 3,740

Pria Wanita

Output diatas berisi informasi statistics data kemampuan ekspresi wajah baik pria dan wanita, dimana untuk sampel pria, jumlah sampel 12 , rerata 99,67, standar deviasi 13,872, dan standar eror mean 4,004. Untuk sampel wanita, jumlah sampel 14 , rerata 102,00, standar deviasi 13,995, dan standar eror mean 3,740. 2) Output Independent Samples Test

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality Variances Mean Std. F Sig. t df Sig. (2-tailed) Differe Difference nce Equal variances assumed Kemampuan Equal assumed variances not -,426 23,458 ,674 -2,333 5,479 -13,656 ,088 ,769 -,426 24 ,674 -2,333 5,483 Lower -13,650 Error of the Difference 95% Confidence Interval of t-test for Equality of Means

Output Levene's Test for Equality of Variances Output ini berisi tentang uji f untuk mengetahui sama atau tidaknya varians data sampel tersebut.  Hipotesis yang diuji H0 : kedua kelompok data memiliki varians yang sama H1 : kedua kelompok data memiliki varians yang tidak sama  Kriteria pengujian Jika probabilitas < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas 0,05 ; maka H0 diterima  Analisis dan keputusan Hasil Levene's Test for Equality of Variances menunjukkan nilai F adalah 0,088 dengan nilai probabilitas (sig) 0,769. Karena (sig) = 0,769 > 0,05, maka h0 diterima atau kedua kelompok data memiliki varians yang sama(homogen).

Output t-test for Equality of Means Output ini berisi informasi hasil pengujian uji-t dua sampel independen. Karena diketahui diatas bahwa kedua kelompok data memiliki varians yang sama, sehingga dalam t-test for Equality of Means diambil nilai pada baris Equal variances assumed.  Hipotesis penelitian kemampuan mengungkapkan emosi dengan ekspresi wajah antara pria dan wanita memilki perbedaan  Hipotesis statistic H0 : 1 = 2 H1 : 1 1  Kriteria pengujian Jika probabilitas(sig(2 tailed)) < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas(sig(2 tailed)) 0,05 ; maka H0 diterima  Analisis dan kesimpulan Nilai t0 = -0,426 dengan nilai sig(2 tailed) atau probabilitas p = 0,674 dan derajat bebas (db) 24. Karena nilai p = 0,674 > 0,05 maka H0 diterima. Ini berarti bahwa kemampuan mengungkapkan emosi dengan ekspresi wajah antara pria dan wanita tidak memilki perbedaan.

3. Sebanyak 20 orang pria diminta menjawab pertanyaan yang mengukur tingkat penghargaan mereka terhadap perjuangan pangeran Diponegoro. Berdasarkan skor jawaban, mereka dipasangkan dan ditempatkan secara random pada kelompok I dan II. Kelompok I adalah kelompok yang menonton film pangeran Diponegoro dan kelompok II adalah kelompok yang tidak menontonnya. Ujilah dengan nyata 5% apakah terdapat perbedaan antara kelompok I dan II dalam menilai perjuangan pangeran Diponegoro, jika data yang dieroleh sebagai berikut: K(I) K(II) 95 97 110 100 99 84 97 81 93 96 81 90 86 88 94 97 104 90 105 95

Hasil dan Analisis Output SPSS 1) Output Paired Samples Statistics


Paired Samples Statistics

Mean Pair 1 kelompok_I Kelompok_II 96,40 91,80

N 10 10

Std. Deviation 8,746 6,215

Std. Error Mean 2,766 1,965

Output ini berisi informasi statistics data tingkat penghargaan 20 pria terhadap perjuangan pangeran Diponegoro dimana untuk siswa yang menonton (kelompok I) jumlah sampel 10, rerata 96.40, standar deviasi 8.764, dan standar eror mean 2.766. Dan untuk siswa yang tidak menonton (kelompok II) jumlah sampel 10, rerata 91.80, standar deviasi 6.215, dan standar eror mean 1.965. 2) Output Paired Samples Correlations
Paired Samples Correlations N Pair 1 kelompok_I & Kelompok_II 10 Correlation ,269 Sig. ,452

Output ini berisi informasi tentang signifikansi koefisien korelasi dari dari dua kelompok tersebut. Untuk itu perlu dibuat hipotesis yang akan diuji dan kriteria pengujiannya. y Hipotesis yang diuji H0 : koefisien korelasi tidak signifikan H1 : koefisien korelasi signifikan y Kriteria pengujian Jika probabilitas(sig) < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas(sig) 0,05 ; maka H0 diterima y Analisis dan keputusan Koefisien korelasi sebesar 0.269 dengan nilai probabilitas(sig) 0,452. Karena p = 0,452 > 0,05; maka H0 diterima atau koefisien korelasi dari kedua kelompok tidak signifikan. 3) Output Paired Samples Test
Paired Samples Test
Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Mean Pair 1 kelompok_I - Kelompok_II 4,600 Deviation 9,264 Std. Error Mean 2,930 Difference Lower -2,027 Upper 11,227 T 1,570 df 9 Sig. (2-tailed) ,151

Output ini berisi informasi hasil pegujian uji t-dua sampel berkorelasi

y Hipotesis penelitian Penghargaan terhadap perjuangan pangeran Diponegoro dari 10 orang pria yang menonton film pangeran diponogoro dengan 10 orang pria yang tidak menonton film pangeran diponogoro, memiliki tingkat yang berbeda

y Hipotesis statistic H0 : 1 = 2 H1 : 1 1 y Kriteria pengujian Jika probabilitas(sig(2 tailed)) < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas(sig(2 tailed)) 0,05 ; maka H0 diterima y Analisis dan simpulan Nilai t0 adalah 1,570 dengan nilai sig-2 tailed 0,151 dan derajat bebas 9. Karena nilai probabilitas 0,151 > 0,05 maka H0 diterima. Ini berarti bahwa Penghargaan terhadap perjuangan pangeran Diponegoro dari 10 orang pria yang menonton film pangeran diponogoro dengan 10 orang pria yang tidak menonton film pangeran diponogoro, memiliki tingkat yang sama.

4. Seorang peneliti membandingkan hasil belajar matematika dari tiga sekolah yaitu skolah A, B dan:
No respon 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hasil belajar siswa sekolah A B C 6 8 7 8 7 8 6 4 6 9 6 5 7 4 6 8 5 6 8 7 4 5 5 5 9 8 6 6 5 5 9 5 4 7

Buatlah hipotesis penelitian, hipotesis statistic dan lakukan pengujian hipotesis penelitian. Serta simpulkan hasil temuan anda.

Hasil dan Analisis Output SPSS 1) Output bagian descriptive


Descriptives Hasil 95% Confidence Interval for Mean N A B C Total 12 11 11 34 Mean 7,33 5,82 5,55 6,26 Std. Deviation Std. Error 1,371 1,471 1,214 1,543 ,396 ,444 ,366 ,265 Lower Bound 6,46 4,83 4,73 5,73 Upper Bound 8,20 6,81 6,36 6,80 Minimum 5 4 4 4 Maximum 9 8 8 9

Output ini berisi informasi tentang ringkasan statistic ketiga data sampel dimana masing-masing sekolah A,B dan C memiliki jumlah sampel 12, 11, 11, rerata 7.33, 5.82, 5.55, standar deviasi 1.371, 1.471, 1,214, dan standar eror mean 0.396, 0.444, 0.366. 2) Output Bagian Test of Homogeneity of Variences
Test of Homogeneity of Variances Hasil Levene Statistic ,602 df1 2 df2 31 Sig. ,554

Output ini berisi informasi tentang salah satu asumsi (syarat) uji anava, yaitu ketiga kelompok data sampel homogen (memiliki varians yang sama). Untuk itu perlu dibuat hipotesis yang akan di uji dan kriteria pengujiannya. y Hipotesis yang diuji H0 : Ketiga kelompok data memiliki varians yang sama H1 : Ketiga kelompok data memiliki varians yang tidak sama y Kriteria pengujian Jika probabilitas(sig) < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas(sig) 0,05 ; maka H0 diterima y Analisis dan keputusan Hasil levene statistic sebesar 0,602 dengan nilia probabilitas (sig) 0,554. Karena p = 0,554 > 0,05 maka H0 diterima atau ketiga kelompok data memiliki varians yang sama. 3) Output Bagian Anova

ANOVA Hasil Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 21,587 57,030 78,618 Df 2 31 33 Mean Square 10,794 1,840 F 5,867 Sig. ,007

Output ini berisi informasi tentang pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan uji F. y Hipotesis penelitian rerata hasil belajar matematika siswa di sekolah A, B dan C memiliki perbedaan y Hipotesis statistic H0 : 1 = 2 = 3 H1 : bukan H0 y Kriteria pengujian Jika probabilitas(sig) < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas(sig) 0,05 ; maka H0 diterima y Analisis keputusan Nilai F0 adalah 5,867 denagn nilai sig atau probabilitas p = 0,007 dan derajat bebas pembilang 2 serta derajat bebas penyebut 31. Karena nilai probabilitas p = 0,007 < 0,05 maka H0 ditolak. Ini berarti bahwa H1 diterima, jadi rerata hasil belajar matematika siswa di sekolah A, B dan C memang memiliki perbedaan. 4) Output bagian post hoc tests (multiple comparisons)
Multiple Comparisons Dependent Variable:Hasil (I) Sekolah (J) Sekolah Mean Difference (I-J) Std. Error Tukey HSD A
dimensi on3

95% Confidence Interval Sig. ,031 ,010 ,031 ,885 ,010 ,885 ,035 ,011 Lower Bound ,12 ,39 -2,91 -1,15 -3,18 -1,70 ,08 ,35 Upper Bound 2,91 3,18 -,12 1,70 -,39 1,15 2,95 3,22

B C

1,515 1,788

* * *

,566 ,566 ,566 ,578


*

B
dimensi on2 dimensi on3

A C

-1,515 ,273 -1,788 -,273 1,515 1,788


* *

C
dimensi on3

A B

,566 ,578 ,566 ,566

Bonferroni
dimensi on2

A
dimensi on3

B C

B
dimensi on3

A C

-1,515 ,273 -1,788 -,273

,566 ,578

,035 1,000 ,011 1,000

-2,95 -1,19 -3,22 -1,74

-,08 1,74 -,35 1,19

C
dimensi on3

A B

,566 ,578

*. The mean difference is significant at the 0.05 level.

Hasil uji-F (anava) menunjukan bahwa ada perbedaan rerata hasil belajar matematika siswa di sekolah A, B dan C. Untuk itu perlu dilihat sekolah mana yang memiliki perbedaan hasil belajar tersebut. Output post hoc tests (multiple comparisons) memberikan informasi tentang hasil pengujian kelompok sampel yang memiliki perbedaan hasil belajar secara nyata mellalui uji tuckey dan benferroni. Karena H0 ditolak, maka ada empat kemungkinan H0 yaitu: - 1 > 2 > 3 - 1 = 2 > 3 - 1 > 2 = 3 - jika 1 = 2 atau 2 = 3, maka 1 > 3 Untuk itu perlu dibuat tiga sub hipotesis penelitian dan tiga sub hipotesis statistic. y Sub hipotesis penelitian pertama : rerata hasil belajar matematika siswa pada sekolah A lebih tinggi dari pada sekolah B Sub hipotesis statistic : H0 : 1 2 H0 : 1 > 2 y Sub hipotesis penelitian kedua : rerata hasil belajar matematika siswa pada sekolah B lebih tinggi dari pada sekolah C Sub hipotesis statistic : H0 : 2 3 H0 : 2 > 3 y Sub hipotesis penelitian ketiga : rerata hasil belajar matematika siswa pada sekolah A lebih tinggi dari pada sekolah C Sub hipotesis statistic : H0 : 1 3 H0 : 1 > 3 y Kriteria pengujian Jika probabilitas(sig) < 0,05 ; maka H0 ditolak Jika probabilitas(sig) 0,05 ; maka H0 diterima y Pengujian dan keputusan 1. Pengujian sub hipotesis pertama

Nilai probabilitas pada hasil uji tukey adalah 0,031 dan uji benferroni adalah 0.035 . Karena nilai probabilitas kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa rerata hasil belajar matematika siswa pada sekolah A berbeda dari pada sekolah B. hal ini dapat ditunjukkan oleh nilai pada kolom mean difference atau perbedaan rerata sebesar 1,515(*) atau 1,52. Nilai mean difference ini merupaka selisih nilai rerata hasil bellajar matemtika pada sekolah A 7,33 dengan sekolah B 5,82. Jadi dapat disimpulkan bahwa rerata hasil belajar matematika pada sekolah A lebih unggul dari pada sekolah B. 2. Pengujian sub hipotesis kedua Nilai probabilitas pada hasil uji tukey adalah 0,885 dan uji benferroni adalah 1,000 . Karena nilai probabilitas besar dari 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa rerata hasil belajar matematika siswa pada sekolah B tidak berbeda dari pada sekolah C. 3. Pengujian sub hipotesis ketiga Nilai probabilitas pada hasil uji tukey adalah 0,01 dan uji benferroni adalah 0.011. Karena nilai probabilitas kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa rerata hasil belajar matematika siswa pada sekolah A berbeda dari pada sekolah C. Hal ini dapat ditunjukkan oleh nilai pada kolom mean difference atau perbedaan rerata sebesar 1,788(*) atau 1,79. Nilai mean difference ini merupaka selisih nilai rerata hasil belajar matematika pada sekolah A 7,33 dengan sekolah C 5,55. Jadi dapat disimpulkan bahwa rerata hasil belajar matematika pada sekolah A lebih unggul dari pada sekolah C. Ketiga hasil pengujian diatas menunjukkan bahwa rerata hasil belajar matematika pada sekolah B dan pada sekolah C adalah sama tetapi bebeda dengan sekolah A. hasil pengujian ini termasuk dalam kemungkinan H0 yang ketiga : yaitu 1 > 2 = 3. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar matematika siswa sekolah A lebih unggul dibandingkan sekolah B dan C. 5) Output bagian homogeneus
Hasil Sekolah N Tukey HSD
a,b

Subset for alpha = 0.05 1 5,55 5,82 7,33 ,882 1,000 2

C B
dimens on1

11 11 12

A Sig.

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 11,314.

Hasil Sekolah N Tukey HSD


a,b

Subset for alpha = 0.05 1 5,55 5,82 7,33 ,882 1,000 2

C B
dimens on1

11 11 12

A Sig.

Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 11,314. b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.

Output ini memberika informasi tentang kelompok/subsets sampel yang memiliki perbedaan rerata secara signifikan atau tidak. Perhatikan subset ini nampak hanya sekolah A dengan nilai sig 1,000 > 0.05. ini berarti bahwa sekolah A berbeda secara nyata dengan sekolah B dan C. Dan pada subsets 2 nampak sekolah B dan C, ini berarti bahwa sekolah B dan C tidak memiliki perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan satu sama lain.

5. Seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar matematika siswa. Untuk mendapatkan data tentang minat dan tes hasil belajar, peneliti menyebarkan angket minat belajar dan instrument tes hasil belajar. Data yang terkumpul seperti pada tabel No. Respon 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Motivasi Belajar (X) Hasil Belajar (Y) 137.5 144.5 120.0 130.0 122.5 105.5 147.5 132.5 138.5 140.0 135.0 120.5 127.0 140.0 100.5 16 20 15 14 16 14 19 15 18 14 17 16 15 17 13

16 17 18 19 20

115.5 148.0 121.0 102.0 110.0

14 18 15 10 17

Buatlah hipotesis penelitian, hipotesis statistic, kemudian ujilah hipotesis penelitiannya. Simpulkan temuan anda. Hasil dan Analisis Output SPSS A. Pengujian persyaratan analisis Pengujian persyaratan analisis regresi dan korelasi yaitu data berdistribusi normal dan model regresi linier.

Charts

Pada grafik diatas tampak titik-titik terletak atau tersebar disekitar garis lurus. Hal ini meggabarkan bahwa persyaratan normalitas terpenuhi.

Curve Fit
Model Description Model Name MOD_1

Dependent Variable Equation Independent Variable Constant

1 1

Hasil_belajar Linear Motivasi_belajar Included Unspecified

Variable Whose Values Label Observations in Plots

Pada grafik diatas memperlihatkan pola hubungan antara motivasi dengan hasil belajar belajar. Pola hubungan ini memperlihatkan bahwa sebaran data membentuk garis lurus (linier), yang naik dari kiri ke kanan atas. Jadi, dapat dikatakan bahwa model regresi signifikan atau layak digunakan untuk memprediksi hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar matematika siswa. B. Pengujian hipotesis penelitian 1) Output Bagian Descriptive Statistics
Descriptive Statistics Mean Hasil_belajar Motivasi_belajar 15,65 126,900 Std. Deviation 2,277 14,8843 N 20 20

Dari output diatas dapat diketahui jumlah sampel hasil belajar dan motivasi belajar 20, rerata hasil belajar 15,65 dan rerata motivasi 126,900, standar deviasi hasil belajar 2.277, dan standar deviasi motivasi 14,8843. 2) Output Bagian Coefficients

Coefficients Model

Standardized Unstandardized Coefficients B Std. Error 3,143 ,025 ,731 Coefficients Beta t ,463 4,545 Sig. ,649 ,000

(Constant) Motivasi_belajar

1,457 ,112

a. Dependent Variable: Hasil_belajar

Pada kolom Unstandardized Coefficients B dari output diatas diperoleh nilai konstanta sebesar 1,457 dan koefisien variabel motivasi belajar sebesar 0,112. Jadi model regresi hasil belajar (Y) atas motivasi belajar (X) adalah = 1,457 + 0,112X 3) Output Bagian Anova
ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 52,658 45,892 98,550 df 1 18 19 Mean Square 52,658 2,550 F 20,654 Sig. ,000a

a. Predictors: (Constant), Motivasi_belajar b. Dependent Variable: Hasil_belajar

Output diatas membrikan informasi tentang hasil uji signifikan regresi menggunakan uji-F  Hipotesis yang diuji H0 : regresi tidak signifikan H1 : regresi signifikan  Kriteria pengujian Jika nilai probabilitas (sig) < 0,05 maka H0 ditolak. Jika nilai probabilitas (sig) 0,05 maka H0 diterima.  Analisis dan keputusan Nilai F0 = 20,654 dengan derajat bebas (db) pembilang = 1dan derajat bebas (db) penyebut = 18 dan nilai probabilitas p = 0,000a. Karena nilai p = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi

dapat disimpulkan bahwa regresi signifikan. Tanda a pada nilai Sig. menunjukkan bahwa pada = 0,01 juga memenuhi, sehingga dikatakan regresi sangant signifikan. Karena model regresi linier (uji persyaratan analisis) dan signifikan maka pola hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar yang digambarkan oleh persamaan regresi = 1,457 + 0,112X bermakana bahwa aetiap kenaikan satu unit metvasi belajar maka hasil belajar matematika siswa meningkat sebesar 0,112 pada konstanta 1,457. 4) Output Bagian Model Summary dan Correlations
Correlations Hasil_belajar Pearson Correlation Hasil_belajar Motivasi_belajar Sig. (1-tailed) Hasil_belajar Motivasi_belajar N Hasil_belajar Motivasi_belajar
b

Motivasi_belajar ,731 1,000 ,000 . 20 20

1,000 ,731 . ,000 20 20

Model Summary Model


dimensi on0

R ,731
a

R Square ,534

Adjusted R Square ,508

Std. Error of the Estimate 1,597

a. Predictors: (Constant), Motivasi_belajar b. Dependent Variable: Hasil_belajar

Kedua output diatas memberikan informasi tentang nilai koefisien korelasi dan koefisien determinasi (derajat hubungan) antara motivasi belajar (X) dengan hasil belajar matematika siswa. Nillai koefisien korelasi pada output model summary(b) kolom R sama dengan output pada correlation yang dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product momen dari pearson yaitu 0,731a. Nilai ini bermakna bahwa hubungan antara motivasi belajar (X) dengan hasil belajar matematika siswa (Y) adalah positif dan kuat (erat). Pengujian signifikansi koefisien korelasi tersedia pada output bagian correlations. Kriteria pengujian signifikansi koefisien korelasi menggunakan perbandingan nilai probabilitas Sig. (pada output SPSS) dengan 0,05. Nilai probabilitas pada kolom Sig. adalah p = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi koefisien korelasi signifikan (berarti).

Koefisien determinasi ditunjukkan oleh nilai pada kolom R Square sebesar 0,374 dalam Output model summary. Nilai ini dikalikan 100% menghasilkan 37,40%. Hasil ini menginformasikan bahwa keberartian konttribusi sebesar 53,40% melalui model regresi = 1,457 + 0,112X. Jadi, hipotesis penelitian teruji kebenarannya.

6. Seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara lingkungan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Untuk itu angket lingkungan belajar dan motivasi belajar serta tes disebarkan untuk mendapatkan data seperti tabel di bawah: No. resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kemampuan (X1) 112,5 84,5 110,5 117,5 112,5 116,0 105,5 110,0 119,5 94,0 108,5 97,5 118,0 117,0 112,0 109,0 118,5 95,5 117,0 80,0 90,5 73,5 91,5 97,5 86,5 93,0 91,5 91,0 90,0 82,5 96,5 80,5 95,5 91,5 87,5 87,5 86,0 83,0 95,0 75,0 awal Motivasi belajar (X) Hasil belajar (Y) 19 15 17 21 17 17 18 15 16 14 15 15 20 17 18 19 22 17 22 12

Buatlah hipotesis penelitian, hipotesis statistic, dan ujilah hipotesis penelitian tersebut. Simpulkan temuan anda. Hasil dan Analisis Output SPSS 1) Output Bagian
Descriptive Statistics Mean Hasil Kemampuan Motivasi 17,30 107,775 88,275 Std. Deviation 2,658 11,5411 6,6678 N 20 20 20

Descriptive Statistics

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa rerata hasil belajar 17,30, kemampuan 107,775 dan motivasi 88,275. Standar deviasi hasil belajar 2,658, kemampuan 11,5411 dan motivasi 6,6678 dengan jumlah titik sampelnya adalah 20. 2) Output Bagian Coefficientsa
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B 1 (Constant) Kemampuan Motivasi a. Dependent Variable: Hasil 1,303 ,185 -,045 Std. Error 6,226 ,074 ,128 ,803 -,112 Standardized Coefficients Beta t ,209 2,504 -,349 Sig. ,837 ,023 ,732

Pada kolom Unstandardized Coefficients dari tabel diatas diperoleh nilai konstanta B sebesar 1,303, koefisien variable kemampuan awal disebut juga sebagai koefisien arah regresi b1 sebesar 0,185 dan koefisien arah motivasi belajar b2 sebesar -0,045. Jadi, model regresi Y atas X1 dan X2 adalah = 1,303 + 0,185 X1 0,045 X2. Dari data diatas dapat diuji signifiikansi koefisien regresi ganda menggunakan dengan menggunakan uji-t.  Hipotesis yang diuji

H0 = koefisien regresi ganda tidak signifikan H1 = koefisien regresi ganda signifikan  Kriteria pengujian Jika probabilitas (sig) < 0,05 maka H0 ditolak Jika probabilitas (sig) 0,05 maka H1 diterima  Analisis dan keputusan 1. Uji signifikansi koefisien variable kemampuan awal Nilai t0 = 2,504 dengan p (sig) = 0,023. Karena nilai p = 0,023 < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa koefisien variable kemampuan awal signifikan (nyata). 2. Uji signifikansi koefisien variable motivasi belajar Nilai t0 = -0,349 dengan p (sig) = 0,732. Karena nilai p = 0,732 > 0,05 maka H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa koefisien variable motivasi belajar tidak signifikan (nyata). 3) Output Bagian Anova
ANOVA Model 1 Regression Residual Total
b

Sum of Squares df 67,825 66,375 134,200 2 17 19

Mean Square 33,912 3,904

F 8,686

Sig. ,003
a

a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kemampuan b. Dependent Variable: Hasil

Output ini memberikan informasi tentang hasil uji signifikansi regresi ganda menggunakan uji-F  Hipotesis yang diuji H0 = koefisien regresi ganda tidak signifikan H1 = koefisien regresi ganda signifikan  Kriteria pengujian Jika probabilitas (sig) < 0,05 maka H0 ditolak Jika probabilitas (sig) 0,05 maka H1 diterima  Analisis dan keputusan

Nilai F0 = 8,686 dengan db pembilang 2 dan db penyebut 17 dan niai p (Sig) = 0,003. Karena nilai p (sig) 0,003<0,05 maka H0 ditolak. Jadi dapt disimpulkan bahwa model regresi ganda = 1,303 + 0,185 X1 0,045 X2 signifikan (nyata). 4) Output Bagian Model Summary
Model Summary Model
dimensi on0

R ,711a

R Square ,505

Adjusted R Square ,447

Std. Error of the Estimate 1,976

a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kemampuan

Nilai koefisien korelasi pada output Model Summary(b) kolom R dihitungdengan menggunakan rumus korelasi product Moment dai Pearson yaitu 0,711. Nilai ini bermakna bahwa hubungan antara kemampuan awal (X1) dan motivasi belajar (X2) dengan hasil belajar siswa (Y) adalah positif dan kuat (erat). Koefisien determinasi ditunjukkan oleh nilai pada kolom R Square sebesar 0,505 dalam output model summary. Nilai ini dikalikan 100% menghasilkan 50.5%. hasil ini menginformasikan bahwa hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa yang positif dan kuatmemberikan konstribusi 50,5% melalui model regresi ganda = 1,303 + 0,185 X1 0,045 X2.