Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ketika Islam datang di Indonesia, berbagai agama dan kepercayaan seperti animisme, dinamisme, Hindu dan Budha, sudah banyak dianut oleh bangsa Indonesia bahkan dibeberapa wilayah kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha. Misalnya kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat, kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan sebagainya. Namun Islam datang ke wilayah-wilayah tersebut dapat diterima dengan baik, karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan dan yang paling penting juga adalah masuk kedalam Islam sangat mudah hanya dengan membaca dua kalimah syahadat dan tidak ada paksaan. Begitu strategisnya kepulauanIndonesia sehingga banyak dari negara-negara lain mengunjungi negeri ini dengan tujuan untuk berdagang. Tapi lama-kelamaan tidak hanya untuk berdagang. Banyak penduduk asing yang mulai menetap di negara ini. Selain itu, mereka juga menyebarkan ajaran agama salah satunya adalah agama Islam. Islam masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke-7 Masehi, dibawa oleh para pedagang Muslim yang berlayar dan singgah di negeri ini. Mereka adalah para pedagang Muslim asal Arab, Melayu, Persia serta India. Berawal dari sinilah sejarah perkembangan Islam di Indonesia dimulai.

B. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : Untuk mengetahui tentang sejarah masuknya Islam Ke Indonesia Untuk mengetahui proses masuknya Islam Ke Indonesia Untuk mengetahui manfaat dari perkembangan Islam di Indonesia, dll.

BAB II PEMBAHASAN

A. Masuknya Islam Ke Indonesia Dalam kajian ilmu sejarah, tentang masuknya Islam di Indonesia masih debatable. Oleh karena itu perlu ada penjelasan lenih dahulu tentang penegrtian masuk, antara lain: 1. Dalam arti sentuhan (ada hubungan dan ada pemukiman Muslim). 2. Dalam arti sudah berkembang adanya komunitas masyarakat Islam. 3. Dalam arti sudah berdiri Islamic State (Negara/kerajaan Islam). Selain itu juga masing-masing pendapat penggunakan berbagai sumber, baik dari arkeologi, beberapa tulisan dari sumber barat, dan timur. Disamping jiga berkembang dari sudut pandang Eropa Sentrisme dan Indonesia Sentrisme. Sebelum pengaruh islam masuk ke Indonesia, di kawasan ini sudah terdapat kontak-kontak akomodatif, dagang, akulturasi, baik dan dariArab, Persia, India dan China. sinkretis Melalui merasuk dan punya Islam Islam secara di ke

pengaruh masuk

arab, Persia, India dan China.

perdagangan

itulah

kawasan Indonesia. Dengan demikian bangsa Arab, Persia, India dan china punya nadil melancarkan perkembangan islam di kawasanIndonesia. Gujarat (India) Pedagang islam dari Gujarat, menyebarkan Islam dengan bukti-bukti antar lain: 1. ukiran batu nisan gaya Gujarat. 2. Adat istiadat dan budaya India islam. Persia Para pedagang Persia menyebarkan Islam dengan beberapa bukti antar lain: 1. Gelar Syah bagi raja-raja di Indonesia. 2. Pengaruh aliran Wihdatul Wujud (Syeh Siti Jenar). 3. Pengaruh madzab Syiah (Tabut Hasan dan Husen).

Arab Para pedagang Arab banyak menetap di pantai-pantai kepulauan Indonesia, dengan bukti antara lain: 1. Menurut al Masudi pada tahun 916 telah berjumpa Komunitas Arab dari Oman, Hidramaut, Basrah, dan Bahrein untuk menyebarkan islam di lingkungannya, sekitar Sumatra, Jawa, dan Malaka. 2. munculnya nama kampong Arab dan tradisi Arab di lingkungan masyarakat, yang banyak mengenalkan islam. China Para pedagang dan angkatan laut China (Ma Huan, Laksamana Cheng Ho/Dampo awan ?), mengenalkan islam di pantai dan pedalaman Jawa dan sumatera, dengan bukti antar lain : 1. Gedung Batu di semarang (masjid gaya China). 2. Beberapa makam China muslim. 3. Beberapa wali yang dimungkinkan keturunan China.

B. Kerajaan Islam Di Indonesia Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi. Ada banyak kerajaan bercorakIslam yang terdapat mulai dari Sumatra sampai Maluku. a. Kerajaan Perlak Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yang pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid

Maulana Abdul Aziz Syah (225 249 H / 840 964 M). Sultan bernama asli Saiyid Abdul Aziz pada tanggal 1 Muhharam 225 H dinobatkan menjadi Sultan Kerajaan Perlak. Setelah pengangkatan ini, Bandar Perlak diubah menjadi Bandar Khalifah. Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M). b. Kerajaan Samudera Pasai Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh). Sebagai sebuah kerajaan, raja silih berganti memerintah di Samudra Pasai. Rajaraja yang pernah memerintah Samudra Pasai adalah seperti berikut. (1) Sultan Malik Al-saleh (2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 1297-1326. (3) Sultan Malik al Tahir II (1326 1348 M). c. Kerajaan Aceh Kerajaan Islam berikutnya di Sumatra ialah Kerajaan Aceh. Kerajaan yang didirikan oleh Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528), menjadi penting karena mundurnya Kerajaan Samudera Pasai dan berkembangnya Kerajaan Malaka. Para pedagang kemudian lebih sering datang ke Aceh. Pusat pemerintahan Kerajaan Aceh ada di Kutaraja (Banda Acah sekarang). Corak pemerintahan di Aceh terdiri atas dua sistem: pemerintahan sipil di bawah kaum bangsawan, disebut golongan teuku; dan pemerintahan atas dasar agama di bawah kaum ulama, disebut golongan tengku atau teungku. Sebagai sebuah kerajaan, Aceh mengalami masa maju dan mundur. Aceh mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (16071636). Pada masa pemerintahannya, Aceh mencapai zaman keemasan. Aceh bahkan dapat menguasai Johor, Pahang, Kedah, Perak di Semenanjung Melayu

dan Indragiri, Pulau Bintan, dan Nias. Di samping itu, Iskandar Muda juga menyusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut Adat Mahkota Alam. d. Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang dengan Peninggalannya Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan yang didirikan oleh Raden Patah ini pada awalnya adalah sebuah wilayah dengan nama Glagah atau Bintoro yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit mengalami kemunduran pada akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi peluang bagi Demak untuk berkembang menjadi kota besar dan pusat perdagangan. Dengan bantuan para ulama Walisongo, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah timur Nusantara. Sebagai kerajaan, Demak diperintah silih berganti oleh raja-raja. Demak didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah sebenarnya adalah Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit. Pada masa pemerintahannya, Demak berkembang pesat. Daerah kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi di Sumatera, serta beberapa wilayah di Kalimantan. e. Kerajaan Mataram dan Peninggalannya Sutawijaya yang mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, di Mataram. Sutawijaya kemudian menjadi raja Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Pemerintahan Panembahan Senopati (1586-1601) tidak berjalan dengan mulus karena diwarnai oleh pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yang berpusat di Kotagede (sebelah tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi perang untuk menundukkan para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Mataram, seperti Bupati Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan Demak. Namun, semua daerah itu dapat ditundukkan. Daerah yang terakhir dikuasainya ialah Surabaya dengan bantuan Sunan Giri.

f. Kerajaan Banten Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra lakilaki, pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. Pada tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten. g. Kerajaan Cirebon Kerajaan yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah didirikan oleh salah seorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi Cirebon. Ketika Demak

mengirimkan pasukannya di bawah Fatahilah (Faletehan) untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah memberikan bantuan sepenuhnya. Bahkan pada tahun 1524, Fatahillah diambil menantu oleh Syarif Hidayatullah. Setelah Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah untuk menjadi Bupati di Jayakarta. h. Kerajaan Gowa-Tallo Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan: Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. Raja Gowa, Daeng Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo, Karaeng Mantoaya, menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar, Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. i. Kerajaan Ternate dan Tidore Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di

Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja. Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih.

C. Peranan Umat Islam Dalam Kehidupan Bangsa Umat Islam Indonesia yang menjadi penduduk mayoritas, yaitu 90%, dari seluruh bangsanya, memiliki arti penting dalam menentukan maju mundurnya kehidupan bangsa ini. Maka, setelah Indonesia merdeka, tugas terpenting adalah mengisi kemerdekaan itu dengan kerja keras untuk mencapai kemajuan bangsa Indonesia. Dari tugas yang harus dihadapi, maka syarat penting yang tidak bisa diabaikan adalah persatuan umat dalam membangun bangsanya. Umat islam di Indonesia merupakan komponen mayoritas bangsa Indonesia. Sebagai komponen terbesar penyusun bangsa ini, umat islam dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam setiap segi penyelenggarakan negeri ini, sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing guna mencapai cita-ita nasional masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Uud 1945. Berikut akan dijelaskan secara singkat mengenai peran umat islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta hal-hal yang menyertainya. Komponen mayoritas yang disandangkan pada umat islam di negeri Indonesia ini memberikan peran da tangung jawab yang besar kepada umat islam. Negeri ini akan tergantung oleh bagaimana cara umat islam menjalani kehidupannya, karena jumlah umat islam yang besar mempengaruhi bersifat dominan kepada yang lain. Secara singkat dan utama dari peran umat islam yang ada, maka umat islam memiliki tiga peran yang nyata yaitu sebagai warga negara, pemgembang, dan penata kehidupan bangsa dan negara. Umat islam jelas berperan sebagai warga negara. Oleh karen itu harus tunduk dan patuh pada auran-aturan neraga. Selain itu, sebagai warga negara

hendajnya umat islam memenuhi kewajibannya sesuai yang tercantum pada aturanaturan negara yang telah ada. Umat islam juga berperan sebagai pengembang kehidupan bangsa. Dalam hal ini, islam diharapkan dapat menawarkan dirinya sebagai sumber pengembangan dalam segala aspek kehidupan seperti ekonmi, sosial, pendidikan, politik dan budaya. Umat islam haruslah menjadi penggerk ekonomi bangsa supaya dapat mencapai taraf hidup yang baik. Umat islam juga dituntut pandai dalam iptek guna memajukan bagsa ini dan dapat bersang dengan bangsa lain dalam globalisasi yang sedang belangsung sekarang ini. Dalam melaksanakan perannya, segala tindakan harus didasari pada nilai-nilai islami. Umat islam berperan sebagai penata kehidupan bangsa dan negara. Dalam kemajemukan yang ada di Indonesia, umat islam dituntut untuk benar-benar pandai menerapkan gagasan islami dan keindonesiaan. Hal ini agar tercipta ketenteraman dan kedamaian. Seperti yang diajrkan oleh Rasulullah SAW bahwa umat muslim adalah umat yang terdapat didalamnya kasih sayang, keadilan, kearifan sesuai yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dasar-dasar hubungan antar manusia inilah yang dijadikan umat islam dalam kehidupan bermasyarakat. Jika komponen mayoritas bangsa hidup dengan tenteram dan penuh toleransi maka lingkungan sekitarnya pun akan mencerminkan kondisi yang sama.

D. Manfaat Dari Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia 1. Manfaat Filsafat Islam terhadap Ilmu Pengetahuan Filsafat merupakan induk dari segala ilmu, filsafat memengaruhi ilmuilmu yang lain, seperti ilmu fikih, ilmu kalam, tafsir, dan sebagainya. Apabila membicarakan ilmu atau hukum fikih, sebenarnya fikih itu mengandung makna mengerti dan memahami. Untuk memahami ijtihad, yaitu memakai akal yang sehat dalam menentukan hukum yang tidak jelas dasar hukumnya dalam Al-Quran maupun dalam hadis. Jadi, Al-Quran merupakan dasarnya, sedangkan hadis menjadi penjelasannya. Dengan demikian, filsafat sangat besar pengaruhnya terhadap ilmu pengetahuan dalam Islam.

2. Manfaat Fikih Islam Faedah atau manfaat fikih dalam Islam amat besar dalam kehidupan di dunia. Kehidupan di dunia akan menentukan kebahagiaan di akhirat. Oleh sebab itu, Islam mengatur kehidupan di dunia melalui fikih, untuk mengetahui mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang, mana yang haram dan mana yang halal, serta mana yang sah dan mana yang batal. Dengan ilmu fikih dapat diketahui cara mengatur nikah, talak, dan bagaimana memelihara jiwa, harta, dan kehormatan. Serta cara mcngatur ekonomi, waris, jual beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, syirkah atau persyarikatan, hidup bernegara, mengatur tindak kejahatan, dan sebagainya yang scmuanya itu dibahas di dalam ilmu fikih. 3. Manfaat Tasawuf Tasawuf bermanfaat untuk menjaga diri dari segala perbuatan yang tidak disukai oleh Allah . Tasawuf merupakan dasar pokok kekuatan hatin, pembersihan jiwa, pemupuk iman, penyubur amal saleh yang sematamata mencari keridhaan Allah , memperkuat daya juang dengan sifat-sifat sabar, syukur, zuhud, dan ikhlas. Semua itu adalah sifat-sifat vang bernilai tinggi. Tasawuf berusaha mengontrol jiwa dan membersihkannya dari kotorankotoran hawa nafsu sehingga rasa takwa terbit dari hati yang bersih dan selalu merasa dekat kepada Allah . 4. Manfaat Ilmu Kedokteran Kemajuan di bidang kedokteran akan memberikan pengaruh yang besar bagi kesejahteraan umat manusia. Secara khusus manfaat kedokteran adalah sebagai berikut : a. Mengurangi rasa sakit pada seseorang yang sedang menderita suatu penyakit. b. Menyembuhkan orang sakit. c. Menjadikan orang sehat tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit. d. Meningkatkan usia hidup seseorang.

5. Manfaat Sejarah Manfaat yang diambil dari sejarah antara lain sebagai berikut : a. Seseorang akan dapat mengambil pelajaran berharga untuk bekal kehidupan masa depan. b. Untuk mengenalkan kepada generasi penerus tentang apa yang telah dialami oleh generasi yang terdahulu. c. Memberikan studi komperatif kepada generasi penerus agar lebih berhati-hati sehingga tidak kehilangan arah atau pedoman di dalam kehidupan selanjutnya. 6. Manfaat Geografi a. Untuk memudahkan penyesuaian diri dengan kondisi suatu daerah. b. Memudahkan para arsitek merancang mendirikan bangunan. c. Memudahkan para penanam modal di sektor ekonomi yang sesuai dengan daerahnya. 7. Manfaat Geometri Mempelajari Geometri sangat penting, terutama bagi para arsitektur atau perancang bangunan gudung-gedung bertingkat, masjid-masjid, istana, jembatanjembatan, dan lain-lain. Gedung-gedung itu tidak akan dapat berdiri tegak apabila perancangnya tidak mengerti geometri. 8. Manfaat Kesenian Hampir dalam seluruh aspek kehidupan manusia itu terdapat unsur seni dalam arti keindahan dan kehalusan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghendaki hal-hal yang baik-baik atau indah-indah, sehingga memberi motivasi atau kegairahan dalam kehidupan untuk mencapai suasana yang tenteram, indah, dan damai, kebahagiaan dalam kehidupan di dunia sampai keindahan dan kebahagiaan di akhirat (surga).

10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Islam masuk ke wilayah Indonesia pada abad ke-7 Masehi, dibawa oleh para pedagang Muslim yang berlayar dan singgah di negeri ini. Mereka adalah para pedagang Muslim asal Arab, Melayu, Persia serta India. Berawal dari sinilah sejarah perkembangan Islam di Indonesia dimulai. Dari beberapa bangsa yang membawa Islam ke Indonesia pada umumnya menggunakan pendekatan cultural, sehingga terjadi dialog budaya dan pergaulan social yang penuh toleransi (Umar kayam:1989) Pada zaman dahulu, para pedagang menyebarkan Islam dengan

berbagai cara tetapi tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Adapun penyebaran agama Islam di Indonesia adalah Melalui Perdagangan, Budaya, Pendidikan, Kekuasaan Politik. Salah satu manfaat dari sejarah perkembangan pemikiran Islam di dunia adalah memurnikan ajaran agama Islam sesuai bentuk aslinya, yaitu sebagaimana yang diajarkan AlQuran dan hadis. Manfaat Dari Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia adalah Manfaat Filsafat Islam terhadap Ilmu Pengetahuan, Manfaat Fikih Islam, Manfaat Tasawuf, Manfaat Ilmu Kedokteran, Manfaat Sejarah, Manfaat Geografi, Manfaat Geometri, Manfaat Kesenian.

B. Saran Dari pembahasan yang telah disampaikan di atas diharapkan kepada pembaca agar lebih memahami tentang perkembangan masuknya Islam ke indonesia dan namanama ulama yang membawa Islam ke Indonesia. Dengan demikian dengan datangnya Islam ke Indonesia sangat membawa berkah yang sangat besar kepada kita, diharapkan untuk tidak menyia-nyiakan Islam yang telah ada pada diri kita ini.

11

DAFTAR PUSTAKA

sejarawan.wordpress.com/2008/01/21/proses-masuknya-islam-di-indonesianusantara/

indonesiaindonesia.com/f/2378-kerajaan-islam-indonesia/ dahlanforum.wordpress.com/2009/05/02/kerajaan-kerajaan-bercorak-islam-diindonesia/

susipurwati.blogspot.com/2010/10/peran-umat-islam-dalam-kehidupan.html febriirawanto.blogspot.com/2011/09/makalah-agama-perkembangan-islam-di.html www.anneahira.com/perkembangan-islam-di-indonesia.htm

12

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu

menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul Perkembangan Islam di Indonesia. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada Pembina kami meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

13 i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ DAFTAR ISI .............................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ A. Latar Belakang ................................................................................................ B. Tujuan .............................................................................................................

i ii 1 1 1

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... A. Masuknya Islam Ke Indonesia ......................................................................... B. Kerajaan Islam Di Indonesia ............................................................................ C. Peranan Umat Islam Dalam Kehidupan Bangsa ............................................... D. Manfaat Dari Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia ................................ BAB III PENUTUP .................................................................................................. A. Kesimpulan ..................................................................................................... B. Saran ............................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................

2 2 3 7 8

11 11 11 12

ii 14