Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dalam melaksanakan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupkan suatu tugas Akademis yang diwajibkan untuk dilaksanakan oleh Mahasiswa dalam memenuhi syarat untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Tarbiyah apabila waktu yang telah dilakukan sudah sampai maka PPL itu dilaksnakan sebagaimana mestinya. Adapun tugas yang dibebankan merupakan kesempatan yang sangat tinggi nilainya, ini merupakan langkah awal bagi calon guru untuk menambah apresiasi siswa dalam memcapai cita-cita yang lebih konkrit. Adapun yang dicapai pada akhir Pembina kader-kader Guru pada MTsS Kp. Beusa sangat potensial dan mempunyai dediksi yang sangat tinggi baik di Provinsi Aceh maupun di Nusantara. Mengenai program praktek lapagan, bagi kami mendapat berbagai kesan dan pengalaman yang sagat tinggi nilainya karena disini kami dilatih untuk menjadi seorang guru yang profesional. Misalnya: pada waktu belajar tidak dibenarkan guru untuk meninggalkan ruangan kelasnya. Darisini nampak jelas, bahwa disiplin ditegakkaahn dalam upaya

meningkatnya (Mutu Pendidikan) yang lebih baik lagi. Dengan demikian diharapkan akan terjadinya proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efesien yang sesuia dengan tujuan pendidikan Nasional. Disamping itu, kami mendapatkan berbagai macam pengalaman melalui bimbingan dan arahan dari kepala sekaloh, guru pamong maupun dari guru-guru

yang lain. Ini merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga bagi penulis dalam melaksanakan PPL di MTsS Kp. Beusa. Dengan adanya konseptor itu yang merupakan keterpaduan diantara guru PPL dengan guru pamong berjalan dengan lancar antara lain nampak jelas ketika mengadakan suatu observasi, maupun orientasi dengan siswa maupun dengan para guru-guru yang ada di MTsS Kp. Beusa Konsep yang terpadu merupakan suatu jalan pembangunan sitem

pengumpulan data yang sistematis dan dinamis maka atas tuntunan konsep ini merupakan suatu komponen yang seharusnya ditangani secara serius, supaya apa yang ingin dicapai akan berhasil dengan baik tanpa terlepas dari wawasan pendidikan nasional baik teori maupun praktek sekalipun belum profesional sekali. Maka oleh karena itu program PPL merupakan suatu cara yang lebih

koperatif dalam melaksanakan program pelaksanaan yang lebih identik dengan PBM serta mengatasi segala yang dapat menghambat pendidikan sehinggga perlu andanya pengawasan serta keterampian dalam mobilitas bagi peningkatan kualitas siswa.

B. Tujuaan pelaksanaan PPL Dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan suatu kewajiban akademis yang seharusnya dibebankan kepada setiap mahasiswa Fakultas Tarbiyah, yang disini memberikan perinciannya: a. Memenuhi suatu kewajiban yang telah diamanatkan sebabagai salah satu mata kulaih yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa Tarbiyah . b. Memberikan suatu sumbangan pikiran bagi penulis di masa yang akan datang sebagai suatu dokumen penting

c.

Melatih diri dalam kecermatan serta keberanian dalam mengungkapkan maupun mengambil suatu kesimpulan

d.

Mencari pengalaman baru guna mempertebal mental dalam daya upaya menghadapi segala hal yang berhubungan dengan kuliyah.

e. f.

Memberikan sumbangan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan nasional Memberikan wawasan nantinya. bagi Mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan

C. Persiapan PPL Sebelum melaksanakan PPL mahasiswa dibekalai/bina dulu di kampus selama dua hari mulai dari tanggal 13 Juli 2010 sampai dengan 14 juli 2010, dalam pembekalan mahasiswa diajarkan beberapa hal anatara lain yang berkaitan dengan Kurikulum, Aveluasi hasil belajar siswa, Perangkat pembelajaran, Kode etik guru dan cara membuat laporan PPL

D. Sistematika Laporan Sistematika penulisan laporan secara umum dapat dijelaskan sebagai beriku: BAB I PENDAHULUAN A. Rasional B. Tujuan pelaksaaan PPL C. Persiapan pelaksanaan PPL dan D. Sistematika Penulisan Laporan BAB II LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

A. Gambaran Umum Lokasi PPL B. Kegiatan Belajar mengajar Pada Madrasah Tsanawiyah Swasta Kp. Beusa BAB III PENUTUP A. Kesimpulan dan B. Saran Lampran Untuk lebih jelas bias kita lihat pada daftar isi

BAB II LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

A. Gambaran Umum Lokasi PPL MTsS Kp. Beusa ini adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki personalia, yaitu : Kepala Sekolah, Tenaga pengajar serta peserta didik, MTsS Kp. Beusa terletak di Jalan Medan-B. Aceh KM. 392, Desa Beusa Seberang Kacamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur Madrasah Tsanawiyah ini berdiri pada tahun 1985 atas permintaan warga Desa Beusa Seberang dengan alasan sulitnya transportasi untuk menjangkau sekolah lanjutan yang ada pada saat itu, serta pertimbangan biaya pendidikan bagi masyarakat/orang tua wali yang rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Pada awal berdirinya Madrasah ini semua kegiatan proses belajar mengajar dilakukan digedung sendiri yang berkontruksi kayu, kemuadian dilakukan renovasi pada tahun 2004 setelah mengalami kebakaran pada saat konflik barkecamuk tahun 2003, dan sekarang sudah mendapat 3 bantuang ruang baru dari Dinas Pendidikan. Lokasi Madrasah berdasarkan geografis berada didataran rendah, wilayah pedesaan. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan saat ini MTsS Kp. Beusa telah di pimpin oleh beberapa orang kepala diantaranya: Ishak Daut, Drs. Ilyas, Ismail yacob, Zainal Abinidin, Drs. Marzuki dan pada saat ini MTsS Kp. Beusa dipimpin oleh bapak Drs. Ishak. MTsS Kp. Beusa memiliki beberapa guru tetap (PNS), Guru Honor Murni, Guru Kontrak, Guru Honor Daerah (HONDA) dan pekerja lainnya.

1. Keadaan Guru dan Pegawai Guru atau tenaga pengajar merupakan salah satu personil yang wajib dimiliki sekolah atau Madrasah. Pada perkembangan selanjutnya berkat perhatian pemerintah khususnya Departemen Agama dan pihak terkait lainnya, kini MTsS Kp. Beusa telah memiliki tenaga guru tetap, guru Bantu, dan tenaga guru tidak tetap yang mengajar pada bidang studi yang sesuai dengan jurusan/ijazah para tenaga pengajar tersebut . Adapun keadaan tenaga pengajar atau guru pada MTsS Kp. Beusa dapat dilihat pada tebel berikut ini.
NO
1

Kwalifikasi Guru/Pegawai
2

Pegawai Negeri Sipil Lk Pr Jlh


3 4 5

Lk
6

Honorer Pr
7

Jlh
8

Ket
9

1 2 A B C D E F G H 3 A B C

Kepala Madrasah Guru Guru NIP 15 Guru NIP 13 Guru Honor Murni Guru Honor Status Ganda Guru Honor Status PNS Guru Kontrak Guru Bantu Guru Honda Jumlah Pegawai Tata Usaha Pegawai TU NIP. 15 Pegawai TU NIP. 13 Honorer Jumlah

1 1 1 1

2 2 2

1 3 3 3

4 4 4

10 3 10 13

3 14 3 20 - 20

4 A B C

Pesuruh dan Penjaga Madrasah Pesuruh NIP. 15 Pesuruh NIP. 13 Pesuruh Honorer Jumlah Jumlah Total

2.

Keadaan Siswa dan Kelas MTsS Kp. Beusa merupakan salah satu lembaga pendidikan setingkat sekolah

lanjutan pertama yang terletak di Beusa Seberang Kecamatan Peureulak barat. Siswa yang sekolah ditempat ini bersal dari lingkungan Kecamatan Peureulak Kota dan Peureulak Barat dan dari lingkungan sosial menegah kebawah Pada mulanya berdiri Madrasah ini, yang menjadi siswa/siswi dari Madrasah ini adalah Alumni MIN maupun Sekolah Dasar lainnya yang ada di lingkungan Kp Beusa. Saat ini MTsS Kp. Beusa memiliki enam ruang belajar dengan jumlah siswa sebanyak 237 orang yang terdiri dari 113 laki-laki dan 124 Permpuan. Adapun keadaan siswa MTsS Kp. Beusa sebagai berikut:
Jumlah Rumbel
3

NO
1

Kls
2

Jumlah Siswa Lk
4

Pr
5

Jlh
6

Siswa Mutasi Masuk Keluar Lk Pr Jlh Lk Pr Jlh


7 8 9 10 11 12

Absensi S
13

I
14

A
15

C
16

Ket
17

1 I 2 II 3 III Jumlah

2 2 2
6

42 34 37 113

43 43 38 124

85 77 75 237

3. Keadaan Sarana dan Prasarana MTsS Kp. Beusa mempunyai bebera sarana dan prasaran untuk menunjang proses belajar mengajar, anatara lain No
1

Sarana/Prasarana
2

Baik
3

Kondisi R.Ringan R.Berat


4 5

Darurat
6

Jumlah
7

Ket
8

I 1 2 3 4 5

Gedung Ruang Belajar Ruang Belajar Ruang Kepala Ruang Dewan Guru Ruang perpustakaan Ruang Lab komp

3 1 1 -

6 1 1 -

II 1 2 3 4 6 7 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 V 1 2
3

Mobiler Kelas Maja/kursi Murid Lemari Kelas Papan Tulis Bak Sampah Maja/Kursi Guru Kursi Panjang
Inventaris Kantor Meja/Kursi Dewan Guru

50/100 1 6 2 10 1 1 1 2 1 2 1 1 -

10/30 3 1 2 2 1 -

10/50 2 2 -

30/20 -

1 -

100/200 6 6 6 12

Meja/Kursi Kepala Meja/Kursi Tamu Filling Kabinet Lemari Kayu Lemari Kaca Mesin Ketik Komputer Mesin Stensil Mesin Hitung Kipas Angin Kendaraan Roda Dua TV LCD Proyektor Meja/Kursi Komputer Laptop
Sarana Kebersihan

1 1 1 -

1/1 3 2 1 2 2 2 1 2.A

Parit/Got Kamar Mandi WC


Daya dan Jasa

Listrik Air
Telp Tanah Milik Madrasah
Tanah mlk Sudah Bersertifikat

VI
1 2 3

Tanah Blm Bersetifikat Tanah Pinjaman

1865 m2

4.

Hasil Kegiatan Observasi Madrasah Tsanawiyah Swasta Kp. Beusa adalah Sekolah tingkat pertama

yang bernuansa islam. Di dalam PBM (Proses Belajar Mengajar) mempergunakan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Madrasah yang berlokasi dipusat Kota Kecamatan Peureulak Barat yang bertempat di Jl.Medan B. Aceh K 392 Desa Beusa Seberang Kecamatan Barat Kabupaten Aceh Timur dengan luas tanah 1865 m2. Madrasah ini didirikan pada tahun 1985 dari hasil Swadaya masyarakat Kp.Beusa dan sekitarnya. Sesuai dengan perkembangan zaman MTsS Kp. Beusa terjadi perkembangan walupun tidak terlalu pesat disebabkan karena keterbatasan sarana dan prasarana sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar tidak berjalan sebagi mana yang diharapkan MTsS Kp. Beusa hanya memiliki 6 ruang belajar dengan jumlah siswa 237 orang, dan 20 orang Guru yang terdiri dari 3 orang PNS 3 Guru Honda dan selebihnya bakti murni. Dari ke 20 orang guru tersebut, 17 orang berijazah S1dan 3 orang D-II 5. Struktur Organisasi Struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Swasta Kp. Beusa Kecamatan Peureulak Barat dapat dilihat pada bagan berikut ini:

10

B. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PADA MADRSAH TSANAWIYAH KP. BEUSA Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan pokok yang harus dilakukan para mahasiswa selama melaksanakan PPL. Pada MTsS Kp. Beusa disamping kegiatan lainnya. Para mahasiswa PPL mengajar sesuai dengan bidang study yang telah ditentukan oleh pihak Madrasah. Pada proses belajar mengajar di Madrasah dibutuhkan petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari setiap mata pelajaran, dalam hal ini para mahasiswa dibimbing oleh guru pamong masing-masing menurut mata pelajaran yang diajarkan. 1. Kegiatan Akademik Agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, maka selama melaksanakan PPL pada MTsS Kp. Beusa para mahasiswa mambuat persiapan pengajaran yang terdiri dari menyusun Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Silabus dan RPP. Dalam tahap ini perlu dipertimbangkan beberapa aspek yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran seperti tujuan pembelajaran, pemilihan metode, cara memulai pembelajaran, cara menyampaikan pelajaran, dan cara menutup pelajaran serta tetap memperhatikan prinsip-prinsip belajar, antara lain dapat dilakukan dengan cara memberikan penguatan, motivasi, keterlibatan siswa secara aktif dan adanya pengulangan serta penilaian.

11

2. Interaksi Belajar Mengajar Dalam tahap penyajian materi pelajaran berlangsung interaksi antara mahasiswa PPL sebagai guru bidang studi dengan siswa. Dalam tahap ini mahasiswa mengajar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Dalam tahapan pengajaran ini mahasiswa PPL harus dapat mengelola dan mengendalikan kelas serta dapat menyampaikan/memberikan informasi dan keterampilan-keterampilan yang sesuai dan harus dapat menciptakan komonikasi dua arah sehinga adanya umpan balik dari siswa. Adapun metode masing-masing yang digunakan oleh guru PPL dalam interaksi belajar mengajar di MTsS Kp. Beusa adalah: 1. Guru bidang studi PAI Pada mata pelajaran PAI Guru PPL banyak menggunakan metode ceramah dikarnakan tidak adanya buku paket pada masing-masing siswa. setalah menjelaskan materi kepada siswa diberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jawab sehingga timbullah interaksi belajar mengajar antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. 2. Guru Bahasa Arab Pada mata pelajaran Bahasa Arab Guru PPL menggunakan metote ceramah dan Inkuiri. guru menjelaskan pengertian-pengertian dasar dari satu pokok pembelajaran kemuadain memberikan kesempatan dan membimbing siswa untuk mencari/menjelaskan hal-hal yang belum dijelaskan guru. dengan demikian siswa akan lebih mudah untuk mempelajari dan memahami palajaran yang disampaikan oleh guru.

12

3.

Guru Matematika Pada mata pelajaran matematika guru PPL menggunakan model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran menggunakan sistem

pengelompokkan atau tim kecil,yaitu antara 4-5. Pada model pembelajaran ini siswa dikelompokkan secara heterogen,kemudian siswa yang pandai

menjelaskan kepada anggota yang lain sampai mengerti.Model kooperatif merupakan pendekatan yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotifasi dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Adapun Masing-msing Tugas Mengajar guru PPL Sebagai Berikut:
No 1 2 3 4 5 Nama Nurasiah Aisyah Mukarramah Hayatun Rahmi Nurul Almal Bidang Studi Aqidah Akhlak Fikih Bahasa Arab Matematika SKI Kelas I, II & III I, II & III I, II & III I, II & III I, II & III Hari Tugas Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu Senin, Selasa , Rabu Dan Jumat Senin, Rabu,Jumat Dan Sabtu Rabu, Kamis,Jumat dan Sabtu Guru Pamong Ainul mardiah, S.Pd.I Dra. Nurwardah Tgk. Abdul Manan Mardiana, S.P Dra. Nurwardah

3. Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikan adalah proses memanfaatkan sumberdaya

pendidikan melalui kerjasama dengan sejumlah orang dengan melaksanakan fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan evesien. Administrasi Madrasah Tsanawiyah Kp. Beusa dilakukan oleh kepala Madrasah dibantu oleh wakil kepala, bendahara dan guru-ruru sesuai dengan tugasnya masing-masing. Juga dibantu oleh Tata Usaha untuk mengendalikan semua

13

keadaan dalam mengatasi urusan kepegawaian, keuangan, kesiswaan dan struktur pembagian tugas guru.

4. Kurikulum Di dalam PBM (Proses Belajar Mengajar) Madrasah mempergunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Meskipun buku penunjang kurikulum tersebut belum memadai, tetapi usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak Madrasah untuk memenuhi buku penunjang (KTSP) sudah sangat baik.

6. Interaksi dalam Kegiatan Sosial Akademik di Madrasah Interaksi dalam kegiatan sosial Akademik di Madrasah berjalan cukup baik, diantaranya: y Hubungan Kepala Madrasah dengajn guru y Hubungan Guru dengan Guru y Hubungan siswa dengan Guru y Hubungan siswa dengan siswa y Hubungan sosial secara umum 7. Bimbingan Belajar Peserta Didik Dalam usaha peningkatan mutu pendidikan para guru berusaha memberikan bimbingan semaksimal mungkin dalam bentuk pengarahan-pengarahan dalam proses pembelajaran, meningkatkan disiplin siswa. Dengan demikian keberhasilan dalam proses belajar mengajar dapat terwujud : baik : baik : baik : baik : baik

14

8. Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik Pada tahap selanjutnya untuk menguji tingkat pemahaman siswa, para mahasiswa/guru PPL dapat melakukan penilaian terhadap materi-materi yang telah disampaikan. Tujuan pelaksanaan evaluasi ialah untuk melihat sejauh mana siswa mengausai pelajaran yang telah diberikan. Evaluasi yang dilakukan terhadap siswa meliputi penilaian Kognitif, afektif dan Psikomotor.

9. Program Pengayaan dan Remedial Setelah dilakukan evaluasi, para mahasiswa dapat melihat tingkat

pemahaman siswa, apabila terdapat siswa memiliki nilai dibawah standar maka mahasiswa/guru PPL akan memberikan Remedial kepada siswa dengan memberiakn penugasan atau beberapa soal tambahan sebagai pengayaan.

10. Temuan Studi Kasus Setiap manusia selalu disibukkan dengan aktifitas dalam kahidupan sehari sebagai makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupan sosial manusia tidak akan luput dari hambatan dan rintangan yang harus dihadapi, itu semua harus dijalani dengan penuh kesabaran disamping mengupayakan pemecahannya, apalagi dalam kegiatan belajar mengajar. Namaun demikian manusia makhluk yang kreatif dan dinamis, hambatan maupun rintangan yang harus dihadapi dapat membangkitkan motivasi para guru untuk mencari jalan keluar, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

15

Berbicara masalah hambatan dan rintangan yang dihadapi berarti berbicara tentang kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran. Secara rinci hambatan yang dihadapi para guru dalam kegiatan belajar mengajar mata pada MTsS Kp. Beusa dapat dikemukan sebagai berikut: 1. Dari Aspek Guru Terbatasnya kemampuan guru PPL dalam pengalaman belajar mengajar merupakan salah satu kendala dalam melaksanakan proses pembelajaran. Tenaga pengajar yang kurang Profesional merupakan faktor yang menentukan maju mundurnya suatu pendidikan. Akibatnya guru mengajar hanya mengandalkan kemampuannya yang terbatas, hal ini menjadi satu kendaala bagi Guru PPL dalam memotifasi siswa untuk belajar sehingga berdampak langsung pada siswa dalam menerima/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.. 2. Dari Aspek Siswa Siswa Pada MTsS Kp. Beusa masih kurang mampu dalam memahami pelajaran baik pelajaran agama maupun pelajaran umum. Hal ini terjadi bukan karena kurangnya pengalaman guru PPL semata , akan tetapi kurangnya minat dari siswa itu sendiri dalam belajar. 3. Dari Aspek Lingkungan Kurangnya perhatian orang tua dan masyarakat dalam hal pendidikan anak, sehingga anak tidak diawasi. hal ini membuat siswa malas. tidak yakin dan tidak termotofasi untuk melajar yang apada akhirnya menjadi suatu kendala dalam pelaksanaan proses belajar mengajar disekolah atau madrasah.

16

4. Dari Aspek Kurikulum. Keterbatasan sarana dan prasarana atau atat sebagai penunjang proses pembelajaran di sekolah/madrasah juga menjadi hambatan yang harus di hadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar berjalan tidak seperti yang diharapkan baik untuk mata pelajaran umum maupun mata pelajaran agama. 5. Dari Aspek Pemerintah Kurangnya dukungan/bantuan dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan juga menjadi kendala bagi lembaga pendidikan dimaksud untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. Hal ini bias dilahat dari kurangnya infrasruktur sebagai penunjang pendidkan baik pustaka maupun labotarorium. Sekalipun banyak kendala dan hambatan yang dihadapi, namun hal tersebut penanggulangannya serius. Adapun usaha-usaha yang dilakukan dalam

menanggulangi hambatan-hambatan tersebut diantaranya: a. Mengusulkan kepada pemerintah untuk mengirimkan sejumlah tenaga pengajar yang profesional demi peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah. b. Memberi motivasi kepada siswa agar selalu yakin dalam belajar, baik pelajaran PAI maupun pelajaran umum. c. Memberikan pengarahan kepada orang tua murid agar memberi motivasi kepada anaknya dalam belajar karena itu bertujaun untuk masa depannya dan melakukan terobosan-terobosan dalam mengajar supaya anak didik tidak merasa bosan.

17

d.

Pemerintah diminta juga memperhatikan masalah sarana dan prasarana yang masih sangat kurang, sehingga dapat terlaksananya program pendidikan sebagaimana yang diharapkan.

e.

Perlunya kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah, Sekolah/Madrsah dan Masyarakat dalam melakukan upaya-apaya dalam mengadakan media pembelajaran yang memadai untuk keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) pada MTsS Kp. Beusa

18

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 1. Bahwa untuk berlangsung kegiatan PPL yang baik, maka dibutuhkan tempat pelaksanaan yang kemudian dilengkapi dengan program pelaksanaan lainnya yaitu Sekolah atau Madrasah setingkat Tsanawiyah, Aliayah dan Sekolah Menengah Umum lainnya 2. Salah satu yang menjadi tempat pelaksanaan PPL adalah MTsS Kp. Beusa. Pada Madrasah ini pihak STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa menempatkan 5 (lima) orang mahasiswa untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL ) 3. Dalam melaksanakan PPL di MTsS Kp. Beusa, mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan tugas mengajar mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh pihak Fakultas dan Madrasah serta mengikuti kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Madarasah. 4. Pada setiap mahasiswa dibebankan untuk membuat laporan tertulis tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengjar selama melakukan PPL pada MTsS Kp. Beusa. Isi laporan tersebut meliputi : Tujuan pelaksanaan PPL , persiapan pelaksanaan PPL dan hasil observasi yang berkaitan dengan sekolah maupun dengan proses belajar mengajar.

B. Saran Kegiatan Praktek Pegalaman lapangan (PPL) yang dilakukan selama 5 (Lima) bulan, sejak tanggal 18 Juli 2010 sampai 19 Desember 2010 dirasakan sangat

19

singkat. Rentag waktu 5 bulan belum dapat dikatakan mampu memciptakan kader tenaga pengajar yang siap pakai/professional, oleh karena itu ada baiknya jika pada pelaksanaan PPL selanjutnya jangka waktu 5 bulan diperpanjang menjadi 6 bulan sehingga mahasiswa benar-benar ditempa untuk menjadi seorang pengajar yang baik, mengerti tugas-tugas dan kewajiban seorang guru.

20