Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

FISIKA LINGKUNGAN

Dr.-Ing. Wahyu Widanarto
Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknik Unsoed Jl. dr. Soeparno No. 61 Purwokerto e-mail : wahyu.widanarto@unsoed.ac.id

Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 2 . Kemampuan meneruskan aliran listrik 4. Elestisitas 6. Susunan Molekul 2. Kemampuan Konduksi panas 5. B. Klasifikasi Zat Padat 1.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ZAT PADAT Zat padat merupakan salah satu komponen di alam A. Kandungan pori-pori W. Struktur Materi merupakan konstruksi atau suatu kerangka yang membangun materi sehingga mampu menjaga gaya dari luar. Unsur pembentuk zat padat 3. Struktu materi dapat disusun dengan satu macam unsur atau lebih.

Kristal Piezoelektrik. silikon. Contoh garam NaCl. Kristal padat dibangun dan dibentuk oleh kristal-kristal kecil yang disebut grain. Non Kristal Disebut juga zat padat amorfus atau zat padat non kristal. germanium) W. Zat padat ini mempunyai susunan atom atau molekul yang tidak teratur. Kristal Si. Contoh: bahan organik (Polyethylene) bahan anorganik (silikat atau kaca. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 3 . sedangkan bangunan yang dibentuk oleh kristal kecil-kecil disebut polikristalin. Kristal Rubi.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Susunan Molekul Kristal Kristal mempunyai susunan atom atom yang teratur.

unsur sulfur (karet sintetis). Tembaga (Cu).Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Unsur Pembentuk Zat Padat Berdasarkan unsur pembentuk. intan). zat padat dibagi menjadi dua logam dan non logam Contoh: Logam: besi (Fe). Seng (Zn). Plumbum (Pb) Non Logam: unsur karbon (kayu. polimer (plastik) W. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 4 .

Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Kemampuan Meneruskan Aliran Listrik Konduktor : materi yang dapat menghantarkan listrik Semikonduktor : merupakan suatu materi solid kristalin yang konduktivitasnya berada antara konduktor dan isolator Isolator : materi yang tidak dapat menghatarkan listrik Superkonduktor : merupakan zat padat yang dapat menghantarkan arus listrik tanpa hambatan (logam merkuri atau Hg. suhu 42K) W. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 5 .

Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 6 .Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Konduktor W.

elektron dalam kisi-kisinya akan terlepas dari posisinya dengan meninggalkan hole W. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 7 . b.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Semikonduktor a. Ikatan kovalen yang terjadi pada kristal Si Diagram pita energi dari elektron pada temperatur 0°K ‡ Dalam semikonduktor intrinsik elektron dan hole mempunyai kontribusi terhadap aliran arus ‡ Pada setiap temperatur di atas temperatur nol mutlak.

As mempunyai 5 elektron terluar. Tingkat energi donor sedikit dibawah Ec disekitar As+. Diagram pita energi untuk sebuah n-type Si yang didoping dengan 1 ppm As. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 8 . 4 elektron digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dengan Si dan 1 elektron dalam keadaan bebas. W.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Semikonduktor Ekstrinsik Tipe-n Tipe- ‡ Pembawa mayoritas elektron (n) ‡ Pembawa minoritas hole (p) nn ± konsentrasi elektron pd semikonduktor tipe-n pn ±konsentrasi hole pd semikonduktor tipe-n a. Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan elektron ke CB sangat kecil. b.

Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 9 . Boron mempunyai 3 elektron terluar. Jika disubtitusikan ke dalam Si. Tingkat energi acceptor sedikit diatas Ev disekitar tempat B-. maka satu ikatan akan kekurangan elektron (hole) b. Diagram pita energi untuk sebuah p-type Si yang didoping 1 ppm B. W.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Semikonduktor Ekstrinsik Tipe-p Tipe- a.

after having successfully liquified helium in 1908. a phase transition to a zero resistance state.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Superkonduktor H. Kamerlingh Onnes. and this was important because the resistivity at low temperatures tends to be dominated by impurity effects. The mercury could be made very pure by distillation. This phenomenon was called superconductivity. He found that the resistivity suddenly dropped to zero at 4. investigated the low temperature resistivity of mercury in 1911. and the temperature at which it occurred is called its critical temparature. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 10 .2K. W.

If a small permanent magnet is placed above a superconductor. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 11 . it will be repelled because induced supercurrents will produce mirror images of each pole. The black ceramic material in the illustrations is a sample of the yttrium based superconductor. it can be levitated by this repulsive force. W.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Magnetic Levitation If a small magnet is brought near a superconductor.

wool. asbes. kalsium silikat.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Kemampuan Konduksi panas Kemampuan materi/zat meneruskan panas ‡ Konduksi panas sangat cepat (aluminium) ‡ Konduksi panas cepat (logam besi) ‡ Konduksi panas sedang (batu-batuan) ‡ Konduksi panas lamban (asbes) Berdasarkan sifat zat padat yang dapat mengisolir panas 1. busa plastik. Isolasi reflektif (reflective insulation Sifat zat padat yang dapat memantulkan panas dalam tingkat emisi yang rendah (aluminium foil. 2. silikon aerogel dan diatomite. Isolasi Utama (bulk insulation) memperlambat mengalirnya energi panas atua menghentikan aliran energi panas melalui ruang-ruang udara yang ada pada materi (Kertas organik. lapisan emas. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 12 . tantalium untuk temperatur tinggi) W. serat nabati. gelas seluler.

5. 3. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 13 . 2. Super elastik (jenis karet) Elastik (per baja) Lastik sedang (logam) Sedikit elastik (kayu dan ebonit) Tidak elastik (batu-batuan) W. 4.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Elastisitas 1.

Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 14 . 2. Berpori-pori banyak (batu apung. 4. gabus) Berpori-pori sedang (kayu) Berpori-pori mikro (kertas saring.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Kandungan pori-pori pori- Pori-pori merupakan ruang kecil atau lubang kecil yang terdapat pada zat padat. patu padas. spons. 3. 1. batu adesit) Tidak berpori-pori (ebonit dan logam) W.

Aliran Listrik 8.Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Perlakuan berdapak terhadap zat padat Perlakuan merupakan hal atau perbuatan yang dikenakan pada zat padat sehingga terjadi perubahan pada zat padat tersebut Macam-macam perlakuan 1. Zat Asam 7. Durasi (pengulangan) W. Tekanan 4. Air 6. Temperatur panas yang ekstrim 2. Temperatur dingin yang ekstrim 3. Widanarto Program Studi Fisika Fakultas Fakultas Sains dan Teknik 15 . Oksidasi 9. Kelembaban 5.