Sengketa US$ 40 Milyar Ambalat Jumat, 19 Juni 2009 Dasar laut Ambalat menyimpan kandungan minyak dan gas

dalam jumlah besar. Pemerintah Indonesia mulai menjual konsesi minyak Ambalat pada 1961. Saat itu, Malaysia belum mengklaim lokasi itu sebagai wilayahnya. Gesekan kembali terjadi di sekitar perairan Pantai Sebatik, Kalimantan Timur, Sabtu dua pekan lalu. Kapal KD Baung 3509 milik Tentara Diraja Malaysia seenaknya menerobos wilayah Indonesia. Ini kali ke-11 kapal perang Malaysia melanggar tapal batas sepanjang tahun ini. Meski batas yang dilanggar hanya beberapa mil, hal itu cukup membuat suasana Jakarta memanas. Kalau sudah begini, kedaulatan wilayah menjadi segala-galanya, mengalahkan pertanyaan mendasar tentang kekayaan apa yang ada di Ambalat. Ambalat bukan sebuah pulau. Ia merupakan kawasan laut yang luasnya 6.700 kilometer persegi, terletak antara Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Posisi geografisnya ada di antara 118 hingga 120 derajat bujur timur. Garis lintangnya ada di antara 3 dan 5 derajat lintang utara. Dari Tarakan, Kalimantan Timur, perairan itu bisa ditempuh dengan boat sekitar dua jam. Kawasan itu juga dekat dengan Malaysia. Dari kota Tawau, Sabah, Malaysia, jaraknya sekitar 150 kilometer ke arah timur. Di bawah bentangan laut dalam di Ambalat, ternyata bersemayam emas hitam. Kandungan itu sudah lama tercatat di peta minyak dan gas (migas) yang dimiliki Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Oleh Pemerintah Indonesia, konsesi migas di sana diberikan kepada dua perusahaan asing, dengan sistem kontrak bagi hasil (production sharing contract). Ambalat di bagian barat seluas 1.990 kilometer persegi dikelola Ente Nazionale Idrocarburi (ENI) Ambalat Ltd, kontraktor dari Italia. Sedangkan Ambalat Timur seluas 4.175 kilometer persegi dikelola Unocal Indonesia Ventures Ltd, yang kemudian merger dengan Chevron. Berdasarkan eksplorasi yang dilakukan ENI Ambalat, di lapangan Aster saja ada lima sumur yang diperkirakan mengandung cadangan minyak 30.000-40.000 barel per hari. Namun kandungan itu belum ditarik. Lambatnya kegiatan eksplorasi di kawasan Ambalat juga dipicu persoalan sengketa perbatasan. Namun, tahun ini, ENI Ambalat Ltd akan melakukan drill stand test untuk memastikan produksinya. Bila segalanya lancar, ENI memulai eksploitasi pada tahun depan. Selanjutnya ENI Ambalat berencana membangun LNG terminal floating. Instalasi jenis ini biasanya memerlukan cadangan besar, yakni 10 sampai 15 juta kaki kubik. Di Ambalat Timur, kawasan yang konsesinya dipegang Chevron, kandungan minyaknya juga diperkirakan melimpah. Ketika Pemerintah Indonesia memberikan konsesi kepada Chevron tahun 2004, BP Migas memperkirakan, kawasan itu mengandung 62 juta barel minyak dan 348 milyar kaki kubik gas.

selain Blok Ambalat. Blok Bunyu kini dikelola Pertamina dan Medco E&P. Shell bahkan kembali ke Blok Ambalat melalui Pemerintah Malaysia setelah tahun 2001 menjual hak konsesinya kepada ENI Ambalat Ltd. Keyakinan kuat akan kandungan minyak Ambalat itu membuat perusahaan penambang asing terus bercokol di sana. British Petroleum mengelola lepas pantai North East Kalimantan pada 1970 dan Hadson Bunyu untuk Blok Bunyu pada 1983. Pada 1999. ''Tentu nilai ini cukup signifikan jika bisa masuk ke kas . ada blok-blok lain yang juga kaya kandungan migas. Yanto Sianipar. Sejak saat itu. Bahkan Blok Bunyu dikelola Total Indonesia sejak 1967. potensi pemasukan negara dari minyak Ambalat bisa mencapai US$ 40 milyar. Blok Bunyu. perut Ambalat kaya minyak. perusahaan itu belum melakukan kegiatan berarti. sehingga saat ini para kontraktor masih sibuk melakukan survei seismik guna menemukan titik yang tepat untuk mengebor. meskipun menurut kontrak PSC yang ditandatangani dengan Pemerintah RI. para penambang tetap yakin. Keyakinan kuat adanya kandungan migas dalam jumlah besar itu terutama karena Ambalat berada di Laut Sulawesi yang dikenal kaya migas. Eksplorasi pertama dilakukan Pertamina pada 1966. satu titik tambang di Ambalat menyimpan cadangan potensial 764 juta barel minyak dan 1. para kontraktor rela mengucurkan investasi besar. biayanya cukup tinggi. Andang Bachtiar. Pakar perminyakan Kurtubi menaksir. ''Itu baru satu titik dari sembilan titik yang ada di Ambalat. Kemudian ENI Bukat untuk Blok Bukat pada 1988 dan Eni Ambalat untuk Blok Ambalat pada 1999. untuk mengeksploitasi minyak atau gas di kawasan itu. Meski demikian. Perairan Ambalat. mereka hanya mendapat jatah 25% hasil. Shell melakukan eksplorasi di tiga sumur. sampai saat ini.'' katanya. yang telah puluhan tahun dikelola oleh Indonesia. ''Yang berhak menginformasikan kandungan minyak bumi di Indonesia adalah pemerintah. ''Pelaksanaan East Ambalat PSC kami tunda karena ada perselisihan perbatasan.000 kaki kubik gas per hari. kepada Jefira Valianti dari Gatra. kegiatan eksplorasi berhenti karena belum ada satu pun sumur yang punya potensi berproduksi.4 trilyun kaki kubik gas. karena berada di perairan dalam. tapi belum menemukan hasil.Namun. tapi cadangan minyaknya minim.'' ujarnya. Saat itu. sisanya milik pemerintah. Padahal. seperti Blok Tarakan. yang sumur-sumurnya sudah berusia tua dengan produksi minyak 666 barel per hari dan 363. Menurut ahli geologi dari lembaga konsultan Exploration Think Tank Indonesia.'' ungkap Vice President Policy Government & Public Affairs Chevron IndoAsia. Demi mengisap "madu" Ambalat. katanya. Pemerintah Indonesia mulai menjual konsesi minyak Ambalat pada 1961. Kandungan mineral di Ambalat memang bisa dibaca berbeda oleh para ahli perminyakan. Blok Tarakan dikelola Medco E&P. Di kawasan itu. Ia menolak membagi data tentang potensi Ambalat. secara ekonomi sangat menjanjikan. Malaysia belum mengklaim lokasi itu sebagai wilayahnya. dan Blok Bukat.

ketika bertemu delegasi parlemen Indonesia. Sritex adalah pabrik tekstil besar di Solo. Pada Februari 2005.negara. Pada September 2003. Peta yang diterbitkan secara sepihak itu sudah diprotes Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Datuk! Mujib Rahman http://indonesiafile. bagaimana kami mau berperang kalau pakaian Tentara Diraja Malaysia masih produk Sritex Indonesia. pelakunya malah tenang-tenang saja. Sritex tak ada hubungannya dengan perang. izin eksplorasi dari Malaysia diberikan kepada Shell. Jadi. Malaysia melelang Blok ND-6 dan Blok ND-7 kepada perusahaan tambang asing. Setelah pada 2002 International Court of Justice memenangkan Pulau Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malaysia. karena Malaysia melanggar wilayah perairan yang berada di bawah kedaulatan Indonesia. Pemerintah Indonesia terus menyampaikan protes secara berkala. negeri jiran itu seperti mendapat angin. Daya tarik migas itulah yang membuat Pemerintah Malaysia kepincut.com/content/view/1574/53/ . "Kami tidak akan perang dengan Indonesia. Menteri Pertahanan Malaysia. Lokasi itu tak lain perairan Ambalat. Malaysia seolah memperoleh pengesahan atas peta 1979. Ya. berkomentar santai. Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi. juga pakai tentara beberapa negara Eropa. Jawa Tengah.'' katanya. Sejak 1980. Perairan laut di sebelah timur Pulau Kalimantan itu diklaim Malaysia melalui peta 1979. Bila Jakarta sangat tersinggung oleh aksi main terobos kapal Malaysia." katanya. Ahad lalu. Bukan cuma pakaian tentara Malaysia yang dibuat Sritex.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful