Anda di halaman 1dari 5

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Selama penelitian ini terkumpul sebanyak 53 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan memenuhi syarat untuk dianalisis. Data mengenai variabel yang diteliti (riwayat ASI dan rerata frekuensi diare) dan karakteristik umum sampel (usia, jenis kelamin, berat lahir, tingkat pendidikan ibu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ASI eksklusif terhadap rerata frekuensi diare akut pada bayi usia 2-12 bulan.

4.1.1.

Karakteristik umum Selama periode penelitian ini didapatkan 53 sampel penelitian. Sampel terdiri dari 22 bayi (41,5 %) mendapatkan ASI eksklusif dan 31 bayi (58,5 %) yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, secara lengkap karakteristik umum dari sampel penelitian dapat dilihat pada tabel

Tabel 4. Karakteristik Umum Sampel Penelitian yang Mempengaruhi Rerata Frekuensi Diare Akut Sampel Usia Bayi - 2-6 bulan - > 6 bulan Jenis Kelamin - Laki-laki - Perempuan Berat Lahir Bayi - BBLR Normal Tingkat Pendidikan Ibu 23 7 12 18 6 24 76,7% 23,3% 40% 60% 20,0% 80,0% 17 6 8 15 4 19 73,9% 26,1% 34.8% 65.2% 17,4% 82,6% ASI non Eksklusif (N = 31) % ASI Eksklusif (N = 22) %

< SMA > SMA

11 19

36,7% 63,3%

7 16

30,4% 69,6%

Dari tabel diketahui pada kelompok bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif terlihat sebagian besar sampel berada pada kelompok umur 2-6 bulan yaitu sebesar 76,7% dan untuk kelompok umur >6 bulan yaitu sebesar 23,3% . Persentase jenis kelamin bayi laki-laki sebesar 40,0% dan perempuan sebesar 60,0%. Bayi dengan berat lahir rendah yang diberi ASI non eksklusif sebesar 20,0% sedangkan bayi dengan berat lahir normal sebesar 80,0%. Pada karakteristik pendidikan ibu, 36,7% ibu berpendidikan <SMA dan ibu yang berpendidikan >SMA sebanyak 63,3%. Pada kelompok bayi yang mendapatkan ASI eksklusif terlihat sebagian besar umur sampel berada pada kelompok umur 2-6 bulan yaitu sebesar 73,9% dan untuk kelompok umur >6 bulan terdapat 26,1%. Persentase jenis kelamin bayi laki-laki sebesar 34,8% dan perempuan sebesar 65,2%. Bayi dengan berat lahir rendah yang diberi ASI eksklusif sebesar 17,4% sedangkan bayi dengan berat lahir normal sebesar 82,6%. Pada karakteristik pendidikan, ibu yang berpendidikan lebih rendah dari SMA yaitu sebanyak 30,4% dan ibu yang berpendidikan > SMA sebesar 69,6%.

4.1.2. Hubungan Kejadian Diare pada Bayi dengan ASI Eksklusif dan Bayi tanpa ASI Eksklusif

Tabel 5. Distribusi Kejadian Diare pada Bayi dengan ASI Eksklusif dan Bayi tanpa ASI Eksklusif di Puskesmas Boom Baru, Palembang ASI non ASI Jumlah Persentase eksklusif eksklusif Diare Tidak diare Jumlah 16 14 30 6 17 23 22 31 53 41,5% 58,5% 100% P signifikansi 0,046

Dari tabel 5, dapat dilihat bahwa pada bayi yang diberi ASI eksklusif terdapat 6 bayi yang mengalami diare, sedangkan yang non eksklusif sebanyak 16 bayi. Dari perhitungan dengan menggunakan uji statistik chi square yang diolah dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows menghasilkan p < 0,05 dengan signifikasi 0,046 yang berarti ada perbandingan kejadian diare pada bayi yang diberi ASI eksklusif dan non eksklusif.

4.1.3. Rerata Frekuensi Diare Dari 53 sampel dapat diketahui rerata frekuensi diare akut secara umum, seperti yang ditampilkan pada tabel berikut

Tabel 6. Rerata Frekuensi Diare Mean Frekuensi Kejadian Diare 4,27 Median 3,50 Standard deviation 1,778 Min. 3 Max. 9 Range 6

Dari tabel diketahui bahwa rerata frekuensi diare sampel adalah 4.27 kali per hari dengan standar deviasi 1.778 kali per hari. Pada 95% CI, dapat dipercayai bahwa rerata frekuensi diare sampel berada dalam interval 3-9 kali per hari. Nilai tengah dari rerata frekuensi diare adalah 3.50 kali per hari, dengan nilai terendah 3 kali per hari dan nilai tertinggi 9 kali per hari.

4.1.4. Perbandingan Rerata Frekuensi Diare pada Bayi yang Diberi ASI eksklusif dan non eksklusif Dari 53 sampel bayi usia 2-12 bulan, yang menderita diare sebanyak 22 sampel. Sampel ini terdiri dari 16 bayi yang mendapat ASI non ekslusif dan 6 bayi mendapat ASI eksklusif.

Tabel 7. Perbandingan Rerata Frekuensi Diare pada Bayi yang Diberi ASI Eksklusif dan non Eksklusif Pemberian ASI ASI non eksklusif ASI eksklusif Mean 4,19 4,50 Median 3,00 4,50 Standard Deviation 1,905 1,517 Min. 3 3 Max. 9 7 Range 6 0,406 4 P sig.

Dari tabel diketahui jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki rerata frekuensi BAB 4,50 kali per hari. Median rerata frekuensi BAB adalah 4,50 kali per hari dengan rerata frekuensi BAB terendah adalah 3 kali per hari dan yang tertinggi adalah 7 kali per hari. Sedangkan pada kelompok bayi yang mendapatkan ASI non eksklusif memiliki rerata frekuensi BAB 4,19 kali per hari. Median rerata frekuensi BAB adalah 3,0 kali per hari dengan rerata frekuensi BAB terendah adalah 3 kali per hari dan tertinggi 9 kali per hari. Dari uji statistik Mann-Whitney didapatkan P value > 0,05 yaitu 0,406 yang berarti Ho diterima yaitu tidak ada perbedaan rerata frekuensi diare terhadap pemberian ASI.

4.2. Pembahasan Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan mengetahui perbandingan kejadian diare pada bayi usia 2-12 bulan yang diberi ASI eksklusif dan non eksklusif. Dari 53 sampel, 22 diantaranya mendapatkan ASI eksklusif sebesar 41,5 % sedangkan yang mendapatkan ASI non eksklusif sebanyak 31 bayi atau sebesar 58,5 %. Dari hasil analisa diatas, diketahui bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif masih sedikit dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI non eksklusif. Persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif

dari hasil penelitian ini sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2010 yang menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Palembang masih rendah yaitu sebesar 41,50%. Hal ini diakibatkan kurangnya informasi tentang manfaat pemberian ASI secara eksklusif sampai berusia 6 bulan. Dari hasil analisa data, diketahui dari 53 sampel sebanyak 22 bayi menderita diare dan 31 bayi tidak menderita diare. Dari 22 bayi yang menderita diare, 16 diantaranya mendapatkan ASI non eksklusif sedangkan 6 bayi mendapatkan ASI eksklusif. Hasil analisa hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian diare menunjukkan nilai p < 0,05 yaitu 0,046. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian diare. Hasil analisa ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya. Winda Wijayanti (2010) menyimpulkan bahwa angka kejadian diare pada bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif lebih besar bila dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif. Hal ini dikarenakan ASI adalah asupan yang aman dan bersih bagi bayi dan mengandung berbagai antibodi yang melindungi bayi dari berbagai infeksi salah satunya adalah diare. SIgA (sekretori IgA) yang terdapat di dalam ASI melindungi bayi dari berbagai mikroorganisme patogen seperti E.coli dan V.cholerae. Selain itu IgA juga melindungi bayi dari protein asing sehingga bayi tidak mudah terjadi alergi. Hasil analisa data menunjukkan bahwa rerata frekuensi diare yang terjadi adalah sekitar 4,27 kali per hari dengan standar deviasi 1,778 kali per hari. Pada 95% CI, dapat dipercayai bahwa rerata frekuensi diare sampel berada dalam interval 3-9 kali per hari. Pada bayi yang diberi ASI eksklusif, rerata frekuensi diare yaitu 4,50 kali per hari sedangkan bayi yang diberi ASI non eksklusif memiliki rerata frekuensi diare sebesar 4,19 \kali per hari. Dari uji statistik Mann-Whitney didapatkan P value > 0,05 yaitu 0,406 yang berarti Ho diterima yaitu tidak ada perbedaan rerata frekuensi diare terhadap pemberian ASI.