Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Filum chordata memiliki beberapa kelas yang hidup mendominasi kingdom animalia, antara lain adalah kelas aves. Aves merupakan chordata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu-bulu ini adalah modifikasi dari sisik yang ditemukan pada reptilia. Selain bulu, morfologi tubuh yang mencolok pada aves adalah alat gerak tubuh depannya berupa sayap yang berfungsi untuk terbang. Sayap pada aves merupakan homolog dari kaki depan pada reptilia dan mamalia yang tersusun atas radius, ulna, humerus, tarsus, dan metatarsus. Aves memiliki paruh yang kuat dan tidak memiliki gigi memperingan berat tubuh agar dapat terbang. Namun, pencernaan aves dibantu oleh adanya ventrikulus dan proventrikulus yang mampu mencerna makanannya. Aves mengalami banyak pereduksian organ tubuh dan membentuk modifikasi-modifikasi alat tubuh guna mendukung daya terbangnya. Praktikum ini menggunakan aves dari ordo Columbiformes yaitu Columba livia.1 Columba livia adalah salah satu anggota dari vertebrata yang mempuyai kemampuan untuk terbang. Habitat dari hewan ini adalah diudara dan di daratan. Tujuan dari praktikum yang dilakukan adalah untuk mengetahui, mempelajari dan memahami bentuk, struktur, fungsi serta susunan alat tubuh pada Aves (Columba livia). Columbia livia merupakan spesies hewan bertulang belakang (vertebrata) yang mempunyai bulu dan dapat terbang. Columba livia memiliki tubuh yang terdiri atas kepala, leher, badan, ekor dan alat gerak. Columba livia ini memiliki paruh yang tidak bergigi. Paruh dibentuk oleh maxilla dan mandibula. Columba livia.
1

http://okaforolic.blogspot.com/2010_05_01_archive.html

ini termasuk hewan yang berdarah panas. Tujuan dari praktikum Pengamatan Anatomi Eksternal dan Internal pada Columbia livia adalah untuk mengetahui bentuk, struktur, fungsi serta susunan alat tubuh pada Columba livia. Praktikum ini menggunakan Columba livia sebagai objek yang diamati, dan menggunakan alat pinset, gunting bedah, jarum, alat tulis, kertas pengamatan, serta papan bedah. Praktikum ini menggunakan metode insectio atau pengamatan eksternal secara langsung dan sectio atau pembedahan untuk pengamatan internal. Anatomi eksternal Columba livia terdiri caput, trunkus dan cauda. Anatomi internal Columba livia terdiri dari organ-organ penting seperti hepar, vesica fellea, ventriculus, intestinum, lien dan coecum.2

1.2 Tujuan Dalam penyusuanan laporan praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur tubuh bagian luar dan bagian dalam pada Columba livia, yaitu:  Menyebutkan karakteristik Columba livia.  Mengetahui morfologi Columba livia.  Mengetahui struktur anatomi bulu pada Columba livia.  Mengetahui musculus pectoralis pada Columba livia.  Mengetahui system topographi (sistem organ) pada Columba livia.  Mengetahui cavum oris pada Columba livia.  Mengetahui system digestorium (sistem pencernaan) pada Columba livia.  Mengetahui system urogenital (alat kelamin) pada Columba livia.  Mengetahui encephalon (otak) pada Columba livia.

http://www.scribd.com/doc/74498711/laksamana-Praktikum-aves

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Aves merupakan hewan yang paling dikenal orang, karena dapat dilihat dimanamana, aktif pada siang hari dan unik dalam hal memiliki bulu sebagai penutup tubuh. Dengan bulu itu tubuh dapat mengatur suhu dan terbang. Dengan kemampuan terbang itu, aves mendiami semua habitat. Warna dan suara beberapa aves merupakan daya tarik mata dan telinga manusia. Banyak di antaranya mempunyai arti penting dalam ekonomi, sebagian merupakan bahan makanan sumber protein. Beberapa diantaranya diternakkan. Kata Aves berasal dari kata Latin yang dipakai sebagai nama kelas, sedang Ornis dari bahasa Yunani, dipakai dalam Ornithology berarti ilmu yang mempelajari burung-burung.3 Burung adalah hewan endotermik, mereka menggunakan panas metabolisnya sendiri untuk mempertahankan suhu tubuh yang hangat dan konstan. Bulu dan lapisan lemak pada beberapa spesies memberikan penyekatan yang memungkinkan unggas untuk mempertahankan panas yang di hasilkan dari metabolismenya tersebut. Sebuah system pernapasan yang efisien dan sebuah system peredaran darah dengan sebuah jantung empat ruang menjaga agar jaringan tetap mendapat suplay oksigen dan zatzat makanan yang mencukupi, sehingga mendukung laju metabolism yang kuat.4

Jasin, M. 1987. Zoologi Vertebrata. Surabaya. Penerbit Sinar Wijaya

Campbell, Neil, dkk.2003. Biologi Jilid 2. Penerjemah : Wasmen Manalu. 2000. Edisi Kelima. Jakarata: Erlangga

Golongan burung, tubuhnya ditutupi bulu, anggota gerak depan umumnya mengalami modifikasi menjadi sayap dan diadaptasikan untuk terbang, kaki belakang untuk berjalan, bertengger atau berenang, biasanya dengan 4 jari tak pernah lebih, mulut menjulur sebagai panah, tanpa gigi (burung yang masih hidup), tengkorak dengan satu occipital condyle, pelvis berfusi dengan beberapa vertebrata, membentuk synsacrum, terbuka kea rah internal, jantung 4 ruang, paru-pam kompak, dengan kantung-kantung udara, kotak suara pada dasar trakea, umumnya tidak mempunyai kandung kemih, suhu tubuh endotermis, ovipar.5 Karakteristik:6 1. Tubuh trrtutup dangan bulu 2. Dua pasang anggota gerak, sepasang anterior umumnya mengalami modifikasi menjadi sayap untuk terbang, sepasang di posterior diadaptasikan untuk berjalan, bertengger atau berenang (dengan selaput renang atau web). Kaki berjari empat, tulang kering dan cakar terbungkus sisik dengan kulit yang menanduk. 3. Rangka ringan, kuat, osifikasi sempurna, beberapa tulang berfusi

menimbulkan kekakuan, mulut dengan paruh yang menonjol diselaputi zat tanduk, tidak bergigi pada burung yang hidup sekarang, tengkorak dengan satu occipital condlye yang berartikulasi dengan vertebrata leher, leher umumnya panjang dan fleksibel, pelvis bersatu pada sejumlah vertebrata, tulang dada (stemum) membesar umumnya dengan bagian tengah membentuk keel (lunas), vertebrata ekor sedikit dan mampat kearah posterior. 4. Jantung dengan 4 ruang pompa (2 atrium, 2 ventrikel yang terpisah), hanya ada lengkung aorta kanan (sisternik), sel darah merah berinti, oval dan bikonvex.
5 6

Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya

5. Respirasi dengan paru-paru yang kompak (tersusun rapat) dan sangat efisien melekat ketulang rusuk dan berhubungan dengan kantung-kantung udara yang berdinding tipis tersebar diantara organ-organ internal sebagian di dalam rangka, terdapat kotak suara (syrinx) di dasar trakea. 6. Dua belas pasang saraf kranialis. 7. Ekskresi dengan ginjal metanefros, sampah nitrogen utama berupa asam urat, urin semisolid, tidak ada kantung kemih (kecuali pada Rhea dan burung unta), dapat system porta renalis. 8. Suhu tubuh pada dasarnya konstan (endotermis). 9. Fertilisasi internal, hewan betina umumnya dengan hanya ovarium dan oviduk sebelah kiri, telur dengan bnyak yolk (megalesital atau telolesital ekstrim) ditutupi oleh cangkang yng keras diinkubasi di luar tubuh, segmentasi meroblastik, terdapat membrane ekstra embrio (amnion, khorin, kantng yolk dan allantois) selama perkembangan di dalam telur, hewan muda yang baru menetas dijaga induknya. Klasifikasi dari Burung merpati (Columba livia) yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: Klasifikasi dari Columba livia Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies Varietas : Animalia : Carinatae : Neomithes : Columbiformes : Columbidae : Columba : Columba livia : Domestica

Burung merupakan tetrapoda yang cepat dikenal, karena anggota kelas ini karakter-karakternya paling homogeny dibanding kelas-kelas lain. Tak ada satupun binatang yang memiliki bulu, selain golongan aves. Oleh sebab itu, tak dapat dipungkiri dengan adanya tubhuh ditutupi bulu dan memiliki kemampuan terbang, burung bisa menempati berbagai habitat bahkan melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat yang sangat jauh. Keindahan bulu burung, suaranya yang merdu, perilakuperilaku menarik lainnya, bahkan dagingnya yang banyak konsumsi merupakan alasan lain golongan burung mudah dikenal dalam dikehidupan manusia.7

Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum zoologi vertebrata mengenai Sistematika, Anatomi, Fisiologi, dan Morfologi pada Rana sp dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Desember 2011, pukul 15.30-17.30 WIB. Praktikum ini dilakukan di Laboratorium IAIN Raden Fatah 3.2 Alat dan Bahan No Alat dan Bahan 1 2 3 Columba livia Gunting Bedah Baki atau nampan Keterangan Sebagai bahan pengamatan. Untuk mengunting speciman sebagai tempat atau wadah membedah

Columba livia 4 5 6 7 8 9 Kapas Pensil Pena Kertas buram Penghapus Klorofom Sebagai tempat mengambil clorofom Untuk mengambar specimen Untuk menulis keterangan specimen Tempat hasil laporan Untuk menghapus gambar yang salah Untuk membius specimen

3.3 CARA KERJA Pertama tama hal yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan untuk percobaan, selanjutnya memakai jas lab yang berfungsi untuk melindungi tubuh pada saat praktikum berlangsung dan sebagai alat pelengkap dalam proses pembedahan. Ambil specimen dengan pegangan tangan yang kuat agar tidak lepas, kemudian untuk membunuh specimen, terlebih dahulu

masukkanlah chloroform atau ether (tergantung mana saja yang tersedia) dengan menggunakan kapas kemudian tempelkan kapas dihidung specimen. Setelah specimen pingsan kemudian kita amati morfologi luar specimen, sebutkan bagian bagian tubuhnya dari depan ke belakang, perhatikan organ-organ yang dapat kita temukan pada daerah caput, truncus, cauda, dan amati juga kedua pasang extremitasnya. Selanjutnya mengambar anatomi luarnya pada lembar pengamatan (kertas buram) yang telah disediakan, dan beri nama bagian-bagiannya. Rentangkanlah salah satu sayap (extremitas cranialis), perhatikan lokasi bulu-bulu terbang yang melekat pada sayapnya. Gambar dan beri nama bagian-bagiannya. Buka mulutnya lebar-lebar, perhatikan organ-organ yang ada pada cavum oris, kemudian gambar dan beri nama bagian-bagiannya, kemudian perhatikan juga daerah cauda. Selanjutnya pilih specimen bulu sesuai dengan penggolongannya, gambar morfologinya, kemudian gambar dan beri nama bagian-bagiannya. Letakkan specimen pada nampan, dengan posisi tubuhnya terlentang. Rentangkan kedua pasang extremitasnya, kemudian paku. Selanjutnya

pembedahan dilakukan dengan menggunakan gunting bedah. Pemotongan jaringan dilakukan mulai dari bagian abdomen sedikit di anterior cloaca. Dengan arah potongan agak ke lateral abdomen, kemudian ke anterior hingga memotong costae, dan akhirnya sampai pada tulang coracoids. Kemudian potong tulang ini dengan menggunakan gunting. Potong juga tulang clavicula yang ada di anteriornya. Pembedahan dilakukan secara hati-hati, agar jangan sampai memotong organ-organ atau bagian-bagian penting yang akan diamati. Kemudian mengamati organ-organ dalam, kemudian mengambarkanya dan diberi

keterangan. Selanjutnya kulit pada bagian dada specimen dibuka untuk melihat musculus pectorals yang ada pada spacimen dengan menggunakan gunting. Kemudian mengamati organ-organ penyusunya, kemudian mengambarkanya dan diberi keterangan. Kemudian mengamati system urogenital pada specimen untuk menentukan specimen berjenis kelamin apa, gambar dan beri keterangan.

4.2 PEMBAHASAN Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anatomi tubuh burung merpati secara eksternal terdiri atas empat bagian, yaitu caput, cerviks, truncus, dan cauda. Caput pada burung merpati terdiri atas organon visus yang tersusun atas palpebra superior, palpebra inferior, dan bulbus oculi; nares anteriores, cera, rostrum yang terdiri atas maxilla dan mandibula; dan telinga. Bagian truncus terdiri atas bagian tubuh dan sayap. Sayap pada Aves disusun oleh bulu-bulu dan beberapa tulang seperti humerus. Cauda pada burung merpati terdiri atas uropygium, dan glandula uropygialis dan kaki serta digiti yang berfalkula. Morfologi Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan terdapat bagian-bagian ini pada aves:8 1. Caput (kepala) pada caput terdapat alat-alat berikut :  Rostrum (paruh) terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. Paruh burung berfungsi sebagai tangan untuk mendapatkan pakan, maupun membuat sarang, merapikan bulu-bulunya, membela diri dan lain-lain. Ketika merapikan bulunya, paruh mengolesinya dengan minyak yang berasal dari kelenjar minyak di dasar ekor, hingga bulu tetap dalam keadaan baik. Fungsi lain minyak adalah untuk mencegah lapisan paruh tidak rapuh.  Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas nares interna pada sebelah dalam dan nares eksterna terletak disebelah luar.  Organon visus (alat penglihatan), pada unggas ayam mata relatif besar dan terletak dibagian lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna kuning sedangkan pupil dibandingakan dengan mata relatif besar.
8

http://www.scribd.com/doc/74498711/laksamana-Praktikum-aves

Pada sudut medila mata terdapat membran nictitans yang dapat ditarik menutupi mata.  Porus acusticus externus (lubang telinga luar) terletak disebelah dorsocaudal mata sedangkan membrana timpani yang terletak disebelah dalamnya untuk menanangkap getaran suara.  Cera, merupakan tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas.  Cavum oris (rongga mulut) ada dua yaitu : maxilla (rahang atas). Disini tidak terdapat gigi, nares posterior, fissura choane secundaria, ostium pharyngeum, tuba auditiva, austachii, tunggal dan terletak pada medial. Pada palatum terdapat lipatan-lipatan crista marginalis dan plica palatini. Mandibula (rahang bawah). Terdapat aditus larungis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh zat tanduk. 2. Cervix Cervix pada Columba livia biasanya berbentuk panjang. 3. Truncus (badan)  Truncus pada columba livia dibungkus oleh kulit yang seakan-akan tidak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel, dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten. Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis uropygium terdapat papila yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak yang nantinya akan berguna untuk melumasi bulu burung.  Extremitas terdapat dua buah extremitas yaitu superior dan anterior : 1. Extremitas superior berupa ala (sayap) yang seluruhnya ditutupi oleh bulu, yang terlipat seperti huruf Z, pada saat tubuh tidak terbang. 2. Extremitas interior berupa kaki terdiri atas femur, patella, crus yang berupa fibula pendek dan tibiotarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsilia. Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan

digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat faculta yaitu kuku untuk mencakar, empat jari itu ada tiga yang mengarah kemuka dan satu yang kebelakang. 4. Cauda (ekor) Merpati memiliki bulu-bulu ekor yang berpangkal pada uropygium. Selama terbang ekor berkerja sebagai kemudi di udara, ekor juga berperan sebagai rem. Untuk menyokong fungsi ekor ini, oleh Karena itu bulu-bulu ekor disokong oleh tulang vertebra terminal yang bersatu disebut pygostyle. Ketika bertenger ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan. Pada beberapa burung jantan tertentu ekornya yang indah berfungsi sebagai karakter seksual sekunder.9

Musculus pectoralis Mulai dari daerah dada, menuju kloaka dan rostum, setalah maka akan terlihat otot-otot, sebagai berikut: Tendo musculus pectoralis major, musculus pectoralis major yang terdiri dari origo (carina sterni), insertion (facies ventralis humeri), berfungsi untuk menutup sayap. Tendo musculus pectoralis minor, musculus pectoralis minor,carina sterni, scapula, furcula dan musculus belum dibuka, sehingga tidak dapat melihat bagian dalam penyusun musculus pectoralis minor.

Topographi atau anatomi internal aves Hasil pengamatan sectio menunjukkan bahwa anatomi internal dari merpati terdiri atas trachea, esophagus, ingluveis, jantung, hati, lien, proventriculus, ventriculus, pancreas, intestinum, duodenal loop, pulmo dexter, pulmo sinister, duodenum, ureter, uretra, ginjal, ovarium dan kloaka, yang membentuk sistem organ diantaranya: sistem cardiovasculare, sistem digestorium, sistem urogenita, dan sistem respiratorium.

Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya

System respiratorium paru-paru khusus pada burung burung mempunyai bentuk tubuh yang jauh berbeda dengan binatang yang dianggap sebagai nenek moyangnya, reptil. Paru-paru burung bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dengan hewan menyusui. Hewan menyusui menghirup dan membuang udara melalui batang tenggorokan yang sama. Namun pada burung, udara masuk dan keluar melalui ujung yang berlawanan. "Rancangan" khusus semacam ini diciptakan untuk memberikan volume udara yang diperlukan saat terbang. Evolusi bentuk seperti ini dari reptil tidaklah mungkin.10 Inspirasi : udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya teklanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara.

Ekspirasi : otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari pada tekanan udara luar. Ini menyebabkan udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida ke luar. Aliran udara searah dalam paru-paru burung didukung oleh suatu sistem kantung udara. Kantung-kantung ini mengumpulkan udara dan memompanya secara teratur ke dalam paru-paru. Dengan cara ini, selalu ada udara segar dalam paru-paru. Sistem pernafasan yang rumit seperti ini telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan burung akan jumlah oksigen yang tinggi.

Pernafasan burung saat terbang : Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang.

10

http://feronazulfikar.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum.html (28 Desember 2011)

System cardiovascular, Aves (Columba livia) termasuk kedalam hewan berdarah panas yang memiliki temperature internal tubuh yang relative konstan. Columba livia mempunyai jantung (cor) sebagai sentral yang terletak di linea mediana dan terbagi sempurna atas 4 bagian. Cor dibungkus oleh otot-otot jantung (pericardium). Cor terbagi menjadi 4 ruang yaitu atrium sinistrum, atrium dextrum, ventrikel sinister, dan ventrikel dexter. Antara Atrium sinistrum dan dexter dipisahkan oleh septum atriorum. Ventrikel sinister dan dexter dipisahkan oleh septum ventriculorum.11

Struktur anatomi bulu Bulu adalah salah satu adaptasi vertebrata yang sangat luar biasa karna sangat ringan dan kuat. Bulu terbuat dari keratin, protein yang juga menyusun rambut dan kuku kita dan sisik pada reptilian.12 Bulu pada Aves berfungsi untuk terbang. Fungsi lainnya yaitu untuk melindungi badan terhadap cuaca yang tidak cocok. Oleh karena itu, bulu pada Aves mempunyai bentuk tersendiri dibandingkan dengan bulu-bulu pada Vertebrata lainnya, yakni:13 1. Menurut susunan anatomisnya, bulu dapat dibedakan ke dalam: a. Plumae. Plumae terdiri atas calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus superior dan vexillum. Calamus yaitu tangkai bulu berbentuk memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkalnya ada lubang yang disebut umbilicus inferior, sedang bagian distalnya terdapat lubang yang disebut umbilicus superior di mana lubang ini ke arah rachis. Waktu bulu masih muda, kedua umbilicus tadi dilalui oleh pembuluh-pembuluh darah untuk
11

http://lenizone.blogspot.com/2011/04/laporan-praktikum-anatomi-histologi_09.html (28 Desember 2011)


12

Campbell, Neil, dkk.2003. Biologi Jilid 2. Penerjemah : Wasmen Manalu. 2000. Edisi

Kelima. Jakarata: Erlangga


13

Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta

memberi makan kepada bulu-bulu yang masih muda tadi. Vexillum dibentuk oleh rami, ialah suatu cabang lateral daripada rachis. b. Plumulae. Plumulae terdapat pada burung yang masih muda, kadang-kadang terdapat juga pada burung yang sedang mengerami telurnya. c. Filoplumae. Filoplumae fungsinya belum jelas. Tumbuh di seluruh tubuh tetapi jaraknya sangat jarang. 2. Menurut letaknya, bulu-bulu dapat digolongkan ke dalam : a. Remiges, yaitu bulu-bulu yang terdapat pada sayap. Di sini vexillum ialah asymetris, berguna untuk terbang. b. Rectrices, yaitu bulu-bulu yang terdapat pada daerah ekor, vexillum ialah symetris. c. Tectrices, yaitu bulu-bulu lainnya yang menutupi badan. d. Parapterium, yaitu bulu-bulu yang terdapat di daerah bahu antara badan dan sayap. e. Ala spuria, yaitu bulu-bulu kecil yang melekat pada jari kedua dari extrimitas superior. 3. Menurut umurnya, bulu dibagi ke dalam : Neoptyle dan Teleoptyle. Neoptyle setelah gugur diganti oleh Teleoptyle. Cavum oris (rongga mulut).14 y Maxilla (rahang atas). Di sini tidak ada gigi, nares posteriors (yang menghubungkan rongga mulut dengan rongga hidung), fissura choanae secundaria, ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, tunggal dan letaknya di medial. Pada palatum terdapat lipatan-lipatan crista marginalis dan plica palatini.

14

http://okaforolic.blogspot.com/2010_05_01_archive.html

Mandibula (rahang bawah). Terdapat aditus laryngis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh lapisan tanduk.

System pencernaan Aves tidak memiliki struktur gigi tetapi aves mempunyai paruh yang sangat kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan yang kemudian masuk kedalam rongga mulut lalu menuju kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok (ingluveis). Kemudian masuk ke lambung kelenjar (proventriculus) yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi untuk mencerna makanan secara kimiawi. Kemudian masuk menuju ventriculus (lambung pengunyah) yang dinding ototnya tebal dan kelenjar pylorusnya menghasilkan secret. Didekat hati terdapat empedal yang biasanya sering terdapat pasir atau batu kecil untuk mencerna makanan secara mekanik. Setelah itu, makanan menuju intestinum tenue. Enzim yang dihasilkan oleh pancreas dan empedu dialirkan ke dalam intestinum tenue. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian kedalam rectum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka.15 Sistematis pencernaan makanan pada aves : Mulut / paruh pengunyah usus (rectum) Hati Kerongkongan Pankreas Tembolok Usus halus Lambung kelenjar Ususbesar Usus buntu Lambung Poros

Kloaka.

Systema urogenitale Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa Columba livia yang diamati berjenis kelamin betina. Hal ini diketahui karena adanya organa genitalia feminine,

15

Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta

yang terdiri dari struktur yang disebut ovarium yang didekatnya terdapat tiga pasang ginjal (ren) yang terdapat disebelah kanan dan kiri. Sistem reproduksi pada jantan memiliki testis yang betuknya seperti kacang buncis kecil, namun ketika musim kawin tiba. Sebelum pembebasan, sperma disimpan pada seminal vesicle, yang seperti testes yang membesar ketika musim kawin. Sejak penis tereduksi, kopulasi adalah bahan yang membawa menuju permukaan hubungan, sehingga jantan selalu dibelakang betina ketika proses perkawinan. Pada burung betina, yang berkembang hanya ovary bagian kiri dan oviduk, sedangkan sebelah kanan mengalami pengecilan menjadi struktur vestigial. Telur dilepaskan dari ovarium dan ditampung dalam oviduk yang meluas, infundibulum. Oviduk mengalir menuju ke kloaka. Ketika telur bergerak turun menuju ke oviduk, albumin atau telur putih, dari kelenjar khusus ditambahkan padanya. Lebih jauh oviduct, membran kulit, kulit dan pigmen kulit juga disekresi oleh telur. Fertilisasi terjadi di sebelah atas oviduct. Sperma dapat hidup dalam oviduk betina selama beberapa hari setelah perkawinan. Sedangkan organa uropetica terdiri atas ren, hepar, dan pannkreas. Ren (mesoneprhos) yang berjumlah sepasang dan masing-masing terdiri atas 3 lobi. Hepar berwarna kemerahmerahan dan terdiri dari atas 2 lobi (dexter dan sinister). Setiap lobus bermuara pada satu ductus hepaticus yang bermuara pada duodenum. Pankreas terletak antarapars ascendens dan pars descendens duodeni. Biasanya mempunyai tiga saluran yang bermuara pada ascendens duodeni.16

Encephalon (Otak) Sistem saraf pada Columba livia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat pada merpati terdiri dari otak dimana pada bagian cerebrumya berkembang dengan baik. Pada sistem nervosum, encephalon (otak)

16

Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta

secara relatif lebih besar bila dibandingkan dengan reptilia.17 Pengamatan otak pada Columba livia secara facies dorsalateralis yang terdiri dari bulbus olfactorius, hemispermium cerebri, epiphysis, lobus opticus, chiasma nervioptici, dan medula oblongata. Aves memiliki beberapa karakter yang yang membedakanya dengan reptilia, aves sudah lebih maju dibadingkan dengan reptilian:18 a. Terdapat bulu sebagai isolasi panas tubuh. b. Darah arteri dan darah vena pada burung terpisah sempurna. c. Ada mekanisme pengaturan suhu tubuh (endotermis, homoiotermis) d. Suara berkembang dengan baik. e. Hewan muda yang baru ditetaskan dijaga secara khusus. f. Sebagian anggota aves bisa terbang. Beberapa karakter yang memungkinkan burung dapat terbang:19 Anggota gerak depan berubah menjadi struktur sayap dengan bulu-bulu yang permukaanya luas khusus untuk terbang. Otot dada sangat besar untuk menggerakkan kedua sayap (1/5 berat seluruh tubunya). Tulang dada atau sternum tempat melekat otot dada melebar dan runcing seperti lunas kapal. Hubungan antar tulang amat kuat, terutama tempat melekat otot-otot yang diperlukan untuk terbang. Tulang-tulang pipa berlubang hingga menjadi ringan dan pada tulang pipa tertentu terdapat kantung-kantung udara sebagai perluasan paru-paru.

17

Jasin, M. 1987. Zoologi Vertebrata. Surabaya. Penerbit Sinar Wijaya


Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya

18 19

BAB V KESIMPULAN Dalam Pengamatan Anatomi Eksternal dan Internal Aves pada burung merpati (Columba livia) terdapat beberapa bagian pada tubuh Columba livia. Pada pengamatan secara inspectio didapati bagian-bagian luar tubuh Columba livia meliputi caput (kepala), truncus (badan), bulu-bulu, dan Ekstremitas (anggota gerak). Bulu-bulu menunjukkan keistimewaan yang dimiliki kelas aves. Sedangkan untuk bagian dalam internal Columba livia yang diamati secara sectio meliputi hepar (hati), ventriculus, lien, intestinum tenue (usus halus), intestinum crassum (usus besar), coecum, lien dan bagian-bagian dari diaphragma. Selain itu, Columba livia memiliki organ tubuh yang lengkap dan merupakan anggota dari hewan vertebrata karena memiliki tulang belakang.

DAFTAR PUSTAKA Campbell, Neil, dkk.2003. Biologi Jilid 2. Penerjemah : Wasmen Manalu. 2000. Edisi Kelima. Jakarata: Erlangga Slamet, Adeng. 2007. Zoology Vertebrata. Indralaya: Universitas Sriwijaya Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta Jasin, M. 1987. Zoologi Vertebrata. Surabaya. Penerbit Sinar Wijaya http://okaforolic.blogspot.com/2010_05_01_archive.html (28 Desember 2011) http://www.scribd.com/doc/74498711/laksamana-Praktikum-aves (28 Desember 2011) http://feronazulfikar.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum.html (28 Desember 2011) http://lenizone.blogspot.com/2011/04/laporan-praktikum-anatomi-histologi_09.html (28 Desember 2011)