Anda di halaman 1dari 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tanah Jenis tanah pada wilayah kajian terdapat dua macam yaitu latosol coklat berada di Desa Sawangan dan Desa Seliling serta latosol coklat kemerahan berada di Desa Kalirancang, Desa Sawangan, dan Desa Seliling. Mayoritas tekstur tanah di daerah kajian Kecamatan Alian merupakan liat yang tidak terdapat pasir yang nampak jelas di tiap titik sampel tanah. Tanah liat di wilayah kajian cukup subur sehingga biasanya ditumbuhi oleh rumput atau tumbuhantumbuhan perkebunan seperti kelapa, cengkeh, dan tembakau.

Landuse
Pengunaan tanah

di sebagian besar wilayah kajian berupa kebun campuran, tegalan, sawah

irgasi, sawah tadah hujan dan permukiman. Mayoritas seluruh desa pada wilayah kajian didominasi oleh pertanian dan perkebunan. Pertanian di pengaruhi oleh Sungai Kedungbener dan Sungai Tekung yang mempengaruhi hasil produktivitas padi dan pergiliran tanaman. Potensi tanah baik untuk usaha pertanian tanaman semusim dan tahunan, yang biasanya terdapat pergiliran tanaman palawija setelah panen padi,. Dari persawahan yang ditemui hampir seluruhnya merupakan sawah tadah hujan dimana mempunyai masa panen satu kali dalam setahun. Perkebunan yang ditemui biasanya merupakan perkebunan campuran terdiri dari kacangkacangan, umbi-umbian, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Terdapat penggunaan tanah untuk permukiman yang ditempati oleh penduduk asli maupun pendatang. Kondisi permukiman tersebut hampir keseluruhan merupakan rumah sangat sederhana bahkan masih di temui rumah yang memiliki tembok berupa anyaman bambu Walaupun pada wilayah kajian banyak terdapat sungai, namun jenis sawah tadah hujan lebih banyak dibandingkan dengan sawah irigasi. Perkebunan di wilayah kajian terdapat kebun pisang, kebun nanas , dan kebun campuran seperti kebun

jagung dengan singkong. Permukiman banyak terdapat di sepanjang jalan raya Kebumen yang menghubungkan Kecamatan Alian dengan Kecamatan Kebumen dan jalan yang menghubungkan Desa Sawangan dengan desa Wonokromo. Aksesibilitas Aksesbilitas di wilayah kajian cukup menunjang karena terdapat jalan raya dari bagian utara yaitu desa Kalirancang ke selatan yaitu Desa Seliling. Juga terdapat jalan yang cukup baik dari bagian tengah yaitu desa Sawangan ke timur yaitu menuju desa Wonokromo. Namun, pada bagian barat tidak terdapat jalan karena di bagian barat terdapat Bukit Pagergeong yang hanya sedikit masyarakat yang bepergian ke sana untuk mengurus kebun mereka. Jalan yang melalui wilayah kajian yaitu terdiri dari jalan utama yaitu jalan raya Kebumen yang menhubungkan Kecamatan Alian dengan Kecamatan Kebumen dan jalan raya yang mehubungkan Desa Sawangan dengan Desa Wonokromo. Terdapat jalan lokal yaitu yang melalui permukiman penduduk menuju industry jamu tradisional di Desa Seliling dan jalan yang menunu Bukit Pagergeong. Aksesibilitas di wilayah kajian sudah cukup memadai karena baru beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan perbaikan jalan dan pengaspalan oleh pemerintah Kecamatan. Kegiatan Ekonomi Perkonomian di wilayah kajian terdapat sektor primer dan sektor tersier. Dimana sektor primer memanfaatkan langsung hasil sumberdaya alam seperti pertanian, perikanan, dan kebun campuran. Sedangkan sektor tersier berupa perdagangan dan industri rumah tangga. Kegiatan ekonomi didominasi oleh sektor pertanian, dan sebagian kecil perdagangan dan industri rumah tangga seperti industri keramik dan mebel. Kegiatan ekonomi masyarakat berupa pertanian, perkebunan, perternakan, perikanan, industri rumah tangga dan perdagangan. Pada umumnya masyarakat di wilayah kajian kami berupa pertanian yaitu sawah tadah hujan yaitu di Desa Kalirancang, Desa Seliling dan Desa Sawangan. Terdapat juga sawah irigasi yaitu di Desa Sawangan

Pertanian Pertanian merupakan sektor pekonomian terbesar di wilayah kajian dan merupakan mata pencaharian utama masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan tanah di wilayah kajian yang didominasi oleh persawahan. Pertanian didominasi oleh tanaman padi. Banyak terjadi pergiliran tanaman. Pada saat pergiliran tanaman, jenis tanaman yang di tanami adalah palawija (jagung, kacang dan kedelai). Pertanian di wilayah kajian dapat dibagi menjadi dua wilayah kajian, yaitu di sepanjang Sungai Kedungbener dan Sungai Tekung. Dari hasil pengamatan di lapangan,di sepanjang sungai Kedungbener mengalami masa panen sebanyak rata-rata 2 kali dalam setahun, sedangkan di sepanjang sungai Tekung rata-rata hanya 1 kali dalam setahun. Hal ini di pengaruhi oleh pola tanam petani di masing-masing wilayah dan ketersedian air.