Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL

RENCANA PEMBANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 SOLOK

( SMK NEGERI 3 KOTA SOLOK )


KELOMPOK PARIWISATA JURUSAN TATA BOGA , TATA BUSANA DAN PERHOTELAN

DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK SOLOK TAHUN 2O10

Kata Pengantar
Sarana pendidikan yang terdiri dari lahan,bangunan dan infrastruktur, perabot, peralatan serta bahan pembelajaran merupakan salah satu unsur yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran pada sekolah menengah kejuruan (SMK). Karakteristik pada SMK adalah pembelajaran sarat dengan kegiatan praktek, dan sebagai konsekuensinya diperlukan sarana praktek dalam jumlah dan jenis yang memadai. Tidak terpenuhinya sarana praktek yang diperlukan dan dapat berfungsi dengan baik, akan membawa akibat pembelajaran pada SMK menjadi tidak efektif. Hal ini berarti bahwa tujuan menghasilkan calon tenaga kerja tingkat menengah yang terampil dan professional tidak akan dapat diwujudkan.

Penyelenggaraan pendidikan pada SMK memerlukan sarana pendidikan yang tingkat kecukupan dan pendayaangunanya memenuhi standar dalam rangka membentuk kompetensi yang dipersyaratkan bagi seorang tamatan Sekolah Menengah Kejuruan. Oleh karena itu, diperlukan perangkat yang dapat dijadikan acuan umum bagi semua pihak agar SMK semakin berkembang kearah kualitas yang diharapkan. Perangkat acuan tersebut dikembangkan dalam bentuk pokokpokok pikiran sebagai pedoman dalam pengembangan sarana pendidikan SMK di kota solok kedepannya.

Pokok-pokok pikiran ini memuat prinsip-prinsip dasar dalam pengembangan sarana pendidikan pada SMK, dan merupakan acuan umum yang mendasari acuan-acuan selanjutnya, antara lain yang mendasar adalah menambah 1 (satu) unit SMK baru Kelompok Pariwisata dengan bidang keahlian Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan yang erat dan berkaitan dengan pemberdayaan ratio siswa SMK : SMA 70:30 % kedepan serta mampu bersaing dengan tenaga asing yang akan datang

Solok,

Januari 2010

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kota solok merupakan daerah lintas dalam perdagangan dan pengembangan pendidikan ke depan, dari data kemajuan serta pertumbuhan sekolah sangat minim. Oleh karena itu kedepannya sudah perlu adanya penambahan SMK negeri baru. Dari data dan jumlah sekolah yang sudah ada di Kota Solok adalah : SMA negeri sebanyak 4 buah, SMK Negeri sebanyak 2 buah yang terdiri dari kelompok Bisnis Manajemen dan Teknologi, SLTP negeri sebanyak 6 buah, dan 1 buah MTsN serta 3 buah SMK swasta. Berdasarkan letak wilayah geografis di Sumatera Barat, Kota solok berada pada wilayah III dan segitiga persimpangan transportasi Sumatera-Jawa sampai saat ini belum memiliki SMK negeri kelompok Pariwisata dengan bidang keahlian Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan. Dari angka pertumbuhan pendidikan ke depan sudah saatnya Kota Solok mengajukan program pengembangan sekolah seperti hal di atas. Daerah yang menjadi input penerimaan siswa baru dari wilayah III ini ; Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Darmasraya dan sebagian Kabupaten Tanah Datar. Dimulainya AFTA dan AFLA pada tahun 2003 yang lalu akan menyebabkan tingkat persaingan tenaga kerja semakin terbuka, sebab SDM generasi muda Indonesia harus mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang siap berdatangan ke Indonesia. Sementara itu, krisis ekonomi dan bencana alam yang melanda negara kita juga merupakan factor penyebab menurunnya

tingkat stabilitas ekonomi dan meningkatkan angka pengangguran secara signifikan. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia telah lama dilakukan, baik dalam GBHN dan REPELITA selalu tercantum bahwa peningkatan mutu merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang pendidikan. Berbagai inovasi dan perubahan program pendidikan juga telah dilaksanakan, antara lain penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku ajar dan buku referensi lainnya, peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan lainnya melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi pendidikan mereka, peningkatan manajemen pendidikan serta pengadaan fasilitas lainnya. Dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan mutu pendidikan, ini merupakan tugas dan tanggung jawab serta perlu kesadaran bersama bahwa : 1. Peningkatan mutu pendidikan merupakan komitmen untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia, baik sebagai pribadipribadi maupun sebagai modal dasar pembangunan bangsa, 2. Pemerataan daya tampung pendidikan harus disertai pemerataan mutu pendidikan, sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat. Untuk maksud tersebut, pendidikan perlu dikembalikan kepada prinsip dasarnya, yaitu sebagai upaya untuk memanusiakan manusia ( humanisasi ). Pendidikan juga harus dapat mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berani menghadapi problema yagn dihadapi tanpa rasa tertekan, mau, mampu dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi. Pendidikan juga diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk memelihara diri sendiri, sambil meningkatkan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat dan lingkungannya. Dari uraian diatas, jelaslah bahwa sekarang amat diperlukan pendidikan yang dengan sengaja dirancang untuk membekali peserta didik dengan kecakapan hidup dan kehidupan, yang secara integrative memadukan potensi generic dan spesifik guna memecahkan dan mengatasi problema kehidupan. B. Tujuan dan Sasaran Dalam pengembangan SMK keterkaitan antara pusat dengan daerah sangat ditentukan oleh tingkat kebutuhan, baik pengembangan Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Kejuruan ( USB SMK ). Sangat penting untuk diinformasikan, bahwa sesuai prinsip otonomi daerah, pengembangan USB SMK sangat bertumpu kepada kemampuan Daerah ( tingkat propinsi dan tingkat kabupaten/kota ) baik dari segi pengadaan lahan, pengadaan bangunan, perabot serta peralatan untuk menunjang dalam proses pembelajaran. Menurut catatan sementara pada tahun 2001 2005 ada 65 Kabupaten / Kota yang belum memiliki SMK, pada tahun 2007 pembangunan SMK Negeri yang baru lebih kurang 700 unit dan dianggarkan pada tahun 2010. Dengan demikian dari segi sarana pendidikan, yang diperlukan utnuk SMK adalah peralatan praktek dasar dan praktek lanjut setelah mereka tamat dari program keahlian, dengan membuka lapangan kerja baru pada daerah masing masing yang dimulai dari membuka industri kecil yang merupakan implemenstasi dari bidang keahlian yang dimilikinya dapat diterapkan atau dipraktekkan. Dalam pengembangan SMK Jurusan Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan akan lebih efisien dan efektif apabila orientasinya diarahkan kepada kebutuhan riil daerah setempat, misalnya di buka di Kota Solok jurusan boga dan busana yang kuat dengan adat istiadat Tradisi Bararak dan Manjalang Bako. Pada tradisi ini untuk bararak dan manjalang bako masyarakat Solok membawa beraneka ragam dan jenis kue serta pakaian tradisional atau khas daerah, sehingga program yang di buka benar benar relative dengan kebutuhan setempat. Apabila kerjasama dengan dunia kerja setempat dapat dikembangkan sebaik baiknya atas dasar prinsip saling menguntungkan, maka pembelajaran di SMK lebih efisien dan ekonomis, baik dari segi tenaga pengajar, fasilitas fisik maupun biaya operasionalnya. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) mempunyai tujuan utama mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang produktif, mampu bersaing dalam mengisi

lowongan kerja dan atau mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Gambaran umum terhadap visi, misi dan tujuan SMK yang ingin dicapai adalah : 1. Era persaingan global yang akan dihadapi oleh semua Negara, hendaknya menjadi pemicu yang kuat bagi segenap penyelenggara pendidikan dan seluruh masyarakat pada umumnya untuk secara relistik dan konsisten meraih peningkatan demi peningkatan agar datangnya era tersebut tidak justru membawa kerugian bagi Bangsa Indonesia khususnya tamatan SMK. 2. Salah satu upaya penting untuk mempersiapkan diri memasuki era global adalah tersedianya tenaga kerja Indonesia yang memenuhi standar Nasional dan Internasional. 3. SMK sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan mampu menghasilkan calon tenaga kerja produktif serta mempunyai daya saing tinggi dalam mendapatkan peluang kerja di dunia kerja / industry di dalam dan luar negeri. 4. SMK diharapkan juga sekaligus mampu menghasilkan calon calon wirausahawan yang siap untuk berusaha sendiri dan tidak menggantungkan kehidupan mereka pada lowongan kerja yang ada di dunia kerja / industri. 5. Calon tenaga kerja atau tamatan yang dihasilkan SMK mampu dan memiliki untuk : memproduksi barang, berwirausaha, berkomunikasi dengan bahasa asing serta bekerjasama untuk mendukung pengembangan karir yang berkaitan dengan usaha mandiri. 6. Untuk dapat menjadi SMK yang mampu menghasilkan calon tenaga kerja yang diharapkan dalam penyelenggarakan pendidikan harus dipenuhi unsur unsur; siswa memiliki minat dan bakat, tenaga kependidikan yang cukup sesuai kualifikasi, pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi, KTSP, tuntas dan produksi layak jual, sarana prasarana pendidikan tersedia secara memadai dalam jenis dan jumlah sesuai dengan tuntutan kompetensi dan kurikulum, biaya operasional sesuai dengan alokasi kebutuhan, manajemen sekolah yang efisien, efektif dan ekonomis serta dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dan nyata dari masyarakat dan dunia usaha / dunia industri. 7. SMK diharapkan dan berperan sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan formal dan dapat berkembang menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Terpadu ( PPKT ) dalam penyelenggaraannya berbasis kompetensi dan dapat disertifikasi secara nasional, regional maupun internasional. C. Visi dan Misi Visi Misi : Menjadi Lembaga Diklat Kelompok Pariwisata yang baik dan Menghasilkan tenaga kerja tingkat Menengah yang Produktif serta Mampu bersaing secara nasional dan internasional. : Menghasilkan Sumber Daya Manusia di bidang Pariwisata yang Beriman, Bertaqwa dan Mandiri untuk menunjang Kestabilan Ekonomi melalui Diklat standar nasional dan internasional.

D. Pokok Pikiran Secara rasional pokok pokok pikiran yang disajikan dalam prosal ini dan berbagai alternatife program pendidikan yang dapat dikombinasikan sehingga pendidikan pada SMK Kelompok Pariwisata dengan bidang keahlian Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan di Kota Solok dapat diwujudkan pada tahun anggaran 2010 yang diselenggarakan secara efisien, efektif dan ekonomis. Akselerasi pokok pikiran tersebut menggambarkan hal hal sebagai berikut : a. Sumatera Barat terdiri dari 3 ( tiga ) wilayah, Kota Solok terletak pada jalur transit perdagangan dan persimpangan yang sampai sekarang belum memliki SMK Kelompok Pariwisata dengan bidang keahlian Tata Boga dan Tata Busana yang selalu diidam idamkan masyarakat dengan harapan dapat diwujudkan secara nyata. b. SMK adalah aset daerah dan nasional, dalam pengembangannya merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah, dan hal ini merupakan bagian

integral dari peningkatan ekonomi daerah. Peningkatan kekuatan ekonomi daerah tersebut pada gilirannya akan memperkuat perekonomian nasional. c. Investasi yang ditanamkan untuk SMK melalui serangkaian program pembangunan lima tahun selama ini sudah sedemikian besar, baik melalui rupiah dan melalui pinjaman luar Negeri. Oleh sebab itu berbagai upaya perlu dikembangkan agar aset tersebut sungguh sungguh mampu mendukung pertumbuhan daerah setempat. d. SMK merupakan alternatif pilihan, dan apabila SMK Kelompok Pariwisata di Kota Solok dapat dikembangkan secara efisien, efektif dan ekonomis, akan menghasilkan akselerasi dalam berbagai bidang kehidupan di daerah setempat dan daerah daerah sekitarnya.

BAB II DESKRIPSI PROGRAM YANG AKAN DIKEMBANGKAN


A. Dasar Program Kerja Penyusunan dan pengajuan proposal ini adalah didasari oleh : 1. Surat Edaran Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Provinsi Sumatera Barat No. 001/9386/SMPAK/2009, tanggal 22 Oktober 2009 tentang Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK pada Kabupaten/Kota 2. Surat Ederan Dirjen Mandikdasmen No. 5321/C/MN/2006 tentang Pendirian USB SMK Tahun 2007 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

5. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Lembar Negara RI No 78 Tahun 2003 ) 6. Kepmendiknas nomor 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah 7. Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen No. 4380/C.C3/KU/2002 tanggal 21 Agustus 2002, tentang Pengelolaan dana SMK yang bersumber dari pemerintah pusat dan dilakukan melalui swakelola 8. Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah 9. Dorongan dan desakkan masyarakat Kota Solok untuk berdirinya SMK Kelompok Pariwisata dengan bidang keahlian Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan 10. Perda di bidang Pendidikan Kota Solok B. Lingkungan Bidang Keahlian Pariwisata Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) yang mengembangkan bidang keahlian Pariwisata adalah sekolah yang bertanggung jawab melaksanakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga kerja tingkat menengah yang terampil, memiliki kompetensi dan sikap propesional di bidang Industri Pariwisata. 1. Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata 2. Program Keahlian Tata Boga 3. Program Keahlian Tata Busana 4. Program Keahlian Akomodasi Perhotelan Program Keahlian Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga dan Tata Busana dan Perhotelan berdasarkan kurikulum 1994 berada di Sekolah Menengah Teknologi Kerumahtanggaan ( SMTK )/ Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga ( SMKK ), sedangkan Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata berada di Sekolah Menengah Ekonomi Atas ( SMEA ). Sejak berlakunya peraturan pemerintah dan kurikulum edisi 1999, maka keempat program keahlian tersebut menjadi satu pada SMK Bidang Keahlian Pariwisata. Kurikulum keempat Program Keahlian tersebut memiliki tujuan dan program menyiapkan lulusannya. Kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa pada umumnya sama dengan kemampuan yang ada di daerah perkotaan. Motivasi dan pemberdayaan dari cara belajar harus ditingkatkan lagi sehingga hasil outputnya dapat mengimbangi masyarakat yang ada di kota. Hal ini terbukti dari beberapa siswa yang berasal dari wilayah Kota Solok ternyata berhasil dengan baik dalam studinya di kota kota dan bahkan diantaranya memiliki prestasi yang menonjol. C. Sarana dan Prasarana Proses pendidikan juga akan berhasil dengan baik jika ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mencukupi. Sekolah sekolah yang memiliki sarana yang baik dan cukup diwilayah Kota Solok juga dapat menghasilkan output yang cukup baik, jika hal ini ditingkatkan lagi, maka akan dapat diharapkan hasilnya pun akan lebih baik dari yang telah dicapai selama ini. Sekarang inilah waktu yang sangat baik untuk menyelenggarakan dan menentukan sendiri arah dan tujuan pendidikan di Kota Solok seiring dengan tujuan pendidikan nasional agar hasil pendidikan dapat di capai secara maksimal dan lebih berdaya guna di kelak kemudian hari. Untuk mencukupi kebutuhan pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat di Kota Solok perlu ditingkatkan lagi sarana dan prasarananya agar anak anak yang putus sekolah, karena itu perlunya perencanaan yang matang dari pihak yang terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan sebagai Lembaga Penyelenggara dan Pemerintah dan masyarakat sebagai Lembaga Penyandang Dana. D. Proses Belajar Mengajar Kegiatan belajar mengajar yang selama ini telah terlaksana perlu peningkatan dalam hal strategi dan metodenya. Meskipun proses telah berjalan dengan baik. Berdasarkan pengamatan secara langsung proses Belajar Mengajar di Wilayah Kota Solok pada umumnya telah berlangsung dengan baik. Selain itu dari data yang diperoleh, kegiatan Ekstrakurikuler juga telah terlaksana dengan baik, hal ini dapat di buktikan dengan selalu meriahnya acara acara yang melibatkan unsur sekolah dalam

rangka peringatan hari hari Nasional maupun hari hari besar keagamaan baik yang diselenggarakan di setiap kecamatan maupun ditingkat kabupaten. Keikutsertaan dalam lomba lomba baik itu lomba dalam mata pelajaran maupun Pekan Olah Raga Pelajar Daerah menendakan bahwa pendidikan di Kota Solok terus berusaha untuk ditingkatkan, agar tidak tertinggal dari daerah yang lebih maju. Penyelenggaraan Perkuliahan bagi guru guru sekolah menengah ( PGSM ) di Kota Solok yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Padang ( UNP ) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan (STKIP) memungkinkan peningkatan kualitas tenaga didik, sehingga kedepannya diharapkan akan meningkatkan pula mutu pendidikan yang di hasilkan oleh sekolah sekolah di wilayah Kota Solok. 2.Potensi Dan Kelemahan Eksternal Potensi eksternal di Kota Solok juga tidak sedikit. Potensi ini kiranya dapat dijadikan modal dalam pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Ada beberapa factor yang turut mempengaruhi keberhasilan tujuan diselenggarakan pendidikan di Kota Solok, diantaranya :

a. Infrastruktur 1. Penerangan Listrik Diwilayah Kota Solok umumnya di daerah pemukiman yang banyak penduduknya telah menggunakan penerangan listrik dari PLN. Sebagian yang lain masih berada di daerah perbukitan yang jarang penduduknya sehingga masih belum menikmati penerangan listrik. Listrik sekarang telah menjadi kebutuhan pokok. Pemakaian peralatan yang menggunakan arus listrik telah banyak dilakukan oleh masyarakat Solok Selatan. Sebagai contoh sekarang telah banyak dilakukan oleh masyarakat Solok. Sebagai contoh sekarang telah banyak masyarakat di Solok ini sebagai pengguna komputer, yang dulu merupakan barang yang langka di daerah ini. 2. Transportasi Dengan telah di bangunnya jalan yang dihubungkan Kota Solok merupakan sarana transportasi yang penting dalam wilayah Solok dan sekarang ini Solok merupakan jalur transportasi dari Propinsi Sumatera Barat sebagai simpang tiga ke Propinsi lain. 3. Telekomunikasi Jika dulu telepon genggam merupakan milik orang kota, maka di Solok sekarang alat ini telah dapat dirasakan di Solok. Sehingga jalur komunikasi sekarang telah dirasakan oleh masyarakat. b. Demografis (Jumlah Penduduk) Jumlah penduduk di Kota Solok lebih kurang 58.000 orang, dari sumber BPS Kota Solok di peroleh data sebagai berikut: Jumlah mencari kerja dari Solok adalah 2.549 orang terdiri dari 1.298. 50.92 % tamatan SLTA, 17,73 % pendidikan sarjana. 16,55 % pendidikan SLTP dan sisanya SD, DI, DII. Adapun potensi dan kelemahan dalam pencapaian taujuan adalah sebagai berikut: 1. Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap professional dalam lingkup keahlian pariwisata ( Usaha Jasa Pariwisata, Tata Boga, Tata Busana, dan Akomodasi Perhotelan ). 2. Mampu memilih karir,mampu berkompetensi dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup Program Keahlian Pariwisata ( Usaha Jasa Pariwisata, Tata Boga, Tata Busana dan Akomodasi Perhotelan); 3. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha/ dunia industri pada saat ini maupun pada masa akan dating dalam lingkup

keahlian Pariwisata ( Usaha Jasa Pariwisata, Tata Boga, Tata Busana, dan Akomodasi Perhotelan); 4. Menjadi warga Negara yang produktif, adaptif dan kreatif. c. Program Keahlian Yang Dikembangkan dan Sarana Program Keahlian Pariwisata Program produktif adalah program diklat yang memiliki tujuan untuk mengembangkan keahlian atau keterampilan berdasarkan prosedur dan standar kerja sesungguhnya guna menghasilkan barang dan jasa sesuai tuntutan pasar dan konsumen. Adapun tujuan dan bidang yang dapat diisi dari masing masing keahliannya dengan lingkup pekerjaan adalah : 1. Usaha Jasa Pariwisata; Mampu melaksanakan pelayan prima Mampu membuat dan melaksanakan pembukuan Mampu menerapkan dasar dasar kepariwisataan Mampu menerapkan dasar dasar sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja. Mampu menginformasikan geografis pariwisata dan penerbangan sesuai dengan ketentuan Mampu melaksanakan reservasi / pemesanan tiket perjalanan Mampu menghitung harga dan penerbitan tiket perjalanan secara manual dan Computer Reservation System ( CRS ) Mampu menyusun paket wisata dan pemasarannya Mampu melaksanakan pemanduan wisata local Mampu menerapkan prinsip team building and team work serta koordinasi dalam penyelenggaraannya. Mampu melayani tamu/ wisatawan dengan berkomunikasi menggunakan bahasa asing Mampu melaksanakan pelayanan di bidang usaha perjalanan wisata Mampu melaksanakan pelayanan pemandu wisata 2. Tata Boga Mampu melaksanakan pelayanan prima Mampu membuat dan melaksanakan pembukuan Mampu menerapkan dasar dasar kepariwisataan Mampu menerapkan dasar dasar sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja Mampu melayani pesanan makanan dan minuman Mampu melaksanakan pengelolaan makanan dan minuman ( persiapan, pengolahan dengan teknik dasar dan menghitung nilai gizi serta menu seimbang) Mampu mengolah dan menghidangkan aneka masakan Mampu mengolah dan menghidangkan aneka kue dan roti Mampu mengelola usaha boga 3. Tata Busana Mampu melaksanakan pelayanan prima Mampu membuat dan melaksanakan pembukuan Mampu menerapkan dasar dasar sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja Mendidik peserta didik agar menjadi warga Negara yang bertanggung jawab Mendidik peserta didik agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan, dan pengetahuan seni Mendidik peserta didik dengan keahlian keterampilan dalam keahlian programnya, agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha / dunia industry sebagai tenaga tingkat menengah Mendidik peserta didik agar mampu memilih karir, berkompetensi dan mengembangkan sikap professional dalam program keahliannya

Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan 4. Akomodasi Perhotelan Mampu melaksanakan pelayanan prima Mampu membuat dan melaksanakan pembukuan Mampu menerapkan dasar dasar kepariwisataan Mampu menerapkan dasar dasar sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja Mampu melayani tamu di kantor depan ( Front Office ) Mampu melakukan pekerjaan di tata graham ( Housekeeping ) Mampu mengelola usaha perhotelan d. Potensi Kota Solok Kota Solok merupakan daerah transip dalam transportasi darat, memiliki potensi yang sangat strategis dalam pembangunan pendidikan khususnya sekolah menengah kejuruan. Data pendukung dalam hal ini adalah antara jumlah tamatan SLTP dengan daya tampung yang tersedia pada SLTA tidak berimbang. Angka ini dapat dilihat dari table berikut : Data Tamatan SLTP/ MTsN Tahun Pelajaran 2006/ 2007 sampai 2008/2009 No Nama SLTP 2006/2007 2007/2008 2008/2009 1 SMPN 1 304 orang 374 orang 227 orang 2 SMPN 2 453 orang 326 orang 316orang 3 SMPN 3 137 orang 132 orang 120 orang 4 SMPN 4 155 orang 131 orang 145 orang 5 SMPN 5 174 orang 140 orang 132 orang 6 SMPN 6 109 orang 100 orang 97 orang 7 MTsN 188 orang 203 orang 192 orang 8 SMP Swasta 44 orang 63 orang 10 orang Daya Tampung SLTA / MA / SMKN Tahun 2009/2010 No Nama SLTA Mendaftar Daya Tampung Kelebihan 1 SMA 1 844 orang 344 orang 500 orang 2 SMA 2 526 orang 180 orang 346 orang 3 SMA 3 403 orang 220 orang 183 orang 4 SMA 4 334 orang 143 orang 191 orang 5 SMKN 1 889 orang 310 orang 579 orang 6 SMKN 2 736 orang 325 orang 421 orang 7 MAN 360 orang 142 orang 218 orang Daerah yang menjadi input penerimaan siswa baru atau potensi dari perencanaan SMK Kelompok Pariwisata ini adalah: Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya dan sebagian Kabupaten Tanah Datar. Skala perbandingan dari input siswa tamatan SLTP di Kota Solok untuk 3 ( tiga ) tahun terakhir terlihat pada table diatas. Dari pengamatan dan surpay dilapangan yang ada di Kota Padang dan Padang Panjang serta Bukittinggi, lebih kurang 30% siswanya berasal dari tamatan SLTP Solok. Sementara daya tampung yang tersedia pada SLTA/MA/SMK Negeri di Solok menunjukan perbandingan 3:1. Berarti jumlah tamatan siswa SLTP/MTsN yang ada di Kota Solok tidak dapat di tampung oleh sekolah yang sudah ada. Untuk pengadaan siswa baru dan input siswa tidak mengalami kesulitan dan tidak ada hambatan kedepannya, karena secara realita sudah lama menjadi keinginan masyarakat Solok untuk berdirinya SMK tersebut. Berdasarkan daya tampung dan jumlah siswa yang mendaftar dengan minat siswa untuk mau atau ingin masuk pada SMK dan SLTA di Kota Solok setiap tahunnya terjadi peningkatan dari berbagai daerah tersebut diatas. Disekitar sekolah terdapat institusi/industri/perusahaan cukup banyak, akan tetapi belum semua yang mendukung program kerja sekolah. Untuk menghadapi hal semacam ini, pihak sekolah harus proaktif untuk meraih dan merangkul serta mau

dukungan yang seluas luasnya, dan pihak Pemerintah Daerah Kota Solok serta masyarakat sekolah harus ikut mengupayakan agar pihak industri/perusahaan lebih peduli dan selalu memberikan dukungan nyata kepada sekolah. Dukungan Pemerintah Daerah sebagai institusi/industri/perusahaan, bahwa keberhasilan dalam menjalankan sebuah SMK. Dari segi ekonomi apabila program outsourcing berhasil, maka beban yang ditanggung oleh sekolah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sekolah akan semakin ringan. Oleh karena itu semua pihak (SMK, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sekolah) hendaknya sama sama mempunyai kepedulian terhadap program outsourcing tersebut. 1. Potensi dan kelemahan internal Sebagai kota yang baru dimekarkan, serta baru memiliki APBD yang perdana pada tahun 2005 ini segalanya seakan baru mulai melangkah, meskipun secara operasional telah berjalan sejak lama. Namun dengan semangat yang tinggi segenap masyarakat Kota Solok bertekad untuk mengatur sendiri segala tatanan pemerintahan maupun tatanan ekonominya. Karena kita memiliki potensi yang baik untuk dapat mengatur tatanan itu. Ada beberapa faktor internal yang mendukung Pemerintahan Kota Solok dalam rangka menyelenggarakan pendidikan bagi generasi mudanya, yaitu: a. Ketenagaan Salah satu faktor yang penting dalam lembaga pendidikan adalah adanya tenaga kerja yang mencakupi, yang memiliki kinerja yang tinggi, sehingga hasilnya dapat dicapai secara maksimal.

Tenaga fungsional dalam hal ini guru juga memegang peran yang penting. Tanpa guru, maka proses pendidikan tidak akan berjalan dengan semestinya. Demikian juga dengan tenaga strukturalnya, jumlah tenaga yang ada di Kota Solok relative cukup dan seimbang dengan tugas yang harus dikerjakan. Jika kinerjanya dapat ditingkatkan lagi, hasil yang dicapai akan dapat meningkat lebih dari yang diharapkan. b. Siswa Keadaan siswa di Kota Solok harus dapat perhatian yang khusus, karena dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang masih sangat sedikit menyebabkan tempat tinggal dari sebagian siswa relatif jauh dari lokasi sekolah. c. Sumber mata pencarian Mata pencaharian masyarakat Solok terdiri dari: Petani sawah Petani perkebunan Pedagang Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wiraswasta Buruh tani dan buruh kasar. d. Sumber Daya Alam 1. Letak Geografis Kota Solok terletak antara 03245LS dan 1012741 BT sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Solok, sebelah timur berbatasan dengan Kota Solok, sebelah timur berbatasan dengan Kota Sawah Lunto, sebelah barat berbatasan dengan Kota Padang, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Solok merupakan wilayah yang sangat potensial, terutama jalur transportasi antara timur, utara dan barat, yang

memiliki hasil pertanian seperti beras, kopi, casiapera, ikan dan perindustrian perbengkelan. Kedepan Kota Solok sesuai dengan potensi yang akan di kembangkan terutama di bidang industry baik ekstra kecil maupun menengah. Untuk mengembangkan sektor industri tersebut sangat didukung dengan kesedian tenaga kerja professional, terampil dan siap pakai sesuai dengan bidang keahliannya, yang menuntut kehadiran sebuah lembaga pendidikan ( SMK Kelompok Pariwisata) yang akan menyiapkan calon tenaga kerja di Kota Solok dan sekitarnya. 2. Luas Wilayah Luas wilayah Kota Solok adalah 5400 km yang terdiri dari 2 kecamatan diantaranya Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan. Keadaan alam Kota Solok terdiri dari lahan sawah dan perkebunan serta perikanan, secara keseluruhan adalah lahan aktif / produktif. 3. Hasil bumi Hasil bumi yang dapat diolah dan dikembangkan di Kota Solok adalah seperti padi, kopi, casiapera, ikan air tawar dan peternakan. e. Kultur dan Budaya Masyarakat Minangkabau memiliki kultur budaya yang unik jika dibandingkan dengan masyarakat lain di Indonesia. Kultur budaya Solok merupakan aset bangsa dan negara yang harus dilestarikan dan dapat dijadikan sumber pustaka Indonesia seperti tradisi bararak dan manjalang bako. 2. Permasalahan dan Alternatif Pemecahan Permasalahan Dari semua potensi yang ada di Kota Solok yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi faktor permasalahan dan faktor penghambat dalam proses pendidikan di Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya adalah: a. Luas daerah dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit dapat menyebabkan lokasi berdirinya sekolah menjadi jauh dari rumah siswa atau guru. Hal ini pada umumnya sekolah didirikan pada daerah pemukiman yang padat pada jumlah penduduk dan daerah pasar sebagai ibu kecamatan/ kota. Oleh sebab itu diharapkan pemerintah dan dinas yang terkait harus dapat memecahkan hal ini mulai dari perencanaan, penambahan unit sekolah baru SMK dan jalannya roda pemerintahan dilaksanakan secara berimbang serta perhitungan secara matang yang sesuai dengan tuntutan Otonomi Daerah masing masing. b. Masuknya teknologi modern dapat mengganggu usaha peningkatan hasil belajar siswa, hal ini dirasakan paling banyak pada anak anak yang tidak mau belajar di sekolah seperti cabut pada jam PBM lalu bermain play station sebagai penghambat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tayangan hiburan di televise juga dapat mempengaruhi proses peningkatan hasil belajaran, siswa yang sering menyaksikan hiburan tersebut akan berdampak aneh yang tidak sesuai dengan aturan. Masuknya telepon genggam di tengah masyarakat juga dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa, karena mereka asik dengan teleponnya sehingga konsentrasi dalam belajar terganggu. c. Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang dirasakan masyarakat Solok yang akhirnya bermuara pada rendahnya SDM yang ada.

BAB III RENCANA PENGGUNAAN DANA DAN BANTUAN SUBSIDI


Pada dasarnya penyusunan anggaran biaya pada SMK Kelompok Pariwisata dengan Bidang Keahlian Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan dilakukan dengan pendekatan empiric yang berdasarkan pengalaman masa lalu yang dikombinasikan dengan kajian teori untuk mengetahui kebutuhan masa depan peserta didik yang diharapkan benar benar professional dibidangnya. Perencanaan kebutuhan anggaran disusun berdasarkan fungsi dan kegunaannya/ asas manfaat yang berkaitan erat dengan jenis kegiatan dan calon pemakainya. Dari Surat Edaran Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dan persyaratan yang diberikan dalam Pendirian Unit Sekolah Baru SMK ( USB SMK ) untuk tahun anggaran 2007, bahwa Pemerintah Kota Solok dapat menyanggupi hal hal yang berkaitan dengan persyaratan yang diajukan tersebut ( Surat Edaran Terlampir ). Dari Analisa Kebutuhan Anggaran Biaya untuk pengadaan USB SMK Kelompok Pariwisata Kota Solok direncanakan ber tahap, berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak dan Tarif Harga Bangunan yang terbaru adalah: No 1 2 3 4 Kebutuhan Tanah Bangunan Mobiler Sarana prasarana Jumlah Volume 2 30.000 M 2 3.050 M 350 set Satuan Rp. 150.000,Rp. 4.089.000,Rp. 1.090.000,Jumlah Rp. 4.500.000.000,Rp. 12.471.450.000,Rp. 381.500.000,Rp 500.000.000,Rp. 17.852.950.000,-

Keterangan : 1. Tanah 2. Bangunan 3. Harga Satuan

: Pengadaan dan pembebasan tanah untuk lokasi sekolah adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Solok : Untuk perencanaan Rancangan Konstruksi dengan SMKN 2 (Kelompok Teknologi Industri ) siap membantu dan menunggu realisasi SK penetapan : Harga satuan biaya adalah daftar harga yang terendah, dan sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Solok.

Pembiayaan Pembiayaan pendirian SMK Negeri 3 Solok diperkirakan memerlukan dana sebesar Rp. 17.852.950.000,- diperoleh dari : 1. Swadaya masyarakat 2. Pemerintah Kota Solok sebagai dana sharing Rp 1 Milyar dan Lokasi Pembangunan 3. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat 4. Pemerintah Pusat 5. Donatur ( Dunia usaha/ Industri, perantau ) Proses realisasi dana dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pengumpulan dana dari swadaya masyarakat dan para donator yang telah dikeluarkan untuk pengadaan tanah lokasi bangunan lebih kurang 4 ha. Manajemen Sekolah Manajemen sekolah yang dipergunakan adalah Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah ( MPMBS ). Hal ini dilakukan sesuai dengan Visi dan Misi sekolah di era otonomi daerah. Kota Solok memiliki daerah yang relativ luas dengan potensi alam dari sektor perdagangan dan home industri kecil. Peran serta masyarakat

Peran serta masyarakat sangat tinggi, ini terbukti dengan adanya swadaya masyarakat secara gotong royong dalam mengumpulkan dana dan menyediakan tanah untuk pembangunan SMK baru pada tahun 2010. Potensi Lapangan Kerja Potensi lapangan kerja cukup banyak tersebar di Propinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Untuk Kota Solok saat ini perusahaan yang membutuhkan tamatan SMK sangat relative dan mau menampung lulusan tersebut sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Pelaksanaan kegiatan pembangunan direncanakan di bagi dalam beberapa tahap diantaranya ; A. Tahap I Tahun 2010 Pelaksanaan pendirian gedung SMK Negeri I Kota Solok pada tahap 1 direncanakan selama 6 bulan dengan biaya sebesar Rp 1.020.000.000,- yang diperoleh dari: 1. Pemerintah Daerah Kota Solok Rp 1.000.000.000,- Pengadaan lahan tanah 2. Pemerintah Pusat/Provinsi Rp 1.000.000.000,3. Masyarakat / DU/DI Rp 40.000.000,Biaya tersebut rencananya untuk pembangunan Sarana dan Prasarana 1. Bangunan Gedung a. Ruang Kep Sek Rp 263.808.000,b. Ruang Tata Usaha Rp 263.808.000,c. Ruang Guru Rp 296.784.000,d. Ruang Teori Rp 593.568.000,- + sesuai dengan program keahlian e. Ruang Praktek Rp 296.784.000,- + sesuai dengan program dibuka f. WC Guru/Pegawai Rp 65.952.000,g. WC Siswa Rp 98.988.000,JUMLAH Rp 1.879.632.000,2. Pengadaan Perabot/Mobiler ; a. Ruang Kepala Sekolah Rp 16.030.000,b. Ruang Tata Usaha Rp 17.920.000,c. Ruang Guru Rp 27.860.000,d. Ruang Teori Rp 82.710.000,e. Ruang Praktek Rp 16.010.000,JUMLAH Rp 160.530.000,-

Total Biaya Tahap Pertama

Rp. 2.040.162.000,-

B.Tahap II Tahun 2011 Pembangunan tahap II dengan jumlah sebesar Rp 2.167.980.000,- diperoleh dari ; bantuan dan subsidi silang dengan Jumlah biaya tersebut rencana penggunaannya ;
Bangunan Gedung a. Bangunan ruang Teori b. Laboratorium c. Ruang Praktek a. Perpustakaan b. Ruang DUDI JUMLAH Rp 593.568.000,Rp 263.808.000,Rp 263.808.000,Rp 263.808.000,Rp 87.936.000,Rp 1.571.840.000,Rp 82.710.000,Rp 43.180.000,Rp 19.050.000,Rp 16.660.000,Rp 50.540.000,Rp 212.140.000,Rp 584.000.000,-

Pengadaan Perabot/Mobiler ; a. Ruang Teori b. Ruang Perpustakaan c. Ruang Praktek d. Ruang DUDI e. Ruang Laboratorium JUMLAH Pengadaan Alat Praktek

Total Biaya Pembuatan

Rp. 2.367.980.000,-

C. Tahap III Tahun 2012 Pelaksanaan tahap III dengan jumlah dana sebesar Rp 2.800.000.000,- dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Solok dan Provinsi ; a. Melengkapi sarana bangunan gedung sedang terbengkalai; b. Melengkapi sarana Olahraga; c. Melengkapi sarana Praktek dan ruang teori; d. Melengkapi sarana Administrasi; e. Membangun Pagar dan Pintu Gerbang; f. Pembuatan Taman Sekolah D. Tahap IV dan selanjutnya.. Kegiatan pada tahun 2013 dan selanjutnya adalah menyiapkan penyelesaian bangunan gedung dan ruang praktek yang sedang terbengkalai sesuai dengan perencanaan, pengembangan sekolah secara bertahap, ditaksir sebesar 3.000.000.000 dan 381.500.000,- dialokasikan untuk sarana praktek kichen shet serta sarana perhotelan sehingga dapat terealisasi optimal. E. Tahap V dan selanjutnya.. Tahun 2014 dan selanjutnya penyelesaian target perencanaan kelanjutan fisik dan melengkapi sarana prasarana pendidikan yang mengarah pada sekolah yang berstandar nasionan dan internasional serta mandiri. Total aanggaran diperkirakan sebanyak Rp 2.463.308.000,-

BAB IV ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA


a. Analisis Guru / Staff Pengajar Dalam pengadaan Tenaga Pengajar atau Staff dan karyawan Pemda Kota Solok bekerjasama dengan pihak UNP selalu mempersiapkan/ mencetak tenaga kependidikan. Disamping bekerjasama dengan UNP, dari data guru dan pegawai yang ada di Kantor Dinas Pendidikan Kota Solok untuk guru Normatif dan Adaftif cukup tersedia dan latar belakang pendidikan Strata 1 ( S1). Bila proses belajar dan mengajar dimulai dan Siswa sudah ada, guru guru tersebut siap untuk melaksanakan tugas. Sedangkan untuk mata Diklat Produktif sudah ada 1 ( satu ) orang PNS dengan bidang keahlian Strata 1 ( S1 ) Tata Boga. No Program Diklat Tersedia Dibutuhkan Kualifikasi A PROGRAM NORMATIF
1 2 3 4 5 B 6 7 8 9 10 11 C 11 12 Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Bahasa dan Sastra Indonesia Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Sejarah Nasional dan Umum/IPS PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris IPA Komputer Kewirausahaan Seni Budaya PROGRAM DEDUKTIF Pelayanan Prima Pembukuan 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 S-1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

13

14

15 16 17 18 19 20 21

Kepariwisataan : Sejarah Pariwisata Dasar Perhotelan Dasar Tata Graha Dasar Tata Hidang Dasar Usaha Perjalanan Pariwisata Dasar Tata Boga Sanitasi, Higiene dan keselamatan kerja sanitasi ruang Teori Hygiene dan keselamatan kerja Identifikasi kerusakan dan keracunan makanan Tata Hidang Pengolahan makanan dan minuman Pemb.adonan Dasar dalam peng. Kue dan roti Peng. dan penghidangan aneka masakan Peng. dan penghidangan kue dan roti Pengolahan usaha Paket Keahlian : Peng. dan Penghidangan Aneka Masakan Peng. dan Penghidangan Aneka kue dan roti Pely. Pes. Makanan dan minuman

1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2

S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

b. Tenaga Non Guru / Tenaga Administrasi Untuk pengadaan tenaga operasional sekolah dan pembantu pelaksanaan administrasi pada suatu sekolah menengah kejuruan, harus tersedia tenaga dalam penunjang kegiatan proses pembelajaran diantaranya : No Jenis Tenaga Administrasi Tersedia Dibutuhkan Kualifikasi 1 2 3 4 5 6 7 Kasubag Tata Usaha / TU Bendaharawan / Keuangan Operator Komputer Pelaksana Tugas / Administrasi Petugas Kebersihan/ Caraka Petugas Keamanan / SATPAM Penjaga Sekolah 1 orang 1 orang 1 orang 3 orang 1 orang 1 orang 1 orang S1 SMK SMK SLTA SMP SLTA SMP

C. Panitia Pendiri Dalam perencanaan dan pendirian SMK Kelompok Pariwisata dengan Bidang Keahlian Tata Boga dan Tata Busana sudah diprogramkan pada Dinas Pendidikan untuk pengembangan SMK kedepan. Sebagai panitia pendiri untuk pengembangan SMK kedepan, kepanitiaan terdiri dari : 1. Pelindung / Penasehat : Walikota Solok Wakil Walikota Solok Ketua DPRD Kota Solok Sekretaris Daerah Kota Solok 2. Penanggung Jawab : Ketua : Drs.H. Rafatli, M.Pd Wakil Ketua : Drs.H. Umar .M, MM Sekretaris : Drs Munas Bendahara : Drs. Abdul Hadi, M.PSA 3. Seksi Pembangunan : Ketua : Niko Syahril, S.Pd Anggota : 1. Drs Martison

4. Seksi Pendidikan/ Pengajaran

: Ketua Anggota

5. Seksi Perlengkapan/ Sarana Prasarana

: Ketua anggota

2. Maret Saptono 3. Drs Irdawendi 4. Drs. Zarveri, MM : Drs. H. Hendrizon. MM : 1. Drs H. Hendrilefi 2. Drs. Doriswelly 3. Drs. Yefnizal 4. H. Sri Yenti 5. Rinaldi, S.T : Jusmardi, S.Pd : 1. Zulhilmi, S.Pd. MM 2. Darwin 3. Drs Efizal Arifin

Panitia Pendiri SMKN 3 Kota Solok Ketua Sekretaris

Drs H. Rafatli, M.Pd

Drs. Munas

BAB V PENUTUP
A. Simpulan

Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Program Keahlian Pariwisata ( Usaha Jasa Pariwisata, Tata Boga, Tata Busana, dan Akomodasi Perhotelan ) mempunyai tujuan utama untuk mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang produktif, mampu bersaing dalam mengisi lowongan kerja dan atau mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Dari Visi, Misi dan Tujuan SMK yagn ingin dicapai adalah : 1. Era persaingan global yang akan dihadapi oleh semua Negara, hendaknya menjadi pemicu yang kuat bagi segenap penyelenggara pendidikan dan seluruh masyarakat pada umumnya untuk secara relistik dan konsisten meraih peningkatan demi peningkatan agar datangnya era tersebut tidak justru membawa kerugian bagi bangsa Indonesia khususnya tamatan SMK. 2. Salah satu upaya penting untuk mempersiapkan diri memasuki era global adalah tersedianya tenaga kerja internasional. 3. SMK sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan mampu menghasilkan calon tenaga kerja produktif serta mempunyai daya saing tinggi dalam peluang kerja di dunia kerja/ industry di dalam dan luar negeri 4. SMK diharapkan juga sekaligus mampu menghasilkan calon calon wirausahawan yang siap untuk berusaha sendiri dan tidak menggantungkan kehidupan mereka pada lowongan kerja yang ada di dunia kerja/ industry. 5. Calon tenaga kerja atau tamatan yang dihasilkan SMK mampu dan memiliki untuk: memproduksi barang, berwirausaha, berkomunikasi dengan bahasa asing serta bekerjasama untuk mendukung pengembangan karir yang berkaitan dengan usaha mandiri. 6. Menjadi SMK yang mampu menghasilkan calon tenaga kerja yang diharapkan dalam penyelenggaraan pendidikan harus dipenuhi unsur unsur: siswa memiliki minat dan bakat, tenaga kependidikan yang cukup sesuai kualifikasi, pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi, tuntas dan produksi layak jual, sarana prasarana pendidikan tersedia secara memadai dalam jenis dan jumlah sesuai dengan tuntutan kompetensi dan kurikulum, biaya operasional sesuai dengan alokasi kebutuhan, manajemen sekolah yang efisien, efektif dan ekonomis serta dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dan nyata dari masyarakat dan dunia usaha/ dunia industry 7. SMK diharapkan dan berperan sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan formal dan dapat berkembang menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Terpadu ( PPKT ) dalam penyelenggaraannya berbasis kompetensi dan dapat disertifikasi secara nasional, regional maupun internasional 8. Dari Visi dan Misi Walikota Solok, Pendidikan adalah sebagai prioritas utama demi peningkatan SDM Kota Solok 9. Adanya kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan Pemda Kota Solok dalam peningkatan mutu pendidikan dan untuk kemajuan SMK sampai 2014 Indonesia yang memenuhi standar nasional dan

10. Terwujudnya keinginan Kota Solok untuk pendirian USB SMK pada tahun anggaran 2010 B. Saran 1. Agar 2010 2. Pemerintah Kota Solok agar menyediakan tanh untuk USB SMK dan menyediakan lahan/ tanah sesuai dengan standar minimal pendirian USB SMK 3. Dinas Pendidikan Kota Solok agar berusaha menyiapkan tenaga pengajar dan sarana prasarana lainnya demi terwujudnya USB SMK yang refresentatif. 4. Pemerhati Pendidikan Kota Solok bisa menerima pendirian USB SMK dengan keiklasan dan kondusif Demikianlah kesimpulan dan saran saran ini kami sampaikan atas bantuan, dorongan, perhatian Pemerintah Pusat serta keinginan masyarakat Solok agar dapat terealisasi diucapkan terima kasih. Penyusun Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan dapat merealisasikan keinginan Pemda Kota Solok untuk dapat mengucurkan dana Pendirian USB SMK pada tahun

Drs. Munas

WALIKOTA SOLOK
SURAT PERNYATAAN Nomor Lampiran Perihal : 425/ /PD-Sekr/2010 : :Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Kepada Yth. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jendral Mendikdasmen Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta Dengan hormat, Sehubungan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat No. 011/9386/SMPAK/2009 tentang pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), dengan ini kami sampaikan bahwa Kota Solok Provinsi Sumatera Barat berminat untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di Kota Solok.

Pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 di Kota Solok dimaksud untuk menampung lulusan SLTP yang setiap tahunnya semakin meningkat dan kondisi SLTA ( SMU dan SMK ) yang ada belum cukup dapat menampung lulusan tersebut serta memenuhi ratio SMA:SMK kea rah 37%:63%. Untuk terlaksananya pendirian SMK Negeri 3 tersebut kami Pemda Kota Solok menyediakan Dana/ Pembiayaan Operasional melalui anggaran APBD setiap tahunnya guna kelangsungan kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah tersebut. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Solok, Januari 2010 Walikota Tembusan Yth : 1. Dirjen Mendikdasmen di Jakarta 2. Ketua DPRD Kota Solok

SYAMSU RAHIM

WALIKOTA SOLOK
SURAT PERNYATAAN Nomor Lampiran Perihal : 425/ /PD-TU/2010 : :Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Kepada Yth. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jendral Mendikdasmen Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta Dengan hormat, Sehubungan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat No. 011/9386/SMPAK/2009 tentang pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), dengan ini kami sampaikan bahwa Kota Solok Provinsi Sumatera Barat berminat untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di Kota Solok. Pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 di Kota Solok dimaksud untuk menampung lulusan SLTP yang setiap tahunnya semakin meningkat dan kondisi SLTA ( SMU dan SMK ) yang ada belum cukup dapat menampung lulusan tersebut. Untuk terlaksananya pendirian SMK Negeri 3 tersebut kami Pemda Kota Solok Menyediakan Dukungan Rencana Biaya Pengadaan Sarana Prasarana melalui anggaran APBD setiap tahunnya guna kelangsungan kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah tersebut. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Solok, Januari 2010

Walikota Tembusan Yth : 1. Dirjen Mendikdasmen di Jakarta 2. Ketua DPRD Kota Solok

SYAMSU RAHIM

PEMERINTAH KOTA SOLOK DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK


Jalan Tembok Raya Kota Solok Nomor Lampiran Perihal Telpon : (0755) 20334 Kode Pos : 27326 Solok, Januari 2010

Kepada Yth. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktur Jendral Mendikdasmen Departemen Pendidikan Nasional Di Jakarta

: 420/ /PD-TU/2010 : : Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK

Dengan hormat, dalam rangka meningkatkan pemerataan untuk memperoleh kesempatan belajar pada jenjang SLTA khususnya Sekolah Menengah Kejuruan guna menambah daya tampung lulusan SLTP yang ada pada Kota Solok. Bersama ini kami mengajukan permohonan adanya Pendirian Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Solok, sebagai pertimbangan Bapak kami lampirkan Proposal Pendirian USB SMK dimaksud. Berdirinya SMK tersebut diharapkan dapat menyiapkan sumber daya manusia guna pengembangan potensi daerah, tentu saja kami sampaikan pula Pemerintah Kota Solok telah menyiapkan dana pendamping yang dialokasikan pada APBD Demikianlah atas perhatiannya, kami ucapkan banyak terima kasih. Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok

Drs H. Rafatli, M.Pd NIP. 19601115 198503 1 007 Tembusan Yth disampaikan : 1. Dirjen Mendikdasmen di Jakarta 2. Walikota Solok 3. Ketua DPRD Kota Solok

PEMERINTAH KOTA SOLOK DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK


Jalan Tembok Raya Kota Solok Telepon : ( 0755 ) 20334 Kode Pos 27326

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK


Nomor : 420/ /PD-TU/2010

TENTANG PENUNJUKAN TIM PENDIRIAN USB SMK NEGERI 3 KOTA SOLOK


KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK Menimbang : a. Bahwa dengan akan didirikannya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 sesuai dengan agenda Kota Solok Tahun Ajaran 2009/2010. b. Bahwa dalam rangka kegiatan operasional sekolah perlu di bentuk badan pengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sisdik nasional; 2. Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah; 3. Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 5. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Provinsi sebagai Daerah Otonomi; 7. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor :0490/U/2002 tentang Sekolah Menengah Kejuruan; 8. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor :01/U/2002 tentang Pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional; 9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor :087/U/2002 tentang Akreditasi Sekolah; 10. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor :060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah; MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Menunjuk Tim Pendirian USB SMK Negeri 3 kota Solok sebagaimana ditetapkan pada surat keputusan ini;

PEMERINTAH KOTA SOLOK DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK


Jalan Tembok Raya Kota Solok Telepon : ( 0755 ) 20334 Kode Pos 27326

KEDUA

: Tim Pendirian Unit Sekolah Baru mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 1. Melaksanakan kegiatan persiapan, perencanaan dan pelaksanaan operasional Sekolah Menengah Kejuruan; 2. Melaksanakan pendirian bangunan, pengadaan perabot dan peralatan; 3. Melaksanakan rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Tenaga Administrasi; 4. Melaksanakan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat maupun dunia usaha/dunia industri; 5. Melakukan sinkronisasi kurikulum dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan; 6. Membuat laporan kegiatan kepada Bapak Walikota;

KETIGA

: Biaya pelaksanaan tugas dimaksud dalam poin dua akan dibebankan pada APBD Kota Solok; KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan diperbaiki sebagaimana mestinya jika dikemudian hari terdapat kekeliruan; Ditetapkan di : Solok Pada tanggal : Januari 2010 Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok

Drs H. Rafatli, M.Pd NIP. 19601115 198503 1 007 Tembusan disampaikan kepada Yth : 1. Direktorat Jenderal Mendikdasmen di Jakarta 2. Walikota Solok di Solok 3. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat 4. Ketua DPRD Kota Solok di Solok 5. Ketua Bappeda Kota Solok di Solok.

PEMERINTAH KOTA SOLOK DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK


Jalan Tembok Raya Kota Solok Telepon : ( 0755 ) 20334 Kode Pos 27326

Lampiran Nomor Tanggal

: Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok : 420/ /PD-TU/2010 : Januari 2010 Tim Pendiri Unit Sekolah Baru SMK Negeri 3 Kota Solok

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

NAMA Drs. Erman R. MM Drs. Munas Drs. Abdul Hadi,M.PSA Drs. H. Rafatli. M.Pd Jusmardi, S.Pd Drs H. Umar M. MM Dra. Hj. Mursiati. MM Drs. Zarveri. MM Drs. Doriswelly Drs. Efizal Arifin Maret Saptono. A.Md Drs. Yep Eka Surya

UNSUR SMK N 1 Solok SMK N 2 Solok Kepala Dinas Pendidikan Kasi Sarana Dikmen Sekretaris Dinas Pendd Kasi PMTK Kasi Kesiswaan Dikmen Kasi Kurtendik Dikmen SMK N 1 Solok SMK N 2 Solok SMK N 1 Solok

JABATAN DALAM TIM USB - SMK Ketua Tim / Calon Kepala Sekolah Sekretaris Bendahara Ketua Unit Pendidikan Ketua Unit Sarana Pendidikan Pen. Jawab Kelembagaan Pen. Jawab Guru Pen. Jawab Siswa Pen. Jawab Kur&Hub.DU/DI Pen. Jawab Peralatan & Buku Pen. Bangunan & Perabot Pen. Jawab Guru bidang Produktif

Ditetapkan di : Solok Pada tanggal : Januari 2010 Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok

Drs H. Rafatli, M.Pd NIP. 19601115 198503 1 007

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini Ketua Tim Pendirian USB SMKN 3 Solok dengan ini menyatakan : Nama Institusi Alamat : SMK Negeri 3 Solok : Kota Solok

Memiliki Rekening bersama antar Ketua Tim Pendirian USB SMK dengan Bendahara pada : Bank * ) Cabang Unit **) Nomor Rekening Atas Nama : : : : : Tim Pendirian USB SMK N 3 Solok QQ

Demikianlah Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk memenuhi kelengkapan persyaratan Imbal Swadaya USB SMK 200 ( dan lampiran foto copy rekening Koran / buku tabungan ) pada Bagian Proyek Peningkatan Sarana Sekolah Kejuruan Tahun 200 dan mohon untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui / menyetujui Kepala Dinas Pendidikan

Solok,

Januari 2010

Yang menyatakan Ketua Tim Pendiri USB SMK

NIP.. *) Bank Pemerintah **) diisi bila perlu

NIP

WALIKOTA SOLOK

SURAT PERNYATAAN
Sehubungan dengan pelaksanaan Pendirian Unit Sekolah Baru SMK yang berlokasi di.., maka kami menyatakan akan menyiapkan dana pendamping pembangunan tersebut sebagaimana di bawah ini :
NO 1 2 3 4 SUMBER DANA Pusat Propinsi Kota Masyarakat Jumlah TAHUN I 2010 Rp. 1.000.000.000 Rp. 1.000.000.000 Rp. 3.000.000.000 Rp. 1.540.000.000 Rp 6.540.000.000 TAHUN II 2011 Rp. 1.367.000.000 Rp. Rp. 1.000.000.000 Rp. Rp 2.367.000.000 TAHUN III 2012 Rp. 1.000.000.000 Rp. 1.000.000.000 Rp. 800.000.000 Rp. Rp 2.800.000.000 TAHUN IV 2013 Rp. 1.000.000.000 Rp. 2.000.000.000 Rp 381.500.000 Rp. Rp 3.381.500.000 TAHUN V 2014 Rp. 500.000.000 Rp. 1.500.000.000 Rp. 463.000.000 Rp. Rp 2.463.000.000

Demikianlah pernyataan alokasi dana yang secara bertahap akan mendampingi dana Pemerintah Pusat dalam rangka merealisasikan Pendirian Unit Sekolah Baru Sekolah Menengah Kejuruan.

Mengetahui / menyetujui Ketua DPRD Kota Solok

Solok, Januari 2010 Yang menyatakan, Walikota

YUTRIS CAN, SE

SYAMSU RAHIM

PEMERINTAH KOTA SOLOK DINAS PENDIDIKAN KOTA SOLOK


Jalan Tembok Raya Kota Solok Nomor Lampiran Perihal : 420/ 161 /PD-Sekr/2010 : : Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Kepada Yth. Bapak Walikota Solok Melalui; Bapak Sekretaris Daerah Kota Solok Di Lubuk Sikarah Solok Dengan hormat, Sehubungan dengan Surat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat No. 642/22F/SMP.A.K/2010 tanggal 21 Januari 2010, perihal Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK di Kabupaten/Kota, dengan ini kami sampaikan kepada Bapak bahwa Dinas Pendidikan Kota Solok mengajukan usulan pendirian 1 (satu) unit Pembangunan USB Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di Kota Solok ke Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olah raga Provinsi Sumatera Barat. Untuk mendapatkan Pembangunan USB SMK tersebut Pemerintah Kota Solok harus bersedia memenuhi persyaratan yang diminta melalui surat pernyataan Walikota antara lain adalah : 1. Menyediakan tanah untuk lokasi minimal seluas sampai 3 hektar, dibuktikan dengan sertifikat tanah serta GS dengan kemiringan tanah maksimal 100 s/d 150 dengan kriteria : a. Dekat jalan utama b. Ada sumber air c. Transportasi lancar 2. Menyediakan alokasi dana sharing minimal Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar rupiah) yang dianggarkan dalam APBD Kota Solok tahun anggaran 2010 3. Menyediakan dana pematangan lahan (cut and fill). 4. Lokasi : - Tanah Garam - Laiang Oleh karena itu untuk memenuhi persyaratan tersebut di atas, kami mohon bantuan Bapak untuk dapat menyediakannya. Demikianlah disampaikan, atas pertimbangan dan keputusan Bapak kami ucapkan terima kasih. Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Drs. H. Rafatli. M.Pd Pembina Utama Muda, IV/b Nip. 19601115 198503 1 007 Telepon : ( 0755 ) 20334 Kode Pos 27326 Solok, 27 Januari 2009

Tembusan Yth disampaikan : 1. Bapak Ketua DPRD Kota Solok 2. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Prop. Sumatera Barat di Padang