ISSN: 2087-5967

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universita Gadjah Mada s

Dies Natalis FEB UGM ke-56

10

Edisi 10

November 2011

P

Preface

CONTENT
3 | Preface 4 | Content 5 | What’s Up FEB 18 | Special Report 24 | Scholarship and Recruitment 25 | Partnership 26 | Lecturer’s Article
Internet Financial Reporting dan Tempelan Multimedia pada Statement Keuangan Elektronik

ada 19 September 2011, FEB tepat berusia 56 tahun. Banyak catatancatatan membanggakan terukir. Ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi semua pihak dari masa ke masa. Diharapkan ke depan FEB semakin tumbuh dan berkembang dalam penyediaan lingkungan belajar yang kondusif untuk membekali kemampuan softskill dan hardskill bagi calon-calon pemimpin masa depan. Senyum, tawa bahagia terurai dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-56 pada 18 September lalu. Acara yang dikemas menjadi satu rangkaian syawalan dan tumpengan tersebut dihadiri oleh sivitas akademika FEB beserta keluarganya dan tamu undangan. Kemeriahan Dies Natalis sebenarnya telah dimulai pada awal September. Untuk menumbuhkan kebersamaan dan sportivitas, lomba olahraga ditandingkan: bola voli, tenis lapangan, bulu tangkis, dan tenis meja. Masuk juga dalam rangkaian acara Dies Natalis yakni anjangsana ke pensiunan karyawan dan janda dosen serta ziarah ke makam sesepuh dan dosen sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa dan karya yang telah dipersembahkan untuk fakultas tercinta. Tak kalah menariknya, partisipasi mahasiswa dalam acara Student Week untuk memeriahkan ulang tahun fakultasnya. Cultural events, salah satu acara yang memiliki daya tarik tersendiri menampilkan budaya dan seni oleh mahasiswa asing dari Belanda, Perancis, Korea, Jepang, dan Jerman ditambah gerak enerjik nan padu mahasiswa FEB menari Saman. Unit penelitian FEB, P2EB juga mendatangkan pelaku bisnis industri kreatif pada Eksibisi Industri Kreatif Nasional. Di penghujung acara Dies Natalis, digelarlah pidato Dies Natalis sebagai bentuk pertanggungjawaban dekan dalam mengelola fakultas, orasi ilmiah, dan peluncuran buku. Menutup keseluruhan rangkaian acara, kuliah bertemakan “Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia” diselenggarakan dengan menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. Boediono, M.Ec., Peneliti Senior lembaga Penelitian SMER, dan Senior Economist World Bank Jakarta. Sajian pada edisi ini selain penuh dengan kemeriahan acara Dies Natalis, juga tercantum tulisan ilmiah dan cerita dari para sivitas academika muda yang potensial. Semoga dapat memberi inspirasi banyak pihak. Selamat ulang tahun FEB UGM! Salam. Yogyakarta, November 2011 Prof. Marwan Asri, MBA., Ph. D. Dekan

5

28 | News from Abroad
Kabar dari Negeri Seribu Kastil

30 | Student Corner 31 | Alumni Corner
Bayu Anggoro Widyanto

Andreas Kurniawan: Si Cerdas dan Cintanya pada Ilmu Ekonomi

32 | Unit News 35 | Around Bulaksumur
Tim Editor
Hestining Kurniastuti

Pengarah
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universita Gadjah Mada s

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 T: + 62 274 548 510 (hunting) F: + 62 274 563 212 E: dekan@feb.ugm.ac.id W: http://www.feb.ugm.ac.id

Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D Dian Puspa Hartiani (Dekan) Prof. Wihana Kirana Jaya, Dwi Andi Rohmatika M.Soc.Sc, Ph.D B.M. Purwanto, MBA., Ph.D (Wakil Dekan Bidang (Wakil dekan Bidang Kemahasiswaan, Akademik, Lingga Binangkit Alumni, Kerjasama dan Penelitian dan Pengabdian Pengembangan kepada Masyarakat) Usaha) Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Rahmat Dwi Santoso Manusia) Prima Yustitia Lukitasari

Penanggung Jawab

“Sepeda Kampus UGM”, Upaya UGM Mewujudkan Kampus Educopolis

36 | Who’s Who 37 | Advertorial

19

Mengenal Lebih Dekat Astuti Hardaningsih Hutomo Bayu Listyaghi, Mahasiswa IUP FEB UGM Raih Prestasi di Negeri Kincir Angin

Artistik

Tim Liputan

38 | Exchange Student’s Comment 39 | Upcoming Event 40 | Facilities
Pertamina Tower, The Center of Excellent FEB UGM

42 | FEB in Pictures

23

WHAT’S UP FEB

S

Mahasiswa FEB UGM Raih Juara Kedua International Paper Competition
enyum ceria terkembang dari Rafiazka Milanida Hilman (Fika) dan Anisha Wirasti Cahyaningrum (Icha). Keduanya adalah mahasiswi jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM yang berhasil meraih juara kedua pada International Paper Competition dalam rangka 9th Economix 2011 di Universitas Indonesia. Kedua mahasiswi ini berhasil membawa nama UGM bertengger di jajaran tertinggi universitas-universitas tingkat ASEAN yang berpartisipasi dalam perlombaan bertema ”Achieving ASEAN Economic: The Great Economic Vision of ASEAN” (10/10-14/10). Fika dan Icha sempat tidak percaya atas apa yang mereka capai. Pasalnya, ini adalah lomba karya tulis pertama yang mereka ikuti. Terlebih melihat para pesaing yang kebanyakan telah berpengalaman dalam lomba serupa. Fika menambahkan bahwa awalnya mereka hanya iseng-iseng saja mengikuti perlombaan ini sebagai kegiatan mengisi waktu liburan. Selama kurang lebih dua minggu, akhirnya mereka dapat menyelesaikan karya tulis ini. Tak disangka, bermula dari kegiatan iseng bisa menorehkan prestasi yang membanggakan. Setelah dinyatakan lolos 20 besar, Fika dan Icha terbang ke Jakarta untuk mempresentasikan karya tulisnya dengan judul, “Does Free Trade Matter for ASEAN?” di hadapan juri. Tampil impresif, Fika dan Icha berhasil maju ke babak final yang terdiri dari lima tim, antara lain tim dari National University of Singapore (Singapura), University De La Salle (Filipina), Universitas Indonesia (Indonesia), STT Telkom (Indonesia), dan Universitas Gadjah Mada (Indonesia). Di babak pamungkas, kedua mahasiswi angkatan 2009 ini diuji pemahamannya dalam menanggapi isu ASEAN Economic Community dalam bentuk wawancara dan juga studi kasus. Berhasil meyakinkan juri, tim UGM ini akhirnya dinobatkan menjadi First Runner Up dan berhak membawa pulang trophy serta uang pembinaan sebesar 600 USD. Dalam

Indonesia Project: ”Merapi Relieve” Wujud Kepedulian Mahasiswa HUE untuk Korban Erupsi Gunung Merapi

D
kompetisi ini, juara pertama diraih oleh tim dari National University of Singapore, sedangkan juara ketiga diraih oleh tim dari STT Telkom. Fika dan Icha berharap hasil positif ini dapat diikuti oleh teman-teman lain melalui berbagai kompetisi yang ada, terlebih fakultas memberikan dukungan penuh baik dalam hal pendampingan maupun bantuan finansial. “Dengan ikut perlombaan, diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar dan berkompetisi calon-calon ekonom dari kampus biru,” ungkapnya. [rahmat]

D

Agenda Ramadhan Dharma Wanita FEB UGM
harma Wanita Persatuan (DWP) FEB UGM selalu aktif menyelenggarakan kegiatan sosial. Pada Bulan Ramadhan 1432 H lalu (Agustus 2011), DWP berkesempatan mengadakan bazar (10/8) dan pembagian parsel Idul Fitri (22/8). Bazar DWP pada Agustus lalu dilaksanakan untuk menyambut Idul Fitri 1432 H dan juga memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bazar yang digelar di Selasar FEB UGM ini menampilkan berbagai stan dengan produk yang menarik dan kreatif. Produk-produk yang dipajang antara lain makanan, busana, sepatu, alat-alat rumah tangga, dan aksesoris. Sebagian produk ini adalah hasil home industry dan juga konsinyasi dari berbagai tempat. Acara yang hanya berlangsung selama sehari mulai pukul 9 pagi hingga pukul 1 siang ini mendapat animo yang tinggi dari sivitas akademika FEB. Hal ini terbukti dari banyaknya barang yang sudah laku terjual –terutama makanan buka puasa– meski bazar belum selesai. Agenda kedua DWP pada Ramadhan lalu adalah pembagian bingkisan Idul Fitri untuk karyawan-karyawan FEB. Kegiatan ini merupakan agenda rutin FEB UGM dengan Dharma Wanita Persatuan FEB UGM sebagai pelaksana. Pada pembagian parsel lalu, dibagikan bingkisan berupa bahan makanan pokok kepada 121 karyawan FEB UGM. Bingkisan ini merupakan tanda terima kasih bagi karyawan FEB UGM yang telah mengabdikan diri memajukan pendidikan di kampus ini. [prima]

elegasi mahasiswa Hiroshima University of Economics (HUE) Jepang yang berjumlah 14 orang melakukan kunjungan sosial ke Yogyakarta dengan tajuk Indonesia Project: Merapi Relieve pada September 2011 lalu. Didampingi oleh seorang staf sebagai pembimbing, delegasi HUE bermaksud memberikan bantuan kepada korban erupsi Gunung Merapi di Sleman Yogyakarta. Kunjungan ini adalah yang kedua kalinya setelah Maret sebelumnya mereka berkunjung dalam survei lokasi pengungsian di Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Kamis (8/9) kedatangan delegasi diterima oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. didampingi sejumlah dosen dan juga mahasiswa di Kantor Urusan Internasional FEB UGM. Sebagai tamu resmi kabupaten, delegasi mahasiswa HUE juga diterima oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu di Ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman pada Jumat (9/9). Koordinator Program, Kashitani menjelaskan bahwa dalam kunjungan selama satu minggu di lokasi pengungsian, delegasi telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan sosial yang dibagi menjadi tiga buah program. Ketiga program itu antara lain: Business Activities, Art and Sport Activities, dan Peace Activities. Dalam Business Activities, delegasi mendatangkan trainer dari perusahaan kerajinan lokal “Lawe” untuk memberikan pelatihan kerajinan tangan berbahan dasar kain lurik kepada para pengungsi. Nantinya, hasil karya mereka akan dibeli untuk kemudian dijual kembali di Jepang. Dari hasil penjualan itu, diharapkan dapat digunakan kembali oleh para pengungsi untuk membeli bahan baku kerajinan sehingga kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk membangkitkan perekonomian pengungsi Merapi. Dalam Art and Sport Activities, rombongan delegasi mengunjungi beberapa sekolah dasar di sekitar pengungsian untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak korban bencana. Mereka mengajak anak-anak untuk bermain lompat tali, boneka Jepang, dan berbagai permainan anak lainnya. Dalam kesempatan itu, delegasi juga menyumbangkan 100 unit buku bacaan kepada sekolah-sekolah. Dalam Peace Activities, para delegasi menyelenggarakan Peace Festival selama satu hari penuh di lapangan yang terletak di samping SMP N 1 Cangkringan. Delegasi mendirikan stan-stan, seperti stan “belajar menulis huruf Jepang”, stan “membuat gantungan kunci dengan manik-manik”, stan permainan anak, dan stan penjualan makanan. Stanstan ini mendapat respon positif dari warga, terbukti dengan ramainya kerumunan warga yang mengunjunginya untuk sekedar melihat-lihat, berinteraksi dengan mahasiswa Jepang, maupun mencoba kegiatan yang ditawarkan oleh stan tersebut. Kunjungan sosial dan kepedulian HUE ini patut diapresiasi karena di saat yang bersamaan, Jepang sedang berusaha bangkit setelah diterjang tsunami yang cukup besar di bulan April lalu. Salah satu delegasi mengatakan, Jepang perlahan mulai bangkit karena seluruh rakyatnya memiliki tekad yang sama untuk tidak mudah menyerah terhadap keadaan, semua elemen berjuang bersama-sama untuk bangkit. Sebuah pelajaran berharga yang dapat dipetik dari Negeri Matahari Terbit ini. Dalam kunjungannya ke Merapi, delegasi HUE juga menyempatkan diri berpartisipasi dalam kegiatan Dies Natalis FEB UGM dengan mengikuti Cultural Event (19/9). Selain itu mereka juga berkunjung ke beberapa tempat wisata yang terdapat di Yogyakarta, seperti Malioboro, Kraton, dan Candi Borobudur.

Hirohima University of Economics di Jepang merupakan salah satu universitas yang telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sebagai sister school. Setiap tahun, FEB UGM hampir selalu mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke HUE. Demikian pula dengan HUE yang tahun ini juga mengirimkan mahasiswanya ke FEB UGM. FEB UGM berharap kerjasama yang telah dijalin dengan baik ini dapat berjalan dengan lebih mesra di tahun-tahun yang akan datang. [rahmat]

4

5

WHAT’S UP FEB

P

SIMFONI, Ajang Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru FEB UGM
baru diajak untuk mengenal lebih dekat tentang sejarah dan dinamika perkembangan Universitas Gadjah Mada melalui pemutaran film di ruang kelas dilanjutkan dengan diskusi bersama dosen. Sesi kedua dilanjutkan dengan perkenalan terhadap Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang diampu langsung oleh Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. didampingi segenap wakil dekan. Acara ini dilanjutkan dengan talkshow dengan tema ‘Menumbuhkan Semangat Nasionalisme dalam Rangka Pembangunan Perekonomian Bangsa’ oleh Prof.Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Di hari kedua, mahasiswa baru diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat salah satu makanan khas Yogyakarta, yakni bakpia. Mereka mencoba langsung membuat bakpia dari proses membentuk, menggoreng adonan, hingga menyajikannya. Mahasiwa tampak bersuka cita menyambut kegiatan tersebut. Di sesi kedua, mahasiswa diajak berkeliling lingkungan Kampus FEB untuk mengenal unit-unit yang terdapat di kampus seperti perpustakaan, kantor akademik, dan lain sebagainya. Hari kedua diakhiri dengan sesi pengenalan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang terdiri dari Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi. Di hari terakhir, terdapat beberapa sesi seperti Focus Group Discussion, talkshow, dan juga perkenalan organisasi mahasiswa yang ada di FEB. Wirawan (Akuntansi, 2010) mengatakan, “Meskipun agak berat karena terdapat berbagai penugasan dari panitia, kegiatan SIMFONI sangat menyenangkan. Kita jadi bisa kenal sama teman satu angkatan dan juga kakak kelas. Kegiatan ini sangat berguna bagi maba (mahasiswa baru–red) untuk mengenal lingkungan barunya di kampus.” Kegiatan SIMFONI ini ditutup dengan acara “nonton bareng” film kegiatan SIMFONI yang telah disiapkan oleh panitia. Senyum, gelak tawa, bahkan tetes air mata haru pun mengharu biru peserta maupun panitia yang telah berpartisipasi dan bekerja keras selama tiga hari kegiatan ini dilaksanakan. [rahmat]

ada tanggal 8-10 September 2011, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menyelenggarakan Sosialisasi dan Inisiasi Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis atau disingkat dengan SIMFONI. Acara yang berlangsung selama tiga hari dan mengambil tempat di lingkungan kampus FEB ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan dunia perkuliahan yang akan segera mereka jalani. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi terhadap lingkungan yang baru sehingga nantinya tidak canggung ketika menjalani awal masa perkuliahan. Kegiatan SIMFONI ini resmi dibuka dengan dipukulnya gong oleh Prof. Marwan Asri, Ph.D. selaku Dekan FEB UGM di acara pembukaan yang dilangsungkan di halaman Kampus FEB UGM. Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D dalam pidatonya berpesan agar mahasiswa baru cepat beradaptasi dalam menghadapi dunia perkuliahan. Ia juga berharap mahasiswa dapat memanfaatkan segala macam fasilitas yang telah disediakan oleh fakultas sehingga nantinya mampu meraih hasil maksimal dalam kegiatan studinya. Pada tahun ajaran baru 2011/2012, tercatat sebanyak 533 orang terpilih menjadi mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis: 223 mahasiswa Akuntansi, 213 mahasiswa Manajemen, dan 97 mahasiswa Ilmu Ekonomi. Koordinator Steering Committee SIMFONI, Syarifudin Zuhdi (IE, 2009) selaku konseptor SIMFONI menjelaskan, “Kegiatan Simfoni tahun ini mengambil tema ‘Membangun Kepribadian Bangsa yang Berkarakter’. Hal inilah yang coba kita tanamkan dalam setiap sesi kegiatan SIMFONI. Harapan kami, SIMFONI dapat memupuk idealisme mahasiswa untuk menjadi penerus bangsa yang berkarakter dan berbudi luhur di masa yang akan datang.” Pada kegiatan SIMFONI tahun ini, panitia telah mempersiapkan berbagai format acara yang wajib diikuti. Pada hari pertama, mahasiswa

S

Kunjungan Waseda University School of Commerce Pererat Hubungan Jurusan Ekonomi Dua Universitas Lintas Negara

enin (12/9) lalu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HIMIESPA) FEB UGM menerima kunjungan dari Waseda University School of Commerce, Tokyo, Jepang. Mahasiswa Waseda University yang datang mengunjungi FEB UGM berjumlah 12 orang beserta Mr. Kazuhiko Yokota selaku dosen pendamping. Selama kunjungan berlangsung, Tri Widodo, M.Ec.Dev., Ph.D. dan Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand. Oecon, selaku Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM setia mendampingi. Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempererat persahabatan antara mahasiswa Ilmu Ekonomi di kedua universitas dan juga untuk mempelajari kebudayaan yang ada di kedua negara. Sebelum datang ke gedung FEB UGM, para tamu ini diajak tour de campus ke Grha Sabha Pramana dan gedung rektorat UGM oleh mahasiswa Ilmu Ekonomi. Di Waseda University School of Commerce, mahasiswa mempelajari topik international trade sehingga sudah direncanakan pengadaan presentasi dan diskusi mengenai topik tersebut sebelum kedatangan. Tiga mahasiswa dari Waseda University mempresentasikan ide mereka tentang Asia Union, yaitu adanya mata uang tunggal dan kebebasan berdagang (free trade) seperti halnya Europe Union. Dua mahasiswa dari Ilmu Ekonomi FEB UGM juga mempresentasikan international trade dan berdiskusi mengenai topik tersebut. Seluruh percakapan, presentasi, dan diskusi dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Mahasiswa Waseda University juga diterima dengan hangat oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, B.M. Purwanto, MBA., Ph.D. Acara ini dilanjutkan dengan

makan siang di kafetaria FEB UGM sambil menikmati pementasan Tari Pendet Bali yang dibawakan oleh mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UGM sendiri. Mahasiswa Waseda University disuguhi makanan kecil atau snack asli Indonesia seperti lemper, dadar gulung, dodol, dan klepon. Mereka mengaku menyukai makanan tersebut. Acara diakhiri dengan foto bersama dan pemberian kenangkenangan dari kedua universitas. Sebelum bertolak ke negara asal, Jepang, mereka berencana mengunjungi Bali setelah seharian berada di Yogyakarta. [himiespa]

6

7

WHAT’S UP FEB

Magister Ekonomika Pembangunan

D
Kuliah Umum Jaminan Sosial: Benteng Strategi Ketahanan Nasional

N

egara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusian, demikian kandungan UUD 45 Pasal 34 ayat 2. “Pemerintah sebagai pelaksana konstitusi berkewajiban menjamin kesehatan rakyatnya,” ungkap Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) dalam kuliah umum “Jaminan Sosial: Benteng Strategi Ketahanan Nasional” di ruang seminar MEP FEB UGM, Jumat (29/7). Di hadapan peserta kuliah umum, mantan menteri kesehatan periode 2004-2009 ini mengkritisi RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional sedang di-judicial review (oleh) Mahkamah Konstitusi, namun keberadaan RUU BPJS yang notabene merupakan turunan dari UU No. 40 Tahun 2004 menjadi tanda tanya besar,” jelas Siti Fadilah Supari. Menurutnya isi RUU BPJS

Outbound MEP FEB UGM

S

tidak berpihak pada orang miskin dan tidak mampu. Isi utamanya adalah menarik iuran wajib tiap bulan dari tiap warga Negara Indonesia tanpa pandang bulu dengan alasan jaminan sosial (kecuali masyarakat sangat miskin yang tetap dibayar negara). Poppy Ismalina, M.Ec.Dev., Ph.D. selaku moderator kuliah umum menambahkan bahwa data orang miskin dan tidak mampu di Indonesia tidak terdokumentasi dengan baik. “Meskipun arti BPJS adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, namun isinya bukan tentang jaminan sosial (tetapi) berisi tentang asuransi sosial,” ujar Siti Fadilah. Menurutnya, ini adalah asuransi sosial yang cara pengumpulan dananya dari masyarakat secara paksa. Dalam akhir kuliah umum, Siti Fadilah menegaskan bahwa rakyat membutuhkan jaminan sosial, bukan asuransi sosial sebagaimana UUD 45 Pasal 28 i (4) yang isinya setiap orang mempunyai hak atas jaminan sosial.

ata statistik merupakan salah satu bagian terpenting dalam kerangka pengambilan kebijakan oleh pemerintah, pelaku bisnis, maupun pemangku kepentingan lainnya. Dr. Rusman Heriawan selaku Kepala Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa angka kunjungan website BPS sebesar 7080 % berasal dari luar negeri. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengguna data statistik dari luar negeri memperoleh kemudahan dalam melihat gambaran tentang Indonesia sebelum mereka datang langsung ke Indonesia. “Transparansi dan kemudahan akses data statistik Indonesia menjadi hal penting di era keterbukaan informasi saat ini,” ujar Rusman dalam kuliah umum Statistik dan Potret Pembangunan dalam Pandangan Pengguna Data, Jumat (22/7) di kampus MEP FEB UGM. Selain itu

Prof. Wihana Kirana Jaya, Ph.D. mengungkapkan bahwa terjadi perubahan paradigma masyarakat yang mau transparan dan teredukasi dengan data yang ada. “Ke depan diharapkan perkembangan data statistik menjadi real time,” tambahnya. Rusman mengungkapkan bahwa pelaksanaan sensus penduduk tahun 2010 setidaknya membutuhkan biaya 3,3 triliun rupiah. “Mahalnya (terletak) dalam proses pengumpulan (untuk) menjadikan data statistik sebagai barang publik,” tambahnya. Selain itu, Dr. Budiono Srihandoko sebagai moderator diskusi mengungkapkan bahwa data merupakan harta karun. Berbagai pengguna data, antara lain: akademisi, pemerintah, dan pelaku bisnis membutuhkan data statistik untuk kepentingan investasi, penelitian, dan perumusan kebijakan.

Kuliah Umum Statistik dan Potret Pembangunan dalam Pandangan Pengguna Data

enyum, canda, dan keceriaan dari peserta outbound terpancar saat perjalanan meninggalkan kampus MEP UGM menuju Desa Wisata Kelor, Turi, Sleman. Kegiatan outbound ini diikuti oleh karyawan dan pengelola MEP FEB UGM. Lokasi kegiatan di alam terbuka menjadi pilihan alternatif untuk menghilangkan kejenuhan rutinitas pekerjaan di kampus. Setiba di Desa Wisata Kelor Turi, peserta telah ditunggu oleh tim trainer yang akan memandu kegiatan outbound. Sebelum kegiatan outbond dimulai, Poppy Ismalina, Ph.D., Ketua Pengelola Program MEP FEB UGM menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sarana untuk meningkatkan kerja sama dan kekompakan keluarga besar MEP FEB UGM. “Diyakini tantangan pekerjaan MEP FEB UGM ke depan jauh lebih besar,” ujarnya. Kemudian, peserta berkumpul dan bermain sesuai instruksi trainer. Permainan-permainan yang dilakukan menekankan pentingnya sensibility dan kerja sama. Peserta pun terlihat antusias mengikuti berbagai instruksi dari trainer. Kekeluargaan, kerja sama, dan leadership yang diajarkan dalam outbond ini merupakan komponen penting dari kesuksesan sebuah organisasi. Selanjutnya, peserta dibagi menjadi empat tim yang saling berkompetisi dalam berbagai bentuk permainan. Penutup kegiatan outbound kali ini adalah permainan yang lebih menantang dengan berjalan di atas kolam. Konsep-konsep permainan pada outbound ini bertujuan untuk membangun kebersamaan, team building, dan rasa percaya diri pada peserta.

P

rogram MEP FEB UGM mengadakan PKL (Program Kerja Lapangan) ke Pemerintah Kota Surakarta, Senin (25/7). PKL adalah salah satu dari empat kegiatan dalam program “Learning Leadership” yang merupakan mata kuliah nonSKT (Satuan Kredit Trimester) yang wajib untuk setiap mahasiswa MEP FEB UGM. PKL ini mengusung moto “Be Great in Decision-Making”. PKL dilakukan dalam bentuk focus group discussion dengan melibatkan pengambil kebijakan daerah dan pemangku kepentingan lainnya. PKL merupakan salah satu kurikulum yang digunakan sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dimiliki oleh seorang mahasiswa MEP FEB UGM. Tema besar kegiatan kali ini adalah Manajemen Pembangunan. Peserta studi lapangan adalah mahasiswa MEP angkatan 43 dan beberapa dosen pendamping. Kedatangan rombongan MEP UGM diterima langsung oleh Joko Widodo selaku Walikota Surakarta. Poppy Ismalina, M.Ec., Ph.D. selaku Ketua Program MEP dalam sambutannya, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan studi lapangan ini melatih dan mengasah kemampuan mahasiswa di dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Field Study ke Surakarta

Kota Surakarta merupakan salah satu contoh baik dalam pembenahan manajemen pembangunan daerah. Dalam pertemuan tersebut, Joko Widodo menyampaikan beberapa program pembangunan yang telah dilakukan dan sekarang berlangsung di Pemerintah Kota Surakarta. Salah satu program reformasi birokrasi adalah One Stop Service (OSS) dengan mempercepat dan mempermudah pelayanan administrasi. Di bidang kesejahteraan masyarakat, pemerintah kota memberikan bantuan pendidikan masyarakat bagi keluarga kurang mampu dan mengoptimalkan pelayanan puskesmas. Pengembangan transportasi massal, seni, dan budaya menjadi bagian program Solo Kota Budaya. Pengalaman menarik Walikota Surakarta adalah saat memindahkan pedagang kaki lima di kawasan Bajarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo. Joko Widodo menjelaskan bahwa proses pemindahan ini butuh waktu cukup lama, meskipun saat itu para pedagang sempat menolaknya. “Metode penggusuran dengan kekerasan bukanlah solusi untuk penataan pedagang kaki lima,” ujarnya. Pendekatan yang dilakukan adalah mengundang para pedagang untuk makan bersama serta berdialog. Dari beberapa kali pertemuan, akhirnya pedagang kaki lima di kawasan Banjarsari bersedia pindah dengan kemauan sendiri. “Pemimpin itu bisa memahami kondisi di lapangan dan kebutuhan dari masyarakatnya,” tambahnya.

8

9

WHAT’S UP FEB

Magister Akuntansi Terapan

D
Penandatanganan MoU dengan ICMA Australia

Studi Banding Program MAKSI ke Kuala Lumpur dan Singapura

P

ada pertengahan tahun 2011 tepatnya di bulan Juli, Pengelola Program MAKSI FEB UGM, bersama-sama dengan Dekan FEB UGM dan Ketua Jurusan Akuntansi FEB UGM telah melakukan kunjungan kerja ke Australia. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan beberapa institusi di Australia. Selama lawatan ini telah berhasil ditandatangani tiga perjanjian kerjasama (MoU). MoU pertama adalah dengan The Institute of Certified Management Accountants. MoU ditandatangani oleh Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. yang bertindak sebagai wakil dari FEB UGM, Prof. Raymond Greasley selaku wakil dari Global Business School Wharton Institute of Technology and Science, dan Leon Duval yang bertindak sebagai wakil dari Institute of Certified Management Accountants. Dengan ditandatanganinya MoU ini maka FEB UGM dalam hal ini Program MAKSIberhak untuk mengadakan workshop dan ujian sertifikasi CMA baik diselenggarakan di kampus Yogya maupun kampus Jakarta. MoU yang kedua adalah antara FEB UGM dengan University of South Australia. Penandatanganan kedua MoU tersebut bertempat di Adelaide. MoU terakhir yang ditandatangani adalah dengan University of Wollongong dan mengambil tempat di Sydney. Dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini maka diharapkan semakin terbuka kemungkinan bagi mahasiswa untuk mengikuti program dual degree dan semakin mengokohkan posisi Program Magister Akuntansi FEB UGM di dunia internasional.

i bulan September yang lalu, tepatnya tanggal 12-16 September 2011, Program MAKSI FEB UGM melaksanakan studi banding ke Kuala Lumpur dan Singapura. Studi banding selama lima hari ini diikuti oleh 16 orang peserta yang terdiri atas pengelola dan karyawan program. Ini merupakan kali pertama Program MAKSI FEB UGM mengadakan studi banding ke luar negeri. Hari pertama setibanya di Kualalumpur para peserta mengikuti city tour dengan mengunjungi Istana Negara, Independence Square, National Monument, Cocoa Butique, dan diakhiri di Bukit Bintang. Pagi harinya para peserta mengunjungi Twin Tower, Batu Cave, Genewa Swiss Watches, dan dilanjutkan mengunjungi Genting Highland. Di hari ketiga yang merupakan hari terakhir di Malaysia, para peserta mengikuti tour di Putrajaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Singapore yang ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam melalui jalan darat. Setibanya di Singapore para peserta langsung menuju Orchad Road, sebuah pusat perbelanjaan yang sudah tidak asing di telinga kita. Hari kedua di Singapore diisi dengan city tour ke beberapa tempat tujuan wisata seperti Fountain of Wealth, Esplanade by The Bay, Merlion Park, Chinatownn, Universal Studio, dan diakhiri dengan menonton pertunjukan Song of The Sea. Dalam lawatan ke Singapore ini peserta sempat mengunjungi Singapore Management University untuk melihat proses admisi di universitas tersebut. Dari kunjungan ini peserta dapat melihat bahwa sebagian besar proses pendaftaran mahasiswa baru dilakukan secara online. Website merupakan sarana paling ampuh dalam memasarkan program, satu hal yang patut dicontoh oleh Program MAKSI FEB UGM. Bagi sebagian besar peserta, kunjungan ke luar negeri ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena mereka dapat mempelajari hal-hal baru yang tentunya tidak ditemui di Indonesia. Kedisiplinan dan etos kerja merupakan contoh yang diharapkan dapat ditiru dan diterapkan sekembalinya para peserta ke Indonesia.

10

11

WHAT’S UP FEB

Pendidikan Profesi Akuntansi

P P

Pelepasan Wisuda Periode Oktober 2011

rogram MAKSI FEB UGM kembali meluluskan 16 orang wisudawan pada periode 27 Oktober 2011ini. Acara pelepasan wisudawan dilaksanakan di Ruang Sidang II FEB UGM yang dihadiri oleh Dekan: Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D.; Ketua Pengelola Program: Prof. Dr. Jogiyanto, MBA.; Wakil Pengelola Program: Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc.; para wisudawan dan keluarganya. Pada kesempatan ini Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. menyampaikan harapan agar para wisudawan yang sekarang sudah menyandang predikat alumni ini dapat menjadi

alumni yang memiliki integritas tinggi, jujur, dan dapat menjaga nama baik almamater. Disinggung juga bahwa keberhasilan yang dicapai oleh para wisudawan tidak terlepas dari pengorbanan keluarga yang telah merelakan waktu yang menjadi hak mereka karena ditinggal untuk menyelesaikan studi. Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA menyampaikan bahwa pada periode wisuda kali ini Program MAKSI FEB UGM meluluskan 16 orang wisudawan yang terdiri atas 4 orang pria dan 12 orang wanita. Predikat cumlaude dicapai oleh Beta Andri Anggiano dengan IPK 3,83 dan lama studi 19 bulan. Predikat lulusan tercepat dicapai oleh Intan Tunjung Putri dengan lama studi 16 bulan. Disampaikan juga harapan dari program agar para wisudawan tetap menjaga hubungan baik dengan almamater dan bersedia memberi masukan-masukan yang membangun demi kemajuan program. Acara pelepasan wisudawan ini diakhiri dengan foto dan makan siang bersama.

P S

Pelatihan Magang

Rapat kerja Program MAKSI 2011

elatihan magang merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa reguler Pendidikan Profesi Akuntansi. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 25 – 28 Oktober 2011 dan diikuti sekitar 80 orang yang bertujuan untuk membekali mahasiswa sebelum mereka magang di lingkungan UGM dan kantor akuntan publik. Pelatihan magang ini diisi oleh instruktur yang berasal dari Satuan Audit Internal Universitas Gadjah Mada, Tim dari Direktorat Keuangan UGM, dan Tim dari Kantor Akuntan Publik Hadori, Sugiarto dan Rekan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari jam 08.00 - 15.00 WIB.

ada tanggal 21-22 Oktober 2011 yang lalu Program MAKSI FEB UGM telah berhasil menyelenggarakan rapat kerja tahunan yang diikuti oleh pengelola dan seluruh karyawan. Rapat kerja ini merupakan rapat kerja pertama yang diadakan di luar lingkungan kampus. Pada tahun ini Puri Asri Magelang dipilih sebagai tempat diselenggarakannya raker ini. Alasan kenapa raker ini diadakan di luar lingkungan kampus antara lain adalah agar para peserta dapat fokus mengikuti kegiatan raker tanpa terganggu oleh rutinitas pekerjaan di kampus. Raker perdana ini dibuka oleh ketua pengelola: Prof. Dr. Jogiyanto, MBA. Dalam pengarahannya Prof. Dr. Jogiyanto, MBA mengharapkan kegiatan ini nantinya dapat memetakan masalah di setiap bagian maupun antar bagian dan dapat merumuskan SOP yang dapat menjadi pedoman bagi karyawan. Raker yang dilaksanakan selama dua hari ini terbagi dalam dua sesi yaitu: hari pertama diisi dengan rapat koordinasi antara pengelola dan kabag dilanjutkan dengan penjelasan tentang alur sintesis dan diakhiri dengan pengarahan pengelola kepada seluruh karyawan. Hari kedua diisi dengan presentasi per bagian tentang job desc masing-masing sekaligus keterkaitannya dengan bagian lain. Dari hasil raker ini akan dibuatkan alur kerja yang lebih sistematis baik per bagian maupun antar bagian, terutama yang berkaitan dengan sintesis dan akan dibuatkan manual procedures sebagai pedoman

dalam menjalankan tugas sehari-hari. Selama dua hari pelaksanaan raker ini pengelola dan karyawan Program MAKSI FEB UGM juga mengadakan acara keakraban yang diisi dengan penampilan dari masing-masing bagian. Walaupun jumlah karyawan Program MAKSI dapat dikatakan sedikit tetapi acara ini dapat dikatakan meriah. Raker ditutup oleh wakil pengelola: Dr. Agus Setiawan, M.Soc. Sc yang pada kesempatan ini menyampaikan harapan agar semua karyawan sepulang dari raker ini dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas dan fungsinya karena telah memiliki gambaran yang lebih jelas dan nantinya akan memiliki prosedur yang dapat menjadi pedoman bagi karyawan.

ebagai salah satu penyelenggara Pendidikan Profesi Akuntansi terkemuka di Indonesia, Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merasa perlu untuk berpartisipasi dan memberikan sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengatahuan dan dunia pratik, khususnya di dunia perbankan. Didasari hal tersebut, maka Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM mengadakan workshop satu hari dengan tema “Kajian Aplikasi PAPI 2008 dalam Industri Perbankan di Indonesia” (29/10). Workshop ini sangat penting diikuti oleh staf perbankan, auditor, dan akademisi yang berkeinginan untuk mengembangkan pengetahuan terkini di dunia praktik maupun aturan perbankan terbaru. Workshop ini diikuti oleh sekitar 50 orang peserta dari BRI Kudus, BRI Rembang, Bank Jateng, mahasiswa Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM dan umum bertempat di Ruang Sidang FEB Lantai 2 sayap timur. Antusias peserta terlihat jelas pada saat sesi simulasi kasus dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada pembicara workshop Fathor Rachman, SE., MM.

Sharing Alumni dan Workshop Aplikasi PAPI 2008 Mahasiswa haring antara alumni dan mahasiswa merupakan kegiatan yang dalam Dunia Perbankan di pertama kali dilakukan oleh Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk berbagi Indonesia informasi mengenai banyak hal terutama informasi seputar dunia

S

kerja. Dengan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum terjun ke dunia kerja. Sharing alumni dan mahasiswa ini dibarengi dengan penyerahan ijazah angkatan XX.

B

Perkuliahan Perdana Kelas Matrikulasi Angkatan 23B

erdasarkan hasil Tes Validasi Kompetensi yang diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2011, jumlah peserta kelas matrikulasi 23B sebanyak 40 orang. Matrikulasi adalah proses belajar mengajar sebagai sarana pengayaan calon mahasiswa pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM sebelum masuk kelas reguler. Perkuliahan perdana diselenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2011.

12

13

WHAT’S UP FEB

Magister Manajemen

P

Sekolah Pasar Modal Program MM UGM Angkatan ke-8
Setelah mengikuti acara pembukaan, peserta secara berurutan menerima penjelasan tentang Struktur dan Produk Pasar Modal, Mekanisme Transaksi, Analisa Fundamental, Analisa Teknikal, Simulasi Manual, dan Sistem Simulasi Virtu Trade. Para narasumber yang mengisi kegiatan edukasi ini adalah Dedy Priadi, Kepala Unit Edukasi Divisi Pemasaran BEI; Yahuda Nawa Yanukrisna, Branch Manager Sentra Investasi Danareksa; dan Elton Buyung Satrianto, Analis Danareksa Sekuritas. Yahuda dan Elton merupakan alumni Program MM FEB UGM. Setelah mengikuti Edukasi Pasar Modal mulai 24 Oktober hingga 25 November 2011, peserta akan mengikuti simulasi transaksi dengan menggunakan sistem Virtu Trade yang dikembangkan Danareksa Research Institute. Untuk menambah motivasi peserta dalam melakukan simulasi, kegiatan ini dilombakan dengan penawaran hadiah menarik. Rangkaian kegiatan SPM MM FEB UGM akan ditutup dengan acara Review Simulasi dan Pengumuman Pemenang Simulasi yang direncanakan untuk diselenggarakan pada Jumat, 2 Desember mendatang di Faculty Meeting Room Kampus MM FEB UGM Yogyakarta juga. Pada acara ini, peserta akan menerima materi tambahan sekaligus review analisa fundamental dan teknikal selama periode simulasi. Sepuluh peserta dengan nilai tertinggi akan mendapatkan hadiah dari BEI. Khusus bagi dua peserta yang berhasil memperoleh hasil simulasi terbaik akan mendapat kesempatan melakukan presentasi di depan dewan juri dan para peserta lomba serta mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp1.000.000,00.

rogram MM FEB UGM melalui Finance Club bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Danareksa Sekuritas kembali menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (SPM MM FEB UGM) 2011. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua dalam tahun ini setelah kegiatan serupa dilaksanakan pada 4 Maret-6 Mei 2011. SPM MM FEB UGM angkatan ke-8 kali ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas 75 mahasiswa Program MMUGM Kampus Yogyakarta dan 25 orang dari mahasiswa S1 di lingkungan UGM serta peserta umum. Kegiatan yang didukung oleh Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Danareksa (Persero) dan Danareksa Research Institute ini dibagi menjadi tiga bagian: Edukasi Pasar Modal, Simulasi Transaksi Saham yang dilombakan, dan review hasil simulasi. Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal ini adalah memberikan pemahaman tentang produk pasar modal dan mekanisme transaksi pasar modal, memberikan pengalaman transaksi saham melalui simulasi transaksi secara online, serta mengajak para peserta untuk lebih sering mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Pojok BEI MM FEB UGM yang diresmikan Februari lalu. Edukasi Pasar Modal dilaksanakan pada Jumat (21/10) di Faculty Meeting Room Kampus MM FEB UGM Yogyakarta. Kegiatan SPM MM FEB UGM ini dibuka oleh Wakhid Slamet Ciptono, Ph.D. selaku Deputi Direktur Bidang Akademik dan Penelitian Program MM FEB UGM.

14

WHAT’S UP FEB

Magister Sains dan Doktor

P

Pelepasan Wisuda Program MSi FEB UGM

rogram MSi FEB UGM melepas sebanyak 25 orang wisudawan dan wisudawati yang telah mengikuti prosesi wisuda (26/10). Pada wisuda periode Oktober 2011 lalu, Program MSi FEB UGM meluluskan sebanyak lima orang dari Program Studi Akuntansi, sembilan orang dari Program Studi Ilmu Ekonomi, dan sebelas orang Program Studi Ilmu Ekonomi. Prestasi yang membanggakan pada wisuda periode kali ini diraih salah satu wisudawan Program MSi, Hasan, yang menjadi wisudawan terbaik dan berkesempatan memberikan sambutan pada prosesi wisuda UGM. Hasan berasal dari Program MSi Program Studi Manajemen dengan IPK 3,93. Dr. Artidiatun Adji, M.Ec. dalam sambutannya memberikan apresiasi atas keberhasilan para wisudawan menyelesaikan studi di Program MSi, proses pembelajaran, tempaan selama mengikuti studi sehingga menjadi bekal untuk dapat mengembangkan keterampilan dan ilmu pengetahuan sehingga mampu mendiseminasikan ilmu yang diperoleh kepada dunia akademisi maupun sektor publik, serta siap mengabdi kembali ke instansi masing-masing. Hal senada disampaikan oleh Dr. BM. Purwanto, MBA yang hadir selaku perwakilan dari Dekanat FEB UGM. Dalam sambutannya, hal terpenting setelah menyelesaikan studi adalah membangun network, collaboration, dan komunikasi yang berkesinambungan antara alumni dengan almamater Program MSi FEB UGM.

P

Dies Natalis ke-31 Program MSi FEB UGM

The Dual Degree Program
To meet the market demand for internationally competitive graduates, the program organizes a dual degree program with internationally reputable partner universities. The graduates are prepared to explore issues and undertake problem solving analysis in global business and economics while emphasizing on ethics and the local values. Graduates earn dual degree from MSc program and a partner university. The program’s basic structure is based on the existing curriculum of both the MSc program.

eringatan Dies Natalis Program MSi FEB UGM yang ke 31 pada tahun 2011 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Serangkaian acara peringatan Dies Natalis Program MSi diawali dengan Seminar Nasional bertemakan “Behavioral Economics and Business: Its Development and Its Application to Policy-Making” (22/923/9) di Program MSi dan Doktor FEB UGM. Salah satu pemikiran dalam seminar ini adalah isu-isu ekonomi yang terus berkembang. Berbagai model telah berkembang untuk menjelaskan kegiatan pasar, akan tetapi kapasitas untuk mengevalusi hal itu FEB UGM mengalokasikan secara signifikan sumber dayanya untuk perkembangan ekonomika dan bisnis keperilakuan sebagai flagship . Family Fun Day merupakan kegiatan puncak acara peringatan Dies ke-31 Program MSi FEB UGM (24/9) di halaman Program MSi. Kegiatan yang dibuka dengan senam pagi bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng tersebut diikuti oleh staf dosen FEB, mahasiswa, dan karyawan MSi FEB. Dalam sambutannya, Dr. Supriyadi, M.Sc. selaku Ketua Program MSi dan Doktor FEB mencoba melihat kembali sejarah berdirinya Program MSi. Program ini terus berkembang dan pada saat ini menjadi salah satu Program Strata Dua yang memiliki reputasi baik serta kontribusi yang tinggi terhadap education sector. Terlebih lagi, program ini sangat diperhitungkan di Indonesia dan tetap mendapatkan peluang di sektor publik. Selanjutnya, Dr. Amin Wibowo, MBA selaku Wakil Ketua Bidang Non Akademik menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika dan terutama pada karyawan lewat pemilihan karyawan terbaik di Program MSi pada tahun 2011 yang dinilai berdasarkan evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir. Karyawan tersebut adalah Sutopo Yuono Sunu, Tri Widiyanto, dan Suharto. Acara diakhiri dengan berbagai hiburan, perlombaan, dan pembagian door prize serta pengambilan foto bersama. [rory]

The Partners
MSc FEB UGM collaborates with reputable overseas universities to provide the dual degree program: 1. Georgia State University (GSU), United States, 2. Australian National University (ANU), Australia, 3. International University of Japan (IUJ), Japan, 4. Curtin University of Technology (CURTIN), Australia, 5. Rotterdam School of Management, Erasmus University, the Netherlands.

The Degrees
Graduates are awarded dual degree: 1. UGM – GSU: MSc in Economics and MA in Economics, 2. UGM – ANU: MSc in Economics and Master in International and Economic Development (MIDEC), 3. UGM – IUJ: MSc in Economics and MA in Public Management, MSc in Management and Master in E-Business, 4. UGM – Curtin: MSc in Management and Master of Marketing/Information System/Finance, MSc in Accounting and Master of Advanced Accounting, MSc in Economics and Master of Finance, 5. UGM - Erasmus University (RSM): MSc in Management and Master of Science Business Administration .

16

17

SPECIAL REPORT

GKAIAN ACARAGM KE-56 RAN NATALIS FEB U DIES
Anjangsana dan Ziarah Pererat Kekeluargaan

D

Invitasi Bola Voli Dies Natalies FEB UGM

Cultural Event FEB UGM Pentas Seni dan Kebudayaan Menyambut Dies Natalies FEB UGM

Rangkaian Eksibisi Industri Kreatif Nasional

S

alam rangka menyambut Dies Natalis FEB UGM ke-56, FEB UGM menyelenggarakan rangkaian lomba olahraga yang dilangsungkan dari tanggal 6-18 September 2011. Jenis olahraga yang dilombakan beragam, seperti tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, dan bola voli. Rangkaian lomba olahraga ini dibagi menjadi dua lingkup: lingkup internal FEB yang mencakup lomba tenis lapangan, tenis meja, dan bulutangkis, serta lingkup eksternal FEB yang mencakup invitasi bola voli antarfakultas. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengembangan Usaha, Prof. Wihana Kirana Jaya, Ph.D. dengan melakukan serve bola voli pada pertandingan perdana invitasi bola voli antara FEB melawan Fakultas Peternakan yang diadakan di lapangan voli FEB UGM. Prof. Wihana menuturkan, “Dengan adanya pertandingan olahraga ini diharapkan dapat meningkatkan tali silaturahmi dan sportifitas antarelemen di FEB.” Yang menarik pada Dies Natalis tahun ini, FEB menyelenggarakan invitasi bola voli antarfakultas yang diikuti oleh 11 fakultas, dua unit di UGM, dan dua instansi swasta, yakni Bank Mandiri dan Bank BNI 46. Invitasi bola voli yang terakhir diadakan lima tahun lalu ini mampu menjadi pelepas rindu bagi pecinta voli di tiap-tiap fakultas untuk dapat bertemu dan juga bertanding dengan membawa nama fakultas dan instansi masing-masing. Invitasi bola voli ini dimenangkan oleh Tim Bank Mandiri.

F

ebagai wujud penghargaan pada pensiunan dan almarhum sivitas akademika FEB UGM, pada Dies Natalis FEB ke-56 lalu, diselenggarakan anjangsana pensiunan dan ziarah makam almarhum dosen FEB. Agenda anjangsana dilaksanakan pada hari pertama perayaan Dies Natalis, Senin (12/9) sedangkan ziarah makam diadakan pada Kamis (15/9). Anjangsana semula direncanakan akan dilaksanakan pada hari Rabu, tetapi karena banyaknya jumlah pensiunan yang harus dikunjungi, maka agenda ini dimulai lebih awal. Pada anjangsana kali ini, ada 52 sivitas akademika yang dikunjungi. Kunjungan dibagi dalam dua tim: tim Dharma Wanita yang mengunjungi 21 pensiunan dosen maupun janda dosen FEB dan tim perwakilan karyawan yang beranjangsana ke 31 pensiunan karyawan. Pada acara anjangsana tersebut, tim pengunjung menyerahkan bingkisan tanda terima kasih dari fakultas serta undangan Dies Natalis kepada para pensiunan dosen/karyawan maupun janda pensiunan dosen. Agenda ziarah sendiri tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimulai dengan upacara pelepasan rombongan peziarah pada Kamis pagi di lapangan parkir FEB UGM dengan sambutan dari Prof. Marwan Asri, Ph.D. yang menyampaikan bahwa ziarah merupakan sarana bagi sivitas akademika yang masih hidup untuk mengenang dosen-dosen yang telah wafat dan menunjukkan kepedulian bagi keluarga yang telah ditinggalkan. Rombongan yang terdiri kurang lebih 80 orang karyawan, dosen, maupun Dharma Wanita FEB tersebut berangkat dari kampus pukul 08.00 pagi. Peziarah menuju makam dosen-dosen FEB di Sawitsari, Kotagede, dan Sendowo. Acara ziarah ini berakhir pada pukul 12 siang dengan kembalinya rombongan ke kampus. Kedua agenda ini, anjangsana dan ziarah, merupakan dua kegiatan yang menunjukkan kepedulian fakultas pada sivitas akademika FEB yang telah berakhir masa baktinya. Kedua acara ini juga diadakan untuk mempererat tali silaturahmi antara FEB dengan pensiunan karyawan/dosen, janda dosen, maupun keluarga dosen. [prima]

Untuk perlombaan internal fakultas, dilangsungkan perlombaan tenis lapangan pada tanggal 10-11 September 2011 di lapangan tenis indoor lembah UGM. Untuk lomba tenis ini dimenangkan oleh tim dari karyawan FEB UGM. Perlombaan lainnya, yaitu bulu tangkis, dilangsungkan di lapangan indoor lembah UGM pada tanggal 16-17 September 2011 yang dimenangkan oleh tim MM UGM. Lomba terakhir, tenis meja, diadakan bersamaan dengan kegiatan Family Fun Day. Rangkaian lomba olahraga FEB ini juga dimeriahkan oleh pertandingan bola voli persahabatan yang diikuti oleh tim FEB UGM dan perwakilan tiga buah bank terkemuka, yakni Bank Mandiri, Bank BNI 46, dan Bank BPD DIY. Uniknya, yang berpartisipasi dalam lomba ini adalah para eksekutif masing-masing instansi yang sengaja diundang oleh panitia penyelenggara untuk memeriahkan acara Dies Natalis FEB UGM. Kegiatan lomba olahraga ini ditutup bersamaan dengan penyerahan hadiah pemenang dalam puncak acara tumpengan FEB UGM. [rahmat]

EB UGM melaksanakan kegiatan Student Week yang berlangsung dari tanggal 12-18 September 2011 untuk menyambut Dies Natalis yang ke-56. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah Cultural Event (16/9) di Plaza FEB UGM. Kegiatan yang bertemakan “With Culture,We Unite the Diversity” ini merupakan acara pertunjukan yang mementaskan karya seni dan kebudayaan dari tanah air dan beberapa negara lain. Kegiatan ini mengundang antsiasme sivitas akademika FEB UGM yang memadati tempat berlangsungnya acara. Kegiatan yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Kepanitiaan Student Week ini menghadirkan sejumlah pementas yang sebagian besar juga merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk menunjukkan eksistensi berbagai komunitas seni mahasiswa yang tumbuh subur di FEB, di antaranya: komunitas Tari Saman, komunitas Angklung, dan juga band modern yang rutin menggelar latihan bersama. Pementas yang turut hadir pula adalah UKM Tari Bali UGM, pertunjukan jathilan dari daerah, dan mahasiswa pertukaran pelajar dari Jepang, Korea, Perancis, Jerman, dan Norwegia yang mementaskan kebudayaan negara masing-masing. Syaiful Arifin, Ketua Panitia Kegiatan Student Week mengatakan, “Acara ini diselenggarakan untuk memeriahkan hari ulang tahun FEB UGM dan sebagai media untuk memperkenalkan berbagai kebudayaan tanah air juga mancanegara (baik) kepada mahasiswa baru maupun mahasiswa pertukaran pelajar.” Salah satu mahasiswa asing dari Jepang, Sakana menuturkan, “Saya sangat menikmati kegiatan ini. Kami menampilkan tari tradisional nelayan dari negara kami. Ini adalah pengalaman yang menyenangkan.” Di samping pertunjukan budaya, dilangsungkan pula pameran dan open house unit pelayanan fakultas, organisasi, beserta komunitas mahasiswa di FEB UGM. Beberapa unit seperti unit perpustakaan, unit sistem informasi, dan kantor admisi ramai dikunjungi mahasiswa baru yang ingin mengetahui informasi pelayanan kampus. Di sisi lain, stan organisasi dan komunitas mahasiswa, di antaranya: BPPM EQUILIBRIUM, BEM, serta komunitas sepak bola dan futsal dioptimalkan sebagai ajang menarik minat mahasiswa baru untuk menjadi anggota dengan hiasan dan dekorasi yang menarik. Kegiatan ini ditutup dengan kompetisi band yang diikuti oleh mahasiswa regular maupun asing. Di akhir sesi juga diumumkan hasil dari berbagai perlombaan yang diselenggarakan selama Student Week oleh panitia. [rahmat]

D

ies Natalis FEB UGM ke-56 September lalu semakin semarak dengan digelarnya pameran industri-industri kreatif tanah air dan pagelaran musik kreatif. Keduanya diselenggarakan di area Plaza FEB UGM September lalu. Tema industri kreatif ini dipilih karena banyaknya produk kreatif yang dihasilkan wirausahawan Indonesia. Dalam pameran ini, tampak berbagai stand yang menunjukkan produk dengan keunikan dan kreativitas tinggi seperti kerajinan perca, kerajinan monel, hingga bros dari bambu. Acara yang diinisiasi oleh Anggito Abimanyu ini berlatar belakang keinginan untuk memperkenalkan dunia wirausaha kepada mahasiswa. “Pameran ini menyuguhkan cerita (dari sisi Pengusaha— red) bagaimana mereka memulai usaha, bertahan di pasar, menentukan harga sampai mendapatkan dana dari bank,” ujarnya. Stand-stand pameran yang berdiri selama dua hari tersebut juga tampak agak sepi. “Sebab tujuan utamanya memang bukan untuk menjual, tapi memamerkan barang,” tambah Anggito. Sebagai rangkaian dari eksibisi industri kreatif ini, ditampilkan pula pagelaran musik-musik kreatif. Bagi Anggito, “Musik adalah bagian dari ekspresi promosi terhadap produk kreatif, makanya (acara ini—red) kita sebut sebagai musik-musik kreatif.” [prima]

18

19

SPECIAL REPORT

Pagelaran Musik-Musik Kreatif: Unjuk Kebolehan Musisi Nusantara

Keceriaan Keluarga Besar FEB dalam Family Fun Day

Puncak Acara Dies Natalis FEB UGM ke-56

S

uasana Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Sabtu (17/9) lalu tampak berbeda. Musik terdengar sayup-sayup melatari malam. Tampak pula mahasiswa berbondong-bondong menuju satu titik, Plaza FEB UGM. Malam itu, tengah diselenggarakan event istimewa berjudul Pagelaran Musik-Musik Kreatif. Sesuai namanya, acara ini menyuguhkan gabungan performa istimewa dari musisi-musisi top Indonesia maupun dunia: Tohpati, gitaris tenar; Steve Thornton, ahli perkusi; Kang Ade, master kendang; Alsa, drummer muda; dan Hendri Lamiry, violis kawakan Indonesia. Acara dibuka oleh delapan orang anak muda berbakat yang memainkan alat-alat perkusi. Mereka adalah KESPER (Kelompok Studi Perkusi) Institut Seni Indonesia yang membawakan dua gubahan lagu, sound track terkenal film James Bond yang dilanjutkan dengan Impromptu. Penonton makin memadati sekitar panggung saat tiga bintang—Kang Ade, Steve Thornton, dan Alsa—tampil bersama KESPER.

Setelah mendengar alat-alat perkusi saling bersahutan, penonton disuguhi alunan nada dari biola Hendri Lamiry. Usai membawakan dua buah lagu dari album barunya, With Love, Hendri berduet dengan Steve dan Kang Ade. Hampir di penghujung acara, Tohpati beradu kebolehan dengan Steve Thornton. Duet ini disusul dengan naiknya seluruh musisi ke atas panggung. Kemeriahan ini ditambah dengan ikut bermainnya penggagas acara, Anggito Abimanyu. Tiga lagu pun sontak mereka mainkan, yaitu Zapin Ilmu, From Asia to the World, dan Rentak Rebana. Dengan berakhirnya bahana Rentak Rebana, berakhirlah acara Pagelaran Musik-Musik Kreatif yang telah berlangsung selama dua setengah jam itu. Dalam pentas musik kreatif ini, mahasiswa juga turut memeriahkan acara dengan kreativitasnya masing-masing, seperti penampilan grup Tari Saman dan Keluarga Paduan Angklung FEB yang sudah tak asing lagi. Panggung juga dihiasi suasana musik tekno dari Hanif Digital Music, serta alunan nada biola violis muda asli Yogyakarta, Sheila. Tak ketinggalan pula performa seru freestyle basket dari grup Kingdom Freestyle Basket. Seusai tampil, musisi-musisi tersebut mengungkapkan kepuasannya dengan rangkaian acara malam itu. “Saya sangat senang bisa bermain di FEB UGM dengan musisi-musisi ternama ini, walaupun kami baru bertemu dan berlatih pagi tadi,” ungkap Steve. Anggito, selaku inisiator acara malam itu, mengungkapkan harapannya atas konser musik ini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam diri mahasiswa. Ia menambahkan, “Karena kita jarang sekali memutar lagu-lagu daerah apalagi nasional yang dimainkan musisi-musisi nasional. Harapan saya, ini (pagelaran musik-musik kreatif—red) menjadi contoh di mana seni musik ditampilkan menggunakan potensi sendiri.” [prima]

S

emarak Dies Natalis FEB UGM ke-56 memuncak pada Minggu (18/9) yang diawali dengan Family Fun Day. Dalam rangkaian acara yang berjalan selama lima jam tersebut, digelar jalan-jalan santai, pembagian doorprize, dan berbagai lomba menarik. Pukul tujuh pagi, Plaza FEB UGM telah dipadati oleh keluarga besar dosen dan karyawan FEB UGM. Semuanya telah siap memulai agenda pertama Family Fun Day: jalan santai. Berbalut kaos putih, rombongan berjalan-jalan di sekitar kawasan UGM. Sekitar setengah jam kemudian, peserta kembali ke Plaza FEB UGM dan menikmati hidangan yang telah tersedia. Sembari menikmati suguhan, keluarga besar sivitas akademika ini ditemani live music performance dan juga guyonan dari MC. Tak lupa, diadakan pengundian doorprize. Acara yang satu ini sangat seru karena baik dosen maupun karyawan sangat menanti nomor kuponnya dipanggil dan mendapatkan doorprize. Family Fun Day kali ini juga dimeriahkan oleh lomba basket two on two serta adanya dosen dan keluarga dosen yang menyumbangkan lagu. Suasana Family Fun Day tahun ini lebih semarak karena berbarengan dengan final lomba voli dan juga adanya eksibisi industri kreatif nasional. [prima]

A

cara tumpengan dan syawalan menjadi puncak acara Dies Natalis FEB UGM ke-56. Agenda yang tidak pernah absen dari rangkaian acara Dies Natalis setiap tahunnya ini diselenggarakan pada Minggu malam (18/9) di Plaza FEB UGM. Keluarga besar FEB UGM, yang terdiri atas keluarga dosen, karyawan, dan beberapa mahasiswa sudah memadati plaza sekitar pukul tujuh malam. Setengah jam kemudian, acara dibuka dengan gending-gending Jawa yang dilantunkan Sekar Laras, grup karawitan FEB UGM. Puncak acara akbar tahunan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, Ph.D. yang kemudian diserahkan pada salah seorang sivitas akademika senior FEB, Sukanto. Menyambut usia FEB UGM ke-56 ini, dekan memberikan beberapa patah kata sambutan. Dalam sambutannya, dekan memberikan update informasi seputar FEB UGM saat ini. Setelah sambutan disampaikan, hadirin yang datang malam itu dipersilakan menikmati hidangan sembari menikmati suguhan musik dari ESB. Puncak acara malam itu pun diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba voli, tenis lapangan, dan bulu tangkis. [prima]

20

21

SPECIAL REPORT

Rapat Senat dan Orasi Ilmiah dalam Peringatan Dies Natalis FEB UGM

Orasi Ilmiah dan Peluncuran Buku

R

D

alam rangka Dies Natalis FEB UGM, fakultas menggelar rapat senat terbuka pada Senin (19/9) pagi. Rapat yang dihadiri oleh jajaran dosen dan karyawan FEB UGM ini beragendakan pidato dekan, orasi ilmiah, dan peluncuran buku Manajemen Perspektif. Rapat senat terbuka dibuka secara resmi oleh ketua senat, Prof. Dr. Iswardono Sardjono Permono, M.A,. Acara dimulai dengan pidato dekan, yang disampaikan oleh dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. Dalam pidato tersebut, dekan mengungkapkan kondisi terkini di lingkungan fakultas, baik dari segi pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Hal utama yang disampaikan dalam pidato terkait dengan proses akreditasi AACSB. Salah satunya adalah telah dibentuknya tim assurance of learning, yang diketuai Prof. Indra Wijaya Kusuma, Ph.D. Selain itu, masih dalam rangka akreditasi, fakultas memberikan insentif untuk dosen-dosen yang academically qualified—yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Sebagai manfaat dari proses akreditasi ini, semakin banyak universitas di negara-negara lain yang ‘melamar’ FEB UGM untuk bekerja sama. Ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang tengah exchange ataupun double degree di FEB UGM. Dekan menekankan perlunya kerja sama dari seluruh sivitas akademika demi tercapainya akreditasi ini. “AACSB accreditation is not just for accreditation per se, tetapi ini adalah sebuah upaya awal untuk memulai proses ‘bisnis’ kita yang lebih baik. AACSB adalah sebuah driver dalam upaya continuous improvement.” Masih dalam pidato tersebut, disebutkan bahwa selama tahun ajaran 2010/2011 pula, banyak mahasiswa FEB UGM yang telah mengharumkan nama fakultas, baik di kancah nasional maupun internasional. Begitupun dengan dosen-dosen yang artikelnya berhasil dimuat di jurnal-jurnal internasional yang peer reviewed, mendapatkan grand penelitian, dan juga mengikuti seminar internasional. “Dies Natalis ini mudah-mudahan menjadi momentum yang baik bagi kita semua untuk lebih merapatkan barisan, mempererat kerja sama, saling melengkapi satu sama lain untuk mencapai visi FEB sesuai dengan tema Dies tahun ini, ‘Rajutan Prestasi dalam Komitmen, Integritas, dan Kekeluargaan FEB UGM’,” tukas dekan.

apat Senat Terbuka dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah pada tahun ini disampaikan oleh Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Akt. Orasi kali ini bertema Akuntansi dan Pelaporan Berkelanjutan (Sustainability Accounting and Reporting). Dalam orasi tersebut, Zaki menyampaikan pentingnya pengungkapan informasi aktivitas sosial perusahaan dalam laporan keuangan. Pengungkapan informasi tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) ini disebabkan adanya desakan dari masyarakat akan tanggung jawab perusahaan yang banyak merusak lingkungan karena aktivitasnya. Menanggapi permintaan masyarakat, pemerintah dan dewan standar akuntansi pun menyusun regulasi yang mengatur pelaporan kegiatan sosial ini. Penelitian-penelitian sendiri menunjukkan adanya dampak positif atas pelaporan tanggung jawab sosial oleh perusahaan. “Pengungkapan informasi ini sering dikaitkan dengan istilah akuntansi lingkungan atau akuntansi hijau yang dimaksudkan agar tetap terpeliharanya alam dan bisnis sehingga dapat berlanjut (sustain). Sehingga, istilah lain yang digunakan untuk menunjukkan akuntansi dan pelaporan sosial dan lingkungan adalah Sustainability Accounting and Reporting,” ungkap Zaki. Orasi ilmiah ini dilanjutkan dengan peluncuran buku “Manajemen dalam Perspektif”. Buku ini ditulis oleh 26 dosen jurusan Manajemen sejak bulan Mei hingga Agustus 2011. Menurut Sahid Susilo Nugroho, M.Sc., M. Phil., DBA, Ketua Jurusan Manajemen, “Buku ini menjadi kado dari jurusan Manajemen untuk Dies FEB ke56.” [prima]

F

Kuliah Umum Prof. Boediono Menandai Puncak Dies Natalis FEB UGM

EB UGM menggelar kuliah umum dan dialog bertema “Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia” pada Senin pagi (17/10). Acara yang diadakan sebagai penutup rangkaian Dies Natalis FEB UGM ke-56 ini digelar di ruang Auditorium MM UGM pada pukul delapan pagi hingga satu siang. Sebagai pembicara, hadir Sudarno Sumarto (Peneliti Senior lembaga Penelitian SMER), Vivi Alatas (Senior Economist World Bank Jakarta), dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono. Sudarno Sumarto, yang juga menjadi penasihat di Tim Nasional Pemercepat Penanggulangan Kemiskinan, menjadi pembicara pertama yang menyampaikan kuliah. Ia menyampaikan situasi kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, ada dua alasan mengapa kemiskinan harus dibahas. Pertama, karena tujuan pembangunan intinya menuntaskan kemiskinan. Kedua, kemiskinan menjadi topik yang seksi untuk dibahas, terutama pascareformasi. Untuk mendapatkan solusinya, maka ia pun menjelaskan situasi kemiskinan di Indonesia. Dalam kuliah satu jamnya, Sudarno menyampaikan berbagai pengertian seputar kemiskinan dan cara-cara pengukurannya. Dalam penyampaiannya, dia menuturkan hasil penelitian SMER dari tahun 1996 hingga 2011 yang menunjukkan bahwa kemiskinan di Indonesia cenderung menurun. Kuliah dilanjutkan oleh Vivi Alatas yang menjelaskan langkahlangkah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Vivi menembak pengentasan kemiskinan dari segi pendidikan. Untuk mengentaskan kemiskinan, diperlukan upaya-upaya perbaikan aspek pendidikan agar masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan pada akhirnya dapat membantu dirinya sendiri terbebaskan dari jerat kemiskinan. Elan Satriawan, selaku moderator sesi pertama, mempersilakan peserta kuliah bertanya pada kedua pembicara pagi itu seusai sesi pertama. 15 menit kemudian, peserta diberikan waktu untuk istirahat sembari disuguhi sajian musik dari Economic Session Band. Acara dilanjutkan lagi setelah Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, memasuki ruangan. Sebelumnya, Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. menyampaikan sambutan selamat datang untuk pada Wakil Presiden. Sesi tersebut dimulai dengan penyampaian

materi oleh Boediono yang berjudul “Visi dan Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan”. Dalam kuliah ini, Boediono menyampaikan adanya program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah dengan berbasis empat klaster: pertama, basis rumah tangga dan individu seperti beasiswa BSM dan bidik misi; kedua, basis pemberdayaan komunitas, seperti PNPM Mandiri, ketiga, basis usaha mikro dan kecil, melalui KUR; dan terakhir, klaster basis spasial, contohnya permukiman kumuh. Kuliah berlanjut dengan dialog antara peserta dengan para pembicara selama setengah jam penuh seputar dunia perekonomian dan kemiskinan dengan hangat dan menarik. Baru pada pukul 13.00 WIB, acara kuliah umum dan dialog ini ditutup. Penutupan acara ini sekaligus secara resmi mengakhiri rangkaian Dies Natalis FEB UGM ke-56. [prima]

22

23

SCHOLARSHIP & RECRUITMENT

PARTNERSHIP

oint Japan World Bank Graduate Scholarship Program (JJWBGSP) merupakan beasiswa yang diberikan oleh kerjasama antara Bank Dunia dan pemerintah Jepang. Beasiswa ini diperuntukkan bagi para professional di negara-negara anggota World Bank untuk belajar pada International Cooperation Policy (ICP) Programs, Asia Pasific University (APU). Informasi selengkapnya silakan kunjungi http://www.apu.ac.jp/graduate/ modules/admissions/index.php?content_id=50&lang=english. Batas akhir pengiriman aplikasi adalah 31 Maret 2012.

Joint Japan World Bank Graduate Scholarship Program 2012

Beasiswa Erasmus Mundus MAPP 2012
easiswa Eric Bleumink Fund adalah beasiswa program Master di University of Groningen Jerman. Beasiswa ini meliputi tiket transportasi dari dan ke Negara asal, uang kuliah, biaya hidup, uang buku, dan asuransi kesehatan selama dua tahun. Informasi selengkapnya silahkan kunjungi http://www. rug.nl/prospectiveStudents/scholarships/ericBleumink Batas akhir pengiriman aplikasi adalah 22 Februari 2012.

J

B

ank Dunia kembali menawarkan lima beasiswa program Master bidang Kebijakan Publik & Perpajakan di Yokohama National University. Silakan kunjungi alamat http://www.igss.ynu.ac.jp/ wb-ppt/general_infomation03.html untuk informasi lebih lanjut. Batas akhir pengiriman berkas aplikasi adalah 30 September 2012.

Beasiswa World Bank Program Master Public Policy & Taxation

B

he Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy (Mundus MAPP) adalah beasiswa program master yang dibiayai oleh European Commission. Program ini berlangsung selama dua tahun. Informasi selengkapnya silakan kunjungi http://www.apu. ac.jp/graduate/modules/admissions/index.php?content_ id=50&lang=english. Silahkan kirimkan berkas aplikasi sebelum 4 Januari 2012.

University of Groningen Talent Grant: Eric Bleumink Fund 2012

P

Menjalin Kerja Sama Baru: FEB UGM dan Institute of Human Resource & Change Management JKU Austria

ada Kamis (3/11) lalu, nota kesepahaman antara Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dengan Faculty of Social Sciences, Economics and Business, Johannes Kepler University (JKU) Linz, Austria resmi ditandatangani. B.M. Purwanto, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FEB UGM, mewakili fakultas dan universitas hadir dalam acara tersebut. Pada wawancara singkat sekembalinya dari kunjungan kerja di Linz, Austria dan mengajar di Hochschule Osnabrueck, Jerman, ia mengungkapkan, “Kerja sama ini mencakup pertukaran mahasiswa program S1 dan S2. Setelah satu tahun, program pertukaran mahasiswa dapat ditingkatkan menjadi program double-degree dan program pertukaran staf.” Sebelum kerja sama formal disepakati, salah satu dosen baru FEB UGM, Dr. Rangga Almahendra, M.M., telah menjadi dosen tamu di JKU. Kerja sama baru ini diharapkan dapat menambah jumlah mahasiswa asing yang menimba ilmu di FEB UGM dan juga dapat menambah pilihan tujuan program pertukaran dan double-degree bagi mahasiswa FEB UGM. [hk]

T

D

Kerjasama Bidang Pendidikan dan Magang dengan PT Asuransi Aviva Indonesia
alam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, PT Asuransi Aviva Indonesia mengajukan permohonan kerja sama di bidang pendidikan dan penawaran magang pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM). Penandatanganan kerja sama dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2011 oleh Presiden Direktur PT Asuransi Aviva Indonesia, Harvey Chamberlain dan Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D. Kerjasama ini meliputi penyelenggaraan kegiatan magang serta penelitian untuk mahasiswa S1 dan S2 FEB UGM, penyelenggaraan kuliah umum, serta membuka kesempatan kerja di PT Asuransi Aviva Indonesia bagi lulusan FEB UGM. PT Asuransi Aviva Indonesia adalah bagian dari Aviva International Holding Limited yang merupakan salah satu grup asuransi terbesar di dunia, meliputi penyedia asuransi jiwa dan dana pensiun terkemuka di Inggris dan negara-negara Eropa. Kegiatan bisnis utama Aviva Group yaitu long-term savings, fund management, dan asuransi kerugian. PT Asuransi Aviva telah melayani lebih dari 53 juta nasabah di 28 negara di seluruh dunia. Ditandatanganinya perjanjian ini diharapkan mampu menjadi sarana implementasi teori kuliah bagi mahasiswa FEB UGM sekaligus pengenalan dunia kerja, khususnya dunia kerja asuransi.

Beasiswa APEC Untuk Program MBA Program di NTU Singapore 2012
anyang Technological University (NTU) sebagai universitas riset terpercaya di Singapura menawarkan beasiswa program MBA untuk alumni FEB UGM. Informasi selengkapnya silakan kunjungi alamat http://admissions.ntu.edu.sg/graduate/ scholarships/Pages/APECScholarship.aspx. Berkas aplikasi ditunggu sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.

N

Kesempatan Berkarir PT Astra Daihatsu Motor

T Astra Daihatsu Motor salah satu perusahaan manufaktur mobil terbesar di Asia Tenggara dengan produksi utama untuk Daihatsu dan Toyota, menantang alumni FEB UGM untuk menjadi bagian dari tim kami. Informasi lebih lanjut silakan kunjungi alamat http://ecc.ft.ugm.ac.id/ index.php?r=lowongan/view&id=1637&t=1. Batas waktu untuk aplikasi sampai dengan tanggal 2 Desember 2011.

P

S

FEB UGM Perluas Jejaring Internasional di Jerman

etelah bekerja sama dengan University of Applied Sciences di Bremen, Pforzheim, & Schmalkaden, Fakultas Ekonomika & Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) memperluas jejaring internasionalnya di Jerman melalui kerjasama dengan salah satu universitas yang memiliki Fakultas bisnis & manajemen terbaik di Jerman, yaitu Osnabrück University of Applied Sciences, Faculty of Business Management & Social Sciences. Osnabrück University of Applied Sciences ini merupakan salah satu universitas dengan sistem pembelajaran dan riset berbasis terapan. Osnabruck University of Applied Sciences menawarkan lingkungan belajar yang intensif dalam kelas kecil sehingga mahasiswa dapat lebih dekat dengan dosen dan lebih fokus dalam belajar. Kerjasama ini mencakup pertukaran mahasiswa, staf, dosen, maupun joint research. Ke depannya kerjasama ini diharapkan dapat memfasilitasi keinginan faculty member kedua belah pihak untuk saling bertukar informasi dan memperluas wawasan terutama dalam hal keilmuan & budaya.

24

25

LECTURER’S ARTICLES

Oleh: Gunawan Wibisono, S.E., M.Acc., Ak.

Internet Financial Reporting dan Tempelan Multimedia pada Statement Keuangan Elektronik

I

nternet (Inter-Network) melalui sistem world wide web (www) saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sistem www merupakan sistem yang memanfaatkan arsitektur teknologi klien-server untuk menyimpan, mengambil, mengubah, dan menampilkan informasi yang dapat diakses secara universal (Laudon dan Laudon, 2011). Organisasi bisnis telah banyak memanfaatkan sistem www ini untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Bisnis e-perdagangan telah banyak bermunculan dan terjadi transformasi transaksi dari manual menjadi transaksi elektronik. Blog korporat milik perusahaan juga mulai menjamur berisikan kegiatankegiatan dan pengumuman-pengumuman yang rata-rata bersifat sosial, termasuk juga profil-profil perusahaan yang muncul di situs-situs jejaring sosial. Selain berbagai hal diatas, organisasi bisnis juga memanfaatkan sistem www untuk mempublikasikan informasi yang berhubungan dengan investor dan atau calon investor mereka. Hasil RUPS, hasil diskusi dan analisis manajemen, dan statement keuangan sudah banyak yang dapat diakses melalui sistem www di Internet. Kebutuhan akan pelaporan keuangan berbasis Internet ini sudah sejak tahun 1994 disadari oleh AICPA, karena munculnya kebutuhan akan sistem pelaporan keuangan yang fleksibel, mudah diakses, cepat, dan terpercaya sedangkan sistem pelaporan berbasis kertas (paper-based) sudah dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Internet Financial Reporting Pemanfaatan jaringan Internet melalui sistem www untuk mempublikasikan informasi kinerja keuangan organisasi bisnis ini dipopulerkan dengan nama Internet Financial Reporting (IFR) dan tidak hanya dibatasi pada statement keuangannya saja, tetapi juga termasuk semua informasi yang berhubungan dengan kinerja keuangan organisasi bisnis, misalnya: diskusi dan analisis manajemen, statement keuangan segmen, dan catatan atas statement keuangan (Jones, et.al., 2003). Saat ini, pelaporan kinerja keuangan melalui sistem www ini belum memiliki aturan khusus dari badan profesional dan sifatnya masih sukarela, sehingga organisasi bisnis masih bebas dalam berkreasi dan memanfaatkan berbagai macam teknologi untuk menyajikan informasiinformasi kinerja keuangan tersebut. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan mempublikasikan informasi kinerja keuangan melalui IFR ini (Budi dan Almilia, 2008; Kelton, 2006; Ettredge, et.al., 2001; Lestari dan Chariri, 2007; Anindya dan Wibisono, 2010), beberapa diantaranya: 1. Frekuensi Penyajian Informasi yang Lebih Sering. Apabila didukung oleh teknologi informasi yang memadai, maka IFR dapat disajikan tidak hanya dalam perioda tahunan, semesteran dan atau kuartalan, tetapi juga dapat disajikan dalam periode bulanan, mingguan, harian, atau bahkan hampir instan (termutakhirkan secara real time). 2. Kos yang Relatif Rendah. Jika dibandingkan dengan penyajian menggunakan kertas, maka penyajian secara elektronik menggunakan IFR ini memiliki kos yang lebih rendah.

3. Penyajian yang Lebih Menarik. Berbagai macam teknologi dapat ditempelkan (embed) ke IFR sehingga menjadikan penyajiannya lebih menarik. IFR dapat dilengkapi dengan hyperlink, video, audio, processable file format, maupun grafik dinamis. 4. Cakupan yang Lebih Luas. Kemudahan dalam mengakses IFR dari mana pun dan kapan pun menjadikan cakupan IFR ini menjadi lebih luas. Asalkan terdapat akses ke www, maka IFR pasti dapat diakses. 5. Profiling dan Akses Khusus. IFR dapat didesain sedemikian rupa sehingga calon-calon investor maupun investor telah teregistrasi untuk dapat mengakses bagian-bagian tertentu dari IFR. Selain itu, hasil analisis terhadap akses IFR dapat dipakai oleh manajemen organisasi bisnis untuk membuat profil dari calon-calon investor dan investor organisasi bisnis. 6. Menaikkan Image. Organisasi bisnis juga dapat meningkatkan image-nya di depan stakeholders dengan memanfaatkan IFR, salah satunya dengan menunjukkan bahwa organisasi bisnis tersebut mampu memanfaatkan teknologi dan tidak ketinggalan zaman. Meskipun banyak sekali manfaat IFR, tidak diaturnya IFR oleh badan profesional dapat membuat pembaca informasi IFR mentafsirkan informasi secara keliru karena format penyajian yang berbeda-beda dan pemanfaatan teknologi yang bermacam-macam. Sundar (2000) menemukan bahwa teknologi-teknologi yang menempel pada informasi dapat mengalihkan pembaca informasi dari inti informasi yang sedang dibacanya. IFR di Indonesia Meskipun di Indonesia belum terdapat badan profesional yang mengatur IFR ini, akan tetapi IFR sudah banyak diselenggarakan oleh organisasi-organisasi bisnis di Indonesia, terutama oleh perusahaanperusahaan yang telah go public dan memiliki nama di masyarakat. Pada pendataan tahun 2008, hampir sekitar 80% perusahaan yang terdaftar di bursa telah memanfaatkan media internet untuk tujuan hubungan ke calon investor dan investor. Bentuk IFR di Indonesia masih didominasi oleh bentuk dokumen elektronik dalam format PDF (Amilia, 2010). Hal ini mengindikasikan bahwa model IFR di Indonesia masih pada tahap transformasi awal, di mana terjadi perubahan format dari kertas ke elektronik. Dokumen berbentuk PDF biasanya belum mampu menyajikan konten yang interaktif maupun multimedia yang dapat ditempelkan pada IFR. Beberapa penelitian di Indonesia (Hargyantoro, 2010; Trijayanti dan Hermana, 2009) menunjukkan bahwa pemanfaatan IFR di Indonesia mampu mempengaruhi harga di pasar dan/atau kinerja keuangan berbasis rasio. Pengaruh terhadap masyarakat secara langsung biasanya terjadi pada pemanfaatan teknologi yang dilakukan pada tahap awal. Anindya dan Wibisono (2010) juga mengungkapkan bahwa calon investor dan investor memiliki minat yang tinggi untuk memanfaatkan IFR sebagai sumber informasi yang akan dipakai untuk pengambilan keputusan mereka. Konten dalam IFR Seperti telah diungkapkan di atas, salah satu manfaat dari IFR adalah kemampuannya untuk ditempelkan berbagai macam teknologi. Sayangnya, di Indonesia, bahkan di dunia, masih sedikit organisasi bisnis yang memanfaatkan kelebihan IFR ini. Clements dan Wolfe (2000) menemukan di dalam eksperimen mereka bahwa video yang tertempel pada IFR mempengaruhi keputusan pengguna untuk melakukan investasi. Meskipun demikian, informasi yang didapatkan dari bentuk video tidak lebih dapat diingat oleh pengguna dibandingkan dengan informasi berbentuk teks. Hal ini menyebabkan pemanfaatan konten berbasis multimedia menjadi prioritas kedua di dalam IFR (Debreceny, et.al., 2001). Multimedia sebenarnya tidak harus dalam bentuk video, Dobrican (2009) membagi konten multimedia menjadi beberapa bagian: 1. Teks. Teks dianggap sebagai bentuk multimedia visual yang paling mendasar. Dalam konteks teknologi, teks sebagai multimedia biasanya disajikan dalam bentuk tautan dan teks dinamis; dapat dipakai sebagai

navigasi konten maupun berubah formatnya sesuai dengan perintah dari pengguna. 2. Gambar. Gambar sebagai multimedia didefinisikan sebagai gabungan elemen pixel yang terdiri dari serangkaian warna dan tingkat kecerahan. Dalam konteks teknologi, gambar sebagai multimedia dapat disajikan dalam bentuk dinamis, seperti halnya fitur visualisasi yang dimiliki oleh Google AJAX. 3. Audio. Audio didefinisikan sebagai tekanan yang berbeda yang menghasilkan getaran ke berbagai arah. Penerapan audio dalam IFR diprediksikan kurang populer karena keterbatasan penggunaannya; beberapa menggunakannya untuk corporate speeches walaupun masih sangat sedikit. 4. Video. Video adalah rangkaian gambar (frames) yang disatukan dan ditunjukkan secara berurutan yang menciptakan ilusi gerakan yang diterima oleh mata manusia dan menimbulkan perasaan bahwa objek yang disajikan sedang bergerak. Pemanfaatan video didalam IFR juga masih terbatas, tetapi lebih efektif dalam menyajikan informasi dibandingkan dengan audio. Adriazka dan Wibisono (2011) menemukan bahwa investor dan calon investor memiliki minat cukup tinggi untuk memanfaatkan multimedia yang tertempel pada IFR. Fokus multimedia yang diminati cenderung ke pemanfaatan teks dan gambar dinamis. Pengguna IFR merasa bahwa teks dan gambar yang dinamis akan menjadikan pembacaan dan pemanfaatan informasi keuangan menjadi lebih efektif dan efisien. Misalnya, dengan melakukan navigasi ke catatan atas laporan keuangan dengan sekali pencetan tombol dan/atau menampilkan gambar dinamis berupa grafik perbandingan saat pengguna memilih beberapa angka-angka performa tertentu. Masa Depan IFR Jika diilhat dari beberapa penelitian di atas, IFR di Indonesia sebenarnya dapat dikembangkan secara lebih baik lagi. Sudah saatnya IFR tidak hanya berbentuk dokumen elektronik yang statis (PDF), tetapi juga memanfaatkan teknologi yang sifatnya dinamis (Google AJAX, HTML 5, FLASH, dsb.). IFR secara umum telah diminati penggunaannya oleh investor dan calon investor. Oleh karena itu, penempelan teknologi yang tepat pada IFR juga diharapkan akan meningkatkan minat pengguna. Badan profesional juga diharapkan keterlibatannya di dalam pengaturan penyajian IFR untuk memastikan kekayaan informasi dan konten yang disajikan oleh IFR. Dengan adanya standar, pengguna statement keuangan tidak akan dibingungkan oleh informasi dan konten yang disajikan oleh IFR. Saat ini, penggunaan IFR masih bersifat sukarela. Namun, diharapkan badan profesional mampu membuat penyajian IFR ini menjadi wajib ke depannya. Hal ini terutama berkaitan dengan tanggung jawab publik organisasi bisnis dan kebutuhan informasi yang tepat waktu serta kemudahan akses informasi bagi pengguna.

Referensi
• •

• • •

Adriazka, Haris dan Wibisono, Gunawan, 2011. “Analisis TAM Pada Penggunaan Multimedia di dalam IFR Sebagai Sumber Informasi bagi Investor”, Working Paper. Yogyakarta: UGM. Almilia, S. Luciana, 2010. “Financial and Non Financial Factors Influencing Internet Financial and Sustainability Reporting (IFRS) in Indonesia Stock Exchange”. Journal of Indonesian Economy and Business 25 (2). Anindya dan Wibisono, Gunawan, 2010. “Analisis TAM Pada Penggunaan IFR oleh Investor”. Working Paper. Budi, Sasongko dan Almilia, S. Luciana, 2008. “Exploring Financial and Sustainability Reporting on the Web in Indonesia”. Debreceny, R., Gray, Glen L. dan Mock, Theodore J., 2001. “Financial Reporting Web Sites: What Users Want I Terms of Form and Content”. The International Journal of Digital Accounting Research 1 (1). Dobrican, O. A., 2009. “Multimedia and Decision-Making Process”. Informatica Economică 13 (3).

26

27

NEWS FROM ABROAD

• Magnet para Tokoh dan Legenda Studi di UK membuka kesempatan bagi saya untuk napak tilas dan melihat lebih dekat data dan fakta sejarah di mana para legenda seperti John Maynard Keynes dan Adam Smith lahir meninggalkan sejarah kebesarannya. • Sejarah dan Budaya Inggris merupakan salah satu negara yang saat ini mampu mempertahankan warisan sejarah dan budaya hasil peninggalan para pendahulu berbentuk bangunan-bangunan tua dengan arsitektur yang indah dan eksotis, misalnya. • Bahasa Studi di negara dimana bahasa Inggris merupakan bahasa Ibu dengan sendirinya akan mengasah kemampuan bahasa Inggris saya dan menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi saya untuk bisa berinteraksi langsung dengan para pengguna bahasa Inggris tradisional yang mempunyai beragam aksen. • Jangka Waktu Studi Mempertimbangkan yang memakan waktu cukup lama, maka mutlak diperlukan destinasi wisata sebagai obat penawar ketika rasa penat dan suntuk menyerang di sela-sela waktu studi. Inggris merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak tempat eksotis dan menarik. Lancaster University Sadar akan pentingnya keberadaan universitas sebagai pendorong gerak perekonomian daerahnya, Lancaster University berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki reputasi dan rankingnya di kancah Internasional untuk menaikkan ‘daya jual’-nya di mata calon peminat, terutama bagi mereka yang datang dari luar negeri. Uniknya, salah satu strategi yang ditempuh adalah merekrut dosen-dosen yang telah punya capaian akademik yang mumpuni di kancah internasional sehingga hal ini dapat membantu mendongkrak rating akreditasinya. Lancaster University –seperti juga universitas lain di Inggris– adalah universitas yang mempunyai bentuk “Collegiate Structure” yang terdiri dari beberapa college. College adalah tempat dimana mahasiswa tinggal dan bersosialisasi. College juga merupakan tempat di mana mahasiswa menerima sesi teaching group dalam kelompok kecil, terkenal dengan sebutan supervisions. Lancaster University menawarkan sembilan colleges dengan rincian delapan colleges untuk undergraduate dan satu college untuk postgraduate. Selain itu, Lancaster University juga mempunyai empat fakultas utama di mana masing-masing fakultas terdiri dari banyak departemen, institusi, dan centre of studies. Empat departemen itu adalah The Faculty of Arts and Social Sciences (FASS), The Faculty of Health and Medicine, Lancaster University Management School (LUMS) dan The Faculty of Science and Technology. PhD Program di LUMS Untuk program doctoral (PhD), sistem pendidikan doctoral di Inggris lebih mirip dengan Australia dibandingkan dengan Amerika. Standar persyaratan untuk terdaftar sebagai program PhD adalah harus sudah menempuh pendidikan master, diutamakan by course. Kalaupun dulu pendidikan master yang ditempuh adalah by research, pada tahun pertama wajib mengambil beberapa mata kuliah yang nanti disebutkan dalam Certificate of Acceptance of Studies (CAS). Bagi yang tidak wajib mengambil mata kuliah, biasanya dimintai keterangan mengenai silabus dari mata kuliah yang pernah diambil saat master maupun undergraduate. Syarat lainnya adalah nilai IELTS/TOEFL dan tentunya proposal penelitian. Setelah terdaftar, biasanya mahasiswa diundang untuk menghadiri acara induksi sebagai media perkenalan dengan dosen, staf, dan kolega sesama mahasiswa doctoral. Setelah itu, masing-masing akan mendapatkan ruang kerja bersama dengan dua mahasiswa lain lengkap dengan

Kabar dari Negeri Seribu Kastil

Eny Sulistyaningrum, S.E, M.A.

fasilitas komputer dan jaringan internetnya. Selama masa perkuliahan, mahasiswa diwajibkan untuk menghadiri seminar internal dan eksternal yang diadakan departemen ekonomi setiap minggu. Seminar internal adalah seminar yang hanya dihadiri dosen dan mahasiswa PhD saja. Biasanya presentasi ini berisi tentang kemajuan riset dan hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa untuk mendapatkan input. Sementara seminar eksternal adalah seminar jurusan yang terbuka bagi dosen dari jurusan lain dan pembicaranya didatangkan dari luar universitas, seperti dari Amerika, Eropa atau dari Inggris sendiri. Selain menghadiri seminar, tentunya hal yang paling penting adalah pertemuan rutin dengan pembimbing. Departemen sendiri menyediakan dana bagi mahasiswa yang mau mengikuti training, workshop, ataupun conference yang sesuai dengan bidang keahliannya. Untuk mengetahui kemajuan penelitian yang dilakukan, setiap tahun ada penilaian “annual appraisal” bagi penelitian mahasiswa. Di sini, mahasiswa diminta mengumpulkan tulisan dan presentasi mengenai kemajuan hasil penelitiannya. Selain itu, ada juga penilaian “PhD Confirmation/Upgrading” bagi mahasiswa yang menginjak tahun kedua guna mendapatkan konfirmasi sebagai PhD Candidate. Terakhir adalah ujian pendadaran yang lebih terkenal dengan sebutan “VIVA” untuk menentukan kelulusan PhD. Saya sendiri sejak tahun akademik 2009/2010, di Lancaster University terdaftar sebagai mahasiswa Lancaster University Management School (LUMS) di jurusan ekonomi. Selain departemen ekonomi, terdapat beberapa departemen (jurusan) lain yang berada dibawah payung LUMS, seperti: Accounting and Finance, Marketing, Enterpreneurship & Enterprise Development, dan lainnya. Saya lebih memilih LUMS karena pembimbing potensial yang sesuai dengan riset yang saya lakukan –kebijakan ekonomi di bidang pendidikan khususnya subsidi pendidikan dengan fokus pada evaluasi kebijakannya– ada di sini. Menemukan Kepingan Wajah Indonesia Menetap di negeri orang dalam jangka waktu yang lama terkadang membuat kita secara tiba-tiba diserbu oleh perasaan kangen akan kampung halaman. Namun, saya tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa rasa kangen itu terjadi dengan cara yang sedikit ironis. Bermula ketika saya dan keluarga berkunjung ke Kota Liverpool untuk melihat lebih dekat sejarah dan peninggalan The Beatles, grup musik tersohor yang lahir di sana. Selesai menikmati peninggalan The Beatles, kami berkunjung ke Slavery Museum. Slavery Museum adalah museum yang menyimpan berbagai catatan sejarah perbudakan dan eksploitasi terhadap manusia oleh manusia sejak zaman dahulu hingga saat ini. Sejurus kemudian, di hadapan saya terdapat sebuah poster dengan gambar seorang wanita berwajah khas melayu sedang memegang gagang sapu. Kalimat awal pada poster itu berbunyi: Nour migrated from Indonesia to Riyadh, Saudi Arabia, in search of work. “Everyday the wife of my employer beat me. She beat my head, so I would cover it with my hands. They became swollen, so she made me wash my hands with one whole cup of bleach. I never get enough food. So many times I did not get a chance to sleep....” dan seterusnya. Memorabilia itu mengusik sentimen saya sebagai warga Indonesia. Terlahir sebagai anak bangsa dari rahim bumi pertiwi tidak membuat saya malu bahwa darah daging saya adalah Indonesia. Tapi, saya prihatin dengan diri saya sendiri bahwa saya yang mengira bangsa kita telah merdeka sedangkan orang seperti Nour terkadang sulit sekali menemukan kehadiran negara dalam kasus-kasus yang mereka alami. Melalui media ini, tak lupa saya mengharapkan doa dan dukungan dari pembaca sekalian, supaya saya mampu menyelesaikan studi saya dengan baik dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kelak. Amin.

M
28

erupakan sebuah kehormatan bagi saya dan senang rasanya bisa kembali lagi berjumpa dan berbagi cerita dengan para sivitas akademika di lingkungan FEB UGM yang tanpa terasa telah saya tinggalkan selama dua tahun lebih. Melalui media ini, saya ingin berbagi cerita yang menjadi proses pembelajaran maupun renungan bagi saya. Memang tidak bisa saya pungkiri bahwa wejangan dari para senior yang telah berhasil menyelesaikan program doktoral memberikan dorongan tersendiri bagi saya untuk studi lanjut. Dorongan terbesar saya temukan justru pada sebuah kolom wawancara di koran harian nasional menjelang pemilu pilpres tahun 2009 yang memuat interview dengan salah satu calon wakil presiden yang kebetulan juga berlatar belakang sebagai dosen. Kurang lebih cuplikan wawancara tersebut sebagai berikut, “Bangsa ini masih membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan punya kompetensi sebagai agen pelaksana pembangunan bangsa dan modal bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif. Akan tetapi rasanya kurang bijaksana jika kita membuat perbandingan dengan negara lain atau kondisi lain jika kita bicara tentang renumerasi. Ada

baiknya kita berpikir, mungkin saat ini kita harus sedikit rela berkorban, siapa tahu nanti anak cucu kita yang bisa menikmati.” Studi di Inggris Ada banyak faktor yang lazimnya turut berperan dalam mempengaruhi keputusan seorang dosen yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri. Ada sebagian orang hanya menempatkan kualitas dan ranking universitas sebagai satu-satunya pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan. Akan tetapi, ada juga yang mempertimbangkan faktor keindahan alam kota atau negara yang akan disinggahi, faktor cuaca, faktor kedekatan geografis dengan Indonesia, sampai pada faktor bahasa negara tujuan. Menyadari sepenuhnya keterbatasan yang saya miliki, saya mencoba memoderasi beberapa faktor pertimbangan tersebut di atas, sehingga pada akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di negeri seribu kastil ini. Untuk itulah, saya ingin mencoba untuk berbagi pengalaman proses pengambilan keputusan mengapa saya memilih UK sebagai tempat untuk menempuh studi saya.

29

STUDENT CORNER

ALUMNI CORNER

Andreas Kurniawan: Si Cerdas dan Cintanya pada Ilmu Ekonomi

C

erdas. Itulah yang tergambar pada mata mahasiswa yang satu ini, Andreas Kurniawan. Ini terbukti dari berbagai kejuaraan yang pernah disabetnya selama di bangku sekolah menengah atas. Bahkan, medali perak dan emas olimpiade ekonomi nasional pernah dikantonginya. Yas –begitu panggilan akrabnya– memulai perjalanan ‘karir’nya semenjak duduk di bangku sekolah dasar dengan mengikuti lomba siswa teladan di daerahnya, Kuningan. Sejak saat itu, lomba menjadi tak terpisahkan dari dunianya. Diakuinya, ia paling banyak mengikuti lomba saat berada di sekolah menengah atas. Ya, selama tiga tahun, ia terus mengikuti olimpiade ekonomi hingga tingkat nasional dan juga lombalomba bertema ekonomi yang digelar oleh universitas-universitas di Indonesia. Selama kuliah, prestasinya tidak kalah brilian dengan mahasiswa lain. Meskipun tak lagi bermain di kancah perlombaan, Yas menunjukkan kecerdasannya dengan hal lain, seperti menjadi perwakilan FEB UGM dalam dialog ekonomi kerakyatan di TVRI pada Agustus lalu. IPK pun tak perlu ditanya lagi. Mahasiswa kelahiran April 1991 ini selalu menyabet angka di atas 3,8. Kegiatan nonakademik Andreas juga tetap berjalan lancar. Ia bergabung dengan Departemen Intelektual Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMIESPA) FEB UGM dan pada tahun 2011 menjadi Ketua Forum Studi dan Diskusi Ekonomi (FSDE), acara tahunan HIMIESPA. Bahkan, belakangan ini dia juga mengajar tim olimpiade ekonomi Jawa Tengah untuk persiapan olimpiade ekonomi nasional. Kecintaan pada Ilmu Ekonomi Meskipun ketika naik ke kelas dua SMA dia dinyatakan masuk ke jurusan IPA, Andreas tetap mengikuti lomba-lomba ekonomi. Bahkan, ia sendiri memutuskan untuk masuk ke jurusan Ilmu Ekonomi UGM. Ini disebabkan oleh kecintaannya pada ilmu ekonomi. Menurutnya, ilmu sosial yang satu ini, “Tidak hanya berupa hafalan, tetapi juga memerlukan pemahaman mengapa sesuatu itu bisa terjadi. Ilmu Ekonomi merupakan analisis logika yang asyik.” Kecintaan pada Ilmu Ekonomi semakin ditunjukkan oleh cita-citanya nanti. “Ingin menjadi konsultan ekonomi atau bankir,” ujar mahasiswa bergolongan darah A ini. Cita-citanya berkaitan dengan kegemarannya pada dunia moneter yang menurutnya berkaitan dengan psikologi manusia. “Ekonomi itu menarik, tentang bagaimana kita mencari dana dan menginvestasikannya atau mengalokasikan sumber daya yang ada. Itu butuh seni yang tidak semua orang bisa. Tertarik saja dengan hal ini,” ungkapnya tentang dunia karir yang ingin dijalaninya. Tiga tahun belajar Ilmu Ekonomi di FEB belum memuaskan rasa hausnya akan pengetahuan ekonomi. Ia berkeinginan melanjutkan studinya ke luar negeri agar dapat mendalami perekonomian dunia, misalnya dengan mengikuti pertukaran pelajar. Tujuannya tentu untuk memahami bagaimana perekonomian dunia internasional, terutama di negara yang akan ditujunya. Sosok di Balik Seorang Andreas Bagi Andreas, dirinya yang saat ini adalah berkat ayahnya. Sang ayah menuturkan perjuangan hidupnya sejak kecil dan banyak

Bayu Anggoro Widyanto Menyikapi Kegagalan Menjadi Suatu Pelajaran

P

memotivasi Andreas untuk belajar. Bahkan, sejak masih berada di sekolah dasar, ayahnya memintanya untuk rajin membaca koran. Kebiasaan ini berlanjut hingga sekarang, anak pertama dari dua bersaudara ini selalu mengikuti perkembangan berita dari hari ke hari. Diskusi intelektual pun dilangsungkan oleh insan dua generasi ini, tujuannya tak lain untuk menambah pengetahuan. Menurutnya, meski ayahnya tidak membekalinya dengan materi, ia telah memberikan banyak ilmu. “Orang yang maju adalah orang yang bisa melihat sisi pembelajaran dalam langkah hidupnya,” itulah pesan ayahnya yang dihayati oleh Andreas. [prima]

ada EB News edisi ke-10 ini, Tim EB News berkesempatan mewawancarai Bayu Anggoro Widyanto, sosok profesional muda dan sukses. Menarik dan menginspirasi adalah dua kata yang menggambarkan perjalanan hidupnya. Para alumni jurusan Akuntansi FEB UGM angkatan ’97 mungkin tak asing dengan sosok Bayu Anggoro Widyanto. Siapakah dia? Bagaimana perjalanan karirnya? Bayu, sapaan akrabnya, menempuh kuliah di jurusan Akuntansi FEB UGM (FE UGM saat itu-red) tahun 1997 setelah menghabiskan masa SMP dan SMA di Kota Magelang. Ia terusik dengan ilmu Akuntansi di awal kuliah di jurusan ini. Di benaknya, belajar Akuntansi hanyalah seputar jurnal debit dan kredit saja sampai dia bertemu dengan Alm. Dr. Nur Indriantoro, dosen jurusan Akuntansi, yang mampu membuka matanya mengenai ilmu ini. ”Almarhum memberikan kesan yang mendalam bagi saya tentang bagaimana luasnya cakupan dunia Akuntansi, pada saat saya mengambil mata kuliah Behavioural Accounting” ungkapnya. Pria yang genap berusia 33 tahun ini memulai kisah perjalanan masa kuliahnya dari cerita tentang pengalaman berorganisasi di Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMAGAMA). Dari peran aktifnya itu, ia membangun softskill-nya dengan menjadi Manager Program and Public Relation. Menduduki posisi ini memberikan kesempatan baginya untuk mengatur program yang akan dijalankan dan melakukan kunjungan ke beberapa universitas baik dalam rangka diskusi panel maupun event yang lain. Bayu benar-benar menikmati masa kuliahnya di FEB sampaisampai dia sudah tidak ingat lagi duka ketika menempuh pendidikan Strata Satu saat itu. Hanya satu hal yang dia sesali sampai sekarang, tidak menyelesaikan kuliah tepat waktu sebelum dia bekerja. Dia melewatkan peluang-peluang yang mungkin dapat menjadikannya lebih baik lagi apabila pada waktu mengawali karirnya ia telah lulus kuliah. Tidak selesainya kuliah Bayu tepat waktu memang tidak sepenuhnya menghambat karirnya. Bahkan, mungkin saja apabila saat itu dia hanya berpikir kuliah dan tidak mengikuti rekruitmen kampus PricewaterhouseCoopers (PWCPwC) mungkin cerita karirnya saat ini akan lain. Walaupun sempat tertunda penyelesaian kuliahnya, akhirnya dia lulus pada tahun 2003. Bayu tersenyum ketika mengenangnya, ”Saya ingat sekali pada saat ujian komprehensif, saya adalah salah satu mahasiswa ”tertua” yang diuji oleh Pak Ainun Na’im (selaku dosen pembimbing –red), Pak Indra Wijaya Kusuma dan Mbak Wulan Wimbari.” Salah satu hal yang diakui Bayu sangat menunjang karir awalnya sebagai

auditor adalah pengetahuan yang didapatnya dari FEB. Tak ada pohon besar yang berdiri tanpa akar yang kuat, begitu pula halnya FEB yang telah membekali dasar dan fondasi ilmu yang kuat dalam perjalanan karir Bayu. Seiring berjalannya waktu, karirnya juga ditunjang oleh pengetahuan yang didapat dari pengalaman kerja. Dalam uraian sekilas di atas, Bayu mengawali karir tahun 2001 (saat dia masih menjadi mahasiswa-red) di PwC. Ia lolos dari seleksi rekruitmen kampus dan bergabung di Assurance Division spesialisasi bidang Industri Energi dan Pertambangan, PwC Indonesia. Dengan kerja keras dan kemampuan yang dia miliki, pada tahun 2008 dia mengambil kesempatan untuk international transfer ke PwC Australia. Sungguh beruntung bagi ayah dari dua putri ini, di PwC Indonesia maupun Australia ia mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan baik bidang finance, accounting maupun auditing. Salah satu di antaranya adalah Advanced International Program for Oil & Gas Financial Management di School of Management, The University of Texas, Dallas pada tahun 2006. Pada tahun 2010, Bayu memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Berkat keuletan, usaha, dan doa, akhirnya ia dapat bergabung dengan PT International Nickel Indonesia, Tbk. (PT Inco) sebagai General Manager Capital Project Control and Financial Evaluation. Semenjak bergabung dengan PT Inco, dia sempat pula memegang beberapa posisi seperti General Manager Financial Services, Controller, juga Head of Investor Relation sebelum kembali ke posisi awal sebagai General Manager Capital Project Control and Financial Evaluation. Kunjungannya ke kampus FEB UGM pada tahun 2009 silam, meninggalkan banyak kesan yang mendalam. Menurutnya, banyak sekali kemajuan kampus almamaternya ini dibandingkan pada masamasa kuliah 12 tahun lalu. Namun, dia mendukung kemajuan pesat ini mengingat hal ini memang diperlukan bagi fakultas ini untuk melaju ke level yang lebih tinggi dan bersaing dengan fakultas ekonomi dan bisnis universitas-universitas terkemuka di dunia. Semangat untuk terus maju tentu tidak membuatnya berpuas diri menyaksikan perkembangan FEB UGM. ”Yang saya harapkan tentunya FEB UGM dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang tentunya akan berkorelasi positif terhadap kualitas lulusan, dengan tetap menjaga nilai-nilai positif yang bisa diambil dari faktor kedaerahan Yogyakarta dan sekitarnya,” tuturnya penuh harap. Di akhir cerita, saat ketika ditanya apa kunci sukses dalam studi maupun karirnya, pria penyuka berbagai olahraga terutama bola basket dan golf ini menjawab, “Kunci sukses (adalah) bagaimana kita bisa memacu diri sendiri dan menyikapi kegagalan menjadi suatu pelajaran untuk lebih maju dan terpacu.”[hk]

30

31

UNIT NEWS

Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis

Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup dalam bidang pelatihan, dan workshop.

D

Kursus Keuangan Daerah (KKD)

alam rangka mendukung upaya peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah di bidang desentralisasi fiskal dan pengelolaan keuangan daerah, Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja sama dengan Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Kursus Keuangan Daerah (KKD). KKD diselenggarakan dengan tujuan untuk menghasilkan peserta yang dapat mengimplementasikan kebijakan pengelolaan keuangan negara/daerah. Untuk itu materi yang diberikan dalam KKD meliputi: Keuangan Negara dan Daerah, Perencanaan Pembangunan Daerah, Penganggaran Daerah, Manajemen Pendapatan Daerah, Manajemen Belanja Daerah, Manajemen Pembiayaan Daerah, Akuntansi Pemerintah Daerah, dan Materi Penunjang (Komputer dan Statistik).. Pelatihan ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) seluruh Indonesia dan berlangsung selama 60 hari dari 18 September -18 November 2011.

P

P

Pelatihan Metodologi Penelitian dan Ekonometrika Aplikatif
peserta terkait metodologi penelitian terkini yang dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan permasalahan penelitian. Metodologi penelitian terkini yang belum banyak dibahas antara lain analisis meta, ekonomika eksperimental, dan evaluasi ekonomi (economic evaluation). Berbagai metodologi tersebut memiliki keunggulan dalam presisi pengungkapan permasalahan dan solusi dalam bentuk rekomendasi kebijakan. Pelatihan Ekonometrika Aplikatif ini secara khusus didesain untuk membekali pegawai Bank Indonesia menjadi ekonom profesional. Pelatihan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan skills (baik dari sisi metodologi maupun teknologi) ekonometrika tentang hubungan antar berbagai peubah ekonomi dan penerapannya dalam studi empiris ekonomi. Topik-topik yang akan dibahas meliputi metoda penelitian dan analisis data runtut waktu (time series). Peserta pelatihan tidak sekedar belajar teori, namun akan lebih difokuskan belajar aplikasi ekonometri untuk studi ekonomi dan prakiraan besaran ekonomi. Contoh-contoh dan latihan aplikasi analisa time series diarahkan kepada kemampuan memahami fenomena ekonomi dan menterjemahkannya dalam konteks ekonometri. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh peneliti dan pegawai Bank Indonesia yang secara aktif terlibat dalam analisis data ekonomi secara profesional serta berkepentingan memberikan masukan kepada pimpinan tentang pilihan kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi dan moneter.

esatnya perkembangan perekonomian dunia berimplikasi pada interaksi dan permasalahan perekonomian yang semakin kompleks, termasuk dalam perekonomian Indonesia. Untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dan tantangan tersebut, dibutuhkan peningkatan kompetensi dan pengalaman yang beragam dan komprehensif, termasuk dalam bidang kuantitatif. Kemampuan kuantitatif dan analitis yang akurat menjadi salah satu kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat, efisien, dan efektif. Pelatihan dan Penelitian Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (P2EB FEB UGM) sebagai salah satu lembaga penelitian, konsultansi, dan pelatihan terkemuka di Indonesia memiliki berbagai skema dan program pelatihan dan pengembangan kompetensi. Program-program tersebut telah terbukti efektif meningkatkan kapasitas peserta pelatihan dan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengambilan keputusan di lembaga peserta pelatihan. Salah satu program pelatihan unggulan yang diselenggarakan oleh P2EB FEB UGM adalah pelatihan metodologi penelitian dan ekonometrika aplikatif. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober-4 November 2011 yang diikuti oleh 10 orang peserta dari Dewan Pengedaran Uang Bank Indonesia. Pelatihan metodologi penelitian memberikan bekal kepada

ada tanggal 22 Oktober 2011, P2EB FEB UGM bekerjasama AIFDR AUSAID menyelenggarakan Workshop Analisis dan Evaluasi Pemulihan Sosial Ekonomi Warga Lereng Merapi. Workshop ini bertujuan untuk mendiskusikan temuan hasil survei yang sudah dilakukan oleh tim dan mengidentifikasi opsi-opsi yang tepat bagi pemulihan sosial ekonomi warga korban merapi. Bertempat di Ruang Ruang Sidang II FEB UGM, peserta workshop ini meliputi: • Tim Pemulihan Sosek UGM • Perwakilan warga huntara Kuwang • Perwakilan warga Huntara Gondang • Perwakilan Dinas PU • Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak • Perwakilan BPBD Sleman • Perwakilan BPBD DIY • Perwakilan swasta PT. Kepurun • Para technical expert dari UGM Pembahasan utama dalam workshop kali ini adalah opsiopsi pemulihan sosial ekonomi yang tepat untuk warga korban merapi. Pemulihan ini merupakan hal yang multidimensi dan multifungsi. Pemikiran yang dibutuhkan adalah pemikiran yang jangka panjang, bukan hanya pemikiran untuk jangka waktu yang singkat. Oleh karena itu, bentuk pemulihan harus sustainable agar warga pulih secara mandiri. Tiga pilar utama untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi adalah modal insan, modal sosial, dan modal realitas dan perubahan pikiran. Dalam workshop disinggung juga temuan tentang kurang maksimalnya pendampingan warga yang dilakukan selama ini. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN pun belum maksimal dan belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan secara full service untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk hambatan yang terjadi sampai saat ini bukan merupakan dari manusianya sendiri, namun terletak pada faktor sosialnya. Oleh karena itu diperlukan pendampingan secara sosial juga. Agenda workshop kali ini juga membahas solusi atas usaha-usaha pemulihan ekonomi warga korban merapi yang telha berjalan namun kurang maksimal. Seperti contohnya ide penanaman bambu yang dikemukakan Bapak Soewarno. Ide tersebut terhambat lantaran faktor keadaan cuaca yang tidak mendukung. Kemarau yang begitu panjang menghambat ide ini. Kemudian ide peternakan pun juga terhambat lantaran kondisi lahan yang tidak memungkinkan. Kemudian ide perikanan yang sudah terlihat pergerakannya namun hasilnya pun tidak maksimal. Ini merupakan indikasi bahwa perubahan sosial ekonomi dengan lahan baru merupakan pendekatan non linear. Hal ini juga menggambarkan bahwa faktor kondisi lingkungan pun mempengaruhi bagaimana pola pemulihan sosial ekonomi.

Workshop Analisis dan Evaluasi Pemulihan Sosial Ekonomi Warga Lereng Merapi

32

33

AROUND BULAKSUMUR

U

“Sepeda Kampus UGM”, Upaya UGM Mewujudkan Kampus Educopolis
GM tahun ini meluncurkan fasilitas ”Sepeda Kampus”, yakni penyediaan sepeda umum secara gratis yang dapat diakses oleh sivitas akademika UGM dalam melayani mobilitas di dalam area kampus UGM. Sepeda kampus dirintis sejak tahun 2005 dan telah diresmikan pada tanggal 14 Juli 2011 oleh Rektor UGM, Prof. Sudjarwadi, Eng, Ph.D, dengan mendatangkan 200 unit sepeda untuk kegiatan operasionalnya. Fasilitas ini juga didukung dengan didirikannya delapan stasiun sepeda sebagai pos pemberangkatan dan pemberhentian sepeda yang terletak di tempat-tempat strategis. Sepeda Kampus merupakan upaya konkrit UGM dalam mengatasi kesemrawutan, kebisingan, dan juga polusi udara yang disebabkan oleh semakin bertambahnya kendaraan bermotor yang memasuki wilayah UGM. Adanya sepeda kampus ini juga mendukung program pemerintah kota dalam menggerakkan budaya bersepeda untuk sekolah dan bekerja atau lebih dikenal dengan segosegawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe). Pada awalnya, fasilitas ini kurang mendapat perhatian dari sivitas akademika UGM. Namun, setelah munculnya kebijakan baru berupa larangan bagi mahasiswa baru untuk menggunakan kendaraan bermotor di lingkungan kampus UGM, fasilitas ini baru dirasa penting kehadirannya. Seperti diketahui, mahasiswa angkatan 2011 diharuskan menandatangani SK yang menyatakan kesediaannya untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa baru UGM. Secara teknis, mekanisme peminjaman sepeda adalah dengan mendatangi stasiun sepeda dan menunjukkan kartu identitas untuk dicatat oleh petugas. Karena keterbatasan unit sepeda, durasi peminjaman dibatasi maksimal 30 menit, durasi ini dirasa cukup karena sepeda kampus hanya memfasilitasi pergerakan antar stasiun. Kepala Humas dan Keprotokolan UGM, Suryo Baskoro mengatakan, ”Sejak awal program ini memang tidak dimaksudkan untuk memfasilitasi satu sepeda untuk satu mahasiswa. Tidak semua mahasiswa baru menggunakan fasilitas ini. Banyak juga mahasiswa yang memiliki sepeda pribadi atau memilih jalan kaki di lingkungan kampus.” Suryo menambahkan bahwa UGM telah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengembangkan layanan sepeda kampus ini. Dalam waktu dekat, pihak UGM akan merealisasikan tambahan 600 unit sepeda sumbangan pihak sponsor. Di samping itu, UGM juga tengah memproses kerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan 1.000 unit sepeda tambahan. Ke depan, setiap stasiun juga akan dilengkapi dengan teknologi komputerisasi yang terhubung secara online untuk mencatat peminjaman sepeda. Hal ini dimaksudkan agar pengguna dapat mengakses informasi terkait ketersediaan sepeda di setiap stasiun secara online. Dengan ini, fasilitas sepeda kampus diharapkan dapat melayani sivitas akademika UGM dengan lebih maksimal untuk mewujudkan lingkungan kampus edukopolis, lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran serta tanggap terhadap isu ekologi. [Rahmat]

35

WHO’S WHO

ADVERTORIAL

Mengenal Lebih Dekat Astuti Hardaningsih

S

Hutomo Bayu Listyaghi Mahasiswa IUP FEB UGM Raih Prestasi di Negeri Kincir Angin

osok Astuti Hardaningsih pastinya tak asing lagi bagi sivitas akademika Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Ya, wanita yang lebih dikenal dengan nama panggilan Daning ini, tengah menjabat sebagai kepala seksi keuangan dan umum, bagian yang boleh dibilang ‘mengurusi hajat hidup orang banyak’. Wanita kelahiran tahun 1963 ini bisa dibilang telah merasakan asam garam mengabdi di Universitas Gadjah Mada. Sudah 24 tahun ia bekerja di kampus biru ini. Perjalanan karirnya dimulai tahun 1987, ketika ia mendaftar sebagai pegawai negeri sipil dan ditempatkan di Fakultas Filsafat. Kisahnya berlanjut saat tahun 2005, saat dibukanya lowongan sebagai kepala seksi di wilayah UGM. Awalnya ia merasa agak enggan mencalonkan diri, namun berkat dorongan yang sangat besar dari rekanrekan kerjanya, ia pun memberanikan diri. Akhirnya, ia diterima menjadi kepala seksi dan ditempatkan di FEB UGM sebagai kepala seksi keuangan dan umum. Selama enam tahun berada di FEB, Daning mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Pada tahun-tahun pertama, ada tantangan tersendiri baginya: menghafalkan nama-nama dosen. “Dosen di sini sangat aktif dan banyak kegiatan, untuk ketemu saja susah. Jadi butuh waktu dua tahun untuk menghafal,” ujarnya. Sebagai bagian umum yang mengelola berbagai hal di fakultas ini, ia kerap mendengar komplain dari sivitas akademika. Mulanya, mendapati komplain semacam itu ia menjadi merasa sangat bertanggung jawab, bahkan sampai terbawa pikiran di rumah. Lama-kelamaan, ia pun menjadi terbiasa dengan komplain itu, Daning menerima komplain tersebut dengan lapang dada. Daning banyak belajar dari pekerjaannya di FEB. Ia bersyukur dapat mengenal banyak orang dan mempelajari berbagai karakter, mulai dari dosen, pengurus, bahkan mahasiswa. Selain itu, ia juga banyak menerima input pelajaran dari atasan, rekan kerja, dan sebagainya. “Senang mempelajari hal seperti itu dan bisa memberi nasehat pada anak saya nanti, bahwa belajar jangan hanya dari buku, tapi dari kehidupan juga,” kata Daning. Sebagai seorang kepala seksi, Daning merupakan sosok yang bertanggung jawab. Ini ditunjukkan dari sikapnya ketika ada kesalahan dalam pekerjaannya. Ia segera mengungkapkan duduk persoalannya kepada pihak yang dikecewakan. “Kalau belum ketemu untuk minta maaf, sampai tidak bisa tidur, makan pun terasa hambar,” tambahnya. Menurut Daning, menjadi kepala seksi memiliki tantangan tersendiri, yaitu dari segi sumber daya manusia. Terkadang, ada perbedaan persepsi antara ia dan karyawan yang dibawahinya ataupun antara peraturan yang ada dengan aplikasinya. Namun demikian, ia berusaha untuk berdiskusi dengan mereka, sehingga bisa menyamakan pandangan. Daning beranggapan, kedekatan dengan karyawan menjadi satu faktor penting dalam bekerja. Ia pun mencoba mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan karyawan. Salah satunya adalah bersepeda. “Sambil bersepeda bisa ngobrol bersama. Kan enak. Berbeda kalau di kantor, ngobrolnya tentang pekerjaan terus,” tutur Daning. Diceritakannya, keluarganya sangat mendukung aktivitasnya sebagai working mom. Suaminya yang berwiraswasta, memberikan dukungan dengan membantu Daning mencarikan solusi bagi masalah pekerjaan yang dihadapinya. Ibu dari satu anak perempuan ini mengakui tidak ada kesulitan membagi waktu dengan keluarganya, tidak ada tuntutan khusus dari suami maupun anaknya, “Hidup kok dibikin susah,” ujarnya sembari tertawa. [prima]

E

B News pada edisi kali ini berkesempatan mewawancarai salah seorang mahasiswa IUP FEB UGM yang berprestasi di tingkat internasional, yakni mendapatkan nilai skripsi nyaris sempurna ketika menjalani program double degree di University of Groningen, Belanda. Bagi akademisi, mendapatkan nilai sembilan (skala 1-10) pada penulisan skripsi merupakan sesuatu yang sangat membanggakan, terlebih hal itu ditulis dan diujikan di universitas terkemuka di luar negeri. Siapakah pemilik nilai mengagumkan itu? Dialah Hutomo Bayu Listyaghi yang lebih akrab disapa Tomo. Sejak awal, Tomo memang telah mempersiapkan dirinya untuk go international sehingga ia memilih kelas International Undergraduate Program (IUP) FEB UGM. Setelah belajar selama empat semester di jurusan Manajemen, Tomo melanjutkan studinya ke University of Groningen di Belanda untuk meraih double degree. Program double degree memang dilaksanakan bagi mahasiswa kelas IUP dengan menjalani dua pendidikan sekaligus di FEB UGM dan juga universitas luar negeri yang menjadi partner. Menurut Tomo, University of Groningen adalah universitas yang dikenal memiliki landasan teori yang kuat dalam mendidik mahasiswanya. “Pernah saya hampir ditegur rekan saya karena menggunakan teori seorang tokoh pada tahun 1800. Teori tersebut dianggap kuno dan kurang relevan di zaman sekarang sehingga saya harus mencari teori baru yang lebih modern dan aplikatif pada situasi saat itu,” tambahnya. Selain itu, faktor lokasinya di Belanda yang terletak di jantung Eropa dan bahasa Inggris sebagai bahasa mayoritas penduduk pun menjadi alasan. Tomo menceritakan, tesis yang ia tulis berjudul “Reducing Outcome Ambiguity in the Implementation of Forced Distributional Rank System in International Company.” Tesis ini berusaha menerangkan tentang penyebab gagalnya strategi bisnis suatu perusahaan multinasional ketika diimplementasikan di negara lain. Dalam hal ini, Tomo lebih menitikberatkan pada implementasi Forced Distributional Rank System

terhadap outcome suatu perusahaan. Ketika tenaga kerja dinilai kinerjanya dan kemudian dirangking sebagai dasar penentuan reward and punishment, kompetisi antar tenaga kerja akan tercipta. Kompetisi ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Hal ini cukup berhasil diterapkan di negara-negara barat. Namun, ketika diterapkan di Indonesia hal ini tidak serta merta menimbulkan hasil yang serupa. Tomo menilai bahwa inkonsistensi outcome dari suatu strategi bisnis ketika diterapkan di negara lain terjadi karena tiga hal: level of individualism, level of labor market liquidity, dan type of stockholder. Tomo mengaku bahwa hal yang paling sulit dalam penyusunan skripsinya adalah proses mendapatkan ide. Di universitasnya, tema penulisan ditentukan oleh universitas. Kemudian, mahasiswa dapat memilih tema yang dikehendaki melalui sistem lelang secara online. Mahasiswa yang aktif di Economic Session Band FEB UGM ini juga merasa terbantu oleh peran dosen pembimbing yang berjiwa melayani. Selain itu, adanya peer review juga mampu memberikan sudut pandang yang berbeda dari mahasiswa lain tentang hasil yang ia tulis. Di Belanda, Tomo yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengaku sering mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut mulai dari temu untuk ngobrol santai dan diskusi hingga penggalangan dana. Pada waktu itu, Ia yang juga merupakan anggota organisasi palang merah di Belanda berhasil mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana erupsi Gunung Merapi. Saat ini, Tomo tengah bersiap untuk magang di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Jakarta. Walaupun masih mempertimbangkan antara melanjutkan kuliah atau bekerja setelah lulus nanti, Tomo pasti akan melanjutkan kuliah di University of Groningen kelak. (Rahmat)

36

37

EXCHANGE STUDENT’S COMMENT

Carolina Rojas Carrillo

Marc Ross

H
38

Cologne University of Applied Science

T

Pforzheim University of Applied Science

ello my name is Carolina and Im a Columbian Student Who Studies in Cologne Germany (Cologne University of Applied Science). I am very happy to have chosen Indonesia as the place to do my abroad semester. Indonesia has become in one of a kind life experience!! All the students in MM UGM are very friendly and kind and I will never forget all the people who helped us in our first day here. I had a great time in Yogyakarta and in Indonesia in general. Great people, lots of culture, good food and lots of places to discover!!

he last 5 month at the Economic Fakultas at UGM have been an immense learning experience for me. As a doubledegree exchange Student from the University in Pforzheim I have been welcomed at UGM very well, and I feel very happy in the surroundings. As is expected there has been some confusion in the first weeks and I needed some time to get adapted to the learning system at UGM, which differs in some ways to what I was used to in Germany. But with the great support of everybody, and especially the people from the international office, I got used to the differences quite fast. When you are willing to learn something for your future career, Universitas Gadjah Mada is a good place to go. I am also very exited that I will join the Student Community Service- Community Empowerment Learning Program (KKN) in summer 2011 as an Undergraduate student. This will give me the opportunity to come even closer to people from Indonesia and support their activities in their communities. Overall it is a fantastic experience. And I am learning so much about my field of interest and the Indonesian culture and language every day. All I can say is, it is beautiful to stay in Yogyakarta , as well as it is a great experience to be an exchange Student at UGM. Saya suka Indonesia, saya suka UGM.

FACILITIES

Pertamina Tower, The Center of Excellent FEB UGM

G

edung yang menjadi ikon baru Jalan Sosio Humaniora kini telah megah berdiri. Terletak di samping kampus S1 FEB UGM, pembangunan gedung Pertamina Tower dinyatakan selesai pada pertengahan November 2011 dan siap untuk dilakukan soft launching. Gedung yang sempat ditinjau oleh Bapak Wakil Presiden RI, Dr. Boediono, M.Ec. pada bulan Oktober 2011 lalu, saat ini sedang memasuki tahap perencanaan untuk proses finishing berupa pengadaan dan pengerjaan fasilitas pendukung. Paminto, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Pertamina Tower menyatakan, “Perjanjian dengan pihak kontraktor adalah sebatas pada pembangunan gedung, belum termasuk finishing terhadap interior dan landscape gedung. Untuk itu, pihak fakultas kini telah menyiapkan rencana untuk tahap tersebut agar gedung ini dapat segera digunakan sesuai dengan rencana.” Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Pengembangan Usaha, Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. mengaku optimis bahwa proses finishing Gedung Pertamina Tower akan berjalan lancar. Saat ini, pihak fakultas sedang melakukan upayaupaya untuk menjalin kerja sama berupa sponsorship dan bantuan pendanaan ke berbagai pihak, seperti perusahaan, alumni, dan juga stakeholder lainnya. Pihak fakultas juga sedang meninjau kembali pihakpihak yang dulu telah menyatakan komitmennya terhadap pembangunan gedung ini. Gedung yang berjumlah tujuh lantai ini diharapkan dapat menjadi the center of excellent bagi kegiatan penelitian, pelatihan, dan pengembangan dunia ekonomi dan bisnis. Gedung ini juga diharapkan mampu menjadi barometer informasi keuangan yang rutin menerbitkan indikator-indikator maupun outlook ekonomi sebagai acuan masyarakat dalam mengambil keputusan bisnis. Pihak fakultas akan sangat terbuka bagi pihak-pihak yang ingin bekerja sama dalam proses penyelesaian gedung Pertamina Tower ini. Alumni juga diharapkan mampu memberikan kontribusinya secara maksimal bagi almamater. Ke depannya, diharapkan pembangunan gedung ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kemajuan perekonomian di Indonesia. [rahmat]

40

56
1
Foto 1:
Tendangan pamungkas dilayangkan mahasiswa exchange program dari Kyung Hee University untuk meramaikan Cultural Event di atas panggung terbuka.

th

FEB UGM Anniversary in Pictures
4
Foto 4:

Segenap dosen menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis FEB UGM ke-56.

Foto 5:

Smash Bola Voli tim lawan membuat para peserta terpana dalam rangkaian lomba Dies Natalis FEB UGM September lalu.

Foto 6:

2 5

Lelah seusai jalan-jalan pagi terobati dengan nyanyian merdu Soetatwo Hadiwigeno di acara Family Fun Day.

Foto 2:

Permainan flute spektakuler Anggito Abimanyu bersama Tohpati, Hendry Lamiri, dan musisi-musisi lainnya di Eksibisi Musik-Musik Kreatif.

Foto 3:

Suara angklung hasil eksplorasi Keluarga Paduan Angklung menghiasi Plasa FEB UGM saat Cultural Event.

3

6

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful