Anda di halaman 1dari 6

BAB I

Definisi Para supervisior harus menghadapi kenyataan bahwa pelaksanaan pekerjaannya tidak pernah sepi dari situasi yang mengandung masalah. Ada saja peristiwa yang terjadi dari kejadian sepele berupa pertengkaran mulut antar karyawan, sampai yang berbahaya seperti kelalaian kerja yang mengakibatkan kecelakaan atau kebakaran. Dunia kerja, seperti tempat lainnya, adalah tempat dimana peristiwa terjadi dan kesalahan dibuat, sengaja atau tidak. Semua masalah itu, mengharuskan adanya keputusan tentang apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Uraian di atas menunjukkan bahwa pemechan masalah dan pengambilan keputusan adalah bagian dari kegiatan para supervisor. Mereka harus mampu menemukan akar masalah sebenarnya dan mengidentifikasi keputusan terbaik untuk memecahkan masalah itu. Tentu saja jenis keputusanyang harus diambil para supervisor tidak sama dengan yang dihadapi para manajer puncak. Selain itu, jumlah dana yang terlibat juga sangat berbeda. Namun, banyak keputusan yang tidak mudah diambil, karena mengharuskan pertimbangan mendalam dan mengharuskan bertindak seksama. Apa artinya itu bagi supervisor. Artinya, para supervisr harus mampu memilah-milah dan mempelajari situasi yang di hadapi. Selanjutnya menetapkan mana yang yang merupakan masalah prioritas dan mana yang tidak. Mana yang harus segera ditangani dan mana yang dapat ditunda kemudian. Untuk itu, para supervisor harus dapat memantau system kerjanyadengan baik untuk mengetahui adanya isyarat kemungkinan masalah dan keputusan yang harus diambil. Namun, bagaimanaia tahu bahwa sesuatu akan terjadi adalah masalah atau tidak ? Dalam bab ini pertama-tama kita akan mengkaji pengertian masalah. Kemudian disajikan cara sistematik untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Selanjutnya kta akan membandingkan efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan sendiri dengan yang dilakukan kelompok. Akhirnya, kita akan mengkaji beberapa pro dan kontra perlibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan; serta mengidentifikasi situasi dimana keterlibatan karyawan memang diperlukan. Pengertian masalah. Bagaimana cara kita mengetahui ada tidaknya masalah? Apakah setipa kejadian merupakan masalah ? anda mungkin heran dan bertanyatanya, kenapa semua seperti masalah buat anda. Anda bingung, tidak tahu berbuat apa. Persoalannya sederhana: anda memerlukan definisi masalah dan cara merumuskan dengan akurat. Masalah terjadi jika terdapat penyimpangan, atau perbedaan, antara apa yang diharapkan dan apa yang anda peroleh adalah yang lain, yang tidak sesuai harapan anda; maka anda mempunyai masalah. Masalahnya jadi lain jika kemudian anda memilih untuk menerima yang anda peroleh, apapun itu. Namun rumusan itu belumlah lengkap. Sebuah rumusan masalah tidak hanya harus menunjukkan adanya kesenjangan atau perbedaan yang terjadi, tetapi juga kapan, dimana kesenjangan itu terjadi, dan seberapa besar peyim[angan itu. Ini penting artinya agar analisis masalah dan dan penyebabnya akan menemukan sumber masalah yang sebenarnya dengan informasi yang cukup dan akurat.

Definisi keputusan Hasil akhir dari proses pengambilan keputusan adalah tindakan. Setelah anda memutuskan pilihan terbaik, keputusan itu harus dilaksanakan. Kalau tidak, untuk apa anda bersusah payah memecahkan masalah dan memili alternative terbaik memecahkannya? Kalau anda sudah melaksanakan keputusan itu, anda harus menindaklanjutinya. Disini anda berusaha memastikan bahwa masalah yang anda hadapi telah benar-benar terpecahkan. Sebagai supervisor, anda bukanlah satu-satunya orang yang terlibat dalam prose situ. Orang lain seringkali ikut serta melaksanakannya jadi, semua yang terlibat harus menerima keputusan itu dan sepakat dengan tindakan yang harus diambil. Dengan demikian, efektivitas akhir sari sebuah keputusanadalah bahwa keputusan itu di pengaruhioleh kualitas keputusan itu sendiri dan diterimanya keputusan itu oleh orang-orang yang harus melaksanakannya. Dalam sebagian keputusan, kualitas jauh lebih penting ketimbang penerimaannya. Misalnya, ini boleh jadi benar jika keputusan itu mengharuskan adanya tingkat keahlian teknis yang tinggi. Pemilihan lift yang akan dipakai dalam gedung pencakar langit mengharuskan adanya pengetahuan teknis. Andaikan peralatan itu tidak aman, kadar peneriman suatu produk tertentubagi mereka yang akan memasangnya tidaklah sangat penting. Jenis produk yang akan menimbulkan perasaan tidak suka di kalangan orang-orang itu. Dalam keputusan lain , penerimaanlbih penting ketimbang kualitas keputusan.pertimbangkan supervisor kantor yang memerluka dua orang pegawai administrasi untuk bekerja lembur pada hari minggu. Ketika dua pegawai itu ditanya, mereka menyatakan bahwa mereka sudah punya acara sendiri pada hari minggu itu. Supervisor ini tidak peduli siapa yang mau bekerja pada hari minggu, karena keduanya dapat melakukan pekerjaan itu. Namun, keputusan itu bagi kedua pegawai itu. Dalam hal ini, supervisor ini membiarkan kedua pegawainya untuk memutuskan dan kemudian mencapai cara pemecahan masalah yang dapat diterima semua orang yang terlibat. Sebenarnya, dalam banyak keputusan, kualitas dan penerimaan penting artinya. Anda ingin merasa yakin bahwa keputusan yang diperoleh adalah yang terbaik dan dilaksanakan secara efektif. Dalam kasus seperti itu, persoalan tentang siapa yang akan mengambil keputusan dalah penting, haruskah anda mengambil keputusan dan berusaha membujuk semua orang untuk menyepakatinya ? haruskah melibatkan karyawan yang akan terpengaruh oleh keputusan itu ? perlukah anda menerapkan pendekatan lain ? dalam bagia bagian berikutnya, kita akan membahas beberapa gagasan yang akan memebantu anda menjawab pertanyaan itu.

BAB II
FAKTOR FAKTOR

A. PENGAMBILA KEPUTUSAN OLEH KELOMPOK Para supervisor tidak selamanya mengambil keputusan seorang diri. Yang sering terjadi adalah mereka berkonsultasi dengan banyak orang untuk memperolrh informasi atau mengujicobakan gagasan sebelum mengambil keputusan akhir. Adakalanya [ula, ia bersama sejumlah orang membentuk kelompok untuk mengambil keputusan. Dewasa ini kita didorong untuk melakukan proses pengambilan keputusan dalam kelompok. Termasuk di sini adalah keputusan yang diambil melalui pertisipasi informal antara supervisor dan karyawan dan keputusan yang diambil melalui kepanitiaan yang dibentuk secara formal. Apakah pengambilan keputusan oleh kelompok dapat mengambil keputusan secara lebih efektif ketimbang individu ? ada kelebihan dalam pengambilan keputusan kelompok. B. KELEBIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KELOMPOK Kelompok dapat menghimpun banyak sumber informasi di dalam keputusan ketimabang yang dapat dilakukan individu. Orang yang berbeda membawa serta beragam informasi, gagasan, dan pandangan dari berbagai aspek,. Secara otoritas, jika semua sumber ini digunakan secara efektif, kelompok tentunya akan dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dibandingkan yang dapat dilakukan individu. Diskusi kelompok juga dapat meningkatkan kreatifitas keputusan. Gagasan yang dilontarkan seseorang boleh jadi akan memicu munculnya gagasan dalam pikiran orang lain. Proses seperti ini dapat mengarah pada berkembangnya banyak alternatif yang tidak mungkin dilakukan seorang diri. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, interaksi gagasan dari sejumlah orang merypakan dasar dari curah gagasan sebagai teknik kreatifitas. Akhirnya, pengambilan keputusan oleh kelompok memudahkan penerimaan keputusan itu dan pada gilirannya pelaksanaan keputusan itu secara efektif. Jika banyak orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan, mereka cenderung akan lebih terikat untuk melaksanakannya. C. KELEMAHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KELOMPOK Selain kelebihannya, ada juga masalah berkaitan dengan pengambolan oleh kelompok. Beberapa diantaranya tidak dapat dihindari, sedangkan beberapa yang lain adalah akibat fungsi kelompok yang tidak efektif. Pengambilan keputusan oleh kelompok memerlukan waktu lebih banyak ketimbang jika hal itu dilakukan seorang diri. Mereka menyatakan bahwa seorang dapat lebih cepat mengumpulkan informasi, menganalisanya, dan memilih alternatif tindakan gterbaik. Tidak diperlukan waktu untuk mendiskusikan perbedaan pendapat jika keputusan itu diambil oleh satu orang saja. Lagipula pengalaman menunjukkan bahwa sering kali diskusi kelompok berkembang menjadi perdebatan yang tidak berujung pangkal. Ini terutama terjadi jika ketua kelompok tidak dapat memainkan perannya dengan baik.

Namun , hal itu sebenarnya tidak menunjukkan gambaran yang sesungguhnya. Penelitian sudah menunjukkan bahwa sekalipun proses pengambilan keputusan kelompok lebih lama, pelaksanaannya akan jauh lebih singkat. Sebaliknya dapat terjadi jika keputusan itu dilakukan seorang diri. Dalam yang terakhir ini, supervisor memerlukan waktu lebih lama untuk mengkomunikasikan dan mempersuasi orang orang agar menerima keputusannya . dengan

demikian, sebenarnya keputusan diambil kelompok dapat segera dilaksanakan karena tidak banyak memerlukan waktu untuk membujuk orang agar menerima keputusan itu. D. MENINGKATKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KELOMPOK Sebagaiman telah dikemukakan, ada sejumlah manfaat jika keputusan dilakukan oleh kelompok. Dalam beberapa kasus, kelompok lebih dapat menghasilkan keputusan yang bermutu. Keputusan itu juga lebih dapat di terima para pelaksananya jika mereka sejak awal ikut membantu pengambilan keputusan itu. Sebaliknya, sebagian kelompok akhirnya lebih terlibat dalam suasana pertikaian atau hubungan sosial yang dalam. Pikiran kelompok dan konformitas yang berlebihan dapat menjadi kelemahan utama dalam pengambilan keputusan oleh kelompok. Apa yang dapat anda lakukan untuk memaksimalkan maslahat yang diperoleh dari kelompok dan memperkecil kelemahannya ? tidak ada obat mujarab bagi pengambilan keputusan kelompok yang efektif. Namun, penelitian telah membantu kita untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dalam kelompok. Pertimbangkan petingnya ukuran kelompok dan suasana pengambilan keputusan. Jika kelompok hanya memiliki sedikit anggota, gagasan yang diperoleh kemungkinan akan sangat sedikit. Sebaliknya, jika kelompok terlalu besar, akan semakin sukar bagi setiap angota untuk berperan serta secara aktif. Demikian juga halnya , rapat kelompok yang berlangsung di kantor supervisor mungkin akanmenimbulkan suasana yang berbeda jika hal itu dilakukan di tempat lain yang lebih netral, seperti ruang rapat dan sebagainya. Tentu saja akan sungkar pula berkonsentrasi jika rapat diadakan diruangan yang berdekatan dengan kamar kecil yang kurang terawat. Hindari teknik pengurangan konflik seperti pengambilan keputusan mayoritas dan tawar menawar. Perbedaan pendapat adalah rahmat dan sama sekali bukan sesuatu yang aneh. Galilah pendapat yang beragam dan ajak orang orang untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Ini terutama sangat penting ketika penerimaan keputusan lebih atau sama pentingnya dengan kualitas keputusan itu sendiri. Ketidaksepakatan pada akhirnya dapat meningkatkan keputusan kelompok. Dengan adanya informasi dan pendapat yang beragam, ada kemungkinan besar bahwa kelompok akhirnya akan sampai pada keputusan yang baik. Selain itu, jika anggota yang semula tidak sepakat akhirnya setuju, jangan merasa bahwa orang itu harus diberi piagam penghargaan atas jasanya menyetujui hal hal yang semiula tidak disepakatinya. Penting artinya untuk merencanakan dulu pertemuan kelompok. Tujuan [ertemuan harus ditetapkan secara jelas sebagai arahkerja kelompok. Agenda rapat boleh jadi penting, tetap keluwesan juga penting agar kelompok mampu menangani isyu isyu baru. Perlu diingat, agenda pertemuan yang terlalu kaku dapat melumpuhkan kreatifitas anggota kelompok. Jika ini terjadi pertemuan akan miskin gagasan.

Perhatikan benar peran yang dimainkan orang orang dalam kelompok. Kalau anda mengamati kelompok pengambil keputusan, anda biasanya akan melihat bahwa anggota kelompok memainkan aneka peran. Sebagian diantaranya memainkan peran pembantu kelompok agar berfungsi secara efektif. Sebagian lain memainkan peran penghambat kelompok sehingga tidak dapat bekerja dengan baik. Perhatikan peraga berikut yang menunjukkan peran peran yang dimainkan anggota kelompok. Usahakan untuk mengidentifikasi peran anda sendiri. Lakukan apapun yang dapat anda kerjakan untuk

meniadakan atau sebaliknya memperkecil peran penghambat. Pada saat yang sama, berusahalah untuk mendorong munculnya peran membantu E. PENDEKATAN SITUASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Ingat kembali pelajaran anda ketika membahas gaya kepemimpinan yang efektif. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, gaya kepemimpinan adalah perilaku anda ketika memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang melibatkan bawahan anda. Kita juga sudah membahas bahwa baik individu maupun kelompok dapat menghasilakan keputusan yang efektif. Tidak ada pendekatan pengambilan keputusan terbaik. Tidak juga ada jawaban pasti atas pertanyaan tentang siapa yang harus mengambil keputusan. Dalam hubungan itu, kita dapat menerapkan pendekatan situasi sebagai pedoman. Pendekatan ini mengidentifikasi empat situasi pengambilan keputusan yang berbeda. Keempat pendekatan itu adalah sebagai berikut. Pengambilan keputusan bersifat direktif. Supervisor mengumpulkan informasi, menganalis masalah, dan menagmnbil keputusan. Keputusan itu kemudian dikomunukasikan kepada orang yang melaksanakannya. Pengambilan keputusan bersifat konsultatif . supervisor berbagi masalah dengan bawahannya. Bawahan mengajukan gagasannya. Supervisor kemudian mengambil keputusan dan menyanpaikannya pada bawahan. Pengambilan keputusan bersifat partisipatif. Supervisor berbagi masalah dengan bawahan. Bersama sama meraka menganalis maasalah itu, mengumpulakan altenatif pemecahan masalah, dan mengambil keputusan. Pengambilan keputusan bersifat delegatif. Supervisor mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada seorang atau lebih bawahan. Supervisor masih bertanggung jawab untuk memecahkan masalah, tetapi memperkenankan bawahan untuk mengambil keputusan. Sebelumnya, supervisor telah diberi tahu keputusan yang diambil. Masing - masing pendekatan itu dapat digunakan secara efektif. Untuk menetukkan pendekatan mana yang paling efektif dalam situasi tertentu, anda harus menialai beberapa faktor situasi. Salah satu diantaranya adalah hakikat keputusan itu sendiri. Apakah keputusan itu memerlukan adanya pilihan sejumlah alternatif yang diingankan ( atau tidak diinginkan ) ? Jika ya, kualitas keputusan, alternatif yang dipilih, tidak begitu penting. Atau haruskah anda mengutuskan salah satu dari alternatif yang sangat berbeda kemungkinan dampaknya ? disini kualitas keputusan sangat penting.

Faktor situasi yang kedua pentingnya penerimaan keputusan itu dikalangan karyawan. Jika para karyawan merasa berkepentingan dengan keputusan yang akan diambil atau akan sangat berpengaruh oleh keputusan itu, peneriamaan kemungkinan besar sangat perlu agar pelaksanaannya efektif. Sebaliknya, karyawan mungkin tidak peduli keputusan yang akan diambil. Dalam situasi ini, penerimaan bukan isyu penting. Faktor penting lainnya adalah kemampuan dan kemauan anda dan bawahan anda memecahkan masalah. Apakah anda memiliki informasi yang cukup untuk mengambil keputusan ? apakah anda harus mengumpulkan informasi dari bawahan atau minta mereka

membantu anda ? maukah anda dan karyawan anda memecahkan masalah itu ? boleh jadi anda cukup memiliki informasi tentang suatu masalah dan anda memiliki cukup keahlian untuk memecahkannya.persoalnnya kemudian adalah anda tidak cukup termotivasi melakukannya. Seperti yang terlihat, dalam dua situasi yang pertama, kualitas keputusan adalah penting, penerimaan tidak. Jika anda cukup memiliki informasi untuk mnegambil keputusan, pendekatan yang sesuai direktif. Karena penerimaan karyawan tidak penting, melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan akan membuang waktu.namun, jika anda tidak memiliki informasi dan karyawan mampu, mereka perlu dilibatkan. Anda dapat berkonsulatasi dengan mereka untuk memperoleh informasi, mengajak mereka terlibat dalam pengambilan keputusan kelompok secara partisipatif, atau delegasikan keputusan itu pada mereka.