Anda di halaman 1dari 3

Tugas Sinopsis Buku Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Harga Toko buku : Jangan Panik Jika Terjerat

Kasus Hukum : Nur Muhamad Wahyu Kuncoro S.H., : Raih Asa Sukses (Penebar Swasaya Grup) Jakarta : 2011 (Cetakan pertama) : Rp32.000,00 : Gramedia Cirebon

Ketika terjerat permasalahan hukum, masyarakat awam cenderung untuk buta, tidak tahu harus berbuat apa dalam menghadapi permasalahan tersebut. Kadang kala tindakan-tindakan yang diambil justru memperburuk keadaan. Wajar kiranya karena sosialisasi tentang Hukum Positif di Indonesia tidaklah gamblang dijelaskan. Masyarakat dianggap sudah TAHU dan WAJIB mengerti, alhasil meski sudah lebih dari 30 tahun Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana diterbitkan, Masyarakat awam masih kebingungan dan sering menjadi korban karena ketidakpahamannya akan hak dan kewajibannya dalam perkara hukum. Termasuk penyusun sinopsis ini sendiri, yang meski saat ini tengah menempuh pendidikan lanjutan di jenjang pasca sarjana Hukum Unswagati, ternyata masih meraba-raba juga ketika menghadapi permasalahan hukum. Oleh karenanya buku ini diharap dapat memberikan gambaran ringkas dan praktis tentang bagaimana menghadapi permasalahan atau perkara hukum. Nur Muhamad W.K bertutur secara sistematis dalam buku ini. Gaya bahasanya ringan namun syarat penjelasan, landasan hukum atas suatu permasalahan pun dijelaskan secara gamblang dengan menunjukan pasal-pasalnya. Tambahan ilustrasi kartun tentang masalah yang sedang dibahas menambah bobot buku ini yang sersan (serius tapi santai). Buku dimulai dengan bab pertama yang membahas kemungkinan terjadinya pelanggaran dalam Bab 1 Apakah saya melakukan Kejahatan atau Pelanggaran? dimana ia menjelaskan tentang beda istilah dalam Kejahatan dan Pelanggaran dalam KUHP dan KUH Perdata. Soal-soal yang menyangkut korban dibahas tuntas dalam Bab 2 Saat Terjerat Sebagai Korban Nur Muhamad berbicara mulai dari Hak dan Kewajiban Korban, Prosedur pembuktian gugatan, pemantauan perkembangan laporan, hingga pencabutan laporan, dibahas pula saat korban menjadi saksi dan perlindungan terhadap korban. Pemasalahan Saksi dikupas lebih jauh di Bab 3 Saat menjadi Saksi hal menarik yang dibahas disini adalah saat pembahasan Perlukah seorang saksi didampingin Advokat , dimana biasanya saksi tidak memerlukan pengacara, ternyata bisa saja saksi didampingi kuasa hukum bila diperlukan. Bab 4 Terjerat sebagai Tersangka, Terdakwa dan menjadi Terpidana membahas habis tata cara dari mulai dilakukannya penggeledahan, penyitaan, penangkapan, penetapan status sebagai tersangka, penahanan, pengajuan penangguhan penahanan, menjalani pemeriksaan di pengadilan, hingga meminta keringanan hukuman. Selain itu penjelasan mengenai hak dan kewajiban tersangka, terdakwa dan terpidana di jabarkan pada bab ini. Mengenai kebutuhan Advokat atau Kuasa Hukum di telaah secara tuntas di Bab 5 Kapankah Saya Membutuhkan Pendampingan Advokat ; yang menarik di bab ini ada penjelasan mengenai pemilihan Advokat dan masalah biayanya yang dinilai mahal termasuk juga sedikit strategi mengenai pembelaan hukum. Dua bab terakhir ternyata bukanlah bab-bab penutup yang membosankan. Justru bab-bab terakhir merupakan bab yang sangat menarik dimana Bab 6 Waspadai Manipulasi Hukum mengajak kita untuk lebih teliti dalam menjalani pemeriksaan maupun persidangan yang rawan manipulasi

Bab pamungkas yaitu Bab 7 Menjadi Korban Mafia Hukum memberikan gambaran upaya nyata ketika kita menjadi korban atas kecurangan ataupun manipulasi hukum. Dimana dijelaskan bagaimana melakukan pengaduan malalui 2 jalur yaitu internal maupun eksternal lembaga penegak hukum. Demikian Sinopsis dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua. Cirebon, awal Desember 2011 Penyusun

Aristianto Zamzami

TUGAS SINOPSIS BUKU

Dosen Pengajar Nama Mahasiswa NPM Program Studi Bidang Kajian Utama

: Prof. Dr. Hj. Esmi W.P SH. MS., : Aristianto Zamzami S.Pd : 111160005 : Ilmu Hukum : Hukum Bisnis & Otonomi Daerah

PROGRAM PASCA SARJANA ILMU HUKUM BISNIS DAN OTONOMI DAERAH UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI 2011