Anda di halaman 1dari 4

PENYELIDIKAN LIQUIFAKSI PASCAGEMPA DI PROVINSI D.I.

YOGYAKARTA

Lokasi Daerah Pemetaan Daerah penyelidikan secara administratif meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Bantul, sebagian Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul) dan Jawa tengah (Kabupaten Klaten). Secara geografis berada pada koordinat: 1101149 - 1103828 BT dan 74339 - 80047 LS, dengan luas 1.650 km2. Maksud dan Tujuan Penyelidikan geologi teknik ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dan informasi geologi teknik yang mencakup aspek sifat fisik dan keteknikan tanah/batuan baik permukaan maupun bawah permukaan, kondisi air tanah, morfologi serta bahaya beraspek geologi teknik. Data yang diperoleh dari hasil penyelidikan geologi teknik di lapangan ditambah data hasil analisis laboratorium dan data sekunder lainnya dituangkan dalam bentuk laporan dan peta geologi teknik yang berguna sebagai data dasar dalam menunjang perencanaan pembangunan fisik dan pengembangan di wilayah daerah pasca gempa. Kondisi Daerah Penyelidikan Daerah penyelidikan merupakan daerah dataran, perbukitan dan kaki gunung api. Daerah dataran dengan kemiringan lereng < 5%, terletak pada ketinggian < 5,00 m di atas permukaan laut, dibentuk oleh endapan alluvial dan satuan batuan gunung api Merapi (Qvm) yang berupa lempung, lanau dan pasir. Daerah perbukitan membentuk deretan perbukitan memanjang dari barat ke timur dengan kemiringan lereng agak terjal hingga terjal (15 - >50%), terletak pada ketinggian 200 - 400 m di atas permukaan laut, dibentuk oleh satuan batuan dari Formasi Sentolo (Tmps), Formasi Nanggulan (Teon), Formasi Wonosari (Tmw), Formasi Oyo (Tmo), Formasi Sambipitu (Tms), Formasi Nglanggran (Tmn), dan Formasi Semilir (Tmse). Daerah kaki gunung api dengan kemiringan lereng 15 - 30%, terletak pada ketinggian 500 - 1000 m dpl dan dibentuk oleh endapan volkanik gunung Merapi (Qvm). Sungaisungai yang mengalir umumnya bersifat permanen (mengalir sepanjang tahun), antara lain S. Opak, S. Oyo, S. Bedog, S. Dengkeng, S. Gondang bersama-sama anak sungainya membentuk pola aliran sub dendritiktrellis dan sub paralel. Air tanah di daerah penyelidikan berupa air permukaan dan air tanah bebas. Air permukaan

berupa air sungai dan air genangan (air rawa), sedang air tanah bebas merupakan air yang tersimpan dalam suatu lapisan pembawa air tanpa lapisan kedap air di bagian atasnya. Seperti kawasan Indonesia lainnya, iklim daerah penyelidikan beriklim tropis, terdiri dari dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Mei hingga September dengan curah hujan rata-rata 15 - 91 mm/bulan dan musim penghujan pada bulan Oktober hingga April dengan curah hujan rata-rata 104 - 429 mm/bulan.

Geologi Teknik Dengan melihat kondisi dan sifat fisik keteknikan tanah dan batuan yang menyusun daerah penyelidikan, dapat diuraikan kondisi geologi teknik sebagai berikut:

Satuan Lempung

Berupa endapan aluvial sungai tebalnya (berdasarkan data sondir dan pemboran) antara 7,50 sampai lebih dari 19,00 m. Satuan ini tersusun oleh lempung pasiran hingga lanau pasiran dan semakin ke bawah berupa lanau lempungan. Lempung pasiran - lanau pasiran berwarna abu-abu kehitaman, lunak - teguh, setempat mengandung kerikil, plastisitas sedang - tinggi, ketebalan antara 3,50 sampai lebih dari 9,00 m, kisaran nilai konus 8 - 30 kg/cm2. Lanau lempungan berwarna abu-abu kehitaman, lunak - sangat teguh, setempat mengandung pasiran - kerikilan, ketebalan 4 - 10 m, kisaran nilai tekanan konus 15 - 48 kg/cm2.

Satuan Lanau

Merupakan endapan limpah banjir (berdasarkan data sondir dan bor tangan) rata-rata 3 m. Endapan ini terdiri atas lanau pasiran dan semakin ke arah bawah berangsur-angsur berubah menjadi pasir lanauan sedikit kerikilan. Lanau pasiran berwarna coklat kehitaman, teguh, plastisitas sedang, tebal 1 - 2,80 m, kisaran nilai tekanan konus 20 - 27 kg/cm2. Pasir lanauan berwarna coklat muda, berbutir halus - sedang, sedikit kerikilan, agak padat - padat, kisaran nilai tekanan konus 32 - 64 kg/cm2.

Satuan Pasir

Satuan ini disusun oleh pasir lempungan hingga lanauan dan semakin ke arah bawah berupa pasir halus hingga sedang dan di sepanjang tepi pantai umumnya dijumpai pasir lepas, berwarna abuabu, berbutir halus - kasar, mengandung pecahan cangkang kerang serta membentuk gumukgumuk pasir. Pasir lempungan hingga lanauan berwarna abu-abu kecoklatan, berbutir halussedang, agak lepas-agak padat, tebal 1,5 - 9 m, tekanan konus berkisar antara 8 - 75 kg/cm2.

Satuan Batu pasir tufa dan Batu gamping Formasi Wonosari (Ss - Ls)

Terdiri dari batu gamping dan di bawahnya batu pasir tufa berselingan dengan tufa, umumnya melapuk ringan. Batu gamping putih kecoklatan, keras, kompak, berlapis terdapat nodul-nodul kalsit Tanah pelapukan berupa lempung lanauan, coklat kehitaman, lunak, plastisitas tinggi tebal kurang dari 1 meter. Batu pasir tufa berwarna abu-abu kecoklatan, berlapis, berbutir sedang-kasar, agak keras, menunjukkan struktur laminasi. Tufa berwarna kuning kecoklatan, agak padu dan di beberapa tempat mudah hancur. Tanah pelapukan berupa lempung lanauan, abu-abu kecoklatan, teguh, plastisitas sedang - tinggi, tebal 50 cm.

Satuan Napal tufaan dan tufa andesitan Formasi Oyo (Ml - Tf)

Napal tufaan berwarna abu-abu keputihan, keras, berlapis. Tuf andesitan, putih kecoklatan, mudah hancur, mengandung komponen batuan andesit, abu-abu, ukuran kerikil-kerakal. Tanah pelapukan berupa lempung lanauan, coklat kehitaman, lunak, plastisitas sedang, tebal 0,75 cm

Satuan Batu pasir dan batu lempung Formasi Sambipitu (Ss - Cs)

Batu pasir dijumpai berselingan dengan batu lempung. Batu pasir berwarna coklat-abu keputihan, keras, berlapis. Batu lempung berwarna abu-abu keputihan, kekerasan rendah-sedang, kadangkadang mudah hancur, berlapis cukup baik. Tanah pelapukan berupa lanau lempungan, berwarna coklat kehitaman, lunak, plastisitas sedangtinggi, tebal kurang 1 meter.

Satuan Breksi volkanik Formasi Nglanggran (BrV)

Berwarna abu-abu, fragmen batuan andesitik berukuran 5 - 30 cm, tertanam pada masa dasar pasir tufa, berbutir kasar, kemas terbuka, keras. Umumnya telah melapuk menengah-tinggi berupa lempung lanauan berkerikil, berwarna merah kecoklatan, teguh-kaku, plastisitas sedang tebal 0,5 1 meter.

SatuanTufa dan batu pasir tufa Formasi Semilir (Tf - Ss)

Berupa perselingan antara tufa dan batu pasir tufa. Tufa berwarna putih kecoklatan, berukuran pasir halus, agak keras. Batu pasir tufa berwarna putih-kelabu muda, berlapis, berbutir sedangkasar. Tanah pelapukan berupa lanau lempungan, berwarna coklat muda, lunak-agak teguh, tebal 50 cm.

Satuan Tufa dan breksi tufa Formasi Semilir (Tf - Br)

Berupa tufa dan di bagian bawahnya breksi tufa. Tufa berwarna kuning kecoklatan, berbutir haluskasar, padu, agak keras. Breksi tufa berwarna coklat tua, fragmen tufa dan batuan dasitik dan andesitik, menyudut tanggung, padu dan sebagian mudah hancur. Tanah pelapukan berupa lanau pasiran mengandung kerikil, berwarna merah kecoklatan, teguh, plastisitas sedang tebal 1 meter.

Satuan Batu pasir dan batu lanau Formasi Kebo Butak (Ss - Tf)

Merupakan perselingan antara batu pasir dan batu lanau. Batu pasir berwarna putih kecoklatan, keras, kompak, berlapis baik. Batu lanau berwarna abu-abu keputihan, kekuatan sedang. Tanah pelapukan berupa lanau pasiran, berwarna coklat muda, lunak-teguh, tebal 20 - 50 cm.

Satuan Batu gamping Formasi Sentolo (Tmps)

Terdiri dari batu gamping dan batu pasir napalan. Batu gamping, berwarna putih keabuan, berlapis, padu, terdapat nodul-nodul kalsit. Batu pasir napalan, berwarna abu-abu kecoklatan, berlapis, berbutir sedang-kasar. Formasi ini di permukaan didominasi oleh batu gamping dengan kekerasan sedang. Tanah pelapukan berupa lempung, coklat kehitaman, lunak, plastisitas tinggi, tebal 1 meter.

Satuan Batu pasir dan napal pasiran Formasi Wungkal (Cs Ss)

Batu pasir berwarna abu-abu kecoklatan-keputihan, agak keras, kekuatan sedang. Sekis berwarna abu-abu kehijauan - kecoklatan, kekuatan rendah, agak keras dan setempat mudah hancur, mengandung mika dan garnet, berfoliasi. Batu sabak berwarna abu-abu kehijauan - kehitaman, keras, kekuatan tinggi. Tanah pelapukan berupa lempung pasiran, coklat, plastisitas sedang, lunak - teguh, tebal rata-rata 50 cm.