Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH TEORI & PRAKTIKUM LAS

BAGIAN DAN CARA KERJA REGULATOR OKSIGEN DAN ASETILIN

Oleh : Windy Widayat

(2110038015)

D3 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

dibutuhkan oksigen dan gas asetilin yang bertekanan. Karena menggunakan fluida yang bertekanan dan berbahaya maka keahlian dalam mengoperasikan regulator sebagai alat mekanis pengatur aliran dan tekanan oksigen dan asetilin sangat diperlukan. Keahlian ini juga mendukung dalam proses pengelasan dimana campuran oksigen dan asetilin sangat mempengaruhi nyala api yang dihasilkan torch untuk melakukan pengelasan. Sehingga apabila operator dapat mengatur regulator dengan baik dan menghasilkan nyala api yang pas, maka hasil dan proses pengelasan pun yang dihasilkan akan berkualitas baik. Berikut ini adalah tipe dan bagian-bagian dari regulator : Regulator itu sendiri terdapat dua tipe dasar, yaitu : 1. Nozzle type 2. Stem type Pada umumnya regulator terdiri dari bagian bagian berikut : 1. Penutup regulator 2. Pegas beban 3. Karet membrane 4. Saluran keluar 5. Kunci pemutar 6. Bantalan katup 7. Penghubung mekanis 8. Badan regulator 9. Spindel katup 10. Cincin perapat

Dalam proses pengelasan oxy-acetylene tentunya

Gambar 1 . Bagian Bagian Regulator

Tekanan asetilen berbeda dengan tekanan oksigen, sehingga dibutuhkan dua buah regulator pada pengelasanoxy-acetylene, yaitu regulator asetilen dan regulator oksigen. Pada masing masing regulator terdapat dua buah manometer.Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan yang masuk ke regulator. Dua buah manometer yang terdapat pada regolator berfungsi untuk: y mengukur tekanan isi tabung gas y mengukur tekanan kerja las

Gambar 2 . Regulator Acetylene dan Regulator Oksigen

1. REGULATOR ASETILEN Regulator tipe ini terdiri dari sebuah tempa, die cast, body alumunium (D), yang bagiannya tetap melekat pada regolator di dekat katup silinder (K). Regulator ini memakai sistem ulir kiri. Selain itu, juga memiliki jalan keluar yang berhubungan dengan manometer tekanan tinggi dan manometer tekanan rendah. Jalan keluar ketiga (I) menghubungkan antara aliran gas bertekanan rendah ke hose yang membawa gas menuju torch. Bagian depan dari regulator memiliki sebuah dinding fleksibel yang disebut difragma/rongga (C), yang tersegel ke regulator body. Sebuah pegas terpasang diantara bagian luar difragma dan bonnet (B). Gaya yang menuju difragma disesuaikan menggunakan ulir yang menuju ke bonnet dan menekan pegas. Lengan (J) menempel pada bagian dalam dari difragma dan lengan ini menikung ke bawah menuju ruangan tubuh regulator dan mengelilingi dudukan (G) yang tertekan akibat nozzle (H) regulator. Terbukanya nozze secara otomatis diatur oleh adanya aliran gas yang yang dibutuhkan dari silinder ke difragma. Jalur yang menuju ke nozzle adalah yang datang dari silinder dan pada jalur ini terdapat alat ukur bertekanan tinggi.Keramik penyaring secara umum terletak pada jalur ini untuk menjaga agar kotoran tidak masuk dan merusak regulator. Penyaring ini juga menyediakan nyala awal yang terletak pada bagian kiri. Lengan yang ada pada difragma yang secara terus menerus cenderung untuk mendorong dudukan pada katup untuk membuat nozzle berhenti memancarkan gas. Jika ulir yang digunakan untuk menyesuaikan tekanan di putar searah jarum jam maka berat dari pegas yang ada di luar bagian diaphgarm akan mendesak badan dari pegas, lalu memindahkan dudukan dari nozzle dan akibatnya sejumlah gas dapat masuk ke dalam ruang regulator. Secara otomatis gas ini akan memasuki badan regulator yang cenderung akan menaikkan tekanan di dalamnya. Gaya yang tercipta dari naiknya tekanan ini mendesak pegas yang ada pada difragma dan menutup nozzle. Akibatnya tekanan gas turun dan gas dilepaskan ke torch melalui hose. Tindakan ini mengakibatkan pegas yang ada pada difragma memindahkan difragma dengan mudah, katup akan terbuka dan sejumlah gas yang lebih banyak akan memasuki badan regulator.

Gambar 3 Regulator Asetilen

Kesetimbangan tekanan pada badan regulator tidak dapat dinaikkan atau diturunkan dengan pengaturan yang pasti. Tekanan yang mendekati dengan tekanan yang diinginan ditentukan oleh tekanan gas yang ada pada tabung. Pada pengaturan khusus dengan mengatur ulir (A), tekanan spesifik dan konstan akan tercapai selama katup tabung terbuka. Jika ulir (A) diputar sebagian tekanan akan meningkat dan menjadi konstan. Namun jika ulir (A) dibuka secara menyeluruh maka aliran gas dari tabung akan berhenti.

2. REGULATOR OKSIGEN Secara umum, prinsip kerja regulator oksigen sama dengan prinsip kerja regulator asetilen. Yang membedakannya adalah sitem ulir yang digunakan pada regulator oksigen adalah ulir kanan. Mula mula oksigen bertekanan tinggi memasuki regulator melalui saluran (1), melewati dudukan tingkatan pertama (2), aliran naik ke lintasan (3) yang kemudian melalui dudukan tingkatan kedua (4) dan disalurkanke dalam jalur yang ada di luar melalui saluran (5) dibawah tekanan kerja.

Gambar4 : Regulator Oksigen

Dari satu sisi difragma (6) di tingkatan kedua bereaksi karena tekanan kerja dari gas tersebut, dan dari sisi yang lain oleh gas yang di suplai ke ruangan antara difragma (6) dan penutup (7) melalui saluran (3) dan sebuah katup. Tekanan dari ruangan ini akan dilepaskan oleh katup (8). Tekanan pada tingkatan kedua dapat diatur untuk ditingkatkan atau diturunkan, tergantung dari tekanan pada ruangan di atas difragma yang ada dua buah katupnya.