Anda di halaman 1dari 3

Ukuran migrasi 1.

Angka Mobilitas Angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah perpindahan dalam suatu periode tertentu (biasanya satu tahun) dengan jumlah penduduk yang beresiko pindah (population at risk).

m : Angka mobilitas M : Jumlah perpindahan P : Penduduk yang beresiko pindah (population at risk) 2. Angka Migrasi Masuk (mi) Angka yang menunjukkan banyaknya migran masuk per 1000 penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun.

Keterangan:

mi : Angka migrasi masuk I : Jumlah migran masuk P : Penduduk pertengahan tahun 3. Angka Migrasi Keluar (mo) Angka yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar per 1000 penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.

Keterangan:

mo : Angka migrasi keluar O : Jumlah migran keluar P : Penduduk pertengahan tahun 4. Angka Migrasi Neto (mn) Angka yang menunjukkan selisih banyaknya migran masuk dan migran keluar ke dan dari suatu daerah per 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.

Keterangan:

mn : Angka migrasi neto I : Jumlah migran masuk O : Jumlah migran keluar P : Penduduk pertengahan tahun 5. Angka Migrasi Bruto (mg) Angka yang menunjukkan banyaknya kejadian perpindahan , yaitu jumlah migran masuk dan migran keluar dibagi jumlah penduduk tempat asal dan jumlah penduduk tempat tujuan per 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.

Keterangan:

Keterangan:

Mg P1 P2

: Angka migrasi bruto : Penduduk pertengahan tahun tempat tujuan : Penduduk pertengahan tahun tempat asal

6. Angka Migrasi Parsial Banyaknya migran ke suatu daerah tujuan dari suatu daerah asal, atau dari suatu daerah asal ke daerah tujuan per 1000 penduduk daerah asal atau daerah tujuan.

Keterangan : : angka migrasi keluar ke daerah j dari daerah i : angka migrasi masuk ke daerah i dari daerah j Konsep urbanisasi (definisi kota) Urban place : Konsep yang mengacu kepada daerah yang ditetapkan sebagai wilayah urban tanpa memandang kriteria yang digunakan dalam penentuan batas-batas wilayah urban. Urban population : Konsep yang mengacu kepada penduduk yang bermukim di daerah urban. Urbanisasi :  Konsep ini mengacu kepada perubahan dalam persentase penduduk di perkotaan.  Juga diartikan sebagai proses pemusatan penduduk di daerah perkotaan. Disebabkan : o Migrasi desa-kota o Perluasan daerah kota o Perubahan klasifikasi desa/kota o Tingginya natural increase (Kota-kota besar di negara berkembang) Urbanism : Konsep ini mengacu kepada cara hidup (urban way of life) yang berkaitan dengan wilayah urban, mis: perdagangan, budaya, ekologi, ekonomi, pendidikan, sejarah, industri, hukum, militer, falsafah, politik, psikologi, teknologi dan berbagai aspek kehidupan lain. Definisi kota 1. Hoekveld (1971) y Morfologi : Perbandingan bentuk fisik kota dengan fisik perdesaan. y Jumlah Penduduk : Penentuan kota diukur berdasarkan jumlah penduduknya; kota kecil: 20.000-50.000 jiwa, kota sedang: 50.000-100.000 jiwa, kota besar: 100.0001.000.000 jiwa, kota metropolitan: 1.000.000-10 juta jiwa, kota megapolitan: 11 jiwa juta atau lebih. y Hukum : Pengertian kota dikaitkan dengan adanya hak-hak hukum tersendiri bagi penghuninya. y Ekonomi : Sebagian besar penduduk bekerja pada sektor non-agraris, seperti industri,perdagangan dan jasa. y Sosial : Sosial: Hubungan impersonal (antar penduduk secara social). 2. Bintarto (1971, 1977) y Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yag heterogen dan coraknya materialistis.

Kota merupakan tempat bermukim warga kota, tempat bekerja, tempat hidup, dan tempat rekreasi, sehingga kelestarian kota harus didukung oleh berbagai prasarana dan sarana yang cukup untuk jangka waktu lama. 3. B.J.L. Berry (1965) Struktur kota terdiri atas tiga unsur, yaitu: a. Kerangka (jaringan jalan) b. Daging (kompleks perumahan) c. Darah (manusia dengan gerak-gerik kegiatannya Darah dalam arti luas: Lembaga-lembaga kemasyarakatan: a. Ekonomi: pasar b. Pendidikan: sekolahan, kampus c. Kesehatan (rumah sakit) d. Agama (rumah ibadah), dll. 4. Svend Riemer (1955) Kota terdiri dari tiga hal: a. Konstruksi material b. Relasi Sosial c. Transportasi y Definisi Perkotaan Pada dasarnya konsep urban menyangkut lima hal yang digunakan untuk menentukan daerah urban: 1. 2. 3. 4. 5. Pembagian wilayah administrasi secara nasional berdasarkan sejarah dan politik Jumlah Penduduk Satuan wilayah setempat Karakteristik khusus daerah perkotaan Kegiatan ekonomi yang menonjol.