Anda di halaman 1dari 34

Teknik perancangan kontrak

Rachmi Sulistyarini,SH.MH

Yang perlu diperhatikan


1. 2. 3. 4. 5. Para pihak Penguasaan materi kontrak Penafsiran klausula dan klausula spesifik Peraturan perundang undangan yang terkait Pembuatan kontrak
1. 2. 3. 4. 5. Bagian pembukaan Ketentuan ketentuan pokok kontrak Ketentuan penunjang Ketentuan aspek formalitas Lampiran lampiran kontrak

Para pihak dalam kontrak


1. Perorangan 2. Badan usaha :
1. Badan usaha berbadan hukum 2. Badan usaha bukan badan hukum

Perorangan /usaha perorangan


Dalam melakukan perbuatan hukum bertindak bertindak untuk dan atas nama dirinya sendiri, usaha peroangan dalam perbuatan hukum ia diwakili oleh pemiliknya yang hanya seorang bertindak baik untuk dan atas namanya sendiri, juga untuk dan atas nama usahanya

Lanjutan
Pada dasarnya antara perorangan dan usaha perorangan tidak terdapat perbedaan Harta kekayaan pribadi juga merupakan harta pribadi pemiliknya Contoh, usaha dagang( UD) perusahaan dagang(PD) Perlu memperhatikan ketentuan pasal 1330 KUHPerdata

Lanjutan
Untuk badan usaha Belum berbadan hukum : yang berhak dan berwenang untuk bertindak keluar mewakili perseroan dalam melakukan perbutan hukum adalah pemegang saham atau pendiri perseroan Berbadan hukum:yang berwenang harus dilihat dalam anggaran dasarnya

Penguasaan materi kontrak


Materi kontrak hanya akan dapat diketahui setelah diketahui obyek perjanjian dan syarat atau ketentuan yang disepakati para pihak. Yaitu:
1. Obyek dan hakikat suatu kontrak 2. Syarat syarat /ketentuan yang disepakati,

Hakekat suatu kontrak


1. 2. 3. 4. Perumusan tentang adanya kesepakatan/konsensus Perumusan tentang adanya janji jani yang dibuat para pihak Perumusan ttg pihak pihak pembuat kontrak dan informasi ttg kemampuan hukum(legal capacity) Perumusan tentang obyek dan nilai ekonomis perjanjian yg menjadi causa dari transaksi diantara para pihak (dpt menjamin causa kontrak tdk bertentangan dg UU,kebiasaan) Penggunaan bentuk, wujud atau format tertentu agar transaksi yang bersangkutan dapat memiliki kekuatan mengikat secara hukum)

5.

Syarat/ketentuan yang disepakati


1. Besarnya harga jual beli atau harga sewa menyewa atau plafong kredit 2. Obyek atau barang yang dimaksud dalam perjanjian 3. Besarnya suku bunga kredit 4. Jangka waktu perjanjian 5. Cara cara pembayaran 6. Agunan kredit yang diserahkan debitur 7. Biaya yang harus dibayarkewajiban untuk menutup asuransi

Penafsiran klausula dan klausula spesifik


Undang undang memberi pedoman:
Pasal 1342 KUHPerdata Pasal 1343 KUHPerdata Pasal 1344 Pasal 1345 Pasal 1347 Pasal 1348 Pasal 1349 Pasal 1350 Pasal 1351

Peraturan perundang undangan yang terkait


Utama : Buku III KUHPerdata Ada juga keterkaitan dengan berbagai peraturan perundang undangan baik langsung maupun tidak langsung Misalnya perjanjan kredit : menguasai hukum dagang/ hukum perbankan dan perkreditan

Pembuatan kontrak
Seorang perancang kontrak dituntut untuk selalu menyadari bahwa sebagai dokumen hukum kontrak bisnis apapun harus dapat:
Memberikan kepastian tentang identitas pihak pihak yang dalam kenyataannya terliat dalam transaksi Memberikan kepastian dan ketegasan ttg hak dan kewajiban utama para pihak Memuat nilai ekonomis dari transaksi bisnis yang diadakan para pihak Memberikan jaminan tentang keabsahan hukum dari dan kemungkinan pelaksanaan secara yuridis dari transaksi bisnis ybs

lanjutan
Memberikan petunjuk tentang tata cara pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak yang terbit dari transaksi yang dibuat Menyediakan jalan terbaik bagi para pihak untuk menyelesaikan perselisihan perselisihan atau perbedaan pendapat yang mungkin terjadi ketika transaks bisnis mulai dilaksanakan Memberikan jaminan bahwa janji janji dan pelaksanaan janji janji yang dimuat di dalam kontrak adalah hal hal yang mugkin, wajar,patuit dan adil untuk dilaksanakan

Bagian pembukaan
1. 2. 3. 4. Tempat dan waktu kontrak didakan Komprisi Recitals Ruang lingkup

Isi/pasal pasal dalam kontrak


1. 2. 3. 4. 5. Syarat supaya isi kontrak optimal: Urutan: dibuat secara kronologis Ketegasan Keterpaduan Kesatuan kelengkapan

Ketentuan umum
Memuat pembatasan istilah dan pengertian yang digunakan dalam seluruh kontrak Dirumuskan definisi2 atau pembatasan pengertian dari istilah istilah yang dianggap penting, sering digunakan dalam kontrak, yang disepakati oleh para pihak

Contoh ketentuan umum


pasal 1.. ketentuan umum Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan:.. a. Bank adalah. b. Debitur adalah.. c. Repayment schedule adalah.. d. Dst.

Ketentuan pokok
1. 2. 3. Menyangkut 3 macam klausula yaitu: Klausula transaksional Klausula spesifik Klausula antisipatif Ketiga klausula ini dapat berada dalam satu klausula atau terpisah pisah Antara satu klusula dengan klausula lainnya tidak ada aturan yang mana lebih dahulu diuraikan dalam pasal yg lbh awal dari klausula lainnya

Klausula transaksional
Berisikan hal hal yang disepakati oleh para pihak, tentang obyek dan tata cara pemenuhan prestasi dan kontra prestasi oleh masing masing pihak yang menjadi kewajibannya

Contoh klausula transaksional


pasal 1 fasilitas kredit (1)Atas dasar syarat syarat dan ketentuan ketentuan dalam perjanjian ni dan tersedianya dana, Bank menyetujui untuk memberikanfsilitas kredit dalam bentuk kredit dengan angsuran dst (2)Pinjaman tersebut diberikan untuk jangka waktu 36(tiga puluh enam) bulan yag dimulai sejak tgl..dan diakhiri tgl (3)Bank mempunyai hak untuk. Dst

Klausula spesifik
Berisi tentang hal hal khusus sesuai dengan karakteristik jenis perikatan atau bisnisnya masing masing Hal demikian ini membedakan antara isi kontrak bisnis yang satu dengan isi kontrak bisnis lainnya

Contoh klausula spesifik (unt jaminan kredit)


..pasal 7 jaminan kredit. (1)Unt menjamin pembayaran kembali sampai lunas,tertib yang wajib dibayar debitur kepada bank maka dibuat perjanjian jaminan sbb: (1a) pemberian hak tanggungan atau SKMHT atas ..dst (1b)perjanjian fidusia atas barang barang bergerak ..dst

Klausula antisipatif
Klausula yang berisi tentang hal hal yang m enyangkut kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi selama berlangsungnya atau selama masih berlakunya kontrak dimaksud Seperti misal: perpanjangan kontrak, pengalihan hak/kewajiban salah satu pihak ,penyelesaian sengketa Termasuk menyangkut alamat surat menyurat kedua belah pihak

Contoh klausula antisipatif


..pasal 3. ..jangka waktu (1) Perjanjian pinjaman tersebut diberikan untuk jangka watu 12(dua belas0 bulan,yang dimulai sejak.dst (2) Dst pasal 6----domisili (1) Bilamana terdapat perselisihan atau perbedaan pendapat dalam perjanjian ini, maka aka diselesaikan oleh kedua belah pihak secara musyawarah (2) Dst.

Ketentuan penunjang
1. 2. 3. Berisikan: Klausula tentang condition presedent Klausula tentang affirmatif covenants Klausula tentang negative covenants

Klausula condition presedent


Klausula yang memuat tentang syarat syarat tangguh yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh salah satu pihak sebelum pihak lainnya memenuhi kewajibannya

Contoh klausula condition presedent


..pasal 7 ..penarikan pinjaman.. (1) Persyaratan penarikan Persyaratan dibawah ini harus terlebih dahulu dipenuhi oleh debitur sebelumpenarikan pinjaman dilakukan (1a) pernyataan dan jaminan pernyataan dan jaminan debitur yang tercantum dalam pasal 5 ini adlah benar dan sesungguhnyamasih berlaku pada tanggal penarikan , sampai kredit debitur lunas (1b) dst

Klausula tentang affirmatif covenants


Klausula yang memuat tentang janji janji para pihak untuk melakukan hal hal tertentu selama perjanjian/kontrak masih berlangsung/ masih berlaku

Contoh klausula affirmatif covenants


. pasal 3.. .pelaksanaan perjanjian. 1.Selama perjanjian ini masih berlangsung,maka pihak pertama harus melakukan hal hal sebagai berikut: a. Menyusun dan menetapkan sistem prosedur b. Membuat dan menetapkan kebijakan umum c. Melakukan pembinaan dan monitoring dan d. dst

Klausula tentang negative covenants


Klausula yang memuat tentang janji janji para pihak untuk tidak melakukan hal hal tertentu selama perjanjian masih berlangsung

Contoh klausula tentang negative covenants


pasal 5.. batasan. (1) Pihak pertama tidak diperkenankan untuk membuat dan menandatangani kerjasama serupa dengan pihak lain (2) Pihak pertama tidak diperkenankan untuk mengkopi sistem sistem ,program program,prosedur serta teknis yang telah diterapkan oleh pihak kedua pada unit usaha pihak pertama tanpa mendapat ijin terlebih dahulu dari pihak kedua (3) Dst

Bgian penutup
Ada 4 hal yang perlu diketahui: 1. Sebagai suatu penekanan bahwa kontrak ini adalah alat bukti 2. Sebagai bagian yang menyebtkan tempat pembuatan dan penandatanganan 3. Sebagai ruang untuk menyebutkan saksi saksi dalam kontrak 4. Sebagai ruang untuk menempatkan tandatangan para pihak yang berkontrak

Contoh penutup
1. perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2(dua0 masing masing bermeterai cukup yan mempunyai kekuatan hukum yang sma ,untuk masing masing pihak. 2. demikian perjanjian ini,ditandatangani oleh kedua pihak di,pada hari dst 3. Dmikian perjanjian ini ditandatangani oleh para pihak, serta Rudi dan Eko masing masing sebagai saksi saksi dalam perjanjian ini, dst

Lampiran lampiran
Lampiran , bila ada Artinya tidak semua atau tidak selalu kontrak memiliki lampiran Diperlukan lampiran dalam kontrak,adalah karena terdapat bagian bagian yang memerlukan penjelasan yang apabila dimasukkan dalam kontrak akan sangat panjang atau memuat gambar,peta dan penjelasan lainnya Lampiran merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dengan perjanjian yang melampirkannya

TERIMA KASIH