P. 1
pantun hantaran belanja1

pantun hantaran belanja1

|Views: 942|Likes:
Dipublikasikan oleh Vina Azha

More info:

Published by: Vina Azha on Jan 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

Wb Puji syukur Salawat beserta Salam . Wb Puji syukur Salawat beserta Salam . Tuan-tuan dan Puan-puan yang kami hormati Yang kecil tak disebutkan nama Yang besar tak dihimbau gelar Yang raje dengan daulatnya Yang datuk dengan kuasanya Ninik mamak dengan adat budayenya Yang tua dengan tuahnya Yang muda dengan takahnya Yang telah berhimpun di rumah ini. Kami jawab saje pertanyaan tuan tadi Ikan gurami si ikan sepat Kalau dibakar asap mengepul Sebabnye kami datang terlambat Menunggu sanak saudara datang berkumpul Kami ni jauh Ncik Dari Ambon ni ha . Encik-encik.PIHAK PEREMPUAN Assalamu alaikum Wr. Bapak bapak. Encik-encik. Ibu ibu. Namun sebelum kata diurai panjang Kami nak bertanye agak sedeikit Encik Siti berkain sunti Encik Atan berkain pelekat Sudah lame kami menanti Mengape Tuan dating terlambat PIHAK LAKI-LAKI Assalamu alaikum Wr.. Bapak bapak. Tuan-tuan dan Puan-puan yang kami hormati Dengan tidak menyebut satu persatu. Ibu ibu.

Tuan-tuan dan Puan-puan yang kami hormati Seterusnya khusus kepada rombongan yang datang Sebelum maksud tujuan kami tanyakan Sebagai tanda kesucian hati kami Menerima kedatangan tuan Terimalah tepak siri kami Ciciplah barang sekapur seorang Silahkan (sambil menyorongkan tepak sirih) PIHAK LAKI-LAKI (Mengambil tepak sirih dan memakannya barang sedikit seorang. Ibu ibu. lalu menjawab) Terima kasih kami ucapkan Atas kesucian tuan menerima kedatangan kami Sirih tuan sudah kami makan Terasa lemak sekali Seterusnya sebagai seorang berbudi. lalu menjawab) . Encik-encik.Pokok pinang boleh dipanjat Pinang tumbuh di dekat tebing Kami datang membawa hajat Kepade siape kami nak berunding PIHAK PEREMPUAN Pohon rambutan jangan dipanjat Kalau dipanjat patahlah dahan Kalau Tuan nak menyampaikan hajat Kami inilah yang dipercayakan Bapak bapak. Tepak datang tepak menanti Maka terima pulalah tepak kami Dan rasakan pulalah sirih kami Silahkan (sambil menyorongkan tepak) PIHAK PEREMPUAN (Menerima tepak dan memakan sirih.

Sirih sudah sama dirasa Cukup dengan pinang gambirnya Tanda suci niat di hati Tanda bersih hajat di kandung Tanda kita sekaum bangsa Tanda kita seaib semalu Sekarang izinkan saya meneruskan cakap Hendak bertanye agak sedikit Tanya penyebab hati kami Untuk menghilangkan ragu di hati Kotalama berpagar kembang Kembang bertabur mawar melati Dah lama tuan tak datang bertandang Tentulah ada maksud di hati. dengarkan kami teruskan . Tolong sampaikan kepada kami PIHAK LAKI-LAKI Terima kasih kami ucapkan Memang dah lama kami tak datang bertandang Namun kalau itu yang tuan tanyakan Surutlah kita sebentar ke belakang Merisik sudah meminang sudah Isik-isik sudah berbunyi Pinangan sudah diterima Telah pula diikat tali pertunangan dengan suatu tanda Tanda kecil maupun tanda besar Dan telah pula diikrarkan suatu janji Untuk itulah kami datang kemari Makan sirih disertai pinang Dibilas dengan tembakau sugi Bukan kami sembarang datang Datang untuk memenuhi janji Apa janjinya.

ha .) Baiklah supaya tuan tidak ragu ataupun bimbang Supaya yang samar menjadi terang Kami jelaskan siapa yang punya Belikan kami buah semangka Untuk dimakan disiang hari Hantaran ni dari tuan Dedi Untuk disampaikan kepada anak Dara dirumah ini bernama Yanti PIHAK PEREMPUAN Kalau demikian kata tuan Barulah jelas bagi kami Jauh berjalan ke Tanjung Sekudi Singgah berehat semalam dua Kalau demikian maksud di hati Kami sambut dengan gembira PIHAK LAKI-LAKI Bukan budi sembarang budi Budi dibawa sampailah mati Bawaan kami penyejuk hati Perlambang kasih nan abadi .Ke Pinang Sebatang beli barangan Barangan dibeli sepenuh sampan Kami datang beserta rombongan Hendak menyampaikan barang hantaran PIHAK PEREMPUAN Tuan datang beserta rombongan Hendak mengantar barang hantaran Tolong kepada kami Tuan jelaskan Dari siapa barang ini nak disampaikan PIHAK LAKI-LAKI Ah Tuan ni ada-ada saja Kura-kura dalam perahu Dah gaharu cendana pula Pura-pura tidak tahu Sudah tau bertanya pula (ha .ha .

ya kami terimalah Kurang besar tapak tangan Nyiru kami tampungkan Kurang besar parabola Lapangan bola kami bentangkan (ha .) PIHAK LAKI-LAKI Kalau pergi ke Bagansiapi-api Singgah sebentar di Kota Duri Sepasang songket kami sertai Tandanya kita hidup dibumi melayu ini .ha .ha .ha .ha .Maka untuk itu terimalah barang hantaran dari kami Kami serahkan satu persatu (sambil menyerahkan) PIHAK LAKI-LAKI Tanamlah kembang bunga kenanga Tanam bersemai dekat pepaya Sejumlah uang ada kami bawa Sebagai tanda hantar belanja PIHAK PEREMPUAN Burung punai jalan berlari Karena ditembak patah sayapnya Kami terima uang hantaran ini Tapi tak perlu pakai tanda terima PIHAK PEREMPUAN Berape jumlahnya ni PIHAK LAKI-LAKI Sesuai janjilah Takkan nak kami sebut di muka orang ramai ni Nanti kalau sedikit kami malu Kalau banyak takut pule dibilang ria Jadi tuan hitung sajelah nanti bile kami dah balik PIHAK PEREMPUAN Kalau sudah sesuai janji.ha .

boleh tambah lagi PIHAK LAKI-LAKI Sabarlah Ncik Ada lagi ni ha .PIHAK PEREMPUAN Burung walet terbangnya tinggi Riuh suaranya saat berbunyi Kain songket Tuan indah sekali Kami terima dengan senang hati LANJUTKAN PIHAK LAKI-LAKI Ni ada lagi ha nak kami serahkan Ke pulau jemur jalan bersama Indah pantainya biru lautnya Sepesalinan pakaian dibawa serta Sebagai pengiring antar belanja PIHAK PEREMPUAN Makan kurma sebutir dua Sunat dimakan berbuka puasa Sepesalinan pakaian kami terima Akan dipakai bila jalan berdua PIHAK LAKI-LAKI Dalam airnya Tanjung Sekudi Ikannya banyak senang dicari Supaya selalu manis dilihat suami Pakailah alat solek ini penghias diri PIHAK PEREMPUAN Tidak pun bersolek Anak kami dah cantik Baju kurung teluk belanga Dipakai budak pergi mengaji Tuan memberi kami terima Kalau ada.

Kalau tuan pergi ke Pekan Belikan kami buah rambutan Sepasang sandal dan tas tangan kami bawakan Untuk Puan Yanti kami serahkan PIHAK PEREMPUAN Pekanbaru ke kota Medan Singgah sebentar di kota Duri Sandal dan tas tangan tuan serahkan Kalau masi ada tambahlah lagi PIHAK LAKI-LAKI Ambil sebutir kelapa Puan Untuk diminum di kala dahaga Seperangkat handuk pembersih badan Diserahkan untuk puan jelita PIHAK PEREMPUAN Tanam selasih ditengah halaman Disiram dijaga setiap hari Kalau masih ada teruslah keluarkan Kami terima dengan senang hati PIHAK LAKI-LAKI Pekanbaru kota bertuah Tuah sekata payung negeri Kebun kami sedang berbuah Sekali dicoba nak tambah lagi PIHAK PEREMPUAN Air mancur sangatlah indah Banyak dikunjung di petang hari Kalau kebun tuan sedang berbuah Mengapa sedikit dibawa kemari Seharusnya pakai goni bawa kemari PIHAK LAKI-LAKI Kalau pergi ke rumah mertua Susunlah jari. ciumlah tangan Kue-kue dibawa serta Untuk pemanis dalam jamuan .

senanglah hati kami Lunaslah sudah semua janji PIHAK PEREMPUAN Terima kasih kami ucapkan Tuan pembicara yang terutama Manis sungguh buah delima Elok dimakan berbuka puasa Hantaran tuan sudah kami terima Untuk disampaikan kepada yang punya PIHAK LAKI-LAKI Alhamdulillah Rabbil alamin Hantaran kami sudah diterima Tanda ikatan sudah dipadu Umpama berjalan sudah sampai ke . Umpama berlayar sudah sampai ke pulau ..PIHAK PEREMPUAN Bunga kumpai dibuang jangan Tolong letakkan dalam jambangan Kue-kue pemanis jamuan Menjadi rezam zaman berzaman PIHAK LAKI-LAKI Itulah tuan hantaran kami Tanda tulus ikhlas di dalam hati Tuan terima.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->