Anda di halaman 1dari 8

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab.

Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

ndustri pertambangan adalah suatu industri yang menggali dan

mengolah sumber daya alam yang bersifat tidak dapat diperbaharui (non renewable), dimana industri pertambangan itu nantinya pasti akan berakhir atau ditutup, baik yang dikarenakan sesuatu hal yang menyebabkan industri pertambangan tersebut berhenti . Untuk itu sangatlah penting merencanakan alternatif kegiatan setelah kegiatan tambang itu berhenti (pasca tambang). Pada suatu saat industri pertambangan nantinya pasti akan berakhir atau ditutup, baik dikarenakan telah habisnya sumber daya alam dalam tersebut rangka maupun hal-hal yang menyebabkan yang industri pertambangan tersebut berhenti.. Perencanaan tersebut dilakukan melaksanakan development) pembangunan serta berkelanjutan pengembangan (sustainable menjaga

kesejahteraan masyarakat. Pada saat kegiatan pertambangan tersebut berhenti atau ditutup, maka akan timbul permasalahan-permasalahan, antara lain terganggunya fungsi lingkungan hidup, turunnya pembangunan ekonomi, serta turunnya kualitas sosial dan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu sangatlah diperlukan perencanaan penutupan tambang (RPT) dalam rangka berupaya menanggulangi permasalahanpermasalahan tersebut untuk menjamin pemanfaatan lahan di wilayah bekas kegiatan pertambangan agar berfungsi sesuai peruntukannya. Dalam rangka memenuhi ketentuan yang berlaku sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 tahun 2008 tentang Reklamasi dan Penutuan Tambang, maka PT. Duta Bara Utama (DBU) sebagai pemegang Ijin Usaha

BAB I PENDAHULUAN

I-1

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

Pertambangan (IUP) Eksplorasi bahan galian batubara yang terletak di Kecamatan Muara Enim, berdasarkan keputusan Bupati Muara Enim dengan menerbitkan Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi Bahan Galian Nomor Nomor 292/KPTS/TAMBEN /2010 tanggal 4 Maret 2010 dengan kode wilayah KW.ME.01.ER.040 dengan luas wilayah menjadi 1.967 Ha. Selanjutnya Perusahaan tersebut persetujuan penyesuaian Kuasa telah mendapatkan (KP) Eksplorasi Pertambangan

batubara menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi batubara sesuai dengan Keputusan Bupati Muara Enim, menyusun laporan Rencana Penutupan Tambang (RPT) dengan memperhatikan prinsipprinsip lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan kerja, serta konservasi bahan galian. 1.1.1. Identitas Perusahaan : Pemrakarsa

1.1.1.1

Pemrakarsa RPT ini adalah: Nama Perusahaan Penanggungjawa b Alamat Pusat Lokasi : PT. Duta Bara Utama : YOGASWARA YULIAN

Kantor : Plaza Chase Lantai 15, Jl. Jend Sudirman Kav. 21 Jakarta 12910 : Kecamatan Muara Enim, Kab. Muara Enim, Prov. Sumatera Selatan : Pertambangan Batubara

Bidang Usaha 1.1.1.2 b. Alamat

Penyusun Dokumen : PT. GOLDEN HIKARI : Jl. KH. Wahid Hasyim No. 695 RT/RW. 24/05 Kel. 5 Ulu Kec. SU I Palembang 30254 : 0711 511191 / HP: 0812 78 909 71 : ABDUL WAHAB : Direktur I-2

a. Nama Perusahaan

c. Telepon d. Penanggung Jawab e. Jabatan


BAB I PENDAHULUAN

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

f.

Akta Pendirian Perusahaan Nomor Tanggal Notaris NPWP

: : : : : 07 11 Pebruari 2011 Zulkifli Rassy, SH.,M.Kn 02.979.866.7.306.000

1.1.2. Peraturan Perundang-Undangan yang Terkait 1. Undang-undang Nomor : 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. 2. Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 3. Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor : 108, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4548). 4. Undang-Undang Nomor : 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725). 5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. 6. Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 7. Peraturan Pemerintah Nomor :27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor : 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 3838). 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 9. Peraturan Pemerintah Nomor : 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara pemerintah, Pemerintahan daerah Provinsi, dan Pemerintahan daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 10. Peraturan Pemerintah Nomor : 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, berkaitan dengan kegiatan penggunaan dan pemanfaatan lahan untuk lokasi penambangan dan pembangunan sarana prasarana penunjang tambang. 11. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor : 2555.K/MPE/1993 tentang Pelaksanaan Inspeksi Tambang Bidang Pertambangan Umum.

BAB I PENDAHULUAN

I-3

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

12. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor : 103.K/208/M.PE/1994 tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL Dalam Bidang Pertambangan dan Energi. 13. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor : 1211.K/008/M.PE/1995 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perusakan dan Pencemaran Lingkungan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Umum. 14. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1453.K/29/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis Penyusunan AMDAL. Untuk Kegiatan Pertambangan Umum, lampiran IV mengenai Pedoman Pedoman Teknis Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). 15. Keputusan Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1457.K/28/MEM/2000 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Tugas Pemerintah di Bidang Pengelolaan Lingkungan Untuk Kegiatan Pertambangan dan Energi. 16. Keputusan Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1603.K/40/MEM/2003 tentang Pedoman Pencadangan Wilayah Pertambangan. 17. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 03 Tahun 2003 tentang Penanganan Kasus Lingkungan Hidup. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 37 Tahun 2003 tentang Metode Analisis Kualitas Air Permukaan dan Contoh Air Permukaan. 18. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 110 Tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Pada Sumber Air. 19. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 19 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Pengaduan Kasus Pencemaran dan atau Perusakan Lingkungan Hidup. 20. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : 142 Tahun 2004 tentang Pedoman Mengenai Syarat dan Tata Cara Perijinan serta Pedoman Kajian Pembuangan Air Limbah Ke Air atau Sumber Air. 21. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 0030 Tahun 2005 tanggal 20 Juli 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dapartemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 22. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 08 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 23. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 11 Tahun 2006 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL.

BAB I PENDAHULUAN

I-4

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

24. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.43/Men-hut-II/ tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

2008

25. Peraturan Menteri ESDM Nomor : 25 Tahun 2008 tentang Tata cara Kebijakan Pembatasan Produksi Pertambangan Mineral Nasional. 26. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 18 Tahun 2008 tentang Reklamasi dan Penutupan Tambang. 27. Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 16 Tahun 2005 tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air Sungai. 28. Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 18 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan Industri, Pertambangan, domestik. 29. Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 14 Tahun 1998 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Muara Enim. 30. Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 30 Tahun 2001 tentang Pengusahaan Pertambangan Umum; 31. Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 24 Tahun 2008 tentang Jaminan Reklamasi. 1.2. Maksud Dan Tujuan Maksud dari penyusunan Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA ini adalah untuk dapat memberikan gambaran mengenai teknis program serta rencana biaya penutupan tambang, sehingga program penutupan tambang tersebut dapat dilakukan secara terencana, terarah dan terukur agar diperoleh kondisi pemulihan lingkungan hidup yang dapat dimanfaatkan untuk masa mendatang. Tujuan dilakukannya Tambang ini adalah : a. rencana kegiatan program RPT. penyusunan Laporan Rencana Penutupan

Melakukan identifikasi terhadap penambangan dalam rangka penyusunan

b. Mengetahui aspek yang dominan yang menjadi dasar perencanaan dan skenario pemanfaatan lahan pasca tambang yang menunjang pembangunan berkelanjutan. c. Mengetahui alternatif pengganti sumber daya alam bahan tambang untuk menjadi motor penggerak pembangunan pada masa paska tambang.
BAB I PENDAHULUAN

I-5

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

d. Menyusun tata cara pemantauan pada saat dilaksanakannya kegiatan penutupan tambang e. Menghitung biaya RPT dan cara penempatan biaya tersebut sebagai jaminan penutupan tambang 1.3. Pendekatan Dan Ruang Lingkup 1.3.1. Pendekatan Pendekatan yang digunakan dalam menyusun laporan RPT ini adalah salah satu atau beberapa pendekatan, seperti : a. Pendekatan Teknologi Pendekatan digunakan teknologi, dalam yaitu cara-cara atau teknologi tambang yang yang

melakukan

penutupan

berhubungan dengan prinsip-prinsip penutupan tambang, sehingga didapat kepastian mengenai hal-hal sebagai berikut : 1. Lahan bekas tambang batubara sudah menjadi wilayah hijau dan nyaman; 2. Lahan bekas tambang stabil dan disebabkan oleh air maupun angin; aman dari erosi baik

3. Kualitas air sungai dan air tanah di lahan bekas tambang dan sekitarnya dapat dijamin memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan pemerintah; 4. Penggunaan lahan pasca tambang disetujui oleh pemerintah dan masyarakat setempat. b. Pendekatan Sosial Ekonomi Pendekatan sosial ekonomi, yaitu upaya-upaya yang akan dilakukan perusahaan dalam melakukan penutupan tambang yang berlandaskan interaksi sosial, peran pemerintah, dan yang termasuk dalam pemangku kepentingan (stake holders). Pendekatan sosial ekonomi meliputi hal-hal sebagai berikut : 1. Melibatkan masyarakat di sekitar lokasi tambang batubara untuk berperan serta dalam memberikan pendapat dan masukan dalam kaitannya dengan penyusunan dokumen RPT. 2. Peran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk ikut menangani kegiatan pasca tambang yang memerlukan dukungan dari pihak di luar kewenangan PT. DUTA BARA UTAMA.
BAB I PENDAHULUAN

I-6

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

3. Penanganan tenaga kerja pasca tambang yang terencana untuk mencegah terjadinya pengangguran massal pada pasca tambang tersebut. 4. Memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar, sesuai dengan kemampuan PT. DUTA BARA UTAMA melalui program community development (CD) atau corporate social responsibility (CSR). 5. Interaksi sosial yang baik antara PT. DUTA BARA UTAMA dengan masyarakat di sekitar, sehingga terhindar dari konfliks kepentingan atau konflik sosial masyarakat. c. Pendekatan Institusi Pendekatan institusi, yaitu mekanisme kelembagaan yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan penutupan tambang, meliputi koordinasi dengan instasi terkait dan penyampaian laporan berkala. 1.3.2. Ruang Lingkup Lingkup pekerjaan adalah penyusunan Dokumen Laporan Rencana Penutupan Tambang PT PT. DUTA BARA UTAMA berdasarkan pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2008 tentang Reklamasi dan Penutupan Tambang, yaitu sesuai dengan Lampiran III dari peraturan tersebut tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penutupan Tambang. Dalam kajian mengenai isi dokumen tersebut salah satunya dilakukan melalui konsultasi dengan para Pemangku Kepentingan (Stakeholder) di Tingkat Kabupaten. Tujuan konsultasi tersebut adalah untuk dapat memperoleh tanggapan, saran, masukan, pendapat dan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan rencana penutupan tambang termasuk rencana alih pengelolaan fasilitas tambang kepada para Pemangku Kepentingan serta perubahan rencana peruntukan lahan. Pembahasan dalam dokumen Laporan Rencana Penutupan Tambang meliputi bab-bab sebagai berikut : a. b. Profil wilayah
BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan

I-7

Laporan Rencana Penutupan Tambang PT. DUTA BARA UTAMA Kec. Muara Enim Kab. Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan

c. Deskripsi kegiatan pertambangan d. Gambaran rona akhir tambang e. Hasil konsultasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders) f. Program penutupan tambang g. Pemantauan h. Organisasi i. Rencana biaya penutupan tambang

BAB I PENDAHULUAN

I-8

Anda mungkin juga menyukai