Anda di halaman 1dari 2

Assalamu alaikum wr.wb. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Saudara Hafiez, bunyi dari surat al-Nur ayat 32-33 adalah sebagai berikut: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang l ayak kawin dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang p erempuan. Jika mereka miskin Allah akan mencukupi mereka dengan kurnia-Nya. Alla h Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, seh ingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan budak-budak yang kamu mili ki yang memginginkan perjanjian Dari kedua ayat di atas ada sejumlah pelajaran yang dapat diambil: 1. Ada perintah untuk menikahkan orang-orang yang sendirian. Perintah ini menuru t sebagian ulama menimbulkan implikasi hukum yang beragam. Menurut al-Qurthubi b agi mereka yang ingin menikah dan khawatir terjerumus kepada zina sementara ia m emiliki kemampuan, maka nikah itu wajib baginya. Namun bagi mereka yang mampu me nikah namun bisa menjaga diri sehingga tidak dikhawatirkan terjerumus ke dalam z ina, hukum menikah menjadi mubah. Demikian pendapat Imam Syafii. Hal ini berbeda dengan pandangan Imam Hanafi yang menyatakan bahwa hukum menikah pada dasarnya adalah mustahabb (sesuatu yang disenangi oleh Allah). 2. Perintah untuk menikahkan pada ayat di atas tertuju kepada wali. Dengan demik ian, pernikahan baru menjadi sah lewat adanya wali. 3. Kondisi miskin tidak boleh menjadi alasan untuk tidak menikah. Pasalnya, dala m ayat di atas ada janji dari Allah untuk memberikan kecukupan. Sehingga Abu Bak ar ra. Berkata, Penuhilah perintah Allah atas kalian untuk menikah, pasti Allah a kan memenuhi janji-Nya pada kalian untuk memberikan kecukupan. Pada masa Nabi pu n beliau pernah menikahkan seorang lelaki yang tidak memiliki harta dengan mahar berupa mengajarkan hafalan ayat Alquran yang ia miliki kepada isterinya. 4. Kecukupan yang Allah akan berikan menurut para ulama adalah terutama perasaan tenang, lapang, dan qanaah. Hal ini sebagaimana bunyi sabda Nabi, Yang disebut k aya bukan karena banyak harta. Tetapi yang disebut kaya dalah kekayaan jiwa. 5. Pada ayat 33 Allah memerintahkan kepada mereka yang tidak mampu menikah entah karena sakit dsb, untuk sekuat tenaga menjaga kesucian dirinya. Yaitu sebagaima na sabda Nabi, Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah henda knya menikah sebab ia membuatmu lebih bisa menjaga pandangan dan memelihara keho rmatan. Jika tidak mampu, hendaknya berpuasa sebab ia adalah tameng. 6. Menurut al-Qurthubi dengan adanya perintah menikah bagi yang mampu dan perint ah untuk menjaga kesucian bagi yang tidak mampu, maka tidak diperbolehkan mencar i jalan lain seperti onani, nikah mut ah, dan berzina. Wallahu a lam bish-shawab. Wassalamu alaikum wr.wb. http://www.syariahonline.com/v2/tafsir-hadits/156-tafsir-an-nur-32-33

surah / surat : An-Nuur Ayat : 33 walyasta'fifi alladziina laa yajiduuna nikaahan hattaa yughniyahumu allaahu min fadhlihi waalladziina yabtaghuuna alkitaaba mimmaa malakat aymaanukum fakaatibuu hum in 'alimtum fiihim khayran waaatuuhum min maali allaahi alladzii aataakum wa laa tukrihuu fatayaatikum 'alaa albighaa-i in aradna tahashshunan litabtaghuu 'a

radha alhayaati alddunyaa waman yukrihhunna fa-inna allaaha min ba'di ikraahihin na ghafuurun rahiimun 33. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan merek a [1037], jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada m ereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu [1038]. Dan jan ganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun l agi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu [1039]. [1037] Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu s eorang hamba boleh meminta pada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian ba hwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu henda klah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melu nasi perjanjian itu dengan harta yang halal. [1038] Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu hendaklah budak-budak itu ditol ong dengan harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya. [1039] Maksudnya: Tuhan akan mengampuni budak-budak wanita yang dipaksa melakuka n pelacuran oleh tuannya itu, selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu la gi. Kasih Tanda! SEBAB TURUNNYA AYAT: Firman Allah swt, "Dan apabila mereka dipanggil..." (Q.S. A n Nuur, 48). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari hadi s Mursal Hasan, bahwa seorang lelaki bila mempunyai persengketaan dengan orang l ain, kemudian ia dipanggil menghadap kepada Nabi saw. sedangkan ia berada dalam pihak yang benar, maka ia taat. Karena ia mengetahui bahwa Nabi saw. pasti akan memutuskan peradilan secara benar bagi pihaknya. Akan tetapi apabila ia telah be rbuat aniaya, kemudian ia dipanggil menghadap kepada Nabi saw. maka ia berpaling seraya mengatakan, "Aku lebih suka dengan si Polan". Lalu Allah menurunkan firm an-Nya, "Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S.24 An Nur, 48) http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/24/30

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, seh ingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu mili ki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, j ika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebah agian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang m emaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu). QS. an-Nur (24) : 33 http://e-quran.dekrizky.info/an-nur.html