Anda di halaman 1dari 14

Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi

(Dengan Lampiran Scan Kitab Nya)

Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi

Belakangan ini kata 'salaf' semakin populer. Bermunculan pula kelompok


yang mengusung nama salaf, salafi, salafuna, salaf shaleh dan
derivatnya. Beberapa kelompok yang sebenarnya berbeda prinsip saling
mengklaim bahwa dialah yang paling sempurna mengikuti jalan salaf.
Runyamnya jika ternyata kelompok tersebut berbeda dengan generasi
pendahulunya dalam banyak hal. Kenyataan ini tak jarang membuat umat
islam bingung, terutama mereka yang masih awam. Lalu siapa pengikut
salaf sebenarnya? Apakah kelompok yang konsisten menapak jejak salaf
ataukah kelompok yang hanya menggunakan nama salafi?.
Tulisan ini mencoba menjawab kebingungan di atas dan menguak siapa
pengikut salaf sebenarnya.

Istilah salafi berasal dari kata salaf yang berarti terdahulu. Menurut
ahlussunnah yang dimaksud salaf adalah para ulama' empat madzhab dan
ulama sebelumnya yang kapasitas ilmu dan amalnya tidak diragukan lagi
dan mempunyai sanad (mata rantai keilmuan) sampai pada Nabi SAW.
Namun belakangan muncul sekelompok orang yang melabeli diri dengan
nama salafi dan aktif memakai nama tersebut pada buku-bukunya.
Kelompok yang berslogan "kembali" pada Al Qur'an dan sunnah tersebut
mengaku merujuk langsung kepada para sahabat yang hidup pada masa Nabi
SAW, tanpa harus melewati para ulama empat madzhab.
Bahkan menurut sebagian mereka, diharamkan mengikuti madzhab tertentu.
Sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz dalam salah
satu majalah di Arab Saudi, dia juga menyatakan tidak mengikuti
madzhab Imam Ahmad bin Hanbal.

Pernyataan di atas menimbulkan pertanyaan besar di kalangan umat islam


yang berpikir obyektif. Sebab dalam catatan sejarah, ulama-ulama besar
pendahulu mereka adalah penganut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal. Sebut
saja Syekh Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Rajab, Ibnu Abdil Hadi,
Ibnu Qatadah, kemudian juga menyusul setelahnya Al Zarkasyi, Mura'i,
Ibnu Yusuf, Ibnu Habirah, Al Hajjawiy, Al Mardaway, Al Ba'ly, Al Buhti
dan Ibnu Muflih. Serta yang terakhir Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab
beserta anak-anaknya, juga mufti Muhammad bin Ibrahim, dan Ibnu Hamid.
Semoga rahmat Allah atas mereka semua.

Ironis sekali memang, apakah berarti Imam Ahmad bin Hanbal dan para
imam lainnya tidak berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunnah? sehingga
kelompok ini tidak perlu mengikuti para pendahulunya dalam
bermadzhab?. Apabila mereka sudah mengesampingkan kewajiban bermadzhab
dan tidak mengikuti para salafnya, layakkah mereka menyatakan dirinya
salafy?

Belum lagi aksi manipulasi mereka terhadap ilmu pengetahuan.


Mereka memalsukan sebagian dari kitab kitab karya ulama' salaf.
Sebagai contoh, kitab Al Adzkar karya Imam Nawawi cetakan Darul Huda,
Riyadh, 1409 H, yang ditahqiq oleh Abdul Qadir Asy Syami. Pada halaman
295, pasal tentang ziarah ke makam Nabi SAW, dirubah judulnya menjadi
pasal tentang ziarah ke masjid Nabi SAW. Beberapa baris di awal dan
akhir pasal itu juga dihapus. Tak cukup itu, mereka juga dengan sengaja
menghilangkan kisah tentang Al Utbiy yang diceritakan Imam Nawawi
dalam kitab tersebut.

Untuk diketahui, Al Utbiy (guru Imam Syafi'i) pernah menyaksikan


seorang arab pedalaman berziarah dan bertawassul kepada Nabi SAW.
Kemudian Al Utbiy bermimpi bertemu Nabi SAW, dalam mimpinya Nabi
menyuruh memberitahukan pada orang dusun tersebut bahwa ia diampuni
Allah berkat ziarah dan tawassulnya. Imam Nawawi juga menceritakan
kisah ini dalam kitab Majmu' dan Mughni.

Pemalsuan juga mereka lakukan terhadap kitab Hasyiah Shawi atas Tafsir
Jalalain dengan membuang bagian-bagian yang tidak cocok dengan
pandangannya. Hal itu mereka lakukan pula terhadap kitab Hasyiah Ibn
Abidin dalam madzhab Hanafi dengan menghilangkan pasal khusus yang
menceritakan para wali, abdal dan orang-orang sholeh.
Parahnya, kitab karya Ibnu Taimiyah yang dianggap sakral juga tak
luput dari aksi mereka. Pada penerbitan terakhir kumpulan fatwa Syekh
Ibnu Taimiyah, mereka membuang juz 10 yang berisi tentang ilmu suluk
dan tasawwuf. (Alhamdulilah, penulis memiliki cetakan lama)
Bukankah ini semua perbuatan dzalim? Mereka jelas-jelas melanggar hak
cipta karya intelektual para pengarang dan melecehkan karya-karya
monumental yang sangat bernilai dalam dunia islam. Lebih dari itu,
tindakan ini juga merupakan pengaburan fakta dan ketidakjujuran
terhadap dunia ilmu pengetahuan yang menjunjung tinggi sikap
transparansi dan obyektivitas.

MENGIKUTI SALAF?
Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan masalah tasawwuf,
maulid, talqin mayyit, ziarah dan lain-lain yang terdapat dalam
kitab-kitab para ulama pendahulu wahhabi. Ironisnya, sikap mereka
sekarang justru bertolak belakang dengan pendapat ulama mereka sendiri.
Pertama, tentang tasawuf. Dalam kumpulan fatwa jilid 10 hal 507 Syekh
Ibnu Taimiyah berkata, "Para imam sufi dan para syekh yang dulu
dikenal luas, seperti Imam Juneid bin Muhammad beserta pengikutnya,
Syekh Abdul Qadir al-Jailani serta lainnya, adalah orang-orang yang
paling teguh dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
Syekh Abdul Qadir al-Jailani, kalam-kalamnya secara keseluruhan berisi
anjuran untuk mengikuti ajaran syariat dan menjauhi larangan serta
bersabar menerima takdir Allah.

Dalam "Madarijus salikin" hal. 307 jilid 2 Ibnul Qayyim Al-Jauziyah


berkata, "Agama secara menyeluruh adalah akhlak, barang siapa melebihi
dirimu dalam akhlak, berarti ia melebihi dirimu dalam agama. Demikian
pula tasawuf, Imam al Kattani berkata, "Tasawwuf adalah akhlak,
barangsiapa melebihi dirimu dalam akhlak berarti ia melebihi dirimu
dalam tasawwuf."

Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam kitab Fatawa wa Rosail hal. 31
masalah kelima. "Ketahuilah -mudah-mudahan Allah memberimu petunjuk -
Sesungguhnya Allah SWT mengutus Nabi Muhammad dengan petunjuk berupa
ilmu yang bermanfaat dan agama yang benar berupa amal shaleh. Orang
yang dinisbatkan kepada agama Islam, sebagian dari mereka ada yang
memfokuskan diri pada ilmu dan fiqih dan sebagian lainnya memfokuskan
diri pada ibadah dan mengharap akhirat seperti orang-orang sufi. Maka
sebenarnya Allah telah mengutus Nabi-Nya dengan agama yang meliputi
dua kategori ini (Fiqh dan tasawwuf)". Demikianlah penegasan Syekh
Muhammad bin Abdul Wahhab bahwa ajaran tasawuf bersumber dari Nabi SAW.

Kedua, mengenai pembacaan maulid. Dalam kitab Iqtidha' Sirathil


Mustaqim Ibnu Taimiyah berkata, "Adapun mengagungkan maulid dan
menjadikannya acara rutinan, segolongan orang terkadang melakukannya.
Mereka mendapat pahala yang besar karena tujuan baik dan
pengagungannya terhadap Rasulullah SAW."

Ketiga, tentang hadiah pahala, Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa barang


siapa mengingkari sampainya amalan orang hidup pada orang yang
meninggal maka ia termasuk ahli bid'ah.Dalam Majmu' fatawa juz 24
hal306 ia menyatakan, "Para imam telah sepakat bahwa mayit bisa
mendapat manfaat dari hadiah pahala orang lain. Ini termasuk hal yang
pasti diketahui dalam agama islam dan telah ditunjukkan dengan dalil
kitab, sunnah dan ijma' (konsensus ulama'). Barang siapa menentang hal
tersebut maka ia termasuk ahli bid'ah".

Lebih lanjut pada juz 24 hal 366 Ibnu Taimiyah menafsirkan firman Allah
"dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya." (QS an-Najm [53]: 39)
ia menjelaskan, Allah tidak menyatakan bahwa seseorang tidak bisa
mendapat manfaat dari orang lain, Namun Allah berfirman, seseorang
hanya berhak atas hasil usahanya sendiri. Sedangkan hasil usaha orang
lain adalah hak orang lain. Namum demikian ia bisa memiliki harta
orang lain apabila dihadiahkan kepadanya.

Begitu pula pahala, apabila dihadiahkan kepada si mayyit maka ia


berhak menerimanya seperti dalam solat jenazah dan doa di kubur.
Dengan demikian si mayit berhak atas pahala yang dihadiahkan oleh kaum
muslimin, baik kerabat maupun orang lain"
Dalam kitab Ar-Ruh hal 153-186 Ibnul Qayyim membenarkan sampainya
pahala kepada orang yang telah meninggal. Bahkan tak tangung-tanggung
Ibnul Qayyim menerangkan secara panjang lebar sebanyak 33 halaman
tentang hal tersebut.

Keempat, masalah talqin. Dalam kumpulan fatwa juz 24 halaman 299 Ibnu
Taimiyah menyatakan bahwa sebagian sahabat Nabi SAW melaksanakan
talqin mayit, seperti Abu Umamah Albahili, Watsilah bin al-Asqa' dan
lainnya. Sebagian pengikut imam Ahmad menghukuminya sunnah. Yang
benar, talqin hukumnya boleh dan bukan merupakan sunnah. (Ibnu
Taimiyah tidak menyebutnya bid'ah)
Dalam kitab AhkamTamannil Maut Muhammad bin Abdul Wahhab juga
meriwayatkan hadis tentang talqin dari Imam Thabrani dalam kitab Al
Kabir dari Abu Umamah.

Kelima, tentang ziarah ke makam Nabi SAW. Dalam qasidah Nuniyyah (bait
ke 4058) Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ziarah ke makam Nabi SAW adalah
salah satu ibadah yang paling utama
"Diantara amalan yang paling utama dalah ziarah ini.
Kelak menghasilkan pahala melimpah di timbangan amal pada hari kiamat".
Sebelumnya ia mengajarkan tata cara ziarah (bait ke 4046-4057).
Diantaranya, peziarah hendaklah memulai dengan sholat dua rakaat di
masjid Nabawi. Lalu memasuki makam dengan sikap penuh hormat dan
takdzim, tertunduk diliputi kewibawaan sang Nabi. Bahkan ia
menggambarkan pengagungan tersebut dengan kalimat "Kita menuju makam
Nabi SAW yang mulia sekalipun harus berjalan dengan kelopak mata (bait
4048).
Hal ini sangat kontradiksi dengan pemandangan sekarang. Suasana
khusyu' dan khidmat di makam Nabi SAW kini berubah menjadi seram.
Orang-orang bayaran wahhabi dengan congkaknya membelakangi makam Nabi
yang mulia. Mata mereka memelototi peziarah dan membentak-bentak
mereka yang sedang bertawassul kepada beliau SAW dengan tuduhan syirik
dan bid'ah. Tidakkah mereka menghormati jasad makhluk termulia di
semesta ini..? Tidakkah mereka ingat firman Allah "Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi,
dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras, sebagaimana
kerasnya suara sebagian kamu terhadap yang lain, supaya tidak hapus
(pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. "Sesungguhnya
orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka
itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk
bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar" (QS Al Hujarat,
49: 2-3).
Data-data di atas adalah sekelumit dari hasil penelitian obyektif pada
kitab-kitab mereka sendiri, sekedar wacana bagi siapa saja yang ingin
mencari kebenaran. Mudah mudahan dengan mengetahui tulisan-tulisan
pendahulunya, mereka lebih bersikap arif dan tidak arogan dalam
menilai kelompok lain.
(Ibnu KhariQ)

Referensi
- Majmu' fatawa Ibn Taimiyah
- Qasidah Nuniyyah karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
- Iqtidha' Shirathil Mustaqim karya Ibn Taimiyah cet. Darul Fikr
- Ar-Ruh karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, cet I Darul Fikr 2003
- Ahkam Tamannil Maut karya Muhammad bin Abdul Wahhab, cet. Maktabah
Saudiyah Riyadh Nasihat li ikhwanina ulama Najd karya Yusuf Hasyim
Ar-Rifa'i

Diambil dari rubrik Ibrah, Majalah Dakwah Cahaya Nabawiy Edisi 60 Th.
IV Rabi'ul Awwal 1429 H / April 2008 M

Lampiran-lampiran :

1). WAHHABI PALSUKAN & UBAH KITAB TAFSIR ULAMA


Disusun oleh: Abu Syafiq Al-Asy’ary 012-2850578

DI ATAS ADALAH COVER BAGI KITAB “HASYIYAH AL-ALLAMAH AS-


SOWI ALA TAFSIR JALALAIN” KARANGAN SYEIKH AHMAD BIN
MUHAMMAD AS-SOWI ALMALIKY MENINGGAL 1241H. YANG TELAH
DIPALSUKAN OLEH WAHHABI.CETAKAN DAR KUTUB ILMIAH PADA
TAHUN 1420H IAITU SELEPAS CETAKAN YANG ASAL TELAH PUN
DIKELUARKAN PADA TAHUN 1419H. INI ISU KANDUNGAN DALAM KITAB
YANG TELAH DIPALSUKAN: ISI KITAB DI ATAS YANG TELAH
DIPALSUKAN & TIDAK BERSANDARKAN PADA NASKHAH YANG ASAL
DAN DIUBAH PELBAGAI ISI KANDUNGAN ANTARANYA PENGARANG
KITAB TELAH MENYATAKAN WAHHABI ADALAH KHAWARIJ KERANA
MENGHALALKAN DARAH UMAT ISLAM TANPA HAK. TETAPI
DIPALSUKAN OLEH WAHHABI LANTAS DIBUANG KENYATAAN
TERSEBUT. INI MERUPAKAN KETIDAK ADANYA AMANAH DALAM ILMU
AGAMA DISISI KESEMUA PUAK WAHHABI. NAH…!
INILAH KITAB TAFSIR TERSEBUT YANG ORIGINAL LAGI ASAL: DI ATAS
INI ADALAH COVER KITAB SYARHAN TAFSIR ALQURAN BERJUDUL
“HASYIYAH AL-ALLAMAH AS-SOWI ALA TAFSIR JALALAIN”.KARANGAN
SYEIKH AHMAD BIN MUHAMMAD AS-SOWI ALMALIKY MENINGGAL
1241H.CETAKAN INI ADALAH CETAKAN YANG BERSANDARKAN PADA
NASKHAH KITAB TERSEBUT YANG ASAL.DICETAK OLEH DAR IHYA
TURATH AL-’ARABY. PERHATIKAN PADA BAHAGIAN BAWAH SEBELUM
NAMA TEMPAT CETAKAN TERTERA IANYA ADALAH CETAKAN YANG
BERPANDUKAN PADA ASAL KITAB.CETAKAN PERTAMA PADA TAHUN
1419H IAITU SETAHUN SEBELUM KITAB TERSEBUT DIPALSUKAN OLEH
WAHHABI. INI ISI KANDUNGAN DALAM KITAB TERSEBUT PADA JUZUK 5
MUKASURAT 78: DI ATAS INI ADALAH KENYATAAN SYEIKH AS-SOWI
DARI KITAB ASAL MENGENAI WAHHABI DAN BELIAU MENYIFATKAN
WAHHABI SEBAGAI KHAWARIJ YANG TERBIT DI TANAH HIJAZ. BELIAU
MENOLAK WAHHABI BAHKAN MENYATAKAN WAHHABI SEBAGAI
SYAITAN KERANA MENGHALALKAN DARAH UMAT ISLAM, MEMBUNUH
UMAT ISLAM DAN MERAMPAS SERTA MENGHALALKAN RAMPASAN
HARTA TERHADAP UMAT ISLAM.LIHAT PADA LINE YANG TELAH
DIMERAHKAN. Inilah Wahhabi. Bila ulama membuka pekung kejahatan mereka
Wahhabi akan bertindak ganas terhadap kitab-kitab ulama Islam. Awas..sudah terlalu
banyak kitab ulama Islam dipalsukan oleh Wahhabi kerana tidak sependapat dengan
mereka. Semoga Allah memberi hidayah kepada Wahhabi dan menetapkan iman orang
Islam.

2). BUKTI KESEMUA SANG WAHHABI PENGKHIANAT KITAB


AGAMA
Peluh yang mengalir, keringat menadah usaha pergi menuntut mutiara ilmu tidak akan
kecapi serinya sekiranya apa yang dipelajari penuh dengan pengkhianatan dan hilang
keaslianya. Penipu…!!! Pembohong lagi sang penukar isi kandungan kitab-kitab ulama
merupakan pengkhianat dan penjenayah yang wajib dihumban ke pintu-pintu neraka
dunia ( jail )… Pengkhianat tersebut wataknya tidak asing lagi iaitu hero sekalian hero
Iblis Syaiton yang celaka iaitu Wahhabi Dajjal…!… Demikian kata-kata yang terkeluar
daripada seorang penuntut ilmu agama yang ikhlas apabila mengetahui kebanyakan isi
kandungan kitab-kitab agama telah diubah, ditukar dan diputar belit tanpa amanah oleh
sang Pengkhianat Wahhabi. BUKTINYA…. Dalam ratusan kitab ulama Islam antaranya
yang telah di ubah oleh Sang Wahhabi adalah: (Rujuk kenyataan kitab yang telah di scan
di atas) 1- Kitab berjudul Al-Azkar karangan Imam Nawawi cetakan Dar Al-Huda di
RIYADH SAUDI ARABIA Tahun 1409H Sang Wahhabi mengubah tajuk yang asalnya
ditulis oleh Imam Nawawi adalah FASAL PADA MENZIARAHI KUBUR RASUL
SOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM wahhabi menukar kepada FASAL PADA
MENZIARAHI MASJID RASULULLAH. Lihat perubahan yang amat ketara Wahhabi
menukar pada tajuk besar dalam kitab tersebut dan juga isi kandungannya dibuang dan
diubah. Mungkin bagi kanak-kanak hingus Wahhabi akan mengatakan.. “alaa..apa sangat
tukarnya…sket jek”. Saya ( Abu Syafiq ) katakan. Haza ‘indallahi ‘azhim. Perubahan
yang dilakukan oleh sang Wahhabi adalah amat menyimpang disebaliknya motif dan
agenda tertentu mengkafirkan umat Islam yang menziarahi maqam Nabi. Ditambah lagi
isi kandungan dalam FASAL tersebut turut dihilangkan dan dibuang dari kitab tersebut
dan kisah ‘Utby turut dihapuskan dalam FASAL tersebut. Beginilah jadinya apabila
kitab-kitab agama yang diterbitkan oleh tangan-tangan Wahhabi yang tidak amanah…
pengkhianat agama Allah! Mereka turut menukar dan berubah kenyataan fakta dalam
kitab Hasyiyah As-Syowy ‘Ala Tafsir Jalalain. Dan Sang Wahhabi turut membuang
kenyataan pada FASAL yang khas dalam kitab Hasyiyah Ibnu ‘Abidin As-Syamy. Ini
hanya secebis pengkhianatan sang Wahhabi merubah kesemua kitab-kitab agama
mengikut hawa nafsu Yahudi mereka. Cara yang sama turut dilakukan oleh Wahhabi
sekarang demi membangkitkan lagi fitnah dalam masyarakat Islam. Akan datang…
pembongkaran ilmiah.. Wahhabi ubah ayat Al-Quran dan Hadith dalam Sohih Bukhari…
nantikan bahawa SYIAH DAN WAHHABI ADALAH SEKUFU.
3. WAHHABI KAFIRKAN TAHLIL&ZIKIR, Ibnu Taimiah
Mengharuskan&Menggalakkannya Pula

BUKTI WAHHABI MENGKAFIRKAN AMALAN TAHLIL DAN ZIKIR


MANAKALA IBNU TAIMIAH MENGALAKKAN PULA.

DI ATAS ADALAH KITAB IBNU TAIMIAH BERJUDUL MAJMUK FATAWA JILID


24 PADA MUKASURAT 324. IBNU TAIMIAH DITANYA MENGENAI SESEORANG
YANG BERTAHLIL, BERTASBIH,BERTAHMID,BERTAKBIR DAN
MENYAMPAIKAN PAHALA TERSEBUT KEPADA SIMAYAT MUSLIM LANTAS
IBNU TAIMIAH MENJAWAB AMALAN TERSEBUT SAMPAI KEPADA SI MAYAT
DAN JUGA TASBIH,TAKBIR DAN LAIN-LAIN ZIKIR SEKIRANYA
DISAMPAIKAN PAHALANYA KEPADA SI MAYAT MAKA IANYA SAMPAI DAN
BAGUS SERTA BAIK.

Manakala Wahhabi menolak dan menkafirkan amalan ini.

DI ATAS PULA ADALAH KITAB IBNU TAMIAH BERJUDUL MAJMUK FATAWA


JUZUK 24 PADA MUKASURAT 324.IBNU TAIMIAH DI TANYA MENGENAI
SEORANG YANG BERTAHLIL 70000 KALI DAN MENGHADIAHKAN KEPADA SI
MAYAT MUSLIM LANTAS IBNU TAIMIAH MENGATAKAN AMALAN ITU
ADALAH AMAT MEMBERI MANAFAAT DAN AMAT BAIK SERTA MULIA.

Tetapi amalan ini adalah amalan kufur disisi Wahhabi.

4). Bait Diwan Imam Syafe’i yang dihilangkan oleh wahabi ****

BAIT YANG HILANG DARI DIWAN IMAM SYAFI’I !

‫فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق ال إيـــاك أنــــصح‬


‫فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح‬
Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan
juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.

Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka
hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani
tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?

[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]

COBA DOWNLOAD DARI :

http://www.almeshkat.net/books/open.php?cat=17&book=16

MAKA KALIMAT DI ATAS SUDAH HILANG !

BANDINGKAN DENGAN TERBITAN BEIRUT DAN DAMASKUS:

Dar al-Jil Diwan (Beirut 1974) p.34

Dar al-Kutub al-`Ilmiyya (Beirut 1986) p.48

Now the quest

Bahkan terbitan Dar el-mareefah juga dihilangkan:


http://www.4shared.com/file/37064910/c3ad321/Diwan_es-Safii.html?s=1

5). Ibnu Taimiah Bertaubat Dari Akidah Salah(DISERTAKAN DGN


SCAN KITAB)
*INI
MERUPAKAN ARTIKEL ULANGAN DITAMBAH DENGAN SCAN KITAB
YANG MERUPAKAN BUKTI KUKUH OLEH TUAN BLOG ATAS KENYATAAN
YANG DITULIS.SILA RUJUK ARTIKEL ASAL: http://abu-
syafiq.blogspot.com/2007/07/ibnu-taimiah-bertaubat-dari-akidah.html *TETAPI
INI TIDAK MENOLAK PENTAKFIRAN ULAMA TERHADAP PEMBAWA
AKIDAH TAJSIM. KERANA GOLONGAN MUJASSIMAH TERKENAL
DENGAN AKIDAH YANG BERBOLAK-BALIK DAN AKIDAH YANG TIDAK
TETAP DAN TIDAK TEGUH.HARAP FAHAM SECARA BENAR DAN TELITI.
Oleh: abu_syafiq As-Salafy (012-285057 Assalamu3alaykum Ramai yang tidak
mengkaji sejarah dan hanya menerima pendapat Ibnu Taimiah sekadar dari bacaan
kitabnya sahaja tanpa merangkumkan fakta sejarah dan kebenaran dengan telus dan
ikhlas. Dari sebab itu mereka (seperti Wahhabiyah) sekadar berpegang dengan akidah
salah yang termaktub dalam tulisan Ibnu Taimiah khususnya dalam permasaalahan usul
akidah berkaitan kewujudan Allah dan pemahaman ayat ” Ar-Rahman ^alal Arasy
Istawa”. Dalam masa yang sama mereka jahil tentang khabar dan berita sebenar
berdasarkan sejarah yang diakui oleh ulama dizaman atau yang lebih hampir dengan Ibnu
Taimiah yang sudah pasti lebih mengenali Ibnu Taimiah daripada kita dan Wahhabiyah.
Dengan kajian ini dapatlah kita memahami bahawa sebenarnya akidah Wahhabiyah
antaranya : 1-Allah duduk di atas kursi. 2-Allah duduk dan berada di atas arasy. 3-Tempat
bagi Allah adalah di atas arasy. 4-Berpegang dengan zohir(duduk) pada ayat “Ar-Rahman
^alal Arasy Istawa”. 5-Allah berada di langit. 6-Allah berada di tempat atas. 7-Allah
bercakap dengan suara. 8-Allah turun naik dari tempat ke tempat dan selainnya daripada
akidah kufur sebenarnya Ibnu Taimiah telah bertaubat daripada akidah sesat tersebut
dengan mengucap dua kalimah syahadah serta mengaku sebagai pengikut Asyairah
dengan katanya “saya golongan Asy’ary”. (Malangnya Wahhabi mengkafirkan golongan
Asyairah, lihat buktinya :http://abu-syafiq.blogspot.com/2007/05/hobi-wahhabi-kafirkan-
umat-islam.html). Syeikhul Islam Imam Al-Hafiz As-Syeikh Ibnu Hajar Al-Asqolany
yang hebat dalam ilmu hadith dan merupakan ulama hadith yang siqah dan pakar dalam
segala ilmu hadith dan merupakan pengarang kitab syarah kepada Sohih Bukhari berjudul
‫‪Fathul Bari beliau telah menyatakan kisah taubat Ibnu taimiah ini serta tidak menafikan‬‬
‫‪kesahihannya dan ianya diakui olehnya sendiri dalam kitab beliau berjudul Ad-Durar Al-‬‬
‫‪Kaminah Fi ‘ayan Al-Miaah As-Saminah yang disahihkan kewujudan kitabnya oleh‬‬
‫‪ulama-ulama Wahhabi juga termasuk kanak-kanak Wahhabi di Malaysia ( Mohd Asri‬‬
‫‪Zainul Abidin). Kenyatan bertaubatnya Ibnu Taimiah dari akidah sesat tersebut juga telah‬‬
‫‪dinyatakan oleh seorang ulama sezaman dengan Ibnu Taimiah iaitu Imam As-Syeikh‬‬
‫‪Syihabud Din An-Nuwairy wafat 733H. Ini penjelasannya :‬‬

‫‪Berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitabnya berjudul Ad-Durar Al-‬‬
‫‪Kaminah Fi “ayan Al-Miaah As-Saminah cetakan 1414H Dar Al-Jiel juzuk 1 m/s‬‬
‫‪148 dan Imam As-Syeikh Syihabuddin An-Nuwairy wafat 733H cetakan Dar Al-‬‬
‫‪Kutub Al-Misriyyah juzuk 32 m/s 115-116 dalam kitab berjudul Nihayah Al-Arab Fi‬‬
‫‪Funun Al-Adab nasnya:‬‬

‫وأما تقي الدين فإنه استمر في الجب بقلعة الجبل إلى أن وصل المير حسام الدين مهنا إلى البواب السلطانية في شهر‬
‫ربيع الول سنة سبع وسبعمائة ‪ ،‬فسأل السلطان في أمره وشفع فيه ‪ ،‬فأمر بإخراجه ‪ ،‬فأخرج في يوم الجمعة الثالث‬
‫والعشرين من الشهر وأحضر إلى دار النيابة بقلعة الجبل ‪ ،‬وحصل بحث مع الفقهاء ‪ ،‬ثم اجتمع جماعة من أعيان‬
‫العلماء ولم تحضره القضاة ‪ ،‬وذلك لمرض قاضي القضاة زين الدين المالكي ‪ ،‬ولم يحضر غيره من القضاة ‪ ،‬وحصل‬
‫البحث ‪ ،‬وكتب خطه ووقع الشهاد عليه وكتب بصورة المجلس مكتوب مضمونه ‪ :‬بسم ال الرحمن الرحيم شهد من‬
‫يضع خطه آخره أنه لما عقد مجلس لتقي الدين أحمد بن تيمية الحراني الحنبلي بحضرة المقر الشرف العالي المولوي‬
‫الميري الكبيري العالمي العادلي السيفي ملك المراء سلر الملكي الناصري نائب السلطنة المعظمة أسبغ ال ظله ‪،‬‬
‫وحضر فيه جماعة من السادة العلماء الفضلء أهل الفتيا بالديار المصرية بسبب ما نقل عنه ووجد بخطه الذي عرف‬
‫به قبل ذلك من المور المتعلقة باعتقاده أن ال تعالى يتكلم بصوت ‪ ،‬وأن الستواء على حقيقته ‪ ،‬وغير ذلك مما هو‬
‫مخالف لهل الحق ‪ ،‬انتهى المجلس بعد أن جرت فيه مباحث معه ليرجع عن اعتقاده في ذلك ‪ ،‬إلى أن قال بحضرة‬
‫شهود ‪ ) :‬أنا أشعري ( ورفع كتاب الشعرية على رأسه ‪ ،‬وأشهد عليه بما كتب خطا وصورته ‪ )) :‬الحمد ل ‪ ،‬الذي‬
‫أعتقده أن القرآن معنى قائم بذات ال ‪ ،‬وهو صفة من صفات ذاته القديمة الزلية ‪ ،‬وهو غير مخلوق ‪ ،‬وليس بحرف‬
‫ول صوت ‪ ،‬كتبه أحمد بن تيمية ‪ .‬والذي أعتقده من قوله ‪ ) :‬الرحمن على العرش استوى ( أنه على ما قاله الجماعة ‪،‬‬
‫أنه ليس على حقيقته وظاهره ‪ ،‬ول أعلم كنه المراد منه ‪ ،‬بل ل يعلم ذلك إل ال تعالى ‪ ،‬كتبه أحمد بن تيمية ‪ .‬والقول‬
‫في النزول كالقول في الستواء ‪ ،‬أقول فيه ما أقول فيه ‪ ،‬ول أعلم كنه المراد به بل ل يعلم ذلك إل ال تعالى ‪ ،‬وليس‬
‫على حقيقته وظاهره ‪ ،‬كتبه أحمد بن تيمية ‪ ،‬وذلك في يوم الحد خامس عشرين شهر ربيع الول سنة سبع‬
‫وسبعمائة (( هذا صورة ما كتبه بخطه ‪ ،‬وأشهد عليه أيضا أنه تاب إلى ال تعالى مما ينافي هذا العتقاد في المسائل‬
‫الربع المذكورة بخطه ‪ ،‬وتلفظ بالشهادتين المعظمتين ‪ ،‬وأشهد عليه بالطواعية والختيار في ذلك كله بقلعة الجبل‬
‫المحروسة من الديار المصرية حرسها ال تعالى بتاريخ يوم الحد الخامس والعشرين من شهر ربيع الول سنة سبع‬
‫وسبعمائة ‪ ،‬وشهد عليه في هذا المحضر جماعة من العيان المقنتين والعدول ‪ ،‬وأفرج عنه واستقر بالقاهرة‬

‫‪Saya terjemahkan beberapa yang penting dari nas dan kenyataan tersebut:‬‬

‫ووجد بخطه الذي عرف به قبل ذلك من المور المتعلقة باعتقاده أن ال تعالى يتكلم بصوت ‪ ،‬وأن الستواء على ‪1-‬‬
‫حقيقته ‪ ،‬وغير ذلك مما هو مخالف لهل الحق‬

‫‪Terjemahannya: “Dan para ulama telah mendapati skrip yang telah ditulis oleh Ibnu‬‬
‫‪Taimiah yang telahpun diakui akannya sebelum itu (akidah salah ibnu taimiah sebelum‬‬
‫‪bertaubat) berkaitan dengan akidahnya bahawa Allah ta’ala berkata-kata dengan suara,‬‬
‫‪dan Allah beristawa dengan erti yang hakiki (iaitu duduk) dan selain itu yang‬‬
bertentangan dengan Ahl Haq (kebenaran)”. Saya mengatakan : Ini adalah bukti dari para
ulama islam di zaman Ibnu Taimiah bahawa dia berpegang dengan akidah yang salah
sebelum bertaubat daripadanya antaranya Allah beristawa secara hakiki iaitu duduk.
Golongan Wahhabiyah sehingga ke hari ini masih berakidah dengan akidah yang salah ini
iaitu menganggap bahawa Istiwa Allah adalah hakiki termasuk Mohd Asri Zainul Abidin
yang mengatakan istawa bermakna duduk cuma bagaimana bentuknya bagi Allah kita tak
tahu. lihat dan dengar sendiri Asri sandarkan DUDUK bagi Allah di : http://abu-
syafiq.blogspot.com/2007/06/asri-menghidupkan-akidah-yahudi-allah.html . Sedangkan
ibnu Taimiah telah bertaubat dari akidah tersebut.

2- ‫ ) أنا أشعري ( ورفع كتاب الشعرية على رأسه‬: ‫قال بحضرة شهود‬

Terjemahannya: ” Telah berkata Ibnu Taimiah dengan kehadiran saksi para ulama: ‘ Saya
golongan Asy’ary’ dan mengangkat kitab Al-Asy’ariyah di atas kepalanya
( mengakuinya)”. Saya mengatakan : Kepada Wahhabi yang mengkafirkan atau
menghukum sesat terhadap Asya’irah, apakah mereka menghukum sesat juga terhadap
Syeikhul islam mereka sendiri ini?! Siapa lagi yang tinggal sebagai islam selepas
syeikhul islam kamu pun kamu kafirkan dan sesatkan?! Ibnu Taimiah mengaku sebagai
golongan Asy’ary malangnya Wahhabi mengkafirkan golongan Asya’ry pula, rujuk bukti
Wahhabi kafirkan golongan As’y’ary :http://abu-syafiq.blogspot.com/2007/05/hobi-
wahhabi-kafirkan-umat-islam.html.

3- ‫ أنه ليس على حقيقته‬، ‫ ) الرحمن على العرش استوى ( أنه على ما قاله الجماعة‬: ‫والذي أعتقده من قوله‬
‫ كتبه أحمد بن تيمية‬، ‫ بل ل يعلم ذلك إل ال تعالى‬، ‫ ول أعلم كنه المراد منه‬، ‫وظاهره‬

Terjemahan khot tulisan Ibnu Taimiah dihadapan para ulama islam ketika itu dan mereka
semua menjadi saksi kenyataan Ibnu Taimiah : ” Dan yang aku berpegang mengenai
firman Allah ‘Ar-Rahman diatas Arasy istawa’ adalah sepertimana berpegangnya jemaah
ulama islam, sesungguhnya ayat tersebut bukan bererti hakikatnya(duduk) dan bukan atas
zohirnya dan aku tidak mengetahui maksud sebenar-benarnya dari ayat tersebut bahkan
tidak diketahui makna sebenr-benarnya dari ayat tersebut kecuali Allah.Telah menulis
perkara ini oleh Ahmad Ibnu Taimiah”. Saya mengatakan: Ibnu Taimiah telah bertaubat
dan mengatakan ayat tersebut bukan atas zohirnya dan bukan atas hakikinya iaitu bukan
bererti Allah duduk mahupun bertempat atas arash. ( Bukti Ibnu Taimiah pernah
dahulunya berpegang dengan akidah salah: ‘Allah Duduk’ sila rujuk: http://abu-
syafiq.blogspot.com/2007/05/penjelasan1-allah-duduk-atas-arasy.html ). Malangnya
kesemua tok guru Wahhabi sehingga sekarang termasuk Al-Bani, Soleh Uthaimien, Bin
Baz dan kesemuanya berpegang ayat tersebut secara zohirnya dan hakikatnya (duduk dan
bertempat atas arasy). Lihat saja buku-buku mereka jelas menyatakan sedemikian. Maka
siapakah syeikhul islam sekarang ini disisi Wahhabiyah atau adakah syeikhul islam anda
wahai Wahhabi telah kafir disebabkan taubatnya?!

4- ‫ وتلفظ‬، ‫وأشهد عليه أيضا أنه تاب إلى ال تعالى مما ينافي هذا العتقاد في المسائل الربع المذكورة بخطه‬
‫بالشهادتين المعظمتين‬
Terjemahannya berkata Imam Nuwairy seperti yang dinyatakan juga oleh Imam Ibnu
Hajar Al-Asqolany : ” Dan aku antara saksi bahawa Ibnu Taimiah telah bertaubat kepada
Allah daripada akidah yang salah pada empat masaalah akidah yang telah dinyatakan,
dan Ibnu Taimiah telah mengucap dua kalimah syahadah(bertaubat daripada akidah yang
salah pernah dia pegangi terdahulu)”. Saya mengatakan: Ibnu Taimiah telah memeluk
islam kembali dengan mengucap dua kalimah syahadah dan mengiktiraf akidahnya
sebelum itu adalah salah dan kini akidah yang salahnya itu pula dipegang oleh golongan
Wahhabiyah. Maka bilakah pula golongan Wahhabiyah yang berpegang dengan akidah
yang salah tersebut akan memluk agama islam semula seperti yang dilakukan oleh
rujukan utama mereka yang mereka sendiri namakan sebagai Syeikhul Islam?!. Jadikan
qudwah dan ikutan Ibnu Taimiah dalam hal ini wahai Wahhabiyah!. Ayuh! bertaubatlah
sesungguhnya kebenaran itu lebih tinggi dari segala kebatilan. Pintu taubat masih terbuka
bagi Wahhabi yang belum dicabut nyawa.

ULAMA-ULAMA YANG MENYATAKAN DAN MENYAKSIKAN KISAH


TAUBATNYA IBNU TAIMIAH.

Selain Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitabnya berjudul Ad-Durar Al-Kaminah Fi
“ayan Al-Miaah As-Saminah cetakan 1414H Dar Al-Jiel juzuk 1 m/s 148 dan Imam As-
Syeikh Syihabuddin An-Nuwairy wafat 733H cetakan Dar Al-Kutub Al-Misriyyah juzuk
32 m/s 115-116 dalam kitab berjudul Nihayah Al-Arab Fi Funun Al-Adab yang
menyatakan kisah taubat Ibnu Taimiah ramai lagi ulama islam yang menyaksikan dan
menceritakan kisah pengakuan tersebut antaranya lagi :

-As-Syeikh Ibnu Al-Mu’allim wafat tahun 725H dalam kitab Najmul Muhtadi Wa Rojmul
Mu’tadi cetakan Paris nom 638.

-As-Syeikh Ad-Dawadai wafat selepas 736H dalam kitab Kanzu Ad-Durar -


Al0Jam’-239. -As-Syeikh Taghry Bardy Al-Hanafi bermazhab Hanafiyah wafat 874H
dalam Al-Minha As-Sofi m/s576 dan beliau juga menyatakn sepertimana yang dinyatakan
nasnya oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitabnya yang lain berjudul An-Nujum
Az-Zahirah Al-Jami’ 580.

Merekalah dan selain mereka telah menyatakan taubat Ibnu Taimiah daripada akidah
Allah Duduk dan bertempat di atas arasy. Kata-kata akhirku dalam penerangan kajian
ringkas berfakta ini.. Wahai Wahhabiyah yang berakidah Allah Duduk di atas arasy. Itu
adalah akidah kristian kafir dan yahudi laknat

(Rujuk bukti :http://abu-syafiq.blogspot.com/2007/05/penjelasan1-allah-duduk-atas-


arasy.html .

Berpeganglah dengan akidah salaf sebenar dan khalaf serta akidah ahli hadith yang di
namakan sebagai akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah iaitu Allah tidak memerlukan kepada
mana-mana makhlukNya termasuk tempat dilangit mahupun tempat di atas arasy.
Semoga Allah merahmati hambaNya yang benar-benar mencari kebenaran. Wassalam. *
Saya mengharap komen diberikan atas artikel ini dengan syarat mestilah berfakta yang
telus dan ilmiah bukan melulu dan bersemborono khususnya kepada mereka yang
mengatakan ianya palsu. masih banyak lagi fatwa2 takfir wahabi alyahudiah….

DAFTAR HUJJAH AHLUSUNNAH ATAS KESESATAN WAHABI ATAU DARUL


HADITS ATAU SALAFY SILAHKAN DOWNLOAD (KLIK SAJA !)

ATAU: http://darulfatwa.org.au/languages/Malaysian/Ahlussunah.pdf

Juga JANGAN LEWATKAN Download kitab aqidah ahlusunnah (dalam bahasa


indonesia) : DOWNLOAD KITAB ALHUSUNNAH (KLIK SAJA!) ATAU :
http://darulfatwa.org.au/content/category/4/14/153/

http://salafytobat.wordpress.com