Anda di halaman 1dari 4

SEISMOGRAFI

A. PENGERTIAN Seismograf adalah alat yang digunakan untuk mencatat gempa komponen vertikal dan komponen hirizontal. Seismograf terdiri dari tiga komponen, yaitu seismogram atau sensor getar, recorder, dan time system. Seismogram ( berasal dari bahasa Yunani : seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran yang dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Recorder adalah hasil rekaman yang disebut juga seismogram. Seismogram ada yang analog dan ada yang digital. Sedangkan Time System adalah alat yang digunakan untuk mengetahui waktu pada saat terjadi gempa.

B. PRINSIP KERJA SEISMOGRAF Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa. Besaran (magnitude)gempa yang didasarkan pada amplitude gelombangtektonik dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skala richter. Selain itu ada massa yang bebas dari getaran gempa yang disebut massa stasioner. Cara kerjanya : apabila pada massa stasioner tadi dipasang pena tajam dan ujung pena itu disinggungkan pada benda lain yang dipancangkan di tanah, maka pada saat bumi bergetar, akan terjadi goresan antara massa stasioner dan benda tersebut. Goresan tersebut merupakan wujud dari gambaran getaran bumi. Dari goresan-goresan itu para ahli dapat membaca tekanan dan frekuensi suatu gempa. Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dewasa ini telah ditemukan beberapa cara untuk mengetahui pusat gempa. Beberapa cara itu adalah:

a) Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf. Yaitu satu seismograf vertical, satu horizontal yang berarah utara-selatan, dan satu lagi seismograf yang berarah timur-barat. Dengan tiga seismograf ini akan ditemukan letak episentrum. b) Dengan menggunakan tiga tempat yang terletak dalam satu homoseista. Ketiga tempat yang terletak dalam satu homosesita itu dihubungkan, kemudian ditarik garis sumbu pada garis yang menghubungkan tempat-tempat pencatatan. c) Dengan menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak episentrum. Cara ini dicari dengan rumus Laska, yaitu:

= [(S-P)-1] X 1 megameter = jarak episentrum

S-P = selisih waktu pencatatan gelombang primer dengan gelombang sekunder, dalam satuan menit.

Misalnya : Kota X mencatat jarak episentrum 5000 km Kota Y mencatat jarak episentrum 7000 km Kota Z mencatat jarak episentrum 4000 km Dengan data tiga episentrum di tiga kota, kemudian kita ambil peta yang sesuai skalanya. Letak episentrum akan didapat dari perpotongan Ketiga lingkaran. Dengan diketahuinya pusat-pusat Gempa akan bermanfaat dalam pembangunan di daerah yang rawan gempa. Di Jepang misalnya, di daerah yang sering terjadi gempa, rumah-rumah dan gedung-gedung telah dibangun dengan konstruksi yang lebih tahan terhadap gempa dan

masyarakatnya telah dilatih cara-cara menyelamatkan diri dari bahaya gempa. Dengan demikian, bahaya yang lebih besar dapat diatasi. Memang tidak mungkin mencegah terjadinya gempa, tetapi dengan kemajuan ilmu dan teknologi setidak-tidaknya dapat mengurangi bahaya yang ditimbulkan.

Sebuah seismograf, atau Seismometer, adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam gempa bumi. Umumnya, terdiri dari massa yang melekat pada dasar yang tetap. Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat.

PRINSIP KERJA SEISMOGRAF

OLEH : y BASO ARFAN MAULANA y BERTALINA SIHOTANG y LINTANG KESUMASTUTI y RICARDO ALFENCIUS SAGALA y YUSUF H. PERDANA y