Anda di halaman 1dari 11

Kelainan Celah Bibir dan Palatum

Kelainan celah bibir dan palatum cacat bawaan lahir terjadi pada masa embrional minggu VI sampai dengan X. Celah bibir akibat gagal bersatunya philtrum, septum nasi, dan premaksila yang akan membentuk palatum primer dengan segmen prosesus maksilaris yang akan membentuk palatum sekunder. Celah palatum akibat gagal bersatunya prosesus palatinus lateralis kanan dan kiri.

Penyebab kasus kelainan ini disebabkan dua faktor utama; herediter (genetik) ataupun lingkungan (yang mempengaruhi).

a. Herediter b. Lingkungan - Radiasi - Obat- obatan - Penyakit infeksi - Usia orang tua

Klasifikasi celah bibir dan palatum :


a) Unilateral : bila terdapat celah pada satu sisi b) Bilateral : bila terdapat dua celah langsung pada kedua sisi c) Complete : celah terbentuk sempurna hingga menembus dasar hidung ataupun bagian dari palatum lunak dan keras tidak menyatu d) Incomplete : celah terbentuk tidak sempurna hanya sebagian kecil saja

Tanda dan gejala kelainan celah bibir dan palatum


celah pada bibir celah langit-langit distorsi hidung infeksi telinga berulang berat badan tidak bertambah regurgitasi hidung ketika menyusu (air susu keluar dari lubang hidung)

Diagnosis
Celah bibir dan palatum berhubungan dengan kondisi medis lainnya dicari kelainan anatomis lainnya. Beberapa sindrom yang berhubungan dengan kelainan celah bibir dan palatum antara lain : Pierre Robin Syndrome, Sindrom EEC, Sindrom Trisomi 13, dan Abnormalitas Hypothalamus dan Pituitary. Prenatal diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG Diagnosis dapat dibuat pada awal kehamilan 18 minggu.

Manajemen terapi
Tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh bayi menerima tindakan operasi, asupan gizi yang cukup dilihat dari keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. Patokan yang biasa dipakai adalah rule of ten meliputi berat badan lebih dari 10 pounds atau sekitar 4-5 kg , Hb lebih dari 10 gr % dan usia lebih dari 10 minggu.

Tahapan operasi. Usia optimal untuk operasi bibir sumbing (labioplasty) usia 3 bulan pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 56 bulan jika koreksi pada bibir > usia tersebut pengucapan huruf bibir terlanjur salah jika dilakukan operasi pengucapan huruf bibir tetap menjadi kurang sempurna.

Operasi untuk langit-langit (palatoplasty) optimal pada usia 18 20 bulan anak aktif bicara usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah jika dilakukan sesudah usia 2 tahun harus diikuti dengan tindakan speech teraphy jika tidak, setelah operasi suara sengau pada saat bicara tetap terjadi anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah, sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah.

Bila gusi juga terbelah (gnatoschizis) kelainannya menjadi labiognatopalatoschizis, koreksi untuk gusi dilakukan pada saat usia 8 9 tahun bekerja sama dengan dokter gigi

Tahap setelah operasi penatalaksanaanya tergantung dari tiap-tiap jenis operasi yang dilakukan. Banyaknya penderita datang ketika usia sudah melebihi batas usia optimal untuk operasi operasi hanya untuk keperluan kosmetika saja sedangkan secara fisiologis tidak tercapai fungsi bicara tetap terganggu seperti sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna tindakan speech teraphy sangat diperlukan.