Anda di halaman 1dari 5

Nama : Widya Dwiyanti Npm : P2.

2008 4725 Pengantar Matematika Pendidikan

1. 5 tahapan dalam logika penelitian adalah: Perumusan permasalahan penelitian

Permasalahan penelitian adalah titik berangkat dan menjadi alasan satusatunya mengapa suatu penelitian perlu dilakukan. Pada tahap ini, seorang peneliti harus dapat memaparkan tentang alasan penelitian dilakukan, cakupan penelitian, bagaimana memformulasikan permasalahan dengan bentuk yang mudah dipahami, dan manfaat dari penelitian. Perumusan kerangka teoritik

Bangunan yang menjelaskan definisi-definisi variable-variabel dan keterkaitan antara satu variable dengan variable lainnya disebut sebagai kerangka teoritik atau kerangka berpikir penelitian. Pada tahap ini seorang peneliti mulai merenungkan dan mengkaji secara mendalam apa sebenarnya esensi penelitian dari penelitian yang dilakukan, sebagai contoh: mencari makna empiris-praktis maupun makna konseptual-teoritis dari variablevariabel yang diteliti, menentukan definisi variable yang paling sesuai untuk penelitian yang dilakukan, kemungkinan masalah yang akan diangkat pernah diteliti oleh orang lain sebelumnya, dan bagaimana penggambaran dari permasalah penelitian tersebut. Penentuan metodologi

Tahapan ini akan benar-benar menentukan kadar keilmiahan suatu penelitian. Pertanyaan sebaik apapun akan gagal dijawab dengna baik jika peneliti tidak dapat menentukan metodologi yang tepat. Pada tahap ini peneliti harus benar-benar tahu metode apa yang paling sesuai untuk penelitian yang sedang dilakukan, asal muasal data yang akan digunakan, penggunaan instrument (alat) yang paling efektif dan efisien untuk mengumpulkan data yang diperoleh, cara penggunaan instrument yang dipakai supaya memiliki kualitas (validitas dan reliabilitas) yang tinggi, cara pengolahan dan analisis data yang terkumpul, alat analisis yang sesuai dengan sifat data yang diperoleh serta bagaimana dan dengan standar apa kesimpulan penelitian akan ditarik. Analisa data

Pada tahap ini seorang peneliti ditantang untuk mengerahkan seluruh kemampuan analisisnya untuk menghidangkan temuan penelitiannya dalam bentuk yang paling objektif, efektif, dan efisien. Pada tahapan ini, penulis akan memaparkan data dan informasi apa saja yang perlu dilaporkan, standar analisi data yang dilakukan, bagaimana dan dalam bentuk apa data dan informasi yang ada disajikan, dan keterkaitan temuan yang diperoleh dengan permasalahan penelitiian dan kerangka berpikir penelitian. Penarikan kesimpulan

Kesimpulan adalah kebenaran yang disodorkan oleh seorang peneliti kepada orang lain. Kebenaran di sini adalah kebenaran ilmiah yang setiap saat siap diuji keabsahannya oleh peneliti lain. Pada tahap ini peneliti harus benar-benar dapat memberikan bagaimana kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukannya, standar dan asumsi dalam penarikan kesimpulan, adakah kemungkinan persamaan atau perbedaan antra kesimpulan dalam penelitian yang dilakukan dengna penelitian lain yang sejenis, dan implikasi dari kesimpulan yang dibuat (baik dunia praktis maupun bagi dunia teoritis). 2. Kerangka teoritik atau kerangka berfikir adalah penjelasan rasional dan logis yang didukung dengan data teoritis dan atau empiris yang diberikan oleh peneliti terhadap variable-variabel penelitiannya beserta keterkaitan antara variable-variable tersebut. 3. Dalam penelitian kualitatif kerangka teoritik berfungsi sebagai titik berangkat dan landasan bagi peneliti untuk menganalisis dan memahami realita yang ditelitinya secara alamiah. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, kerangka teoritis berfungsi sebagai alat untuk membatasi area penelitian atau menjelaskan pengertian variable-variabel secara ketat. Dalam penelitian kualitatif, kerangka teoritis dipenelitian kualitatif lebih berperan sebagai dasar pijakan bagi peneliti untuk melakukan analisis ilmiah terhadap temuan penelitian. Sementara dalam penelitian kuantitatif, kerangka teoritik berperan sebagai pagar yang membatasi area penelitian. 4. Data nominal adalah data yang meskipun bias dirubah menjadi angka tidak memiliki nilai kuantitas apapun. Angka-angka tersebut hanya berfungsi sebagai label atau kode. Data ordinal adalah data yang tidak memiliki nilai kuantitas tetapi masih dapat menunjukkan perbedaan tingkatan satu hal dengan hal lainnya Data interval adalah data yang memiliki niali kuantitas tertentu tetapi tidak memiliki nilai nol mutlak. Data rasio adalah data yang memiliki niai kuantitas tertentu dan dalam skala pengukurannya mempunyai nol mutlak.

5. a. Bila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, maka analisis data di penelitian kualititatif lebih bersifat terbuka dan patokan baku untuk luwes untuk berimprovisasi. Tidak ada

menganalisis data di penelitian kualitatif, kecuali beberapa ramabu-rambu umum. Prosedur analisis data kualitatif juga berbeda dari prosedur analisis data kuantitatif. Data kuantitatif memerlukan tabulasi dan jelas memerlukan rumus-rumus statistic. Sedangkan data kualitatif harus dianalisis dengan cara membaca baris demi baris, diberi kode, dan dicari intisari dari data yang diperoleh. b. Data kuantitatif dan data kualitatif, masing-masing dapat dikonversikan menjadi data yang kita butuhkan. Sebagai contoh dari data kualitatif yang dilperoleh tentang sikap dari beberapa siswa dapat dikonversikan menjadi data kuantitatif menjadi data kualitatif dengna pemberian skala dan bentuk anka-angka sehingga data-data yang diperoleh sebelumnya berubah menjadi data-data angka. Data kualitatif dan kuantitaf juga masing-masing mempunyai tujuan analasis data yang sama yaitu mencari suatu pola umum. 6. Proses analisis data dalam penelitian kuantitatif: Pada saat membuat instrument pengumpulan data, peneliti harus berusaha supaya instrumennya memliki validasi dan reliabilitas yang tinggi sehingga instrumennya mampu mengukur secara akurat apa yang harus diukur. Selain itu peneliti juga harus cermat dan teliti dalam penggunaan instrument untuk pengumpulan data. Pada saat pengumpulan data telah selesai dilaksanakan dan data telah berada ditangan peneliti, prinsip kecermatan dan ketelitian harus tetap dijaga. Data mentah yang diperoleh harus dikelola dengan baik, direncanakan dengan baik untuk dianalisis, dan akhirnya dianalisis. Proses analisis data dalam penelitian kualitatif: Analisis data dilakukan bersamaan atau hampir bersamaan dengan pengumpulan data. Sesudah data dikumpulkan, maka data tersebut harus dikelola dengan tata aturan yang baik agar tidak membingungkan penelitinya sendiri. Pengelolaan data kualitatif di riset kualitatif ini juga memerlukan suatu system pengkodean dan suatu system mekanisme penuimpanan (storage) dan pengaksesan (access) data yang mudah digunkan,

7. Kesimpulan pada hakikatnya adalah jawaban terhadap pertanyaan penelititan atau hasil uji terhadap hipotesis penelitian karena setiap penelitian pasti mengandung pertanyaan dan atau hipotesis. 8. Kesimpulan ilmiah selalu didasarkan pada data, baik berupa data kualitatif maupun data kuantitatif. Secara sistemik, sebenarnya kesipulan tidak bisa dipisahkan dari analisis dan interpretasi data. Di dalam interpretasi data sebenarnya juga sudah implicit terdapat kesimpulan (meskipun bersifat sementara). Karena itu, pada waktu proses penarikan kesimpulan terjadi, mau tidak mau peneliti harus menengok kembali hasil analisis dan interpretasi datanya. 9. Syarat saran yang bagus adalah saran harus terkait erat dengan kesimpulan penelitian. 10.a. Menyusun outline laporan

pertama-tama peneliti harus membuat rencana isi atau outline dari laporan penelitiannya. Rencana isi atau outline adalah sederetan informasi yang mencerminkan isi laporan. Kelak, outline bias dirubah dengan mudah menjadi daftar isi. Outline yang bagus harus cukup rinci. Meskipun dapat berubah sesuai dengna kebutuhan tetapi outline dapat memberikan suatu gambaran kepada penliti tentang isi laporan penelitiannya nanti b. Menyiapkan data atau temuan yang akan dilaporkan Pada tahap ini yang paling penting dipersiapkan adalah isi inti dari penelitian. Untuk isis laporan Bab I, II dan III, peneliti dapat berangkat dari Desain Penelititan. Namun belum tentu bab I yang terdapat di Desain Penenlitian akan muncul persis sama dengan bab I yang dilaporan penelitian. Untuk bab II, mungkin tidak perlu banyak perubahan karena sifatnya sangat teoritis. Tetapi untuk Bab III, peneliti harus hati-hati karena pada bab ini harus benarbenar mencerminkan laporan tentang apa yang telah dilakukan selama penelitian berlangsung. Bab IV merupakan laporan tentang temuan penelititna. Bab inilah biasanya bab paling tebal dari sebuah laporan. Dalam bab ini, peneliti melaporkan apa saja yang dia ketemukan dilapangan. Di bab ini peneliti harus berusaha agar laporannya reader friendly (mudah dibaca) tanpa kehilangan keilmiahannya. Dalam bab ini peneliti menggunakan alat bantu display data seperti table, diagram, bagan, kurva, dan lain sebagainya. c. Menulis laporan Menulis laporan adalah kegiatan yang kompleks, menuntuk kreativitas tinggi dan menuntut daya konsentrasi tinggi dan berjangka panjang. Suatu laporan dapat dikatakan bagus, kredibel, menarik untuk dibaca tergantung pada cara

penulisannya. Untuk itu perlu diperhatikan bagaimana kejelasan audiens, kejelasan ruang lingkup laporan, kejelasan laporan, keseimbangan isi, objektifitas laporan, dan kesimpulan yang logis.