P. 1
LEAFLET 3 MDG on Water and Sanitation Bahasa Indonesia

LEAFLET 3 MDG on Water and Sanitation Bahasa Indonesia

|Views: 62|Likes:
Dipublikasikan oleh jeges

More info:

Published by: jeges on Jan 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

MDG Sektor Air Minum dan Sanitasi

“Penurunan sebesar separuh, proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015”
embangunan sektor air minum di Indonesia telah dilakukan selama puluhan tahun, namun hingga saat ini secara nasional tingkat pelayanan air minum melalui sistem perpipaan yang relatif paling aman dibanding sistem lain baru dapat mencapai 41 % untuk penduduk perkotaan dan 8 % untuk penduduk perdesaan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004 -2009 menetapkan bahwa cakupan layanan air minum perpipaan di akhir 2009 secara nasional sudah harus dapat meningkat menjadi 40 % yang terdiri dari 66 % perkotaan dan 30 % di perdesaan. Sebuah angka yang sulit dicapai, apalagi jika mengingat cakupan layanan nasional tahun 2004 yang masih 18 % secara nasional dengan 33 % untuk perkotaan dan 7 % persen untuk perdesaan. Sementara target Millenium Development Goals (MDG) untuk air minum menetapkan bahwa pada tahun 2015 pemerintah perlu m e n i n g k a t ka n a k s e s s e p a r u h masyarakat yang saat ini belum mendapat pelayanan atau akses terhadap air minum yang aman. Ketiadaan akses terhadap air minum yang terlindungi berperan dalam tingginya prevalensi pengakit diare di Indonesia. Pada tahun 1996, Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit diare di Indonesia sebanyak 86 kali dengan jumlah korban mencapai 4.898 orang dan 120 orang meninggal. Sedangkan pada tahun 2000 KLB wabah penyakit diare menjadi 30 kali dengan jumlah korban mencapai 920 orang dengan jumlah korban meninggal sebanyak 19 orang. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa penyakit diare dapat dicegah dengan penyediaan air bersih.
17 Oktober 2007
PSI INDONESIA - SP PDAM - SP Angkasa Pura 1 SP PLN Persero, PP Indonesia Power, SP PJB FSP FARKES/R, Amrta Institute

P

Berdasarkan data Susenas BPS 2004 diketahui bahwa persentase masyarkat yang memiliki sumber air minum dari jaringan air minum yang terlindungi adalah sebesar 18 % dan akses melalui bukan jaringan perpipaan sebesar 37 %. Akses sumber air minum melalui bukan jaringan perpipaan tidak terlindungi adalah 45 %. Dengan demikian berarti hampir separuh penduduk Indonesia tidak memiliki akses pada sumber air minum yang aman. Untuk sanitasi tantangan memenuhi target MDG tidak kalah besar. Dimana pemerintah menghadapi kendala berupa pendanaan untuk pengembangan baik operasional dan pemeliharaan yang diantaranya disebabkan rendahnya tarif layanan serta tingginya biaya investasi dalam penyelenggaraan sistem air limbah permukiman. Sampai saat ini tingkat pelayanan air limbah pemukiman di perkotaan melalui system perpipaan (sistem sewerage) mencapai 2,33 % dan melalui jamban (pribadi dan fasilitas umum) yang aman baru mencapai 46,6 % (Susenas 2004). Dan jumlah kota di seluruh Indonesia yang telah memiliki sistem pengelolaan limbah terpusat baru mencapai 11 kota. Sementara untuk di perdesaan melalui pengolahan setempat (on-site system) berupa jamban pribadi dan fasilitas umum baru mencapai 49,33 %. Target untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yaitu bebas pembuangan tinja secara terbuka (open defecation free) sampai dengan tahun 2009 dan pencapaian target Millenium Development Goals adalah terlayaninya 50 % masyarakat yang belum mendpat akses air bersih. Jelas tantangan ini sangat berat apalagi kita ketahui bahwa cakupan pelayanan baik di perkotaan maupun

BANGKIT melawan pemiskinan! SUARAKAN dorongan bagi Tujuan Pembangunan Milenium! BANGKIT melawan ketidakadilan dan kesenjangan! SUARAKAN tuntutan bagi pemerintah untuk memenuhi janji pembangunan! BANGKIT bersama-sama dan dihitung! SUARAKAN bersama-sama dan didengar!

Diterbitkan Oleh :

Public Services International (www.world-psi.org)

Alamat/Kontak:
Public Services International (www.world-psi.org) Kantor Indonesia Project Gedung PGRI, 2nd Floor, Jalan Tanah Abang III No. 24 Jakarta Pusat Tel/Fax: +62 3503060 E-mail: supiarso@gmail.com

Dalam Rangka

Aksi Melawan Pemiskinan Dan Dukungan Bagi Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium 17 Oktober 2007

1

96% 55.90 64. Terus melakukan s o s i a l i s a s i a g a r m a s ya r a ka t menerapkan pola hidup sehat yang dapat mendorong tercapainya target MDGs.35 71. Berikut adalah pekerjaan-pekerjaan penting yang harus dilakukan oleh masingmasing pihak: DPR/DPRD Mengarahkan pembuatan kebijakan-kebijakan yang mendorong kearah perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin.60% 80.62 2009 113.00% perdesaan masih sangat rendah dan mengakibatkan kecenderungan meningkatnya angka penyakit terkait air (waterborne disease) dan menurunnya kualitas air tanah dan air permukaan sebagai sumber air baku untuk air minum. TABEL 2 SKENARIO SASARAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH PEMUKIMAN URAIAN PERKOTAAN JUMLAH PENDUDUK (Juta Jiwa) TARGET AKSES (%) TARGET PENDUDUK (Juta Jiwa) PERDESAAN JUMLAH PENDUDUK (Juta Jiwa) TARGET AKSES (%) TARGET PENDUDUK (Juta Jiwa) NASIONAL JUMLAH PENDUDUK (Juta Jiwa) TARGET AKSES (%) TARGET PENDUDUK (Juta Jiwa) REALISASI AKSES *) 2005 102.29 222.35 69. Mendorong peningkatan alternatif sumber pembiayaan yang murah.52 77.7 78.02 161..00% 48.74 83.TABEL 1 SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM SKENARIO PENCAPAIAN RPJMN dan MDGs AKSES (%) Non Perpipaan tidak terlindungi (%) Non perpipaan terlindungi (%) Perpipaan (%) Target akses perpipaan RPJMN (%) Target akses MDG (%) 2004 44.97 120.02 114.5 73.39 82.00% 2015 20.95 72.00% 32. Pemerintah Pusat mendorong pemerintah daerah u n t u k m e m b e r i ka n p r i o r i t a s pendanaan bagi program-program dengan tujuan pencapaian target MDGs. Mendukung pembiayaan p ro g r a m u n t u k p e n i n g k a t a n kapasitas layanan air bersih dan sanitasi.40% 34. Mendorong pembuatan dan pelaksanaan program-program pemerintah dengan tujuan pencapaian target MDGs sector air dan sanitasi.26 62.04 2 *) DATA SUSENAS 2004 .96% 17.43% 2009 33. Meningkatkan monitoring terhadap program-program pemerintah agar program-program tersebut mengarah pada pencapaian target MDGs. Melihat data-data di atas.45 64. berkelanjutan dan tidak mengikat untuk program-program yang bertujuan pada pencapaian target MDGs.60 75.90 71.3 70.03 245. Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan pembiayaan program bersama.98% 31.00% 66. Melibatkan peran masyarakat dalam upaya pencapaian target MDGs.72 144. Masyarakat Mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan program yang bertujuan pada pencapaian target MDGs.82 103.57% 37.06 2015 130. Mengembangkan proyekproyek berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kapasitas layanan air bersih dan sanitasi.99 119.34 185. Pemerintah Mengembangkan sistem peraturan yang mendorong pencapaian target MDGs.07 233.61% 40. Untuk itu seluruh elemen bangsa harus ikut serta membantu.60 59. jelas kerja keras sangat dibutuhkan untuk dapat mencapai target MDG. Bersama pemerintah mengalokasikan budget APBN dan APBD yang mendorong pencapaian target MDGs sector air dan sanitasi.47% 17. Selalu menempatkan pencapaian target MDGs sebagai landasan pembuatan kebijakankebijakan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->