Anda di halaman 1dari 5

TRAUMA OKLUSI

Trauma oklusI gigi adalah istilah yang mengacu pada kerusakan yang terjadi ketika gigi mengalami oklusi traumatik tanpa perawatan yang tepat. Ketika gigi-gigi rahang atas dan bawah bekerja bersama-sama, seperti yang dilakukan misalnya saat mengunyah atau saat istirahat, hubungan antara gigigigi yang berlawanan disebut sebagai oklusi. Jika hubungan oklusal ini tidak seimbang , maka dapat menyebabkan rasa sakit, nyeri dan bahkan mobilitas dari gigi yang terkena. Ketika terjadi suatu trauma, penyakit dan perawatan gigi yang mengubah oklusi individu dengan mengurangi atau mengubah kontak oklusal pada permukaan setiap gigi, maka gigi-gigi individu tersebut akan memiliki oklusi yang berubah. Jika perubahan ini mengganggu oklusi pasien dengan salah, maka pasien dikatakan memiliki oklusi traumatik. Oklusi traumatik dapat menyebabkan penebalan margin servikal tulang alveolar dan pelebaran ligamen periodontal. Trauma oklusi dapat terjadi pada : Jaringan periodontal yang sehat (non-inflammed), sebagai trauma primer Jaringan periodontal yg sudah mengalami penurunan tapi masih sehat, sebagai trauma primer Jaringan yang mengalami periodontitis, sebagai trauma sekunder

Jenis-jenis tekanan oklusal : Physiologically normal occlusal forces : terjadi pada proses pengunyahan dan penelanan, tekanan yg diberikan kecil dan jarang melebihi 5 N. Tekanan ini memberikan stimulus positif untuk memelihara kondisi jaringan periodontal dan tulang alveolar tetap sehat dan dapat berfungsi normal Impact forces : tekanannya tinggi namun durasinya pendek. Jaringan periondontal dapat menahan tekanan tinggi dalam periode yang pendek, akan tetapi tekanan yang melebihi kapasitas viskoelastisitas ligament periodontal dapat menyebabkan fraktur pada tulang dan gigi. Continuous forces : tekanan yang diberikan ringan (misalnya tekanan ortodontik), tetapi jika berlangsung kontinyu pada satu arah akan efektif menggerakkan gigi dengan terjadinya remodelling tulang alveolar. Jiggling forces : tekanan yg intermiten pada dua arah yang berbeda (pada prematur kontak, misalnya pada penggunaan mahkota, atau post restorasi) menghasilkan pelebaran tulang alveolar dan dapat menyebabkan mobilitas gigi.

Trauma oklusi dapat didefinisikan sebagai perubahan struktur dan fungsi jaringan periodontal yg disebabkan oleh tekanan oklusal yang berlebihan. Occlusal trauma adalah proses yang menyebabkan trauma oklusi (dimana oklusi menghasilkan tekanan) sehingga terjadi cedera pada struktur-struktur perlekatan jaringan periodontal.

Trauma oklusi primer Trauma oklusi primer disebabkan oleh tekanan nonfisiologis yang berlebihan pada gigi dengan periodontium normal, sehat, dan tidak terinflamasi. Tekanan berlebih ini dapat terjadi pada satu arah (daya ortodontik) atau berupa jiggling forces.

trauma oklusi primer sekunder

trauma oklusi

Tekanan daya ortodontik ; satu arah

Tekanan Jiggling Tekanan ini datang dari arah yang berbeda dan berlawanan, menyebabkan perubahan histologist yang lebih kompleks pada ligament periodontal.

Trauma oklusi sekunder Trauma oklusi sekunder didefinisikan sebagai trauma yag disebabkan oleh tekanan oklusal yang premature dan berlebihan pada gigi dengan jaringan periodontium yang sudah terinflamasi. Menurut Glickman (1967), premature kontak dan tekanan oklusal berlebih dapat menjadi suatu co-factor pada perkembangan penyakit periodontal dengan cara mengubah jalur dan menyebaran inflamasi ke jaringan periodontal yang lebih dalam. Daerah gingival sebagai area iritasi yang melibatkan microbial plak, dan daerah fiber supracrestal sebagai area ko-destruski dibawah pengaruh oklusi yang salah tersebut.

A zone of irritation B zone of codestruction

Jika tidak ditemukan inflamasi marginal, tekanan jiggling tidak menyebabkan resorpsi tulang lebih jauh atau kehilangan perlekatan epithelial ke arah apikal. Jika ditemukan inflamasi marginal (gingivitis), daya oklusal yang belebih tidak memiliki pengaruh. Tekanan jiggling pada gigi yang mengalami penyakit periodontal, mengakibatkan lebih banyak kerusakan tulang dan kehilangan perlekatan jaringan ikat. Tekanan ini menyebabkan masuknya microbial plak ke arah apikal pada poket lebih cepat.

Tekanan jiggling pada jaringan periodontal yang terinflamasi dan belum dirawat, dengan disertai poket infrabony, memicu kerusakan tulang yang dan pergerakan bakteri ke arah apikal lebih cepat.

Perawatan inflamasi periodontal tanpa disertai eliminasi premature kontak menghasilkan ; berkurangnya mobilitas gigi, meningkatnya kepadatan tulang, tetapi tidak ada perubahan level tulang. Setelah tindakan skeling dan root planning, ada atau tidaknya premature kontak tidak mempengaruhi repopulasi microbial plak pada poket yang telah menjadi lebih dalam. Pada gigi geligi yang tidak mengalami inflamasi, traumatic oklusi menyebabkan hypermobility pada beberapa gigi. Jika terjadi hypermobility, maka secara radiologis terdapat pelebaran ligament periodontal, dan oklusi pada pasien perlu dianalisa dan dikoreksi. Prosedur ini sederhana, tidak membutuhkan banyak waktu, dan pada kebanyakan kasus adekuat dalam mengembalikan kondisi fisiologis dan mengurangi hypermobility. Pada kasus yang mengenai periodontium yang menurun namun sehat, mobility yang meningkat dapat diatasi dengan occlusal adjustment. Kemungkinan juga diperlukan tindakan splinting untuk meningkatkan kenyamanan pada saat fungsi dan untuk mencegah fraktur. Pada kasus trauma oklusi sekunder, perawatan inflamasi merupakan tindakan primer yang harus dilakukan pertama kali. Menurut beberapa literatur, premature kontak memliki peranan dalam perkembangan periodontitis. Koreksi sederhana terhadap oklusi, jika diperlukan maka dilakukan di fase inisial perawatan periodontal. Tindakan ini akan menghasilkan peningkatan level perlekatan jarinagn pada selama perawatan periodontal, dan dapat berkontribusi dalam penyembuhan jaringan periodontal yang lebih baik.

Kepustakaan :

Bibb, CA: Occlusal Evaluation and Therapy in the Management of Periodontal Disease. In Newman, MG; Takei, HH; Carranza, FA; editors: Carranzas Clinical Periodontology, 9th Edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company, 2002. pages 698-701. Hinrichs, JE: Occlusal The Role of Dental Calculus and Other Predisposing Factors. In Newman, MG; Takei, HH; Carranza, FA; editors: Carranzas Clinical Periodontology, 9th Edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company, 2002. page 192. traumatogenic occlusion - definition of traumatogenic occlusion in the Medical dictionary - by the Free Online Medical Dictionary, Thesaurus and Encyclopedia Carranza, FA: Bone Loss and Patterns of Bone Destructions. In Newman, MG; Takei, HH; Carranza, FA; editors: Carranzas Clinical Periodontology, 9th Edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company, 2002. page 362. Trauma from Occlusion Handout, Dr. Michael Deasy, Department of Periodontics, NJDS 2007. page 5