Anda di halaman 1dari 10

jumat 30 Des 2011

ALAT REPRODUKSI WANITA

Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran. Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus hipothalamus hipofisis adrenal ovarium. Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.

GENITALIA EKSTERNA Vulva Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari: 1. mons pubis 2. labia mayora 3. labia minora 4. clitoris 5. vestibulum 6. vagina 7. perineum

Mons pubis / mons veneris y y y Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. Pada wanita distribusi rambut seperti segitiga.

Labia mayora y Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. y y y Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).

Labia minora (nimfe) y y y y Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora warna merah seperti lapisan mukosa Tidak mempunyai folikel rambut, banyak sbasea Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf. Menyatu di bawah menjadi frenulum klitoridis, atas preputium klitoridis

Clitoris y Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. y y y Homolog embriologik dengan penis pada pria. Organ erogenik paling utama pada wanita Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.

Vestibulum y Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. y Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. y Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.

Kelenjar bartholini (kel vestibular mayor) dibawah otot konstriktor vagina, saluran 2 cm, muara di vestibulum lateral liang vagina, menegeluarkan sekret mukoid dan meningkat pada gairah sexual.

y y y y

Ostium urethra externum, terdapat muara duktus scene di paraurethral. Bulbus vestibuli, kumpulan vena berbentuk almond. Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan.

Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous.Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para.Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.

Vagina y Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. y Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Posterior lebih dalam sehingga membuat dinding vagina posterior lebih dalam. y Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid. y Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan). y Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. Bagian anterior dibatasi oleh septum vesikovaginalis, posterior yaitu septum rectovaginalis dan atas dipisahkan oleh cavum douglasi y Ukuran anterior 6-8 cm dan post 7-10 cm

Terdapat otot2 polos sirkuler, oblik dan longitudinal dari dalam keluar, terdapatnya rugae pada dinding vagina, yg berubah menjadi licin pada multipara.

Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.

Suasana vagina nulipara asam karena sekret yg dikeluarkan, produk pengelupasan epitel dan dan bakteri yang merupakan lendir kental.

Vaskularisasi : 1/3 atas a servico vaginalis, 1/3 tgh a vesikalis inferior, 1/3 bwh a rektalis media dan a pudenda interna (semua merupakan cabang dari a iliaka interna). Terdapat pleksus vena pamfiniformis yang akirnya bermuara ke v.iliaka interna.

Aliran limfe bermuara ke nodus limfatikus inguinalis, serabut saraf bebas terdapat di papila.

Perineum y y Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). y y Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

GENITALIA INTERNA Uterus y y y y Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Terletak di antara vesikourinaria dan rektum, anteroversioflexi Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. y y Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Ukuran uterus 6-8 cm nulipara, 9-10 cm multipara, mengecil saat menopouse karena atrofi myometrium y y Saat hamil, berat 70g 1100gr, volume rata2 5L Persarafan parasimpatis oleh n. Pelvikus, yang terdiri dari n.sakralis kedua,ketiga dan keempat, lalu melebur menjadi ganglion servikalis frankenhauser, saraf simpatis dari

pleksus aortikus, sensoris dari n. Toraksikus XI dan XII menuju n.sakralis II,III dan IV pada uterus, pada bagian bawah jalan lahir terdapat n. Pudendus

Serviks uteri y Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. y Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. y Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). y Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. y y Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. y Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.

Corpus uteri y Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. y Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria. y Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita. y Ligamenta penyangga uterus Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.

Vaskularisasi uterus Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.

Salping / Tuba Falopii y y Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. y Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia. y Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya. o Pars isthmica (proksimal/isthmus) Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. o Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. o Pars infundibulum (distal) Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi menangkap ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.

Mesosalping y Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).

Ovarium y Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kirikanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.

Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae menangkap ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi.

Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium.

Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.

TULANG PANGGUL

Terdiri dari 4 tulang : sakrum, koksigis, dan 2 tulang inominata (fusi ilium,iskium, dan pubis), bersendi dengan sakrum pada sinkondrosis sakroiliaka dan di dpn dgn simfisis pubis.

Anatomi panggul : Panggul palsu : terletak diatas linea terminalis, dibatasi vet lumbal, fosa iliaka dan dinding abdomen anterior Panggul sejati : terletak di bawah linea terminalis, sebelah atas di batasi oleh pintu atas panggul dan sebelah bawah dibatasi oleh pintu bawah panggul, sebelah posterior dibartasi oleh anterior sakrum, bagian anterior oleh simfisis pubis, ramus superior asenden tulang iskium, foramen obturatoria, dan lateral oleh permukaan tulang2 iskium, insisura2 dan ligamentum sakroiliaka. Terdapat tonjolan spina ischiadika dari pertengahan iskium yg bermakna untuk menentukan jarak lateral terpendek rongga panggul Sendi panggul : simfisis pubis dan sendi sakroiliaka, selama kehamilan sendi ini dapat meregang pada 3 bulan terakhir kehamilan dan dapat kembali normal 2-5 bulan setelah melahirkan, mobilitas panggul sendiri dapat menambah diameter pintu bawah panggul sebesar 1,5 2,0 cm. Bidang dan diameter panggul : 1. Pintu atas panggul : terdiri atas os pubis, linea terminalis, promontorium dan os sakrum I dari depan ke belakang. Diameter antero posterior diwakili oleh konjugata vera (10 cm) dan diameter transversal memotong tegak lurus anterioposterior 4 cm di depan os sacrum (13,5cm). Jarak terpendek simfisis dan promontorium diwakili oleh

konjugata obsetris ( cara mengukurnya dengan cara mengurangi 1,5 2 cm dari hasil conjugata diagonalis) 2. Pintu tengah panggul : setinggi spina iskiadika dan diameternya 10 cm (D panggul terkecil) anterioposteriornya 11,5 cm 3. Pintu bawah panggul : terdiri atas 2 segitiga imaginer dengan dasar yang sama yaitu garis dari 2 tuberositas iskii, apeks di posterior dengan os coxigeus dan anterior dengan bawah simfisis pubis ( transversal 11 cm, sagital posterior 7,5 cm + dan anterioposterior atau apex to apex yang biasanya 9,5 11,5 cm )

Bentuk panggul

Conjungata dan Pengukuran Pelvis Eksterna




Diameter Transversa Menghubungkan titik-titik paling lateral pintu masuk pelvis (13,5 derajat 14 cm)

Diameter Oblique I Adalah garis yang ditarik dari articulatie sacroiliaca kanan dan eminentia iliopectinea kiri (12-12,5 cm)

Diameter Oblique II Menyatakan garis antara Symphysis dan eminentia iliopubica kanan (11,5 12 cm)

Conjungata Anatomik Adalah garis antara symphysis dan promontorium (kira-kira 12 cm)

Conjungata Asli Menghubungkan permukaan posterior symphysis (eminentia retropubleum kepromontorium). Ini merupakan diameter terpendek pintu masuk pelvis (11,5 cm), karena diameter ini khususnya penting pada persalinan. Diameter ini juga dikenal Diameter Obstetrik.

Conjungata Diagonalis Berjalan dari ligamentum arcuatum pubis ke promontorium dan diukur pervagina.

Conjungata Recta Pada pintu keluar pelvis menyatakan hubungan antara pinggir bawah symphysis dan ujung, coxygis (9,5 10 cm). Karena panjangnya berubah-ubah oleh fleksibilitas coxygis.

Distantia Interspinosum Antara SIAS sekitar 26 cm pada wanita

Distantia Interocristarum Antara titik lateral terjauh dari kedua crista iliaca (29 cm)