Berikut adalah operator logika

:
ͻ Negasi (NOT) Lambang ;
ͻ Konjungsi (AND) Lambang ; · ·
ͻ Disjungsi (OR) Lambang ; v v
ͻ Eksklusif OR (XOR) Lambang ; ±
ͻ Implikasi (jika ʹ maka) Lambang ; ÷
ͻ Bikondisional (jika dan hanya jika) Lambang ; ÷
Tabel logika (tabel kebenaran/ truth table) dapat dipakai
untuk menunjukkan bagaimana operator-operator
tersebut diatas menggabungkan beberapa proposisi
menjadi satu proposisi gabungan.
OPERATOR LOGIKA OPERATOR LOGIKA
Tabel Kebenaran/Truth Table
PP QQ PP QQ ( (P)v( P)v(Q) Q) P P ȁȁ QQ (P (P ȁȁ Q) Q)
Benar Benar Benar Benar Salah Salah Salah Salah Salah Salah Benar Benar Salah Salah
Benar Benar Salah Salah Salah Salah Benar Benar Benar Benar Salah Salah Benar Benar
Salah Salah Benar Benar Benar Benar Salah Salah Benar Benar Salah Salah Benar Benar
Salah Salah Salah Salah Benar Benar Benar Benar Benar Benar Salah Salah Benar Benar
PERNYATAAN PERNYATAAN- -PERNYATAAN YANG PERNYATAAN YANG
EKIVALEN EKIVALEN
‡ Pernyatan (P·Q) dan (P)v(Q) adalah ekivalen secara logis,
karena (P·Q)÷(P)v(Q) selalu benar.
PP QQ ( (PP· ·Q) Q) ( (P) P)v v( (Q) Q) ( (PP· ·Q) Q)÷÷( (P) P)v v( (Q) Q)
Benar Benar Benar Benar Salah Salah Salah Salah Benar Benar
Benar Benar Salah Salah Benar Benar Benar Benar Benar Benar
Salah Salah Benar Benar Benar Benar Benar Benar Benar Benar
Salah Salah Salah Salah Benar Benar Benar Benar Benar Benar
TAUTOLOGI TAUTOLOGI dan dan KONTRADIKSAI KONTRADIKSAI
1. Suatu tautologi adalah pernyataan yang
selalu bernilai benar
± Contoh:
ͻ Rv(R)
ͻ (P·Q)÷(P)v(Q)
± Jika S÷T sebuah tautologi, kita tulis S ÷T.
± JIka S÷T sebuah tautologi, kita tulis S ÷T.
2. Suatu kontradiksi adalah pernyataan yang selalu bernilai
salah.
Š Contoh:
ͻ R·(R)
ͻ ((P·Q)÷(P)v(Q))
Š Negasi dari sebarang tautologi adalah sebuah
kontradiksi, sebaliknya, negasi dari sebuah kontradiksi
adalah sebuah tautologi.
TEORI HIMPUNAN (SET THEORY) TEORI HIMPUNAN (SET THEORY)
‡ Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.
‡ Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau
anggota.
Cara Penyajian Himpunan
1. Enumerasi
2. Simbol-simbol Baku
3. Notasi Pembentuk Himpunan
4. Diagram Venn
JENIS JENIS- -JENIS HIMPUNAN JENIS HIMPUNAN
1. Himpunan Kosong
*) Himpunan dengan kardinal = 0 disebut himpunan kosong (null set).
*) Notasi : ˆ atau {}
2. Himpunan Bagian (Subset)
*) Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika dan
hanya jika setiap elemen A merupakan elemen dari B.
*) Dalam hal ini, B dikatakan superset dari A.
*) Notasi: A  B
3. Himpunan yang Sama
*) A = B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen B dan
sebaliknya setiap elemen B merupakan elemen A.
*) A = B jika A adalah himpunan bagian dari B dan B adalah himpunan bagian
dari A. Jika tidak demikian, maka A { B.
*) Notasi : A = B ÷ A  B dan B  A
JENIS JENIS- -JENIS HIMPUNAN JENIS HIMPUNAN
4. Himpunan yang Ekivalen
*) Himpunan A dikatakan ekivalen dengan himpunan B jika dan hanya
jika kardinal dari kedua himpunan tersebut sama.
*) Notasi : A ~ B ÷A = B
5. Himpunan Saling Lepas
*) Dua himpunan A dan B dikatakan saling lepas (disjoint) jika keduanya
tidak memiliki elemen yang sama.
*) Notasi : A // B
6. Himpunan Kuasa
*) Himpunan kuasa (power set) dari himpunan A adalah suatu himpunan
yang elemennya merupakan semua himpunan bagian dari A,
termasuk himpunan kosong dan himpunan A sendiri.
*) Notasi : P(A) atau 2
A
*) Jika A = m, maka P(A) = 2m.
Dalam mengembangkan sistem Aljabar Boolean Perlu
memulainya dengan asumsi±asumsi yakni Postulat
Booleandan Teorema Aljabar Boolean.
Postulat Boolean:
1) 0 . 0 = 0
2) 0 . 1 = 0
3) 1 . 0 = 0
4) 1 . 1 = 1
5) 0 + 0 = 0
6) 0 + 1 = 1
7) 1 + 0 = 1
8) 1 + 1 = 1
9) 0 = 1
10) 1 = 0
Diturunkan
dari fungsi
AND
Diturunkan
dari fungsi OR
Diturunkan
dari fungsi
NOT
TEOREMA ALJABAR BOOLEAN TEOREMA ALJABAR BOOLEAN
T1. COMMUTATIVE LAW
a) A + B = B + A
b) A . B = B . A
T2. ASSOCIATIVE LAW
a) A + B = B + A
b) A . B = B . A
T3. DISTRIBUTIVE LAW
a) A . ( A + B ) = A . B + A . C
b) A . B = B . A
T4. IDENTITY LAW
a) A + A = A
b) A . A = A
T5. NEGATION LAW
a) ( ͚A ) = A
b) ( ͞A ) = A
T1. COMMUTATIVE LAW
a) A + B = B + A
b) A . B = B . A
T2. ASSOCIATIVE LAW
a) A + B = B + A
b) A . B = B . A
T3. DISTRIBUTIVE LAW
a) A . ( A + B ) = A . B + A . C
b) A . B = B . A
T4. IDENTITY LAW
a) A + A = A
b) A . A = A
T5. NEGATION LAW
a) ( ͚A ) = A
b) ( ͞A ) = A
T6. REDUNDANCE LAW
a) A + A . B = A
b) A . (A + B) = A
T7. ASSOCIATIVE LAW
a) 0 + A = A
b) 1 . A = A
c) 1 + A = 1
d) 0 . A = 0
T8. DISTRIBUTIVE LAW
a) ͚A + A = 1
b) ͚A . A = 0
T9. IDENTITY LAW
a) A + ͚A . B = A + B
b) A . ( ͚A + B ) = A . B
T10. DE MORGANS THEOREMS
a) (A + B ) = A . B
b) (A . B ) = A + B
T6. REDUNDANCE LAW
a) A + A . B = A
b) A . (A + B) = A
T7. ASSOCIATIVE LAW
a) 0 + A = A
b) 1 . A = A
c) 1 + A = 1
d) 0 . A = 0
T8. DISTRIBUTIVE LAW
a) ͚A + A = 1
b) ͚A . A = 0
T9. IDENTITY LAW
a) A + ͚A . B = A + B
b) A . ( ͚A + B ) = A . B
T10. DE MORGANS THEOREMS
a) (A + B ) = A . B
b) (A . B ) = A + B
Terima Kasih.

Tabel Kebenaran/Truth Table P Q šP Salah Salah šQ Salah Benar Salah (šP)v(šQ) P)v(š Salah Benar Benar Benar P Q š(P Q) Benar Benar Benar Salah Salah Salah Benar Salah Salah Salah Salah Benar Benar Benar Benar Benar Salah Benar Benar .

. karena š(P›Q)m(šP)œ(šQ) selalu benar.PERNYATAANPERNYATAAN-PERNYATAAN YANG EKIVALEN P Benar Benar Salah Salah Q Benar Salah Benar Salah š(P›Q) (šP)œ(šQ) š(P›Q)m(šP)œ(šQ) P)œ Q)m P)œ Salah Benar Benar Benar Salah Benar Benar Benar Benar Benar Benar Benar ‡ Pernyatan š(P›Q) dan (šP)œ(šQ) adalah ekivalen secara logis.

negasi dari sebuah kontradiksi adalah sebuah tautologi. .TAUTOLOGI dan KONTRADIKSAI 1. 2. kita tulis S  T. Suatu tautologi adalah pernyataan yang selalu bernilai benar ± Contoh: Rœ(šR) š(P›Q)m(šP)œ(šQ) ± Jika SpT sebuah tautologi. Š Contoh: R›(šR) š(š(P›Q)m(šP)œ(šQ)) Š Negasi dari sebarang tautologi adalah sebuah kontradiksi. kita tulis S   T. ± JIka SmT sebuah tautologi. sebaliknya. Suatu kontradiksi adalah pernyataan yang selalu bernilai salah.

Diagram Venn . Simbol-simbol Baku 3. Enumerasi 2. ‡ Objek di dalam himpunan disebut elemen. atau anggota. Notasi Pembentuk Himpunan 4. unsur. Cara Penyajian Himpunan 1.TEORI HIMPUNAN (SET THEORY) ‡ Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.

Jika tidak demikian. maka A { B. Himpunan yang Sama *) A = B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen B dan sebaliknya setiap elemen B merupakan elemen A. *) Dalam hal ini. *) A = B jika A adalah himpunan bagian dari B dan B adalah himpunan bagian dari A. *) Notasi : A = B m A  B dan B  A . Himpunan Bagian (Subset) *) Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen dari B. B dikatakan superset dari A. *) Notasi : ˆ atau {} 2.JENISJENIS-JENIS HIMPUNAN 1. Himpunan Kosong *) Himpunan dengan kardinal = 0 disebut himpunan kosong (null set). *) Notasi: A  B 3.

JENISJENIS-JENIS HIMPUNAN 4. Himpunan yang Ekivalen *) Himpunan A dikatakan ekivalen dengan himpunan B jika dan hanya jika kardinal dari kedua himpunan tersebut sama. *) Notasi : P(A) atau 2A *) Jika A = m. *) Notasi : A // B 6. . maka P(A) = 2m. Himpunan Saling Lepas *) Dua himpunan A dan B dikatakan saling lepas (disjoint) jika keduanya tidak memiliki elemen yang sama. *) Notasi : A ~ B m A = B 5. termasuk himpunan kosong dan himpunan A sendiri. Himpunan Kuasa *) Himpunan kuasa (power set) dari himpunan A adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan semua himpunan bagian dari A.

1 3) 1 . 1 =0 =0 =0 =1 5) 0 + 0 = 0 6) 0 + 1 = 1 7) 1 + 0 = 1 8) 1 + 1 = 1 9) 0 = 1 10) 1 = 0 Diturunkan dari fungsi AND Diturunkan dari fungsi OR Diturunkan dari fungsi NOT . Postulat Boolean: 1) 0 .Dalam mengembangkan sistem Aljabar Boolean Perlu memulainya dengan asumsi±asumsi yakni Postulat Booleandan Teorema Aljabar Boolean. 0 4) 1 . 0 2) 0 .

A=A 1+A=1 0. B b) (A . DISTRIBUTIVE LAW a) A . B = A b) A . C b) A . REDUNDANCE LAW a) A + A .TEOREMA ALJABAR BOOLEAN T1. A=0 T3. B T5. ASSOCIATIVE LAW a) b) c) d) 0+A=A 1. A = A T9. A T8. IDENTITY LAW a) A + A = A b) A . B = A + B b) A . (A + B) = A T2. B ) = A + B . ASSOCIATIVE LAW a) A + B = B + A b) A . B = B . ( A + B ) = A . COMMUTATIVE LAW a) A + B = B + A b) A . B = B . IDENTITY LAW a) A + A . A T6. NEGATION LAW a) ( A ) = A b) ( A ) = A T10. A = 0 T4. B = B . A T7. DISTRIBUTIVE LAW a) A + A = 1 b) A . DE MORGANS THEOREMS a) (A + B ) = A . B + A . ( A + B ) = A .

.Terima Kasih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful