Anda di halaman 1dari 13

BAB 3

Peluang Bersyarat dan Kebebasan

PELUANG BERSYARAT Perhatikan dua contoh berikut. Contoh 1. Sekeping uang logam dilemparkan dua kali. Berapakah peluangnya bahwa kedua lemparan tersebut menghasilkan sisi muka (M), bila diketahui lemparan pertama menghasilkan sisi M ? Ruang sampelnya adalah S = {MM,MB,BM,BB}. Misalkan kejadian E = {MM}, dan kejadian F = {MM,BB},. Misalkan E|F menyatakan kejadian bahwa kedua lemparan menghasilkan sisi M, bila diketahui lemparan pertama menghasilkan sisi M. Dengan demikian maka peluang P(E|F) menyatakan peluang kejadian E dengan ruang sampel F atau

Contoh 2. Dua buah dadu dilemparkan sekali. Berapakah peluangnya bahwa jumlah kedua mata dadu yang muncul sama dengan 8, bila diketahui dadu pertama memunculkan mata 3? Ruang sampelnya adalah, S={(1,1),(1,2),,(6,6)}, semuanya ada 36 titik. Misalkan E menyatakan kejadian bahwa jumlah kedua mata dadu yang muncul adalah sama dengan 8, atau E={(2,6),(3,5),(4,4),(5,3),(6,2)}, dan F menyatakan kejadian bahwa dadu pertama memunculkan mata 3, atau F={(3,1),(3,2),(3,3),(3,4),(4,5)<(3,6)}. Misalkan E|F menyatakan kejadian bahwa jumlah kedua mata dadu yang muncul sama dengan 8, bila diketahui dadu pertama memunculkan mata 3 . Dengan demikian maka peluang P(E|F) menyatakan peluang kejadian E dengan ruang sampel F atau

Jika E dan F adalah dua buah kejadian, peluang bersyarat terjadinya E bila diketahui F telah terjadi dilambangkan oleh P(E|F). Rumus untuk menghitung peluang bersyarat tersebut adalah

Rumus di atas terdefinisi bila

Untuk contoh 1. di atas berarti maka

Untuk contoh 2. di atas berarti maka

)},

Contoh 3 Sebuah kantung berisi 10 kelereng putih, 5 kelereng kuning, dan 10 kelereng hitam. Sebuah kelereng diambil secara acak dari kantung tersebut, dan ternyata bukan kelereng kuning. Berapa peluangnya bahwa kelereng yang terambil tersebut adalah kelereng hitam? Misalkan Pi menyatakan kejadian terambilnya kelereng putih I (i=1,2,,10). Misalkan Kj menyatakan kejadian terambilnya kelereng kuning j (j=1,2,,5). Misalkan Hk menyatakan kejadian terambilnya kelereng hitam k (k=1,2,,10) Ruang sampel yang terjadi apabila dalam kantung diambil sebuah kelereng ada 25 titik yaitu S = {P1, P2, ,P10, K1, K1, , K5, H1, H2, , H10}. Misalkan E adalah kejadian terambilnya kelereng hitam, atau E = {H1,H10}, dan F kejadian terambilnya bukan kelereng kuning, atau F = {P1, ,P10, H1, , H10} Maka peluang terambilnya satu kelereng hitam bila diketahui bahwa kelereng tersebut bukan kelereng kuning adalah

Contoh 4. Sepasang suami istri mempunyai dua anak, berapa peluang bahwa kedua anaknya perempuan bila diketahui anak yang paling tuanya adalah perempuan? Ruang sampelnya adalah S = {(L,P),(L,L),(P,L), (P,P)}. Misalkan E kejadian menyatakan kejadian bahwa kedua anaknya perempuan, atau E = {(P,P)}, dan kejadian F menyatakan kejadian bahwa anak paling tuanya adalah perempuan, atau F = {(P,L),(P,P)}. Dengan demikian kejadian Misalkan kejadian E|F menyatakan kejadian bahwa kedua anaknya perempuan bila diketahui bahwa anak paling tuanya adalah perempuan, maka peluang kejadian tersebut adalah

KEJADIAN BEBAS
Definisi 1. Dua kejadian E dan F dikatakan bebas jika,

Contoh 5. Percobaan melemparkan dua koin sekali. Misalkan E adalah kejadian bahwa koin pertama memunculkan sisi muka(M), dan F adalah kejadian bahwa koin kedua memunculkan sisi belakang (B), maka Ruang sampelnya adalah S={MM,MB,BM,BB}, Kejadian E = {MM,MB} dengan P(E) = . Kejadian F = {MM,BB} dengan P(F) = . Kejadian .

Sehingga atau

Jadi dapat disimpulkan bahwa kejadian E dan F dikatakan saling bebas.

Contoh 6. Percobaan melemparkan dua buah dadu setimbang sekali. Misalkan E menyatakan kejadian bahwa jumlah mata dadu yang muncul adalah 6 dan F menyatakan kejadian bahwa dadu pertama memunculkan mata 4. Dengan demikian maka Kejadian , kejadian dan kejadian adalah Sehingga atau Jadi dapat disimpulkan bahwa kejadian E dan F dikatakan tidak saling bebas. , , dimana peluang-peluangnya

Jika E dan F adalah dua kejadian bebas, maka kejadian E dan Fc juga bebas.
Contoh 7. Untuk percobaan seperti pada Contoh 5. Ruang sampelnya adalah . , Misalkan kejadian , dengan peluang dan kejadian F = {MM,MB}, dengan peluang . Maka kejadian Fc = {MM,BM} dengan peluang dan kejadian , dengan peluang Sehingga atau

Jadi dapat disimpulkan bahwa kejadian E dan Fc dikatakan saling bebas.

Definisi 2. Tiga kejadian E, F, dan G dikatakan bebas jika,

Contoh 8. Percobaan melemparkan dua koin setimbang sekali. Misalkan E adalah kejadian bahwa koin pertama memunculkan sisi muka (M) , F adalah kejadian bahwa koin kedua memunculkan sisi muka (M), dan G adalah kejadian bahwa kedua koin memunculkan sisi muka (MM). Apakah ketiga kejadian di atas bebas? Ruang sampelnya adalah S={MM,MB,BM,BB}. Kejadian E={MM,MB}. dengan peluang P(E) = , kejadian F = {MM,BM} dengan peluang P(F) = , dan kejadian G = {MM} dengan peluang P(G) = . Sehingga kejadian Fc = {MM,BM} dengan peluang P(Fc) = , dan kejadian dengan peluang

Dengan demikian maka :

Atau

Karena satu kondisi ini tidak terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa kejadian E, F, dan G dikatakan tidak saling bebas.