Anda di halaman 1dari 6

Sejarah Awal Akuntansi 1. Bermula sejak 3000 tahun SM a.

Peradaban Babilonia, Asiria, dan Samaria : Bentuk pemerintahan pertama di dunia yang menggunakan system bahasa dan catatan usaha b. Peradaban Mesir : ditemukan catatan mesin keuangan c. Peradaban Cina (Dinasti Chao) : memperkenalkan system akuntansi d. Peradaban Yunani : memperkenalkan akuntansi pertanggungjawaban e. Peradaban Roma : Pembayar pajak harus membut laporan keuangan 2. Bukti-bukti: a. Seni menulis : akuntansi adalah seni menulis b. Aritmatika : akuntansi adalah perhitungan c. Kekayaan Pribadi : akuntansi berkaitan dengan kekayaan d. Uang : akuntansi hanya dapat dibuat jika diukur dengan uang e. Kredit : catatan dibuat untuk transaksi yang belum selesai f. Perniagaan : transaksi membutuhkan system pencatatan g. Modal : tanpa modal tidak akan ada perniagaan 3. Perkiraan: a. Penemu pertama akuntansi adalah para pedagang Islam karena kebutuhan untuk melakukan transaksi secara jujur dan transparan. b. Kaum pedagang yang paling pertama adalah bangsa Arab c. Setelah kekaisaran Islam hancur, pusat perdagangan pindah ke Italia d. Italia mengembangkan system akuntansi yang dikenal dengan system akuntansi berpasangan e. Buku pertama tentang akuntansi berpasangan oleh Massari (1340): mulai dikembangkan dasar-dasar akuntansi biaya, seperti memperkenalkan metode penyesuaian (adjustment), akrual (accrual), dan penangguhan (deferred). B. Perkembangan Akuntansi 1. Abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani a. Seorang penulis Islam, yang menulis manuskrip tentang penggunaan akuntansi, yang berjudul Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqat (765 H./1363 M). b. Tulisan ini disimpan di perpustakaan Sultan Sulaiman Al-Qanuni di Istambul Turki, tercatat di bagian manuskrip dengan nomor 2756, dan memuat tentang akuntansi dan sistem akuntansi di negara Islam. c. Huruf yang digunakan dalam tulisan ini adalah huruf Arab, tetapi bahasa yang digunakan terkadang bahasa Arab, terkadang bahasa Parsi dan terkadang pula bahasa Turki yang populer di Daulat Utsmaniyah,. d. Buku ini telah ditulis kurang lebih 131 tahun sebelum munculnya buku Pacioli. Memang, buku Pacioli termasuk buku yang pertama kali dicetak tentang sistem pencatatan sisi-sisi transaksi (double entry), dan buku Al Mazindarani masih dalam bentuk manuskrip, belum di cetak dan belum diterbitkan. e. Al Mazindarani berkata bahwa ada buku-buku--barangkali yang dimaksudkan adalah manuskrip-manuskrip--yang menjelaskan aplikasi-aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sebelum dia menulis bukunya yang dikenal dengan judul :Risalah Falakiyah Kitab As Sayaqat.

f.

Dalam bukunya yang masih dalam bentuk manuskrip itu, Al Mazindarani menjelaskan hal-hal beriktu ini: y Sistem akuntansi yang populer pada saat itu, dan pelaksanaan pembukuan yang khusus bagi setiap sistem akuntansi. y y Macam-macam buku akuntansi yang wajib digunakan untuk mencatat transaksi keuangan. Cara menangani kekurangan dan kelebihan, yakni penyetaraan.

h. Menurut Al Mazindarani, sistem-sistem akuntasni yang populer pada saat itu, yaitu pada tahun 765 H./1363 M. antara lain: y Akuntansi Bangunan. y Akuntansi Pertanian. y Akuntansi Pergudangan y Akuntansi Pembuatan Uang. y Akuntansi Pemeliharaan Binatang. i. Al Mazindarani juga menjelaskan pelaksanaan pembukuan yang populer pada saat itu dan kewajiban-kewajiban yang harus diikuti. Di antara contoh pelaksanaan pembukuan yang disebutkan oleh Al-Mazindarani adalah sebagai berikut: Ketika menyiapkan laporan atau mencatat di buku-buku akuntansi harus dimulai dengan basmalah, Bismillahir Rahmanir Rahim. Jika hal ini yang dicatat oleh Al Mazindarani pada tahun 765 H./1363 M., maka hal ini pula yang disebut oleh penulis Itali, Pacioli 131 tahun kemudian. Pacioli berkata, harus dimulai dengan ungkapan Bismillah. (Brown and Johnson, 1963, hal. 28) j. k. l. Sistem dokumentasi telah diterapkan. Sudah diterapkan system pengawasan intern yang merupakan bagian penting dalam system akuntansi saat ini. Sudah terdapat asas-asas yang membatasi sisi-sisi debet dan kredit, yang kita namakan Thariqah Itsbat Athrafil Mu`amalat (Sistem Pencataan Sisi-Sisi Transaksi), dan orang-orang banyak menamakannya Thariqah Al Qaidul Muzdawaj (Sistem Pembukuan Ganda/Double Entry) sebagai terjemahan dari apa yang ditulis oleh Pacioli. Berdasarkan hal tersebut minimal dapat dikatakan bahwa Sistem Pencatatan Sisi-Sisi Transaksi asasnya telah terdapat di dalam negara Islam meskipun dengan sistem yang berbeda dengan apa yang disebutkan oleh Pacioli, yaitu melalui catatan-catatan yang ada sampai waktu sekarang. Barangkali para peneliti masa mendatang akan menemukan catatancatatan sejarah dari masa negara Islam dengan berbagai tahapannya, yang menunjukkan bahwa kaum muslimin menggunakan suatu sistem yang lebih

berkembang untuk

pencatatan

sisi-sisi

transaksi, menyerupai

apa

yang

disebutkan oleh Pacioli. m. pelaksanaan pembukuan yang pernah digunakan di negara Islam, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Apabila di dalam buku masih ada yang kosong, karena sebab apa pun, maka harus diberi garis pembatas, sehingga tempat yang kosong itu tidak dapat digunakan. Penggarisan ini dikenal dengan nama Tarqin. 2. Harus mengeluarkan saldo secara teratur. Saldo dikenal dengan namaHashil. 3. Harus mencatat transaksi secara berurutan sesuai dengan terjadinya. 4. Pencatatan transaksi harus menggunakan ungkapan yang benar, dan hati-hati dalam menggunakan kata-kata. 5. Tidak boleh mengoreksi transaksi yang telah tercatat dengan coretan atau menghapusnya. Apabila seorang akuntan (bendaharawan) kelebihan mencatat jumlah suatu transaksi, maka dia harus membayar selisih tersebut dari kantongnya pribadi kepada kantor. Demikian pula seorang akuntan lupa mencatat transaksi pengeluaran, maka dia harus membayar jumlah kekurangan di kas, sampai dia dapat melacak terjadinya transaksi tersebut. Pada negara Islam, pernah terjadi seorang akuntan lupa mencatat transaksi pengeluaran sebesar 1300 dinar, sehingga dia terpaksa harus membayar jumlah tersebut. Pada akhir tahun buku, kekurangan tersebut dapat diketahui, yaitu ketika membandingkan antara saldo buku bandingan dengan saldo buku-buku yang lain, dan saldo-saldo bandingannya yang ada di kantor. 6. Pada akhir tahun buku, seorang akuntan harus mengirimkan laporan secara rinci tentang jumlah (keuangan) yang berada di dalam tanggung jawabnya, dan cara pengaturannya terhadap jumlah (keuangan) tersebut.(tutup buku) 7. Harus mengoreksi laporan tahunan yang dikirim oleh akuntan, danmembandingkannya dengan laporan tahun sebelumnya dari satu sisi, dan dari sisi yang lain dengan jumlah yang tercatat di kantor. 8. Harus mengelompokkan transaksi-transaksi keuangan dan mencatatnya sesuai dengan karakternya dalam kelompok-kelompok

yang sejenis, seperti mengelompokkan dan mencatat pajak-pajak yang memiliki satu karakter dan sejenis dalam satu kelompok. 9. Harus mencatat pemasukan di halaman sebelah kanan dengan mencatat sumber-sumber pemasukan-pemasukan tersebut. 10. Harus mencatat pengeluaran di halaman sebelah kiri dan menjelaskan pengeluaran-pengeluaran tersebut. 11. Ketika menutup saldo, harus meletakkan suatu tanda khusus baginya. 12. Setelah mencatat seluruh transaksi keuangan, maka harus memindahkan transaksi-transaksi sejenis ke dalam buku khusus yang disediakan untuk transaksi-transaksi yang sejenis itu saja. 13. Harus memindahkan transaksi-transaksi yang sejenis itu oleh orang lain yang berdiri sendiri, tidak terikat dengan orang yang melakukan pencatatan di buku harian dan buku-buku yang lain. 14. Setelah mencatat dan memindahkan transaksi-transaksi keuangan di dalam buku-buku, maka harus menyiapkan laporan berkala, bulanan atau tahunan sesuai dengan kebutuhan. Pembuatan laporan itu harus rinci, menjelaskan pemasukan dan sumber-sumbernya serta pengalokasiannya. (Muhammad Al Marisi Lasyin, 1973, hal. 163--165) n. Telah ada laporan sumber dan penggunaan dana o. Pencatatan penerimaan/pengeluaran kas harus mencatat jenis uang atau konversinya. 2. Luca Pacioli 1. Seorang Rahib Franciscan diklaim sebagai penemu Pembukuan Berpasangan, tahun 1494 2. Dikenal juga sebagi akuntansi metode venesia atau metode italia 3. Poin penting dalam risalahnya: a. Tujuan pembukuan : memberikan informasi yang tepat waktu kepada para pedagang mengenai asset dan kewajbian b. Semua pencatatan harus dilakukan secara berpasangan, jika suatu transaksi dicatat sebagai debet maka harus pasangannya di catat sebagai kredit

c. Pencatatn penerimaan/pengeluaran kas harus mencatat jenis uang atau konversinya d. Menutup buku setiap akhir tahun. Opini: Jadi, siapa yang menjadi penemu pertama akuntansi menurut sejarah yang telah kita temukan tersebut? Ingat sejarah adalah BENAR, tidak pernah salah dan tidak dimanipulasi kecuali oleh orang2 yang jahil..Terlepas dari itu semua, yang jelas kita patut bersyukur karena hasil karya mereka kita bisa mengetahui dan mempraktikkan akuntansi disegala bidang kehidupan. C. Perkembangan Pembukuan Berpasangan 1. 500 SM- 1494 M berkembang akuntansi di kalangan pedagang islam 2. Menyebar ke Eropa pada abad ke 16-17 3. Akuntansi mulai dipraktikkan untuk organisasi lain diluar bisnis 4. diperkenalkannya akun persedian barang 5. diperkenalkannya metode depresiasi : Garis lurus 6. diperkenalkannya akuntansi biaya akibat revolusi industri tekstil di inggris 7. berkembang akuntansi bunga, akuntansi inflasi, sewa guna jangka panjang, dana pension, reksadana, hingga rekayasa keuangan. D. Perkembangan Akuntansi di Amerika 1. Fase Manajemen: a. Menajemen sepenuhnya mengendalikan informasi yang akn disajikan dalam pembuatan laporan keuangan b. Akibatnya: i. Prinsip akuntasi yang dibuat tidak memiliki ilmu teoritis ii. Focus pada meminimalkan pajak iii. Penggunaan metode akuntansi setiap perusahan sering berbeda dan tidak konsisten iv. Merugikan dan menyesatkan pihak diluar perusahaan 2. Fase Institusi: a. SEC (Securities and Exchange Commission), AIA (The American Insitute of Accountants), AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) berperan dalam mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi. b. Hasil :

i. Pendirian CAP (Committee on Accounting Procedures) yang bertugas menyusun accounting research Buletins (ARVs), cikal bakal PABU. ii. Perusahaan dapat memilih metode akuntansi, tapi harus mengungkapkannya dan konsisten iii. Pertentangan antara SEC dan CAP c. Fase Profesional i. Lembaga professional (AICPA) ikut berperan mengembangkan perinsip akuntansi ii. Pembubaran CAP dan diganti APB (Accounting Principles Board) dan ARD (Accounting Reaseach Division) iii. Masih muncul masalah konflik kepentingan d. Fase Politis i. Politisasi akuntansi ii. Alasannya: Penetapan standar akuntansi merupakan keputusan social dari hasil temuan logis dan empiris yang membutuhkan tindakan politis untuk memasarkan dan memaksa pelaksanaannya. iii. Peran FASB (Financial Accounting Standards Board) menyusun prinsip-prinsip akuntansi iv. Kritik : Penyusunan standar masih dimonopoli oleh sebagian besar AICPA.