Anda di halaman 1dari 13

Referat Jantung Patofisiologi Stress dan Perilaku Terhadap PJK Pembimbing:dr.Achyar,Sp.JP Penyusun:Maradona Tia Bilardo (030.04.

146)

Penyakit Jantung Koroner


Definisi keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen bagi otot jantung dengan penyediaan oksigen yang diberikan oleh pembuluh darah koroner.Ketidakmampuan pembuluh darah koroner untuk menyediakan kebutuhan oksigen biasanya diakibatkan oleh penyumbatan athroma (plak) pada dinding bagian dalam pembuluh darah koroner. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis.

Plak tersebut dapat menghalangi aliran darah yang melalui arteri. Pada aterosklerosis yang ringan terdapat beberapa timbunan kolesterol dalam arteri tetapi belum sampai menyumbat jalannya aliran darah. Ketika arteri sudah tersumbat sampai 50% aliran darah yang menuju jantung menjadi berkurang sehingga dapat timbul bekuan darah yang akan menambah penyempitan yang terjadi. Bila arteri sudah tersumbat 60-70% maka pembuluh darah tidak dapat mengalirkan darah yang cukup ke jantung, darah akan mengalir melalui lubang yang kecil dan akan cepat membeku, hal ini akan menambah besar sumbatan bahkan bisa mencapai 100%. Bila pembuluh darah telah tersumbat dan tidak ada aliran darah ke jantung maka seseorang akan terkena serangan jantung.

Etiologi Pada umumnya ada dua bagian, yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah faktor keturunan dan jenis kelamin Faktor yang dapat diubah berkaitan dengan gaya hidup. Kegemukan, hipertensi (darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), kebiasaan merokok,stress dan kadar lemak darah yang tinggi bisa memicu terjadinya penyakit jantung koroner.

Gejala klinis Nyeri dada (angina) Sesak napas Serangan jantung

Pengobatan 1.Golongan statin 2.Aspirin 3.Beta bloker 4.Nitrogliserin 5.Penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE) 6.Antagonis Kalsium

Hubungan Stress dan Perilaku terhadap PJK


Banyak orang yang mendapat serangan jantung menunjuk stress pribadi sebagai penyebabnya, namun sangat menakjubkan sulitnya membuktikan hubungan ini secara ilmiah. Ada beberapa faktor pencetus yang diakui, seperti latihan yang tiba-tiba dan pengalaman emosi yang sangat luar biasa, yang dapat memicu serangan jantung, namun ini adalah hal yang jarang terjadi. Kita juga sering memikirkan bahwa tipe-tipe pribadi tertentu mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding yang lainnya Perubahan angka kematian yang menyolok terjadi di Inggris dan Wallas . Korban serangan jantung terutama terjadi pada pusat kesibukan yang banyak mendapat stress. Penelitian Supargo dkk ( 1981-1985 ) di FKUI menunjukkan orang yang stress 1 1/2 X lebih besar mendapatkan resiko PJK stress disamping dapat menaikkan tekanan darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

Stress dianggap sebagai faktor yang sangat dominan sebagai salah satu faktor resiko pjk.stress sendiri ada yang positif dan ada juga yang negative.stress yang positif berdampak baik, bisa datang pada keadaankeadaan dimana kita mengalami hal-hal yang menggembirakan, seperti misalnya sedang jatuh cinta kepada seseorang, ketika akan menaiki jenjang perkawinan, lulus dalam ujian, diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi yang kita pilih, menang undian berhadiah, naik pangkat, mendapat jabatan baru dan lain-lain lagi.stress negative seperti pada keadaan - keadaan dimana kita mengalami suatu hal yang tidak menyenangkan, seperti dalam keadaan sakit, kehilangan pekerjaan, perceraian, putusnya hubungan cinta dengan seseorang yang kita kasihi, kematian anggota keluarga,sakit hati yang berlebihan,bila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan dampak yang sangat merugikan dan sayangnya sangat sedikit orang yang menyadari ia telah terkena stress negative.