Anda di halaman 1dari 8

Nasrullah Mahasiswa Alih Program Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya Malang 2010 E-mail: nrs_nsrh@yahoo.

com

COGNITIVE PERFORMANCE SERIES Organi

Download Ilmu-Ilmu Keperawatan, Asuhan Keperawatan, Laporan Pendahuluan dan Ketrampilan-Ketrampilan Klinis Keperawatan

100% Free
SERPIHAN ILMU PENGETAHUAN
www.serpihanilmuku.blogspot.com www.serpihanilmuku.blogspot.com 2012
:

PENDAHULUAN N

Kahn (1960) adalah instrumen yang terdiri dari sepuluh soal dan merupakan alat yang banyak digunakan. Folstein et al (1975) membuat Mini-Mental State (MMS) untuk mengukur orientasi dan fungsi kognitif. Perubahan pada status mental dan emosi dapat mencerminkan gangguan pada fungsi serebri. Korteks serebri merupakan bagian yang mengendalikan dan mengintegrasikan fungsi intelektual dan emosi. Beberapa faktor yang dapat mengubah fungsi serebri adalah gangguan otak primer, medikasi dan perubahan-perubahan metabolik. Gangguan mental yang sering menyerang lansia adalah delirium. Delirium adalah gangguan mental akut yang dicirikan dengan konfusi, disorientasi dan gelisah. Kondisi akut tersebut seringkali salah didiagnosa sebagai bentuk demensia dan gangguan mental organik yang lebih progresif seperti Alsheimer. Pada saat delirium terjadi, banyak perawat dan dokter yang beranggapan bahwa hal tersebut merupakan perilaku lansia yang umum. Delirium seringkali diabaikan pada lansia karena kegagalan mengkaji status mental secara adekuat (Barry, 1933 dalam Potter&Perry, 2006). Seringkali klien yang mengalami delirium diberi label dengan sundowers syndrome karena delirium sering memburuk di malam hari. umum Banyak pada praktisi lansia. yang Perawat salah harus mengartikan hal ini sebagai sesuatu yang mendapatkan riwayat yang baik tentang perilaku klien sebelum terjadi delirium sehingga kondisi tersebut dapat dikenali secara dini. Keluarga biasanya dapat menjadi sumber yang baik.
Kriteria Klinis Untuk Delirium Definisi : Gangguan kesadaran akut yang disertai perubahan kognisi.
Keadaan ini tidak dapat dikaitkan dengan demensia yang sudah ada sebelumnya atau yang sedang terjadi. Delirium terjadi pada jangka waktu yang singkat, biasanya jam sampai hari dan cenderung berfluktuatif dalam sehari. Biasanya merupakan konsekuensi langsung dari suatu kondisi medis

tatus mental dan emosi merupakan data yang diperlukan perawat untuk mengetahui kondisi kognitif klien. Terdapat alat pengkajian khusus yang dirancang untuk mengkaji status mental klien. Kuesioner status mental

Kriteria - Menurunnya kejelasan kesadaran akan lingkungan - Terganggunya kemampuan memfokuskan, membenarkan atau mengalihkan perhatian (pertanyaan harus diulang-ulang) - Orang tersebut mudah terdistraksi dengan stimulus yang tidak berkaitan - Terdapat perubahan kognisi yang menyertai (kerusakan memori, disorientasi, atau gangguan bahasa) - Banyak menyerang memori baru - Disorientasi yang biasanya terlihat pada pasien adalah disorientasi waktu dan tempat - Gangguan bahasa dapat melibatkan gangguan kemampuan menyebutkan benda atau kemampuan untuk menulis, berbicara kadang melantur - Gangguan persepsi dapat mencakup kesalahan interpretasi, ilusi atau halusinasi

www.serpihanilmuku.blogspot.com

MMSE

No 1

Aspek Kognitif Orientasi

Kriteria
Klien dapat menyebutkan dengan benar : - Tahun - Musim - Tanggal - Hari - Bulan

Nilai Maksimal

Nilai Klien

Keterangan
Tanyakan (tanggal, bulan, tahun dll) saat pengkajian, Misal

Tanggal berapa sekarang? Musim apa saat ini? bukan tanggal lahir atau bulan kemerdekaan (nilai 0-5) Test ini untuk mengetahui orientasi tempat. Tanyakan tempat-tempat yang berhubungan dengan klien sekarang dapatkah anda memberi tahu saya nama rumah sakit ini? Sedang di ruang apakah kita sekarang? (nilai 0-5)

Orientasi

Klien dapat menyebutkan dengan benar - Negara - Propinsi - Kabupaten - Rumah Sakit/Panti - Ruangan 5

Registrasi

Sebutkan 3 nama objek, misal (lemari, bunga, kursi) dan minta klien mengulanginya 3

Sebutkan 3 nama objek yang tidak berkaitan, dengan jelas dan perlahan. Setelah anda

www.serpihanilmuku.blogspot.com

mengatakan ketiganya minta klien untuk mengulanginya. Pengulangan pertama berikan nilai klien sebanyak berapa jumlah objek yang dapat diingat, nilai (0-3). Namun beri kesempatan klien hingga klien dapat mengulang ketiganya dg benar sampai 6 kali percobaan, apabila klien tidak dapat mengulang ketiganya, ingatan tidak dapat diuji secara bermakna. 3 Perhatian dan kalkulasi Minta klien untuk menghitung mundur mulai dari angka 100, setiap hitungan adalah penguranan dari angka 7 Misalnya (93, 86, 79, 72, 65) hentikan jika telah mencapai 5 tingkatan 5 Nilai jumlah total jawaban yang tepat. Hitungan yg benar nilainya 1 Bila klien tidak berkenan atau tidak dapat melakukan tugas ini, minta klien untuk mengeja kata DUNIA dari huruf belakang. Nilainya adalah jumlah huruf dalam urutan yang benar. Misal
www.serpihanilmuku.blogspot.com

AINUD = 5 AIUND = 3 4 5 Mengingat Bahasa Minta klien untuk menyebutkan kembali 3 obyek yang telah disebutkan pada langkah No.2 Minta klien untuk : - Menyebutkan 2 benda yang anda tunjukkan - Mengulangi satu kalimat yang disebutkan petugas - Mengikuti perintah tiga tahap berurutan - Membaca dan mematuhi perintah berikut : Tutup mata anda Tuliskan sebuah kalimat Menyalin gambar 9 3 Penamaan Tunjukkan pada klien sebuah jam tangan dan tanyakan padanya benda apakah itu. Tunjukkan benda yang lain dan minta klien untuk menyebutkan namanya (nilai 0-2) Pengulangan Minta klien untuk mengulang kalimat yang anda ucapkan. Berikan hanya satu kali percobaan. Buat kalimat yang sederhana, kalimat tidak boleh mengandung kata jika, dan, tetapi karena kalimat yang mengandung kata ini merupakan kalimat bertingkat bukan kalimat sederhana. (nilai 0-1) Setiap jawaban benar bernilai 1

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Perintah tiga tahap Misal Ambil Secarik Kertas di tangan kanan anda, lipat menjadi dua dan tempatkan di lantai (Nilai 0-3) Pembacaan Pada kertas kosong tuliskan kalimat Tutup mata anda dengan huruf yang cukup besar agar klien dapat melihat dengan jelas. Minta ia untuk membaca dan melakukan apa yang tertulis (Nilai 1 Poin, hanya bila dia benar-benar menutup mata) Penulisan Berikan klien secarik kertas kosong, dan minta ia menuliskan kalimat, harus ditulis secara spontan. Kalimat ini harus berisi subjek, kata kerja dan dapat dirasakan. Tata bahasa dan tanda baca tidak penting
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Penyalinan Pada kertas kosong gambarkan segi lima berpotongan, masingmasing sisi 2,5 cm, minta klien untuk menyalin dengan tepat. Kesepuluh sudut harus ada keduanya harus berpotongan untuk mendapat nilai 1 poin. Apabila terdapat gambar Lengkung-lengkung dan lingkaran abaikan saja. TOTAL 30

Interpretasi 27-30 : Normal 22-26 : Curiga Demensia <21 : Demensia

www.serpihanilmuku.blogspot.com

MMSE List
No 1 Aspek Kognitif Orientasi Klien Kriteria dapat menyebutkan Nilai Maksimal Nilai Klien

dengan benar : - Tahun - Musim - Tanggal - Hari - Bulan Orientasi Klien dapat menyebutkan 5

dengan benar - Negara - Propinsi - Kabupaten - Rumah Sakit/Panti - Ruangan 2 Registrasi Sebutkan 3 nama objek, misal (lemari, bunga, kursi) dan minta klien mengulanginya 3 Perhatian dan kalkulasi Minta klien untuk menghitung mundur mulai dari angka 100, setiap Misalnya (93, 86, 79, 72, 65) hentikan jika telah mencapai 5 tingkatan 4 Mengingat Minta klien untuk menyebutkan kembali 3 obyek yang telah disebutkan pada langkah No.2 5 Bahasa Minta klien untuk : - Menyebutkan 2 benda yang anda tunjukkan - Mengulangi satu kalimat yang disebutkan petugas - Mengikuti perintah tiga tahap berurutan - Membaca dan mematuhi perintah berikut : Tutup mata anda Tuliskan sebuah kalimat Menyalin gambar TOTAL 30 9 3 hitungan adalah penguranan dari angka 7 5 3 5

referensi
Potter, Patricia A. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta: EGC

www.serpihanilmuku.blogspot.com