Anda di halaman 1dari 16

PENENTUAN KADAR Pb DALAM AIR

OLEH : KELOMPOK C4 1.Putu Dodik Lopma Putra 2. Dewa Ayu Putu Cindra Dewi 3. Gusti Ayu Diah Susanti 4. Hipolitus Kurniawan L.B. (09.131.0128) (09.131.0133) (09.131.0134) (09.131.0136)

SEMESTER V III OFF B

STIKES WIRA MEDIKA BALI

2011/2012
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Sekitar 70% permukaan bumi diselimuti oleh air. Oleh karena itu, air dapat dikatakan sebagai bagian yang essensial dari sistem kehidupan (Manahan, 1994). Air mempunyai kemampuan yang besar untuk melarutkan bermacam-macam zat, baik yang berupa gas, cairan, maupun padatan. Adanya bahan-bahan yang tidak bermanfaat akan dapat mengakibatkan penurunan kualitas air (Cahyadi, 2000). Penurunan kualitas air ini diakibatkan oleh adanya zat pencemar, baik berupa komponen organik maupun anorganik. Komponen anorganik diantaranya adalah logam berat yang berbahaya. Beberapa logam berat yang berbahaya dan sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal/timah hitam (Pb), arsen (As), tembaga (Cu), kadmium (Cd), khrom (Cr), dan nikel (Ni). Logam-logam berat tersebut diketahui dapat mengumpul di dalam tubuh organisme, dan tetap tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama sebagai racun yang terakumulasi (Fardiaz, 1992; Palar, 1994). Timbal atau dikenal sebagai logam Pb dalam susunan unsur merupakan logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami termasuk letusan gunung merapi dan proses geokimia. Pb merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau perak keabu-abuan dengan titik leleh pada 327,5C dan titik didih 1740C pada tekanan atmosfer. Timbal mempunyai nomor atom terbesar dari semua unsur yang stabil, yaitu 82. Namun, logam ini sangat beracun, seperti halnya merkuri yang juga merupakan logam berat. Timbal adalah logam yang dapat merusak sistem syaraf jika terakumulasi dalam jaringan halus dan tulang untuk waktu yang lama. Pencemaran lingkungan air oleh timbal kebanyakan bersumber dari aktifitas manusia yang mengekstraksi dan mengeksploitasi logam tersebut, seperti hasil buangan limbah pabrik,industri dll. Timbal digunakan untuk berbagai kegunaan, terutama sebagai bahan

perpipaan, bahan aditif untuk bensin,baterai, pigmen, dan amunisi kehadiran logam Pb di perairan tentu akan membawa dampak negatif terhadap biota atau ikan diperairan dan manusia yang mengkonsumsi ikan di perairan tersebut. Dampak dari Timbal itu sendiri sangat merugikan bagi manusia, karena dapat merusak fungsi organ tubuh, seperti ginjal, sistem saraf, sistem reprodusi. Dapat pula menimbulkan anemia dan keracunan bagi wanita hamil dan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. Berdasarkan uraian di atas, kami membuat paper ini untuk mengetahui lebih jauh tentang dampak timbal (Pb) bagi kesehatan dan cara menentukan kadar timbal (Pb) dalam air.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana cara menentukan kadar Pb dalam sampel air ?

1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Untuk mengetahui kadar Pb dalam sampel air.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Timbal Timbal atau dalam keseharian lebih dikenal dengan nama timah hitam, dalam bahasa ilmiahnya dinamakan plumbum, dan logam ini disimbolkan dengan Pb. Logam ini termasuk kedalam kelompok logam-logam golongan IV-A pada table periodik unsure kimia. Mempunyai nomor atom (NA) 82 dengan bobot atau berat atom (BA) 207,2. Penyebaran logam timbal di Bumi sangat sedikit. Jumlah timbal yang terdapat di seluruh lapisan bumi hanyalah 0.0002 % dari jumlah seluruh kerak bumi. Jumlah ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kandungan logam berat lainnya yang ada di bumi. Sifat Fisika dan Kimia logam Timbal (Pb) 1. Merupakan logam yang lunak sehingga dapat dipotong dengan menggunakan pisau atau dengan tangan dan dapat dibentuk dengan mudah. 2. Merupakan logam yang tahan terhadap peristiwa korosi atau karat, sehingga logam timbal sering digunakan sebagai bahan coating.
3. Mempunyai titik lebur rendah, hanya 327,5C.

4. Mempunyai kerapatan yang lebih besar dibandingkan dengan logam-logam biasa,kecuali emas dan merkuri. 5. Merupakan penghantar listrik yang tidak baik. Sumber Pencemaran Timbal Timbal di udara terutama berasal dari penggunaan bahan bakar bertimbal yang dalam pembakarannya melepaskan timbale oksida berbentuk debu/partikulat yang dapat terhirup oleh manusia. Mobil berbahan bakar yang mengandung timbale

melepaskan 95 persen timbale yang mencemari udara di Negara berkembang. Sedangkan dalam air minum, timbal dapat berasal dari kontaminasi pipa,solder dan kran air. Kandungan timbal dalam air sebesar 15 mg/l dianggap sebagai konsentrasi yang aman untuk dikonsumsi. Dalam makanan, timbale berasal dari kontaminasi kaleng makanan dan minuman dan solder yang bertimbal. Kangdungan timbal yang tinggi ditemukan dalam sayuran terutama sayuran hijau. Dampak Pencemaran Logam berat Pb Bagi Kesehatan Penelitian menunjukkan bahwa timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Anak perkotaan di Negara berkembang memiliki resiko yang tinggi dalam keracunan timbal. Menurut US Centre For Disease Control and Prevention, diperkirakan pada 1994, sebanyak 100% darah dari anak berumur dibawah dua tahun mengandung timbal yang melampaui ambang batas 10mg/dl dan 80% darah dari anak 3-5 tahun melebihi ambang batas tersebut. Anak yang tinggal atau bermain di jalan raya sering menghirup timbal dari asap kendaraan yang menggunakan bahan bakar bertimbal. Studi toksisitas timbal menunjukkan bahwa timbal dalam darah sebanyak 100 mikrogram/L dianggap sebagai tingkat aktif (level action) berdampak pada gangguan perkembangan dan penyimpangan prilaku. Sedangkan kandungan timbale 450 mikrogram/l membutuhkan perawatan segera dalam waktu 48 jam. Lalu, kandungan timbal lebih dari 700 mikrogram/l menyebabkan kondisi gawat secara medis (medical emergency). Untuk kandungan timbal diatas 1200 mikrogram/l bersifat sangat toksik dan dapat menimbulkan kematian pada anak. Kadar timbal 68 mikrogram/l dapat menyebabkan anak makin agresif, kurang konsentrasi,bahkan menyebabkan kanker. Hal ini diduga meningkatkan kasus infeksi saliran pernafasan atas(ISPA) anakanak. Timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan awal pada pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuab akademik. Sistem syaraf dan pencernaan anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih rentan terhadap timbale yang terserap. Pada kadar

rendah, keracunan timbale pada anak dapat menyebabkan penurunan IQ dan pemusatan perhatian, kesulitan membaca dan menulis, hiperaktif dan gangguan prilaku, gangguan pertumbuhan dan fungsi pengelihatan dan pergerakan,serta gangguan pendengaran. Pada kadar tinggi, keracunan timbal pada anak dapat menyebabkan : anemia, kerusakan otak, liver, ginjal, syaraf pencernaan, koma, kejang-kejang atau epilepsy, serta dapat menyeababkan kematian. Anak dapat menyerap hingga 50 persen timbal yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan dewasa hanya menyerap 10-15 persen. Anak dapat menyerap tiga kali dosis lebih besar dibandingkan orang dewasa karena memiliki perbandingan permukaan penyerapan dan volume yang lebih besar. Penduduk di Negara-negara berkembang, terutama anak-anak,terancam paparan timbal yang sangat besar disebabkan oleh:
1.

Belum ada peraturan tentang emisi industri dan penggunaan bahan bakar yang mengandung timbal. Lemahnya pelaksanaan peraturan lingkungan dan keselamatan kerja. Banyaknya industry rumah tangga pelapisan dan pengolahan logam. Penerapan budaya tertentu seperti penggunaan alat masuk dai keramik mengandung timbal dan penggunaan timbal untuk bahan kosmetik.

2. 3.
4.

2.2 Air Air adalah kimia dengan rumus kimia H2O, satu molekul air tersusun atas dua atom hydrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna,tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperature 273,15 K (0C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak macam molekul organik. (Wikipedia, 2010) Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolam oksigen pada table periodic, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hydrogen sulfide. Dengan memperhatikan tabel periodic, telihat bahwa unsure-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hydrogen akan menghasilkan gas pada temperature dan tekanan normal. Alasan mengapa hydrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen

lebih bersifat elektronegatif daripada elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada electron-elektron ikatan jauh lebih kuat daripada yang dilakukan oleh atom hydrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hydrogen, dan jumlah muatan negative pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipole. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hydrogen. (Wikipedia,2010) Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekanan dan temperature standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion Hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-). (Wikipedia,2010). 2.3 Pencemaran Air Oleh Timbal(Pb) Air tanah merupakan sumber air minum yang sangat vital bagi penduduk di Indonesia terutama di daerah pedesaan. Tetapi sampai sekarang hal yang mengenai kualitas air tanah di berbagai daerah di Indonesia belum banyak dilaporkan. Air tanah dapat terkontaminasi dari beberapa sumber pencemar, baik local maupun regional. Dua sumber utama kontaminasi air tanah ialah terjadinya kebocoran bahan kimia organic dari penyimpanan bahan kimia dalam bunker yang disimpan dalam tanah dan penampung air limbah industry yang ditampung dalam suatu kolam besar yang terletak diatas atau didekat sumber air tanah. Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan toksik logam seperti Pb, Cd, Hg dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak untuk diminum.(Darmono,2001) Banyak logam berat baik yang bersifat toksik maupun esensial terlarut dalam air dan mencemari air tawar. Sumber pencemaran ini banyak berasal dari pertambangan, peleburan logam dan jenis industri lainnya serta dapat juga berasal dari lahan pertanian yang menggunakan pupuk atau anti hama yang mengandung logam. Di dalam air biasanya logam berikatan dalam seyawa kimia/ dalam bentuk logam ion, bergantung pada kompartemen tempat logam tersebut berada. Tingkat kandungan logam pada setiap kompartemen sangat bervariasi bergantung pada lokasi, jenis kompartemen dan tingkat pencemarannya. Telah banyak dilaporkan mengenai konsentrasi logam dalam air dan biota hidup didalamnya. Tingkat konsentrasi logam berat dalam air biasanya dibedakan menurut tingkat pencemarannya yaitu polusi berat, polusi sedang dan

nonpolusi. Tujuan utama untuk mengetahui konsentrasi logam dalam lingkungan perairan ialah untuk mengetahui konsentrasi logam yang tinnggi dalam air dan sedimen yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk memonitor kualitas air yang mungkin digunakan sebagai irigasi ataupun air minum, yang akhirnya berakibat buruk bagi orang yang mengkonsumsinya. (Darmono,2001) 2.4 Proses Masuknya Timbal (Pb) Dalam Tubuh Manusia Jalur masuknya timbal ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan (respirasi), juga melalui saluran pencernaan (gastrointestinal), kemudian didistribusikan ke dalam darah, dan terikat pada sel darah. Sebagian Pb disimpan dalam jaringan lunak dan tulang, sebagian diekskresikan lewat kulit, ginjal dan usus besar. Timbal bersirkulasi dalam darah setelah diabsorpsi dari usus, terutama berhubungan dengan sel darah merah (eritrosit). Pertama didistribusikan ke dalam jaringan lunak dan berinkorporasi dalam tulang, gigi dan rambut untuk dideposit (storage). Timbal 90% dideposit dalam tulang dan sebagian kecil tersimpan dalam otak, pada tulang timbal dalam bentuk Pb fosfat (Pb3(PO4). Secara teori selama timbale terikat dalam tulang tidak akan menyebabkan gejala sakit pada penderita. Tetapi yang berbahaya adalah toksisitas Pb yang diakibatkan gangguan absorpsi Ca karena terjadi desorpsi Ca dari tulang yag menyebabkan penarikan deposit timbal dari tulang tersebut.

2.5 Analisa Timbal(Pb) 1. Analisa Timbal(Pb) Secara Kualitatif Analisis kualitatif bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan Timbal(Pb) dalam sampel air. Identifikasi kandungan Pb dalam air dapat dilakukan dengan mereaksikan suatu sampel air dengan pereaksi HCl yang akan membentuk endapan putih timbal klorida dengan pereaksi: Pb2- +2 Cl -PbCl Jika direaksikan dengan KOH akan membentuk endapan putih timbale hidroksida dengan reaksi berikut:

Pb2++OH-Pb(OH)2 Endapan kuning timbal iodida akan dihasilkan apaila ion Pb2+ direaksikan dengan KI yang akan membentuk reaksi : Pb2++2I-PbI2 Ion Pb2+ direaksikan dengan K2CrO4 akan membentuk endapan kuning timbale kromat dengan reaksi: Pb2++CrO42PbCrO4 2. Analisa Timbal Secara Kuantitatif 2.1 Rangkaian Kerja a. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah Atomic Absorption Spectrophotometer (Philips PU 9100-X) berfungsi untuk menguji kandungan logam berat, botol air mineral 1,5 Liter berfungsi untuk penampung air laut, labu ukur 100 dan 1000 ml berfungsi untuk wadah pengeceran sampel, gelas ukur 100 berfungsi untuk wadah pengeceran sampel, pipet 5 dan 10 ml berfungsi untuk memipet bahan kimia, timbangan digital untuk menimbang logam Pb, kertas label berfungsi untuk penanda sampel. Bahan yang digunakan yaitu air laut berfungsi untuk media uji, aquades berfungsi untuk bahan pengeceran dan pencuci, asam nitrat (HNO3) pekat berfungsi untuk pelarut, larutan Pb berfungsi untuk pembuatan larutan baku induk Timbel (Pb) . 2.2 Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan pada pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari :
1.

Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam menganalisis kandungan logam esensial Pb pada air laut. Melakukan preparasi air laut.

2.

3.

Pembuatan larutan baku induk Pb 1000 ppm dan pembuatan larutan baku kerja Pb 100 ppm. Analisis logam Pb pada air laut dengan menggunakan Spectrophotometer Serapan Atom.

4.

2.3 Ulasan kegiatan a. Persiapan Alat dan Bahan Kegiatan analisis unsur kimia pada analisis logam esensial seperti Pb pada air laut maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Untuk alat yang fungsinya sebagai wadah sampel yang berwujud gelas, sebelum digunakan terlebih dahulu alat tersebut dicuci bersih dengan deterjen kemudian dibilas aquades lalu dikeringkan pada tempat penyimpanan masing-masing dan pada saat penggunaannya haruslah benar-benar kering. Alat-alat yang dibersihkan tersebut antara lain pipet skala, gelas ukur, labu ukur, dan botol air mineral. Untuk alat pendukung lainnya telah tersedia di dalam laboratorium dan akan digunakan sesuai dengan prosedur dan fungsinya masingmasing seperti Spektrofotometer Serapan atom. Bahan yang akan digunakan semuanya telah tersedia di dalam laboratorium dan akan digunakan sesuai dengan fungsi masing-masing. Sedangkan sampel air laut terlebih dahulu dilakukan preparasi. b. Preparasi Sampel Preparasi sampel disebut juga sampling, yaitu pengambilan sebagian sampel mewakili seluruh sampel untuk dianalisa. Untuk menangani sampel yang akan dianalisa harus diketahui dulu sifat-sifat dari sampel tersebut. Proses preparasi sampel yang dilakukan pada air laut ini yaitu: mengambil sampel air laut dengan menggunakan botol air mineral 1,5 liter lalu ditetesi Asam nitrat (HNO3) sebanyak 2 sampai 3 tetes kemudian dimasukkan ke dalam cool box/kulkas.

c. Pembuatan larutan baku induk Timbel (Pb) 1000 ppm Analisis kandungan logam berat dengan melakukan pengukuran

menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), terlebih dahulu harus membuat larutan standar atau larutan baku induk Timbel (Pb) yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai atau konsentrasi dari Pb tersebut. Pembuatan larutan baku induk bertujuan untuk mendapatkan larutan pokok sampel yang nantinya menjadi larutan yang akan disimpan di laboratorium dalam jumlah yang banyak. Larutan baku induk ini juga merupakan cadangan bilamana melakukan pembuatan larutan baku kerja dengan mengambil sesuai dengan kebutuhan larutan kerja. Prosedur pembuatan larutan standar Timbel (Pb) adalah sebagai berikut : Pembuatan larutan baku induk Timbel (Pb) 1000 ppm Dilarutkan 1 gram logam Pb dalam 50 ml asam nitrat 2 M pada gelas ukur 100 ml, lalu diencerkan dengan aquades, selanjutnya dimasukkan dalam labu ukur 1000 ml dan ditepatkan volumenya dengan aquades. Larutan induk ini setara dengan 1000 mg/l atau 1000 ppm kadar Pb.

2.4. Pembuatan Larutan Baku Kerja Timbel (Pb) 100 ppm. Larutan baku kerja merupakan larutan uji yang diambil sesuai dengan kebutuhan dari larutan baku induk dengan telah diencerkan. A. Pembuatan larutan baku kerja Timbal (Pb) 100 ppm 1. Larutan baku induk dipipet sebanyak 10 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml lalu ditambahkan dengan aquades sampai batas ukur sehingga konsentrasi menjadi 100 ppm.

2.

Hasil larutan tersebut di pipet masing-masing 1 ml, 2 ml, 3 ml dan 4 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml sehingga di dapatkan larutan 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm dan 4 ppm.

3.

Konsentrasi larutan standar Timbel (Pb) dalam labu ukur 100 ml masingmasing diukur dengan menggunakan spektofotometer serapan atom dengan panjang gelombang 217,0 nm.

2.5. Penentuan logam Pb pada spektrofotometer serapan atom Philips PU 9100 X Pada penggunaan Spectrophotometer Serapan Atom, sampel yang akan dianalisis harus dalam suasana dengan pH antara 2-3 karena proses atomisasi dapat berlangsung secara sempurna pada pH tersebut. Suhu yang digunakan yaitu 3000 C, apabila suhu yang lebih tinggi atau lebih rendah, maka proses atomisasi tidak dapat berlangsung sempurna. Selain itu, penggunaan pH antara 2-3 pada Spectrophotometer Serapan Atom dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada dinding kapiler, dimana dinding-dinding kapiler tersebut diatur untuk kondisi pH tersebut (Noor, 1990). Dalam analisis dengan Spectrophotometer Serapan Atom, unsur yang akan dianalisa harus berada dalam keadaan gas sebagai atom-atom yang netral, dan disinari oleh berkas sinar dari sumber sinar. Proses ini dapat dilakukan dengan jalan menghisap larutan cuplikan dan menyemprotkan ke dalam nyala api tersebut sama seperti sel (kuvet) dari larutan pada Spectrophotometri Serapan Molekul (Kopkhar, 1990). Prosedur aspirasi dan penentuan konsentrasi logam Pb pada

Spectrophotometer Serapan Atom Philips PU 9100 X adalah sebagai berikut: 1. Dihubungkan alat dengan sumber arus listrik yang telah distabilkan pada 100 volt. Sebelum menekan tombol power, komputer dan printer alat SSA dinyalakan terlebih dahulu. 2. Diatur kedudukan tombol-tombol pada alat SSA.

3.

Dinyalakan tombol power 25 (power lampu), kemudian dimasukkan lampu katoda secara bergantian sesuai dengan parameter yang diukur. Jenis lampu katoda yang digunakan yaitu lampu katoda Pb untuk pengukuran Pb.

4.

Diatur panjang gelombang yang akan digunakan, yaitu 217,0 nm untuk Pb. Dinyalakan kompresor udara (power), kemudian kran gas udara dari kompresor dan gas asetilen dibuka. Jika tekanan gas-gas cukup, maka Pressure Warning Lights akan padam dan ini menunjukkan siap untuk dinyalakan.

5.

6.

Setelah blower dinyalakan, tekanan gas asetilen diatur. Tekanan gas asetilen yang digunakan adalah 0.5 kg/cm2, sedangkan laju alir gas yang digunakan adalah 4 L/menit.

7.

Diukur absorbansi sampel larutan standar/kerja. Dari hasil pengukuran akan terbaca pada monitor dan membentuk suatu kurva yang tampak pada monitor, dan disebut sebagai kurva kalibrasi. Analisis Pb dilakukan secara bergantian sesuai dengan parameter yang diukur terlebih dahulu..

8.

Diukur absorbansi larutan analisis sampel logam Pb dari air laut. Setelah lampu katoda padam, maka akan menunjukkan status nilai absorban (a) yang tampak pada kurva kalibrasi.

9.

Dari hasil pembacaan SSA, nilai absorbansi akan meningkat pada konsentrasi larutan standar yang kadarnya juga meningkat, sehingga jika dihubungkan akan membentuk grafik dengan persamaan garis lurus. Persamaan garis antara kadar zat dengan absorbansi adalah persamaan garis lurus dengan koefisien arah positif, yaitu : Y = a + bX, dimana nilai a dan b akan tampak pada grafik persamaan garis lurus dari hasil pembacaan absorbansi larutan standar. Nilai X merupakan nilai absorbansi sampel yang didapatkan dari hasil pembacaan SSA, sedangkan Y adalah konsentrasi akhir dari logam berat pada sampel setelah memasukkan nilai absorbansi sampel ke dalam persamaan tersebut di atas.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Timbal adalah sebuah unsur yang biasanya ditemukan di dalam batu - batuan, tanah, tumbuhan dan hewan. Timbal 95% bersifat anorganik dan pada umumnya dalam bentuk garam anorganik yang umumnya kurang larut dalam air. Selebihnya berbentuk timbal organik. Timbal organik ditemukan dalam bentuk senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) dan Tetra Methyl Lead (TML). Jenis senyawa ini hampir tidak larut dalam air, namun dapat dengan mudah larut dalam

pelarut organik misalnya dalam lipid. Waktu keberadaan timbal dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti arus angin dan curah hujan. Timbal tidak mengalami penguapan namun dapat ditemukan di udara sebagai partikel. Karena timbal merupakan sebuah unsur maka tidak mengalami degradasi (penguraian) dan tidak dapat dihancurkan. Jalur masuknya timbal ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan (respirasi), juga melalui saluran pencernaan (gastrointestinal), kemudian didistribusikan ke dalam darah, dan terikat pada sel darah. Sebagian Pb disimpan dalam jaringan lunak dan tulang, sebagian diekskresikan lewat kulit, ginjal dan usus besar. Tingkat konsentrasi logam berat dalam air biasanya dibedakan menurut tingkat pencemarannya yaitu polusi berat, polusi sedang dan nonpolusi. Tujuan utama untuk mengetahui konsentrasi logam dalam lingkungan perairan ialah untuk mengetahui konsentrasi logam yang tinnggi dalam air dan sedimen yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk memonitor kualitas air yang mungkin digunakan sebagai irigasi ataupun air minum, yang akhirnya berakibat buruk bagi orang yang mengkonsumsinya. (Darmono,2001). Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia, utamanya bagi anak-anak. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif, kemampuan belajar, memendekkan tinggi badan, penurunan fungsi pendengaran, mempengaruhi perilaku dan intelejensia, merusak fungsi organ tubuh, seperti ginjal, sistem syaraf, dan reproduksi, meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. Adanya timbal dalam air dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan adalah Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).

DAFTAR PUSTAKA Palar , Heryando. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. 2008. Jakarta : Rineka Cipta. Ahmad, Umar Fahmi. Dasar Dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. 2011. Jakarta : Rajawali Pers. Pabir , Heryando. Pencernaan dan Toksiklogi Logam Berat.2008. PenerbitRineka Cipta: jakarta