Anda di halaman 1dari 4

PERTELAAN

I.

KLASIFIKASI Divisi Class Ordo Famili Genus Species

: : : : : :

Spermatophyta Magnoliopsida Malvales Malvaceae Sida Sida rhombifolia Linn

II. NAMA LOKAL Guri, Sidaguri, Saliguri (Sumatera); Sadagori, Sidaguri, Otok-otok, Taghuri, Sidagori (Jawa); Kahindu, Dikira (Nusa Tenggara); Hutu Gamo, Bitumu, Digo (Maluku).

III. DESKRIPSI JASAD 1. Perawakan(habitus) Perdu tegak dengan tinggi dapat mencapai 2 meter, memiliki warna tajuk coklat, dan memiliki bunga berwarna kuning. Merupakan tumbuhan biennial atau dua tahunan 2. Akar Sidaguri memiliki tipe akar tunggang, dengan bagian-bagian akar yaitu: leher akar, batang akar, cabang akar, dan serabut akar. Akarnya tidak mengalami metamorfosis dan tidak beraroma. 3. Batang Batang pokok sidaguri bertipe simpodial, yaitu batang yang pertumbuhannya didominasi oleh kuncup lateral. Kuncup ujung pertumbuhannya lambat atau tereduksi sehingga kuncup lateral tampak lebih dominan, akan tetapi kuncup ujung masih tetap ada dan eksis, dengan arah tumbuh batang pokoknya tegak. Sidaguri memiliki percabangan dengan cabang batang yang ekuivalen dan terdapat dua cabang pengganti kuncup ujung, berdasarkan pola percabangan ini, sidaguri dikategorikan sebagai tumbuhan dengan mode percabang Leeuwenberg. Jumlah cabang perbuku pada batang sidaguri dua sampai cabang, dengan tipe pertumbuhan batang dan cabangnya adalah ritmik, dan arah pertumbuhan cabangnya bertipe patens (condong ke atas), yaitu cabang batang membentuk sudut 450 terhadap batang pokok, dan berwarna coklat serta halus, tidak pecah-pecah. Sidaguri memiliki getah berwarna putih dan memiliki alat tambahan yaitu lapisan lilin, yang digunakan untuk mengurangi penguapan, menyesuaikan dengan tempat hidupnya, tetapi tidak memiliki bentuk metamorfosis. 4. Daun

Tata letak daun sidaguri pada batang berseling(disticha), yaitu jika pada buku batang ditumbuhi satu daun, posisi daun di 2 sisi batang dengan daun tunggal. Memiliki pengikut daun bertipe daun penumpu bebas (liberae) yaitu, dua daun penumpu di kanan dan kiri pangkal tangkai daun. Daun pada sidaguri bukan merupakan daun lengkap, tipe daun bertangkai yaitu terdiri dari helaian daun dan tangkai daun, tanpa upih daun. Tangkai daun berwarna hijau dengan ukuran 1 mm, dan berbentuk bulat, sementara helaian daun sidaguri memiliki bentuk memnajang dengan warna helaiannya berbeda antara bagian atas dengan bagian bawah. Permukaan helaian bagian atas berwarna hijau, sedangkan permukaan helaian bagian bawah berwarna hijau pucat. Ujung daun sidaguri berbentuk meruncing (acuminate), bentuk sudutnya bersudut runcing tetapi dua sisinya membelik, bersudut lancip. Pangkal daun sidaguri juga memliki bentuk meruncing (attenuate). Berdasarkan besar sudut tonjolan (angulus) dan sudut torehan (sinus) tepi daun sidaguri memiliki tipe bergerigi (serrate) yaitu apabila sinus bersudut runcing dan angulus bersudut runcing. Berdasarkan susunan tulang cabang, tipe pertulangan daun sidaguri adalah menyirip (penninerve) yaitu tulang cabang tersusun seperti sirp ikan. Daun sidaguri memiliki tambahan sisik pada helaiannya, jika diraba terasa kasar dan tidak mengalami metamorfosis. 5. Bunga Sidaguri merupakan bunga lengkap (complete flower) karena memilik daun mahkota (petaloid) dan daun kelopak (sepaloid). Sidaguri hanya berbunga sebentar, pada tengah hari (pukul 12 siang) dan layu pada sore hari. Posisi bunganya terminal, yaitu berada pada ujung batang, pada tiap individu berjumlah tiga sampai lima bunga dan merupan bunga tunggal. Bunga sidaguri berbentuk rata di aksisnya dan berwarna kuning atau jingga dengan ukuran 1,5 cm, tidak memiliki daun pelindung (brachtea). Jumlah daun kelopaknya (sepal) lima buah dengan ujung runcing berwarna hijau berukuran 0,5 cm x 1 cm bertipe terbuka (aperta) yaitu tidak saling bersinggungan antara helaian daun kelopak. Daun mahkota berjumlah lima, menyerupai genta pada bagian luarnya terdapat kelenjar, berwarna kuning atau jingga dengan ukuran 1x0,8 cm bertipe terbuka (aperta) yaitu antar daun mahkota tidak saling bertumpu. Dalam satu bunga, sidaguri memiliki putik (pistillum) dan benang sari (stamen)dan masing-masing memiliki karakteristik. Benang sari (stamen) sidaguri berukuran antara 0,1 cm sampai 0,3 cm, tangkai sari (filamen) berwarna oranye berbentuk bulat, sedangkan kepala sari (anthera) berwarna kuning dan berbentuk bulat bulat. Stamen menyatu membentuk seperti tugu (androginofor). Sedangkan putik memiliki bakal buah dengan banyak ruang, yaitu 5 ruang, dengan tangkai putik berbentuk bulat dengan warna jingga, sementara kepala putik berwarna kuning dengan bentuk bulat 6. Buah Tipe buah sidaguri adalah buah sejati tunggal kering dengan satu biji, memiliki delapan sampai sepuluh kendaga dengan diameter 6 mm-7 mm, terdapat kulit luar dan kulit dalam, denga daun buah berjumlah lima sampai tujuh. 7. Biji

a. plasentasi biji b. biji: tidak ada tambahan rambut pada biji,berbentuk seperti ginjal dan berwarna hitam kecoklatan

IV. INFORMASI TAMBAHAN 1. Asal usul: 2. Wilayah agihan geografi: di segala tempat di daerah tropis, sampai ketinggian 1450dpl 3. Data ekologi: hidup di daerah tropis, suhu tinggi dan kelembaban tinggi. 4. Keragaman yang terdeteksi: 5. Informasi fitokimia: alkoloid, calsium oksalat, tanin, saponin, phenol, asam amino, minyak
terbang. Zat phlegmatic untuk expectorant dan lubricant.

6. Perbanyakan: dapat menggunakan biji maupun stek batang 7. Manfaat tradisional dan modern: akar dan kulitnya untuk tali, dan daun serta bunganya untuk obat. 8. Nilai keunggulan: dapat diolah menjadi obat herbal.
1. Perut mulas : Akar dan jahe dikunyah dan ditelan airnya. 2. Rhematik : Seluruh tumbuhan termasuk akar sebanyak 60 gr kering, digodok dan diminum. 3. Asam urat tinggi : Lima batang akar, cuci, potong kecil dan rebus dengan 2 gls air sampai mendidih, tuang kegelas berikut akar dan tutup semalaman, esoknya diminum sebelum sarapan. rebus sekali lagi untuk sorenya. 4. Cacing Kremi : Daun 1/5 genggam dicuci dan digiling halus, tambah 3/4 cangkir air matang dan sedikit garam, peras dan minum 2x sehari. 5. Sakit gigi : Akar dikunyah. 6. Sengatan lebah : Bunga dilumatkan dan tempel. 7. Asma : Akar 60 gr ditambah 30 gr gula pasir, godok dan airnya diminum.

9. Masa panen: bukan tanaman budidaya, tanaman biennial, dapat bertahan 2 tahunan

V. ILUSTRASI JASAD

VI. DAFTAR PUSTAKA http://tanamanherbal.wordpress.com/2007/12/16/sidaguri/ access 13may 2010-05-13 http://id.wikipedia.org/wiki/Sidaguri http://indopedia.gunadarma.ac.id/content/133/4918/id/sidaguri.html http://calonfarmasistgelo.blogspot.com/ http://mgitapurnama.dagdigdug.com/files/2009/09/sidaguri160-150x150.jpg http://suratmanbiologiuns.wordpress.com/2008/05/12/mengenal-lebih-dekat-sukuwaru-waruan-malvaceae/ http://suratmanbiologiuns.wordpress.com/2008/05/12/mengenal-lebih-dekat-sukuwaru-waruan-malvaceae/