P. 1
Pengukuran Waktu Langsung (Jam Henti)Ok [Compatibility Mode]

Pengukuran Waktu Langsung (Jam Henti)Ok [Compatibility Mode]

|Views: 406|Likes:
Dipublikasikan oleh Feni Akbar Rini

More info:

Published by: Feni Akbar Rini on Jan 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

Pengu k u r a n Ja m H ent i

Anal i si s Pengukuran Ker j a
Ade Sr i M ar i awat i
Tekni k pengukur an wakt u ker j a
Secar a l angsung
Pengukuran wakt u dengan j am hent i (st op w at ch t i me st udy)
Sampl i ng peker j aan (w or k sampl i ng)
Secar a t i dak l angsung
Dat a wakt u baku
Dat a wakt u ger akan, t er di r i dar i :
Wor k Fact or (WF) Syst em
M ot i on Ti me M easur ement (M TM Syst em)
M aynar d Oper at i on Sequence Ti me (M OST Syst em), dl l .
M enggunakan jam hent i
( St opw at ch Time St udy)
Sampling kerja ( Work Sampling)
Pengukuran Pengukuran Waktu Waktu Kerja Kerja
Secara Secara Langsung Langsung
PENGUKURAN WAKTU BAKU SECARA LANGSUNG
(JAM HENTI/ STOP WATCH TIM E STUDY)
• Karakt er i st i k si st em ker j a yang sesuai :
–Jeni s akt i f i t as peker j aan ber si f at homogen.
–Akt i f i t as di l akukan secara ber ul ang-ul ang
dan sej eni s.
–Ter dapat out put yang r i i l , ber upa pr oduk
yang dapat di nyat akan secara kuant i t at i f.
–Pengukuran di l akukan secara l angsung.
–M enggunakan st opwat ch.
Karakt erist ik sist em kerja yang
sesuai…
• El emen kegi at an dar i suat u akt i vi t as dapat
di ket ahui ur ut annya dengan past i
• Wakt u penyel esai annya r el at i f cepat
• Sangat r el evan di gunakan unt uk mengukur
t enaga ker j a l angsung (bl ue col l ar )
• Bi sa di l aksanakan secar a kont i nu at au t er put us-
put us
• Cara kont i nu di l akukan t anpa menghent i kan j am
hent i sel ama pengukur an ber l angsung
• Cara t er put us-put us, j am hent i di hent i kan set i ap
pengukur an sat u si kl us el emen kegi at an.
Pr osedur unt uk mel akukan pengukuran wakt u
(1)
a) Langkah Pendahuluan
• M enet apkan t uj uan pengukuran
• M el akukan penel i t i an pendahul uan
– cek met oda, equi pment , qual i t y, kondi si ker j a
– M enghi l angkan yang t i dak ef i si en
– M el akukan st andar i sasi
• Cat at i nf or masi : operasi , operat or, pr oduct
met hod, equi pment , qual i t y, kondi si ker j a
Prosedur unt uk melakukan pengukuran w akt u
(2)
• Pemi l i han Operat or
• Pi sahkan peker j aan menj adi el emen-el emen
peker j aan
• Kumpul kan dat a, wakt u dan f akt or penyesuai an
operat or, dan f akt or kel onggaran
• Penguj i an dat a
b) Langkah Pelaksanaan, yai t u:
– M engukur dan mencat at wakt u pengamat an
set i ap el emen kegi at an dengan cara kont i nu
at au t er put us-put us, dengan j uml ah
pengul angan t er t ent u (sembar ang sebagai
pendahul uan)
– M el akukan penguj i an keser agaman dat a
– M el akukan penguj i an kecukupan dat a
c) Langkah Pengolahan Dat a set elah
Pengukuran dan Pengujian
– Per hi t ungan wakt u si kl us (Ws)
– Penent uan f akt or penyesuai an (p)
– Per hi t ungan wakt u nor mal (Wn)
– Penent uan f akt or kel onggaran (L)
– Per hi t ungan wakt u baku (Wb)
1. PENETAPAN TUJUAN PENGUKURAN :
Dalam pengukuran w akt u, hal – hal pent ing yang harus diket ahui
dan
dit et apkan adalah unt uk apa,
berapa t ingkat ket elit ian dan t ingkat keyakinan.
2. M ELAKUKAN PENELI TI AN PENDAHULUAN :
Wakt u kerja yang didapat dari kondisi kerja yang baik.
A. M empelajari kondisi kerja dan cara kerja,
kemudian memperbaikinya.
B. M erancang kondisi dan cara kerja yang baik yang baru
C. M embakukan secara t ert ulis sist em kerja yang t elah
dianggap baik.
3. M EM I LI H OPERATOR
Syarat – syarat t ersebut adalah berkema mpua n norma l da n
da pa t dia ja k bekerja sa ma .
Gambar Dist ribusi kemampuan Pekerja
4. M ELATI H OPERATOR
Hal ini t erjadi jika pada saat penelit ia n penda hulua n
kondisi kerja at au cara kerja sesudah mengalami perubahan.
olo
6. M ENGURAI PEKERJAAN ATAS ELEM EN-ELEM EN PEKERJAAN
Wakt u siklus adalah w akt u penyelesain sat u sat uan produk sejak
bahan baku mulai diproses dit empat kerja yang bersangkut an.
Gambar Komponen sebuah Ballpen
Pedoman penguraian pekerjaan at as elemen2nya, yait u :
1. Sesuai dengan ket elit ian yang diinginkan.
2. Elemen-elemen pekerjaan hendaknya berupa sat u at au
beberapa elemen gerakan.
3. Jangan sampai ada elemen yang t ert inggal.
4. Elemen yang sat u hendaknya di pisahkan dari elemen yang lain
secara jelas.
1. meperjela s ca t a t a n t ent a ng ca ra kerja ya ng diba kuka n.
2. memungkinkan melakukan penyesua in ba gi set ia p elemen,
karena ket rampilan bekerjanya operat or belum t ent u sama unt uk
semua bagian dari gerakan – gerakan kerjanya.
3. melakukan pembagian pekerjaan menjadi elemen – elemen pekerjaan
adalah unt uk memuda hka n menga ma t i t erja dinya elemen ya ng
t ida k ba ku yang mungkin saja dilakukan pekerja.
4. memungkinkan di kembamgkannya Da t a w a kt u st a nda rt .
Dengan lain perkat aan yang di ukur w akt unya adalah siklusnya.
Pengukuran demikian disebut pengukura n keseluruha n
ALASAN :
7 M ENYI APKAN ALAT-ALAT PENGUKURAN :
Gambar Jam Hent i Biasa Gambar Jam Hent i Ber j ar um Dua
Jam hent i biasa harganya t ermurah dibandingkan yang lain t et api
hanya dapat digunakan unt uk melakukan pengukura n keseluruha n,
yang t idak memperhat ikan elemen-elemen pekerjaan.
Yang berjarum dua dapat mengat asi hal ini, art inya dapat mengukur
sampai ke elemen-elemennya.
8. M ELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU :
a. pengukura n penda hulua n.
Tujuan : unt uk menget ahui berapa kal pengukuran harus dilakukan
unt uk t ingkat -t ingkat ket elit ian dan keyakinan yang diinginkan.
Pengukura n penda hulua n t a ha p pert a ma , :
A. pengukura n penda hulua n t a ha p kedua .
B. menguji “kesera ga ma n” dat a,
C. menghit ung jumla h pengukura n ya ng diperluka n,
b. TI NGKAT KETELI TI AN DAN TI NGKAT KEYAKI NAN:
Tingka t ket elit ia n menunjukkan penyimpangan maksimum
hasil pengukuran dari w akt u penyelesaian sebenarnya. ( i)
TI ngkat keyakinan menunjukkan besarnya keyakinan
pengukur bahw a hasil yang diperoleh memenuhi syarat ket elit ian t adi( z)
c. PENGUJI AN KESERAGAM AN DATA :
Seragam, yait u berasal dari sist em sebab yang sama,
bila berada diant ara kedua bat as kont rol.
Subgroup karena berasal dari syst em sebab yang berbeda.
harus “dibuang”
PENGUJIAN
KESERAGAM AN DATA
(Pada Pengukuran dengan Jam Hent i )
• Di l akukan unt uk menget ahui :
–Homogeni t as dat a
–Sumber dat a dar i popul asi yang sama
–Dat a yang t ak per l u di ser t akan dal am
per hi t ungan (dat a ekst r i m)
LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN KESERAGAM AN
DATA
• Hi t ung rat a-rat a dat a:
• Hi t ung Bat as Kont r ol At as dan Bat as Kont r ol
Bawah:
• Hasi l pengukuran di pl ot dal am graf i k unt uk
memudahkan pengamat an.
N
X
X
N
i
i ¿
=
=
1
x
z X A B  . . + =
x
z X B B  . . ÷ =
( )
30 ;
2
>
÷ ¿
= = N
N
X X
SD
I
x

( )
30 ;
1
2
s
÷
÷ ¿
= = N
N
X X
SD
I
x

CONTOH PETA KONTROL UNTUK M ENGUJI
KESERAGAM AN DATA:
Dat a Ekst r i m
B.A (Bat as At as)
B.B (Bat as Baw ah)
No. Pengamat an/ Per i ode
X
X
1 2 3 4 5
Dat a 1 – 3 – 4 – 5 Dat a Homogen / kej adi an yang waj ar.
Dat a 2 Dat a Ekst rim, sehi ngga t i dak per l u di gunakan.
Dat a yang di pakai : 5 – 1 = 4
FAKTOR PENYEBAB DATA DI
LUAR BATAS KONTROL:
• Wakt u pengukuran yang ber beda
• Kondi si l i ngkungan yang ber beda
• Peral at an yang di gunakan ber beda
• Kondi si manusi a yang ber beda
• Rumus umumnya adal ah :
– N' = j uml ah pengamat an yang sehar usnya di amat i
– N = pengamat an pendahul uan (sembarang)
– Ji ka: N' < N pengamat an cukup
N' > N per l u t ambahan dat a sej uml ah N’ – N
– z = t i ngkat keper cayaan I = t i ngkat ket el i t i an
z = 68% z = 1 I= 5% i = 0,05
z = 95% z = 2 I = 10% Si = 0,1
z = 99% z = 3 dst …
PENGUJIAN
KECUKUPAN DATA
(Pada Pengukur an dengan Jam Hent i )
2
1
2
1 1
2
) ( ) (
'
|
|
|
|
|
.
|

\
|
÷
=
¿
¿ ¿
÷
÷ ÷
N
i
i
N
i
i
N
i
i
X
X X N
I
z
N
Penguj i an kecukupan dat a
di pengar uhi ol eh besar nya:
• Tingkat ket elit ian, yai t u penyi mpangan
maksi mum yang di i ngi nkan dar i hasi l
pengukuran t er hadap ni l ai yang sebenar nya.
• Tingkat kepercayaan, yai t u besar nya
keyaki nan/ besar nya pr obabi l i t as bahwa dat a
yang ki t a dapat kan t er l et ak dal am t i ngkat
ket el i t i an yang t el ah di t ent ukan.
Langkah-l angkah :
• Hi t ung har ga r at a-r at a dar i har ga r at a-r at a subgr up
• Hi t ung st andar devi asi sebenar nya dar i wakt u
penyel esai an
• Hi t ung st andar d devi asi dar i di st r i busi har ga r at a-r at a
sub gr up
• Tent ukan BKA dan BKB
• M enent ukan banyaknya pengukur an yang di per l ukan
• M enent ukan wakt u si kl us r at a-r at a
• M enent ukan wakt u nor mal
• M enent ukan wakt u baku
CONTOH :
Pengukur an pendahul uan t ahap per t ama :
Pengukuran ke
1 2 3 4 5 6 7 8
Waktu 14 10 12 15 17 18 15 16
Pengukuran ke 9 10 11 12 13 14 15 16
Waktu 11 9 14 16 10 18 14 15
Harga rat a – rat anya :
Sub group ke
Waktu penyelesaian
Berturut – turut
Harga rata – rata
1
2
3
4
14 10 12 15
17 18 15 16
11 9 14 16
10 18 14 15
12,75
16,50
12,50
14,25
Jumlah : 56,00
Hi t ung har ga rat a – rat a dar i har ga rat a – rat a subgr oup dengan :
X = Σ X
i
k
di mana : X
i
adal ah har ga rat a – rat a dar i subgr oup ke – i
k adal ah banyaknya subgr oup yang t er bent uk
Hit ung st andar deviasi sebenarnya dari w akt u penyelesaian dengan :
Σ ( X j - X )
2
σ = N – l
di mana :
N adal ah j uml ah pengamat an pendahul uan yang t el ah di l akukan.
Xj adal ah wakt u penyel esai an yang t eramat i sel ama pengukuran
pendahul uan yang t el ah di l akukan.
Hi t ung st andar d devi asi dar i di st r i busi har ga rat a – rat a sub gr oups:
σ _ = σ √ n
x
Bat as kont r ol at as dan bat as cont r ol bawah ( BKA dan BKS ) dengan :
BKA = X + z σ_
x
BKB = X – z σ_
X
Cont oh :
For mul a unt uk menent ukan j uml ah obser vasi (dat a) yang di but uhkan dengan t i ngkat ket el i t i an
5% dan t i ngkat keyaki nan 95%.
x
z X i  =
( )
'
2 2
1
2 05 . 0
N
X X N
N
N
X
¿ ÷ ¿
=
¿
( )
2
2 2
'
40
|
|
.
|

\
|
¿
¿ ÷ ¿
=
X
X X N
N
( )
'
2 2
1
N
X X N
N
z
N
X
i
¿ ÷ ¿
=
¿
Rumus unt uk t ingkat ket elit ian 5 % dan t ingkat keyakinan 95 %.
Di mana N adal ah j uml ah pengamat an yang t el ah di l akukan.
N= 40 N Σ X j
2
— ( Σ X j )
2
Σ X j

2
N= 20 N Σ X j
2
— ( Σ X j )
Σ X j

2
Rumus unt uk t ingkat ket elit ian 10 % dan t ingkat keyakinan 90 %.
d. Jumlah pengukuran yang diperlukan.
e. M ELAKUKAN PENGHI TUNGAN WAKTU SI KLUS :
CT = Σ X
i
N
Dimana X i dan N menunjukkan art i yang sama dengan
yang t elah dibahas sebelumnya.
PERHITUNGAN WAKTU BAKU
Cont oh 2 :
• Seor ang penel i t i mengamat i sebuah peker j aan
dengan dat a sebagai ber i kut :
a. Hi t ung si kl us
b. Hi t ung Wakt u Nor mal
c. Hi t ung Wakt u Baku
2.21 1.51 2.1
2.1 2.29 2.07
2.02 2.03 2.15
1.56 1.57 2.15
Penyel esai an :
• M enent ukan rat a-rat a
subgr oup
• M enent ukan St andar
Devi asi
K N Rat a-rat a
1 2.21 1.51 2.1 1.94
2 2.1 2.29 2.07 2.15
3 2.02 2.03 2.15 2.07
4 1.56 1.57 2.15 1.76
Juml ah 7.92
di kuadrat kan
• St andar devi asi subgr oup
• Di mana n adal ah besar subgr oup
• Bat as Kont r ol At as (BKA) & BKB
Test Kecukupan Dat a
• N’ >N ( j uml ah dat a bel um cukup)
(not e : di asumsi kan t el ah cukup)
Wakt u Si kl us & Wakt u Nor mal
= 23.76 / 12 = 1.98
Wakt u Nor mal
Per f or mance = 70
Dengan car a shumar d maka :
P= 70/ 60 = 1.17
WN = Ws x P = 1.98 x 1.17 = 2.32 meni t
Wakt u Baku
• Al l owance :
- t enaga yang di kel uar kan 6%
- si kap ker j a 1%
- gerakan ker j a 0%
- kel el ahan mat a 8%
- Keadaan t emperat ur 1%
- Keadaan at mosf er 0%
- keadaan l i ngkungan 2 %
Tot al 18%
Wakt u Baku = Wakt u Nor mal + (Wakt u Nor mal x Kel onggaran )
= 2.32 + (2.32 x 0.18)
= 2.74

Teknik pengukuran waktu kerja Secara langsung
Pengukuran waktu dengan jam henti (stop watch time study)

Sampling pekerjaan (work sampling) Secara tidak langsung Data waktu baku Data waktu gerakan, terdiri dari : Work Factor (WF) System Motion Time Measurement (MTM System) Maynard Operation Sequence Time (MOST System), dll.

Pengukuran Waktu Kerja Secara Langsung Menggunakan jam henti (Stopwatch Time Study)

Sampling kerja (Work Sampling)

. – Menggunakan stopwatch. berupa produk yang dapat dinyatakan secara kuantitatif. – Terdapat output yang riil.PENGUKURAN WAKTU BAKU SECARA LANGSUNG (JAM HENTI/STOP WATCH TIME STUDY) • Karakteristik sistem kerja yang sesuai : – Jenis aktifitas pekerjaan bersifat homogen. – Aktifitas dilakukan secara berulang-ulang dan sejenis. – Pengukuran dilakukan secara langsung.

Karakteristik sistem kerja yang sesuai… • Elemen kegiatan dari suatu aktivitas dapat diketahui urutannya dengan pasti • Waktu penyelesaiannya relatif cepat • Sangat relevan digunakan untuk mengukur tenaga kerja langsung (blue collar) • Bisa dilaksanakan secara kontinu atau terputusputus • Cara kontinu dilakukan tanpa menghentikan jam henti selama pengukuran berlangsung • Cara terputus-putus. . jam henti dihentikan setiap pengukuran satu siklus elemen kegiatan.

equipment. quality. quality. operator.Prosedur untuk melakukan pengukuran waktu (1) a) Langkah Pendahuluan • Menetapkan tujuan pengukuran • Melakukan penelitian pendahuluan – cek metoda. kondisi kerja – Menghilangkan yang tidak efisien – Melakukan standarisasi • Catat informasi : operasi. product method. equipment. kondisi kerja .

waktu dan faktor penyesuaian operator.Prosedur untuk melakukan pengukuran waktu (2) • Pemilihan Operator • Pisahkan pekerjaan menjadi elemen-elemen pekerjaan • Kumpulkan data. dan faktor kelonggaran • Pengujian data .

b) Langkah Pelaksanaan. yaitu: – Mengukur dan mencatat waktu pengamatan setiap elemen kegiatan dengan cara kontinu atau terputus-putus. dengan jumlah pengulangan tertentu (sembarang sebagai pendahuluan) – Melakukan pengujian keseragaman data – Melakukan pengujian kecukupan data .

c) Langkah Pengolahan Data setelah Pengukuran dan Pengujian – – – – – Perhitungan waktu siklus (Ws) Penentuan faktor penyesuaian (p) Perhitungan waktu normal (Wn) Penentuan faktor kelonggaran (L) Perhitungan waktu baku (Wb) .

hal – hal penting yang harus diketahui dan ditetapkan adalah untuk apa. berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan.PENETAPAN TUJUAN PENGUKURAN : Dalam pengukuran waktu.1. .

. Membakukan secara tertulis sistem kerja yang telah dianggap baik. Merancang kondisi dan cara kerja yang baik yang baru C. kemudian memperbaikinya.MELAKUKAN PENELITIAN PENDAHULUAN : Waktu kerja yang didapat dari kondisi kerja yang baik. B.2. A. Mempelajari kondisi kerja dan cara kerja.

Gambar Distribusi kemampuan Pekerja . MEMILIH OPERATOR Syarat – syarat tersebut adalah berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama.3.

olo . MELATIH OPERATOR Hal ini terjadi jika pada saat penelitian pendahuluan kondisi kerja atau cara kerja sesudah mengalami perubahan.4.

6. MENGURAI PEKERJAAN ATAS ELEMEN-ELEMEN PEKERJAAN Waktu siklus adalah waktu penyelesain satu satuan produk sejak bahan baku mulai diproses ditempat kerja yang bersangkutan. Gambar Komponen sebuah Ballpen .

3. meperjelas catatan tentang cara kerja yang dibakukan. ALASAN : 1. 4. Elemen-elemen pekerjaan hendaknya berupa satu atau beberapa elemen gerakan. 2. Dengan lain perkataan yang di ukur waktunya adalah siklusnya. karena ketrampilan bekerjanya operator belum tentu sama untuk semua bagian dari gerakan – gerakan kerjanya.melakukan pembagian pekerjaan menjadi elemen – elemen pekerjaan adalah untuk memudahkan mengamati terjadinya elemen yang tidak baku yang mungkin saja dilakukan pekerja. yaitu : 1. Pengukuran demikian disebut pengukuran keseluruhan . Elemen yang satu hendaknya di pisahkan dari elemen yang lain secara jelas. Sesuai dengan ketelitian yang diinginkan. 2. memungkinkan melakukan penyesuain bagi setiap elemen.Pedoman penguraian pekerjaan atas elemen2nya. 4. memungkinkan di kembamgkannya Data waktu standart. Jangan sampai ada elemen yang tertinggal. 3.

7 MENYIAPKAN ALAT-ALAT PENGUKURAN : Gambar Jam Henti Biasa Gambar Jam Henti Berjarum Dua Jam henti biasa harganya termurah dibandingkan yang lain tetapi hanya dapat digunakan untuk melakukan pengukuran keseluruhan. . artinya dapat mengukur sampai ke elemen-elemennya. yang tidak memperhatikan elemen-elemen pekerjaan. Yang berjarum dua dapat mengatasi hal ini.

MELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU : a. menguji “keseragaman” data. : A. Pengukuran pendahuluan tahap pertama. . C. Tujuan : untuk mengetahui berapa kal pengukuran harus dilakukan untuk tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. menghitung jumlah pengukuran yang diperlukan. pengukuran pendahuluan.8. pengukuran pendahuluan tahap kedua. B.

PENGUJIAN KESERAGAMAN DATA : Seragam. TINGKAT KETELITIAN DAN TINGKAT KEYAKINAN: Tingkat ketelitian menunjukkan penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya. harus “dibuang” . yaitu berasal dari sistem sebab yang sama. (i) TIngkat keyakinan menunjukkan besarnya keyakinan pengukur bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi(z) c. bila berada diantara kedua batas kontrol. Subgroup karena berasal dari system sebab yang berbeda.b.

PENGUJIAN KESERAGAMAN DATA (Pada Pengukuran dengan Jam Henti) • Dilakukan untuk mengetahui : – Homogenitas data – Sumber data dari populasi yang sama – Data yang tak perlu disertakan dalam perhitungan (data ekstrim) .

 x  x  SD   XI  X N  XI  X N 1   2 . N  30 B.B  X  z.A  X  z. . N  30 • Hasil pengukuran di plot dalam grafik untuk memudahkan pengamatan. x  x  SD    2 .LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN KESERAGAMAN DATA N • Hitung rata-rata data: X X  i 1 i N • Hitung Batas Kontrol Atas dan Batas Kontrol Bawah: B.

B (Batas Bawah) 1 2 3 4 5 No. sehingga tidak perlu digunakan. Pengamatan/Periode Data 1 – 3 – 4 – 5 Data Homogen / kejadian yang wajar.CONTOH PETA KONTROL UNTUK MENGUJI KESERAGAMAN DATA: Data Ekstrim B. Data yang dipakai : 5 – 1 = 4 .A (Batas Atas) X X B. Data 2 Data Ekstrim.

FAKTOR PENYEBAB DATA DI LUAR BATAS KONTROL: • • • • Waktu pengukuran yang berbeda Kondisi lingkungan yang berbeda Peralatan yang digunakan berbeda Kondisi manusia yang berbeda .

05 z = 95% z=2 I = 10% Si= 0.PENGUJIAN KECUKUPAN DATA (Pada Pengukuran dengan Jam Henti) • Rumus umumnya adalah : N N z  N ( X i2 )  ( X i ) 2 I i 1 i 1 N '  N   Xi  i 1         2 –  = jumlah pengamatan yang seharusnya diamati – N = pengamatan pendahuluan (sembarang) – Jika:  < N pengamatan cukup  > N perlu tambahan data sejumlah N’ – N – z = tingkat kepercayaan I = tingkat ketelitian z = 68% z=1 I= 5% i= 0.1 z = 99% z=3 dst … .

• Tingkat kepercayaan. yaitu besarnya keyakinan/ besarnya probabilitas bahwa data yang kita dapatkan terletak dalam tingkat ketelitian yang telah ditentukan.Pengujian kecukupan data dipengaruhi oleh besarnya: • Tingkat ketelitian. . yaitu penyimpangan maksimum yang diinginkan dari hasil pengukuran terhadap nilai yang sebenarnya.

Langkah-langkah : • Hitung harga rata-rata dari harga rata-rata subgrup • Hitung standar deviasi sebenarnya dari waktu penyelesaian • Hitung standard deviasi dari distribusi harga rata-rata sub grup • Tentukan BKA dan BKB • Menentukan banyaknya pengukuran yang diperlukan • Menentukan waktu siklus rata-rata • Menentukan waktu normal • Menentukan waktu baku .

CONTOH : Pengukuran pendahuluan tahap pertama : 1 Pengukuran ke Waktu 14 10 12 15 17 18 15 16 2 3 4 5 6 7 8 Pengukuran ke Waktu 9 11 10 9 11 14 12 16 13 10 14 18 15 14 16 15 .

25 56.Harga rata – ratanya : Waktu penyelesaian Berturut – turut Sub group ke 1 2 3 4 14 17 11 10 10 18 9 18 12 15 14 14 15 16 16 15 12.50 14.50 12.00 Harga rata – rata Jumlah : Hitung harga rata – rata dari harga rata – rata subgroup dengan : X = Σ Xi k dimana : Xi adalah harga rata – rata dari subgroup ke – i k adalah banyaknya subgroup yang terbentuk .75 16.

Hitung standard deviasi dari distribusi harga rata – rata sub groups: σ_ = σ √ n x Batas kontrol atas dan batas control bawah ( BKA dan BKS ) dengan : BKA = X + z σ_ x BKB = X – z σ_ X .Hitung standar deviasi sebenarnya dari waktu penyelesaian dengan : Σ ( X j .X )2 σ= N–l di mana : N adalah jumlah pengamatan pendahuluan yang telah dilakukan. Xj adalah waktu penyelesaian yang teramati selama pengukuran pendahuluan yang telah dilakukan.

Contoh : Formula untuk menentukan jumlah observasi (data) yang dibutuhkan dengan tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95%. i X  z x 1 2 N  X 2   X  X i z N N N' 1 2 N  X 2   X  X 0.05 2 N N N'  40 N  X 2   X 2 ' N   X      2 .

Rumus untuk tingkat ketelitian 5 % dan tingkat keyakinan 95 %. 2 N= 20 N Σ Xj2— ( Σ Xj) √ Σ Xj Dimana N adalah jumlah pengamatan yang telah dilakukan. Jumlah pengukuran yang diperlukan. .d. N= 40 √ N Σ Xj2— ( Σ Xj)2 Σ Xj 2 Rumus untuk tingkat ketelitian 10 % dan tingkat keyakinan 90 %.

.e. MELAKUKAN PENGHITUNGAN WAKTU SIKLUS : CT = Σ Xi N Dimana X i dan N menunjukkan arti yang sama dengan yang telah dibahas sebelumnya.

PERHITUNGAN WAKTU BAKU .

15 .1 2.51 2.07 2.Contoh 2 : • Seorang peneliti mengamati sebuah pekerjaan dengan data sebagai berikut : a. Hitung siklus b.56 1.1 2.15 2.03 1.29 2. Hitung Waktu Baku 2.57 2.02 1. Hitung Waktu Normal c.21 2.

15 2.15 2.51 2.21 2.94 2.Penyelesaian : • Menentukan rata-rata subgroup K 1 2 3 4 2.29 2.03 1.76 7.57 2.15 Rata-rata 1.07 2.07 1.1 2.1 2.92 • Menentukan Standar Deviasi dikuadratkan .56 Jumlah N 1.02 1.

• Standar deviasi subgroup • Dimana n adalah besar subgroup • Batas Kontrol Atas (BKA) & BKB .

Test Kecukupan Data • N’>N ( jumlah data belum cukup) (note : diasumsikan telah cukup) .

32 menit .98 x 1.98 Waktu Normal Performance = 70 Dengan cara shumard maka : P= 70/60 = 1.76 /12 = 1.Waktu Siklus & Waktu Normal = 23.17 = 2.17 WN = Ws x P = 1.

Waktu Baku Allowance : .keadaan lingkungan 2% Total 18% Waktu Baku = Waktu Normal + (Waktu Normal x Kelonggaran ) = 2.Keadaan atmosfer 0% .74 • .32 + (2.sikap kerja 1% .18) = 2.32 x 0.Keadaan temperatur 1% .kelelahan mata 8% .tenaga yang dikeluarkan 6% .gerakan kerja 0% .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->