Laporan Kasus Individu

Anestesi Umum Pada Pasien Fraktur Tibia-Fibula Sinistra

Disusun oleh:

Rizka Hannifa 0708112163

Pembimbing: dr. Sutantri Edi Prabowo, Sp.An dr. Soni, Sp.An dr. Dino Irawan, Sp.An

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

STATUS PASIEN BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU Nama Coass NIM Nama Pasien Nomor RM Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Agama Suku Status Tanggal MRS Tanggal Operasi : Rizka Hannifa : 0708112163 : Tn. Marwira : 74 88 94 : 30 tahun : Laki-laki : Pegawai swasta : Pangkalan Kerinci : Islam : Melayu : Menikah : 25 Desember 2011 : 26 Desember 2011 .

penjahitan. lalu terlepas hingga pisaunya mengenai tungkai kiri pasien hingga mengeluarkan darah. pasien lalu dibawa ke RS Pangkalan Kerinci. Riwayat penyakit dahulu Riwayat hipertensi (-) Riwayat diabetes (-) Riwayat trauma (-) Riwayat alergi obat (-) Riwayat operasi sebelumnya Pasien belum pernah operasi sebelumnya Riwayat penyakit keluarga Riwayat hipertensi (-) Riwayat diabetes (-) Riwayat kelainan pembekuan darah (-) Status generalis . dan penutupan luka dengan kassa. lalu dirujuk ke RSUD AA.ANAMNESIS (Autoanamnesis) Keluhan utama : nyeri di tungkai kiri sejak 1 jam SMRS Riwayat penyakit sekarang : Sejak 1 jam SMRS pasien merasakan nyeri di tungkai kiri setelah terkena sabetan pisau mesin pemotong rumput yang sedang menyala. Perkiraan banyak darah yang keluar kira-kira 1 ember kecil. dilakukan pembersihan luka berupa siraman air infus.

gigi ompong (+)  sianosis (-) . pergerakan normal. deformitas (-). Mallampati 2 : jejas (-). GCS 15 : TD 120/80 mmHg HR 68 x/menit : 65 kg : 168 cm : BB/TB2 = 65/(1.limfe sebanyak 150 ml Pemeriksaan genitourinarius: terpasang DC ukuran 18. sclera tidak ikterik : gigi palsu (+)  dilepas sebelum operasi. : massa (-).6 oC RR 18x/menit Pemeriksaan kepala dan leher • • • • Mata Mulut Laring Mandibula tidak : konjunctiva tidak anemis. gerakan sendi temporomandibular terbatas • Leher : jejas (-).warna urin kuning jernih Status lokalis : cruris sinistra . gigi goyang (-).Keadaan umum Kesadaran Vital signs Berat badan Tinggi badan IMT : tampak sakit ringan : komposmentis. lesi (-).68)2 = 23 Kesan : gizi baik Suhu 36. pembesaran KGB (-) : paru dan jantung dalam batas normal : dalam batas normal : status lokalis : dalam batas normal Pemeriksaan thorax Pemeriksaan abdomen Pemeriksaan ekstremitas Pemeriksaan kel.

Rontgen cruris sinistra : # tibia-fibula 1/3 tengah Diagnosis Kerja Anestesi Status ASA Penatalaksanaan : Open # tibia fibula 1/3 tengah sinistra : General Anestesi – teknik ETT : ASA I : Debridement + repair A.tibialis sinistra : 6.5% Persiapan operasi .• Look tekan. pulsasi A. perdarahan aktif.000 gr/dl : 8. dorsalis pedis sinistra (-).Pasien dipuasakan 6-8 jam sebelum operasi .Akses intravena (18G) sudah terpasang dan infus mengalir dengan lancar . : tampak adanya luka terbuka di 1/3 tengah tungkai bawah kiri.Pasien tidak menggunakan perhiasaan maupun gigi palsu .900 gr/dl : 87. akral : ROM aktif dan pasif terbatas Pemeriksaan penunjang Darah Rutin (26 Desember 2011) Leukosit Trombosit Hb Ht Rontgen Rontgen thorax : kesan cor pulmo dalam batas normal.7 mg/dl : 25. dilakukan jahit situasi dan penutupan dengan balut • • Feel dingin Move : nyeri (+).

5. jika telah (-)  pasang face mask dan mulai ambu O2 3 L/menit. Notrixum 30 mg dan Ketorolac 60 mg. terlihat epiglotis. tangan kanan melakukan head tilt.7 sampai batas garis hitam pada ETT. sevoflurane 2 vol% dan N2O 3 L/menit. . Fentanyl 50 mg. 6. • Mempersiapkan Propofol 100 mg. pastikan ETT sudah masuk ke trakea dan cek suara napas kanan = kiri. pegang laringoskop dengan tangan kiri. telusuri lidah pasien sampai pangkal lidah. di belakang epiglotis tampak plica vokalis. dan Isoflurane • Mempersiapkan stetoskop. sirkuit anestesi. ambu O 2 3 L/menit. laringoskop (lampu menyala dan terang). Sevoflurane. dan suction. tensimeter. orofaringeal tube ukuran 8 cm. saturasi serta mengecek tabung O2. Premedikasi Induksi Anestesi – Akses IV: Memasukkan Pethidine 50 mg  Propofol 100 mg cek refleks bulu mata. fiksasi ETT dengan plester/tape. monitor. lalu isi balon ETT dengan 15 cc udara. N2O 3 L/menit dan Isoflurane 2 vol % (sambil tetap memompa sampai airway bagus)  Notrixum 30 mg setelah obat mulai bekerja + 3 menit. face mask. pompa balon. – Sambungkan ujung ETT dengan selang mesin anestesi. N2O. dan 7. lalu segera masukkan ETT no.Persiapan Alat dan Obat Anestesi Umum • Mempersiapkan mesin anestesi. ETT jenis non-kinking ukuran 6 . masukkan laringoskop dari sisi mulut bagian kanan geser ke kiri (dapat meminta bantu pada asisten untuk membuka mulut pasien dan melakukan chin lift). perhatikan pergerakan dada naik dan simetris  segera lakukan intubasi – Intubasi : Lepas face mask.

5 mg + sulfas atropin 0. Recovery – – Naloksan 10 mcg Neostigmin 0. pasien dipindahkan ke RR. isoflurane 2 vol% dan N2O 3 L/menit. Cari waktu yang tepat dan segera cabut ETT. nadi. tinggikan O2 sampai ± 8 L/menit Mengempiskan balon.Maintenance • • • Inhalasi: O2 3 L/menit. pastikan bahwa pasien sudah bangun (biasanya pasien akan mulai batuk-batuk). Traneksamat 500 mg Ekstubasi – – – – Memastikan pasien telah bernapas spontan Melakukan suction slem pada airway pasien Menutup Isoflurane dan N2O. Infus RL 2000 ml As.25 mg Ketorolac 30 mg bolus IV Ketorolac 30 mg drip dalam 500 ml RL. Segera pasang face mask dan pastikan airway lancar dengan triple manuver. 16-18 gtt/menit – – Instruksi Post OP di RR – – Awasi tekanan darah. Setelah pasien benar-benar bangun. Melepaskan plester/tape. nafas dan saturasi Oksigenasi dengan O2 3-4 L/menit Instruksi Post OP di Ruangan .

– – – – – – Awasi vital sign Oksigenasi dengan O2 3-4 L/menit hingga 2 jam post operasi Puasa hingga bising usus (+) Analgetik post op Cairan rumatan RL 16-20 gtt/i Lain-lain sesuai kebutuhan pasien .