Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

Untunglah Dewi Supreti. ketika masih muda disebut Nagasesa. ujudnya tetap seekor naga. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. putri Sang . orang kedua dalam keluarga Pandawa. walaupun terletak di dasar bumi. Dewi Nagagini. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. anaknya sendiri. ia mempunyai dua anak. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. SANG HYANG. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. istrinya. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Putrinya. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. walau itu anaknya. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja.Antaboga ANTABOGA. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. tetapi dalam keadaan triwikrama. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. istri Batara Yamadipati. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. menikah dengan Bima. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Sang Hyang Antaboga. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. setiap 1000 tahun sekali. putri Anantaswara. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. Karena Nagatatmala memang bersalah. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. Dalam pewayangan disebutkan. Ibunya bernama Dewi Wasu. sesuai dengan yang dikehendakinya. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). Selain itu. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. Dalam pewayangan. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam.

Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. dibawa ke samudra. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Itu pula sebabnya. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. para dewa bukan membor samudra. cahaya terang memasuki mulutnya. melainkan mengaduk-aduknya. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. mengacau. Untuk membangun ikatan keluarga. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Tidak hanya itu. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. . Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas.Hyang Wenang. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. Nagasesa menjawab. Batara Guru menyanggupinya. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. dan saat itulah muncul Batara Guru. yang artinya mengaduk-aduk. Namun setelah berhasil memutarnya. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan.

Prabu Kresna. Bersama dengan menantunya. yakni Antareja. cucu Sang Hyang Antaboga. Dalam Kitab Mahabarata. artinya. cucunya. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. kata anta artinya batas. dan Candrabirawa. . tak terlihat. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. Yang kelokannya tidak mengenal batas. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca.Perlu diketahui. yang benar adalah Aji Kawastram. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Antareja tidak pernah ada. Sebenarnya sebutan itu keliru. Kata ‘maya’. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. Jadi. Lihat Antareja. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. yang suami Dewi Pertiwi. Kata an atau artinya tidak. Antaboga berangkat ke kahyangan.

raja ular/taksaka di Tawingnarmada. sehingga kebal terhadap senjata. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. putri Prabu Ganggapranawa. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. putra Bima dengan Dewi Urangayu. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. dengan Dewi Nagagini. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. . Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. Lidahnya sangat sakti. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). salah satu dari lima satria Pandawa. dan Arya Anantasena. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. Anatareja berkulit napakawaca. pendiam. dan berputra Arya Danurwenda.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. pemberian ibunya. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. bernama: Raden Gatotkaca. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. yang mempunyai kesaktian.

putra Dewi Nagagini. dengan Dewi Urangayu. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. salah satu dari lima satria Pandawa. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. yaitu : Anantareja. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. dan Gatotkaca. putra Dewi Arimbi. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. yang dapat . putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada.

Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. Prabu Arimba. putra Prabu Pandu. Arimba/Hidimba. Brajamusti. kekuasaan . Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. berani kerena membela kebenaran. dengan Dewi Hadimba. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. raja raksasa negara Pringgandani. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. menggantikan kedudukan kakaknya. Brajadenta. Anantasena berwatak jujur. Arya Prabakesa. bernama. bersahaja. Brajalamatan. Brajawikalpa dan Kalabendana. Setelah dewasa. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. salah seorang dari lima satria Pandawa. tidak pernah berdusta.mengembalikan kematian di luar takdir. terus terang. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

dan bergelar Prabu Bismaka. cerdik pandai. raja negara Surateleng atau Trajutisna. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. putri Prabu Kunti. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. putra Prabu Rumbaka. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . raja Negara Kumbina. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. Arya Basudewa. trengginas. swaraswati keraton Mandura. dengan Dewi Krepi. Ia berambut dan . Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Prabu Rumbaka. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. Akhir riwayatnya diceritakan. raja Boja.

dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. keturunan Prabu Citragada. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. pemberani. Dari ayahnya. raja negara Magada. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). dengan Dewi Anggini. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. Ketika ayahnya. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. Ia memiliki sifat dan perwatakan . adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana. Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra.bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. Resi Drona). cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya.

Akhir riwayatnya diceritakan. Di dalam cerita pedalangan Jawa. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. tindakannya seperti . ikhlas. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. Jawa). dan berputra Dewi Pujawati. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. Bagaspati sangat sakti. lucu. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Bagaspati mempunyai watak. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Carub atau Astrajingga. Dewi Pujawati. ayahnya. suara besar agak serak (agor . rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. percaya akan kekuasaan Tuhan. seorang hapsari/bidadari. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang .. menantunya sendiri. Sebelum tewas. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. sabar. Ia mempunyai tabiat .Bagawan Bagaspati. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma.

tetapi selalu tepat. kakak Dewi Kanistri. anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. Bagong berumur sangat panjang. ia hidup sampai jaman Madya . kata-katanya menjengkelkan.orang bodoh. Seperti halnya dengan Semar. putri Bathara Hira. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. putri Prabu Kunti. raja Boja. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. swaraswati Keraton Mandura. Dewi Prita/Dewi Kunti. Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Kakrasana. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). Secara tidak resmi. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Kakrasana dan Narayana. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Setelah usia lanjut.

Atas kemurahan hatinya. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Basukiswara . Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. Sebagai penggantinya. Beberapa tahun kemudian. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. Dewi Basuwati. membagun sebuah padepokan/pertapaan. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti.

adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Arya Basuketi. putri Prabu Kunti. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. Setelah usianya lanjut. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. berani. Prabu Basukesti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. arif bijaksana dan suka menolong. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. . Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. raja Boja. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . cerdik pandai. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Dewi Prita/Dewi Kunti. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya.

Prabu Basupati yang mengundurkan diri. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Arya Basukesti. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. Dengan kereta sakti Amarajaya. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). juga tahu segala bahasa binatang. Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Putri Bathara Brahma. Karena waktu itu putra-putranya masih kecil.Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. putri . Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Dewi Basundari dan Arya Basundara. Karena ketekunannya bertapa.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti).Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Arya Basupati. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. Arya Basunada. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Dari perkawinan tersebut. . Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Setelah menikahkan putrinya. Prabu Basurata berkeinginan moksa. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. dengan permaisuri Dewi Srisekar.

Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Bima memililki sifat dan perwatakan. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. Pupuk Jarot Asem. Dewi Urangayu. Gelang Candrakirana. Sena. kuat. tabah. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. wilayah negara Amarta. teguh.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. . Pandusiwi. Aji Bandungbandawasa. Ia putra kedua Prabu Pandu. Dewi Arimbi. Kelatbahu Candrakirana. Kuku Pancanaka. berputra Arya Anantareja. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. yaitu : 1. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Balawa. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Dandunwacana. Gelung Pudaksategal. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. gagah berani. Nagata. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. patuh dan jujur. berputra Raden Gatotkaca dan 3. serta 2 orang saudara lain ibu. Sumping Surengpati. Kowara. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. 2. Alugara. Kusumayuda. Kusumadilaga. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. Birawa. yaitu . putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Dewi Nagagini. Bratasena. Kalung Nagasasra. Gada Rujakpala. Nakula dan Sadewa. Bayusuta. atau Wijasena.

(raja negara Banyutinalang). Citraboma. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina).Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Surtayuda. Citrayuda. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Carucitra. Wikataboma. Citraksi. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Surtayu. . Durmuka. Kartamarma. Kartadenta. Durgempo. Durmagati. Gardapati (raja Negara Bukasapta). putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citraksa. Bomawikata. Gardapura .

putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Berwatak angkara murka. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Karena ketekunanya bertapa. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. Ia pandai bermain gada. raja negara Surateleng. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. maka yang mati akan hidup kembali. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Di medan peperangan. ia menjadi sangat sakti. kejam. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Dalam perang Bharatayuda. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Selain sakti.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. Bila salah satu diantara mereka mati.

Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. ingin menangnya sendiri.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. Brajadenta berwatak keras hati. Prabu Arimbaji. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Brajadenta sangat sakti. . Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Dewi Arimbi. Brajamusti. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Akhir riwayatnya diceritakan. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. Bima tinggal di Jadipati. Oleh kakaknya. Brajamusti. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Arimba / Hidimba. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Brajalamatan dan Brajawikalpa. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Brajawikalpa dan Kalabendana. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. Dewi Arimbi. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. Arya Prabakesana. Brajalamatan. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Dengan bantuan Bathari Durga.

Arya Prabakesa. mudah marah. Arimba/Hidimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. putranya dengan Bima. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. Brajadenta. Dewi Arimbi.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. pemberani dan sangat sakti. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. . Brajamusti. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. masing-masing bernama . Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu.

istri Prabu Duryudana. Arimba/Hidimba. Ia sangat sakti. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. Dewi Arimbi.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. keras hati dan ingin menang sendiri. Brajawikalpa dan Kalabendana. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. Brajalamantan dan Brajawikalpa. agak bengis. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. Brajadenta dan kedua adiknya. Brajalamatan. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Brajadenta. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Dengan bantuan Bathari Durga. Bersama kakaknya. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. raja negara Astina. berlindung pada kemenakannya. Prabu Arimbaji. . Arya Prabakesa. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi.

tangguh.peristiwa . Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. Brajamusti. Brajalamatan dan Kalabendana. Brajadenta. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. pemberani. gagah perkasa dan sangat sakti. senang menurutkan kata hatinya. ingin selalu menang sendiri. setia. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Dewi Erawati. Ia berwatak sombong. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. pendendam. Dewi Surtikanti. Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . Arya Prabakesa. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. Burisrawa berwujud setengah raksasa.

Prabu Duryudana. raja Mandura. Dalam perang Bhratayuda. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. raja Awangga karena hubungan saudara ipar. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. putri Prabu Kiswaka. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara.yang penuh dengan kekerasan. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. raja negara Lesanpura. . raja Astina dan Adipati Karna.

selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. Cakil memiliki sifat. pemberani. tangkas. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. serakah. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. semuanya berwarna hitam. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. banyak tingkah dan pandai bicara. berkaki putih . karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. Ia berwatak kejam. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. trengginas.

(=pancal panggung/Jawa). Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. yaitu : Prabu Yudhistira. Setelah pesta perkawinan selesai. Arya Danduwacana. Arya Dananjaya sangat sakti. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. di kawasan hutan Mertani. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. Bersama kakaknya. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. Ia mempunyai dua kakak kandung. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Atas seijin Bathari Durga. . ketika dipinang oleh Arjuna. Pada mulanya Dadungawuk menolak.

yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. hak memakai nama Arya Dandunwacana. negara Jodipati. gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. pusaka Jala Sutra Emas. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. Arya Dandunwacana menyerahkan. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Kepada Bima. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. gagah perkasa. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. Dandangminangsi. Kepada Arjuna ia menyerahkan .Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Menjanganketawang dan Cecakandon. Podangbinurehan. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. putra Prabu Pandu raja negara Astina. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. Berwatak pemberani. Jangettinelon. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . Ditya Sapujagad. Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. jujur. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. Celengdemalung. putra Prabu Pandu raja negara Astina. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. . putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara.

Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. pendiam. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. jujur. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Hyang Anantaboga. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. Nagapratala. Arya Danurwenda masih kecil. Anantareja. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. yang mempunyai kesaktian. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. Ia berkulit Napakawaca. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya.

Wresni dan . Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Putri sulungnya. Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. dari pertapaan Retawu. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. raja negara Srawantipura. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. Dewi Amba. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina.

Dewayani meminta Resi Sukra. Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. masing-masing bernama . Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. Dewi Drupadi. dan Dewi . Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. raja negara Astina. dan berputra tiga orang lelaki. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati.Andaka. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. masing-masing bernama .000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. raja daitya negara Parwata. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. Yadu dan Turwasu. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. putri Sanghyang Indra. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. raja Amarta. Kumbina dan Dwarawti). ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. Lesanpura. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. Druhyu. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. istri Prabu Yudhistira.

Pada saat itu roh Ekalaya. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. tinggi hati. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. Ia tewas dibunuh Aswatama. congkak. putra Resi Drona. yaitu Resi Drona. Resi Drona berwatak. Drestadyumna berwajah tampan. akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. . putri Prabu Hiranyawarma. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. memiliki sifat pemberani. menghadapi senapati perang Kurawa.Srikandi. Ia menikah dengan Dewi Suwarni. banyak bicaranya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. istri Arjuna. bengis. tangkas dan trenginas. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . Drestaka dan Drestara. raja negara Dasarna. Setelah melalui pertempuran sengit. cerdik. sombong. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini.

dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. putri Prabu Purungaji. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. raja negara Tempuru. yang memenggal putus kepalanya. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Untuk mencari pengalaman hidup. putra Prabu Drupada. kecerdikan. setelah gugurnya Resi Bisma. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi.tetapi kecakapan. Arya Sucitra pergi meninggalkan .

Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. bijaksana. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Dewi Drupadi. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala.Hargajembangan. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. teliti dan . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Di dalam perang besar Bharatayuda. Dalam masa kekuasaanya. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. luhur budinya. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna.sabar.

Srutasoma dari Bima. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Menurut pedalangan Jawa. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. 3. 2. 1. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Ia berbadan besar. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. besar kepala dan senang meremehkan orang lain.Partawindya dari Yudhistira. Yudhistira. raja negara Amarta dan berputra Pancawala.setia. Nakula dan Sahadewa. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. yaitu. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. Srutawarman dari Sahadewa. ia sangat sakti. Arjuna. takabur. gagah dan bermulut lemar. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. Srutakirti dari Arjuna 4. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. Sedangkan menurut Mahabharata. Bima. Dursala tewas dalam pertempuran . Dursala mempunyai watak dan sifat. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. Srutanika dari Nakula 5.

Durmuka. Bomawikata. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Citraboma. Kartadenta. Durgempo. Gardapura . Dursasana berbadan besar. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. Surtayu. (raja negara Banyutinalang). Durmagati. mempunyai watak dan sifat. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. putri Adipati Banjarjungut. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. Carucitra. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksa. Citrayuda. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Citraksi. senang meremehkan dan menghina orang lain. Surtayuda. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. Kartamarma. takabur. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Wikataboma.gemar bertindak sewenang-wenang.melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. gagah dan bermulut lebar. besar kepala. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa.

Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Durgempo. Citraksa. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Surtayu. Diantara 100 orang. Bogadatta (raja negara Turilaya). Carucitra. Surtayuda. Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Bomawikata. Durmagati. Kartadenta.hancur berkeping-keping. Wikataboma. Gardapati (raja negara Bukasapta). dihantam gada Rujakpala. . Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Durmuka. Citrayuda. Citraksi. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). dan Widandini (raja negara Purantara) . Citraboma. Duryudana (raja Negara Astina). Gardapura.

Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. putri hapsari/bidadari Warsiki. menarik hati. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. tekun dan tabah. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. Ia adalah raja negara Paranggelung. jujur. Ekalaya berwatak. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya.Hidupnya serba mewah. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. Wataknya bersahaja. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. keinginanya selalu terlaksana. setia. Menjelang . Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. raja negara Sindu. sangat mencintai istrinya. Ekalaya seorang raja kesatria. Dalam perselisihannya dengan Arjuna.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. gaya dan kata-katanya serba menarik.

Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. . Jawa). Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. penuh belas kasih. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Dewi Surtikanti. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. raja negara Mandura. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan.kematiaanya. Winata dan Wimuka/Wilmuka. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. sabar dan wingit. setia. Dewi Banowati. Dewi Erawati berwatak.

Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya. . raja negara Mandaraka.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak.

menantunya yang setelah menjadi . Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. raja negara Astina. murid Resi Boma. bersahaja. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. Karena penggantinya. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. gagah berani. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata. pendiam dan sakti. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. dan berputra dua orang bernama. teguh sentosa.

Prabu Gandabayu meninggal. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Ia berwajah tampan.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. menurut Mahabharata. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. . kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. pendiam. tegap. dan diangkat menjadi patih negara Astina. Ketika ayahnya. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. gagah. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Sedangkan menurut pedalangan. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. pemberani. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini.

Dursasana (Adipati Banjarjungut). Durmagati. Kartadenta. . Citraboma. Gardapati (raja negara Bukasapta). Kurawa terhadap Pandawa.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Surtayuda. Arya Sakuni. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Carucitra. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. masingmasing bernama . Bogadatta. Durgempo. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Surtayu. Citrayuda. (raja negara Turilaya). Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Wikataboma. raja negara Astina. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Gardapura. Durmuka. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia.

suaminya naik tahta kerajaan Pancala. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. Sepeninggal Prabu Gandabayu. bijaksana. Dewi Gandawati ikut belapati. 1. sabar dan teliti serta setia. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. 3. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. Arya Sucitra. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. luhur budinya. Akhir riwayatnya diceritakan. yang kemudian menjadi istri Arjuna. Dretadyumna/ Trustajumena. Dewi Srikandi. . Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. masing-masing bernama . Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. raja negara Amarta. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona. bergelar Prabu Drupada. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. 2. Ia sangat berbakti terhadap suaminya.

Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. putri Prabu Kalayaksa. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . Untuk mengukuhkan tali persaudraan. Dewi Wersini.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. Dewi Garbarini. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. senapati perang negara Dwarawati. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. raja negara Karanggubarja. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. raja negara Garbasumanda. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. karena ingin memperistri bidadari.

Surtayuda. Citraboma. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Bomawikata. Surtayu. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citraksi. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. congkak. Durmagati. Citraksi. Citraksa. Surtayu. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Gardapati berwatak keras hati. Bomawikata. Durmuka. Durmuka. Kartadenta. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). cerdik dan licik. Citrayuda. Citraboma. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Bogadatta (raja negara Turilaya). Wikataboma. Citraksa. Dengan kesaktiannya. Carucitra. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. ia berhasil merebut negara Bukasapta. Wikataboma. Kartadenta. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Dursasana (Adipati Banjarjungut).Kurawa. Bogadatta (raja negara Turilaya). raja negara Glagahtinalang. Durmagati. . Carucitra. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Gardapati (raja negara Bukasapta). Surtayuda. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durgempo. Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. Citrayuda. Durgempo. Gardapura . Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda.

kakaknya. Setelah selesai tapanya. . hidung bulat bundar. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. Gareng bernama Bambang Sukskati. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. sehingga tiada yang kalah dan menang. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. Karena sabda Sanghyang Ismaya. Nala Gareng berumur sangat panjang. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. ia hidup sampai jaman Madya. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. cerdik dan licik. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. kaki pincang. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya.Gardapura bersifat sombong. dan masuk dalam golongan panakawan. Matanya juling. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. perut gendut. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. keras kepala. Aslinya. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. terjadilah peperangan antara keduanya. tak berleher. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad.

terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. adik Arimbi. Brajamusti. ibunya bernama Dewi Arimbi. kakak ibunya yang bernama Arimba. Sebagai raja muda di Pringgadani. Ia adalah anak Bima. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Begitu lahir di dunia. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Gatotkaca telah membuat huru-hara. Dalam pewayangan. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu.Gatotkaca GATOTKACA. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. Sebelum itu. menjadi raja di negeri itu.

. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. Senjata. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Setelah tali pusarnya putus. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. Karena kesal. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Ia mengenakan Caping Basunanda. dan yang ketiga Dewi Suryawati. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. penutup kepala gaib. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. Bima dan Arimbi mengizinkan. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. itu bukan diserahkan pada Arjuna. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. begitu tali pusar itu putus. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Di kahyangan. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. anak Arjuna. putri Batara Surya. Namun. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. Usahanya ini tak berhasil. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. musuhnya akan mati.untuk keperluan itu. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Tubuhnya tetap utuh. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. yang bernama Kunta Wijayandanu. Tutuka pingsan. Setelah penggemblengan selesai. Namun. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik.

Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. yakni Kalananata. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. dan Mladangtengah. Abimanyu. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Purbaya. Arimbiatmaja. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. sesudah Gatotkaca gugur. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Guritna. Sebagai raja muda Pringgadani. Sebenarnya. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. karena ia le-laki. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. Trincingwesi. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Karena itu. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. . tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. terutama Brajamusti. Akibatnya. Menjelang ajalnya. dan amat menyayangi Gatotkaca. dan Bimaputra. Bimasiwi. Gurubaya. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. Krincingwesi. ia terbang amat tinggi. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. ketika mereka berperang tanding. Bra-jadenta. Namun. ada lagi nama alias Gatotkaca. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. Kancingjaya. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Ketika jatuh ke bumi.

para putra Pandawa. putra Prabu Matswapati dari Wirata. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Kalabendana Lena 9. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu. Aji Narantaka 12. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. Gatotkaca menjawab. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. Gatotkaca Sungging 4. Selain malu. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. putra Dursasana. Namun. Baru saja latihan perang itu dimulai. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. dengan Aji Narantaka itu . Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka.Pregiwati 3. Beberapa tahun menjelang Baratayuda. ia sadar. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala.Brajamusti 8. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. para putra Pandawa. Wahyu Senapati 7. sehingga pingsan. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Pregiwa . Gatotkaca Sewu 5. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. Brajadenta . yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Gantotkaca Rante 10. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. Sesuai janjinya. Subadra Larung 11.

tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. lengkap dengan taringnya. Tatit. Pada tahun 1960-an Ir. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. Panglawung. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. Mengenai soal wanda ini. Dalam perang melawan raksasa. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. mukanya tidak terlalu tunduk. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. Dalam pewayangan. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. dan Guntur Samodra. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. sehingga menampilkan kesan gagah. Gelap. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. dengan wajah mirip Bima. yakni Butaprepat. Gatotkaca menyambar dari udara. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. dan Abimanyu di darat. dan Dursala. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Guntur. hanyalah Prabu Kala Pracona. Guntur Prahara.1820) di Surakarta. sedangkan kata kaca artinya rambut. Presiden RI. Di Surakarta. Patih Kala Sakipu. dan Dukun. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. Sukarno. Nama itu diberikan karena waktu lahir. Badannya kekar dan kokoh. dengan muka agak . sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. tidak diketahui dengan jelas. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu.Gatotkaca mengalahkan Dursala. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Bentuk badannya tegap. yakni wanda Kilat. Boma Narakasura. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap.

Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. raja Mataram. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak.datar. Wanda Guntur. dengan tubuh besar. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. tunduk. dan Sukarno. agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. wajah raksasa. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Wajahnya juga memandang ke bawah. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. membagi Gatotkaca atas empat wanda. lengkap dengan taringnya. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. Sementara itu. Dewi. kuat. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. Baca Bima. Dulu. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. . seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. seolah mencerminkan sifat andap asor. Pergiwati.

Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. sederhana. (raja negara Turilaya). Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Sesuai dengan ketentuan Dewata. raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. istri Bathara Derma. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Wikataboma. masingmasing bernama . Durmuka. Bogadatta. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Gardapati (raja negara Bukasapta). putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. Kurawa terhadap Pandawa. Citrayuda. Surtayu. Carucitra. Arya Sakuni. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Dursasana (Adipati Banjarjungut). menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Gardapura. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Citraboma. Arya Watubaji. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa.Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. suaminya. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. raja negara Astina. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). baik budi. Kartadenta. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Surtayuda. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. Durgempo. lembut. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. dengan bantuan Dewi . Durmagati.

Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. Sumitra. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). sesuai dengan takdir dewata. Kumalasakti. . jatmika. Prabukusuma. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. Setelah ada kesepakatan. Abimanyu.Wilutama. tekun dan wingit. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. dengan Dewi Ulupi. Wijanarka. ayahnya sendiri. dari pertapaan Yasarata. Endang Pregiwa. Endang Pregiwati. Akhir riwayatnya diceritakan. Sedangkan menurut Mahabharata. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Antakadena dan Bambang Sumbada. Kumaladewa. Wilungangga. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. Ia berwatak tenang. menjelang pecah perang Bharatayuda. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Wisanggeni. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. Bratalaras. di keputrian negera Surateleng. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. salah satu dari lima satria Pandawa. bernama.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra. raja negara Astina. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. .Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. begitu kelahiran Dewabrata. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa.

dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara. raja raksasa dari negara Widarba.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. Karenanya berbadan tinggi besar. Untuk memenuhi ambisinya. penganiaya. ingin menangnya sendiri. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. Prabu Supala raja negara Kadi. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. bengis. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. gagah. keras hati. Ia sangat sakti. perkasa dan berwajah setengah raksasa. .

dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. berwatak angkara murka. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Karena ketekunannya bertapa. istri Arya Prabu Rukma. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. ayahnya. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. . Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa.Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Karena ketekunannya bertapa. istri Arya Prabu Rukma. berwatak angkara murka.

Jayadrata. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. berani. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Arya Wirata dan Arya Surata. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. penuh kesungguhan dan setia. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. ayahnya. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. dan bergelar Prabu Sinduraja. . Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. ia menukar namanya dengan nama patihnya. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu.

bernama. karena ketika . Sebelum menemui ajalnya. Bambang Sasikirana. putra Dewi Suryawati. Raden Gatotkaca. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. dan Arya Suryakaca. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. raja negara Madukara (lama). sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Prabu Jayamurcita. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. Abimanyu menyerang negara Plangklawati.Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. istri Arjuna. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. raja negara Pringgandani. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. putra Dewi Pregiwa. Merasa sangat sakti. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. mengutus adiknya. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca.

Karena mati sebelum takdir. raja negara Dwarawati. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. tangguh. berwujud sebagai wanara / kera. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. dan Gunadewa. gesit. ibunya. setia. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. Ketika lamarannya ditolak. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. Demikian pula dengan tabiat. yang berwajah sangat tampan. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. waspada. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. sabar. ia memperoleh dua orang putra bernama . Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. cerdik pandai. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. karena garis keturunan dari Resi Jembawan. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. kesetiaan. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Dari perkawinan tersebut. dengan Dewi Trijata. Perbedaannya. Dewi Jembawati berwatak jujur. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. Drestadyumna dapat dihidupkan . sangat berbakti dan penuh belas kasih. Gatotkaca. Samba. daripada tinggal di istana Dwarawati. Jayasupena tidak bisa terbang. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. teguh. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". berani tak mengenal takut.perang berlangsung ia masih kecil. tangkas dan terampil. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya.

Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. raja Awangga. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. bernama.kembali oleh Prabu Kresna. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Brajadenta. Arimba/Hidimba. Prabkesa. Brajamusti. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. dari negara Wirata. . raja negara Dwarawati. sangat jujur. setia. Dewi Arimbi. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. Brajalamatan dan Brajawikalpa.

Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Dalam cerita pedalangan. dari negara Mandura. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Merasa sangat sakti. Bertubuh gemuk pendek. seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. putra ke-empat Prabu Basukunti.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. Daya berpkirnya lambat. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. namun memiliki gerakan yang cekatan. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Dalam peperangan. . yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena.

suka menurutkan kata hati. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. Berwatak angkara murka. Ia pernah menyerang negara Kumbina. Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. Prabu Kalasasradewa sangat sakti. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. raja negara Astina. istri Prabu Basudewa. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. pemberani dan sangat sakti. raka negara Astina.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. bengis. Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. serakah. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. putri Prabu Rumbaka. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. kakak Arya Ugrasena). serakah. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. Arya Ugrasena. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. mau menangnya sendiri. Dalam peperangan tersebut. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. seperti Arya Prabu Rukma. Prabu . juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. kejam. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura.

Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. permaisuri Prabu Basudewa. raja Mandura. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. penghianat. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir di negara Bombawirayang. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. raja negara Astina.Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. pamannya yang sakti. Karena sangat sakti. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Pemberontakan Kangsa gagal. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa). keras hati. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. Setelah remaja. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. adik Prabu Gorawangsa. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. oleh Suratrimantra. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. ingin menangnya sendiri. Dengan dukungan Suratimantra.

***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Prabu Basukunti.Karna KARNA. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. padahal ia masih gadis. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. Resi Druwasa. Waktu masih berusia remaja. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. Basukarna adalah anak buangan. Basukarna adalah putra sulung. . Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Ilmu dipelajarinya dari gurunya. putri bungsu raja Mandura. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. sedangkan Arjuna anak yang ketiga.

Itulah sebabnya. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. dan Yama Widura. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). sering bangun siang. Tahun berganti tahun. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Alasannya. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Pandu. sesudah masa kehamilannya cukup. Dengan ilmunya yang tinggi. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. yakni putra-putra Drestarastra. Menjelang masa remaja. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. Maka. atau Suryatmaja. ia masih tergolek di tempat tidurnya. dan matahari sudah naik. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. . Nama lain baginya adalah Talingasmara. Manakala hari telah terang.yang artinya telinga. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Itulah sebabnya. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Setelah lahir. ia diberi nama Karna . Namun permohonan itu ditolak. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. Resi Krepa.

Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. Yakin. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. Keduanya seimbang sama kuat.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. Karna menjadi Adipati di Awangga . tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. ataukah sebaliknya. Lebih-lebih Arjuna. Lagi pula. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. ditolak. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Namun Kunti juga ragu. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. termasuk para Kurawa. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. Duryudana. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. Adu tanding pun dimulai. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu.

Karna harus menyamar sebagai brahmana. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. kutukan itu akan terbukti. adik Surtikanti. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. putri Prabu Salya.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. Dan. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. pada saat yang genting . menyengat paha Basukarna. Saat itu seekor ketonggeng. yaitu raja penguasa di Awangga. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. tetapi karena hasil usahanya sendiri. kelak ternyata. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. Sewaktu tahu apa yang terjadi. melainkan seorang ksatria. raja Mandraka. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. yakni ilmu ketrampilan memanah. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. sejenis kalajengking berbisa. Basukarna. walaupun telah menjadi menantunya.yang menentukan hidup atau mati. . bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. Karena merasa ditipu. atau raja muda. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. sehingga keringatnya bercucuran. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana.

ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. Dalam pewayangan. yakni Prabu Anom Duryudana. Selain seimbang kesaktiannya. Jadi. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. tetapi gagal." . kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. teguh dalam pendirian. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. dan mengaku sebagai Arjuna. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. "Ingatlah Karna. dan Arjuna. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. salah lihat. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. putri sulung Prabu Salya. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. Bima. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. percaya diri. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Ki Nartasabda. sebab Batara Endra. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. siapa pun yang memintanya. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. yaitu Batara Surya. Meskipun sebelumnya telah tahu. tahu membalas budi. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu.

dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. Sehari menjelang Baratayuda.." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Kresna secara khusus datang menemui Karna.. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna.yang masih dalam ujud brahmana. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . sebagai ganti barang yang hamba ambil. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa.. Jika seorang brahmana datang meminta. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. apa alasan brahmana itu memintanya. ksatria mulia. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas.. dengan senang hati hamba akan menerimanya." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. berkata: "Karna.. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna." Demikianlah. . dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. . Esok harinya. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. Kini. Namun. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. Pada pertemuan empat mata. Tanpa menanyakan." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. ambillah. Karenanya.. itu tergantung pada siapa yang memintanya. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama.

Jadi. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya.. Kakanda Kresna. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. Begawan Drona. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah. bukan perang kecil. itu semua agar Baratayuda dapat segera . Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. sehingga Baratayuda dapat dicegah. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. Namun. Rasanya. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. . bagaimana pun. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa.Kresna: "Dinda Karna. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran." Kresna: "Tetapi. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. dan dengki mereka. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. sifat iri." Kresna: "Saya memahami hal itu. Dinda Karna. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Itu adalah kewajiban Adinda. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki." Karna: "Kakanda Kresna. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria." Karna: "Kakanda Kresna. Adinda telah mengenal para Kurawa. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Resi Krepa.. pendirian mereka. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang.. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa. sejak masih remaja. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. Itulah sebabnya. Barata-yuda harus segera terjadi. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa.. Yang penting. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. Kakek Abiyasa. . Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. Adinda tahu benar. Bahkan Maharesi Bisma. culas. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting.

maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan." Karna: "Itu pun Adinda pahami." Kresna: "Adinda Karna. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. lewat tengah hari. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. Hati kecilnya merasa. Demikian pula. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. bagaimana pun. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Namun. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. Sekali lagi." Kresna: "Adinda Karna. Adinda tahu. Seandainya Adinda yang gugur. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan . Coba renungkan hal itu. Entah siapa yang akan kalah. .terjadi sebagaimana seharusnya. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. kita semua belum tahu. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai." kata titisan Wisnu itu. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. seandainya Adinda yang menang. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu.. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Namun. jelas berbeda. selalu harus ada yang menjadi korban.. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya.. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. dan siapa yang akan unggul. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. Dinda Basukarna . dan selalu harus ada yang dikor-bankan. Karenanya. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara.

anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya.. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. . Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. junjungan hamba. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. Namun hamba mohon." Kunti: "Karna. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. Baratayuda yang akan dimulai esok hari.. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. Hanya karena keadaan. perang besar akan terjadi esok hari. Jika harapanku ini engkau kabulkan. cobalah engkau renungkan barang sejenak. Engkau seorang ksatria utama. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga."Basukarna anakku. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba . Namun. ibumu ini.. betapa remuknya hati seorang ibu. Anakku. Karna Anakku. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa.. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti.. Aku. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. Namun. Ibunda mengerti. Ibunda tentu juga tahu. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati... anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak. Arjuna. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba.. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu.. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku.. . Dapatkah engkau membayangkan. adik-adik hamba. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. Para dewa dapat menjadi saksi. engkau adalah prajurit sejati. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. Namun. Namun. Engkau tentu juga tahu." Kunti: "Tetapi . Tidak bisa tidak. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. dengan menguatkan hati. ada yang . Hamba mengerti.

Aku tidak berkesempatan merawat. memelihara dan mengasihimu. derajat dan pangkat. . menciumi ubunubunnya. Karena itu. maafkanlah Ibumu ini. Puluhan tahun. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. Walaupun tawaran bantuannya ditolak.. Karna. mungkin Baratayuda akan gagal. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. Jika hamba gugur. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit.harus mengorbankan suaminya. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai... batal." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. buah hatiku . kumohon kepadamu. tidak terlaksana.. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. maka ia akan gugur sebagai pahlawan. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. anakku. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya.. sejak engkau masih berujud bayi merah. mengorbankan orang yang disayanginya. jika ia tidak ikut beperang. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. Demikian pula. dan . sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. Doaku untukmu. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. Dan. izinkan aku memelukmu.. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada. Untuk itu. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. Kunti lalu berkata: "Anakku. aku telah kehilangan engkau." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. Tetapi. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna. Kesedihanku sebagai seorang ibu. kemuliaan. penguasa Astina itu mulai khawatir. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. anakku. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. sebagai ksatria. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana.. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya.. anakku . Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya.. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. Pertimbangan yang lain adalah. Dalam Baratayuda. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- .. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna.

dan mengasihinya. Dan. Duryudana dengan cepat melerai. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna.cari Arjuna. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. Panah Wijayacapa meluncur deras. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. Duryudana lalu meng-ingatkan. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. Hanya karena bujukan Duryudana. bahwa perang ini bukan perang pribadi. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Namun. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. Agar seimbang dan tampak sederajat. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. dan menurut anggapannya. Basukarna. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. Basukarna . Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. melesat ke arah dada Arjuna. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. seorang anak yang terbuang sejak bayi. yang paling tepat adalah Prabu Salya. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. Karena jika bukan dia yang gugur. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. raja Dwarawati. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. Karena desakan Duryudana ini. Alasannya. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. sebagaimana dikehendakinya. mengasuh. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. Sementara itu. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. kemudian membujuk Prabu Salya. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan.

patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. selain sebagai ipar. Basukarna mendapat dua orang putra. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. Ia mempersalahkan Adimanggala. putri Prabu Anom Duryudana. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Dari keterangan para dayang. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. Permadi sanggup. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Suatu hari. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana.Bhs. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. ia juga merupakan besan. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. Jadi. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata.gugur karena siasat licik Kresna. abang satu ibu lain ayah. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. . yakni patih Kadipaten Awangga. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. putri Prabu Salya. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. Dengan demikian. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. Pada saat Baratayuda berlangsung. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. namun tidak seorang pun yang percaya. Permadi mencoba membantah. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. turun dari kereta. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. Tetapi versi lain menyebutkan. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Para prajurit yang berusaha menghalanginya.

Setelah tahu apa yang terjadi. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. Guna me-nyirnakan angkara murka. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu.Dalam waktu singkat. ia sanggup mengorbankan jiwanya. dan terjadilah perang tanding. Usaha Permadi ini berhasil. dan bahkan juga nama baiknya. Karna menolak. Diterangkan. . yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. Lagi pula. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. Karenanya. terpaksa menerima kenyataan itu. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Dalam pewayangan di Indonesia. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. dewa itu segera melerainya. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai.

Basukarna adalah salah seorang pesertanya. Karna ternyata sanggup. tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. Dalam Mahabarata. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. atau Basusena. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. dan Arjuna. Kelak. bukan bangsawan). . Lihat juga Kunti. selain dendam pada Arjuna. Basukarna. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. Dewi. Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar.

putri raja Banyutinalang. Kartadenta. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Wikataboma. Kartawiyoga berwatak keras hati. Gardapura. Citrayuda. gagah dan berwajah setengah raksasa. Setelah mertuanya meninggal. Duryudana (raja Negara Astina). Ia berbadan besar. Citraksi. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Gardapati (raja negara Bukasapta). putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Bogadatta (raja negara Turilaya). cerdik. Durgempo. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Kartamarma memliki perwatakan. Durmuka. lincah. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. pandai bicara. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Surtayu.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. keras hati. . Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Citraboma. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Citraksa. Bomawikata. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. berani dan selalu menuruti kata hati. Ia menikah dengan Dewi Karastri. Durmagati. Surtayuda. Carucitra.

yaitu. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Citragada dan Wicitrawirya.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. Setatama. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. Rajamala. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Kencakarupa berwatak keras hati. Upakeca / Rupakeca. dengan Dewi Durgandini. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. penghianat. Bagawan Abiyasa. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. dari padepokan Retawu. telah datang menyusul Kakrasana. berani dan . putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. raja negara Astina. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. yaitu. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. ingin menangnya sendiri. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati.

Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. . Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. setia dan penuh pengabdian. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. Krepa berwatak jujur. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. Dalam Mahabharata diceritakan. Prabu Matswapati. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Akhir riwayatnya diceritakan. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. Kisah lain menyebutkan.selalu menurutkan kata hati. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Cerita Pedalangan menyebutkan. Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit.

Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. sampai akhir hayatnya. . Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina.

kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir.Dewi Setyaboma. dari negara Lesanpura. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. 3. Senjata Cakra. berputra . Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Arya Setyaka. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. 4. Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. Kaca paesan.Dewi Rukmini. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga.Dewi Jembawati. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. Ia lahir kembar bersama kakaknya. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Kakrasana. adalah putra Prabu Basudewa. seorang swarawati keraton Mandura. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. berputra . . Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. berputra . putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. 2. antara lain. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina.Dewi Pratiwi. Kembang Wijayakusuma. Terompet/Sangkala Pancajahnya.

Bima/Werkundara dan Arjuna. Arya Basudewa. bernama. Nakula dan Sadewa. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. setia dan wingit. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. putra Prabu . maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. kakaknya. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. tenang. raja negara Astina. Wilugangga. Sumitra. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. Sejak kecil. Puntadewa. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Ia berwatak penuh belas kasih. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. raja Boja. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. Bambang Irawan. Abimanyu. Wijanarka. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. putri Prabu Kunti. dengan Dewi Jimambang. Endang Pregiwati. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. Bagawan Wilawuk. Endang Pregiwa. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. pemberani. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. Wisanggeni. Daya khasiat minyak Jayengkaton. Bratalaras. Prabu Kresna menginginkan moksa. apabila dioleskan pada pelupuk mata.

Hidupnya serba mewah. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti.Pandu dengan Dewi Madrim. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. keinginanya selalu terlaksana. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. gaya dan kata-katanya serba menarik. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. Wataknya bersahaja. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Ia mempunyai kakak kandung . putra kedua Adipati Karna. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. menarik hati. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). yang menjadi istri Arya Warsakapura. Akhir riwayatnya diceritakan.

raja negara Mandura. Oleh Kangsa. . tetapi juga putra Prabu Basudewa. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. setia. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). digauli oleh Prabu Gorawangsa. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. Dari perkawinan tersebut. adik Prabu Gorawangsa. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Dengan dukungan Suratrimantra. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. diserahkan kepada ditya Suratrmantra. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. sabar dan Wingit. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. raja negara Mandura. Kedua putra kembarnya. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Prabu Pandu. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. Kangsa pergi kenegara Mandura. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. diusir keluar dari negara Mandura. raja negara Widarba. Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang.bernama Narasoma. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya.

yaitu. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. seorang hapsari/bidadari. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. di daerah kerajaan Jodipati. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. percaya akan kekuasaan Tuhan. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Mandrapati mempunyai watak. sabar. Mandrapati mempunyai watak. ikhlas. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Akhir riwayatnya diceritakan. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. padepokan Pandansurat dimerdekakan. sabar. yaitu. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. seorang hapsari/bidadari. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. Akhir riwayatnya diceritakan. ikhlas. wilayah negara Mertani. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. Narasoma dan Dewi Madrim. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Narasoma dan Dewi Madrim. percaya akan kekuasaan Tuhan. Menurut purwacarita.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati.

setia. memperrtunjukkan kemahirannya menari. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. dari negara Mandura bernama. Ia lahir kembar bersama adiknya. dengan permaisuri Dewi Kunti. Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Mereka bertemu. Dewa Tabib. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. salah satu dari lima satria Pandawa. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. putra Prabu Pandu raja negara Astina. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. sangat berbakti. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Nakula tidak akan dapat lupa . lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. Dari perkawinan tersebut. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. manusia kera kekasih dewata. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. dari negara Mandaraka.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. Puntadewa.

Setelah selesai perang Bharatyuda. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. Akhir riwayatnya diceritakan. setia. Dewi Srengganawati. wilayah negara Amarta. 2.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. Dewi Madrim. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. belas kasih. raja negara Awuawulangit. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. Nakula mempunyai watak jujur. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. putri Resi Badawanganala. Senapati negara Mretani. Ia juga mempunyai cupu berisi. . Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. taat. 1. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya.

Ia tewas dalam . Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Karena ketekunannya bertapa. raja negara Surateleng. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana. Arya Singamulangjaya. adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. Narasinga menjadi sangat sakti. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan.

peperangan melawan Narayana. putra Prabu Kresna. putri Arya Kidangtalun. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. putra Prabu Basudewa. selain berguru pada ayahnya. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Setelah ayahnya. Senapati perang Dwarawati. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. putra Sanghyang Brahma. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. ia juga berguru pada Rajamala pamannya.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. dari negara Lesanpura. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. jujur.. setia. Karena itu selain sakti. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . Sedangkan dalam olah keprajuritan. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. andel Resi Palasara. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. raja negara Mandaraka. Ibunya bernama Dewi Kandini. Selain sakti. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula.

Bratalaras. Dewi Tamioyi 3. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Dewi Niyedi 5. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Bagawan Sarmiti. Sumitra. Ia berwatak bijaksana. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Dewi Satapi/Dewi Tapen. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. berputra . berputra . Dalam kitab Adiparwa. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. 1. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). berputra . Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. Dewi Puyangan. Bambang Irawan. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. Ramaprawa dan Basanta. Akhir riwayatnya diceritakan. Kumaladewa. berputra . karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Kumalasakti. ia masih dalam kandungan ibunya. berputra . Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. Dewi Impun. dengan Dewi Manuhara. Wijarnaka. Ia seorang anak yatim. Dewi Gentang. yaitu . putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Dewi Dangan. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Abimanyu. jujur dan adil. Wilugangga. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. salah satu dari lima satria Pandawa. Antakadewa dan Bambang . Ramayana dan Pramasata 2. Prabakusuma.

Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). dengan Dewi Manuhara. Arimba/Hidimba. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. Baru setelah remaja. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Arjuna. Abimanyu. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Sumitra. bernama. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. bernama. baik budi. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. berbakti dan teguh dalam pendirian. Bambang Irawan. Brajawikalpa dan Kalabendana. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. Dari perkawinan tersebut. Ia dan adik bungsunya. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. Wilugangga. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. setia. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Wijanarka. jujur. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. setia. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. Prabakusuma. jujur. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. putra Bima dengan Dewi Arimbi. setia. Dewi . Brajalamatan. Arjuna.Sumbada. Kumaladewa. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. Kumalasakti. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. Brajamusti. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. putra Prabu Puntadewa. Brajadenta. Dewi Arimbi. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. raja negara Pringgondani. Bratalaras.

Bambang Irawan. Bambang Tetuka/Gatotkaca. Ia adalah putra Arjuna. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Ia kemudian mengutus patihnya.Arimbi. mengalahkan semua para Dewa. halus. raja negara Awangga. besar tanggung jawabnya. Sumitra. Wisanggeni. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. dengan Dewi Supraba. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. berwatak angkara murka. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. Endang Pregiwa. Akhir riwayatnya diceritakan. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Wilugangga. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. juga ahli dalam ilmu pengobatan. Kumalasakti. putri Bathara Indra. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. jatmika. Dewi Mustakaweni. yaitu. tenang. Wijarnaka. Atas keputusan Bathara Guru. Bratalaras. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. Kumaladewa. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. Wilugangga. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . Endang Pregiwati. Abimanyu. Ia sangat sakti. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. baik tingkah lakunya.

seorang swarawati Keraton Mandura. dengan Ken Sagupi. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. . Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Wresni dan Andaka. dan Dewi Rarasati/Larasati. ia mempunyai dua orang saudara bernama. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. yaitu. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Akhir riwayatnya diceritakan. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. Arya Udawa. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. senang bergurau. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. Ken Sagupi. Kedua putranya. setelah selesainya perang Bharatayuda. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa.dan Kasipu. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Dewa keadilan dan kesejahteraan. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. Suaranya lantang. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna.

tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka.Dewi Pratiwi berwatak setia. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. Bima/Werkudara dan Arjuna. Ia juga terkenal pandai bermain catur. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. dan sangat berbakti. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Dewi Erawati. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. dengan Dewi Darmastuti. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. setia. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . Ia mempunyai watak. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. . ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. jujur. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Pujawati berwatak. Dewi Surtikanti. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. seorang hapsari/bidadari. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. jujur. raja jin negara Mertani. dan dua orang adik kembar lain ibu. tekun dalam agamanya. sabar. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. masing-masing bernama. percaya atas kekuasaan Tuhan. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. Sitija. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. yang kemudian diberikan kepada putranya. penuh belas kasih. sabar. Dewi Banowati. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. ikhlas.

dan berhasil menewaskan Prabu Salya. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Purocana juga ahli dalam tata bangunan. Atas perintah Arya Sakuni. raja negara Mandaraka. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. . Arya Gamdamana. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Setelah menobatkan Parikesit.Dalam perang Bharatayuda. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. Ia seorang arsitek ulung. serta berjiwa penjilat. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama.

Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. Setatama. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. yaitu: Resi Bisma. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. Ia sangat sakti. Kecaka/Kencakarupa. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. Adipati Karna.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. sais kereta kerajaan Astina. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Citragada dan Wicitrawiya. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. berani. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. raja negara Astina. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. Duryudana dan Bima. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. masing-masing bernama . kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. Menurut ketentuan dewata. Rajamala berwatak keras hati. Dewi Nirada. Resi Balarama/Baladewa. Di dalam cerita pedalangan Jawa. . dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. Upakeca/Rupakenca. bernama. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. tidak bisa mati selama masih terkena air.

Selain pandai dalam mengurus rumah tangga.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. Arya Prabu Rukma. patuh dan berbakti. mengerti dan menguasai dirinya. keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. raja negara Astina. . putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. dengan Ken Sagupi.dengan permaisuri Dewi Rumbini. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. yaitu : Arya Udawa. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. Bambang Sumitra dan Bratalaras. ia mempunyai tiga orang saudara. sabar. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. seorang swarawati keraton Mandura. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. istri pertama Arjuna. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). sangat menginsyafi. putri Arya Prabu Rukma. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Ken Sagupi. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. Dari garis keturunan ayahnya. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. Dewi Rarasati berwatak setia. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa.

Bagawan Abiyasa. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. bernama. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Kencaka/Kencakarupa. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. dengan Dewi Durgandini. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Setatama. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. Dewi Erawati. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. . tenang. yaitu. hatinya keras dan sedikit suka usil. Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. sabar. Citragada dan Wicitrawirya. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. bernama. halus. dari padepokan Retawu. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. Setelah Prabu Kresna mati moksa. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. Dewi Surtikanti. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. Rajamala. raja negara Astina. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). Ia meningal dalam usia lanjut. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Narayana. yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah).Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. cerdik pandai. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih.

Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. Sadewa mempunyai watak jujur. sombong. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Puntadewa. setia. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. taat. belas kasih. Nakula. dari negara Mandura. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. Akhir riwayatnya diceritakan. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. Akhir riwayatnya di ceritakan. Senapati negara Mretani yang berkhasiat. wilayah negara Amarta. Prabu Matswapati.Rupakenca berwatak tinggi hati. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya . putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Bima/Werkundara dan Arjuna. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). Setelah selesai perang Bharatayuda. Selain sangat sakti. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. bernama. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. Ia lahir kembar bersama kakanya. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. keras kepala dan mau menangnya sendiri. putri Resi Badawanganala. Dewa Tabib. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful