Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

istri Batara Yamadipati. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. ujudnya tetap seekor naga. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. Selain itu. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. Putrinya. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. istrinya. setiap 1000 tahun sekali. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. walaupun terletak di dasar bumi. ia mempunyai dua anak. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. putri Sang . sesuai dengan yang dikehendakinya. Dewi Nagagini. ketika masih muda disebut Nagasesa. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. Dalam pewayangan. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. Untunglah Dewi Supreti. Sang Hyang Antaboga.Antaboga ANTABOGA. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. Dalam pewayangan disebutkan. tetapi dalam keadaan triwikrama. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. menikah dengan Bima. anaknya sendiri. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. SANG HYANG. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. orang kedua dalam keluarga Pandawa. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Karena Nagatatmala memang bersalah. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. walau itu anaknya. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. putri Anantaswara. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. Ibunya bernama Dewi Wasu. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta.

para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. Tidak hanya itu. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. para dewa bukan membor samudra. dan saat itulah muncul Batara Guru. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. mengacau. . Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. Batara Guru menyanggupinya. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. Nagasesa menjawab. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. yang artinya mengaduk-aduk. dibawa ke samudra. Namun setelah berhasil memutarnya. melainkan mengaduk-aduknya. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Itu pula sebabnya. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Untuk membangun ikatan keluarga. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. cahaya terang memasuki mulutnya. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta.Hyang Wenang.

Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Kata ‘maya’. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. . Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras.Perlu diketahui. yang benar adalah Aji Kawastram. Kata an atau artinya tidak. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. Sebenarnya sebutan itu keliru. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. dan Candrabirawa. Lihat Antareja. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Antareja tidak pernah ada. yang suami Dewi Pertiwi. tak terlihat. Bersama dengan menantunya. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. kata anta artinya batas. Yang kelokannya tidak mengenal batas. artinya. Antaboga berangkat ke kahyangan. Prabu Kresna. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. cucu Sang Hyang Antaboga. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. yakni Antareja. Jadi. Dalam Kitab Mahabarata. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. cucunya. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia.

Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. putri Prabu Ganggapranawa. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. pendiam. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. yang mempunyai kesaktian. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. dengan Dewi Nagagini. Lidahnya sangat sakti. salah satu dari lima satria Pandawa. bernama: Raden Gatotkaca. putra Bima dengan Dewi Urangayu. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. sehingga kebal terhadap senjata. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. Anatareja berkulit napakawaca. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. .Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. dan berputra Arya Danurwenda. pemberian ibunya. dan Arya Anantasena. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga.

mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. putra Dewi Arimbi. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. putra Dewi Nagagini. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. yang dapat . putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. salah satu dari lima satria Pandawa. dan Gatotkaca.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. dengan Dewi Urangayu. yaitu : Anantareja.

Brajamusti. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Brajadenta. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Brajawikalpa dan Kalabendana. terus terang. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. Arimba/Hidimba. putra Prabu Pandu. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. Anantasena berwatak jujur. Prabu Arimba. salah seorang dari lima satria Pandawa. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. menggantikan kedudukan kakaknya. Arya Prabakesa.mengembalikan kematian di luar takdir. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. raja raksasa negara Pringgandani. Brajalamatan. berani kerena membela kebenaran. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. dengan Dewi Hadimba. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. bersahaja. bernama. kekuasaan . Setelah dewasa. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. tidak pernah berdusta.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

dengan Dewi Krepi. raja Negara Kumbina. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. cerdik pandai. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. trengginas. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . swaraswati keraton Mandura. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Arya Basudewa.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. dan bergelar Prabu Bismaka. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. putri Prabu Kunti. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. raja negara Surateleng atau Trajutisna. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. Ia berambut dan . Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. putra Prabu Rumbaka. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. Prabu Rumbaka. raja Boja.

Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. Dari ayahnya. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. pemberani. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. keturunan Prabu Citragada. Ketika ayahnya. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. Resi Drona). adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra.bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Ia memiliki sifat dan perwatakan . Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. dengan Dewi Anggini. raja negara Magada.

raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. seorang hapsari/bidadari. Di dalam cerita pedalangan Jawa.Bagawan Bagaspati. Bagaspati sangat sakti. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. Dewi Pujawati. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Jawa). Bagaspati mempunyai watak. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. sabar. menantunya sendiri. Akhir riwayatnya diceritakan. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. Sebelum tewas. ayahnya. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma.. ikhlas. percaya akan kekuasaan Tuhan. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. lucu. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. Carub atau Astrajingga. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. suara besar agak serak (agor . tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Ia mempunyai tabiat . Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . dan berputra Dewi Pujawati. tindakannya seperti . Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati.

tetapi selalu tepat.orang bodoh. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. kata-katanya menjengkelkan. ia hidup sampai jaman Madya . anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. Bagong berumur sangat panjang. putri Bathara Hira. Seperti halnya dengan Semar. kakak Dewi Kanistri.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

putri Prabu Kunti. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Dewi Prita/Dewi Kunti. Setelah usia lanjut. Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. Kakrasana dan Narayana. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Secara tidak resmi. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Kakrasana. raja Boja. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. swaraswati Keraton Mandura. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala.Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa).

Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Atas kemurahan hatinya. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Dewi Basuwati.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. Sebagai penggantinya. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. Basukiswara . Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Beberapa tahun kemudian. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. membagun sebuah padepokan/pertapaan. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika.

dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. Dewi Prita/Dewi Kunti. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. Arya Basuketi. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. putri Prabu Kunti. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. cerdik pandai. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Setelah usianya lanjut. raja Boja. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Prabu Basukesti. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. arif bijaksana dan suka menolong. . berani.

Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. Prabu Basupati yang mengundurkan diri. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Arya Basukesti. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. juga tahu segala bahasa binatang. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Dewi Basundari dan Arya Basundara. Karena ketekunannya bertapa. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). Putri Bathara Brahma. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. putri . Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. Dengan kereta sakti Amarajaya. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya.

Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. dengan permaisuri Dewi Srisekar. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Setelah menikahkan putrinya. Arya Basunada. Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). Arya Basupati. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. Dari perkawinan tersebut. .

Alugara. Gada Rujakpala. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. Dewi Arimbi. Gelung Pudaksategal. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. teguh. Dewi Nagagini. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Gelang Candrakirana. yaitu . serta 2 orang saudara lain ibu. patuh dan jujur. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. berputra Raden Gatotkaca dan 3. wilayah negara Amarta. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. kuat. Pupuk Jarot Asem. Bratasena. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Bayusuta. tabah. 2. Nakula dan Sadewa. gagah berani. Ia putra kedua Prabu Pandu. Bima memililki sifat dan perwatakan. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. Sena. Nagata. Kusumayuda. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. Dandunwacana. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Kalung Nagasasra. Pandusiwi. Birawa. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . atau Wijasena. Dewi Urangayu. Aji Bandungbandawasa. berputra Arya Anantareja. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. . Kusumadilaga.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. Kelatbahu Candrakirana. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Sumping Surengpati. Kowara. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. Kuku Pancanaka. yaitu : 1. Balawa.

Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Carucitra. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Surtayu. Bomawikata. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citraboma. Wikataboma. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). . Citrayuda. Citraksi. Surtayuda. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Gardapura . Kartamarma. (raja negara Banyutinalang). Durmagati. Durmuka. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Citraksa. Durgempo. Kartadenta.

Dalam perang Bharatayuda. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. Bila salah satu diantara mereka mati. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. kejam. Di medan peperangan. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. ia menjadi sangat sakti. raja negara Surateleng. Berwatak angkara murka. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. maka yang mati akan hidup kembali. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. Ia pandai bermain gada. Karena ketekunanya bertapa. bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. Selain sakti. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki.

Brajadenta berwatak keras hati. Brajalamatan. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Dengan bantuan Bathari Durga. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Oleh kakaknya. . Brajamusti. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. ingin menangnya sendiri. Arya Prabakesana.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. Brajamusti. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Brajadenta sangat sakti. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. Dewi Arimbi. Prabu Arimbaji. Arimba / Hidimba. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Brajawikalpa dan Kalabendana. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Bima tinggal di Jadipati. Dewi Arimbi.

Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. Brajamusti. Brajadenta.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Dewi Arimbi. putranya dengan Bima. Brajawikalpa dan Kalabendana. Arya Prabakesa. pemberani dan sangat sakti. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Arimba/Hidimba. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. mudah marah. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. masing-masing bernama . Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. .

Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. raja negara Astina. istri Prabu Duryudana. . Brajalamantan dan Brajawikalpa. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Dengan bantuan Bathari Durga.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. keras hati dan ingin menang sendiri. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Bersama kakaknya. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. Brajadenta dan kedua adiknya. Brajadenta. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. Dewi Arimbi. Ia sangat sakti. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. berlindung pada kemenakannya. Arya Prabakesa. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Brajawikalpa dan Kalabendana. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. Prabu Arimbaji. Brajalamatan. agak bengis.

tangguh. setia. Dewi Erawati. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti. Arya Prabakesa. ingin selalu menang sendiri. Brajalamatan dan Kalabendana. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . gagah perkasa dan sangat sakti. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. senang menurutkan kata hatinya. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . Arimba/Hidimba. Brajadenta. Ia berwatak sombong. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dewi Arimbi. Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. Brajamusti. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Burisrawa berwujud setengah raksasa. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. pemberani. Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. pendendam. Dewi Surtikanti.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca.peristiwa . raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama .

Dalam perang Bhratayuda. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. raja Mandura. raja negara Lesanpura. raja Astina dan Adipati Karna. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara.yang penuh dengan kekerasan. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. putri Prabu Kiswaka. . raja Awangga karena hubungan saudara ipar. Prabu Duryudana. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa.

Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. banyak tingkah dan pandai bicara. semuanya berwarna hitam. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. serakah. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. Ia berwatak kejam. trengginas. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. Cakil memiliki sifat. tangkas.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. pemberani. berkaki putih . karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana.

yaitu : Prabu Yudhistira. Pada mulanya Dadungawuk menolak. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. di kawasan hutan Mertani. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. Arya Dananjaya sangat sakti. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. . Ia mempunyai dua kakak kandung.(=pancal panggung/Jawa). Bersama kakaknya. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. Setelah pesta perkawinan selesai. yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. ketika dipinang oleh Arjuna. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Arya Danduwacana. Atas seijin Bathari Durga. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati.

gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . putra Prabu Pandu raja negara Astina. Menjanganketawang dan Cecakandon. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. Jangettinelon. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. negara Jodipati. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . hak memakai nama Arya Dandunwacana. . naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. Arya Dandunwacana menyerahkan. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Ditya Sapujagad. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. gagah perkasa. Kepada Arjuna ia menyerahkan . Kepada Bima. Dandangminangsi. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Podangbinurehan. pusaka Jala Sutra Emas. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. jujur. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Berwatak pemberani. Celengdemalung. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna.

tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. Anantareja. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Arya Danurwenda masih kecil. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. jujur. . Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. yang mempunyai kesaktian. Ia berkulit Napakawaca. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. Hyang Anantaboga. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. Nagapratala. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. pendiam. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir.

Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. dari pertapaan Retawu. Putri sulungnya. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. raja negara Srawantipura. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. Dewi Amba. Wresni dan . keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki.

Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. Druhyu.Andaka.000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. Kumbina dan Dwarawti). Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. Dewayani meminta Resi Sukra. raja daitya negara Parwata. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. raja negara Astina. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. istri Prabu Yudhistira. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. masing-masing bernama . Dewi Drupadi. dan Dewi . Yadu dan Turwasu. putri Sanghyang Indra. dan berputra tiga orang lelaki. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Lesanpura. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. masing-masing bernama . raja Amarta.

Ia menikah dengan Dewi Suwarni. putri Prabu Hiranyawarma. sombong. Resi Drona berwatak. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. Setelah melalui pertempuran sengit. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . Pada saat itu roh Ekalaya. memiliki sifat pemberani. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. tinggi hati. cerdik. Drestadyumna berwajah tampan. bengis. congkak. putra Resi Drona. . akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. yaitu Resi Drona. raja negara Dasarna. Ia tewas dibunuh Aswatama. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. banyak bicaranya. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. istri Arjuna. menghadapi senapati perang Kurawa. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa.Srikandi. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. Drestaka dan Drestara. tangkas dan trenginas.

putri Prabu Purungaji. putra Prabu Drupada. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. Untuk mencari pengalaman hidup. kecerdikan. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna.tetapi kecakapan. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. raja negara Tempuru. kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. setelah gugurnya Resi Bisma. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. Arya Sucitra pergi meninggalkan . Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. yang memenggal putus kepalanya. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra.

Di dalam perang besar Bharatayuda. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. luhur budinya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Dalam masa kekuasaanya. bijaksana. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati.sabar. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. teliti dan . dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa.Hargajembangan. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. Dewi Drupadi.

Srutakirti dari Arjuna 4. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. 1. Dursala tewas dalam pertempuran . Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Nakula dan Sahadewa. Menurut pedalangan Jawa. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Srutanika dari Nakula 5. Srutawarman dari Sahadewa. Srutasoma dari Bima. ia sangat sakti. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani.setia. takabur. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. yaitu. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. Bima. Sedangkan menurut Mahabharata. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. Ia berbadan besar. gagah dan bermulut lemar. Yudhistira. 2. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur.Partawindya dari Yudhistira. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. 3. Dursala mempunyai watak dan sifat. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Akhir riwayatnya diceritakan. Arjuna. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra.

Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. putri Adipati Banjarjungut. Wikataboma. Bogadatta (raja negara Turilaya). besar kepala. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. Durmagati. Surtayuda. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Surtayu. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari.gemar bertindak sewenang-wenang. Bomawikata. gagah dan bermulut lebar. Dursasana berbadan besar. Carucitra. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. senang meremehkan dan menghina orang lain. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). mempunyai watak dan sifat. Kartamarma. Kartadenta. Durgempo. Durmuka. Citraksa. (raja negara Banyutinalang). Citraksi. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. takabur.melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Gardapura . Citraboma. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Citrayuda.

Citraksi. Durmagati. Gardapati (raja negara Bukasapta). keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Diantara 100 orang. dan Widandini (raja negara Purantara) . Durmuka. . Kartadenta. Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Citrayuda. Surtayuda. Wikataboma. Carucitra. dihantam gada Rujakpala. Duryudana (raja Negara Astina). Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksa. Durgempo. Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Citraboma. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa.hancur berkeping-keping. Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Bomawikata. Gardapura. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Surtayu.

yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi. tekun dan tabah. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. sangat mencintai istrinya.Hidupnya serba mewah. Ekalaya seorang raja kesatria. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. Ekalaya berwatak. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. menarik hati. jujur. keinginanya selalu terlaksana. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. raja negara Sindu. Menjelang . gaya dan kata-katanya serba menarik. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. Dalam perselisihannya dengan Arjuna. Ia adalah raja negara Paranggelung. putri hapsari/bidadari Warsiki. Wataknya bersahaja. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. setia. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata.

Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dewi Surtikanti. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Dewi Banowati. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. sabar dan wingit. Dewi Erawati berwatak. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. . Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. penuh belas kasih. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Jawa). yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. setia.kematiaanya. raja negara Mandura. Winata dan Wimuka/Wilmuka.

. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya. raja negara Mandaraka.

Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. teguh sentosa. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. Karena penggantinya. raja negara Astina. murid Resi Boma. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. bersahaja. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. pendiam dan sakti. menantunya yang setelah menjadi . dan berputra dua orang bernama. gagah berani. sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra.

Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. tegap. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. pemberani. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Prabu Gandabayu meninggal. Ia berwajah tampan. pendiam. Ketika ayahnya. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. gagah. Sedangkan menurut pedalangan. . menurut Mahabharata. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. dan diangkat menjadi patih negara Astina. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya.

Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Durmuka. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Kurawa terhadap Pandawa. Durmagati. Surtayu. Surtayuda. Gardapati (raja negara Bukasapta). Citrayuda. Arya Sakuni. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. masingmasing bernama . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Citraboma. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Wikataboma. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. (raja negara Turilaya).Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Gardapura. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. . Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durgempo. Bogadatta. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Kartadenta. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. raja negara Astina. Carucitra. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda.

Arya Sucitra. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. bijaksana.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. raja negara Amarta. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra. luhur budinya. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. Akhir riwayatnya diceritakan. 1. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. bergelar Prabu Drupada. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. masing-masing bernama . Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. Dewi Gandawati ikut belapati. 3. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. Dretadyumna/ Trustajumena. Sepeninggal Prabu Gandabayu. 2. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. . yang kemudian menjadi istri Arjuna. Dewi Srikandi. sabar dan teliti serta setia.

putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Untuk mengukuhkan tali persaudraan.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. raja negara Garbasumanda. karena ingin memperistri bidadari. Dewi Wersini. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. putri Prabu Kalayaksa. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. raja negara Karanggubarja. senapati perang negara Dwarawati. Dewi Garbarini.

Kartadenta. Surtayuda. Citrayuda. Durgempo. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Citraboma. Citraksa. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Bomawikata. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Durmuka. Kartadenta. raja negara Glagahtinalang. Citrayuda. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Bogadatta (raja negara Turilaya).Kurawa. Carucitra. Gardapati (raja negara Bukasapta). Wikataboma. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. Bogadatta (raja negara Turilaya). Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Surtayuda. Surtayu. Durmagati. Wikataboma. Durgempo. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Bomawikata. cerdik dan licik. Carucitra. congkak. Surtayu. Durmuka. Dengan kesaktiannya. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Gardapura . Gardapati berwatak keras hati. Citraksa. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. . Durmagati. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Citraksi. ia berhasil merebut negara Bukasapta. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Citraksi. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Citraboma.

keras kepala. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. kakaknya. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. cerdik dan licik. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. kaki pincang. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. Aslinya. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. perut gendut. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. Gareng bernama Bambang Sukskati. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. sehingga tiada yang kalah dan menang. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. Karena sabda Sanghyang Ismaya. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. terjadilah peperangan antara keduanya. dan masuk dalam golongan panakawan. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama.Gardapura bersifat sombong. Matanya juling. Setelah selesai tapanya. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. . ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. ia hidup sampai jaman Madya. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. hidung bulat bundar. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura. Nala Gareng berumur sangat panjang. tak berleher.

Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. Gatotkaca telah membuat huru-hara. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Ia adalah anak Bima. menjadi raja di negeri itu. kakak ibunya yang bernama Arimba.Gatotkaca GATOTKACA. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Begitu lahir di dunia. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. Sebagai raja muda di Pringgadani. Dalam pewayangan. Brajamusti. Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. Sebelum itu. adik Arimbi. ibunya bernama Dewi Arimbi.

Namun Batara Narada membuat kekeliruan. . Di kahyangan. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Bima dan Arimbi mengizinkan. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Namun. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Senjata. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Usahanya ini tak berhasil. Setelah penggemblengan selesai. yang bernama Kunta Wijayandanu. musuhnya akan mati. dan yang ketiga Dewi Suryawati. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. itu bukan diserahkan pada Arjuna. Karena kesal. Setelah tali pusarnya putus. Tubuhnya tetap utuh. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. Ia mengenakan Caping Basunanda. putri Batara Surya.untuk keperluan itu. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Tutuka pingsan. penutup kepala gaib. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Namun. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. begitu tali pusar itu putus. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. anak Arjuna. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena.

Kancingjaya. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Namun. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. Sebenarnya. dan Mladangtengah. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. Bra-jadenta. Menjelang ajalnya. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. Purbaya. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Bimasiwi. dan amat menyayangi Gatotkaca. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Trincingwesi. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. Krincingwesi. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. Karena itu. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. ketika mereka berperang tanding. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari. ia terbang amat tinggi. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. yakni Kalananata. Guritna. . Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. Akibatnya. Arimbiatmaja. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. Sebagai raja muda Pringgadani. karena ia le-laki. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. ada lagi nama alias Gatotkaca. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. sesudah Gatotkaca gugur. Abimanyu. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. Gurubaya. terutama Brajamusti. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. Ketika jatuh ke bumi. dan Bimaputra. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya.

jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu. Brajadenta . Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Gatotkaca Sungging 4. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. Gatotkaca menjawab. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Baru saja latihan perang itu dimulai. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Namun. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. Pregiwa . Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. putra Prabu Matswapati dari Wirata. Beberapa tahun menjelang Baratayuda. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. sehingga pingsan. Selain malu. putra Dursasana.Pregiwati 3. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. ia sadar. Sesuai janjinya. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2.Brajamusti 8. dengan Aji Narantaka itu . Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. Gantotkaca Rante 10. Aji Narantaka 12. Gatotkaca Sewu 5.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Wahyu Senapati 7. Subadra Larung 11. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. para putra Pandawa. para putra Pandawa. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Kalabendana Lena 9. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri.

Bentuk badannya tegap. Di Surakarta. Pada tahun 1960-an Ir. Tatit. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. yakni wanda Kilat. Guntur. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan.Gatotkaca mengalahkan Dursala. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. Sukarno. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. Nama itu diberikan karena waktu lahir. Guntur Prahara. Boma Narakasura. Badannya kekar dan kokoh. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . Presiden RI. dan Guntur Samodra. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. yakni Butaprepat. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. tidak diketahui dengan jelas. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. Dalam perang melawan raksasa. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. Mengenai soal wanda ini. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. lengkap dengan taringnya. mukanya tidak terlalu tunduk. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. dan Dursala. Gelap. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. sedangkan kata kaca artinya rambut. Panglawung. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. dan Dukun. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit.1820) di Surakarta. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. dengan wajah mirip Bima. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). dan Abimanyu di darat. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. Patih Kala Sakipu. hanyalah Prabu Kala Pracona. sehingga menampilkan kesan gagah. Gatotkaca menyambar dari udara. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Dalam pewayangan. tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. dengan muka agak . pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya.

Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. . Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. wajah raksasa. Wanda Guntur. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. Sementara itu. dengan tubuh besar. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. dan Sukarno. seolah mencerminkan sifat andap asor. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. Wajahnya juga memandang ke bawah. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. tunduk. raja Mataram. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. Baca Bima. Pergiwati. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. Dewi. lengkap dengan taringnya. kuat. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya.datar. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. membagi Gatotkaca atas empat wanda. Dulu.

putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. Kurawa terhadap Pandawa. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. lembut. raja negara Astina. Arya Watubaji. raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Citrayuda. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Kartadenta. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Durmuka. (raja negara Turilaya). Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. Citraboma. Arya Sakuni. Carucitra. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durgempo. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. suaminya. Durmagati. Gardapura. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Bogadatta. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Wikataboma. Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. Gardapati (raja negara Bukasapta). Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . masingmasing bernama . Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. sederhana. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Dursasana (Adipati Banjarjungut). Surtayuda. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina).Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. baik budi. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Surtayu. istri Bathara Derma. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. dengan bantuan Dewi . Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama .

mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). Endang Pregiwa. Bratalaras. Wijanarka. dari pertapaan Yasarata. bernama. Abimanyu. Ia berwatak tenang. sesuai dengan takdir dewata. Antakadena dan Bambang Sumbada. menjelang pecah perang Bharatayuda. salah satu dari lima satria Pandawa. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. Kumalasakti. . Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. ayahnya sendiri. Wilungangga. Wisanggeni. Kumaladewa. jatmika. dengan Dewi Ulupi. Endang Pregiwati. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. tekun dan wingit.Wilutama. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. di keputrian negera Surateleng. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Prabukusuma. Sumitra. Setelah ada kesepakatan. Sedangkan menurut Mahabharata.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra.Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. . begitu kelahiran Dewabrata. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. raja negara Astina. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari.

Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. Prabu Supala raja negara Kadi. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. gagah. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. perkasa dan berwajah setengah raksasa. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. bengis. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. Ia sangat sakti. penganiaya. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. . Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. Untuk memenuhi ambisinya. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. Karenanya berbadan tinggi besar. keras hati. ingin menangnya sendiri. raja raksasa dari negara Widarba.

berwatak angkara murka. istri Arya Prabu Rukma. ayahnya. istri Arya Prabu Rukma. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Karena ketekunannya bertapa. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. . Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi.Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. berwatak angkara murka. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Karena ketekunannya bertapa. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri.

Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. penuh kesungguhan dan setia. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. Arya Wirata dan Arya Surata. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. ia menukar namanya dengan nama patihnya. ayahnya. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. berani. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Jayadrata. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. . dan bergelar Prabu Sinduraja.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara.

Abimanyu menyerang negara Plangklawati. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. dan Arya Suryakaca. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu.Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. Prabu Jayamurcita. istri Arjuna. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. karena ketika . Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. Sebelum menemui ajalnya. putra Dewi Suryawati. putra Dewi Pregiwa. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. raja negara Madukara (lama). raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. Merasa sangat sakti. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. raja negara Pringgandani. Raden Gatotkaca. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. mengutus adiknya. bernama. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. Bambang Sasikirana. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca.

Dari perkawinan tersebut. dan Gunadewa. sabar. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. raja negara Dwarawati. Samba. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Drestadyumna dapat dihidupkan . gesit. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. Gatotkaca. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. berwujud sebagai wanara / kera. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. Demikian pula dengan tabiat. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. yang berwajah sangat tampan. dengan Dewi Trijata. ia memperoleh dua orang putra bernama . ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". berani tak mengenal takut. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. ibunya. sangat berbakti dan penuh belas kasih. tangkas dan terampil. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. teguh. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. kesetiaan. daripada tinggal di istana Dwarawati. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. cerdik pandai. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. waspada. Dewi Jembawati berwatak jujur. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. Ketika lamarannya ditolak. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit.perang berlangsung ia masih kecil. setia. Karena mati sebelum takdir. tangguh. Perbedaannya. Jayasupena tidak bisa terbang. karena garis keturunan dari Resi Jembawan.

bernama. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. Brajamusti. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. sangat jujur. dari negara Wirata. Brajadenta. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Arimba/Hidimba. Prabkesa. raja Awangga. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. Dewi Arimbi. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. setia.kembali oleh Prabu Kresna. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. . raja negara Dwarawati. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati.

putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. putra ke-empat Prabu Basukunti. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. Dalam peperangan. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Daya berpkirnya lambat. Merasa sangat sakti. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. dari negara Mandura. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk. Bertubuh gemuk pendek. namun memiliki gerakan yang cekatan. . Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. Dalam cerita pedalangan. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa.

Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. serakah. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). Prabu . Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. raka negara Astina. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura. raja negara Astina. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. bengis. juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. kejam. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. istri Prabu Basudewa. Ia pernah menyerang negara Kumbina. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. seperti Arya Prabu Rukma. pemberani dan sangat sakti. putri Prabu Rumbaka. Arya Ugrasena. Prabu Kalasasradewa sangat sakti. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. mau menangnya sendiri. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. kakak Arya Ugrasena). Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. serakah. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. suka menurutkan kata hati. Berwatak angkara murka. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Dalam peperangan tersebut. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti.

Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. Ia lahir di negara Bombawirayang. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. oleh Suratrimantra. permaisuri Prabu Basudewa. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. penghianat. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. adik Prabu Gorawangsa. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. Setelah remaja. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa). pamannya yang sakti. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. keras hati. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. ingin menangnya sendiri. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Pemberontakan Kangsa gagal. Dengan dukungan Suratimantra. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. raja Mandura. raja negara Astina. Karena sangat sakti.

Ilmu dipelajarinya dari gurunya. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. sedangkan Arjuna anak yang ketiga. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. Basukarna adalah putra sulung. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. Basukarna adalah anak buangan. Waktu masih berusia remaja. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Prabu Basukunti. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. . putri bungsu raja Mandura. padahal ia masih gadis. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti.Karna KARNA. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. Resi Druwasa. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya.

. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. sesudah masa kehamilannya cukup. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. Namun permohonan itu ditolak. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Menjelang masa remaja. dan matahari sudah naik. Manakala hari telah terang. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. atau Suryatmaja. Pandu. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. sering bangun siang. bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Resi Krepa. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Setelah lahir. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. Tahun berganti tahun. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. ia masih tergolek di tempat tidurnya.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. Maka. Dengan ilmunya yang tinggi. ia diberi nama Karna . ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. Itulah sebabnya. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. dan Yama Widura. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Alasannya. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Nama lain baginya adalah Talingasmara.yang artinya telinga. Itulah sebabnya. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. yakni putra-putra Drestarastra. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil.

Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. Lagi pula. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. Duryudana. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. Yakin. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Karna menjadi Adipati di Awangga . Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. ditolak. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. ataukah sebaliknya. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. termasuk para Kurawa.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Namun Kunti juga ragu. Adu tanding pun dimulai. Keduanya seimbang sama kuat. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Lebih-lebih Arjuna.

Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. sehingga keringatnya bercucuran. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. Basukarna. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. putri Prabu Salya. menyengat paha Basukarna.yang menentukan hidup atau mati. raja Mandraka. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. Karena merasa ditipu. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. sejenis kalajengking berbisa. Saat itu seekor ketonggeng. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. Sewaktu tahu apa yang terjadi. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. yaitu raja penguasa di Awangga. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. atau raja muda. tetapi karena hasil usahanya sendiri. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. kutukan itu akan terbukti. pada saat yang genting . terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. yakni ilmu ketrampilan memanah. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. . adik Surtikanti. walaupun telah menjadi menantunya. kelak ternyata. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. Dan. Karna harus menyamar sebagai brahmana. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. melainkan seorang ksatria. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun.

Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. teguh dalam pendirian. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. yaitu Batara Surya. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. percaya diri. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. tetapi gagal. "Ingatlah Karna. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. putri sulung Prabu Salya. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. Meskipun sebelumnya telah tahu. Bima. mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. dan mengaku sebagai Arjuna. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. sebab Batara Endra. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna." . ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. siapa pun yang memintanya. salah lihat. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. Jadi. Ki Nartasabda. dan Arjuna. yakni Prabu Anom Duryudana. Selain seimbang kesaktiannya. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. tahu membalas budi. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Dalam pewayangan.

terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. apa alasan brahmana itu memintanya. ambillah. Tanpa menanyakan." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya ." Demikianlah. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa. Karenanya.. Kini. dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. Pada pertemuan empat mata." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. berkata: "Karna. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba .. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. dengan senang hati hamba akan menerimanya.." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. Sehari menjelang Baratayuda. Jika seorang brahmana datang meminta. sebagai ganti barang yang hamba ambil. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama. ksatria mulia.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. Kresna secara khusus datang menemui Karna.. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. . Esok harinya..yang masih dalam ujud brahmana. .. Namun. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. itu tergantung pada siapa yang memintanya. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba.

jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa.. Barata-yuda harus segera terjadi. Adinda tahu benar. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. Baratayuda yang akan dimulai esok hari.. Kakanda Kresna.. bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana.Kresna: "Dinda Karna. Rasanya. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang." Kresna: "Tetapi. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa." Karna: "Kakanda Kresna. Resi Krepa. Yang penting. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. . Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. Itu adalah kewajiban Adinda. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting. pendirian mereka. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. sehingga Baratayuda dapat dicegah. dan dengki mereka." Kresna: "Saya memahami hal itu. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. Kakek Abiyasa. Itulah sebabnya. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. . sifat iri.. bagaimana pun. Bahkan Maharesi Bisma. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. Jadi. culas." Karna: "Kakanda Kresna. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. Namun. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang. Dinda Karna. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. bukan perang kecil." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah. Adinda telah mengenal para Kurawa. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. Begawan Drona. itu semua agar Baratayuda dapat segera . sejak masih remaja.

Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. Dinda Basukarna . kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Hati kecilnya merasa. . Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. seandainya Adinda yang menang. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. jelas berbeda. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. bagaimana pun. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. Adinda tahu." Karna: "Itu pun Adinda pahami. Seandainya Adinda yang gugur. Namun. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan . cobalah Adinda renungkan sekali lagi.. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu.. dan siapa yang akan unggul. Entah siapa yang akan kalah. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. Karenanya. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Demikian pula." Kresna: "Adinda Karna. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. Sekali lagi." kata titisan Wisnu itu. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. Namun.terjadi sebagaimana seharusnya." Kresna: "Adinda Karna.. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. kita semua belum tahu. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. Coba renungkan hal itu. lewat tengah hari. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. selalu harus ada yang menjadi korban.

dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. Ibunda tentu juga tahu. Namun.. Namun hamba mohon. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku.. Para dewa dapat menjadi saksi. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa.. Dapatkah engkau membayangkan. cobalah engkau renungkan barang sejenak. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya. . Arjuna.. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya." Kunti: "Tetapi . Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. perang besar akan terjadi esok hari. maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. ibumu ini. Anakku. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak.." Kunti: "Karna. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. adik-adik hamba. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. Jika harapanku ini engkau kabulkan. Hanya karena keadaan.."Basukarna anakku. engkau adalah prajurit sejati. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba . Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. ada yang . Baratayuda yang akan dimulai esok hari. . engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. dengan menguatkan hati.. Namun.." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. Ibunda mengerti. Aku. Karna Anakku.. Tidak bisa tidak. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. Engkau tentu juga tahu. Namun. Namun. betapa remuknya hati seorang ibu. junjungan hamba.. Hamba mengerti. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa. Engkau seorang ksatria utama. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu.

Aku tidak berkesempatan merawat.. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. Karena itu. kemuliaan. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. Doaku untukmu. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. tidak terlaksana. mengorbankan orang yang disayanginya. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa.." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. buah hatiku . karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan.. maafkanlah Ibumu ini." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. maka ia akan gugur sebagai pahlawan. mungkin Baratayuda akan gagal. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- . Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. penguasa Astina itu mulai khawatir. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. . anakku. Dan. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. menciumi ubunubunnya.. jika ia tidak ikut beperang. anakku . memelihara dan mengasihimu. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada. Karna. Untuk itu. kumohon kepadamu... derajat dan pangkat. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna.. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. aku telah kehilangan engkau. Puluhan tahun. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna. Pertimbangan yang lain adalah. Dalam Baratayuda. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. anakku.harus mengorbankan suaminya. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus.. tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya. dan . izinkan aku memelukmu. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. Tetapi. Demikian pula. Walaupun tawaran bantuannya ditolak. Jika hamba gugur. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu.. sebagai ksatria. Kunti lalu berkata: "Anakku. Kesedihanku sebagai seorang ibu.. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. batal. sejak engkau masih berujud bayi merah. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu.

melesat ke arah dada Arjuna. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. mengasuh. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. kemudian membujuk Prabu Salya.cari Arjuna. Karena desakan Duryudana ini. Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. Alasannya. Basukarna. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. raja Dwarawati. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. Dan. dan mengasihinya. Namun. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. Panah Wijayacapa meluncur deras. Hanya karena bujukan Duryudana. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. Duryudana lalu meng-ingatkan. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. Basukarna . Agar seimbang dan tampak sederajat. seorang anak yang terbuang sejak bayi. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. sebagaimana dikehendakinya. Sementara itu. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. Duryudana dengan cepat melerai. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. yang paling tepat adalah Prabu Salya. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. bahwa perang ini bukan perang pribadi. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. dan menurut anggapannya. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. Karena jika bukan dia yang gugur. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati.

Tetapi versi lain menyebutkan. Basukarna mendapat dua orang putra. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. yakni patih Kadipaten Awangga. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. Dari keterangan para dayang. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. . sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda.Bhs. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. Permadi mencoba membantah. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. turun dari kereta. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. Jadi. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. namun tidak seorang pun yang percaya. Pada saat Baratayuda berlangsung. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala.gugur karena siasat licik Kresna. putri Prabu Salya. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. putri Prabu Anom Duryudana. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. ia juga merupakan besan. Dengan demikian. selain sebagai ipar. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. Suatu hari. Ia mempersalahkan Adimanggala. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. abang satu ibu lain ayah. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. Permadi sanggup. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh .

Karenanya. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. dan terjadilah perang tanding. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. Setelah tahu apa yang terjadi. terpaksa menerima kenyataan itu. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. Diterangkan. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. Usaha Permadi ini berhasil. Dalam pewayangan di Indonesia. ia sanggup mengorbankan jiwanya. Lagi pula. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. Karna menolak. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. dewa itu segera melerainya. Guna me-nyirnakan angkara murka.Dalam waktu singkat. . mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. dan bahkan juga nama baiknya. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu.

Dalam Mahabarata. bukan bangsawan). tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Lihat juga Kunti. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh. Basukarna. Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. selain dendam pada Arjuna. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. Kelak. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. Dewi. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. . Basukarna adalah salah seorang pesertanya.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. Karna ternyata sanggup. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. dan Arjuna. atau Basusena.

Ia berbadan besar. Citraksa. gagah dan berwajah setengah raksasa. Setelah mertuanya meninggal. Citraksi. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Bomawikata. Durgempo. Gardapura. Kartawiyoga berwatak keras hati. Surtayuda. pandai bicara. Gardapati (raja negara Bukasapta). lincah. Citrayuda. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. Dursasana (Adipati Banjarjungut). berani dan selalu menuruti kata hati. keras hati. . Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Duryudana (raja Negara Astina). putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. putri raja Banyutinalang. Wikataboma. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Carucitra.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Ia menikah dengan Dewi Karastri. cerdik. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. Surtayu. Kartamarma memliki perwatakan. Kartadenta. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Citraboma. Durmagati. Durmuka. Bogadatta (raja negara Turilaya).

Bagawan Abiyasa. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. raja negara Astina. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. dari padepokan Retawu. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. Rajamala. telah datang menyusul Kakrasana. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. penghianat. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Upakeca / Rupakeca. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. dengan Dewi Durgandini. ingin menangnya sendiri. Citragada dan Wicitrawirya. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. yaitu. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Setatama. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. yaitu. Kencakarupa berwatak keras hati. berani dan .

Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Cerita Pedalangan menyebutkan. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Kisah lain menyebutkan. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci.selalu menurutkan kata hati. dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Krepa berwatak jujur. . Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. Dalam Mahabharata diceritakan. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. Prabu Matswapati. setia dan penuh pengabdian. Akhir riwayatnya diceritakan. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca.

Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. sampai akhir hayatnya. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan.Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. .

Dewi Setyaboma.Dewi Pratiwi. dari negara Lesanpura.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Terompet/Sangkala Pancajahnya. Kakrasana. Kaca paesan. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. seorang swarawati keraton Mandura. Ia lahir kembar bersama kakaknya. berputra . 3. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. Arya Setyaka. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. 4. kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. berputra .Dewi Rukmini. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir.Dewi Jembawati. Senjata Cakra. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. 2. adalah putra Prabu Basudewa. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. berputra . Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. Kembang Wijayakusuma. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. . Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. antara lain.

Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Bratalaras. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Arya Basudewa. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. apabila dioleskan pada pelupuk mata. Bambang Irawan. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. kakaknya. satria Pandawa putra Prabu Pandu. raja negara Astina. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. bernama. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. tenang. Abimanyu. putri Prabu Kunti. Endang Pregiwati. Wisanggeni. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. Nakula dan Sadewa. Endang Pregiwa.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. setia dan wingit. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. raja Boja. putra Prabu . Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. pemberani. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Daya khasiat minyak Jayengkaton. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Puntadewa. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. dengan Dewi Jimambang. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. Bagawan Wilawuk. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. Wilugangga. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Ia berwatak penuh belas kasih. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Sumitra. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. Wijanarka. Prabu Kresna menginginkan moksa. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Sejak kecil. Bima/Werkundara dan Arjuna.

Hidupnya serba mewah. menarik hati. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. putra kedua Adipati Karna. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. keinginanya selalu terlaksana. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka.Pandu dengan Dewi Madrim. Ia mempunyai kakak kandung . gaya dan kata-katanya serba menarik. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. Akhir riwayatnya diceritakan. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. yang menjadi istri Arya Warsakapura. Wataknya bersahaja. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu.

diserahkan kepada ditya Suratrmantra. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. Dengan dukungan Suratrimantra. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. Oleh Kangsa. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. setia. raja negara Mandura. raja negara Mandura. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. tetapi juga putra Prabu Basudewa. raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). sabar dan Wingit. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. Kedua putra kembarnya. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. Kangsa pergi kenegara Mandura. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. . Prabu Pandu. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. adik Prabu Gorawangsa. Dari perkawinan tersebut. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. diusir keluar dari negara Mandura. digauli oleh Prabu Gorawangsa. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana.bernama Narasoma. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. raja negara Widarba. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa.

ikhlas. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. wilayah negara Mertani. Mandrapati mempunyai watak. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. seorang hapsari/bidadari. sabar. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. padepokan Pandansurat dimerdekakan. Narasoma dan Dewi Madrim. sabar. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. yaitu. ikhlas. Akhir riwayatnya diceritakan. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Akhir riwayatnya diceritakan. percaya akan kekuasaan Tuhan. Menurut purwacarita. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. Mandrapati mempunyai watak. Narasoma dan Dewi Madrim. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. di daerah kerajaan Jodipati. yaitu. seorang hapsari/bidadari. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. percaya akan kekuasaan Tuhan. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati.

Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. dari negara Mandura bernama. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. dari negara Mandaraka. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. sangat berbakti. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. Dewa Tabib. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. Ia lahir kembar bersama adiknya. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. salah satu dari lima satria Pandawa. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Mereka bertemu. Nakula tidak akan dapat lupa . Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. dengan permaisuri Dewi Kunti. Puntadewa. Dari perkawinan tersebut. setia. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. memperrtunjukkan kemahirannya menari. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. manusia kera kekasih dewata.

Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. belas kasih. wilayah negara Amarta. setia. Ia juga mempunyai cupu berisi. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Dewi Madrim. Senapati negara Mretani. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. 2. Dewi Srengganawati. Akhir riwayatnya diceritakan. Setelah selesai perang Bharatyuda. . putri Resi Badawanganala.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. raja negara Awuawulangit. Nakula mempunyai watak jujur. 1. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. taat. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya.

Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Karena ketekunannya bertapa. Ia tewas dalam . Narasinga menjadi sangat sakti. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Arya Singamulangjaya. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. raja negara Surateleng. adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti.

Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. Senapati perang Dwarawati. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . putra Sanghyang Brahma. Sedangkan dalam olah keprajuritan. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. dari negara Lesanpura. raja negara Mandaraka. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. andel Resi Palasara. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. jujur. Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. putra Prabu Kresna. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. setia. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya.peperangan melawan Narayana. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. putra Prabu Basudewa. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. putri Arya Kidangtalun. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. Setelah ayahnya. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa).. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. Ibunya bernama Dewi Kandini. Selain sakti. Karena itu selain sakti. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. selain berguru pada ayahnya. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda.

Abimanyu. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. Dewi Dangan. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Wijarnaka. Ia seorang anak yatim. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. Prabakusuma. Sumitra. Dewi Impun. Dewi Niyedi 5. Ramaprawa dan Basanta. salah satu dari lima satria Pandawa. jujur dan adil. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Dewi Gentang. 1. Ramayana dan Pramasata 2.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Dewi Tamioyi 3. berputra . ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). kekuasaan Pancatnyana semakin besar. Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. Dalam kitab Adiparwa. Bagawan Sarmiti. berputra . yaitu . Ia berwatak bijaksana. berputra . Dewi Satapi/Dewi Tapen. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Kumalasakti. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Dewi Puyangan. Akhir riwayatnya diceritakan. Bratalaras. berputra . Bambang Irawan. berputra . dengan Dewi Manuhara. Antakadewa dan Bambang . Wilugangga. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Kumaladewa. ia masih dalam kandungan ibunya.

Baru setelah remaja. putra Prabu Puntadewa. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajamusti. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala.Sumbada. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Wilugangga. Arjuna. baik budi. Kumaladewa. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Wijanarka. raja negara Pringgondani. Dari perkawinan tersebut. setia. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Kumalasakti. setia. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. Brajalamatan. Antakadewa dan Bambang Sumbada. Arimba/Hidimba. Bambang Irawan. Abimanyu. Brajadenta. Prabakusuma. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. putra Bima dengan Dewi Arimbi. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Bratalaras. jujur. Dewi Arimbi. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Arjuna. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. bernama. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Ia dan adik bungsunya. jujur. Sumitra. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. dengan Dewi Manuhara. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. berbakti dan teguh dalam pendirian. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. setia. bernama. Dewi . yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa.

Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. baik tingkah lakunya. juga ahli dalam ilmu pengobatan. Wijarnaka. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. halus. Wisanggeni. Bambang Tetuka/Gatotkaca. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. besar tanggung jawabnya. dengan Dewi Supraba. berwatak angkara murka. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. putri Bathara Indra. Bratalaras. Wilugangga. Dewi Mustakaweni. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. Kumalasakti. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. Bambang Irawan.Arimbi. tenang. Ia adalah putra Arjuna. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Wilugangga. jatmika. Sumitra. Endang Pregiwa. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. mengalahkan semua para Dewa. Antakawulan dan Bambang Sumbada. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. Ia kemudian mengutus patihnya. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. Kumaladewa. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. yaitu. Akhir riwayatnya diceritakan. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. raja negara Awangga. Ia sangat sakti. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Atas keputusan Bathara Guru. Abimanyu. Endang Pregiwati.

Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. dengan Ken Sagupi. dan Dewi Rarasati/Larasati. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. ia mempunyai dua orang saudara bernama. Wresni dan Andaka. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. senang bergurau. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. setelah selesainya perang Bharatayuda. yaitu. Ken Sagupi. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. . Dewa keadilan dan kesejahteraan. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. Kedua putranya. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Akhir riwayatnya diceritakan. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Suaranya lantang. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. seorang swarawati Keraton Mandura. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. Arya Udawa.dan Kasipu.

putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala.Dewi Pratiwi berwatak setia. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. Dewi Erawati. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. seorang hapsari/bidadari. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Dewi Banowati. percaya atas kekuasaan Tuhan. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. sabar. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. dan sangat berbakti. tekun dalam agamanya. masing-masing bernama. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. ikhlas. yang kemudian diberikan kepada putranya. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. dengan Dewi Darmastuti. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. setia. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. jujur. penuh belas kasih. dan dua orang adik kembar lain ibu. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. Dewi Surtikanti. raja jin negara Mertani. Ia mempunyai watak. . sabar. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. Bima/Werkudara dan Arjuna. jujur. Dewi Pujawati berwatak. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. Sitija. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. Ia juga terkenal pandai bermain catur. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda.

Ia seorang arsitek ulung. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. serta berjiwa penjilat. Setelah menobatkan Parikesit. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Arya Gamdamana. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. . Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Atas perintah Arya Sakuni. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Purocana juga ahli dalam tata bangunan.Dalam perang Bharatayuda. raja negara Mandaraka. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura.

Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Upakeca/Rupakenca. kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. . Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. raja negara Astina.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. berani. masing-masing bernama . bernama. Menurut ketentuan dewata. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Rajamala berwatak keras hati. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. Kecaka/Kencakarupa. Ia sangat sakti. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. Setatama. Citragada dan Wicitrawiya.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. tidak bisa mati selama masih terkena air. yaitu: Resi Bisma. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Adipati Karna. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". sais kereta kerajaan Astina. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Resi Balarama/Baladewa. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. Dewi Nirada. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. Duryudana dan Bima.

Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. sabar. istri pertama Arjuna. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. sangat menginsyafi. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. dengan Ken Sagupi. raja negara Astina. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. mengerti dan menguasai dirinya. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. ia mempunyai tiga orang saudara. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. patuh dan berbakti. Ken Sagupi. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. yaitu : Arya Udawa. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa.dengan permaisuri Dewi Rumbini. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. . Bambang Sumitra dan Bratalaras. seorang swarawati keraton Mandura. Dari garis keturunan ayahnya. Dewi Rarasati berwatak setia. putri Arya Prabu Rukma. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. Arya Prabu Rukma. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa.

Citragada dan Wicitrawirya. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. Kencaka/Kencakarupa. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi.Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. yaitu. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. dari padepokan Retawu. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. Setatama. yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. halus. Setelah Prabu Kresna mati moksa. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. raja negara Astina. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. dengan Dewi Durgandini. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. tenang. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. bernama. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. Narayana. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. sabar. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Bagawan Abiyasa. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. Rajamala. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Ia meningal dalam usia lanjut. hatinya keras dan sedikit suka usil. . cerdik pandai. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Dewi Erawati. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. bernama. Dewi Surtikanti.

Rupakenca berwatak tinggi hati. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Bima/Werkundara dan Arjuna. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya . Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. taat. putri Resi Badawanganala. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. belas kasih. keras kepala dan mau menangnya sendiri. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Puntadewa. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. Akhir riwayatnya di ceritakan. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. setia. Setelah selesai perang Bharatayuda. bernama. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. Dewa Tabib. Nakula. dari negara Mandura. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). sombong. Ia lahir kembar bersama kakanya. wilayah negara Amarta. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. Sadewa mempunyai watak jujur. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. Prabu Matswapati. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Akhir riwayatnya diceritakan. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). Selain sangat sakti. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). Senapati negara Mretani yang berkhasiat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful