P. 1
Tokoh Wayang

Tokoh Wayang

|Views: 1,168|Likes:
Dipublikasikan oleh w4ffle

More info:

Published by: w4ffle on Jan 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Sections

  • Abimanyu
  • Amba
  • Anggraini
  • Antaboga
  • Antarja
  • Antasena
  • Arimbi
  • Arjuna
  • Arya Prabu Rukma
  • Aswatama
  • Bagaspati
  • Bagong
  • Baladewa
  • Banuwati
  • Basudewa
  • Basukesti
  • Basukiswara
  • Basukunti
  • Basunanda
  • Basupati
  • Basurata
  • Bima
  • Bogadatta
  • Bomantara
  • Brajadenta
  • Brajalamatan
  • Brajamusti
  • Brajawikalpa
  • Burisrawa
  • Cakil
  • Dadungawuk
  • Dananjaya
  • Dandunwacana
  • Danurwenda
  • Darmahambara
  • Dewayani
  • Drestadyumna
  • Drona
  • Drupada
  • Drupadi
  • Dursala
  • Dursasana
  • Dursilawati
  • Ekalaya
  • Erawati
  • Gagakbaka
  • Gandabayu
  • Gandamana
  • Gandari
  • Gandawati
  • Garbanata
  • Gardapati
  • Gardapura
  • Gareng
  • Gatotkaca
  • Gendari
  • Hangyanawati
  • Irawan
  • Jahnawi
  • Jarasanda
  • Jatagempol
  • Jayadrata
  • Jayamurcita
  • Jembawati
  • Jungkungmadeya
  • Kalabendana
  • Kalakatung
  • Kalaruci
  • Kalasasradewa
  • Kalayasa
  • Kangsa
  • Karna
  • Kartamarma
  • Kartapiyoga
  • Kencakarupa
  • Krepa
  • Krepi
  • Kresna
  • Kumaladewa
  • Kunti
  • Leksmanamandrakumara
  • Leksmanawati
  • Madrim
  • Maerah
  • Mandrapati
  • Mayanggaseta
  • Nagagini
  • Nakula
  • Narasinga
  • Nirbita
  • Pancatnyana
  • Parikesit
  • Pergiwa
  • Pergiwati
  • Prabakesa
  • Prabakusuma
  • Pracona
  • Pragota
  • Pratiwi
  • Pujawati
  • Puntadewa
  • Purocana
  • Radeya
  • Rajamala
  • Rarasati
  • Retna Kasimpar

Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

putri Anantaswara. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. anaknya sendiri. Dewi Nagagini. istri Batara Yamadipati. walau itu anaknya. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. orang kedua dalam keluarga Pandawa. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala. Dalam pewayangan. ujudnya tetap seekor naga. Untunglah Dewi Supreti. SANG HYANG. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. Selain itu. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. menikah dengan Bima. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. ia mempunyai dua anak. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. tetapi dalam keadaan triwikrama. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. setiap 1000 tahun sekali. putri Sang . Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. sesuai dengan yang dikehendakinya. ketika masih muda disebut Nagasesa. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta.Antaboga ANTABOGA. Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. istrinya. Sang Hyang Antaboga. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. Putrinya. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. walaupun terletak di dasar bumi. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. Karena Nagatatmala memang bersalah. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. Ibunya bernama Dewi Wasu. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. Dalam pewayangan disebutkan.

Nagasesa menjawab. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. Itu pula sebabnya. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. para dewa bukan membor samudra. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. ***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. cahaya terang memasuki mulutnya. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. Namun setelah berhasil memutarnya. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Tidak hanya itu.Hyang Wenang. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. yang artinya mengaduk-aduk. dibawa ke samudra. mengacau. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. melainkan mengaduk-aduknya. Batara Guru menyanggupinya. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. Untuk membangun ikatan keluarga. . Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. dan saat itulah muncul Batara Guru. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa.

Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. Kata ‘maya’. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. Bersama dengan menantunya. yang suami Dewi Pertiwi. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. Jadi. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. kata anta artinya batas. Prabu Kresna. Yang kelokannya tidak mengenal batas. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. . Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. yang benar adalah Aji Kawastram. dan Candrabirawa. cucu Sang Hyang Antaboga. yakni Antareja. Antaboga berangkat ke kahyangan. cucunya.Perlu diketahui. Sebenarnya sebutan itu keliru. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. tak terlihat. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. artinya. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. Kata an atau artinya tidak. Dalam Kitab Mahabarata. Lihat Antareja. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Antareja tidak pernah ada. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan.

putra Bima dengan Dewi Arimbi. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. Anatareja berkulit napakawaca. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. dan Arya Anantasena. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. dengan Dewi Nagagini. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. putra Bima dengan Dewi Urangayu. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. . putri Prabu Ganggapranawa. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. yang mempunyai kesaktian. salah satu dari lima satria Pandawa. sehingga kebal terhadap senjata. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). dan berputra Arya Danurwenda. Lidahnya sangat sakti. bernama: Raden Gatotkaca. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. pemberian ibunya. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. pendiam.

salah satu dari lima satria Pandawa. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. yang dapat . putra Dewi Arimbi. dengan Dewi Urangayu. dan Gatotkaca. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. yaitu : Anantareja. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. putra Dewi Nagagini.Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara.

Brajadenta. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti.mengembalikan kematian di luar takdir. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. Arimba/Hidimba. Setelah dewasa. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. tidak pernah berdusta. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. Arya Prabakesa. Anantasena berwatak jujur. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. bernama. berani kerena membela kebenaran. putra Prabu Pandu. raja raksasa negara Pringgandani. menggantikan kedudukan kakaknya. Brajalamatan. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. Brajamusti. bersahaja. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. Prabu Arimba. dengan Dewi Hadimba. Brajawikalpa dan Kalabendana. terus terang. kekuasaan . salah seorang dari lima satria Pandawa. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

trengginas. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Prabu Rumbaka. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. Arya Basudewa. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. raja negara Surateleng atau Trajutisna. raja Boja.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. cerdik pandai. dengan Dewi Krepi. raja Negara Kumbina. dan bergelar Prabu Bismaka. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. swaraswati keraton Mandura. Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana. putra Prabu Rumbaka. putri Prabu Kunti. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. Ia berambut dan . raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati.

sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. dengan Dewi Anggini. Ketika ayahnya. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa.bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. pemberani. keturunan Prabu Citragada. Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. Dari ayahnya. Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Resi Drona). Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . raja negara Magada. Ia memiliki sifat dan perwatakan .

Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma. percaya akan kekuasaan Tuhan. Jawa). sabar. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Akhir riwayatnya diceritakan. Bagaspati sangat sakti. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. menantunya sendiri. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan.. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. ayahnya. tindakannya seperti . ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya. rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. Dewi Pujawati. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. dan berputra Dewi Pujawati. lucu. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. Ia mempunyai tabiat . Sebelum tewas.Bagawan Bagaspati. ikhlas. suara besar agak serak (agor . Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. seorang hapsari/bidadari. Bagaspati mempunyai watak. Carub atau Astrajingga. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor.

Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. tetapi selalu tepat. kakak Dewi Kanistri. putri Bathara Hira. Bagong berumur sangat panjang.orang bodoh. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. kata-katanya menjengkelkan. Seperti halnya dengan Semar. ia hidup sampai jaman Madya . anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

Dewi Prita/Dewi Kunti. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. putri Prabu Kunti. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. swaraswati Keraton Mandura. Secara tidak resmi. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra. Kakrasana dan Narayana. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing. Setelah usia lanjut. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. raja Boja. Kakrasana. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa).Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita.

Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Beberapa tahun kemudian. Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. membagun sebuah padepokan/pertapaan. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. Sebagai penggantinya. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Dewi Basuwati. Atas kemurahan hatinya.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Basukiswara .

Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. Setelah usianya lanjut. putri Prabu Kunti. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. Dewi Prita/Dewi Kunti. Arya Basuketi. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. cerdik pandai. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Prabu Basukesti. raja Boja. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. . Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. berani. arif bijaksana dan suka menolong. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena.

Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Arya Basukesti. juga tahu segala bahasa binatang. Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara. masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Dengan kereta sakti Amarajaya. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. Karena ketekunannya bertapa. putri . Putri Bathara Brahma. Dewi Basundari dan Arya Basundara. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Prabu Basupati yang mengundurkan diri. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata.

Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Setelah menikahkan putrinya. Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). . Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. dengan permaisuri Dewi Srisekar. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Arya Basupati. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama. Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. Arya Basunada. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. Dari perkawinan tersebut.

Gelang Candrakirana. Kelatbahu Candrakirana. berputra Arya Anantareja. Sena. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. Aji Bandungbandawasa. Balawa. . Kusumayuda. atau Wijasena. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Pandusiwi. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. Dewi Urangayu. Dewi Nagagini. Bayusuta. Kusumadilaga. kuat. Dewi Arimbi. Kalung Nagasasra. patuh dan jujur. teguh. Gelung Pudaksategal. serta 2 orang saudara lain ibu.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. Alugara. Birawa. Kowara. yaitu . berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. yaitu : 1. Bratasena. Sumping Surengpati. tabah. berputra Raden Gatotkaca dan 3. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Dandunwacana. gagah berani. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. 2. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. Nakula dan Sadewa. Pupuk Jarot Asem. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Bima memililki sifat dan perwatakan. Kuku Pancanaka. Ia putra kedua Prabu Pandu. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. Nagata. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Gada Rujakpala. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. wilayah negara Amarta.

Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Surtayuda. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Gardapati (raja Negara Bukasapta). . Citraksi. Durmuka. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Durgempo. Citraboma. Carucitra. Gardapura . Citraksa. Kartadenta. Kartamarma. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. (raja negara Banyutinalang). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Surtayu.Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Citrayuda. Durmagati. Wikataboma. Bomawikata.

bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. Selain sakti. Ia pandai bermain gada. Berwatak angkara murka. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Bila salah satu diantara mereka mati. Dalam perang Bharatayuda. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. maka yang mati akan hidup kembali. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih. Karena ketekunanya bertapa. Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. ia menjadi sangat sakti. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. Di medan peperangan. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. kejam. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. raja negara Surateleng.

barang siapa kena gigitannya pasti binasa. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Dengan bantuan Bathari Durga. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Brajalamatan. ingin menangnya sendiri. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Dewi Arimbi. Brajadenta sangat sakti. Brajamusti.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. . Akhir riwayatnya diceritakan. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. Brajamusti. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. Oleh kakaknya. Prabu Arimbaji. Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Arya Prabakesana. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Bima tinggal di Jadipati. Arimba / Hidimba. Brajadenta berwatak keras hati. Dewi Arimbi. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. Brajalamatan dan Brajawikalpa.

Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. Brajamusti. mudah marah. Arya Prabakesa. Brajadenta. putranya dengan Bima. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca. Dewi Arimbi. Brajawikalpa dan Kalabendana. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. pemberani dan sangat sakti. masing-masing bernama . Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. . Arimba/Hidimba.

Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca. Brajalamantan dan Brajawikalpa. . agak bengis. Dengan bantuan Bathari Durga. raja negara Astina. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. keras hati dan ingin menang sendiri. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajadenta dan kedua adiknya. Arya Prabakesa. Ia sangat sakti. istri Prabu Duryudana. berlindung pada kemenakannya. Bersama kakaknya. Brajalamatan. Brajadenta. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Dewi Arimbi. Prabu Arimbaji. Arimba/Hidimba. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana.

raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Arimba/Hidimba. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . ingin selalu menang sendiri. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . Brajalamatan dan Kalabendana. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. gagah perkasa dan sangat sakti.peristiwa . Dewi Arimbi. Dewi Surtikanti. Ia berwatak sombong. Brajadenta. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. Burisrawa berwujud setengah raksasa. Dewi Erawati. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. setia. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. Arya Prabakesa. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. pendendam. tangguh. senang menurutkan kata hatinya. Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. pemberani. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Brajamusti. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka.

raja Awangga karena hubungan saudara ipar. raja Astina dan Adipati Karna.yang penuh dengan kekerasan. raja Mandura. Dalam perang Bhratayuda. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. putri Prabu Kiswaka. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. raja negara Lesanpura. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. Prabu Duryudana. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. .

Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. serakah. berkaki putih . banyak tingkah dan pandai bicara. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. pemberani. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Ia berwatak kejam. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. semuanya berwarna hitam. tangkas. trengginas. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. Cakil memiliki sifat. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor.

dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. Pada mulanya Dadungawuk menolak. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Setelah pesta perkawinan selesai. Bersama kakaknya. ketika dipinang oleh Arjuna. . raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Arya Danduwacana.(=pancal panggung/Jawa). Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. Ia mempunyai dua kakak kandung. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. Arya Dananjaya sangat sakti. Atas seijin Bathari Durga. yaitu : Prabu Yudhistira. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. di kawasan hutan Mertani.

pusaka Jala Sutra Emas. Kepada Arjuna ia menyerahkan . Berwatak pemberani. Dandangminangsi. setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . Jangettinelon. putra Prabu Pandu raja negara Astina. negara Jodipati. putra Prabu Pandu raja negara Astina. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . Menjanganketawang dan Cecakandon. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. . Podangbinurehan. gagah perkasa. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. hak memakai nama Arya Dandunwacana. Celengdemalung. bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. Arya Dandunwacana menyerahkan. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri. Ditya Sapujagad. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. jujur. Kepada Bima. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna.

sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Ia berkulit Napakawaca. . Anantareja. pendiam. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. Hyang Anantaboga. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. yang mempunyai kesaktian. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. Nagapratala. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. jujur. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. Arya Danurwenda masih kecil.

keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. Dewi Amba. raja negara Srawantipura. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. Putri sulungnya. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. dari pertapaan Retawu. Wresni dan . Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda.

Druhyu. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. raja negara Astina. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. Yadu dan Turwasu. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. masing-masing bernama . Kumbina dan Dwarawti). Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. putri Sanghyang Indra. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. dan Dewi . raja Amarta. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa).000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. Karena menghendaki kemenangan para daitya. Lesanpura. raja daitya negara Parwata. Dewayani meminta Resi Sukra. masing-masing bernama . Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati.Andaka. istri Prabu Yudhistira. ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. dan berputra tiga orang lelaki. Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. Dewi Drupadi.

Setelah melalui pertempuran sengit. banyak bicaranya. Resi Drona berwatak. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . raja negara Dasarna. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini.Srikandi. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. menghadapi senapati perang Kurawa. putri Prabu Hiranyawarma. tinggi hati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. Pada saat itu roh Ekalaya. Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. yaitu Resi Drona. yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. Drestaka dan Drestara. congkak. . putra Resi Drona. Drestadyumna berwajah tampan. Ia tewas dibunuh Aswatama. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. sombong. akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. memiliki sifat pemberani. istri Arjuna. Ia menikah dengan Dewi Suwarni. tangkas dan trenginas. cerdik. bengis.

tetapi kecakapan. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. yang memenggal putus kepalanya. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. kecerdikan. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. Untuk mencari pengalaman hidup. putra Prabu Drupada. Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. putri Prabu Purungaji. Arya Sucitra pergi meninggalkan . adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. setelah gugurnya Resi Bisma. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). raja negara Tempuru. kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang.

dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. Dalam masa kekuasaanya. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala.sabar. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Dewi Drupadi. bijaksana. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa.Hargajembangan. teliti dan . Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. Di dalam perang besar Bharatayuda. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. luhur budinya.

Srutanika dari Nakula 5. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena.Partawindya dari Yudhistira. Dursala tewas dalam pertempuran . Yudhistira. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. gagah dan bermulut lemar. Akhir riwayatnya diceritakan. seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. Srutasoma dari Bima. Arjuna. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Sedangkan menurut Mahabharata. Ia berbadan besar. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. ia sangat sakti. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. Menurut pedalangan Jawa. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. 2. takabur. 3. Nakula dan Sahadewa. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. 1. Dursala mempunyai watak dan sifat. Bima. Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Srutakirti dari Arjuna 4. Srutawarman dari Sahadewa.setia. yaitu.

Carucitra. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Dursasana berbadan besar. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. Kartadenta. besar kepala. Gardapura . gagah dan bermulut lebar. putri Adipati Banjarjungut. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Durgempo. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Durmagati. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. mempunyai watak dan sifat. Bogadatta (raja negara Turilaya). Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. Wikataboma. yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. Citraboma. senang meremehkan dan menghina orang lain. Surtayuda. Citraksi. Bomawikata.gemar bertindak sewenang-wenang. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Citrayuda. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Citraksa. takabur. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Surtayu. (raja negara Banyutinalang).melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Durmuka. Kartamarma.

Diantara 100 orang. Gardapati (raja negara Bukasapta). Kartadenta. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. . Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Surtayuda. Dursasana (Adipati Banjar Jumut). dan Widandini (raja negara Purantara) . Citraboma. Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksa. Surtayu. Carucitra. Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Wikataboma.hancur berkeping-keping. Citrayuda. Durmagati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. dihantam gada Rujakpala. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Durgempo. Citraksi. Gardapura. Durmuka. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Duryudana (raja Negara Astina). Bomawikata.

Ekalaya berwatak.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata. menarik hati. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona. raja negara Sindu. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. tekun dan tabah. jujur. setia. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. putri hapsari/bidadari Warsiki. gaya dan kata-katanya serba menarik. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. Ekalaya seorang raja kesatria. Dalam perselisihannya dengan Arjuna. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Menjelang . Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi. Ia adalah raja negara Paranggelung. sangat mencintai istrinya. keinginanya selalu terlaksana. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya.Hidupnya serba mewah. Wataknya bersahaja. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah.

raja negara Mandura. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Dewi Surtikanti. Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Jawa). Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati. penuh belas kasih. Dewi Erawati berwatak. setia. .kematiaanya. yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Winata dan Wimuka/Wilmuka. sabar dan wingit.

sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. raja negara Mandaraka. . Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. semenjak jaman Arya Dandunwacana. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak.

sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. bersahaja. teguh sentosa. gagah berani. pendiam dan sakti. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. menantunya yang setelah menjadi . Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. murid Resi Boma. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. raja negara Astina. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. Karena penggantinya. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata. dan berputra dua orang bernama.

Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar. menurut Mahabharata. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Ia berwajah tampan. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. tegap. Ketika ayahnya. Sedangkan menurut pedalangan. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. gagah. . Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. Prabu Gandabayu meninggal. pendiam. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. dan diangkat menjadi patih negara Astina.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. pemberani. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi.

Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Wikataboma. Arya Sakuni.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Durmagati. Surtayu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. masingmasing bernama . Gardapura. . Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Bogadatta. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. Gardapati (raja negara Bukasapta). Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Kurawa terhadap Pandawa. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Durmuka. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. raja negara Astina. Carucitra. (raja negara Turilaya). menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Surtayuda. Citraboma. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Kartadenta. Citrayuda. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Durgempo.

Dretadyumna/ Trustajumena. 3. bergelar Prabu Drupada. 1. Sepeninggal Prabu Gandabayu. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. Dewi Gandawati ikut belapati. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. bijaksana. 2. raja negara Amarta. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. masing-masing bernama . yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. luhur budinya. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. Akhir riwayatnya diceritakan. Dewi Srikandi. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. . yang kemudian menjadi istri Arjuna. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. Arya Sucitra. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra. sabar dan teliti serta setia. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini.

Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Dewi Garbarini. karena ingin memperistri bidadari. raja negara Karanggubarja.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Untuk mengukuhkan tali persaudraan. senapati perang negara Dwarawati. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. Dewi Wersini. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. putri Prabu Kalayaksa. raja negara Garbasumanda. Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci.

Kartadenta. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. Wikataboma. Citraksa. Gardapati berwatak keras hati. Citraksa. Dengan kesaktiannya. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Bogadatta (raja negara Turilaya). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. . Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta. Durmagati. Citrayuda. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Citrayuda. Surtayuda. Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. congkak. Gardapati (raja negara Bukasapta). Bogadatta (raja negara Turilaya). Durgempo. raja negara Glagahtinalang. Surtayuda. Durmuka. Carucitra. Citraksi. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citraboma. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Carucitra. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. cerdik dan licik. Durmagati. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Wikataboma. Surtayu. Kartadenta.Kurawa. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durmuka. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Bomawikata. Surtayu. Citraksi. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. Durgempo. Bomawikata. Gardapura . Kartamarma (raja negara Banyutinalang). ia berhasil merebut negara Bukasapta. Citraboma. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa.

tak berleher. . Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. Karena sabda Sanghyang Ismaya. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. Setelah selesai tapanya. Matanya juling. Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). Gareng bernama Bambang Sukskati. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. terjadilah peperangan antara keduanya. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. Nala Gareng berumur sangat panjang. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina.Gardapura bersifat sombong. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati. ia hidup sampai jaman Madya. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. kaki pincang. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan. hidung bulat bundar. Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. keras kepala. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. dan masuk dalam golongan panakawan. cerdik dan licik. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. kakaknya. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. Aslinya. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. sehingga tiada yang kalah dan menang. perut gendut. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura.

kakak ibunya yang bernama Arimba. ibunya bernama Dewi Arimbi. Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya. Sebelum itu. Sebagai raja muda di Pringgadani.Gatotkaca GATOTKACA. Begitu lahir di dunia. Gatotkaca telah membuat huru-hara. menjadi raja di negeri itu. Ia adalah anak Bima. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. Tali pusarnya tidak dapat diputus. adik Arimbi. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Dalam pewayangan. Brajamusti. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh . Negeri ini diwarisinya dari ibunya.

Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. Tutuka pingsan.untuk keperluan itu. itu bukan diserahkan pada Arjuna. Namun. Bima dan Arimbi mengizinkan. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. penutup kepala gaib. Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Senjata. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Setelah tali pusarnya putus. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Usahanya ini tak berhasil. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. Setelah penggemblengan selesai. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. yang bernama Kunta Wijayandanu. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. begitu tali pusar itu putus. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya. Karena kesal. Ia mengenakan Caping Basunanda. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. Namun. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. dan yang ketiga Dewi Suryawati. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. . Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. putri Batara Surya. musuhnya akan mati. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Di kahyangan. anak Arjuna. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Tubuhnya tetap utuh. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana.

Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. yakni Kalananata. Krincingwesi. ada lagi nama alias Gatotkaca. Akibatnya. Namun. . sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Trincingwesi. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. dan Mladangtengah. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. Purbaya. Arimbiatmaja. Menjelang ajalnya. Bra-jadenta. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. ia terbang amat tinggi. Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Karena itu. sesudah Gatotkaca gugur. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Ketika jatuh ke bumi. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. dan Bimaputra. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. Sebagai raja muda Pringgadani. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Abimanyu. Gurubaya. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. karena ia le-laki. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. terutama Brajamusti. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. Kancingjaya. Bimasiwi. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. dan amat menyayangi Gatotkaca. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. ketika mereka berperang tanding. Sebenarnya. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Guritna.

Gatotkaca Sungging 4. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Baru saja latihan perang itu dimulai. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Gatotkaca Sewu 5. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. Beberapa tahun menjelang Baratayuda. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Wahyu Senapati 7. Kalabendana Lena 9. Ia lalu berguru pada Resi Seta. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. Brajadenta . Gatotkaca menjawab.Pregiwati 3. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. Subadra Larung 11. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Gatotkaca Rebutan Kikis 6. maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. Gantotkaca Rante 10. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. dengan Aji Narantaka itu . Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. ia sadar. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Pregiwa .Brajamusti 8. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala. Aji Narantaka 12. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. sehingga pingsan. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Selain malu. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. putra Prabu Matswapati dari Wirata. para putra Pandawa. Sesuai janjinya. putra Dursasana. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. Namun. para putra Pandawa. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu.

maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. Badannya kekar dan kokoh. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. Gatotkaca menyambar dari udara. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. sedangkan kata kaca artinya rambut. hanyalah Prabu Kala Pracona. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. Gelap. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. Dalam perang melawan raksasa. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah.Gatotkaca mengalahkan Dursala. Guntur Prahara. Di Surakarta. menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. Nama itu diberikan karena waktu lahir. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. Pada tahun 1960-an Ir. dan Abimanyu di darat. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. Presiden RI. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. dan Dukun. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. tidak diketahui dengan jelas. yakni Butaprepat. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. Boma Narakasura. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. mukanya tidak terlalu tunduk. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 . Tatit. Dalam pewayangan. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). Bentuk badannya tegap. Patih Kala Sakipu. dengan wajah mirip Bima. dan Dursala. yakni wanda Kilat. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. sehingga menampilkan kesan gagah. Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. Guntur. Sukarno. dengan muka agak . tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit.1820) di Surakarta. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. Mengenai soal wanda ini. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. lengkap dengan taringnya. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. Panglawung. dan Guntur Samodra. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar.

kuat. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. dan Sukarno. lengkap dengan taringnya. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. tunduk. Sementara itu. Dewi. sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani. Baca Bima. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. raja Mataram.datar. dengan tubuh besar. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. Wanda Guntur. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. seolah mencerminkan sifat andap asor. membagi Gatotkaca atas empat wanda. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. . agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. wajah raksasa. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini. Pergiwati. Dulu. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. Wajahnya juga memandang ke bawah.

Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). dengan bantuan Dewi . yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Dursasana (Adipati Banjarjungut). tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. Arya Watubaji. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Durmagati. Gardapati (raja negara Bukasapta). Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Arya Sakuni. Carucitra. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. Bogadatta. Citrayuda. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. baik budi. Surtayuda. Durgempo. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. Wikataboma. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. raja negara Astina. Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan .Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Durmuka. Surtayu. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Kurawa terhadap Pandawa. raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. Kartadenta. Gardapura. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. (raja negara Turilaya). menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. suaminya. masingmasing bernama . Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Citraboma. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. istri Bathara Derma. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . sederhana. Sesuai dengan ketentuan Dewata. lembut.

dengan Dewi Ulupi. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. tekun dan wingit. Antakadena dan Bambang Sumbada. dari pertapaan Yasarata. jatmika. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. Ia berwatak tenang. Wilungangga. Abimanyu. salah satu dari lima satria Pandawa. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. di keputrian negera Surateleng.Wilutama. Sumitra. Endang Pregiwa. sesuai dengan takdir dewata. Setelah ada kesepakatan. . Prabukusuma. ayahnya sendiri. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. Kumaladewa. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. bernama. Wisanggeni. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. menjelang pecah perang Bharatayuda. Endang Pregiwati. Bratalaras. Wijanarka. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Sedangkan menurut Mahabharata. Kumalasakti.

raja negara Astina. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa.Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. . Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu. begitu kelahiran Dewabrata. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata.

. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. Untuk memenuhi ambisinya. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka. keras hati. gagah. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. perkasa dan berwajah setengah raksasa. Prabu Supala raja negara Kadi. dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. bengis. penganiaya. Ia sangat sakti. raja raksasa dari negara Widarba. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. ingin menangnya sendiri. Karenanya berbadan tinggi besar.

istri Arya Prabu Rukma. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. berwatak angkara murka. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Karena ketekunannya bertapa. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. berwatak angkara murka. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Karena ketekunannya bertapa. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. ayahnya. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. . Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. istri Arya Prabu Rukma.Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong.

Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. berani. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. Arya Wirata dan Arya Surata. Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. ayahnya. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. ia menukar namanya dengan nama patihnya. Jayadrata. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. dan bergelar Prabu Sinduraja. penuh kesungguhan dan setia. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. . dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling.

bernama. Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. putra Dewi Suryawati. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. karena ketika . Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda.Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. Prabu Jayamurcita. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. dan Arya Suryakaca. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. Bambang Sasikirana. raja negara Madukara (lama). Sebelum menemui ajalnya. putra Dewi Pregiwa. mengutus adiknya. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. istri Arjuna. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. Raden Gatotkaca. raja negara Pringgandani. Merasa sangat sakti. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala.

Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Drestadyumna dapat dihidupkan . ibunya. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. teguh. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. Ketika lamarannya ditolak. cerdik pandai. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Jayasupena tidak bisa terbang. Karena mati sebelum takdir.perang berlangsung ia masih kecil. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. Dewi Jembawati berwatak jujur. dengan Dewi Trijata. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. setia. daripada tinggal di istana Dwarawati. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. dan Gunadewa. tangguh. Dari perkawinan tersebut. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. tangkas dan terampil. Samba. Perbedaannya. Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". kesetiaan. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. ia memperoleh dua orang putra bernama . putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Gatotkaca. berani tak mengenal takut. Demikian pula dengan tabiat. sabar. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. gesit. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. waspada. sangat berbakti dan penuh belas kasih. raja negara Dwarawati. berwujud sebagai wanara / kera. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. yang berwajah sangat tampan. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. karena garis keturunan dari Resi Jembawan. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti.

Brajalamatan dan Brajawikalpa. Prabkesa. setia. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. bernama. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. dari negara Wirata. Brajadenta. Brajamusti. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. sangat jujur. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. Dewi Arimbi. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma.kembali oleh Prabu Kresna. . Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. raja Awangga. Arimba/Hidimba. raja negara Dwarawati.

seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. . Dalam peperangan. yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa. Dalam cerita pedalangan. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. dari negara Mandura. namun memiliki gerakan yang cekatan. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. putra ke-empat Prabu Basukunti. Merasa sangat sakti. Daya berpkirnya lambat. Bertubuh gemuk pendek. Karena pembawaannya yang agak tolol ini. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk.

Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. seperti Arya Prabu Rukma. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. kejam. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. serakah. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. Ia pernah menyerang negara Kumbina. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. raja negara Astina.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. pemberani dan sangat sakti. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. suka menurutkan kata hati. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. Dalam peperangan tersebut. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. Prabu . istri Prabu Basudewa. Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. bengis. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. Berwatak angkara murka. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. serakah. kakak Arya Ugrasena). raka negara Astina. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). Prabu Kalasasradewa sangat sakti. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura. putri Prabu Rumbaka. Arya Ugrasena. juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. mau menangnya sendiri.

Dengan dukungan Suratimantra. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. Ia lahir di negara Bombawirayang. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa). oleh Suratrimantra. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa. raja Mandura. Karena sangat sakti. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. penghianat. Setelah remaja. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . raja negara Astina. keras hati. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura. ingin menangnya sendiri. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. adik Prabu Gorawangsa. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. permaisuri Prabu Basudewa. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara.Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. pamannya yang sakti. dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. Pemberontakan Kangsa gagal. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu.

Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. Basukarna adalah putra sulung. sedangkan Arjuna anak yang ketiga. putri bungsu raja Mandura. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. Ilmu dipelajarinya dari gurunya. Basukarna adalah anak buangan. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Prabu Basukunti. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa.Karna KARNA. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. Resi Druwasa. Waktu masih berusia remaja. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu. . yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. padahal ia masih gadis.

Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Alasannya. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. dan Yama Widura. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata.CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Menjelang masa remaja. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. Nama lain baginya adalah Talingasmara. sering bangun siang. bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. Tahun berganti tahun. Setelah lahir. Itulah sebabnya. dan matahari sudah naik. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. ia masih tergolek di tempat tidurnya.yang artinya telinga. ia diberi nama Karna . Manakala hari telah terang. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. sesudah masa kehamilannya cukup. Pandu. Itulah sebabnya. yakni putra-putra Drestarastra. atau Suryatmaja. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. Dengan ilmunya yang tinggi. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. Namun permohonan itu ditolak. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. . Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. Resi Krepa. Maka. Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid.

karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. termasuk para Kurawa. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. Yakin. Namun Kunti juga ragu. ditolak. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. Lebih-lebih Arjuna. Adu tanding pun dimulai. ataukah sebaliknya. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. Keduanya seimbang sama kuat. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. Lagi pula. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Duryudana. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. Karna menjadi Adipati di Awangga . si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna.

bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. pada saat yang genting . putri Prabu Salya.yang menentukan hidup atau mati. menyengat paha Basukarna. Karena merasa ditipu. raja Mandraka. melainkan seorang ksatria. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. kelak ternyata. kutukan itu akan terbukti. sehingga keringatnya bercucuran. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. sejenis kalajengking berbisa. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. yakni ilmu ketrampilan memanah. . Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. yaitu raja penguasa di Awangga. adik Surtikanti. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. tetapi karena hasil usahanya sendiri. Dan. Karna harus menyamar sebagai brahmana. Saat itu seekor ketonggeng. atau raja muda. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. walaupun telah menjadi menantunya. Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. sehingga mereka terpaksa dinikahkan. Sewaktu tahu apa yang terjadi. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. Basukarna. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak.

kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. tahu membalas budi. Jadi. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Selain seimbang kesaktiannya. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. sebab Batara Endra." . perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. salah lihat.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. "Ingatlah Karna. dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu. siapa pun yang memintanya. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. dan mengaku sebagai Arjuna. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. Dalam pewayangan. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. putri sulung Prabu Salya. yaitu Batara Surya. teguh dalam pendirian. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. dan Arjuna. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. Bima. tetapi gagal. Ki Nartasabda. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. yakni Prabu Anom Duryudana. percaya diri. Meskipun sebelumnya telah tahu. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya.

hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir. Karenanya. Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama.. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. ambillah. Namun.. Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. . itu tergantung pada siapa yang memintanya. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . apa alasan brahmana itu memintanya. ksatria mulia. Kini. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. Pada pertemuan empat mata... sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . Esok harinya.yang masih dalam ujud brahmana." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa. ." Demikianlah.Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. Seperti yang diduga oleh Batara Surya. Kresna secara khusus datang menemui Karna. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan.. berkata: "Karna.. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. dengan senang hati hamba akan menerimanya. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa. sebagai ganti barang yang hamba ambil." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa. dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi. Tanpa menanyakan. Sehari menjelang Baratayuda. Jika seorang brahmana datang meminta.

mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. bukan perang kecil. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. culas. itu semua agar Baratayuda dapat segera . . Adinda tahu benar. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. sehingga Baratayuda dapat dicegah. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. Bahkan Maharesi Bisma. bagaimana pun. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang." Karna: "Kakanda Kresna.. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting." Kresna: "Saya memahami hal itu. Adinda telah mengenal para Kurawa.. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. Namun. dan dengki mereka. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum.. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana." Karna: "Kakanda Kresna. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. sifat iri. Kakanda Kresna. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. . bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. Dinda Karna.Kresna: "Dinda Karna. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. Begawan Drona. Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. Jadi. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari. Kakek Abiyasa." Kresna: "Tetapi. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah.. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. Barata-yuda harus segera terjadi. sejak masih remaja. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. Resi Krepa. Yang penting. pendirian mereka. Itu adalah kewajiban Adinda. Itulah sebabnya. Rasanya. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka.

bagaimana pun. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan ." Kresna: "Adinda Karna. Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. seandainya Adinda yang menang. Karenanya. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak. kita semua belum tahu.. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda." Kresna: "Adinda Karna. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya.. Sekali lagi. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. Adinda tahu." Karna: "Itu pun Adinda pahami.. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa.terjadi sebagaimana seharusnya. Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. Dinda Basukarna . Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. Demikian pula. . Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. Entah siapa yang akan kalah. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara. Hati kecilnya merasa. Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. lewat tengah hari. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Seandainya Adinda yang gugur. jelas berbeda. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. Namun. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun." kata titisan Wisnu itu. Coba renungkan hal itu. selalu harus ada yang menjadi korban. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. dan siapa yang akan unggul. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. Namun.

Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. Namun. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. perang besar akan terjadi esok hari. adik-adik hamba. betapa remuknya hati seorang ibu. cobalah engkau renungkan barang sejenak. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. Aku.. Arjuna. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu." Kunti: "Tetapi .. . junjungan hamba. Namun. Jika harapanku ini engkau kabulkan. engkau adalah prajurit sejati. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu.. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria."Basukarna anakku.. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa." Kunti: "Karna. Tidak bisa tidak. Hamba mengerti. Para dewa dapat menjadi saksi. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba . maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Ibunda tentu juga tahu. Ibunda mengerti. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba.. dengan menguatkan hati.. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa. Namun hamba mohon. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Engkau seorang ksatria utama. Namun. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria.. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. Engkau tentu juga tahu. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. Anakku. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. . engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. Dapatkah engkau membayangkan. ibumu ini. Karna Anakku. ada yang . anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya. Hanya karena keadaan. Namun.... berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu.

Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna. Pertimbangan yang lain adalah. Puluhan tahun. Karena itu. . Aku tidak berkesempatan merawat.. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. Doaku untukmu. dan . jika ia tidak ikut beperang. tidak terlaksana. mengorbankan orang yang disayanginya. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. sebagai ksatria. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. Kunti lalu berkata: "Anakku. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. Walaupun tawaran bantuannya ditolak. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata. ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi. derajat dan pangkat... Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya. anakku. Ibunda Dewi dapat membanggakannya. sejak engkau masih berujud bayi merah. buah hatiku . kumohon kepadamu. Dalam Baratayuda. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa.harus mengorbankan suaminya.. batal. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa.. mungkin Baratayuda akan gagal. memelihara dan mengasihimu.. maafkanlah Ibumu ini. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. anakku. Dan." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna.. menciumi ubunubunnya. Jika hamba gugur. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya... Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Demikian pula. aku telah kehilangan engkau. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. Untuk itu. izinkan aku memelukmu. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. anakku . Tetapi. kemuliaan. Karna. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- . tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya. penguasa Astina itu mulai khawatir. sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. maka ia akan gugur sebagai pahlawan. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu.. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada.

yang paling tepat adalah Prabu Salya. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. Dan. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. Karena desakan Duryudana ini. melesat ke arah dada Arjuna. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. sebagaimana dikehendakinya. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. Alasannya. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. dibidikkan tepat ke leher Arjuna. bahwa perang ini bukan perang pribadi. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. Namun. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. dan mengasihinya. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. Basukarna . Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. dan menurut anggapannya. Karena jika bukan dia yang gugur. Sementara itu. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. seorang anak yang terbuang sejak bayi. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. ketika tubuh Karna roboh ke bumi.cari Arjuna. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. Duryudana dengan cepat melerai. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. Basukarna. kemudian membujuk Prabu Salya. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya. Agar seimbang dan tampak sederajat. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Duryudana lalu meng-ingatkan. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. Panah Wijayacapa meluncur deras. raja Dwarawati. mengasuh. Hanya karena bujukan Duryudana. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda.

Pada saat itu Kresna memberi isyarat. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. namun tidak seorang pun yang percaya. Dengan demikian. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri.gugur karena siasat licik Kresna. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Ia mempersalahkan Adimanggala. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. putri Prabu Anom Duryudana. selain sebagai ipar. Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. abang satu ibu lain ayah. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . putri Prabu Salya. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. turun dari kereta. . Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. Tetapi versi lain menyebutkan. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. Dari keterangan para dayang. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. Pada saat Baratayuda berlangsung. Permadi mencoba membantah.Bhs. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. Basukarna mendapat dua orang putra. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. yakni patih Kadipaten Awangga. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. Suatu hari. Permadi sanggup. Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. ia juga merupakan besan. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. Jadi. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti.

Guna me-nyirnakan angkara murka. yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. Setelah tahu apa yang terjadi. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. Diterangkan. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. Dalam pewayangan di Indonesia. Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . . Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. Lagi pula. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin. dan terjadilah perang tanding. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. dan bahkan juga nama baiknya. Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. terpaksa menerima kenyataan itu.Dalam waktu singkat. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. dewa itu segera melerainya. Karenanya. Karna menolak. Usaha Permadi ini berhasil. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. ia sanggup mengorbankan jiwanya. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara.

Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. . terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh. Basukarna.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. atau Basusena. Lihat juga Kunti. bukan bangsawan). Kelak. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. Basukarna adalah salah seorang pesertanya. dan Arjuna. tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna. Dewi. Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Karna ternyata sanggup. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya. selain dendam pada Arjuna. Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. Dalam Mahabarata.

Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Bomawikata. berani dan selalu menuruti kata hati. Wikataboma. Bogadatta (raja negara Turilaya). Surtayu. agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. Kartadenta. lincah. Citraboma. cerdik. Setelah mertuanya meninggal. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Gardapati (raja negara Bukasapta). Durmagati. putri raja Banyutinalang. Surtayuda. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. keras hati. . putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citraksi. Durmuka. pandai bicara. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Ia berbadan besar. Duryudana (raja Negara Astina). Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Durgempo. Citrayuda. Citraksa. Ia menikah dengan Dewi Karastri. Carucitra. gagah dan berwajah setengah raksasa. Kartamarma memliki perwatakan. Kartawiyoga berwatak keras hati. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Gardapura. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit.

Upakeca / Rupakeca. dengan Dewi Durgandini. Bagawan Abiyasa.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. yaitu. Kencakarupa berwatak keras hati. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Citragada dan Wicitrawirya. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Setatama. telah datang menyusul Kakrasana. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. ingin menangnya sendiri. yaitu. raja negara Astina. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. penghianat. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. dari padepokan Retawu. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. berani dan . yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. Rajamala. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana.

selalu menurutkan kata hati. Dalam Mahabharata diceritakan. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci. setia dan penuh pengabdian. dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. Akhir riwayatnya diceritakan. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). Kisah lain menyebutkan. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. . Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Prabu Matswapati. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Krepa berwatak jujur. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Cerita Pedalangan menyebutkan.

raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. . Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina. sampai akhir hayatnya.Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama.

kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. 4. berputra . putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. dari negara Lesanpura. Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. adalah putra Prabu Basudewa. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. Kaca paesan. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa).Dewi Pratiwi. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. seorang swarawati keraton Mandura. berputra . Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. Senjata Cakra. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng.Dewi Jembawati. Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari.Dewi Setyaboma. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. Terompet/Sangkala Pancajahnya. . putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Kembang Wijayakusuma.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. 3. Arya Setyaka. berputra . antara lain.Dewi Rukmini. 2. Ia lahir kembar bersama kakaknya. Kakrasana.

Endang Pregiwa. putra Prabu . kakaknya. bernama. Bratalaras. putri Prabu Kunti. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Abimanyu. Wisanggeni. raja negara Astina. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. raja Boja. Bambang Irawan. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. Sejak kecil. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Bagawan Wilawuk. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. Bima/Werkundara dan Arjuna. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Wilugangga. apabila dioleskan pada pelupuk mata. Nakula dan Sadewa. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. Sumitra. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Arya Basudewa.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. tenang. pemberani. Daya khasiat minyak Jayengkaton. Prabu Kresna menginginkan moksa. setia dan wingit. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Wijanarka. Endang Pregiwati. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. Puntadewa. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. dengan Dewi Jimambang. Ia berwatak penuh belas kasih.

yang menjadi istri Arya Warsakapura. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. gaya dan kata-katanya serba menarik. Akhir riwayatnya diceritakan. keinginanya selalu terlaksana. menarik hati. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. Hidupnya serba mewah.Pandu dengan Dewi Madrim. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). Wataknya bersahaja. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. Ia mempunyai kakak kandung . raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. putra kedua Adipati Karna.

raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. setia. diusir keluar dari negara Mandura. raja negara Widarba. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Dengan dukungan Suratrimantra. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. tetapi juga putra Prabu Basudewa.bernama Narasoma. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. Prabu Pandu. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. Kedua putra kembarnya. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. . raja negara Mandura. adik Prabu Gorawangsa. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. raja negara Mandura. diserahkan kepada ditya Suratrmantra. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Kangsa pergi kenegara Mandura. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu. digauli oleh Prabu Gorawangsa. Dari perkawinan tersebut. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. Oleh Kangsa. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). sabar dan Wingit. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman.

Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. Mandrapati mempunyai watak. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). ikhlas. seorang hapsari/bidadari. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa. percaya akan kekuasaan Tuhan. Menurut purwacarita. Akhir riwayatnya diceritakan. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. sabar. wilayah negara Mertani. padepokan Pandansurat dimerdekakan. seorang hapsari/bidadari. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. di daerah kerajaan Jodipati. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. percaya akan kekuasaan Tuhan. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Narasoma dan Dewi Madrim. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. Narasoma dan Dewi Madrim. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. yaitu. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Mandrapati mempunyai watak. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. yaitu. ikhlas.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. sabar.

Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. Dari perkawinan tersebut. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. setia. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. Dewa Tabib. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Ia lahir kembar bersama adiknya. Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah. Puntadewa. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. salah satu dari lima satria Pandawa. dari negara Mandaraka.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra. Mereka bertemu. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. dengan permaisuri Dewi Kunti. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. manusia kera kekasih dewata. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. sangat berbakti. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. memperrtunjukkan kemahirannya menari. dari negara Mandura bernama. Nakula tidak akan dapat lupa .

dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. Dewi Srengganawati. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Nakula mempunyai watak jujur. 2. belas kasih.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya. wilayah negara Amarta. setia. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. taat. Ia juga mempunyai cupu berisi. Akhir riwayatnya diceritakan. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. raja negara Awuawulangit. Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . Senapati negara Mretani. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Setelah selesai perang Bharatyuda. Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. 1. . Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. Dewi Madrim. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. putri Resi Badawanganala.

Ia tewas dalam . Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. Karena ketekunannya bertapa. Arya Singamulangjaya. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. Narasinga menjadi sangat sakti. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana. raja negara Surateleng.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati.

patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. setia. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. raja negara Mandaraka. Karena itu selain sakti. Ibunya bernama Dewi Kandini. putra Prabu Basudewa. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa.peperangan melawan Narayana. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. putra Sanghyang Brahma. Sedangkan dalam olah keprajuritan. Senapati perang Dwarawati. Selain sakti. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya. Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. putra Prabu Kresna. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. selain berguru pada ayahnya. andel Resi Palasara. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija.. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). dari negara Lesanpura. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. jujur. Setelah ayahnya. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. putri Arya Kidangtalun. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya.

Dewi Gentang.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Ia seorang anak yatim. Kumalasakti. berputra . putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. Dewi Tamioyi 3. jujur dan adil. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. berputra . putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Prabakusuma. Ramaprawa dan Basanta. Bratalaras. Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. Kumaladewa. berputra . Wilugangga. Dewi Puyangan. Dewi Satapi/Dewi Tapen. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. Ia berwatak bijaksana. Dalam kitab Adiparwa. Dewi Niyedi 5. dengan Dewi Manuhara. Antakadewa dan Bambang . Dewi Impun. berputra . Sumitra. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. Dewi Dangan. 1. berputra . Akhir riwayatnya diceritakan. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Ramayana dan Pramasata 2. Abimanyu. Bambang Irawan. yaitu . salah satu dari lima satria Pandawa. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Wijarnaka. Bagawan Sarmiti. ia masih dalam kandungan ibunya.

Kumalasakti. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Brajamusti. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. Bambang Irawan. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Brajalamatan. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. Antakadewa dan Bambang Sumbada. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. dengan Dewi Manuhara. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Dari perkawinan tersebut. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. putra Prabu Puntadewa. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. setia. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. setia. Wilugangga. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. putra Bima dengan Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba.Sumbada. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. Brajawikalpa dan Kalabendana. Abimanyu. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. Dewi . Prabakusuma. raja negara Pringgondani. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). berbakti dan teguh dalam pendirian. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Ia dan adik bungsunya. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. Dewi Arimbi. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. setia. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. Sumitra. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Brajadenta. Arjuna. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Arjuna. baik budi. Wijanarka. bernama. jujur. Bratalaras. Kumaladewa. bernama. Baru setelah remaja. jujur.

Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. Bratalaras. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. Bambang Tetuka/Gatotkaca. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. Wilugangga. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. Ia sangat sakti. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani.Arimbi. Endang Pregiwati. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. yaitu. Abimanyu. baik tingkah lakunya. Kumalasakti. Kumaladewa. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja. putri Bathara Indra. jatmika. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. Wisanggeni. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. raja raksasa dari negara Manikmantaka. mengalahkan semua para Dewa. Sumitra. Akhir riwayatnya diceritakan. halus. Bambang Irawan. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Ia kemudian mengutus patihnya. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. Antakawulan dan Bambang Sumbada. gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. raja negara Awangga. Wilugangga. Atas keputusan Bathara Guru. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. tenang. juga ahli dalam ilmu pengobatan. berwatak angkara murka. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. satria Pandawa putra Prabu Pandu. dengan Dewi Supraba. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. besar tanggung jawabnya. Wijarnaka. Endang Pregiwa. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Ia adalah putra Arjuna. Dewi Mustakaweni.

Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. senang bergurau. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Akhir riwayatnya diceritakan. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. ia mempunyai dua orang saudara bernama. . Kedua putranya. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. Arya Udawa. yaitu. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. Ken Sagupi. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. dan Dewi Rarasati/Larasati. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai.dan Kasipu. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Suaranya lantang. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. Wresni dan Andaka. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. setelah selesainya perang Bharatayuda. dengan Ken Sagupi. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. Dewa keadilan dan kesejahteraan. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. seorang swarawati Keraton Mandura.

tekun dalam agamanya. percaya atas kekuasaan Tuhan. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. Bima/Werkudara dan Arjuna. Dewi Pujawati berwatak. jujur. Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. Dewi Banowati. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. setia. sabar. ikhlas. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. Dewi Surtikanti. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. jujur. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. .Dewi Pratiwi berwatak setia. dengan Dewi Darmastuti. Ia juga terkenal pandai bermain catur. masing-masing bernama. yang kemudian diberikan kepada putranya. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. raja jin negara Mertani. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Dewi Erawati. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. Ia mempunyai watak. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. seorang hapsari/bidadari. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. Sitija. penuh belas kasih. dan sangat berbakti. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. sabar. dan dua orang adik kembar lain ibu. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala.

serta berjiwa penjilat. . Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Atas perintah Arya Sakuni. Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Setelah menobatkan Parikesit. Ia seorang arsitek ulung. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Arya Gamdamana. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. dan berhasil menewaskan Prabu Salya.Dalam perang Bharatayuda. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. raja negara Mandaraka. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. Purocana juga ahli dalam tata bangunan. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala.

Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. Resi Balarama/Baladewa. Rajamala berwatak keras hati. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. berani.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Duryudana dan Bima. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. tidak bisa mati selama masih terkena air. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. yaitu: Resi Bisma. Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. raja negara Astina. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Dewi Nirada. Ia sangat sakti. Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. Menurut ketentuan dewata. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. Adipati Karna. Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. masing-masing bernama . sais kereta kerajaan Astina. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. Setatama. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. Citragada dan Wicitrawiya. Di dalam cerita pedalangan Jawa. Kecaka/Kencakarupa. Upakeca/Rupakenca. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. . kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. bernama. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra.

dengan Ken Sagupi. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra. mengerti dan menguasai dirinya. Dari garis keturunan ayahnya. patuh dan berbakti. karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Bambang Sumitra dan Bratalaras. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. Dewi Rarasati berwatak setia. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. ia mempunyai tiga orang saudara. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. sabar. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. sangat menginsyafi. . dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. seorang swarawati keraton Mandura. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. yaitu : Arya Udawa. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan.dengan permaisuri Dewi Rumbini. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. raja negara Astina. Ken Sagupi. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. istri pertama Arjuna. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. putri Arya Prabu Rukma. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. Arya Prabu Rukma. keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma.

Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. . raja negara Astina. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. dari padepokan Retawu. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. Citragada dan Wicitrawirya. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Bagawan Abiyasa. bernama. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu.Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Rajamala. dengan Dewi Durgandini. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. yaitu. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. tenang. Dewi Surtikanti. bernama. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. halus. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. sabar. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. cerdik pandai. Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. Setatama. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Dewi Erawati. Narayana. hatinya keras dan sedikit suka usil. Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. Ia meningal dalam usia lanjut. Kencaka/Kencakarupa. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Setelah Prabu Kresna mati moksa. terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah.

Setelah selesai perang Bharatayuda. Dewa Tabib. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. Prabu Matswapati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. keras kepala dan mau menangnya sendiri. Nakula. setia. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). Sadewa mempunyai watak jujur. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. Akhir riwayatnya diceritakan. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Selain sangat sakti. Akhir riwayatnya di ceritakan. putri Resi Badawanganala. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. belas kasih. taat. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Ia lahir kembar bersama kakanya. dari negara Mandura. bernama. Bima/Werkundara dan Arjuna. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. wilayah negara Amarta. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Senapati negara Mretani yang berkhasiat.Rupakenca berwatak tinggi hati. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya . Puntadewa. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. sombong. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->