Abimanyu

ABIMANYU dikenal pula dengan nama : Angkawijaya, Jaya Murcita, Jaka Pangalasan, Partasuta, Kirityatmaja, Sumbadraatmaja, Wanudara dan Wirabatana. Ia merupakan putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Sumbadra, putri Prabu Basudewa, raja Negara Mandura dengan Dewi Badrahini. Ia mempunyaai 13 orang saudara lain ibu, yaitu : Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wisanggeni, Wilungangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Anantadewa dan Bambang Sumbada. Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Sejak dalam kandungan ia telah mendapat “Wahyu Hidayat”, yang mempunyai daya : mengerti dalam segala hal. Setelah dewasa ia mendapat “wahyu Cakraningrat”, suatu wahyu yang dapat menurunkan raja-raja besar. Abimanyu mempunyai sifat dan perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani. Dalam olah keprajuritan ia mendapat ajaran dari ayahnya, Arjuna. Sedang dalam olah ilmu kebathinan mendapat ajaran dari kakeknya, Bagawan Abiyasa. Abimanyu tinggal di kesatrian Palangkawati, setelah dapat mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang isteri, yaitu : 1. Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna , Raja Negara Dwarawati dengan Dewi Pratiwi, dan 2. Dewi Utari, putri Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati, dari negara Wirata, dan berputra Parikesit. Abimanyu gugur dalam perang Bharatayuda oleh gada Kyai Glinggang milik Jayadrata, satria Banakeling.

Amba
DEWI AMBA adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama; Dewi Ambika/Ambalika dan Dewi Ambiki/Ambaliki. Dewi Amba dan kedua adiknya menjadi putri boyongan Resi Bisma/Dewabrata, putra Prabu Santanu dengan Dewi Jahnawi/Dewi Gangga dari negara Astina yang telah berhasil memenangkan sayembara tanding di negara Giyantipura dengan membunuh Wahmuka dan Arimuka. Karena merasa sebelumnya telah dipertunangkan dengan Prabu Citramuka, raja negara Swantipura, Dewi Amba memohon kepada Dewabrata agar dikembalikan kepada Prabu Citramuka. Persoalan mulai timbul. Dewi Amba yang ditolak oleh Prabu Citramuka karena telah menjadi putri boyongan, keinginannya ikut ke Astina juga ditolak Dewabarata. Karena Dewi Amba terus mendesak dan memaksanya, akhirnya tanpa sengaja ia tewas oleh panah Dewabrata yang semula hanya bermaksud untuk menakutnakutinya.Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan, akan menuntut balas kematiannya dengan perantaraan seorang prajurit wanita. Kutukan Dewi Amba terhadap Dewabrata menjadi kenyataan. Dalam perang Bharatayuda arwahnya menjelma dalam tubuh Dewi Srikandi yang berhasil menewaskan Resi Bisma/Dewabrata.

Anggraini
DEWI ANGGRINI adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. Ketika terjadi permusuhan antara Prabu Ekalaya dengan Arjuna akibat dari perbuatan Arjuna yang menggangu dirinya, dan suaminya, Prabu Ekalaya mati dibunuh Resi Drona dengan cara memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetianya ke

Sang Hyang Antaboga adalah putra Anantanaga. Sang Hyang Antaboga. atau lapisan ke tujuh dasar bumi. Karena Nagatatmala memang bersalah. Dari istrinya yang bernama Dewi Supreti. Batara Guru menamakan makhluk ganas itu Candrabirawa. anaknya sendiri. Walaupun ia cucu Sang Hyang Wenang. Sang Hyang Antaboga terpaksa menangkapnya. putri Anantaswara. yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala.Antaboga ANTABOGA. Antara lain ia pernah menjelma menjadi garangan putih (semacam musang hutan atau cerpelai) yang menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigalagala. setiap 1000 tahun sekali. keadaan di Saptapratala tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya. Walaupun dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga serupa dengan ujud manusia. kemudian menghidupkan kembali Bambang Nagatatmala dengan Tirta Amerta. orang kedua dalam keluarga Pandawa. putri Sang . ia mempunyai dua anak. menikah dengan Bima. tubuhnya berubah menjadi ular naga besar. Air sakti itu kemudian diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati karena dibunuh Burisrawa dalam lakon Subadra Larung. ketika masih muda disebut Nagasesa. ujudnya tetap seekor naga. walaupun terletak di dasar bumi. istrinya. dalang menceritakan bahwa Sang Hyang Antaboga memiliki Aji Kawastrawam. tetapi dalam keadaan triwikrama. Waktu itu Nagatatmala kepergok sedang berkasihkasihan dengan Dewi Mumpuni. Selain itu. atau Sang Hyang Nagasesa atau Sang Hyang Anantaboga atau Sang Hyang Basuki adalah dewa penguasa dasar bumi. sesuai dengan yang dikehendakinya. walau itu anaknya. Putrinya. Untunglah Dewi Supreti. yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja. SANG HYANG. dengan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Dalam pewayangan disebutkan. Ibunya bernama Dewi Wasu. karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. Namun Dewa Ular itu tidak menyangka Batara Guru akan menjatuhkan hukuman mati pada anaknya. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang kematiannya belum digariskan. Batara Guru juga pernah mengambil kulit yang tersisa ketika Sang Hyang Antaboga mlungsungi dan menciptanya menjadi makhluk ganas yang menge-rikan. Namun para dewa gagal me-nangkapnya karena kalah sakti. Dalam pewayangan. Dewi Nagagini. karena ayahnya yang ber-nama Antawisesa juga seekor naga. Dewa itu beristana di Kahyangan Saptapratala. Sang Hyang Antaboga berganti kulit (mlung-sungi). Cucunya yang lahir dari Dewi Nagagini bernama Antareja atau Anantaraja. Ibu Nagasesa bernama Dewi Sayati. istri Batara Yamadipati. Sang Hyang Antaboga pernah dimintai tolong Batara Guru menangkap Bambang Nagatatmala.

***) Jasa Nagasesa yang kedua adalah ketika ia menye-rahkan Cupu Linggamanik kepada Batara Guru. Nagasesa lang-sung mengatupkan mulutnya. para dewa juga menghadiahkan seorang bidadari bernama Dewi Supreti sebagai istrinya. Dengan cara melingkarkan badannya yang panjang ke gunung itu dan membetotnya ke atas. Nagasesa berhasil menjebol Gunung Mandira. Padahal jika gunung itu tidak bisa dicabut. Untuk membangun ikatan keluarga. cahaya terang memasuki mulutnya. yang artinya mengaduk-aduk. Itu pula sebabnya. mengacau. Pada saat para dewa sedang bingung itulah Nagasesa datang membantu. Sejak itu ia bergelar Sang Hyang Antaboga. Mereka mencabut Gunung Mandira dari tempatnya. Cupu Linggamanik sangat penting bagi para dewa. Nagasesa yang kelak lebih dikenal dengan nama Sang Hyang Antaboga juga memiliki Tirta Amerta. Dengan demikian para dewa dapat mengambil Tirta Amerta yang mereka inginkan. sehingga ia mendapatkan Cupu Linggamanik yang semula berujud cahaya itu. mustahil Tirta Amerta dapat diambil. Guna memperoleh Tirta Amerta para dewa harus membor dasar samudra. Nagasesa menjawab. para dewa tidak sanggup mencabut kembali gunung itu. Karena jasa-jasanya itu para dewa lalu mengha-diahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa. para dewa bukan membor samudra. Tidak hanya itu. dan berhak atas gelar Batara atau Sang Hyang. karena benda itu mempunyai khasiat dapat membawa ketentraman di kahyangan. dan kemudian menempatkannya di tempat semula. oleh para dewa Na-gasesa juga diberi Aji Kawastram ***) yang mem-buatnya sanggup mengubah ujud dirinya menjadi manusia atau makhluk apa pun yang dikehendakinya. . Namun setelah berhasil memutarnya.Hyang Wenang. cahaya mustika itu ada pada dirinya dan akan diserahkan kepada Batara Guru. Para dewa juga memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah. membuat air samudra itu menjadi ‘kacau’. dibalikkan sehingga puncaknya berada di bawah. Dewa itu menanyakan kemana perginya cahaya berkilauan yang memasuki Guwaringrong. melainkan mengaduk-aduknya. Itulah sebabnya semua dewa di kahyangan merasa berhutang budi pada ke-baikan hati Nagasesa. lalu memutarnya untuk melubangi dasar samudra itu. dan saat itulah muncul Batara Guru. bilamana pemuka dewa itu mau memeliharanya baik-baik. Tiba-tiba melesatlah seberkas CATATAN KAKI: ***) Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan Tirta Amerta. Suatu ketika para dewa berusaha mendapatkan Tirta Amerta yang membuat mereka bisa menghi-dupkan orang mati. Waktu itu Nagasesa sedang bertapa di Guwaringrong dengan mulut terbuka. Para dewa memang sangat menginginkan cupu mustika itu. Batara Guru menyanggupinya. dibawa ke samudra. Ini didasarkan atas arti kata ngebur dalam bahasa Jawa.

Sebenarnya sebutan itu keliru. Wahyu Senapati tetap diperuntukkan bagi Gatotkaca. cucu Sang Hyang Antaboga. Lihat Antareja. sedangkan kata boga atau bhoga atinya kelokan. Nama Antaboga atau Anantaboga artinya (naga yang) kelokannya tidak mengenal batas. yang benar adalah Aji Kawastram. Selisih pendapat yang hampir memanas ini karena Sang Hyang Antaboga hendak bersikeras. maksudnya adalah ular naga yang besarnya luar biasa. yakni Antareja. artinya.Perlu diketahui. hanya terdapat dalam pewayangan di Indonesia. Jadi. . Antareja tidak pernah ada. Prabu Kresna. cucunya. tetapi akhirnya silang pendapat itu dapat diredakan oleh Batara Narada. yang suami Dewi Pertiwi. Dalam Kitab Mahabarata. Ternyata Batara Guru tidak bersedia memberikan wahyu itu pada Boma. untuk meminta Wahyu Senapati pada Batara Guru. Yang kelokannya tidak mengenal batas. karena tokoh itu memang asli ciptaan nenek moyang orang Indonesia. CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebutnya Aji Kemayan. Kata ‘maya’. Kata an atau artinya tidak. dan Candrabirawa. Sang Hyang Antaboga pernah berbuat khilaf ketika dalam sebuah lakon carangan terbujuk hasutan Prabu Boma Narakasura. karena menurut pendapatnya Gatotkaca lebih pantas dan lebih berhak. tak terlihat. karena Kemayan yang berasal dari kata ‘maya’ adalah aji untuk membuat pemilik ilmu itu menjadi tidak terlihat oleh mata biasa. Antaboga berangkat ke kahyangan. Bersama dengan menantunya. kata anta artinya batas.

dan Arya Anantasena. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi. yang mempunyai kesaktian. salah satu dari lima satria Pandawa. mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. Lidahnya sangat sakti. pendiam. Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur. dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. dengan Dewi Nagagini. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda. putri Prabu Ganggapranawa. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. pemberian ibunya. Anatareja berkulit napakawaca. Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. raja ular/taksaka di Tawingnarmada. Ia juga memiliki cincin mustikabumi. Ia menikah dengan Dewi Ganggi. bernama: Raden Gatotkaca. sehingga kebal terhadap senjata. dan berputra Arya Danurwenda.Antarja ANANTAREJA adalah putera Bima/Werkundara. rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. putra Bima dengan Dewi Urangayu. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu. . putra Bima dengan Dewi Arimbi.

Anantasena dapat hidup di darat dan di dalam air. dengan Dewi Urangayu. Ia mempunyai kesaktian berupa sungut sakti. mahluk apapun yang tersentuh dan terkena bisa-nya akan menemui kematian. Anantasena juga memiliki pusaka Cupu Madusena. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara seayah lain ibu. putra Dewi Nagagini. Seluruh badannya berkulit sisik ikan/udang hingga kebal terhadap senjata. salah satu dari lima satria Pandawa. putri Hyang Mintuna (Dewa ikan air tawar) di Kisiknarmada. Sejak kecil Anantasena tinggal bersama ibu dan kakeknya di Kisiknarmada. yang dapat .Antasena ANANTASENA adalah Putra Bima/Werkundara. putra Dewi Arimbi. dan Gatotkaca. yaitu : Anantareja.

tidak pernah berdusta. raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. putra Prabu Pandu. Dewi Arimbi menjadi raja negara Pringgandani. Brajawikalpa dan Kalabendana. Brajadenta. Dewi Arimbi menikah dengan Bima/Werkudara. menggantikan kedudukan kakaknya. Ia mati moksa (lenyap dengan seluruh raganya) atas kehendak/kekuasaan Sang Hyang Wenang Arimbi DEWI ARIMBI atau Hidimbi (Mahabharata) adalah putri kedua Prabu Arimbaka. raja raksasa negara Pringgandani. terus terang. Anantasena berwatak jujur. bersahaja. bernama. salah seorang dari lima satria Pandawa. Dari perkawinan itu ia mempumyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. berani kerena membela kebenaran. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung.mengembalikan kematian di luar takdir. Brajamusti. Ia juga tidak dapat mati selama masih bersinggungan dengan air atau uap air. Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayuda. bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan. dengan Dewi Hadimba. Namun karena ia lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya. yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra. Prabu Arimba. Arimba/Hidimba. kekuasaan . Setelah dewasa. Brajalamatan. Arya Prabakesa.

negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotokaca dewasa dan diangkat menjadai raja negara Pringgandani bergelar Prabu Kacanegara. Dewi Arimbi mempunyai kesaktian; dapat beralih rupa dari wujudnya raksasa menjadi putri cantik jelita. Ia mempunyai sifat dan perwatakan; jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir kehidupannya diceritakan, gugur di medan Perang Bharatayuda membela putranya, Gatotokaca yang gugur karena panah Kunta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Arjuna
ARJUNA adalah putra Prabu Pandudewanata, raja negara Astinapura dengan Dewi Kunti/Dewi Prita --- putri Prabu Basukunti, raja negara Mandura. Ia merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Sedangkan dua saudara lain ibu, putra Pandu dengan Dewi Madrim adalah Nakula dan Sadewa. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi Pandita di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan jago kadewatan membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Kaindran bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain ;

Gendewa ( dari Bathara Indra ), Panah Ardadadali ( dari Bathara Kuwera ), Panah Cundamanik ( dari Bathara Narada ). Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain ; Keris Kiai Kalanadah, Panah Sangkali ( dari Resi Durna ), Panah Candranila, Panah Sirsha, Keris Kiai Sarotama, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni ( diberikan pada Abimanyu ), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton ( pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani ) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain ; Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anakanaknya adalah : 1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu. 2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras. 3. Dewi Srikandi 4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan 5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti 6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka 7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni 8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga 9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati 10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma 11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa 12. Dewi Maeswara 13. Dewi Retno Kasimpar 14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada 15. Dewi Dyah Sarimaya. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja

negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ). Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.

Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Ia menjadi raja negara Kumbina menggantikan mertuanya. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Prabu Kunti. dengan Dewi Krepi. raja Boja. Arya Prabu Rukma mempunyai sifat dan perwatakan berani. Arya Prabu Rukma menikah dengan Dewi Rumbini. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Prabu Wasukunti atau Prabu Hirayana.Arya Prabu Rukma ARYA PRABU RUKMA adalah putra Prabu Basukunti. mahir mempergunakan senjata panah dan ahli strategi perang. Dewi Kunti/Dewi Prita dan Arya Ugrasena. raja Negara Kumbina. dan mempunyai seorang putri bernama Ken Rarasati/Dewi Larasati. swaraswati keraton Mandura. Dewi Rukmini dan Arya Rukmana. dan bergelar Prabu Bismaka. Aswatama BAMBANG ASWATAMA adalah putra Resi Drona dari padepokan Sokalima. Arya Basudewa. trengginas. Secara tidak resmi Arya Prabu Rukma juga mengawini Ken Sagupi. putra Prabu Rumbaka. raja negara Surateleng atau Trajutisna. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. cerdik pandai. Prabu Rumbaka. Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma gugur di medan perang melawan Prabu Bomanarakasura. putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. Ia berambut dan .

Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Astina. sebelum akhirnya ia mati oleh Bima. adalah putra Resi Jaladara dari Pertapaan Dewasana. secara bersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Astina. cerdik dan pandai mempergunakan segala macam senjata. Ia memiliki sifat dan perwatakan . Ia kemudian menjadi brahmana di pertapaan Argabelah dan bergelar . Karena kecewa dengan sikap Prabu Duryudana yang terlalu membela Prabu Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Adipati Karna. Aswatama mendapat pusaka yang sangat sakti berupa panah bernama Cundamanik. Resi Drona). Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. Ia berhasil membunuh Drestadyumna (pembunuh ayahnya. dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. Ketika ayahnya. tetapi kerena terkena kutukan Sanghyang Manikmaya tatkala akan memperistri Dewi Darmastuti wujudnya berubah menjadi raksasa. badannya hancur dipukul gada Rujakpala. pemberani. Pada mulanya Bambang Anggana Putra berwujud satria tampan. Dari ayahnya. Resi Drona menjadi guru Keluarga Pandawa dan Kurawa di negara Astina.bertelapak kaki kuda karena ketika awal mengandung dirinya. keturunan Prabu Citragada. Aswatama memutuskan mundur dari kegiatan perang Bharatayuda. Aswatama ikut serta dalam mengikuti pendidikan ilmu olah keprajuritan. dengan Dewi Anggini. Pancawala (putra Prabu Puntadewa). Bagaspati BAGAWAN BAGASPATI yang sewaktu mudanya bernama Bambang Anggana Putra. Dewi Banowati (Janda Prabu Duryudana) dan Dewi Srikandi. raja negara Magada.

rela berkorban dan sangat sayang pada putrinya. Sebelum tewas. Ia memiliki Ajian Candrabirawa. ikhlas. percaya akan kekuasaan Tuhan. dan berputra Dewi Pujawati. Jawa).. tahu-tahu telah ada seseorang yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai dirinya. ia mohon kepada ayahnya seorang kawan yang akan menemaninya. Ia bersahabat karib dengan Prabu Mandrapati. Di dalam cerita pedalangan Jawa. raja negara Mandara yang merupakan saudara seperguruan. suara besar agak serak (agor . ia menyerahkan Aji Candrabirawa kepada Narasoma. Ketika Sanghyang Ismaya akan turun ke Arcapada. seorang hapsari/bidadari. sehingga tidak bisa mati kecuali atas kemauannya sendiri. Ia menikah dengan Dewi Dharmastuti. Bagong dikenal pula dengan nama Bawor. menantunya sendiri. Sanghyang Tunggal kemudian menyuruh Sanghyang Ismaya menoleh ke belakang . Ia mempunyai tabiat . Carub atau Astrajingga. Bagaspati sangat sakti. ayahnya. karena Ismaya yang ditugaskan mengawasi trah keturunan Witaradya merasa tidak sah apabila sesuatu persaksian hanya dilakukan oleh seseorang. lagak lagu katanya kekanak-kanakan. sabar. Akhir riwayatnya diceritakan. lucu. Dewi Pujawati.Bagawan Bagaspati. Bagong BAGONG terjadi dari bayangan Sanghyang Ismaya atas sabda Sanghyang Tunggal. tindakannya seperti . Bagaspati mempunyai watak. Bagaspati rela mati dibunuh Narasoma. karena rasa cintanya dan demi kebahagiaan putrinya.

kata-katanya menjengkelkan. Perkawinannya itu bersamaan dengan perkawinan Semar dengan Dewi Kanistri dan perkawinan Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras. tetapi selalu tepat. Bagong menikah dengan Endang Bagnyawati. kakak Dewi Kanistri. Seperti halnya dengan Semar. putri Bathara Hira. Bagong berumur sangat panjang. ia hidup sampai jaman Madya .orang bodoh. anak Prabu Balya raja Gandarwa di Pucangsewu.

Baladewa
PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Baladewa

PRABU BALADEWA yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). Ia lahir kembar bersama adiknya, Narayana dan mempunyai adik lain ibu bernama; Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng, putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi, seorang swarawati keraton Mandura. Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir dalam olah ketrampilan mempergunakan gada, hingga Bima dan Duryudana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti; Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Bathara Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, putri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati/Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama : Wisata dan Wimuka. Prabu Baladewa diyakini sebagi titisan Sanghyang Basuki , Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Bharatayuda, Prabu Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Astina setelah Prabu Kalimataya/Prabu Puntadewa, dengan gelar Resi Balarama. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Yadawa.

Banuwati
DEWI BANOWATI adalah putri Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana/Duryadana, raja negara Astina, putra Prabu Drestarasta dengan Dewi Gandari. Dari perkawinan tersebut ia meperoleh dua orang putra bernama; Leksmanamandrakumara dan Dewi Laksmanawati. Dewi Banowati berwatak; jujur, penuh belas kasih, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan agak sedikit genit. Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati dibunuh oleh Aswatama putra Resi Durna, setelah berakhirnya perang Bharatayuda, saat menunggu boyongan/pindahan keluarga Pandawa dari Negara Amarta ke negara Astina.

Ia pandai olah keprajuritan dan mahir memainkan senjata panah dan lembing.Basudewa PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. dan hidup sebagai pendeta di Pertapaan Randugumbala. Prabu Basudewa juga mengawini Ken Sagupi. Kakrasana dan Narayana. Kangsa sebenaranya putra Prabu Gorawangsa. Kakrasana. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama. raja raksasa negara Gowabarong yang dengan beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu dan berhasil mengadakan hubungan asmara dengan Dewi Mahira. dan memperoleh seorang putra bernama Arya Udawa. Prabu Basudewa memperoleh dua orang putra bernama. Prabu Basudewa meninggal saat negara Mandura digempur Prabu Sitija/ Bomanarakasura raja Negara Surateleng . Setelah usia lanjut. ia menyerahkan Kerajaan Mandura kepada putranya. Secara tidak resmi. Dewi Prita/Dewi Kunti. Dengan permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Jawa). putri Prabu Kunti. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Badrahini ia berputra Dewi Wara Sumbadra/Dewi Lara Ireng. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. raja Boja. Dengan permaisuri Dewi Mahira/Maerah (Jawa) ia berputra Kangsa. Prabu Basudewa mempunyai tiga orang isteri/permaisuri dan 4 (empat) orang putra. Prabu Basudewa sangat sayang kepada keluarganya. swaraswati Keraton Mandura.

Prabu Basukesti kembali ke istana dan mendapat permaisuri bernama Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Prabu Basukesti meninggal dalam usia lanjut. Arya Basukesti menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan kakaknya. Arya Basunanda dan Arya Basumurti. membagun sebuah padepokan/pertapaan. Prabu Basukesti mengijinkan dan menyerahkan puncak gunung Retawu di kawasan gunung Saptaarga kepada Manumayasa. putri Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Dewi Basuwati. Atas kemurahan hatinya. Beberapa tahun kemudian.Basukesti ARYA BASUKESTI adalah putra Prabu Basupati/Basuparicara. putra Bathara Parikenan dengan Dewi Brahmananeki. karena setiap memiliki permaisuri selalu saja meninggal. Prabu Basukesti pernah meninggalkan tahta kerajaan Wirata dan pergi bertapa sebagai ruwat atas nasibnya. Dewi Basutari dan Arya Basukiswara. Prabu Basunanda yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Anganti/Dewi Girika. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama. Untuk sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Arya Basumurti. Arya Basukiswara diangkat menjadi raja negara Wirata. Basukiswara . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . Sebagai penggantinya.

berani. Prabu Basukunti mempunyai sifat dan perwatakan. . Basukiswara menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. Merasa usianya sudah lanjut dan tak mampu lagi memerintah. Prabu Basukesti. cerdik pandai. Prabu Basukunti menikah dengan Dewi Dayita. Ia mempunyai adik kandung bernama Kuntadewa. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama . raja Negara Mandura dengan permaisuri Dewi Sungganawati. Arya Basuketi dan Arya Kistawan. arif bijaksana dan suka menolong. ia menyerahkan tahta kerajaan Mandura kepada putra sulungnya. Prabu Basukiswara juga menjalin hubungan yang sangat erat dengan Resi Manumayasa dari padepokan Retawu di gunung Saptaarga. Dewi Prita/Dewi Kunti. raja Boja. adalah putera sulung Prabu Wasukunteya. Setelah usianya lanjut. Arya Basuketi. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 4 ( empat ) orang putra masing-masing bernama: Arya Basudewa. Basukunti PRABU BASUKUNTI atau WASUKUNTI yang waktu mudanya bernama Suradewa. Dewi Pasuwati dan Dewi Basutari. putri Prabu Kunti. Arya Basudewa dan hidup sebagai brahmana sampai meninggal. Prabu Basukiswara menikah dengan Dewi Kiswati. raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Adrika/Dewi Pancawati. Tahta dan negara Wirata diserahkan kepada putra sulungnya. adil dan sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Ia memerintah dengan arif dan bijaksana.ARYA BASUKISWARA adalah putra Bungsu prabu Basukesti. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. ia memutuskan untuk hidup sebagai brahmana. yang setelah menjadi raja negara Boja bergelar Prabu Kuntiboja.

masuk ke dalam wilayah kekuasaan negara Wirata. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi dengan Dewi Srihuna/Srihunon. Prabu Basunanda tidak terlalu lama memerintah negara Wirata. Karena ketekunannya bertapa. mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk selanjutnya hidup sebagai brahmana. Basupati PRABU BASUPATI dikenal pula dengan nama Prabu Basuparicara (Mahabharata). Dewi Basundari dan Arya Basundara. putri . Prabu Basupati menjadi sangat sakti . Ia mendapat anugerah Bathara Indra berwujud sebuah kereta sakti bernama Amarajaya lengkap dengan bendera perangnya yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata. Prabu Basunanda menikah dengan Dewi Swakawati. Prabu Basupati menikah dengan Dewi Angati atau Dewi Girika (Mahabharata). tahta kerajaan Wirata diserahkan kepada adiknya. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang menikah dengan Bambang Parikenan. Ia mengikuti jejak Prabu Basupati. Arya Basukesti. Prabu Basupati yang mengundurkan diri. raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta. Ia Putra Bathara Srinada/Prabu Basurata. Dengan kereta sakti Amarajaya.Basunanda Arya Basunanda menjadi raja negara Wirata menggantikan kedudukan ayahnya. dan mempunyai dua orang putra masing-masing bernama . Putri Bathara Brahma. Karena waktu itu putra-putranya masih kecil. juga tahu segala bahasa binatang. Prabu Basupati menaklukkan tujuh negara.

Bathara Srigati dan Bathara Srinadi. Ia kemudian menyerahkan tahta dan negara Wirata kepada putranya. dengan permaisuri Dewi Srisekar. ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama . . Dari perkawinan tersebut. Basurata PRABU BASURATA adalah raja negara Wirata yang pertama.Bagawan Kolagiri dengan Dewi Suktimati. Pada waktu mudanya ia bernama Bathara Srinada. Prabu Basurata menikah dengan Dewi Bramaniyuta. Ia menyerahkan tahta Kerajaan Wirata kepada Arya Basunada. kemudian hidup sebagai brahmana sampai meninggal dalam keadaan bermudra. Prabu Basurata berkeinginan moksa. Arya Basupati. Arya Basunada. Setelah menikahkan putrinya. Putri Bathara Brahma dengan Dewi Sarasyati dari Kahyangan Daksinageni. putra Bathara Bremani/Brahmanaresi (Putra Bathara Brahma dengan Dewi Raraswati) dengan Dewi Srihuna (Putri Bathara Wisnu dengan Dewi Sripujayanti). Prabu Basurata adalah Putra Bathara Wisnu yang bertahta di Kahyangan Untarasegara. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama . Prabu Basupati memerintah negara Wirata sampai berusia lanjut. Ia mempunyai dua orang saudara kandungmasing-masing bernama . Arya Basukesti dan Arya Bamurti. Dewi Brahmananeki dengan Bambang Parikenan. Arya Basupati/Basuparicara dan Dewi Bramananeki.

Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran yaitu. Kelatbahu Candrakirana. raja Negara Astina dengan Dewi Kunti. tabah. Dewi Arimbi. Kusumadilaga. berputra Raden Gatotkaca dan 3. Dandunwacana. atau Wijasena. mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuda. Bayusuta. Pupuk Jarot Asem. Gelung Pudaksategal. berputra Arya Anantasena Akhir riwayat Bima diceritakan. Dewi Nagagini. Aji Bandungbandawasa. Ia memiliki keistimewaan ahli bermain ganda dan memiliki berbagai senjata antara lain. berputra Arya Anantareja. Ia mempunyai tiga orang isteri dan 3 orang anak. serta 2 orang saudara lain ibu. ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Kowara. Aji Ketuklindu dan Aji Blabakpangantol-antol. Sumping Surengpati. putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Sedangkan beberapa anugerah Dewata yang diterimanya antara lain. Nakula dan Sadewa. Nagata. kuat. . Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna.Bima BIMA atau WERKUDARA dikenal pula dengan nama. Kampuh/kain Poleng Bintuluaji. Bargawa (kapak besar) dan Bargawasta. Gada Rujakpala. Sumping Surengpati dan pupuk Pudak Jarot Asem. Balawa. Bima tinggal di kadipaten Jodipati. Kusumayuda. Alugara. Bima memililki sifat dan perwatakan. Ia putra kedua Prabu Pandu. sedangkan ajian yang dimiliki adalah . yaitu . 2. patuh dan jujur. yaitu : 1. wilayah negara Amarta. Sena. gagah berani. Birawa. Kuku Pancanaka. Bratasena. Dewi Urangayu. teguh. Pandusiwi. Kalung Nagasasra. Gelang Candrakirana.

Bomawikata. Citraksa. Gardapati (raja Negara Bukasapta). Carucitra. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari.Bogadatta BOGADATTA atau Bogadenta adalah putra Prabu Drestarasta. Durmagati. Citrayuda. Gardapura . Citraboma. Durmuka. Ia bersaudara 100 orang --{ 99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Kartamarma. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Citraksi. Surtayuda. Wikataboma. (raja negara Banyutinalang). . Kartadenta. Durgempo. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Surtayu. Dursasana (Adipati Banjarjungut).

bengis dan selalu menurutkan kata hatinya. Selain sakti. Bogadatta juga memiliki kendaraan gajah bernama Murdiningkung dengan srati/pawang seorang prajurit wanita bernama Murdiningsih. ia menjadi sangat sakti. ketiganya merupakan pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana. Ia masih keturunan Bathara Kalayuwana. maka yang mati akan hidup kembali. Belum puas dengan kekuasaan yang dimiliki. Ia kemudian menyerang negara Gowasiluman. dan diloncati salah satu diantara yang hidup. Bila salah satu diantara mereka mati. Ia pandai bermain gada. Berwatak angkara murka. Di medan peperangan. Arwahnya manunggal dalam tubuh Prabu Sitija. Karena ketekunanya bertapa. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng. Prabu Bomantara pernah menyerang Suralaya dan mengalahkan para Dewa. Mereka semua mati dalam peperangan oleh panah Trisula milik Arjuna. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Dalam perang Bharatayuda. Akhirnya Prabu Bomantara tewas dalam pertempuran melawan Prabu Narakasura yang waktu mudanya bernama Bambang Sitija. putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi. Bomantara RABU BOMANTARA adalah raja negara Trajutisna/Prajatisa.Bogadatta menjadi raja di negara Turilaya. kejam. raja negara Surateleng. Prabu Sitija kemudian bergelar Prabu Bomanarakasura . Negara Surateleng dan Prajatisa oleh Prabu Sitija/Narakasura dijadikan satu. Bogadatta maju kemedan peperangan bersama gajah Murdiningkung dan srati Murdiningsih.

Sejak itu Gatotkaca memiliki kesaktian. Brajadenta kembali memasuki negara Pringgandini untuk membunuh Gatotkaca. Arimba / Hidimba. Dewi Arimbi. barang siapa kena gigitannya pasti binasa. Brajalamatan. Bima tinggal di Jadipati. Pemberontakannya dapat ditumpas oleh Gatotkaca dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa. Usahanya kembali menghalami kekagalan. Dewi Arimbi. Brajadenta ditunjuk sebagai wakil raja memegang tampuk pemerintahan negara Pringgandani selama Dewi Arimbi ikut suaminya. Akhir riwayatnya diceritakan.Brajadenta BRAJADENTA adalah putra ketiga Prabu Arimbaka. melakukan pemberontakan karena ingin secara mutlak menguasai negara Pringgandani. Dengan bantuan Bathari Durga. Oleh kakaknya. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja di negara Gowasiluman di hutan Tunggarana. Brajadenta akhirnya tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. Arya Prabakesana. Brajalamatan dan Brajawikalpa. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Brajadenta dan Brajamusti berhasil melarikan diri dan berlindung pada kemenakannya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. berani serta ingin selalu menurutkan kata hatinya. Brajamusti. Brajawikalpa dan Kalabendana. putra Dewi Arimbi dengan Bima sebagai raja Pringgandani. Brajamusti. . Brajadenta berwatak keras hati. Brajadenta dengan dibantu oleh ketiga adiknya. ingin menangnya sendiri. Prabu Arimbaji. karena tidak setuju dengan pengangkatan Gatotkaca. Arwahnya menjelma menjadi ajian/keaktian dan merasuk/menunggal dalam gigi Gatotkaca. Brajadenta sangat sakti.

Brajalamatan akhirnya mati di tangan Gatotkaca.Brajalamatan BRAJALAMATAN adalah putra keenam Prabu Arimbaka. pemberani dan sangat sakti. Brajalamatan berwatak keras hati dan agak berangasan. Brajawikalpa dan Kalabendana. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Brajamusti. Arwahnya kemudian menjelma menjadi ajian/kesaktian manunggal di tangan kiri Gatotkaca. Arimba/Hidimba. Dewi Arimbi. Karena itu Brajalamatan ikut mendukung dan terlibat langsung gerakan pemberontakan yang dilakukan Brajadenta dan Brajamusti dalam upaya merebut tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Gatotkaca. mudah marah. Arya Prabakesa. putranya dengan Bima. Brajalamatan sangat menentang keputusan Dewi Arimbi yang akan menyerahkan tahta kerajaan Pringgandani kepada Gatotkaca. Dalam peperangan perebutan kekuasaan itu. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung. masing-masing bernama . . Brajadenta.

raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ketika pemberontakan gagal dengan tewasnya Brajalamatan dan Brajawikalpa oleh Gatotkaca. Brajawikalpa dan Kalabendana. berlindung pada kemenakannya. Brajadenta dan kedua adiknya. Ia menjelma menjadi Gatotkaca palsu dan menganggu Dewi Banowati. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung bernama. Dengan bantuan Bathari Durga. Brajalamatan. Brajadenta. Brajalamantan dan Brajawikalpa. Bersama kakaknya. Brajamusti mempunyai sifat mudah naik darah. putra mendiang Prabu Arimba yang telah menjadi raja negara Guwasiluman di hutan Tunggarana. istri Prabu Duryudana. Namun perbuatanya terseburt dapat dibongkar oleh Gatotkaca.Brajamusti BRAJAMUSTI adalah putra ke-lima Prabu Arimbaka. ia melakukan pemberontakan merebut tahta negara Pringgandani dari kekuasaan Dewi Arimbi. Akhirnya Brajamusti tewas dalam petempuran melawan Gatotkaca. dan arwahnya menjadi ajian/kesaktian merasuk/menunggal dalam tangan kanan Gatotkaca. Arya Prabakesa. Brajamusti dan Brajadenta melarikan diri. raja negara Astina. keras hati dan ingin menang sendiri. agak bengis. Ia sangat sakti. Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. Brajamusti kembali beraniat membunuh Gatotkaca melalui tangan ketiga. . Prabu Arimbaji.

gagah perkasa dan sangat sakti. Arimba/Hidimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung masing-masing bernama. Burisrawa ARYA BURISRAWA adalah putra ke-empat Prabu Salya. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. Brajalamatan dan Kalabendana. senang membuat keonaran dan membuat peristiwa . ingin selalu menang sendiri. walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Kalabendana. tangguh.peristiwa . Dewi Erawati. pendendam. pemberani. Brajadenta. Burisrawa berwujud setengah raksasa. Ia berwatak sombong. Dewi Arimbi. setia.Brajawikalpa BRAJAWIKALPA adalah putra ketujuh Prabu Arimbaka. Arya Prabakesa. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat orang saudara kandung masingmasing bernama . Brajamusti. Dewi Surtikanti. sedikit serakah dan tidak mempunyai pendirian yang tetap. Arwahnya menjelma menjadi ajian/kesaktian berujud perisai yang manunggal dalam punggung Gatotkaca. Ia juga ikut mendungkung Brajadenta dan saudara-saudaranya yang lain ketika menentang Dewi Arimbi yang akan mengangkat Gatotkaca sebagai raja Pringgandani. Dewi Banowati dan Bambang Rukmarata. Brahjawikalpa tewas dalam pertempuan melawan Gatotkaca. Brajawikalpa mempunyai sifat perwatakan . senang menurutkan kata hatinya. Dalam peperangan pemberontakan tersebut. Brajawikalpa juga ikut terlibat langsung pemberontakan yang dipimpin oleh Brajadenta dan Brajamusti.

raja negara Lesanpura.yang penuh dengan kekerasan. Burisrawa berada di pihak keluarga Kurawa. raja negara Cedisekar/Cindekembang dan berputra Arya Kiswara. Dalam perang Bhratayuda. Ia sangat akrab hubungannya dengan Prabu Baladewa. . putri Prabu Kiswaka. putra Prabu Setyajid/Ugrasena. Burisrawa menikah dengan Dewi Kiswari. Ia gugur dalam peperangan melawan Arya Setyaki. raja Awangga karena hubungan saudara ipar. raja Astina dan Adipati Karna. Prabu Duryudana. raja Mandura.

Tokoh Cakil hanya dikenal dalam ceruita pedalangan Jawa dan selalu dimunculkan dalam perang kembang. Dadungawuk tinggal di hutan Krendayana. Cakil memiliki sifat. banyak tingkah dan pandai bicara. serakah. raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. berkaki putih . karena ia dan anak buahnya merupakan lambang nafsu angkara murka manusia yang memang harus dilenyapkan Dadungawuk DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga. selalu menurutkan kata hati dan mau menangnya sendiri. semuanya berwarna hitam. Dalam setiap peperangan Cakil mesti menemui ajalnya. pemberani. perang antara satria melawan raksasa yang merupakan lambang nafsu angkara murka. bertugas menggembalakan kerbau/Andanu (Jawa) milik Bathari Durga. Ia berwatak kejam. trengginas. Cakil selalu ada dan hidup di setiap negara raksasa. Kerbau Andanu berjumlah 40 ekor.Cakil CAKIL atau Gendirpenjalin. tangkas. berwujud raksasa dengan gigi tonggos berpangkat tumenggung. Ia merupakan raksasa hutan (selalu tinggal di hutan) dengan tugas merampok para satria atau merusak dan mengganggu ketenteraman kehidupan para brahmana di pertapaan.

(=pancal panggung/Jawa). Bersama kakaknya. di kawasan hutan Mertani. ketika dipinang oleh Arjuna. Ia memiliki pusaka berupa jala sutra yang berwujud emas. Ditya Sapujagad yang bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar. dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini dari negara Mandura. Dadungawuk dan Andanu kembali kehutan Kerndayana. Dananjaya ARYA DANANJAYA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Madukara. Karena indahnya pernah dipinjam keluarga Pandawa untuk memenuhi persyaratan permintaan Dewi Sumbadra. Arya Dananjaya juga mempunyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . yang akan digunakan untuk memeriahkan pawai perkawinan Dewi Subadra dengan Arjuna yang pestanya diselenggarkan di negara Dwarawati. yaitu : Prabu Yudhistira. sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Ia mempunyai dua kakak kandung. Arya Dananjaya menjadi benteng dan senapati perang negara Mertani. Dadungawuk bersedia menyerahkan Andanu. Setelah pesta perkawinan selesai. . Pada mulanya Dadungawuk menolak. Atas seijin Bathari Durga. Dadungawuk sendiri bertindak sebagai pawangnya. Arya Dananjaya sangat sakti. raja Jin negara Mertani dan Arya Dandunwacana yang bersemayam di kesatrian Jodipati. Tetapi setelah dikalahkan oleh Bima. Arya Danduwacana.

setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. jujur. Menjanganketawang dan Cecakandon. Nama Dananjaya menjadi nama sebutan Arjuna. Dandangminangsi. Ditya Sapujagad. . Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Kepada Bima. Celengdemalung. Ia bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara Mertani. putra Prabu Pandu raja negara Astina. Dandunwacana ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira. berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton yang diperoleh Arjuna dari Bagawan Wilawuk. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama . putra Prabu Pandu raja negara Astina. Arya Dananjaya yang kalah dalam peperangan melawan Arjuna. bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama . sebuah kerajaan siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan sebuah hutan belantara yang angker. negara Madukara beserta seluruh balatentaranya. negara Jodipati. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Berwatak pemberani.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. gagah perkasa. Ia bersemayam di kesatrian Jodipati. pusaka Jala Sutra Emas. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa. Arya Dandunwacana yang kalah dalam peperangan melawan Bima/Werkudara akhirnya menjelma/sejiwa dengan diri Bima. hak memakai nama Arya Dandunwacana. naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. gada pusaka bernama Rujakpala dan seluruh balatentaranya antara lain Patih Gagakbaka dan para putra Slagahima antara lain . Podangbinurehan. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar. Kepada Arjuna ia menyerahkan . putri Prabu Yudhistira dengan Dewi Rahina yang sesungguhnya pewaris tunggal negara Madukara. berkat daya kesaktian Minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian dari Bagawan Wilawuk. Arya Dandunwacana menyerahkan. Jangettinelon. akhirnya menjelma/sejiwa dengan Arjuna. dan memberi saran kepada Arjuna untuk mengawini Dewi Ratri.

dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Nagapratala. Arya Danurwenda menikah dengan Dewi Kadriti. menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah. jujur. raja negara Jangkarbumi dengan permaisuri Dewi Ganggi. Arya Danurwenda masih kecil. yang mempunyai kesaktian. Negara Jangkarbumi diserahkan kepada putranya. Ia berkulit Napakawaca. Danurwenda juga mewarisi cincin Mustikabumi dari ayahnya. rela berkorban dan besar kepercayaannya kepada Sang Maha Pencipta. Danurwenda memiliki sifat dan perwatakan. Anantareja.Danurwenda ARYA DANURWENDA adalah putra Arya Anantareja. tetapi ia memilih menjadi patih negara Astina di bawah pemerintahan Prabu Parikesit. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Nagapratala. Hyang Anantaboga. cucu Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. . Ia tetap tinggal di kahyangan Saptapratala bersama kakeknya. putri Prabu Ganggapranawa dari negara Tasikraja. Danurwenda tidak bersedia menjadi raja negara Jangkarbumi. sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. sehingga kebal terhadap segala macam senjata. Ketika berlangsungnya perang Bharatayuda. pendiam.

Dewi Ambika menurunkan keluarga Kurawa sedangkan Dewi Ambiki menurunkan keluarga Pandawa Dewayani DEWI DEWAYANI adalah nenek-moyang keluarga wangsa Yadawa. Wresni dan . Permaisurinya bernama Dewi Swargandini. Putri sulungnya. Dewi Ambika menikah dengan Prabu Citragada dan Dewi Ambiki dengan Prabu Wicitrawirya. Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. Dewi Amba tidak ikut dipertaruhkan karena sebelunya telah bertunangan dengan Prabu Citramuka. Dewi Ambika menikah dengan Arya Drestarasta dan Dewi Ambiki dengan Pandu.Darmahambara PRABU DARMAHAMBARA adalah raja negara Giyantipura. Dewi Amba. dan mempunyai tiga orang putri masing-masing bernama. Dewi Ambika dan Dewi Ambalika/Ambiki. Wahmuka dan Arimuka yang menjadin jago negara Giyantipura. Prabu Darmahambara pernah menyelenggarakan sayembara tanding pilih menantu untuk dua orang putrinya. Sayembara tanding dimenangkan oleh Dewabrata/Bisma dari negara Astina setelah mengalahkan dua raksasa kembar. keduanya putra Prabu Santanu dengan Dewi Durgandini dari negara Astina. Setelah Prabu Citragada dan Prabu Wicitrawirya meninggal. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Bagawan Abiyasa. raja negara Srawantipura. Ketiga putri Prabu Darmahambara mengalami nasib yang berbeda. Dewi Amba secara tidak sengaja tewas oleh Dewabrata. dari pertapaan Retawu.

dan Dewi . Kumbina dan Dwarawti). raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Dewi Drupadi.Andaka. putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Drestadyumna ARYA DRESTADYUMNA atau Trustajumena adalah putra bungsu Prabu Drupada. Dewayani meminta Resi Sukra. masing-masing bernama . Resi Sukra bertapa memuja Bathara Prameswara selama l. Kedua putranya tersebut kelak menurunkan golongan wangsa Yadawa. Wresni dan Andaka (keluarga Mandura. Dewayani akhirnya dimadu dengan Dewi Sarmista yang diambil istri Prabu Yayati. Resi Sukra adalah brahmana mahasakti yang menjadi guru para daitya/raksasa di negara Sakiya. Druhyu. Karena berselisih dengan Dewi Sarmista. masing-masing bernama . putri Sanghyang Indra. Yadu dan Turwasu. Karena menghendaki kemenangan para daitya.000 tahun dan mendapat ilmu Sanjiwani. Ia merupakan putri tunggal Resi Sukra dengan Dewi Jayanti. raja negara Astina. Dewayani kemudian menikah dengan Prabu Yayati. mantra sakti yang dapat menghidupkan orang mati. Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa-Kurawa). ayahnya agar menghukum Prabu Wrisaparma dan Dewi Sarmista yang telah menghina dan mendorongnya ke dalam lumpur. Ia mempunyai kakak kandung dua orang masingmasing bernama. istri Prabu Yudhistira. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki. putri tunggal Prabu Wrisaparwa. Karena takut terhadap kutuk pastu Resi Sukra. dan dipenuhi dengan senang hati oleh Sarmista. raja daitya negara Parwata. raja Amarta. Lesanpura. Prabu Wrisaparwa dan Dewi Sarmista memohon ampun dan bersedia memenuhi serta melaksanakan apa yang diminta/dikehendaki Dewayani. Dewayani meminta agar Sarmista menjadi budaknya. dan berputra tiga orang lelaki.

yang berhasil menyusup masuk istana Astina dalam usahanya membunuh bayi Parikesit. cerdik. Ia mempunyai saudara seayah seibu bernama . Ia menikah dengan Dewi Suwarni. sombong. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra lelaki bernama. Ia tewas dibunuh Aswatama. Drona RESI DRONA atau Durna yang waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana adalah putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. yaitu Resi Drona. Drestadyumna berwajah tampan. Resi Drona berwatak. Drestaka dan Drestara. congkak. memiliki sifat pemberani. menghadapi senapati perang Kurawa. Arya Kumbayaka dan Dewi Kumbayani. bengis. akhirnya Resi Drona dapat dibinasakan oleh Drestadyumna dengan dipenggal lehernya. raja negara Dasarna. . Ia tampil sebagai senapati perang Pandawa. Drestadyumna ikut terjun dalam kancah perang Bharatayuda. tinggi hati. Drestadyumna mati setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Konon Arya Drestadyumna lahir dari tungku pedupaan hasil pemujaan Prabu Drupada kepada Dewata yang menginginkan seorang putra lelaki yang dapat membinasakan Resi Drona yang telah mengalahkan dan menghinanya. Pada saat itu roh Ekalaya. putra Resi Drona. Setelah melalui pertempuran sengit. istri Arjuna. tangkas dan trenginas. raja negara Parangggelung yang ingin menuntut balas pada Resi Drona menyusup dalam diri Drestadyumna. putri Prabu Hiranyawarma. banyak bicaranya.Srikandi.

adalah putra Arya Dupara dari Hargajambangan. kecerdikan. Dalam peran Bharatayuda Resi Drona diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa. Arya Sucitra bersaudara sepupu dengan Bambang Kumbayana/Resi Drona dan menjadi saudara seperguruan sama-sama berguru pada Resi Baratmadya. Resi Drona gugur di medan pertempuran oleh tebasan pedang Drestadyumna. Drupada PRABU DRUPADA yang waktu mudanya bernama Arya Sucitra. kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang. Resi Drona menikah dengan Dewi Krepi. dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Aswatama. Ia sangat mahir dalam siasat perang dan selalu tepat menentukan gelar perang. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan. setelah gugurnya Resi Bisma. putri Prabu Purungaji. yang memenggal putus kepalanya. Konon kematian Resi Drona akibat dendam Prabu Ekalaya raja negara Parangggelung yang arwahnya menyatu dalam tubuh Drestadyumna. raja negara Tempuru. Untuk mencari pengalaman hidup.tetapi kecakapan. dan merupakan turunan ke tujuh dari Bathara Brahma. Arya Sucitra pergi meninggalkan . Ia berhasil mendirikan padepokan Sokalima setelah berhasil merebut hampir setengah wilayah negara Pancala dari kekuasaan Prabu Drupada. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. putra Prabu Drupada.

Ia menekuni seluk beluk tata kenegaraan dan tata pemerintahan. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. bijaksana. putri sulung Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. dan separo dari wilayah negara Pancala direbut secara paksa melalui peperangan oleh Resi Drona dengan bantuan anak-anak Pandawa dan Kurawa. Prabu Drupada berselisih dengan Resi Drona. Putri Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandini. Arya Sucitra dinobatkan menjadi raja Pancala dengan gelar Prabu Drupada.sabar. Di dalam perang besar Bharatayuda. dan berputra mahkota Arya Gandamana menolak menjadi raja. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra masing-masing bernama. Ketika Prabu Gandabayu mangkat. raja negara Pancala dengan permaisuri Dewi Gandawati. Dewi Srikandi dan Arya Drestadyumna. Ia mempunyai dua orang adik kandung bernama . Dalam masa kekuasaanya. Karena kepatuhan dan kebaktiannya kepada negara. Prabu Drupada tampil sebagai senapati perang Pandawa. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik. mengabdikan diri ke negara Astina kehadapan Prabu Pandudewanata. luhur budinya. Dewi Drupadi. oleh Prabu Pandu ia di jodohkan/dikawinkan dengan Dewi Gandawati. Ia gugur melawan Resi Drona terkena panah Cundamanik. teliti dan .Hargajembangan. Drupadi DEWI DRUPADI atau Dewi Kresna dan dikenal pula dengan nama Pancali (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Drupada.

Dursala DURSALA adalah putra Arya Dursasana. Yudhistira. ia sangat sakti. Sedangkan menurut Mahabharata. takabur. Selain pernah berguru pada Resi Drona. Dursala mempunyai watak dan sifat. Dewi Drupadi menikah dengan Prabu Yudhistira/Puntadewa. Dursala menikah dengan Dewi Sumini. Srutasoma dari Bima. Dursala tewas dalam pertempuran . seorang pendeta raksasa dari pertapaan Carangwulung di hutan Wanayasa. Ia berbadan besar. Srutawarman dari Sahadewa.setia. 1. Akhir riwayatnya diceritakan. Bima. raja negara Amarta dan berputra Pancawala. Arjuna. besar kepala dan senang meremehkan orang lain. 3. Dewi Drupadi menikah dengan lima orang satria Pandawa. Srutanika dari Nakula 5. Adipati Banjarjumut yang merupakan salah satu dari seratus orang keluarga Kurawa dengan Dewi Saltani. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra. gagah dan bermulut lemar. 2. Srutakirti dari Arjuna 4. Nakula dan Sahadewa.Partawindya dari Yudhistira. Ia diberi Aji Gineng oleh Bagawan Pisaca yang berkhasiat kesaktian siapa saja yang digertaknya badannya akan hancur lebur. Dursala juga menjadi murid kesayangan Bagawan Pisaca. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Susena. Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Ia selalu berbakti terhadap suaminya. yaitu. Menurut pedalangan Jawa.

Carucitra. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Durmuka.melawan Gatotkaca tatkala ia bermaksud menguasai negara Amarta. Bomawikata. Surtayu. Durmagati. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Dursasana menikah dengan Dewi Saltani. Badannya hancur terkena hantaman Aji Narantaka Dursasana DURSASANA adalah putra Prabu Drestarasta. Kartamarma. Wikataboma. Dadanya dibelah dengan kuku Pancanaka. senang meremehkan dan menghina orang lain.gemar bertindak sewenang-wenang. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Dursasana mati di medan perang Bharatayuda oleh Bima/Werkudara dalam keadaan sangat menyedihkan. Dari perkawinan ini ia berputra seorang lelaki bernama Dursala. Durgempo. Darah yang menyembur ditampung Bima untuk memenuhi sumpah Dewi Drupadi. (raja negara Banyutinalang). Surtayuda. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. Dursasana berbadan besar. Ia mempunyai pusaka sebuah keris yang luar biasa besarnya bernama Kyai Barla. Gardapura . yang akan dibuat kramas dan mencuci rambutnya. Anggota tubuh dan kepala Dursasana . Citraksi. Citraksa. besar kepala. putri Adipati Banjarjungut. Citraboma. Bogadatta (raja negara Turilaya). mempunyai watak dan sifat. Gardapati (raja Negara Bukasapta). takabur. Kartadenta. Citrayuda. gagah dan bermulut lebar.

Bogadatta (raja negara Turilaya). Citraksa. Gardapura.hancur berkeping-keping. Diantara 100 orang. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Duryudana (raja Negara Astina). Kartadenta. dihantam gada Rujakpala. Bomawikata. keluarga Kurawa yang dikenal dalam pedalangan adalah. Durgempo. Durmagati. . Durmuka. Surtayuda. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citraksi. Dursilawati DEWI DURSILAWATI adalah satu-satunya wanita dari 100 (seratus) orang putra Prabu Drestarasta. Citraboma. dan Widandini (raja negara Purantara) . Surtayu. Dursasana (Adipati Banjar Jumut). Dewi Dursilawati sangat dimanja oleh orang tuanya dan saudara-saudaranya. Gardapati (raja negara Bukasapta). Wikataboma. Carucitra. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Citrayuda.

Dalam perselisihannya dengan Arjuna.Dewi Dursilawati menikah dengan Arya Sinduraja/Arya Tirtanata atau lebih dikenal dengan nama Arya Jayadrata. yang selalu mendalami olah keprajuritan dan menekuni ilmu perang. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini. setia. dengan penuh keikhlasan Ekalaya merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh Resi Drona.Hidupnya serba mewah. Sesekali ia datang kenegara Astina untuk membangun dan melanggengkan keakraban hubungan kekeluarga dengan keluarga Pandawa dan keturunannya. Arya Surata yang bertahta menjadi raja negara Sindu menggantikan ayahnya. Ekalaya seorang raja kesatria. Menjelang . Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Wataknya bersahaja. sangat mencintai istrinya. Ia adalah raja negara Paranggelung. putri hapsari/bidadari Warsiki. jujur. gaya dan kata-katanya serba menarik. Dewi Dursilawati tinggal dinegara Sindu bersama putranya. Ekalaya EKALAYA atau Ekalya (Mahabharata) dalam cerita pedalangan dikenal pula dengan nama Palgunadi. menarik hati. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. raja negara Sindu. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dengan tewasnya suaminya. Ekalaya berwatak. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Arya Wiruta dan Arya Surata. keinginanya selalu terlaksana. Ia sangat sakti dan sangat mahir mampergunakan senjata panah. Arya Jayadrata dan seluruh saudaranya dimedan perang Kurusetra. tekun dan tabah. yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya.

yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. Dewi Banowati. Dewi Surtikanti. Jawa). Winata dan Wimuka/Wilmuka. sabar dan wingit. . Dewi Erawati berwatak.kematiaanya. Ia mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama. Arwahnya menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumna satria Pancala. Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Hal ini karena mereka sekeluarga berada di luar pertikaian keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa yang meletus dalam perang Bharatayuda. Erawati DEWI ERAWATI adalah putri sulung Prabu Salya raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. setia. penuh belas kasih. raja negara Mandura. Dewi Erawati menikah dengan Prabu Baladewa/Kakrasana. Ia dan suaminya hidup tenang dan bahagia sampai masa sesudah perang Bharatayuda. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahindra/Maerah (Ped.

Gagakbaka ikut terjun ke medan perang Bharatayuda memimpin pasukan balatentara Jodipati. Gagakbaka pernah disuruh oleh Bima pergi kepertapaan Pandansurat untuk meminta kesediaan Resi Prancandaseta (Kera putih) menari di alun-alun negara Dwarawati memeriahkan upacara perkawinan Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Salya. raja negara Mandaraka. Tapi setelah kalah berperang melawan Gagakbaka akhirnya bersedia pula datang dan menari di alun-alun Dwarawati. Pada mulanya Resi Pancandaseta menolak. Ia sangat setia dan taat dalam pengabdiannya terhadap negara dan junjungannya.Gagakbaka GAGAKBAKA adalah patih negara Jodipati. . sampai kemudian diserahkan kepada Bima/Werkudara setelah keluarga Pandawa berhasil membangun negara Amarta di bekas hutan Mertani. Gagakbaka berperawakan tinggi besar dan gagah perkasa. semenjak jaman Arya Dandunwacana.

bersahaja. gagah berani. nama samaran Bathara Bayu ketika menjadi raja di negara Medanggora. Karena penggantinya.Gandabayu PRABU GANDABAYU adalah raja negara Pancala. teguh sentosa. Prabu Gandabayu memerintah negara Pancala sampai mangkatnya. putra mahkota Arya Gandamana tidak bersedia memegang kedudukan raja dan lebih senang menjabat Patih di negara Astina. raja negara Astina. Ia mempunyai hubungan yang sangat karib dengan Prabu Pandudewanata. murid Resi Boma. tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Arya Sucitra. Dewi Gandawati dan Arya Gandamana. punggawa dan murid kesayangan Prabu Pandudewanata. pendiam dan sakti. Prabu Gandabayu menikah dengan Dewi Gandarini. menantunya yang setelah menjadi . sehingga Dewi Gandawati dikawinkan dengan Arya Sucitra. Prabu Gandabayu menurut wujudnya telah mencerminkan wataknya. Konon ia masih keturunan Resi Suksrana. dan berputra dua orang bernama.

mengucapkan sumpah tidak akan menjadi raja sesuai wangsit Dewata. Jabatan itu dipegangnya sampai ia harus meninggalkan negara Astina karena penghianatan Sakuni. Gandamana tetap teguh dengan sumpahnya. Ketika ayahnya. Putra Prabu Gandabayu dengan permaisuri Dewi Gandarini. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Gandawati. Akhir riwayat Gandamana diceritakan. Ia berwajah tampan. menurut Mahabharata. Gandamana kemudian pergi mengabdikan ke negara Astina kehadapan Prabu Pandu. pemberani. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat terjadi penyerbuan anak-anak Kurawa dan Pandawa ke negara Pancala atas perintah Resi Drona. . dan diangkat menjadi patih negara Astina. pendiam. Arya Gandamana pernah menderita penyakit yang tak tersembuhkan. Sedangkan menurut pedalangan. tegap. gagah.Gandamana ARYA GANDAMANA adalah putra mahkota negara Pancala. Gandamana tewas dalam peperangan melawan Bima saat ia melakukan pasanggiri/sayembara tanding dalam upaya mencarikan jodoh untuk Dewi Drupadi. Prabu Gandabayu meninggal. Arya Sucitra yang menjadi raja Pancala bergelar Prabu Drupada. kuat dan sakti serta memiliki ilmu andalan Aji Bandungbandawasa dan Glagah Pangantol-atol. Ia relakan haknya menjadi raja kepada kakak iparnya. Arya Gandamana adalah kesatria yang tiada tandingannya. Penyakit itu baru sembuh setelah ia berikrar.

Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Carucitra. Surtayu. Gardapura. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Dursasana (Adipati Banjarjungut). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Kartadenta. (raja negara Turilaya). Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Gardapati (raja negara Bukasapta). masingmasing bernama . raja negara Astina. Citraboma. Durgempo. . Bogadatta. Durmuka.Gandari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Durmagati. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Citrayuda. Kurawa terhadap Pandawa. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. Wikataboma. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Arya Sakuni. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Surtayuda.

Dewi Srikandi. 3. 1. raja negara Amarta. Hal ini karena Gandamana menolak untuk dinobatkan menjadi raja. Dewi Gandawati menikah dengan Arya Sucitra. masing-masing bernama . 2. Dretadyumna/ Trustajumena. yang dalam perang Bharatayuda berhasil membunuh Resi Drona. Dari perkawinan tersebut Dewi Gandawati memperoleh tiga orang putra. Dewi Gandawati ikut belapati. Arya Sucitra. luhur budinya. Dewi Drupadi atau Pancali (Mahabharata) yang kemudian menjadi istri Prabu Yudhistira. yang kemudian menjadi istri Arjuna. Akhir riwayatnya diceritakan. terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) Prabu Drupada. bergelar Prabu Drupada. Sepeninggal Prabu Gandabayu. raja negara Pancala atau Pancalaradya (pedalangan Jawa) dengan permaisuri Dewi Gandarini. . bijaksana. Ia mempunyai seorang adik kandung bernama Arya Gandamana yang menjadi patih negara Astina pada jaman pemerintahan Prabu Pandu. Dewi Gandawati seorang putri cantik jelita. sabar dan teliti serta setia. Ia sangat berbakti terhadap suaminya. putra Arya Sangara dari Hargajambangan yang telah lama mengabdi dan berguru pada Prabu Pandu di negara Astina.Gandawati DEWI GANDAWATI adalah putri sulung Prabu Gandabayu. suaminya naik tahta kerajaan Pancala. suaminya yang gugur di medan perang Bharatayuda melawan Resi Drona.

Dalam penyerangan tersebut Prabu Garbanata kalah dalam peperangan melawan Arya Setyaki. senapati perang negara Dwarawati. Ia masih keturunan Prabu Kalaruci. Dewi Wersini. yang memilki senjata gada Wesikuning peninggalan Arya Singamulangjaya. Perdamaian pun akhirnya dilakukan antara negara Garbaruci dengan Lesanpura. raja negara Karanggubarja. Prabu Garbanata ingin merebut kembali negara Karanggubarja yang kini telah dikuasai oleh Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dan berganti nama menjadi negara Lesanpura. Dewi Garbarini. Gardapati GARDAPATI adalah putra Prabu Drestarasta. putri Prabu Kalayaksa. karena ingin memperistri bidadari. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri yang bernama Dewi Garbarini.Garbanata PRABU GARBANATA adalah raja negara Garbaruci. Ia bersaudara 100 orang --{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata . Prabu Garbanata menikah dengan Dewi Danawati. putra Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Penyerangan besar-besaran pun dilakukan terhadap negara Lesanpura. putri Prabu Garbasumanda kemudian dijodohkan dengan Arya Setyaki. yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu saat menyerang Suralaya. Terdorong oleh rasa dendam terhadap keluarga Mandura. Untuk mengukuhkan tali persaudraan. raja negara Garbasumanda.

Bogadatta (raja negara Turilaya). Bomawikata. Durmuka. Gardapura . Carucitra. Surtayu. Citraksi.Kurawa. Durgempo. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. Citrayuda. Citraksa. Gardapati (raja negara Bukasapta). Durgempo. Durmagati. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Citraksa. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Durmuka. Widandini (raja negara Purantura) dan Dewi Dursilawati. Citraboma. ia berhasil merebut negara Bukasapta. Carucitra. Wikataboma. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. Kartadenta. Citraboma. Wikataboma. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. Kartadenta. congkak. Surtayu. Diantaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah Duryudana (raja Negara Astina). Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Surtayuda. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. cerdik dan licik. Dengan kesaktiannya. Durmagati. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citraksi. dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Surtayuda. Bogadatta (raja negara Turilaya). Bomawikata. Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Citrayuda. Gardapati berwatak keras hati. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. raja negara Glagahtinalang. Ia bersaudara 100 orang -{99 orang pria dan 1 orang wanita} yang disebut Sata Kurawa. . Gardapura GARDAPURA adalah putra Prabu Drestarasta.

Mereka mempunyai kesaktian yang seimbang. Nala Gareng menikah dengan Dewi Sariwati. Matanya juling. keras kepala. Gardapura diangkat sebagai Senapati pendamping. Oleh Sanghyang Ismaya namanya diganti menjadi Nala Gareng. sehingga tiada yang kalah dan menang. dan masuk dalam golongan panakawan. Ia pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan panah. sedangkan Bambang Panyukilan menjadi Ptruk. yang diperolehnya atas bantuan Resi Tritusta dari negara Purwaduksina. Setelah selesai tapanya. putra Bagawan Salantara dari padepokan Kembangsore. Kepalanya hancur dihantam gada Rujakpala. Karena sama-sama congkaknya dan sama-sama mempertahankan pendiriannya. kaki pincang. putri Prabu Sarawasesa dengan permaisuri Dewi Saradewati dari negara Salarengka. hidung bulat bundar. Ia tewas dalam peperangan melawan Bima. ia kemudian minta ijin pada ayahnya untuk pergi menaklukan raja-raja. Aslinya. terjadilah peperangan antara keduanya. Gardapura sangat dekat hubungannya dengan Gardapati. . Perkelahian baru berakhir setelah dilerai oleh Semar/Sanghyang Ismaya. cerdik dan licik. tak berleher. Gareng GARENG lazim disebut sebagai anaknya Semar. Gareng bernama Bambang Sukskati. tangannya bengkok/tekle/ceko (Jawa). Ketika Gardapati menjadi raja di negara Bukasapta. mendampingi Resi Drona yang berkedudukan sebagai Senapati utama. berubahlah wujud keduanya menjadi sangat jelek.Gardapura bersifat sombong. kakaknya. Mereka juga tak mau berhenti berkelahi walau tubuh mereka telah saling cacad tak karuan. ia hidup sampai jaman Madya. perut gendut. Bertahun-tahun Bambang Sukskati bertapa di bukit Candala untuk mendapatkan kesaktian. Karena sabda Sanghyang Ismaya. ia diangkat sebagai raja pendamping dengan gelar Prabu Anom Gardapura. Tubuh Bambang Sukskati menjadi cacad. Nala Gareng berumur sangat panjang. putra Resi Sukskadi dari padepokan Bluluktiba. Saat berlangsungnya perang Bharatayuda. Di tengah perjalanan Bambang Sukskati bertemu dengan Bambang Panyukilan.

ibunya bernama Dewi Arimbi. Sebelum itu. adik Arimbi. Tali pusarnya tidak dapat diputus. Begitu lahir di dunia. Gatotkaca telah membuat huru-hara. kakak ibunya yang bernama Arimba. Dalam pewayangan. Ia adalah anak Bima. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu. Sebagai raja muda di Pringgadani. terkenal sebagai ksatria perkasa berotot kawat bertulang besi. Gatotkaca adalah seorang raja muda di Pringgadani. Gatotkaca banyak dibantu oleh patihnya.Gatotkaca GATOTKACA. Brajamusti. Negeri ini diwarisinya dari ibunya. yang rakyatnya hampir seluruhnya terdiri atas bangsa raksasa. menjadi raja di negeri itu. Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh .

musuhnya akan mati. Sedangkan bilah senjata Kunta tetap dilarikan Karna. Bayi Tutuka diambil olah Batara Narada. Untuk memperoleh senjata pemberian dewa itu Arjuna terpaksa mencoba merebutnya dari tangan Karna. Di kahyangan. Bayi Tutuka langsung ditaruh dihadapan kedua raksasa sakti itu. Tubuhnya tetap utuh. Untuk menolongnya Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Para dewa lalu menyuruhnya berkelahi melawan bala tentara raksasa pimpinan Prabu Kala Pracona dan Patih Kala Sakipu lagi. bayi itu sudah berubah ujud menjadi ksatria muda yang perkasa. yang bernama Kunta Wijayandanu. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu. Istrinya yang kedua Dewi Sumpani. Namun. bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat. Senjata. Namun. Ia juga mengenakan terompah Padakacarma yang jika digunakan menendang. Untunglah ternyata sarung Kunta itu pun dapat digu-nakan memotong tali pusar Gatotkaca. Dengan Dewi Sumpani ia mempunyai anak bernama Arya Jayasumpena. Istri pertamanya Dewi Pregiwa. begitu muncul kembali dari Kawah Candradimuka. Gatotkaca ternyata sanggup menunaikan tugas itu dengan baik. Usahanya ini tak berhasil. Bima dan Arimbi mengizinkan. Dalam pewayangan Gatotkaca mempunyai tiga orang istri. Tutuka pingsan. Kala Pracona dan Kala Sakipu dapat dibunuhnya. Setelah penggemblengan selesai. warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu. tetapi ternyata Tutuka bukan bayi biasa. Setelah tali pusarnya putus. Di sini Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Kala Sakipu dan Kala Pracona memang hanya dikalahkan oleh bayi yang di-namakan Tutuka itu. penutup kepala gaib. me-lainkan pada Karna yang wajah dan penampilannya mirip Arjuna. Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya yang baru lahir itu dibawa Narada. Dari perkawinan dengan Pergiwa. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya. anak Arjuna. . Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk meng-hadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk. Sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu. Sedangkan Suryakaca adalah anaknya dari Dewi Suryawati. dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka. yang menyebabkannya tidak akan kehujanan dan tidak pula kepanasan. Karena kesal. dan yang ketiga Dewi Suryawati. begitu tali pusar itu putus. putri Batara Surya.untuk keperluan itu. itu bukan diserahkan pada Arjuna. setelah dewa itu menjelaskan bahwa me-nurut ramalan para dewa. Namun Batara Narada membuat kekeliruan. Gatotkaca mendapat seorang anak bernama Sasikirana. Ia mengenakan Caping Basunanda. atas izin Bima dan keluarga Pandawa lainnya.

Ia sampai hati membunuh Kalabendana. Kancingjaya. sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca. ia terbang amat tinggi. dan Bimaputra. Karena itu. Senjata Kunta Wijayandanu itu melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya dan masuk ke dalam warangkanya. Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. Arimbiatmaja. Bra-jadenta. yakni Kalananata. terutama Brajamusti. Guritna. Namun pemberontakan ini gagal karena Brajadenta ditentang adik-adiknya. . Bimasiwi. Gurubaya. ketika Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayanda-nu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Arwah Brajadenta akhirnya menyusup ke telapak tangan kanan Gatotkaca. Menjelang ajalnya. Namun senjata sakti itu terus saja memburunya. tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya. Gatotkaca amat sayang pada sepupunya. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu. Purbaya. karena ia le-laki. Dengan demikian kesaktian Gatotkaca makin bertambah. Namun ketika Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. Saat berhadapan dengan Adipati Karna sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Sebagai raja muda Pringgadani. dan anak kandung Prabu Trembaka — raja Pring-gadani terdahulu. Pada Wayang Golek Purwa Sunda. Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgadani sebenarnya tidak disetujui pamannya. Akibatnya. dan Mladangtengah. Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke sorga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca. ada lagi nama alias Gatotkaca. Sebenarnya. Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara. Namun. Trincingwesi. Krincingwesi. Ketika jatuh ke bumi. dan amat menyayangi Gatotkaca. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta. sehingga akhirnya Gatotkaca gugur.Dalam Baratayuda Gatotkaca diangkat menjadi senapati dan gugur pada hari ke-15 oleh senjata Kunta yang dilemparkan Karna. ketika mereka berperang tanding. gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa. Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi. hanya karena pamannya itu mengatakan pada Dewi Utari bahwa Abimanyu akan menikah lagi dengan Dewi Utari. Abimanyu. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu. sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka. sesudah Gatotkaca gugur. Gatotkaca banyak memberikan bantuannya. sedang arwah Brajamusti di tangan kirinya. Brajadenta akhirnya mati bersama-sama dengan Brajamusti. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sundari.

para putra Pandawa. Keinginan Gatotkaca untuk bertemu kembali dengan Dursala akhirnya terlaksana. untuk mengadakan latihan perang di Tegal Kurusetra. Gatotkaca menjawab. Gatotkaca langsung pulih seperti sedia kala.Brajamusti 8. sehingga pingsan. Wahyu Senapati 7. putra Dursasana. Gatotkaca Sewu 5.arwah Kalabendana mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu. Pada perang tanding itu Gatotkaca terkena pukulan Aji Gineng yang dimilliki oleh Dursala. Di tempat yang aman Antareja menyembuhkannya dengan Tirta Amerta yang dimilikinya. Gatotkaca saat itu juga tergugah untuk menambah ilmu dan kesaktiannya. Gantotkaca Rante 10. Ia mengum-pulkan saudara-saudaranya. para putra Pandawa. Berbagai Lakon yang Melibatkan Gatotkaca 1. Namun. Sesuai janjinya. Dari perkawinan itu mereka kelak mendapat anak yang diberi nama Jayasumpena. Dalam pertem-puran yang kedua kalinya ini. Pregiwa . Subadra Larung 11. jika mampu menerima hantaman Aji Na rantaka. Gatotkaca Lair (Lahirnya Gatotkaca) 2. Baru saja latihan perang itu dimulai. Kalabendana Lena 9. Tindakannya ini dilakukan tanpa izin dan pemberita-huan dari para Pandawa. Dari Resi Seta putra Bima itu mendapatkan Aji Narantaka. Ia lalu berguru pada Resi Seta. dengan Aji Narantaka itu . putra Prabu Matswapati dari Wirata. Gatotkaca dan saudara-saudaranya menolak tuntutan itu. Brajadenta . maka ia bersedia memperistri wanita cantik itu. Beberapa tahun menjelang Baratayuda. bahwa kesaktiannya belum bisa mengimbangi Dursala. Maka terjadilah perang tanding antara Gatotkaca dengan Dursala. Gatotkaca pernah bertindak kurang bijaksana. yang menyatakan keinginannya untuk diperistri. datanglah utusan dari Kerajaan Astina yang dipimpin oleh Dursala. Gatotkaca lalu memperistri Dewi Sumpani. Ia segera diamankan oleh saudara-saudaranya. Gatotkaca Gugur Dewi Sumpani ternyata mampu menahan Aji Narantaka. ia sadar. Gatotkaca Rebutan Kikis 6.Pregiwati 3. yang menuntut agar latihan perang itu segera dihentikan. Gatotkaca Sungging 4. Setelah menguasai ilmu sakti itu Gatotkaca segera pergi mencari Dursala. Aji Narantaka 12. Dalam perjalanan ia berjumpa dengan Dewi Sumpani. Selain malu.

dengan muka agak . Tatit. Dalam perang melawan raksasa. yakni pada tahun 1627 Saka atau 1705 Masehi. penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah menjadi ksatria tampan dan gagah. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu depan. anak Bima itu telah bergelung rambut bundar di atas kepalanya. hanyalah Prabu Kala Pracona. Yang diambil sebagai pola adalah bentuk seni rupa wayang peraga Antareja tetapi diberi praba. sedangkan mukanya lebih tunduk ke bawah dibandingkan dengan wanda Tatit. yakni wanda Kilat. pinggangnya lebih ram-ping dan posisinya agak maju. yakni Butaprepat. Kedudukan bahu depan dan bahu belakang rata. lengkap dengan taringnya. Gelap. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti ‘rambut gelung bundar’. Lawan-lawan Gatotkaca yang cukup sakti. Gatot artinya se-suatu yang berbentuk bundar. yakni pada zaman pemerintahan Paku Buwana IV (1788 .Gatotkaca mengalahkan Dursala. maka dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa. menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. sehingga menampilkan kesan gagah. Meskipun Gatotkaca selalu dilukiskan gagah perkasa. Wanda Gelap mempunyai kesan bentuk badan yang lebih kekar dan tegap. Sukarno. ada sedikit perbedaan antara seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dengan gagrak Yogyakarta. Panglawung. Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura. dan Dursala. Patih Kala Sakipu. bahu belakang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan bahu depan. dan Abimanyu di darat. Kapan dan oleh siapa wanda ini diciptakan. wanda-wanda Gatotkaca adalah wanda Tatit yang diciptakan oleh raja Kartasura. yang seringkali dibunuhnya dengan cara memuntir kepalanya. Guntur Prahara. dan Dukun. Dalam pewayangan. Guntur. Wanda Kilat diciptakan pada zaman pe-merintahan Paku Buwana I. mukanya agak tunduk tetapi tidak setunduk pada wanda Tatit. Boma Narakasura. Presiden RI. tidak diketahui dengan jelas. tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. Bentuk badannya tegap. bahu belakang lebih tinggi dibandingkan bahu depan. Pada tahun 1960-an Ir. mukanya tidak terlalu tunduk.1820) di Surakarta. Badannya kekar dan kokoh. lawan-lawan Gatotkaca biasanya hanyalah raksasa-raksasa biasa. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta. tetapi pecinta wayang pada umumnya tidak menganggapnya memiliki kesaktian yang hebat. Gatotkaca wanda Gelap merupakan ciptaan keraton terakhir. Gatotkaca selalu bahu membahu dengan Abimanyu. dan Guntur Samodra. dengan wajah mirip Bima. Nama itu diberikan karena waktu lahir. Gatotkaca menyambar dari udara. yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni. Karena Dewi Arimbi sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Di Surakarta. sedangkan kata kaca artinya rambut. Paku Buwana II (1655 Saka atau 1733 Masehi). Mengenai soal wanda ini.

sedangkan wanda Dukun dipakai jika Ki Dalang menampilkan adegan Gatotkaca sedang bertapa. yang diciptakan pada tahun 1578 Saka atau 1656 Masehi. seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Yogyakarta. lengkap dengan taringnya. Wayang Kulit Purwa menggambarkan ben-tuk Gatotkaca sebagai raksasa. sebelum diciptakan peraga Gatotkaca wan-da Guntur. Sementara itu. kuat. Baca Bima. Sunan Amangkurat Seda Tegal Arum. Dulu. Secara keseluruhan bentuk tubuh wanda Guntur seolah condong ke depan. Maka terciptalah bentuk baru Gatotkaca yang disebut wanda Guntur itu. raja Mataram. seolah mencerminkan sifat andap asor. agak gendut dibandingkan ukuran perut Gatotkaca pada wanda lainnya. Wanda Guntur. Bentuk bagian perut Gatotkaca wanda Dukun ini.datar. merupakan wanda Gatotkaca yang tertua dalam bentuknya yang kita kenal sekarang ini. Bentuk badan Gatotkaca wanda Guntur menampilkan kesan kokoh. Dengan pertimbangan bahwa wajah seorang anak tentu tidak jauh beda dengan orang tuanya. Dewi. dengan tubuh besar. yakni wanda Kutis yang biasanya dimainkan untuk adegan perang ampyak. wanda Paseban dipakai kalau Gatotkaca sedang menghadap para Pandawa. tunduk. dengan bahu depan lebih rendah daripada bagu belakang. Wajahnya juga memandang ke bawah. Pergiwati. dan Sukarno. memerintahkan para penatah dan penyungging keraton untuk menciptakan bentuk baru peraga Gatotkaca dengan meninggalkan bentuk raksasa sama sekali. wanda Prabu yang menampilkan kesan berwibawa. Tubuh dan wajahnya dipantaskan sebagai anak Bima. . wajah raksasa. Pinggangnya tidak seramping pinggang Gatotkaca wanda Kilat. membagi Gatotkaca atas empat wanda. Pinggangnya langsing seperti pada wanda Kilat. khusus ditampilkan pada kedudukan Gatotkaca sebagai raja di Pringgadani.

dengan bantuan Dewi . Surtayu. Diantara mereka yang terkenal dalam pedalangan adalah: Duryudana (raja negara Astina). Durmagati. Ia berwajah sangat cantik dan memiliki sifat perwatakan . Citraboma. yang menitis pada Raden Samba/Wisnubrata. dan atas kehendak Dewata menjelma menjadi bayi Manusia. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 100 (seratus) orang anak. Carucitra. Kurawa terhadap Pandawa. Dewi Gandari menikah dengan Prabu Drestarasta. Dendam dan kebenciannya terhadap Pandu. Arya Surabasata dan Arya Gajaksa. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang putra yang diberi nama . Dewi Gandari mempunyai sifat kejam dan bengis. tetapi pada waktu lahirnya berwujud gumpalan darah kental. raja negara Surateleng dengan permaisuri Dewi Yadnyagini. Dursasana (Adipati Banjarjungut). Citrayuda. suaminya. raja negara Astina. karena tiba saatnya titis Bathari Dermi harus bersatu kembali dengan titis Bathara Derma. Setelah Prabu Narakasura tewas dalam peperangan di negara Dwarawati melawan Bambang Sitija. Hangyanawati DEWI HANGYANAWATI atau Yadnyanawati adalah putri Prabu Narakasura. Kartamarma (raja negara Banyutinalang). Kartadenta. Bogadatta. Durgempo. Ia selalu mementingkan diri sendiri dan tidak segan-segan berkhianat serta pendendam. Ia mati terjun ke dalam Pancaka/api pembakaran jenazah bersama Dewi Kunti dan Prabu Drestarasta setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Arya Sakuni. (raja negara Turilaya). baik budi. raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Dewi Hagnyanawati diperistri oleh Bambang Sitija yang setelah menjadi raja negara Surateleng dan Prajatisa bergelar Prabu Bomanarakasuira. Keseratus putra Dewi Gandari tersebut dikenal dengan nama Sata Kurawa. Durmuka. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. penuh belas kasih dan teguh dalam pendirian. Putra Prasbu Kresna dengan Dewi Pertiwi dan negara Surateleng dikuasai Bambang Sitija. lembut. Sesuai dengan ketentuan Dewata. Arya Watubaji.Gendari DEWI GANDARI adalah putra Prabu Gandara. Gardapura. putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa dengan permaisuri Dewi Ambika. masingmasing bernama . Surtayuda. istri Bathara Derma. yang oleh Dewi Gandari dicerai beraikan menjadi seratus potongan. sederhana. Gardapati (raja negara Bukasapta). Wikataboma. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung. putra Prabu Krtesna dengan permaisuri Dewi Jembawati. Dewi Hagnyanawati adalah titisan Bathari Dermi. menjadi penyebab utama kebencian anak-anaknya.

Irawan gugur dalam awal perang Bharatayuda melawan Ditya Kalaseringgi. Dewi Hagnyanawati dipertemukan dengan Raden Samba. salah satu dari lima satria Pandawa. Prabukusuma. Kumalasakti. Dewi Hagnyanawati kemudian menjadi istri Raden Samba. Abimanyu. yang segera menyerang negara Dwarawati untuk merebut kembali Dewi Hagnyanawati istrinya. raja negara Gowabarong yang berperang di pihak keluarga Kurawa/Astina. bernama. Antakadena dan Bambang Sumbada. di keputrian negera Surateleng. Sedangkan menurut Mahabharata. mereka kemudian meninggalkan keputrian Surateleng pergi ke negara Dwarawati. Kumaladewa. Akhir riwayatnya diceritakan.Wilutama. menjelang pecah perang Bharatayuda. . dari pertapaan Yasarata. Wisanggeni. ayahnya sendiri. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Irawan lahir di pertapaan Yasarata dan sejak kecil tinggal di pertapaan bersama ibu dan kakeknya. dengan Dewi Ulupi. Menurut kisah pedalangan Irawan tewas dalam peperangan melawan Ditya Kalasrenggi putra Prabu Jatagempol dengan Dewi Jatagini dari negara Gowabarong. Setelah ada kesepakatan. Wilungangga. Bratalaras. Sumitra. Dewi Hagnyanawati mati bunuh diri terjun ke dalam pancaka (api pembakaran jenasah) bela mati atas kematian Raden Samba yang tewas dalam peristiwa perang gada sesama wangsa Yadawa Irawan BAMBANG IRAWAN adalah putra Arjuna. Prabu Bomanarakasura tewas dalam peperangan melawan Prabu Kresna. jatmika. Ia berwatak tenang. Perbuatan Dewi Hagnyawati dan Raden Samba ini membangkitkan kemarahan Prabu Bomanarakasura. Wijanarka. putri Bagawan Kanwa (Bagawan Jayawilapa-pedalangan Jawa). tekun dan wingit. sesuai dengan takdir dewata. Endang Pregiwati. Endang Pregiwa.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh delapan orang putra. Bayi Dewabrata ia serahkan pada asuhan Prabu Santanu. Sedangkan tujuh putranya yang lain begitu lahir ia buang kesungai Gangga. begitu kelahiran Dewabrata. Dewi Jahnawi kembali ke kahyangan hidup sebagai hapsari/bidadari. Dewi Jahnawi menikah dengan Prabu Santanu. .Jahnawi DEWI JAHNAWI atau Dewi Gangga (Mahabharata) adalah seorang hapsari/bidadari yang turun ke Arcapada karena kutukan Bhatara Brahma. Ia ditetapkan akan bersuamikan Bathara Mahabhima yang karena kutukan Bathara Brahma akan menjelma menjadi putra Prabu Pratipa. putra Prabu Pratipa dari negara Astina dengan permaisuri Dewi Sumanda. tetapi hanya seorang yang ia kehendaki hidup dan diberi nama Dewabrata. raja negara Astina. Sesuai perjanjiannya dengan Prabu Santanu.

bengis. gagah. Karena niat jahatnya itu bertentangan dengan kodrat hidup dan dapat merusak ketentraman jagad raya. Prabu Supala raja negara Kadi. Ia sangat sakti. Karenanya berbadan tinggi besar. Prabu Jarasanda akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Bima/Werkudara. penganiaya. perkasa dan berwajah setengah raksasa. Prabu Jarasanda berkeinginan menjadi raja besar yang menguasai jagad raya. . dengan dukungan sahabat karibnya yang juga sekutunya. ingin menangnya sendiri. Ia masih keturunan Prabu Darmawisesa. Prabu Jarasanda bermaksud menyelenggarakan persembahan darah seratus orang raja kepada Bathari Durga. raja raksasa dari negara Widarba. maka ia harus berhadapan dengan Bathara Wisnu. Tubuhnya hancur terkena hantaman gada Rujakpala. berani serta selalu menurutkan kata hatinya. Prabu Jarasanda berwatak angkara murka.Jarasanda PRABU JARASANDA adalah raja negara Magada. Untuk memenuhi ambisinya. keras hati.

Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. . bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. Karena ketekunannya bertapa. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Ia masih keturunan Prabu Kalasasradewa. Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Prabu Jatagempol menjadi sangat sakti. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. ayahnya. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu.Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Jatagempol PRABU JATAGEMPOL adalah raja raksasa di negara Guwabarong. Prabu Jatagenpol menikah dengan Dewi Jatagini. bengis dan selalu ingin menangnya sendiri. berwatak angkara murka. berwatak angkara murka. raja raksasa di negara Guwamiring yang tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama. Karena ketekunannya bertapa. dan mempunyai seorang anak bernama Kalasrenggi. istri Arya Prabu Rukma. istri Arya Prabu Rukma. Karena ia dan prajuritnya menyerang negara Mandura untuk merebut Dewi Arumbini.

Jayadrata tewas oleh Arjuna di medan perang Bharatayuda sebagai senapati perang Kurawa. penuh kesungguhan dan setia. Jayadrata. Kepalanya terpangkas lepas dari badannya oleh panah sakti Pasopati. ayahnya. Jayadrata ARYA JAYADRATA nama sesungguhnya adalah Arya Tirtanata atau Bambang Sagara. . Prabu Sinduraja pergi ke negara Astina untuk berguru pada Prabu Pandu Dewanata. Arya Wirata dan Arya Surata. Karena ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang tata pemerintahan dan tata kenegaraan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. berani. dikawinkan dengan Dewi Dursilawati dan diangkat sebagai Adipati Buanakeling. Oleh Resi Sapwani ia diberi pusaka gada bernama Kyai Glinggang. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Sarotama.Untuk membalas dendam kematian Prabu Kalasasradewa. Di negara Astina Jayadrata bertemu dengan Keluarga Kurawa. Untuk menjaga kehormatan dan harga diri. Ia putra angkat Resi Sapwani/Sempani dari padepokan Kalingga. Jayadrata mempunyai sifat perwatakan. Prabu Jatagempol menyerang negara Amarta. Ia mahir mempergunakan panah dan sangat ahli bermain gada. yang tercipta dari bungkus Bima/Werkudara. dan bergelar Prabu Sinduraja. dan akhirnya diambil menantu Prabu Drestarasta. Arya Tirtanata kemudian dinobatkan sebagai raja negara Sindu. Ia ingin membinasakan keluarga Pandawa yang merupakan keturunan Prabu Pandu. Prabu Jatagempol tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. ia menukar namanya dengan nama patihnya.

Merasa sangat sakti. Arya Jayasupena tidak ikut terjun kekancah perang Bharatayuda. sedangkan Prabu Jayamurcita tewas oleh Abimanyu oleh tusukan keris Pulanggeni. putra Dewi Suryawati. sukmanya manunggal dalam tubuh Abimanyu. Prabu Jayamurcita. karena ketika . Raden Gatotkaca. Mereka masih keturunan Prabu Kumbala. putra tunggal Dewi Sumbadra dengan Arjuna Dengan bantuan saudara sepupunya. putri Prabu Sarawisesa dari negara Selarengka. raja negara Madukara (lama). Perbuatannya yang lancang tersebut menimbulkan kemarahan Abimanyu. Ia mempunyai adik kandung benrama Jayasemadi yang menjabat patih nagera Plangkawati. Jayasupena ARYA JAYASUPENA atau Jayasumpena adalah putra Gatotkaca. Sebelum menemui ajalnya. putra Dewi Pregiwa. Prabu Jayamurcita menyerahkan kekuasaan negara Plangkawati beserta gelar keprabuannya dan seluruh balatentaranya kepada Abimanyu. dan Arya Suryakaca. istri Arjuna. Patih Jayasemedi tewas dalam peperangan melawan Gatotkaca. raja negara Pringgandani. mengutus adiknya. putri Bathara Surya dengan permaisuri Dewi Ngruni. raja negara Pringgandani dengan Dewi Sumpani. Prabu Jayamurcita kemudian mati moksa. Bambang Sasikirana.Jayamurcita PRABU JAYAMURCITA adalah raja negara Plangkawati. bernama. Ia mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu. Abimanyu menyerang negara Plangklawati. patih Jayasemedi pergi ke negara Madukara untuk melamar Dewi Sumbadra.

teguh. Jembawati DEWI JEMBAWATI adalah Putri tunggal Resi Jembawan (berwujud kera/Wanara) dari pertapaan Gadamadana. waspada. yang merupakan raja titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Setelah berakhiornya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan negara Pandawa. tapi aklhirnya tewas terbunuh dalam peperangan. ia lebih sering tinggal di pertapaan Gadamadana mengasuh Gunadewa. setia. cerdik pandai. Gatotkaca. Drestadyumna dapat dihidupkan . dan Gunadewa. ia memperoleh dua orang putra bernama . Tokoh Jungkungmardeya hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan dimunculkan dalam lakon "Cocogan". sabar.perang berlangsung ia masih kecil. Ketika lamarannya ditolak. kesetiaan. Perbedaannya. gesit. tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. putri kedua Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Dewi Jembawati dapat bersuamikan Prabu Kresna. Arya Jayasupena diangkat menjadi panglima perang negara Astina dalam masa pemerintahan Prabu Parikesit. putri Gunawan Wibisana dengan Dewi Triwati (seorang hapsari/bidadari) dari negara Alengka/Singgela. Selama menjadi permaisuri Prabu Kresna. tangkas dan terampil. ibunya. Ia berperawakan mirip dengan ayahnya. karena garis keturunan dari Resi Jembawan. Demikian pula dengan tabiat. Ia meninggal dalam usia lanjut dan dimakamkan di pertapaan Gadamadana. yang berwajah sangat tampan. Dari perkawinan tersebut. berwujud sebagai wanara / kera. Jungkungmadeya PRABU JUNGKUNGMADEYA adalah raja negara Awu-awulangit. sangat berbakti dan penuh belas kasih. Jayasupena tidak bisa terbang. Untuk membebaskan Dewi Srikandi. Sesuai janji Dewata kepada Dewi Trijata. tangguh. Prabu Jungkungmardeya bercita-cita ingin memperistri Dewi Srikandi. Karena mati sebelum takdir. berani tak mengenal takut. Prabu Jungkungmardeya sangat sakti. Dewi Jembawati berwatak jujur. dengan beralih rupa menjadi Arya Drestadyumna (adik Dewi Srikandi) palsu. keberanian dan kegagahannya tak berbeda dengan Gatotkaca. dengan Dewi Trijata. raja negara Dwarawati. Drestadyumna yang mengetahui perbuatannya. ia berhasil memasuki keputrian Pancala dan menculik Dewi Srikandi. Prabu Drupada kemudian meminta bantuan keluarga Pandawa. berusaha merebut Dewi Srikandi dari tangan Prabu Jungkungmardeya. daripada tinggal di istana Dwarawati. selain memiliki aji sirep juga dapat beralih rupa. Samba.

Prabkesa. Kalabendana mempunyai sifat dan perwatakan. tepat menghujam masuk ke dalam pusar Gatotkaca yang mengakibatkan kematiannya. Arimba/Hidimba. Prabu Jungkungmardeya akhirnya tewas dalam peperangan melawan Arjuna dengan panah Pasopati. suka berterus terang dan tidak bisa menyimpan rahasia. Brajalamatan dan Brajawikalpa. dari negara Wirata. raja negara Dwarawati. raja Awangga. Tamparan Gatotkaca ke kepala Kalabendana hanya bermaksud menghentikan teriakan Kalabendana yang membuka rahasia perkawinan Abimanyu (putra Arjuna dengan Dewi Sumbandra) dengan Siti Sundari (putri Prabu Kresna dengan Dewi Pratiwi) tatkala Abimanyu akan menikah dengan Dewi Utari. sangat jujur.kembali oleh Prabu Kresna. Kalabendana ARYA KALABENDANA adalah putra bungsu Prabu Arimbaka raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Arjuna yang mengejar ke negara Awu-awulangit berhasil menemukan Dewi Srikandi. setia. . putri bungsu Prabu Matswapati dengan Dewi Ni Yutisnawati. Arwahnya mengantar/menuntun senjata Kunta yang dilepas Adipati Karna. Brajamusti. Dewi Arimbi. bernama. Brajadenta. berkat kesaktian Bunga Wjayakusuma. Kalabendana meninggal karena pukulan/tamparan Gatotkaca yang tidak sengaja membunuhnya. Dendam Kalabendana terhadap Gatotkaca terlampiaskan saat berlangsung perang Bharatayuda. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung.

seorang bidadari keturunan Sanghyang Pancaresi. Merasa sangat sakti. yang waktu itu telah diperjodohkan dengan Arya Ugrasena. Kalaruci PRABU KALARUCI adalah raja raksasa negara Karanggubarja. Kalakatung biasanya berpenampilan lucu karerna suaranya yang bindeng (memiliki suara hidung yang setengah tersendat). Dalam peperangan. Ia masih keturnan Bathara Kalagotama. Kalakatung biasanya mati oleh Gareng atau Petruk. Pabu Kalaruci datang ke Suralaya untuk meminang Dewi Wersini. . Karena pembawaannya yang agak tolol ini. namun memiliki gerakan yang cekatan. ternyata tak mampu mengalahkan Prabu Kalaruci. Daya berpkirnya lambat. Bertubuh gemuk pendek. Arya Ugrasena yang didatangan ke Suralaya. Dalam cerita pedalangan. Prabu Kalaruci mempunyai saudara kandung bernama Kalayaksadewa yang menjadi raja di negara Gowamiring. putra ke-empat Prabu Basukunti. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit.Kalakatung KALAKATUNG atau sering pula disebut dengan nama Butaterong adalah raksasa hutan. maka ia selalu menjadi bahan ejekan para panakawan. kepala gundul dan berhidung besar bulat seperti terong. dari negara Mandura. Kalakatung biasa ditampilkan sebagai anak buah Cakil atau Yayahgriwa.

Pandu kemudian pergi ke Suralaya dengan mengerahkan pasukan Astina dibawah pimpian patih Gandamana dan Arya Sucitra. Mareka masih keturunan Bathara Kalagotama. Prabu Kalarodra raja di negara Girikadasar. seperti Arya Prabu Rukma. mau menangnya sendiri. yang sudah dipertunangkan dengan Arya Prabu Rukma. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. Sebagai keturnan Dewi Pramuni/Bathari Durga. pemberani dan sangat sakti. Berwatak angkara murka. untuk dapat memperistri Dewi Rumbini. Peperangan pun tidak dapat dihindarkan antara Mandura melawan Gowamiring. Arya Ugrasena. Dalam peperangan tersebut semua putra-putra Mandura. Ia mampunyai dua saudara kandung masing-masing bernama. istri Prabu Basudewa. putri Prabu Rumbaka. Dalam peperangan tersebut. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni/Bathari Durga dari Kahyangan Setragandamayit. juga Prabu Basudewa tidak dapat mengalahkan Prabu Kalasasradewa. Ia pernah menyerang negara Kumbina. Prabu Kalayaksa memiliki sfat dan perwatakan . Prabu Kalayaksa menyerang negara Mandura. juga untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. Prabu Kalasasradewa akhirnya tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu. Prabu Kalarodra raja nergara Girikadasar dan Prabu Kalasasradewa yang menjadi raja di negara Guwamiring. Dewi Wersini dan negara Karanggubarja kemudiasn disertahkan kepada Arya Ugrasena. putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari Kahyangan Setragandamayit. kakak Arya Ugrasena). Prabu . Prabu Kalasasradewa sangat sakti. tinggi hati dan mau menangnya sendiri. Selain ingin merebut Dewi Badrahini. Mereka masih keturunan Bathara Kalagotama. serakah. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan angkatan perannya. Kalasasradewa PRABU KALASASRADEWA adalah raja raksasa negara Guwamiring. bengis. dan Prabu Kalayaksa yang menjadi di negara Garbasumanda. suami dari Dewi Kunti (adik Prabu Basudewa). Prabu Basudewa kemudian meminta bantuan Prabu Pandu. serakah. kejam. raja negara Astina. yang juga kakak ipar Ugrasena (Pandu menikah dengan Dewi Kunti. suka menurutkan kata hati. Prabu Kalaruci dapat dibinasakan oleh Pandu. Kalayasa PRABU KALAYAKSA adalah raja raksasa negara Garbasumanda. sejak jaman pemerintahan Prabu Baskunti. raka negara Astina.Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Prabu Pandu. putra ketiga Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Prabu Kalayaksa nenjadi seteru negara Mandura.

permaisuri Prabu Basudewa. Ia tewas dalam pertempuran melawan Prabu Pandu. raja negara Astina. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa dan berhasil bermain asmara dengan Dewi Mahira/Maerah (Jawa). penghianat. keras hati. pamannya yang sakti. adik Prabu Gorawangsa. putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti . dan sejak kecil hidup dalam asuhan ditya Suratrimantra. Setelah remaja. Dengan dukungan Suratimantra. putra Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). raja Mandura. Sedangkan Suratimatra tewas melawan Bima/Werkudara. Ia lahir di negara Bombawirayang. berani dan selalu menurutkan kata hatinya. ingin menangnya sendiri. Prabu Kalayaksa berhasil menguasai sebagian wilayah negara Mandura. karena tidak satupun putra-putra Mandura yang berthasil menandingi kesaktiannya. Pemberontakan Kangsa gagal. Kematian Prabu Kalayaksa bertepatan dengan kelahiran Raden Arjuna/Peermadi putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti Kangsa KANGSA. Prabu Basudewa akkhirnya bersedia mengakui Kangsa sebagi putranya dan diberi kedudukan Adipati di Kesatrian Sengkapura Kangsa berwatak angkara murka. oleh Suratrimantra. Kangsa dibawa ke negara Mandura untuk menuntut haknya sebagai putra Prabu Basudewa. bahkan nyaris menguasai kerajaan Mandura.Kalasasradewa yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Pandu di negara Mandura. Tapi akhirnya Prabu Kalayaksa mengalami nasib yang sama seperti Prabu Kalasasradewa. Karena sangat sakti. Ia mati terbunuh dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Kangsa berniat merebut tahta kekuasaan negara Mandura dari tangan Prabu Basudewa. sering pula disebut Kangsadewa sesungguhnya putra Gorawangsa.

Resi Druwasa mengaku bersalah dan bersedia menjamin keperawanan Dewi Kunti. . ***) Setelah Prabu Kuntiboja mengetahui perihal musibah yang menimpa putrinya. Tetapi kedatangan Batara Surya yang tampan itu membuat Dewi Kunti mengandung. Basukarna adalah anak buangan. Dewi Prita alias Kunti berhasil mendatangkan Batara Surya. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak. Ilmu dipelajarinya dari gurunya. padahal ia masih gadis. Dengan mem-baca mantra Aji Adityarhedaya. sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran. sedangkan Arjuna anak yang ketiga. putri bungsu raja Mandura. Waktu masih berusia remaja. yakni ilmu un-tuk mendatangkan seorang dewa yang dikehendakinya. yang se-ngaja didatangkan Prabu Basukunti ke Keraton Mandura untuk mendidik Dewi Kunti. yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. ia amat marah dan segera memanggil Resi Druwasa. Resi Druwasa. berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Dewi Kunti mencoba-coba mengguna-kan Aji Adityarhedaya. Prabu Basukunti. Ternyata ilmu ajaran Resi Druwasa itu benar-benar ampuh. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita. Basukarna adalah putra sulung. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi. Tetapi pertapa itu juga menjelaskan. Guru Besar itu dipersalahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi pada gadis yang belum dewasa. walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti. bahwa kelak Dewi Kunti akan memerlukan ilmu itu.Karna KARNA.

CATATAN KAKI =***) Dewi Prita mempunyai kebiasaan buruk. Kebetulan mereka memang tidak punya anak. karena anak Kunti itu memang benar hasil pertemuan ibunya dengan Batara Surya. ilmu itu masuk dan diresapi oleh Kunti melalui telinganya. Prabu Basukunti segera memerintahkan agar bayi itu dibuang. yaitu para Kurawa dan para Pandawa. Minat dan semangat Basukarna untuk belajar amat tinggi. dan takhta Astina diduduki oleh Prabu Pandu Dewanata. Setelah lahir. Resi Krepa. menggantikan Prabu Krisna Dwipayana yang mengundurkan diri karena hendak menjadi pertapa. Menjelang masa remaja. Drestarastra menggantikannya untuk sementara waktu. dan matahari sudah naik. Basukarna juga disebut Radhea atau Ara-dea). Dengan ilmunya yang tinggi. Itulah sebabnya. Bayi yang malang itu kemudian ditemukan dan dirawat dengan baik oleh Adirata. Ketika Prabu Pandu me-ninggal dalam usia muda. Pandu. Tahun berganti tahun. Yang memerintah Astina saat itu adalah Prabu Krisna Dwipayana. seorang sais kereta kerajaan di Keraton Astina. Dengan penolakan itu Basukarna tetap hanya bisa belajar dengan cara meng-intip dan mencuri dengar. yakni putra-putra Drestarastra. Nama lain baginya adalah Talingasmara. Namun permohonan itu ditolak. . Dengan demikian segala sesuatu yang diajarkan oleh kedua mahaguru itu diketahui dan dipahami dengan baik oleh Karna. atau Suryatmaja. Dua nama yang terakhir ini digunakan oleh sebagian besar dalang untuk menyebut Karna sewaktu masih muda. di telinga bayi itu terdapat Anting Mustika yang memancarkan sinar kemilau. sebagai wali para Pandawa yang saat itu masih kecil-kecil. Bayi itu lalu diaku anak dan dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh Adirata dan istrinya yang bernama Nyai Nanda (Dalam Mahabarata Nyai Nanda disebut Radha. dan Yama Widura. Dalam pewayangan ia juga disebut Suryaputra. Basukarna sering ikut ayah angkatnya ke Keraton Astina.yang artinya telinga. ia diberi nama Karna . Itulah sebabnya. Sebelum bayinya dibuang Dewi Prita alias Kunti sempat memperhatikan. Manakala hari telah terang. ia masih tergolek di tempat tidurnya. Alasannya. karena Drona terikat aturan istana: hanya boleh mengajar para pangeran. Maka. Di sana ia selalu mengintip dan mencuri dengar dengan penuh perha-tian segala yang diajarkan oleh Resi Krepa dan Begawan Drona kepada murid-muridnya. bayi Karna pun ditaruh dalam sebuah peti dan dihanyutkan di Sungai Gangga. Suatu hari ia memberanikan diri men-jumpai Begawan Drona dan minta agar guru besar itu mau menerima dirinya sebagai murid. guru besar lainnya juga bersikap sama dengan Begawan Drona. sesudah masa kehamilannya cukup. Tanpa sadar ia mengamalkan Aji Adityarhedaya sambil membayangkan ketampanan Batara Surya. sering bangun siang. Sinar terang matahari yang masuk ke kamarnya membuatnya kagum. Druwasa mengeluarkan jabang bayi yang dikandung melalui telinga Dewi Kunti.

Dan ternyata keduanya sama kuat dan sama mahirnya. Selain berguru secara tidak langsung pada Begawan Drona dan Resi Krepa yakni hanya dengan mendengar dan melihat dari kejauhan. Resi Krepa dan Begawan Drona akhirnya memberikan penilaian tidak ada yang kalah dan tak ada yang menang. si Sulung dalam keluarga Kurawa segera memanfaatkan peristiwa itu. Tantangan Karna ini ditolak Arjuna. Pada setiap pertandingan ksatria remaja yang tampan ini selalu mendapat angka tertinggi. tidak ada lagi alasan bagi Arjuna untuk menolak tantangan itu. dan Anting Mustika itu pernah dilihatnya belasan tahun yang lalu. Namun untuk segera mengakuinya sebagai anak. Adu tanding pun dimulai.Untuk mengetahui sampai di mana tingkat kemajuan ilmu dan keterampilan para Pandawa dan Kurawa. saat itu sudah yakin benar bahwa Karna sesungguhnya adalah anak sulungnya. ataukah sebaliknya. merasa panas hati melihat kesombongan dan keangkuhan Arjuna. saat itu juga Duryudana mengangkat Basukarna sebagai adipati di Kadipaten Awangga. Basukarna yang sejak semula menyaksikan acara itu. ***) Dengan kedudukan Karna sebagai seorang adipati. Yakin. karena sebagai seorang putra raja Arjuna merasa dirinya tidak pantas melayani tantangan Karna yang hanya anak seorang sais kereta. Walaupun ayah angkatnya telah berusaha mencegah. gerak-gerik Karna boleh dibilang sama dengan Ksatria Panengah Pandawa itu. termasuk para Kurawa. yang belasan tahun sebelumnya dihanyutkan di sungai. Dengan pengaruh yang dimilikinya selaku putra Prabu Drestarastra. Keduanya seimbang sama kuat. CATATAN KAKI = ***) Menurut pewayangan. Karna sempat pula berguru pada seorang brahmana sakti bernama Rama Parasu alias Rama Bargawa. Dewi Kunti yang menyaksikan acara pertandingan itu. ditolak. dari telinga Karna memancar sinar kemilau Anting Mustika yang telah menempel sejak dilahirkan. Dewi Kunti merasa tidak menemukan alasan yang tepat. Duryudana. Dewi Kunti tercekam oleh perasaan antara yakin dan ragu. Ini dilakukan setelah permohonan Karna untuk diterima menjadi murid resmi Begawan Drona dan Resi Krepa. Namun Kunti juga ragu. Selain wajahnya yang amat mirip dengan Arjuna. Lagi pula. Lebih-lebih Arjuna. Karna menjadi Adipati di Awangga . Pada acara ujian seperti itu ternyata Pandawa selalu unggul. apakah jika ia tiba-tiba mengakui Karna sebagai anak akan membuat situasi menjadi baik. secara berkala Begawan Drona dan Resi Krepa mengadakan uji keterampilan bagi mereka. dengan nekad Karna lalu me-nantang Arjuna untuk adu tanding dalam ketrampilan keprajuritan dengan dirinya. Keunggulan ini membuat Arjuna lalu bersikap sombong. Tantangan Karna itu memang mengejutkan semua orang. karena baik raut wajah maupun bentuk tubuh Karna seolah bayangan Arjuna.

Dari gurunya yang ini Basukarna antara lain mendapat ilmu Bramastra. Karna memperoleh negeri itu setelah me-ngalahkan Prabu Karnamandra. Saat itu Duryudana sudah berkedudukan sebagai Prabu Anom. putri Prabu Salya. Karena merasa ditipu. Oleh sebab itu Karna diam-diam lalu sering masuk ke Istana Mandraka dan secara sembunyi-sembunyi memadu kasih dengan sang Dewi. Namun karena keluarga Kurawa sangat memerlukan tenaga CATATAN KAKI = ***) Sebagian dalang menyebut ilmu itu Aji Kunta Bramasta. . sehingga mereka terpaksa dinikahkan. Sejak itu timbullah kebencian Prabu Salya terhadap Karna. raja Mandraka. adik Surtikanti. menyengat paha Basukarna. barulah Rama Bargawa sadar bahwa Karna sebenarnya bukan dari golongan brahmana. terutama pada saat menghadapi Baratayuda kelak. Penyamaran Basukarna ini terbongkar manakala Rama Bargawa tidur berbantal paha muridnya. pada saat yang genting . walaupun telah menjadi menantunya. Saat itu seekor ketonggeng. atau raja muda. Karna akan lupa bunyi mantera ilmu Bramastra. yang telah merencanakan akan menikahkan Surtikanti dengan Duryudana. tetapi karena hasil usahanya sendiri. sadarlah Sang Guru bahwa muridnya itu tentu berasal dari golongan ksatria. masalah Dewi Surtikanti itu tidak diperpanjang lagi. Namun untuk menjaga jangan sampai gurunya terbangun. Karna harus menyamar sebagai brahmana.yang menentukan hidup atau mati. justru pada saat raja muda Astina itu sedang menyiapkan lamarannya pada Prabu Salya. Prabu Anom Duryudana sendiri sebenarnya amat sakit hati pada tindakan Karna melarikan Dewi Surtikanti. bahkan kemudian melarikan Dewi Surtikanti. Apalagi kemudian Prabu Salya menjanjikan akan menikahkan Duryudana dengan Dewi Banowati. Hanya seorang ksatria yang tangguh sanggup menahan rasa sakit yang demikian hebat. yaitu raja penguasa di Awangga. dengan marah Rama Bar-gawa mengucapkan kutukannya: Kelak dalam Baratayuda. yakni ilmu ketrampilan memanah. Basukarna menikah dengan Dewi Surtikanti. Pernikahan ini sebenarnya tidak disetujui oleh Prabu Salya. Basukarna.bukan karena hadiah atau diangkat oleh Duryudana. Sewaktu tahu apa yang terjadi. kutukan itu akan terbukti. Rama Bargawa justru terbangun ketika peluh Karna menetes ke wajahnya. dengan sekuat tenaga Karna menahan rasa sakit yang alang kepalang itu. kelak ternyata. ***) Sesudah mewariskan berbagai ilmunya. sehingga keringatnya bercucuran. Penyamaran itu terpaksa dilakukan karena Rama Bargawa amat membenci golongan ksatria. Dan. Untuk dapat berguru pada brahmana yang kesaktiannya tidak tertandingi siapa pun di dunia ini. melainkan seorang ksatria. sejenis kalajengking berbisa.

dalam lakon Banjaran Karna menceritakan bahwa Batara Surya yang tahu rencana perjalanan Batara Narada memberitahu Karna agar mencegat dewa itu. Meskipun sebelumnya telah tahu. yaitu Batara Surya. dan Prabu Ba-ladewa yang sebelumnya telah menikahi Dewi Erawati. dan Arjuna. Adipati Awangga itu memiliki sifat pantang berkhianat. yakni Prabu Anom Duryudana. Karna mempunyai dua orang raja besar sebagai ipar. Yang berhasil direbut hanyalah wa-rangkanya (sarung) saja. siapa pun yang memintanya. Yang meya-kinkan adalah penjelasan yang diberikan oleh ayahnya sendiri. Adipati Karna merasa berhutang budi pada Duryudana dan adik-adiknya. Itulah sebabnya Batara Narada pernah keliru menganggap Arjuna tatkala akan memberikan senjata Kunta Wijayandanu. percaya diri. Selain seimbang kesaktiannya. Jadi. tahu membalas budi." . mengira bertemu Arjuna dan memberikan senjata Kunta Wijayandanu pada Karna. dan membenci orang yang terlalu mengagungagungkan kebangsawanannya. Itu pula yang me-nyebabkan ada sebagian pecinta wayang menggolongkan Basukarna sebagai tokoh yang berpihak pada kejahatan dan mabuk akan derajat serta kedudukan. dan mengaku sebagai Arjuna. "Ingatlah Karna. Batara Surya juga memperingatkan agar Karna waspada. Berarti ia adalah saudara tua yang seibu dengan Yudistira. dari aku sejak lahir engkau telah kuwarisi Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. Dalam perja-lanannya mencari Arjuna. perjumpaan Karna dengan Narada bukan suatu kebetulan. Basukarna yakin benar bahwa ia sesungguhnya adalah putra sulung Dewi Kunti. Karena selalu diperlakukan dengan baik dan dihargai oleh Kurawa. kisah mengenai senjata Kun-ta ini diceritakan dalam lakon Lahirnya Gatotkaca. Senjata pusaka pemberian dewa itu seharusnya diberikan kepada Arjuna untuk memotong tali pusar Gatotkaca yang baru lahir. Anting Mustika berkhasiat akan mengingatkan engkau bilamana ada bahaya mengan-cam. Dalam pewayangan. ***) Arjuna kemudian berusaha merebut kembali senjata pusaka itu. Waktu itu Batara Surya datang menjumpainya dan menceritakan siapa sebe-narnya Basukarna sesungguhnya. Jangan sampai kedua pusaka itu lepas dari tanganmu. penampilan dan wajah Basukarna amat mirip dengan Arjuna. teguh dalam pendirian. putri sulung Prabu Salya. sedangkan dengan Kotang Kerei Kaswargan engkau akan kebal terhadap senjata apa pun. tetapi baru tiga hari sebelum pecah Baratayuda. ayah Arjuna akan datang menemuinya dan membujuknya dengan berbagai cara guna mele-mahkan Karna. salah lihat. sebab Batara Endra. Batara Narada yang secara kebetulan berjumpa dengan Basukarna. Bima.Karena perkawinannya dengan Dewi Surtikanti itu. Ki Nartasabda. tetapi gagal. CATATAN KAKI = ***)Dalang ternama.

Kurawa telah memberikan kemuliaan duniawi dan derajat kepangkatan kepadanya. terjadi peristiwa sebagai berikut: Sebelum pulang ke Kerajaan Wirata untuk me-laporkan hasil perundingannya pada pihak Pandawa. walaupun yang diminta itu langsung menyangkut keamanan jiwa hamba . pada saat itu sebenarnya hati kecil Endra terharu dan heran menyaksikan ketulusan hati Karna. Sehari menjelang Baratayuda. itu tergantung pada siapa yang memintanya. Kresna secara khusus datang menemui Karna. Karenanya." Apa yang diperingatkan oleh Batara Surya memang terjadi. Hanya seorang dewa saja yang akan sanggup melepaskannya . Saat itulah terjadi perdebatan dan adu pendapat di antara mereka. Bilamana Bapa Brahmana juga memberikan senjata pamungkas itu dengan ikhlas. Namun hamba tidak memiliki kemampuan melepaskan kedua pusaka pemberian Ayahanda Batara Surya ini dari tubuh hamba. Namun. sebagai seorang ksatria tentu pantang bagi hamba untuk menolaknya. saat itu brahmana tua yang sebenarnya penjelmaan Batara Endra meminta Anting Mustika dan Kotang Kerei Kaswargan. tibalah saatnya bagi Karna untuk membalas budi baik para Kurawa." Demikianlah.. apa alasan brahmana itu memintanya. Tanpa menanyakan. bahwa sebagai ksatria sudah selayaknya ia harus tahu membalas budi." Karena brahmana itu memang penjelmaan dewa..Ketika itu Basukarna menjawab: "Ayahanda. Karna menolak bujukan itu dengan alasan. ksatria mulia. . Seperti yang diduga oleh Batara Surya. Sudah sepantasnya jika ksatria agung seperti Tuanku memiliki senjata pamungkas yang ampuh. . Jika seorang brahmana datang meminta. Esok harinya. hari itu Karna kehilangan dua pusaka yang merupakan perisai dirinya. tetapi mendapat pusaka pengganti sebuah senjata pamungkas. terimalah pemberian hamba berupa anak panah Wijayacapa. dengan senang hati hamba akan menerimanya. engkau sungguh seorang ksatria sejati yang berbudi luhur. berkata: "Karna. Hamba sendiri yang akan melepaskannya. dengan hati teguh dan ikhlas Karna menjawab: "Bilamana Bapa Brahmana memang menginginkan. dengan mudah ia melepaskan kedua pusaka andalan Basukarna. beberapa saat setelah Prabu Kresna sebagai duta yang gagal kemu-dian dikroyok para Kurawa sehingga terpaksa me-lakukan triwikrama.yang masih dalam ujud brahmana. Pada pertemuan empat mata.. dua hari menjelang Baratayuda berlangsung Batara Endra datang menjumpainya dalam ujud seorang brahmana tua. Kini. Rasa simpati itu menyebabkan Batara Endra . raja Dwarawati itu berusaha membujuk Karna agar bersedia menyeberang ke pihak Pandawa.." Basukarna: "Hamba telah menyerahkan dengan ikhlas kedua barang yang Bapa Brahmana minta. sebagai ganti barang yang hamba ambil.." Brahmana tua itu menjawab: "Jangan khawatir.. ambillah.

mereka memang dilahirkan sebagai manusia-manusia pembawa sifat buruk yang tidak lagi dapat diperbaiki. dalam hal ini soal balas budi bukanlah hal yang mutlak harus dilakukan. Adinda tahu benar akan keserakahan mereka. Dengan adanya Adinda di pihak Kurawa." Kresna: "Saya memahami hal itu. mengapa itu tidak Adinda lakukan? Apa alasannya?" Karna: "Kakanda Kresna yang bijaksana. melainkan juga hanya karena menjalani darma ksatria. Adinda tahu benar. Barata-yuda harus segera terjadi. sebagai ksatria Adinda harus menjalankan kewajiban sebagai prajurit menghadapi lawannya... Adinda berpendapat tidak ada cara lain untuk memberantas keangkaramurkaan dan kebatilan yang telah belasan tahun terjadi di Astina. sehingga Baratayuda dapat dicegah. saya sengaja membakar-bakar semangat Adinda Duryudana. Perang itu me-rupakan pertarungan antara pihak yang benar dengan pihak yang salah. Soal kalah atau menang bagi Adinda bukan lagi merupakan hal yang penting.Kresna: "Dinda Karna." Karna: "Kakanda Kresna. bagaimana pun. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Jika Adinda harus berperang melawan adik-adik para Pandawa. . Adinda telah mengenal para Kurawa. Bilamana Adinda Karna dapat mencegahnya. yang tinggi wibawanya pun tidak sanggup memperbaiki sifat-sifat buruk mereka. Resi Krepa. bukan perang kecil. Yang penting. membalas kebaikan dengan kebaikan pula. sifat iri." Kresna: "Tetapi. Saya berketetapan hati untuk memihak Kurawa. jika Adinda berpihak pada para Kurawa dan berperang melawan adik-adikku para Pandawa. Dinda Karna. saya bujuk mereka agar jangan takut berperang. Antara kebaikan dan keadilan me-lawan keserakahan kebatilan. Begawan Drona. jika Adinda Karna mau menyeberang ke pihak Pandawa. Jadi. Adinda mengenal benar tabiat dan watak mereka. Itulah sebabnya. satu persatu secara pribadi sejak mereka masih kecil. bukan berarti Adinda berperang melawan kebaikan dan kebenaran. sebagai seorang titisan Wisnu mestinya kakanda maklum. Mereka hanya mengikuti hasutan jahat dari Paman Sengkuni dan Ibunda Dewi Gendari." Karna: "Justru Adinda yang sebenarnya sangat menginginkan Baratayuda segera terjadi.." Karna: "Kakanda Kresna. Bahkan Maharesi Bisma. Kakanda Kresna. tentu Kurawa tidak akan meneruskan niatnya me-nempuh jalan perang. itu semua agar Baratayuda dapat segera . pendirian mereka. Rasanya. sejak masih remaja. kecuali dengan meniadakan keberadaan mereka di dunia ini. Kakek Abiyasa. Tidak satu pun saran dan nasihat baik dari para pini sepuh Astina yang mereka dengar. tentu akan menyulitkan para Pandawa untuk memenangkan Baratayuda. adik-adikku para Pandawa bukan ksatria yang takut dan enggan menghadapi kesulitan. bukan berarti Adinda berpihak pada keangkaramurkaan. Namun.. Adinda berperang di pihak mereka semata-mata hanya menjalani darma ksatria. culas. . Itu adalah kewajiban Adinda." Kresna: "Mengapa? Peperangan akan selalu membawa penderitaan bagi banyak orang. dan dengki mereka. karena membela kebenaran bagi seorang ksatria lebih mutlak harus dilaksanakan.

Biarlah sejarah mencatat Adinda sebagai pembela nafsu angkara pihak Kurawa. sejarah akan mencatat Adinda Karna gugur karena berperang di pihak yang salah.terjadi sebagaimana seharusnya. Arjuna pun sebagai ksatria harus ikhlas karena pengorbanannya tentu tidak sia-sia. anak pungut Sais Adirata itu ingin lebih dahulu mensucikan tubuhnya. selalu harus ada yang menjadi korban. Demikian pula. Coba renungkan hal itu." kata titisan Wisnu itu. Di tepi sungai yang dianggap suci itu. Hamba tidak peduli lagi tentang bagaimana sejarah akan mencatat nama Adinda. "Semoga Yang Maha Mengetahui selalu memberikan berkah kepadamu. sebagaimana perjumpaanya dengan Prabu Kresna. jelas berbeda. dan siapa yang akan unggul. secara kebetulan Karna bertemu dengan Dewi Kunti yang juga baru saja selesai mensucikan tubuhnya. Entah siapa yang akan kalah. dan selalu harus ada yang dikor-bankan. Adipati Karna pergi ke Sungai Gangga hendak mensucikan dirinya. bagaimana pun. Namun dengan adanya Dinda Basukarna di pihak Kurawa. Biarlah nama baik Adinda hancur karena sikap Adinda dalam menjalankan darma. seandainya Adinda yang menang. sebelum menghadap pada Sang Pencipta. Namun. Adinda tahu. Sekali lagi. bukankah sebagai ksatria kita tidak boleh memperhitungkan untung rugi dalam menjalankan darmanya? Adinda berperang di pihak Kurawa karena menjalankan darma Adinda sebagai ksatria. Itu sudah merupakan hukum alam yang berlaku pada zaman apa pun. Tidakkah hal ini Dinda pertimbangkan?" Karna: "Adinda memahami hal itu. Baratayuda adalah peristiwa yang menjadi sarana untuk memusnahkan segala yang jahat dan yang angkara. Untuk mencapai masyarakat dunia yang tenteram dan damai. Dinda Basukarna . Karena nama baik itu pun telah Dinda ikhlaskan sebagai pengorbanan demi tegaknya kebenaran dan keadilan ... Adinda Basukarna tewas karena membela pihak angkara. Dengan penuh haru dipeluknya putra sulung Kunti itu erat-erat. ia akan gugur dalam perang besar antarke-luarga Barata itu." Kresna: "Adinda Karna.. cobalah Adinda renungkan sekali lagi. maka ia akan dianggap sebagai pahlawan pembela keberaran. bu-kankah jer basuki mawa beya? Kakanda Prabu Kresna tentu sudah faham benar. Baratayuda tentu akan berlangsung lebih lama dan korban di kedua pihak akan lebih banyak." Karna: "Itu pun Adinda pahami. Jika Adinda Basukarna gugur dalam Baratayuda nanti. Namun. kali ini Dewi Kunti juga berusaha membujuk Adipati Karna agar mau menyeberang ke pihak Pandawa. Seandainya Adinda yang gugur. . Sedangkan jika Dinda Arjuna yang gugur." Kresna: "Adinda Karna." Prabu Kresna tidak bisa berkata-kata lagi. lewat tengah hari. Pengorbanan Adinda Karna dengan pengorbanan Adinda Arjuna. kita semua belum tahu. Setelah pertemuannya dengan Prabu Kresna. bahwa menurut takdir pada Baratayuda nanti Adinda harus berhadapan dengan Arjuna. Hati kecilnya merasa. Kakanda benar-benar menaruh hormat akan pendirian Adinda yang teguh itu. Karenanya. maka Adinda ikhlas sebab pe-ngorbanan Adinda adalah untuk kemenangan adik-adik para Pandawa dan itu berarti pengorbanan Adinda adalah untuk tegaknya kebenaran dan keadilan.

bukankah kita tidak dapat hanya menyalahkan keadaan? Bilamana Ibunda Dewi Kunti mengharapkan agar hamba menyeberang ke pihak Pandawa dan meninggalkan Kurawa."Basukarna anakku. Dapatkah engkau membayangkan.. salah satu dari kalian berdua akan menjadi korban kekejaman perang besar itu. Namun. Selain harus menjalani darmamu sebagai seorang ksatria. Hanya karena keadaan yang membuatmu terpaksa bergabung dengan pihak Kurawa. bukan alasan bagi hamba untuk mengecewakan harapan para Kurawa yang mengandalkan kekuatan hamba ." Dengan penuh hormat Karna menjawab: "Ibunda Dewi Kunti yang amat hamba hormati. Engkau seorang ksatria utama. cobalah engkau renungkan barang sejenak.. Para dewa dapat menjadi saksi. Tidak bisa tidak. Anakku.. anggaplah kepedihan itu sebagai pengorbanan Ibunda untuk ketentraman dan kedamaian masyarakat banyak. Basukarna pun terharu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang dulu melahirkannya itu. Hamba mengerti. sangat berharap engkau tidak berdiri di pihak yang berlawanan dengan adik-adikmu. manakala ia tahu dua orang putranya saling ber-hadapan di medan perang dengan tekad akan saling membunuh? Dapatkah kau bayangkan itu. adik-adik hamba. sebenar-benarnyalah bahwa engkau itu anak sulungku. junjungan hamba. betapa remuknya hati seorang ibu. Engkau tentu juga tahu." Kunti: "Tetapi . dengan menguatkan hati. Bergabunglah engkau bersama kelima adikmu. Ada yang ditakdirkan harus mengorbankan jiwanya. engkau terpaksa berpisah dengan adik-adikmu para Pandawa. keadaan telah membuat hamba terpaksa berpisah dengan adik-adik hamba.. perang besar akan terjadi esok hari. Hamba ingin agar Ibunda Kunti dapat merasakan kebahagiaan serta bangga. dalam Baratayuda nanti besar kemungkinan engkau akan berhadapan dengan adikmu. Namun. Namun hamba mohon. engkau adalah prajurit sejati. bilamana hamba dapat menjalankan darma hamba sebagai seorang ksatria." Kunti: "Karna. Arjuna. Hamba akan menjadi manusia yang tidak tahu membalas budi. berarti engkau membahagiakan wanita yang pernah melahirkanmu. Hamba juga mengerti bahwa karena keadaan pula hamba sekarang berdiri di pihak Kurawa yang merupakan lawan para Pandawa. Ibunda mengerti... . maka itu berarti hamba menyalahi darma hamba sebagai seorang ksatria. Hamba akan menjadi pengkhianat bagi Kurawa yang selama ini telah memberikan derajat dan kemuliaan pada hamba. bahwa Baratayuda adalah salah satu sarana dan jalan untuk membebaskan dunia dari keangkaramurkaan yang selama ini dilakukan oleh para Kurawa. Basukarna berkata dengan lembut: "Ibunda Dewi Kunti yang hamba hormati. Karna Anakku. Ibunda tentu juga tahu. Tidak adakah keinginanmu untuk membahagiakan wanita yang telah melahirkanmu?" Karna: "Ibunda Dewi Kunti. Namun. ada yang .. anakku?" Kunti tidak lagi dapat menahan air matanya. Aku. yang membalas kebaikan orang dengan pengkhianatan. Tentu saja hamba ingin membahagiakan Ibunda Dewi. engkau pun mempunyai kewajiban menjalankan darmamu sebagai seorang putra terhadap ibumu. Hanya karena keadaan. ibumu ini. Hamba yang hina ini memahami benar kepedihan hati Ibunda Dewi. .. Baratayuda yang akan dimulai esok hari. Semua orang yang melangkah pada jalan darmanya harus ikut berkorban demi ketentraman dunia. Jika harapanku ini engkau kabulkan.. Namun..

. derajat dan pangkat. batal. anakku.. Dan. Tetapi. Kunti lalu berkata: "Anakku. Hati kecil Basukarna memang menaruh dendam pada Arjuna sejak ksatria Pandawa itu menghinanya di hadapan umum dengan menolak mengadu ketrampilan dengannya. Penggunaan senjata pamungkas ini se-benarnya sama sekali di luar rencananya. Biarlah aku memelukmu barang sejenak. Karna. jika ini terjadi berarti kesewenangan di dunia akan tetap berjalan terus. penguasa Astina itu mulai khawatir.. sebagai ksatria. tidak akan ada manfaatnya ia membujuk Karna lebih lanjut. ia akan tetap dikenal sebagai anak sais kereta Adirata.. kemuliaan. Namun sewaktu Gatotkaca memporakpo-randakan barisan prajurit Kurawa dan membunuh beberapa adik Duryudana. Aku tidak berkesempatan merawat. Tanpa bantuan Suyudana dan keluarga Kurawa lainnya. Semula Adipati Karna menolak karena ia sedang mencari- .harus mengorbankan suaminya. buah hatiku . ketika tahu bahwa Adipati Karna gugur. dan . Walaupun tawaran bantuannya ditolak. Bilamana ternyata dalam Baratayuda nanti Adinda Arjuna yang terpaksa menjadi korban. Ardawalika atas inisiatifnya sendiri langsung menyerang Arjuna. aku telah kehilangan engkau. Sikap Basukarna yang siap untuk mati dalam pe-rang juga dibuktikan ketika ia menolak tawaran bantuan Naga Ardawalika yang diam-diam akan ikut menyerang Arjuna. maka hamba bukan mati sebagai pengkhianat" Kunti merasa. karena bisa jadi Duryudana akan memilih jalan damai. sejak engkau masih berujud bayi merah. karena sebagai ksatria ia harus tahu membalas budi kepada Kurawa yang sudah memberinya kedudukan. mengorbankan orang yang disayanginya. Ibunda Dewi pun boleh merasa bangga karena hamba tewas dalam menjalankan darma hamba sebagai seorang prajurit. Jika hamba gugur. Basukarna sebagai panglima perang di pihak Kurawa. Aku tidak lagi dapat merangkai kata-kata. Sejak ia menerima Kunta dari tangan Batara Narada. bilamana hamba yang tewas dalam perang tanding itu. izinkan aku memelukmu. memelihara dan mengasihimu. tidak terlaksana. ia merencanakan penggunaan senjata sakti yang hanya dapat sekali digunakan itu untuk menghadapi Arjuna. tentunya tidak terkecuali Ibunda Dewi... sambil berkata terisak di sela tangisnya: "Restuku untukmu. Puluhan tahun.. Demikian pula. mungkin Baratayuda akan gagal.. pada hari ke-15 berhasil membunuh Gatotkaca dengan senjata Kunta Wijayandanu. Sekarang ibu para Pandawa itu tahu benar keteguhan hati anak sulungnya itu. menciumi ubunubunnya. walaupun tentu dalam kesedihan se-orang ibu yang kehilangan putra. jika ia tidak ikut beperang. anakku. Pertimbangan yang lain adalah. kumohon kepadamu. Kesedihanku sebagai seorang ibu. Untuk itu.. membuat tenggorokanku serasa tersumbuat. maafkanlah Ibumu ini. Doaku untukmu. Di tengah pertempuran Duryudana mencari Basukarna dan memintanya untuk menghadapi Gatotkaca. Dalam Baratayuda. Karena itu. maka ia akan gugur sebagai pahlawan.." Pertimbangan Karna dalam mengambil keputusan itu adalah. anakku . tetapi ksatria Pandawa itu pun berhasil membunuhnya. Ibunda Dewi dapat membanggakannya." Dengan air mata bercucuran Dewi Kunti memeluk anak sulungnya..

Basukarna sudah tidak lagi memiliki senjata andalan. CATATAN KAKI = ***) Menurut salah satu versi Ma-habarata di India. kemudian membujuk Prabu Salya. seorang anak pungut sais kereta bernama Adirata. Karena jika bukan dia yang gugur. Agar seimbang dan tampak sederajat. Kedua kereta perang yang berisi dua ksatria utama itu seolah menjadi primadona pertempuran. Peristiwa itu menambah kebencian raja Mandraka itu pada menantunya itu. raja Dwarawati. kereta perangnya juga harus dikendalikan seorang raja. Ia telah mendarmabaktikan jiwanya pada Kerajaan Astina yang telah mengangkat derajatnya dari kedudukan anak sais menjadi seorang adipati. namun dengan demikian ia kehilangan Kunta Wijayandanu. Hanya karena bujukan Duryudana. Panah Wijayacapa meluncur deras. pada saat yang tepat Prabu Salya menarik tali kekang kuda. ibu kandung yang tidak pernah menyusui. Namun. Sementara itu. bahwa perang ini bukan perang pribadi. akhirnya Salya mau menuruti permintaan Basukarna. Basukarna. Panah sakti itu hanya menyambar mahkota gelung rambut Arjuna. maka Arjunalah yang harus tewas dalam perang tanding itu. Alasannya. seorang anak yang terbuang sejak bayi. tetapi bidikannya tidak tepat lagi. Pada suatu kesempatan Basukarna melepaskan panah pusakanya Wijayacapa. Permintaan ini amat menyakitkan hati Prabu Salya dan serta merta raja Mandraka itu mendampratnya. Tetapi Arjuna yang selalu waspada segera menangkis serangan keris itu dengan gendewa pusakanya. dan menurut anggapannya. Duryudana dengan cepat melerai. ketika tubuh Karna roboh ke bumi. Basukarna . dibidikkan tepat ke leher Arjuna. Di medan perang Karna menggunakan kereta perang bernama Jaladra. sebagaimana dikehendakinya. Ia minta agar Basukarna melupakan dulu dendam pribadinya. Duryudana lalu meng-ingatkan. Sesaat berikutnya Arjuna me-lepaskan anak panah pusaka Pasopati dan tepat menebas leher Basukarna. melesat ke arah dada Arjuna. dan mengasihinya. dan lebih memikirkan kemenangan bagi seluruh Kurawa. sehingga kereta perang yang dikendarainya tergoncang. ia minta agar mertuanya Prabu Salya bersedia menjadi saisnya. gugur dalam keyakinan untuk menjalankan darmanya sebagai ksatria utama. Basukarna terpaksa menghadapi Gatotkaca. keris Kyai Jalak Kaladite yang disandangnya lepas dari warangkanya (sarung keris) dan melayang. kereta perang Arjuna dikemudikan Sri Kresna. yang paling tepat adalah Prabu Salya. bila ini terjadi tentu akan membuat ibunya lebih berduka. Waktu berperang tanding melawan Arjuna. dan mengatakannya sebagai menantu yang tidak tahu diri. mengasuh.cari Arjuna. ***) Karna yang berperang dengan sepenuh hati akhirnya gugur sebagai ksatria utama dalam Bara-tayuda. Ia juga telah merelakan jiwanya untuk membahagiakan Dewi Kunti. Supaya dirinya sederajat dengan Arjuna. Dan. Karena desakan Duryudana ini. sedangkan kereta perang Arjuna bernama Jatisura. Putra Bima itu memang berhasil dikalahkannya.

Resi Bisma lalu mengambil kebijaksanaan: Permadi harus mencari pelaku penculikan atas Dewi Surtikanti dalam waktu tiga hari. patih Kadipaten Awangga itu menyampaikan be-rita yang tidak jelas. Basukarna mendapat dua orang putra. agar Arjuna melepaskan anak panahnya. Permadi sanggup. kemudian mencoba mendorong kereta itu untuk membebaskan roda kereta yang terbenam di lumpur. putri Prabu Salya. sehingga Dewi Surtikanti salah mengerti. yaitu Warsasena dan Warsakusuma. Pada saat itu Kresna memberi isyarat. Jawa) ketika ia bertempur melawan Patih Udawa. Patih Adimanggala gugur bersama (sampyuh . Prabu Salya dan Duryudana langsung menu-duh Permadi (nama panggilan Arjuna selagi muda) sebagai pelakunya. Waktu itu salah satu roda kereta perang Karna terperosok ke dalam lumpur. ksatria itu segera lari membawa sang Dewi. abang satu ibu lain ayah. Karna terpanah dalam keadaan tidak bersenjata. Dari keterangan para dayang. Jadi. Karna lalu melepaskan seluruh senjatanya. Tanpa pikir panjang Surtikanti bunuh diri dengan mencabut patrem (keris kecil) lalu menusukkannya ke dadanya sendiri. Suatu hari. Permadi mencoba membantah. selain sebagai ipar. namun tidak seorang pun yang percaya. . Tetapi versi lain menyebutkan. ia juga merupakan besan.gugur karena siasat licik Kresna. Ia mempersalahkan Adimanggala. Tanpa banyak bicara Karna segera membunuh Patih Adimanggala. tidak sanggup menghadapi kesaktian ksatria tampan itu. putri Prabu Anom Duryudana. yakni patih Kadipaten Awangga. Para prajurit yang berusaha menghalanginya. yang menyebut bahwa pria yang melarikan sang Putri itu sangat tampan. Kematian Dewi Surtikanti membuat Adipati Karna amat marah. karena sebenarnya Dewi Surtikanti akan dikawinkan dengan raja muda Astina itu. maka ia akan dijatuhi hukuman sebagai si Penculik. Dengan demikian. Kisahnya begini: Suatu ketika Keraton Mandraka geger karena Dewi Surtikanti dilarikan oleh seorang ksatria muda yang tampan. sesuatu yang sebenarnya terlarang dalam Baratayuda. Ketika mereka dipergoki para dayang istana dan terjadi ke-ributan. turun dari kereta. hu-bungan Basukarna dengan Duryudana.Bhs. Dewi Surtikanti meninggal karena bunuh diri. Bila dalam waktu itu Permadi tidak berhasil. Kejadian ini membuat marah Prabu Salya dan Prabu Anom Duryudana. Ia mengira suaminya gugur di palagan Ba-ratayuda. ia selalu mengikuti berita dari medan perang yang disampaikan oleh Patih Adimanggala. Kelak Warsakusuma kawin dengan Dewi Lesmanawati. Dari perkawinannya dengan Dewi Surtikanti. Perkawinan Basukarna alias Basusena dengan Dewi Surtikanti sebenarnya dapat berlangsung dengan bantuan Arjuna. Mulanya ksatria itu memasuki keputren dan berasyikmasyuk dengan Dewi Surikanti. Pada saat Baratayuda berlangsung.

Permadi menemukan Dewi Surtikanti di Istana Awangga. dan bahkan juga nama baiknya.Surtikanti Brantalaras Rabi Banjaran Karna Salya Gugur Bisma Gugur Karna Tanding turun ke dunia untuk melihat apa yang menjadi penyebabnya. ksatria Pandawa itu minta agar Basukarna menurut dibawa ke Mandraka sebagai tertuduh. mengenai peran Basukarna dalam memantik api perang Baratayuda ada dua versi. Adu ketrampilan dan kesaktian di antara keduanya begitu seru sehingga kahyangan goncang karenanya. Sedangkan Permadi adalah anak Kunti yang keempat. Usaha Permadi ini berhasil. Sebagian dalang menceritakan bahwa Basukarna sengaja menyulut api perang dengan maksud agar angkara murka keluarga Kurawa cepat hancur punah dengan terjadinya perang besar itu. Ia tahu benar kekuatan Kurawa dan sekutunya tidak akan sanggup menandingi para Pandawa. yang dianggapnya telah memberikan malu kepadanya. namun ia membesar-besarkan hati dan membakar semangat Prabu Anom Duryudana. Sedangkan Duryudana yang amat kecewa karena gagal kawin.Dalam waktu singkat. Karna sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti yang ketika masih bayi dibuang ke Sungai Gangga dan ditemukan oleh Adirata. Karenanya. Guna me-nyirnakan angkara murka. Narada menjelaskan bahwa sebenarnya keduanya bersaudara. . Batara Narada lalu Lakon-lakon Yang Melibatkan Basukarna Pandadaran Siswa Sokalima Bale Sigala-gala Suryatmaja . sehingga penguasa Astina itu memilih jalan peperangan daripada perdamaian. Dalam pewayangan di Indonesia. sekaligus membujuknya agar Karna diterima sebagai menantu. Duryudana juga berusaha tetap memelihara persahabatannya dengan Karna. Karna menolak. Lagi pula. dan terjadilah perang tanding. Dengan penjelasan itu mereka pun berdamai. ia sanggup mengorbankan jiwanya. walaupun hati kecilnya masih tetap tak menyukai Karna. Setelah tahu apa yang terjadi. karena Permadi menyanggupi akan memintakan maaf pada Prabu Salya. Basukarna diakui oleh Prabu Salya sebagai menantu. terpaksa menerima kenyataan itu. dewa itu segera melerainya. Basukarna bersedia membawa kembali Dewi Surti-kanti ke Mandraka. yang diharapkan bantuannya pada saat pecah Baratayuda kelak. Diterangkan.

Setelah para peserta lain gagal mengangkat gendewa pusaka. Kebencian Basukarna pada Dewi Drupadi disebabkan karena peristiwa berikut ini: Ketika Prabu Drupada. raja Pancala (di pewayangan Pancala disebut Cempalaradya) hendak men-carikan jodoh bagi Dewi Drupadi. Dewi. atau Basusena. . dan Arjuna. Ksatria teladan lainnya adalah Kumbakarna dan Bambang Sumantri. yakni wanda Badru (Bedru) dan wanda Lontang. bukan bangsawan). Lihat juga Kunti. tidak akan mungkin saya menikah dengan pria berdarah sudra (orang biasa. Adipati Awangga itu juga sangat membenci Dewi Drupadi. Basukarna adalah salah seorang pesertanya. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Basukarna dirupakan dalam dua wanda. Gambaran tentang pribadi Basukarna dalam pewayangan pada umumnya memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang tergambar dalam Kitab Mahabarata. Basukarna. yang dalam pewayangan lebih sering disebut Adipati Karna." Kata-kata Dewi Drupadi ini amat menyakitkan hati Basukarna. Basukarna berkesempatan membalas sakit hatinya.1881) dipilih sebagai salah satu tokoh dari tiga orang ksatria teladan dalam Serat Tripama. Namun pada saat itu Dewi Drupadi berseru dengan nyaring: "Saya adalah putri raja besar. Karna ternyata sanggup. Tanpa bicara apa pun ia lalu berjalan keluar istana. sikap Basukarna menyulut api peperangan disebabkan karena dendamnya pada para Pandawa. Kelak. Waktu itu Adipati Karna sengaja memanas-manasi Dursasana agar mene-lanjangi Dewi Drupadi di hadapan umum. ketika Pandawa kalah main dadu dan Drupadi sebagai barang taruhan dipanggil untuk diper-malukan oleh para Kurawa.Sebagian dalang yang lain menyebutkan. oleh Sri Mangkunegara IV (1853 . selain dendam pada Arjuna. terutama pada Arjuna yang dinilainya angkuh. Dalam Mahabarata.

Gardapati (raja negara Bukasapta). Bogadatta (raja negara Turilaya). Dursasana (Adipati Banjarjungut). Ia mati dibunuh oleh Bima setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Citraksi. Duryudana (raja Negara Astina). Carucitra. Kartamarma memliki perwatakan. Wikataboma. . agak pengecut dan selalu ingin enaknya sendiri. putri raja Banyutinalang. Surtayu. Durmagati. Ia putra Prabu Drestarasta raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Gandari. berani dan selalu menuruti kata hati. Widandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati. cerdik. Durmuka. putra Abimanyu dengan Dewi Utari. Ia berbadan besar. tatkala bersama Aswatama menyeludup masuk ke dalam istana negara Astina dengna niat menculik dan membunuh bayi Parikesit. Kartadenta. Bomawikata. Kartamarma tidak mati di medan perang Bharatayuda. Surtayuda. Kartamarma dinobatkan menjadi raja di Banyutinalang. Kartawiyoga berwatak keras hati. Gardapura. putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Citraboma.Kartamarma KARTAMARMA adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. pandai bicara. gagah dan berwajah setengah raksasa. Citrayuda. Kartapiyoga KARTAPIYOGA atau Kartawiyoga adalah putra Prabu Kurandageni dari negara Tirtakandasan. Durgempo. Diantara saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah. Setelah mertuanya meninggal. keras hati. lincah. Ia menikah dengan Dewi Karastri. Citraksa.

Citragada dan Wicitrawirya. telah datang menyusul Kakrasana. yaitu. penghianat. Gendawana dan Dewi Ni Yutisnawati / Rekatawati. yaitu. raja negara Astina. Kencakarupa juga mempunyai tiga saudara angkat lainnya. ingin menangnya sendiri. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. dari padepokan Retawu. putri sulung Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati. Akhirnya Kartawiyoga tewas dalam peperangan melawan Kakrasana. Upakeca / Rupakeca. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Kancakapura terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Namun sebelum maksud Kartawiyoga terlaksana. Rajamala. Kencakarupa KENCAKARUPA atau Kecaka (Mahabharata) adalah putra angkat Resi Palasara. Kencakarupa berwatak keras hati. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Setatama.Nama Kartawiyoga mulai dikenal karena dengan kesaktiannya ia nekad memasuki keputrian negara Mandaraka dan menculik Dewi Erawati. dengan Dewi Durgandini. Tubuhnya hancur terkena hantaman Alugara. Bagawan Abiyasa. satu dari lima satria Pandawa untuk membebaskan Dewi Erawati. Dewi Erawati ia larikan ke negara Tirtakandasan dengan maksud akan diperistri. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. putra Prabu Baladewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura yang datang bersama Arjuna. berani dan .

Dalam Mahabharata diceritakan. Krepa berwatak jujur. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing/tombak. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata.selalu menurutkan kata hati. Resi Krepa hidup sampai jaman Prabu Parikesit. . Krepa mati oleh tangan Adipati Karna. Akhir riwayatnya diceritakan. Ia hidup sebagai pendeta wadat (tidak bersentuhan dengan wanita). dan diangkat menjadi Parampara/Ahli nujum kerajaan. Kisah lain menyebutkan. Dari padepokan Sokalima Sejak muda Krepa mengabdi di negara Astina sejak masa pemerintahan Prabu Pandu. Prabu Matswapati. setia dan penuh pengabdian. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Krepi yang kemudian menjadi istri Resi Drona. tatkala ia bersama Aswatama menyenludup masuk ke dalam istana Astina untuk membunuh Parikesit. Kencakarupa tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Rupakenca. Cerita Pedalangan menyebutkan. Karena mahir dalam ilmu falsafah ia diangkat menjadi penasehat kerajaan. Ada beberapa versi tentang akhir hidup Resi Krepa. karena ia menentang pengangkatan Adipati Karna menjadi Senapati Agung Kurawa. Krepa mati oleh panah Arjuna setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Krepa RESI KREPA atau Kirpa (Mahabharata) adalah putra kedua Prabu Purungaji. raja negara Tempuru dengan permaisuri Dewi Uruwaci.

Dewi Krepi tetap menetap di negara Tumpuru. sampai akhir hayatnya.Krepi DEWI KREPI atau Kirpi (Mahabharata) adalah putri sulung Prabu Purungaji. Ketika Resi Drona dan Aswatama tinggal di negara Astina dan berhasil membangun padepokan Sokalima. Dewi Krepi mempunyai kesaktian dapat beralih rupa menjadi apa saja yang ia kehendaki. dan berputra seorang lelaki bernama Bambang Aswatama. raja negara Tempuru dengan Permaisuri Dewi Uruwaci. Ia mempunyai adik kandung bernama Krepa/Kirpa yang menjadi pendeta Istana Negara Astina. Dewi Krepi kemudian menjadi isteri Bambang Kumbayana. Ia pernah beralih rupa menjadi Kuda Sembrani betina untuk menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan. .

Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari.Dewi Jembawati. ia juga mempunyai pusaka-pusaka sakti.Dewi Rukmini. putri Resi Jembawan dengan Dewi Trijata dari pertapaan Gadamadana. dari negara Lesanpura. Prabu Kresna juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maekah (Jawa). berputra . berputra .Dewi Pratiwi. Ia mendapat negara Dwarawati setelah mengalahkan Prabu Narasinga. Kembang Wijayakusuma. Prabu Kresna adalah titisan Sanghyang Wisnu yang terakhir. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. kemudian naik tahta bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Samba dan Gunadewa (berwujud kera). seorang swarawati keraton Mandura. istri turunan sebagai titisan Sanghyang Wisnu. Arya Setyaka. Aji Pameling dan Aji Kawrastawan. putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Terompet/Sangkala Pancajahnya. Ia lahir kembar bersama kakaknya. Kakrasana. putra Prabu Basudewa dengan Ken Sagupi. dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Sumbadra/Dewi Lara Ireng. 2. putri Prabu Bismaka/Arya Prabu Rukma dengan Dewi Rumbini dari negara Kumbina. berputra . 3. berputra: Saradewa (berwujud raksasa). Prabu Kresna mempunyai 4 (empat) orang permaisuri : 1. antara lain.Kresna PRABU KRESNA yang waktu mudanya bernama Narayana. Selain sangat sakti dan dapat bertiwikrama. 4. putri Prabu Setyajid/Arya Ugrasena dengan Dewi Wersini.Dewi Setyaboma. . Senjata Cakra. putri Nagaraja dari Sumur Jalatunda. adalah putra Prabu Basudewa. Kaca paesan.

raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama. Selain memiliki berbagai ilmu kesaktian. Daya khasiat minyak Jayengkaton. pemberani. Wisanggeni. ia juga memiliki cupu berisi minyak Jayengkaton pemberian kakeknya. raja Boja. Wijanarka. maka ia akan dapat melihat semua mahluk halus/ mahluk siluman. Bratalaras. putri Bagawan Wilwuk/Wilawuk dari pertapaan Pringcendani. putra Bagawan Abiyasa dengan Dewi Ambiki. Prabu Kresna menginginkan moksa. Arya Prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Kumaladewa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. Sebelum menikah dengan Prabu Pandu. Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandu. Kumaladewa BAMBANG KUMALADEWA adalah putra Arjuna. Bambang Irawan. Dewi Kunti sangat menyenangi dan mempelajari ilmu-ilmu kejiwaan/kebatinan. Sejak kecil. tenang. bernama. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Kumalasakti. Wilugangga. Kumaladewa mempunyai sifat dan perwatakan. dengan Dewi Jimambang. baik tingkah lakunya dan sangat berbakti. Dewi Kunti telah mempunyai seorang putra dari Bathara Surya sebagai akibat kesalahannya merapal/membaca mantera Aji Pepanggil/Aji Gineng ajaran Resi Druwasa. Kumaladewa tinggal bersama ibu dan kakeknya di pertapaan Pringcendani. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung bernama. Dengan penuh kecintaan ia mengasuh dan mendidik dua orang anak tirinya. Arya Basudewa. Akhir riwayatnya diceritakan gugur pada awal pecah perang Bharatayuda melawan Prabu Salya raja negara Mandaraka. kakaknya. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya. Bagawan Wilawuk. Ia berwatak penuh belas kasih. Putranya tersebut bernama Basukarna/Aradea atau Suryatmaja yang setelah menjadi raja di negara Awangga dikenal dengan nama Adipati Karna. Kunti DEWI KUNTI atau Dewi Prita (Mahabrata) adalah putri kedua Prabu Basukunti. raja negara Astina. Endang Pregiwati.Setelah meninggalnya Prabu Baladewa/Resi Balarama. raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita. Abimanyu. Endang Pregiwa. Puntadewa. Antakawulan dan Bambang Sumbada. Nakula dan Sadewa. dan musnahnya seluruh Wangsa Yadawa. setia dan wingit. Bima/Werkundara dan Arjuna. putri Prabu Kunti. putra Prabu . Sumitra. apabila dioleskan pada pelupuk mata. satria Pandawa putra Prabu Pandu.

Pandu dengan Dewi Madrim. keinginanya selalu terlaksana. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Banowati. Leksmanamandrakumara BAMBANG LESMANAMANDRAKUMARA dikenal pula dengan nama Bambang Sarajakusuma (pedalangan Jawa). raja negara Awangga dengan permaisuri Dewi Surtikanti. yang setelah perang Bharatayuda diangkat menjadi punggawa istana negara Astina dibawah pemerintahan Prabu Parikesit. Akhir riwayatnya diceritakan. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Warsaka. Ia mempunyai daya pikir yang lambat dan agak pengecut. Ia jarang sekali keluar dari lingkungan istana. menarik hati. melebihi kecintaannya pada putra-putranya sendiri. Madrim DEWI MADRIM atau Dewi Madri adalah putri Prabu Mandrapati. Dewi Leksmanawati menikah dengan Arya Warsakusuma. Ia mempunyai kakak kandung bernama Leksmanamdrakumara/Bambang Sarajakusuma. gaya dan kata-katanya serba menarik. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra yang sudah dalam keadaan tak berdaya. Leksmanawati DEWI LEKSMANAWATI adalah putri Prabu Suryudana/Duryudana. akhirnya tewas oleh Abimanyu karena lebih dahulu tertusuk keris Pulanggeni. Lesmanamandrakumara ikut terjun di medan pertempuran perang Bharatayuda. Dewi Laksmanawati sangat dimanja oleh orang tuanya. Dewi Kunti mati moksa bersama-sama dengan Dewi Gandari dan Prabu Drestarasta setelah selesainya perang Bharatayuda. putra kedua Adipati Karna dengan Dewi Surtikanti dari negara Awangga. Lesmanamandrakumara mempunyai seorang adik perempuan bernama Dewi Lesmanawati. raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Tejawati. Wataknya bersahaja. Hidupnya serba mewah. putra kedua Adipati Karna. Ia mempunyai kakak kandung . yang menjadi istri Arya Warsakapura. putri Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Lesmanamandrakumara sangat dimanja oleh orang tuanya. Ia adalah putra sulung Prabu Suyudana/Duryudana. Ia yang bermaksud membunuh Abimanyu.

raja negara Astina dan menjadi permaisuri ke dua mendampingi Dewi Kunti. setia. Dewi Madrim menikah dengan Prabu Pandu.bernama Narasoma. Dewi Maerah yang dalam keadaan hamil ditempatkan di negara Bombawirayang. Ia mempunyai adik kandung bernama Dewi Mahindra atau Dewi Maekah (pedalangan Jawa). Kedua putra kembarnya. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana. Dewi Madrim berwatak penuh belas kasih. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa. Dengan tidak disengaja dan disadarinya. yang setelah menjadi raja Mandaraka bergelar Prabu Salya. Dari perkawinan tersebut. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Dewi Maerah dan Dewi Maekah keduanya menjadi permaisuri Prabu Basudewa. ia berputra dua orang kembar yang diberi nama Nakula dan Sadewa. adik Prabu Gorawangsa. Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya. Di tempat pengasingannya itu Dewi Maerah melahirkan seorang putra lelaki yang berwujud setenah raksasa yang diberi nama Kangsa atau Kangsadewa. Kangsa pergi kenegara Mandura. diserahkan kepada ditya Suratrmantra. Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. diusir keluar dari negara Mandura. Dewi Maerah telah mengalami malapetaka. . Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa. raja negara Mandura. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. sabar dan Wingit. Dengan dukungan Suratrimantra. raja negara Mandura. Atas perbuatannya itu ia mendapat hukuman. Dewi Maerah ikut Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. tetapi juga putra Prabu Basudewa. ia terjun kedalam Pancaka (api pembakaran jenazah) ikut bela pati atas kematian suaminya. sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan. raja raksasa negara Gowabarong yang beralih rupa menjadi Prabu Basudewa palsu. Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang. Prabu Pandu. digauli oleh Prabu Gorawangsa. raja negara Widarba. Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Maerah DEWI MAERAH atau Dewi Mahira (Mahabharata) adalah putra Prabu Kurandapati. Oleh Kangsa. Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa.

yaitu. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. Mayanggaseta RESI MAYANGGASETA atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. seorang hapsari/bidadari. Narasoma dan Dewi Madrim. Prabu Mandradipa yang mengundurkan diri hidup sebagai brahmana. Prabu Mandrapati meninggal karena bunuh diri akibat tidak tahan menanggung malu atas perbuatan putranya. di daerah kerajaan Jodipati. ikhlas. Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar . seorang hapsari/bidadari. Ketika negara Mertani berhasil ditahklukkan dan dikuasi oleh keluarga Pandawa menjadi negara Amarta. wilayah negara Mertani. kera putih andel kepercayaan Resi Manumayasa/Kanumayasa di pertapaan Paremana. Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. Mandrapati mempunyai watak. dan kerajaan Jodipati berada dalam kekuasaan Bima/Werkudara. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. percaya akan kekuasaan Tuhan.Prabu Mandrapati menikah dengan Dewi Tejawati. padepokan Pandansurat dimerdekakan. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. Narasoma dan Dewi Madrim. ikhlas. yang berdasarkan garis keturunan masih memiliki hubungan dengan keluarga Mandura dan Dwarawati (Wangsa Yadawa) Wangsa Boja dan Wangsa Kuru (Kurawa dan Pandawa). Ia termasuk keturunan Wangsa Yadawa. Mandrapati mempunyai watak. salah satu dari tujuh puncak Gunung Saptaarga. Ia bersahabat karib dengan Bagawan Bagaspati. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. yaitu. percaya akan kekuasaan Tuhan. Narasoma yang sangat tercela membunuh Bagawan Bagasapati. sabar. Akhir riwayatnya diceritakan. Pendeta raksasa di pertapaan Argabelah. menjadi tanah perdikan yang bebas darti pembayaran pajak atau upeti. Akhir riwayatnya diceritakan. Menurut purwacarita. Prabu Mandrapati menjadi raja negara Mandaraka menggantikan ayahnya. Mandrapati PRABU MANDRAPATI adalah putra Prabu Mandradipa raja negara Mandaraka dengan permaisuri Dewi Ayutamayi. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil. dan dikarunia 2 (dua) orang putra. sabar. Resi Mayanggaseta masih keturunan Resi Supalawa.

putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Ia mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. cinta terhadap sesama makhluk dan suka menolong. Dewi Nagagini mempunyai sifat dan perwatakan. Nakula tidak akan dapat lupa . Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah.bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra.ah damar di hutan Wanayasa (peristiwa "Bale Sigala-gala") sampai di Kahyangan Saptapratala. salah satu dari lima satria Pandawa. Dewi Nagagini menikah dengan Bima/Werkundara. Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak. Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). dari negara Mandaraka. Nakula NAKULA yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Nagatatmala. memperrtunjukkan kemahirannya menari. manusia kera kekasih dewata. Mereka bertemu. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka. sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. Puntadewa. Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati. Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat. Dewa Tabib. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta. sangat berbakti. setia. lahir seorang putra yang diberi nama Arya Anantareja. dengan permaisuri Dewi Kunti. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati. Nagagini DEWI NAGAGINI adalah putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. tatkala keluarga Pandawa dan Dewi Kunti dalam upaya menyelamatkan diri dari rencana pembunuhan oleh keluarga Kurawa dalam peristiwa ru. adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Konon ia mati moksa karena usia lanjut. karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. dari negara Mandura bernama. Ia lahir kembar bersama adiknya. Bima/Werkundara dan Arjuna Nakula adalah titisan Bathara Aswi. Dari perkawinan tersebut. putra Prabu Pandu raja negara Astina.

Setelah selesai perang Bharatyuda. belas kasih. dan memperoleh dua orang putra masingmasing bernama. 2. taat. Senapati negara Mretani. Ia juga mempunyai cupu berisi. wilayah negara Amarta. Dari perkawinan itu Nakula mendapat anugrah cupu pusaka berisi air kehidupan bernama Tirtamanik. "Banyu Panguripan/Air kehidupan" pemberian Bhatara Indra. Nakula mempunyai watak jujur. Nakula mati moksa bersama keempat saudaranya. 1. Ia tinggal di kesatrian Sawojajar. Dewi Srengganawati. . Nakula mempunyai dua orang isteri yaitu . tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Akhir riwayatnya diceritakan. setia. Dewi Sayati putri Prabu Kridakirata.tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Bambang Pramusinta dan Dewi Pramuwati. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala) dan memperoleh seorang putri bernama Dewi Sritanjung. putri Resi Badawanganala. raja negara Awuawulangit. Dewi Madrim. Nakula diangkat menjadi raja negara Mandaraka sesuai amanat Prabu Salya kakak ibunya.

Karena ketekunannya bertapa. Ia merebut negara Dwarawati setelah menewaskan Prabu Yudakalakresna dalam satu peperangan. putra Bathara Kala dengan Bathari Durga/Dewi Pramuni dari kahyangan Sentragandamayit/Ganda Umayi. Prabu Narasinga tidak terlalu lama memerintah negara Dwarawati. Ia tewas dalam . Arya Singamulangjaya.Narasinga PRABU NARASINGA adalah raja negara Dwaraka/Dwarawati. yang berarti masih keturunan Bathara Kalayuwana. raja negara Surateleng. Ia masih bersaudara dengan Prabu Narakasura. adik mendiang Prabu Yudakalakresna diangkatnya menajadi Senapati perangnya. Setelah mengangkat dirinya menjadi raja negara Dwarawati bergelar Prabu Narasingamurti. Narasinga menjadi sangat sakti.

Pancatnyana DITYA PANCATNYANA adalah patih negara Surateleng pada masa pemerintahan Prabu Narakasura. putri Arya Kidangtalun. yang merebut negara Dwarawati dengan bantuan keluarga Pandawa. Karena itu selain sakti. putra Sanghyang Brahma. Pada saat berkobarnya perang Bharatayuda. putra angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini/Dewi Setyawati. dari negara Lesanpura. putri Prabu Basukesti dari negara Wirata. Sedangkan dalam olah keprajuritan. enam keturunan dari Bathara Brahmanakanda. Arya Nirbita memiliki sifat dan perwatakan . jujur. raja negara Dwarawati dengan Dewi Pretiwi. raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Arya Singamulajaya tewas dalam peperangan melawan Arya Setyaki putra Arya Ugarsena/Prabu Setyajid dengan Dewi Wersini. setia. Ketika Prabu Narakasura tewas dalam peperangan melawan Bambang Sitija. ia juga cerdik dan mahir dalam tata gelar perang. putra Prabu Kresna.peperangan melawan Narayana. Pancatnyana pula yang mengatur strategi perang dan menghancurkan angkatan . Arya Nirbita memangku jabatan pimpinan pasukan negara Wirata terjun ke medan perang membela keluarga Pandawa. patuh pada perintah dan sangat berbakti kepada negara dan rajanya. Nirbita ARYA NIRBITA adalah putra Arya Setatama. manusia yang tercipta dari seekor menjangan/kidang sewaktu Resi Palasara menjadi raja di kerajaan Gajahoya. putra Prabu Basudewa. Arya Nirbita pernah berguru pada Resi Parasara di padepokan Paremana.. ia juga berguru pada Rajamala pamannya. Ibunya bernama Dewi Kandini. oleh Prabu Matswapati ia diangkat menjadi patih negara Wirata menggantikasn ayahnya. Arya Nirbita menikah dengan Dewi Kuwari. dan Bambang Sitija menjadi raja Surateleng. selain berguru pada ayahnya. Senapati perang Dwarawati. Setelah ayahnya. salah satu puncak gunung Saptaarga dalam hal ilmu kasidan/kesaktian. Pancatnyana tetap menduduki jabatan patih. Arya Nirbita sangat pandai bermain gada dan senjata trisula. Selain sakti.Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Arya Kawakwa. andel Resi Palasara. Arya Setatama tewas dalam pertempuran melawan Jagalabilawa/Bima karena terlibat dalam tindakan makar menggulingkan Prabu Durgandana/Matswapati yang dilakukan Rupakenca dan Kencakarupa. raja negara Mandaraka. Ia gugur dalam pertempuran melawan Prabu Salya.

Parikesit naik tahta negara Astina menggantikan kakeknya Prabu Karimataya. berputra . Dewi Puyangan. Ketika negara Prajatisa disatukan dengan Surateleng. Pergiwa ENDANG PREGIWA adalah putra Arjuna. Pancatnyana tewas dalam peperangan melawan Prabu Gatotkaca. Dewi Niyedi 5. nama gelar Prabu Yudhistira setelah menjadi raja negara Astina. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan adik kembarnya bernama Endang Pregiwati. Ia berwatak bijaksana. berputra . Dalam kitab Adiparwa. Prabu Bomantara tewas dalam peperangan melawan Prabu Sitija/Narakasura. Ia seorang anak yatim. Kumalasakti. dengan Dewi Manuhara. raja negara Praiggandani dalam peristiwa persengketaan hutan Tunggarana. Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putra. 1. Bambang Irawan. Akhir riwayatnya diceritakan. putri Prabu Matswapti dengan Dewi Ni Yustinawati dari negara Wirata. kekuasaan Pancatnyana semakin besar. Pregiwa juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu bernama. berputra . Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa boyong dari Amarta ke Astina. Dewi Impun. Prabakusuma. akhir riwayatnya diceritakan : Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya. salah satu dari lima satria Pandawa. karena ketika ayahnya gugur di medan perang Bharatayuda. Sumitra. Ramayana dan Pramasata 2. Bagawan Sarmiti. Parikesit PARIKESIT adalah putra Abimanyu/Angkawijaya satria Plangkawati dengan permaisuri Dewi Utari. ia masih dalam kandungan ibunya. Ramaprawa dan Basanta.perang negara Prajatisa di bawah pimpinan Prabu Bomantara yang menyerang negara Surateleng. Dewi Dangan. Wilugangga. Dewi Tamioyi 3. berputra . Wijarnaka. Abimanyu. berputra . Kumaladewa. Dewi Satapi/Dewi Tapen. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. Dewi Gentang. yaitu . Bratalaras. Yudayana dan Dewi Pramasti 4. ia menjadi patih Surateleng/Prajatisa dan orang kepercayaan Prabu Bomanarakasura (nama gelar Bambang Sitija setelah menjadi raja Surateleng dan Prajatisa). jujur dan adil. Antakadewa dan Bambang .

Sumbada. Brajamusti. Ia mempunyai saudara kandung yang merupakan kakak kembarnya bernama Endang Pregiwa. Pregiwati juga mempunyai 12 orang saudara lain ibu. yang berarti masih saudara sepupunya sendiri. Prabakesa ARYA PRABAKESA atau Prabakeswa (Mahabharata) adalah putra ke-empat Prabu Arimbaka. berbakti dan teguh dalam pendirian. bernama. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Prabakusuma. Wijanarka. Ketika Gatotkaca naik tahta menjadi raja Pringgandani mengantikan ibunya. bernama. putra Prabu Pandu raja negara Astina dari permaisuri Dewi Kunti. jujur. raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Pregiwa memiliki sifat dan perwatakan. Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Brajalamatan. Pregiwati memiliki sifat dan perwatakan. Sejak kecil Endang Pregiwati dan kakaknya. Arya Kalabendana menentang rencana pemberontakan Brajadenta dan tiga saudaranya yang akan merebut kekuasaan dan tahta kerajaan Pringgandani dari tangan Dewi Arimbi. Arimba/Hidimba. Bambang Irawan. ia dan Pregiwati meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya. sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun). putra Bima dengan Dewi Arimbi. jujur. Ia mempunyai tujuh saudara kandung. Wilugangga. Arjuna. Brajawikalpa dan Kalabendana. Baru setelah remaja. Dewi Arimbi. Pregiwati menikah dengan Raden Pancawala. Pergiwati ENDANG PREGIWATI adalah putri Arjuna. putri Bagawan Sidik Wacana dari pertapaan Andong Sumiwi. dengan Dewi Manuhara. Brajadenta. menarik hati/merakati dan mudah tersinggung. raja negara Amarta dengan Dewi Drupadi yang berarti masih saudara sepupu sendiri. setia. Sejak kecil Pregiwa dan adik kandungnya. Ia dan adik bungsunya. Baru setelah remaja ia dan Pregiwa pergi ke Madukara untuk menemui ayahnya. Pregiwa menikah dengan Raden Gatotkaca. baik budi. Kumalasakti. ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Arya Sasikirana. setia. Dari perkawinan tersebut. setia. Abimanyu. Arjuna. Pregiwa tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Prabakesa mempunyai sifat dan perwatakan. Sumitra. Bratalaras. Kumaladewa. Dewi . raja negara Pringgondani. putra Prabu Puntadewa. Antakadewa dan Bambang Sumbada.

Kumalasakti. Bambang Irawan. Sumitra.Arimbi. Antakawulan dan Bambang Sumbada. raja raksasa dari negara Manikmantaka. Bratalaras. Prabakusuma lahir di Kahyangan Kainderan saat Arjuna menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Kariti sebagai anugerah Sanghyang Jagadnata/Sanghyang Manikmaya atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca. bengis dan selalu ingin benarnya sendiri. Abimanyu. Endang Pregiwati. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Wilugangga. mengalahkan semua para Dewa. Prabu Pracona ingin mempunyai isteri seorang bidadari. Prabakusuma BAMBANG PRABAKUSUMA di dalam pedalangan Jawa disebut dengan nama Bambang Priyambada. berwatak angkara murka. dipinjam ke Suralaya sebagai jago kadewatan melawan Prabu Pracona . gugur dalam perang Bharatayuda bersama-sama Gatotkaca melawan Adipati Karna. Endang Pregiwa. tenang. Wisanggeni. Prabakusuma gugur pada awal perang Bharatayuda bersama-sama dengan Sumitra. Ia kemudian mengutus patihnya. yaitu. Prabakusuma mempunyai sifat dan perwatakan. raja negara Awangga. halus. jatmika. Bambang Tetuka/Gatotkaca. Akhir riwayatnya diceritakan. Wilugangga. Atas keputusan Bathara Guru. Detya Sakipu pergi ke Suralaya meminang/melamar Dewi Gagarmayang. Ia adalah putra Arjuna. Karena lamarannya ditolak Bathara Guru. putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang waktu itu belum berumur sepekan. juga ahli dalam ilmu pengobatan. Dewi Mustakaweni kemudian menjadi istri Prabakusuma. baik tingkah lakunya. putri Bathara Indra. dengan Dewi Supraba. Prabakesa diangkat menjadi patih negara Pringgandani. Ia berhasil merebut kembali pusaka Jamus Kalimasada dari tangan si pencuri. satria Pandawa putra Prabu Pandu. Wijarnaka. atau sering pula disebut negara Gilingwesi. Prabakusuma pernah menjadi penyelamat keluarga Pandawa. Prabu Pracona dan Sakipu mengamuk di Suralaya. Akhir riwayatnya diceritakan. Kumaladewa. Dewi Mustakaweni. Ia sangat sakti. Wijanarka dan Antakadewa saat melawan Resi Bisma. putri Prabu Niwatakawaca dari negara Manikmantaka. besar tanggung jawabnya. Konon ia masih keturunan Prabu Jonggirupaksa raja negara Jonggarba. Ia mempunyai 13 orang saudara lain ibu. Pracona PRABU PRACONA adalah raja raksasa dari negara Tasikwaja.

Akhir riwayatnya diceritakan. Prabu Pracona dan Patih Sakipu akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bambang Tetuka yang sebelunya telah dimasukan kedalam kawah Candradimuka.dan Kasipu. Wresni dan Andaka. Ia mempunyai adik kandung bernama Bambang Pratiwanggana. Bambang Sitija menjadi raja di negara Surateleng dan bergelar Prabu Bomanarakasura. dan Dewi Rarasati/Larasati. Arya Udawa. yaitu. Selain itu dari garis keturunan Arya Ugrasena. Ken Sagupi. dengan Ken Sagupi. Suaranya lantang. Dewa keadilan dan kesejahteraan. Arya Pragota dianggap sebagai putra Ken Sagupi dengan Antagopa. Pratiwi DEWI PRATIWI adalah putri Prabu Nagaraja. putri Ken Sagupi dengan Arya Prabu Rukma. Ia menjadi patih negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. senang bergurau. Dewi Pratiwi ikut menjadi isteri Prabu Kresna. diaduk dengan segala macam senjata milik para Dewa. yaitu : Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Arya Pragota mempunyai perawakan tinggi besar dan gagah. Arya Pragota tewas dalam peristiwa perang gada antara keluarga sendiri Trah Yadawa. seorang swarawati Keraton Mandura. selain Arya Adimanggala ia mempunyai dua orang saudara. Arya Pragota mempunyai adik kandung bernama Arya Adimanggala yang menjadi patih Adipati Karna di negara Awangga. putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Dewi Setyaboma (istri Prabu Kresna) dan Arya Setyaki. . Dewi Pratiwi sesungguhnya istri Bathara Wisnu. Ketika Bathara Wisnu turun ke Mancapda dan menitis pada Narayana/Prabu Kresna. Sedangkan dari garis keturunan ibunya. Kedua putranya. setelah selesainya perang Bharatayuda. Sedangkan Dewi Siti Sundari menjadi isteri Abimanyu atau Angkawijaya. kalau bicara disudahi dengan gelak tawa yang berderai. raja di kerajaan Sumur Jalatunda. juga ikut turun sebagai putra Prabu Kresna. seorang gembala dan tinggal di kabuyutan Widarakanda/Widarakandang. ia mempunyai dua orang saudara bernama. Pragota ARYA PRAGOTA konon adalah putra Arya Ugrasena yang setelah naik tahta negara Lesanpura bergelar Prabu Setyajid. putra Ken Sagupi dengan Prabu Basudewa.

raja jin negara Mertani. Ia juga bergelar Prabu Yudhistira karena dalam tubuhnya menunggal arwah Prabu Yudhistira. Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani. setia. Dewi Pujawati berwatak. dengan Dewi Darmastuti. Pujawati DEWI PUJAWATI adalah putri tunggal Bagawan Bagaspati brahmana raksasa dari pertapaan Argabelah. Dewi Pujawati/Setyawati mati bunuh diri. sabar. putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka. penuh belas kasih dan sangat berbakti terhadap suami. tahu membalas guna dan selalu bertindak adil dan jujur. Prabu Puntadewa menikah dengan Dewi Drupadi. Perkawinan Dewi Pujawati dengan Narasoma/Prabu Salya dikarunia lima orang putra. dan mempunyai seorang putra bernama Pancawala. percaya atas kekuasaan Tuhan. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama . Puntadewa dinobatkan sebagai raja negara Amarta bergelar Prabu Darmakusuma. penuh belas kasih. Dewi Erawati. Karena kesetiaanya terhadap suaminya itulah maka oleh Prabu Salya namanya diganti menjadi Dewi Setyawati. Ia menikah dengan Narasoma/Prabu Salya. Ia juga terkenal pandai bermain catur. raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti. Bima/Werkudara dan Arjuna. Prabu Puntadewa mempunyai pusaka kerajaan berwujud payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang. bernama Nakula/Pinten dan Sahadewa/Tansen. Dewi Banowati. Ia mempunyai watak. Sitija. dan dua orang adik kembar lain ibu. putra Prabu Pandu dengan Dewi Madrim. Akhir riwayatnya diceritakan. Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata. Puntadewa adalah titisan Bathara Darma.Dewi Pratiwi berwatak setia. putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala. Dewi Surtikanti. tekun dalam agamanya. putra sulung Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Ia sangat sakti dan memiliki pusaka Cangkok Wijayamulya. Puntadewa PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata. Prabu Salya yang gugur di medan perang Bharatayuda. jujur. masing-masing bernama. seorang hapsari/bidadari. . putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. ikhlas. ikut bela pati sebagai rasa cinta dan baktinya terhadap suamiya. jujur. sabar. dan sangat berbakti. yang kemudian diberikan kepada putranya.

Setelah Drestarasta menjadi raja negara Astina menggantikan Prabu Pandu. Ia seorang arsitek ulung. Selain ahli dalam tata pemerintahan dan kenegaraan. Purocana juga ahli dalam tata bangunan. Prabu Puntadewa memimpin perjalanan moksa para Pandawa yang diikuti Dewi Drupadi menuju ke Nirwana. Purocana tetap menjabat sebagai patih Manmgkubumi dan menjadi orang keprcayaan Patih Sakuni. Purocana ikut membantu Arya Sakuni merebut kedudukan patih negara Astina dengan mencelakakan Arya Gandamana.Dalam perang Bharatayuda. Prabu Puntadewa menjadi raja negara Astina bergelar Prabu Karimataya / Kalimataya. . raja negara Mandaraka. Arya Gamdamana. dan berhasil menewaskan Prabu Salya. Dengan demikian kekuasaannya di bawah patih utama. putra Abimanyu dengan Dewi Utari sebagai raja negara Astina. Purocana menjadi perencana dan palaksana pembangunan "Rumah Damar" di hutan Wanayasa untuk membiunasakan keluarga Pandawa. putra Prabu Gandabayu dengan Dewi Gandarini dari negara Pancala. Sedangkan keluarga Pandawa selamat berkat terowongan yang dibuat Yamawidura. Sayangnya ia berwatak lilck dan culas. Purocana PUROCANA adalah patih Mangkubumi negara Astina di bawah pemerintahan prabu Pandudewanata. Prabu Puntadewa tampil sebagai senapati perang Pandawa. Sesudah berakhirnya perang Bharatayuda. Atas perintah Arya Sakuni. Setelah menobatkan Parikesit. serta berjiwa penjilat. Akhirnya Purocana ikut mati terbakar dalam peristiwa kebakaran "Rumah Damar" yang dibuatnya sendiri.

masing-masing bernama . Rajamala akhirnya tewas dalam peperangan melawan Bima. Prabu Radeya tewas dalam pertempuran melawan Arjuna. Basukarna diambil sebagai anak ketika Prabu Radeya masih menjalani bulan madu dengan istrinya. Ia tercipta dari mala penyakit Dewi Durgandini/Dewi Lara Amis yang tertelan seekor ikan betina. Dalam peristiwa perang besar Bharatayudha antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra. Ia sangat sakti. putri kedua Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka. Prabu Radeya memperoleh dua orang putra-putri. Upakeca/Rupakenca. Dari perkawinannya dengan Dewi Nirada. keduanya putra Dewi Duragandini dengan Prabu Santanu. Adipati Karna. bernama. Prabu Radeya mempunyai anak angkat bernama Basukarna atau Aradeya yang sesungguhnya putra Bathara Surya dengan Dewi Kunti. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Di dalam cerita pedalangan Jawa. kisah perkawinan Basukarna/Suryaputra dengan Dewi Surtikanti. Gandawana dan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Setatama. sais kereta kerajaan Astina. Citragada dan Wicitrawiya. Rajamala berwatak keras hati. . putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. sebagai tindakan Rajamala yang ingin menjamah Salidri nama samaran Dewi Drupadi. dari padepokan Retawu dengan Dewi Durgandini. Ia maju ke medan pertempuran memimpin sendiri prajurit negara Petapralaya. raja negara Astina. Rajamala RAJAMALA adalah putra angkat Resi Palasara. yang waktu itu hidup menyamar dinegara Wirata dengan nama Balawa.Sedangkan menurut Mahabharata yang mengambil Basukarna sebagai anak adalah suami-istri Adirata dan Ni Rada. sebagai persyaratan agar segera mempunyai anak sendiri. Duryudana dan Bima. hanya ada lima orang satria yang dapat mengalahkan dan membunuh Rajamala. Resi Balarama/Baladewa. Dewi Nirada. Kecaka/Kencakarupa. putri Prabu Basukunti raja negara Mandura. tidak bisa mati selama masih terkena air. yaitu: Resi Bisma. Tokoh Prabu Radeya hanya ditampilkan dalam lakon "Alap-alapan Surtikanti". Ia terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. Bambang Suryanirada dan Dewi Suryawati. ingin selalu menangnya sendiri dan selalu menurutkan kata hati. Menurut ketentuan dewata. berani. Rajamala juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya yaitu : Bagawan Abiyasa. Prabu Radeya berpihak pada keluarga Kurawa.Radeya PRABU RADEYA adalah raja negara Petapralaya.

keduanya putra Ken Sagupi dengan Arya Ugrasena. seorang swarawati keraton Mandura. Dewi Rarasati juga pandai berolah keparajuritan. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa. raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. putri Arya Prabu Rukma. Ia memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain. Dewi Rarasati menikah dengan Arjuna dan menjadi isterinya yang pertama. sangat menginsyafi. Sedangkan dari garis keturunan ibuny. Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. Bambang Sumitra dan Bratalaras. putra Ken Sagupi dengan Arya Basudewa. berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya. raja negara Astina. Dewi Rarasati dianggap sebagai putri Ken Sagupi dengan Antagopa. Retna Kasimpar DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra. mengerti dan menguasai dirinya. Ken Sagupi. Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni. . putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma. untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana. patuh dan berbakti. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati. Dewi Rarasati berwatak setia.dengan permaisuri Dewi Rumbini. yaitu : Arya Udawa. Dari garis keturunan ayahnya. ia mempunyai tiga orang saudara. Dewi Rarasati mempunyai seorang saudara bernama Dewi Rukmini (istri Prabu Kresna). karena semasa kecil hidup bersama di Widarakandang. Ia mahir menggunakan senjata panah dan keris. seorang gembala dan tinggal di Kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar. dengan Ken Sagupi. Ia sangat dekat hubungannya dengan Dewi Sumbadra. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama. Setelah Ken Sagupi dikawinkan dengan Antagopa. Arya Prabu Rukma. Selain pandai dalam mengurus rumah tangga. istri pertama Arjuna. dan Arya Pragota serta Arya Adimanggala. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra.Rarasati DEWI RARASATI atau Dewi Larasati. sabar. konon adalah putri Arya Prabu Rukma yang setelah naik tahta negara Kumbina bergelar Prabu Bismaka. putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka.

Rukmarata BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya. Rukmini DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta. dari padepokan Retawu. memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran. putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya. hatinya keras dan sedikit suka usil. putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi. dengan Dewi Durgandini. putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. . yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan. putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). tenang. yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Kencaka/Kencakarupa. Dewi Erawati. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar. sabar. Dewi Banowati dan Arya Burisrawa. keduanya putra Dewi Durgandini dengan Prabu Santanu. Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya. bernama. bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana. terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah). Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan. raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. Bagawan Abiyasa. Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya. Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati. Dewi Surtikanti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing bernama: Saranadewa (berwujud raksasa). Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. raja negara Astina. Citragada dan Wicitrawirya. putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain. putra Prabu Matswapati dari negara Wirata. halus. Narayana. Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari. dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna. Setelah Prabu Kresna mati moksa. ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain. yaitu. Ia mempunyai empat orang saudara kandung. raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati. setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih. Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga. Setatama. bernama. Rupakenca RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara. cerdik pandai. Ia meningal dalam usia lanjut. Rajamala.

putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Sadewa SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. setia. Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah. taat. adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula). tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita. Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu. bernama. Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa. keras kepala dan mau menangnya sendiri. wilayah negara Amarta. Dewa Tabib. Puntadewa. Senapati negara Mretani yang berkhasiat. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). sombong. Sadewa mempunyai watak jujur. Bima/Werkundara dan Arjuna. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati. dari negara Mandura. putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Setelah selesai perang Bharatayuda. Sadewa adalah titisan Bathara Aswin. Selain sangat sakti. Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata. putri Resi Badawanganala. Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya . Ia lahir kembar bersama kakanya. Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. belas kasih. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. Akhir riwayatnya diceritakan. dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Nakula.Rupakenca berwatak tinggi hati. Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim. Akhir riwayatnya di ceritakan. Prabu Matswapati.