Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI

SISTEM ALAT GERAK (MUSKULOSKELETAL)

OLEH :
NAMA NIM KELAS KELOMPOK : ANDI FITRI EGAWANTI : 11.1301.685 : V.11 :2

PROGRAM D III KEBIDANAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2011

Sistem alat gerak atau lokomotorik dibagi menjadi tiga cabang keilmuan yaitu, A. Osteologi (tulang) B. Myologi (otot) C. Arthrologi (sendi)

 Osteologi (tulang) RANGKA AKSIAL A. Tengkorak Tersusun dari 22 tulang, 8 tulang kranial dan 14 tulang facial. 1. Kranium membungkus dan melindungi otak. a. Tulang frontal membentuk dahi, langit-langit, rongga nasal, dan langitlangit rongga mata (orbital) b. Tulang parietal membentuk sisi dan langit-langit kranium. c. Tulang oksipital membentuk bagian dasar dan bagian belakang kranium. d. Tulang temporal membentuk dasar dan bagian sisi dari kranium. e. Tulang etmoid adalah struktur penyangga penting dari rongga nasal dan berperan dalam pembentukan orbita mata. f. Tulang sfenoid berbentuk seperti kelelawar dengan sayap terbentang, membentuk dasar anterior kranium dan berartikulasi ke arah lateral dengan tulang temporal dan ke arah anterior dengan tulang etmoid dan tulang frontal. g. Osikel auditori tersusun dari maleus, inkus,dan stapes (tapal kuda). Fungsinya dalam proses pendengaran h. Tulang wormian tulang kecil yang jumlahnya bervariasi dan terletak dalam sutura. 2. Tulang-tulang wajah tidak bersentuhan dengan otak. Tulang ini disatukan sututra yang tidak dapat bergerak kecuali pada mandibula. a. Tulang-tuang nasal membentuk penyangga hidung dan berartikulasi dengan septum nasal. b. Tulang-tulang palatum membentuk bagian posterior langit-langit mulut, bagian tulang orbital, dan bagian rongga nasal. c. Tulang-tulang zigomatik membentuk tonjolan pada tulang pipi.

d. Tulang-tulang maksilar membentuk rahang atas. e. Tulang lakrimal berukuran kecil dan tipis serta terletak diantara tulang etmoid dan maksila pada orbita. f. Tulang vomer membentuk bagian tengah dari langit-langit keras diantara palatum an maksila. g. Konka nasal inferior h. Mandibula tulang rahang bagian bawah. 3. Tulang Hioid tulang yang berbentuk tapal kuda yang unik karena tidak berartikulasi dengan tulang lain. 4. Sinus Paranasal (frontal, etmoidal, sfenoidal, dan maksilar) terdiri dari ruang-ruang udara dalam tulang tengkorak yang berhubungan dengan nasal. B. Vertebra 1. Kolumna vertebra menyangga berat tubuh dan melindungi medulla spinalis a. Vertebra cevikales (7) b. Vertebra thoracales (12) c. Vertebra lumbales (5) d. Vertebra sacrales (5), membentuk os sacrum e. Vertebra coccygeales (4), membentuk os occygeales. 2. Vertebra toraks memiliki prosesus spinosa panjang yang mengarah ke bawah, dan memiliki faset artikular pada prosessus tranversus, yang digunakan untuk artikulasi tulang iga. 3. Vertebra lumbal vertebra terpanjang dan terkuat. Prosessus spinosanya pendek dan tebal, serta menonjol hampir searah garis horizontal. 4. Sakrum 5. Koksiks(tulang ekor) menyatu dengan ujung sakrum

C. Costae/rusuk/iga Ada 12 pasang costae yang melekat pada sternum, yakni: 1. Costa vera/rusuk sejati (14), melekat langsung pada sternum disisi anterior, costae 1-7 2. Costa spuria /rusuk semu(6), melekat pada costa di cranialisnya, costae 8-10 3. Costae fluctuantes/rusuk melayang (4), melayang-layang, tidak melekat di bagian anterior, yaitu costa 11-12 D. Sternum

Berbentuk seperti keris terdiri dari manubrium sterni,corpus sterni, pada ujung corpus sterni terdapat processus xiphodeus sterni yang berbentuk tajam dan runcing.

RANGKA APENDIKULAR A. Girdel pektoral melekatkan tulang lengan ke rangka aksial 1. Os Skapula (tulang belikat), mempunyai 3 tepi 2. Os Klavikula, tulang berbentuk S, yang secara lateral berartikulasi dengan prosessus akromion pada skapula dan secara medial dengan manubrium pada takik klavikular untuk membentuk sendi sternoklavikular. B. Lengan atas 1. Os Humerus terdiri dari bagian kepala membulat masuk pas ke dalam rongga glenoid 2. Tulang lengan bawah: a. Tulang ulna pada sisi medial b. Tulang radius pada sisi lateral c. Tulang pergelangan tangan/carpus d. Tangan/metacarpalia e. Phalanges/tulang-tulang jari C. Girdel pelvis terdiri dari dua tulang panggul yang bertemu pada sisi anterior simfisis pubis dan berartikulasi pada sisi posterior dengan sakrum.Tulang panggul menyerupai bentuk kipas angin 1. Os Ilium, lempeng tulang lebar yang menjulang ke atas dan keluar asetabulum 2. Os Ischium 3. Os pubis 4. Tungkai bawah 1. Os Femur(tulang paha) 2. Os patella 3. Os tibia 4. Os fibula 5. Ossa tarsalia 6. Ossa metatarsalia 7. Ossa phalanges

 Myologi (otot) 1. Otot rangka 2. Otot polos 3. Otot jantung  Arthrologi (sendi) 1. Synarthosis 2. Diartosiss

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI

SISTEM CARDIOVASKULAR

OLEH :
NAMA NIM KELAS KELOMPOK : ANDI FITRI EGAWANTI : 11.1301.685 : V.11 :2

PROGRAM D III KEBIDANAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2011

Sistem cardiovaskular terdiri dari 1. Cor (jantung) Berbentuk conus sebesar kepalan tangan, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada diantara kedua pulmo. Pada orang dewasa ukuran cor yaitu panjang 12cm, lebar 8-9 cm, tebal 6 cm. berat cor pria 280-340 g, dan wanita 230-280 g. 2. Vascular (pembuluh darah) 1. Arteri 2. Kapiler 3. Vena Jalur sirkulasi a. b. c. d. Pembuluh darah pada sirkulasi pulmonar Arteri pada sirkulasi sistemik Vena pada sirkulasi sistemik Sirkulasi janin

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI

SISTEM PERNAFASAN

OLEH :
NAMA NIM KELAS KELOMPOK : ANDI FITRI EGAWANTI : 11.1301.685 : V.11 :2

PROGRAM D III KEBIDANAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2011

A. Rongga hidung dan nasal 1. Hidung eksternal berbentuk piramid disertai dengan suatu akar dan dasar, tersusun dari kerangka kerja tulang, kartilago hialin, dan jaringan fibroaeoral. a. Septum nasi membagi hidung menjadi sisi kiri dan kanan rongga nasal b. Naris(nostril)eksternal dibatasi kartilago nasal c. Tulang hidung d. Empat pasang sinus paranasal 2. Membran mukosa nasal kulit pada bagian eksternal permukaan hidung yang mengandung folikel rambut, kelenjar sebasea, keringat. B. Faring tabung muskular berukuran 12,5 cm merentang dari bagian dasar tengkorak sampai esofagus. Terbagi 3 yaitu: 1. Nasofaring 2. Orofaring 3. laringofaring C. Laring tabung pendek berbentuk seperti kotak tringular ditopang oleh 9 kartilago D. Trakea tuba dengan panjang 10-12 cm dengan diameter 2,5 cmterletak diatas permukaan anterior esofagus E. Percabangan bronkus F. Paru-paru, organ berbentuk piramid seperti spons dan berisi udara, terletak dalam rongga toraks

Kavum oris adalaha jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Rongga vestibulum terletak antara gigi, bibir, dan pipi sebagai batas luarnya. A. Rongga Oral a. Bibir b. Pipi c. Lidah d. Kelenjar saliva e. Gigi B. Esofagus tuba amskular panjangnya sekitar 9-10 inchi. Berawala dari laringofaring, melewati diafragma dan hiatus esofagus pada area sekitar vertebra toraks 10 dan membuka k arah lambung. C. Lambung berbntuk J, terletak di bagian superior kiri rongga abdomen dibawah diafragma, sebagian kecil terletak di bagian kiri garis tengah. D. Usus halus keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pilorus sampai katup ileosekal, tempatnya menyatu dengan usus besar diameter usus halus kurang lebih 2,5 cm, dengan panjang 3-5 meter saat bekerja. E. Pankreas, hati, dan kantong empedu 1. Pankreas kelenjar terelongasi berukuran besar dibalik kurvatur besar lambung 2. Hati, organ viseral terbesar terletak dibawah kerangka iga. Berat hati 1.500 g pada kondisi hidup berwarna merah tua 3. Kantong empedu, kantong muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10 cm, terletak di lekukan dibawah lobus hati kanan, kapasitas totalnya 30 ml-60 ml. F. Usus bes G.