Anda di halaman 1dari 16

Ginkgo(Gingko Biloba) merupakan spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka yang pernah

tersebar luas di dunia. Pada masa kini tumbuhan ini diketahui hanya tumbuh liar di Asia Timur Laut, namun telah tersebar luas di berbagai tempat beriklim sedang lainnya sebagai pohon penghias taman atau pekarangan. Bentuk tumbuhan modern ini tidak banyak berubah dari fosil-fosilnya yang ditemukan.

Daftar isi
[sembunyikan]
y y y y

1 Pemerian 2 Paleobiologi dan ekologi 3 Pemanfaatan 4 Referensi

[sunting] Pemerian
Pohon tahunan, tipe peluruh, dan dapat berumur ratusan tahun. Daun berbentuk kipas, tumbuh dari ujung batang/cabang. Urat-urat daun memanjang dari pangkal. Ia tidak berbunga dan berbuah karena merupakan tumbuhan berbiji terbuka. Biji terlindungi oleh selapis jaringan lunak yang dikenal sebagai salut biji.

[sunting] Paleobiologi dan ekologi


Petunjuk adanya Ginkgo diperoleh dari fosil-fosil berumur dari kala Perm awal (280 juta tahun yang lalu). Pada masa keemasannya, anggota Ginkgoaceae diperkirakan mencakup 16 marga (genera) dan merupakan bagian penting dari vegetasi dunia[1]. Diperkirakan keragaman ini terakhir menyusut ketika terjadi periode glasial di awal Pleistosen. Akibatnya, pada masa kini hanya tinggal satu jenis yang menjadi representasinya, yaitu pohon yang dikenal sebagai ginkgo. Berdasarkan kajian cpDNA, populasi yang berhasil bertahan adalah yang tumbuh di wilayah barat daya Cina sekarang[3]. Dari sini, para rahib Buddhisme menyebarkannya ke berbagai tempat di Asia Timur Laut. Tumbuhan ini dimasukkan ke dalam Daftar Merah IUCN[4] sejak 1997 karena populasi-populasi alami di pedalaman Cina terancam oleh desakan populasi.

[sunting] Pemanfaatan
Biji ginkgo dapat dimakan dan diolah menjadi obat. Sejumlah produk makanan suplemen mengandung ekstrak biji ginkgo, karena dianggap berkhasiat mempertahankan daya ingat.

[sunting] Referensi
Nama spesies : Gingkgo biloba Sering disebut the Maidenhair Tree, fossil tree, Japanese silver apricot, baiguo, bai guo ye, kew tree, yinhsing (yin-hsing)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Divisio : Ginkgophyta Class : Ginkgoopsida Ordo : Ginkgoales Family : Ginkgoaceae Genus : Ginkgo Spesies : Ginkgo biloba

Ginkgo adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang mulai dari daratan Eropa sampai Amerika Serikat. Tanaman ini asli dari daratan Tiongkok dan konon sudah ada sejak zaman prasejarah, 300 ribu tahun silam. Di Jepang disebut icho dan buahnya disebut ginnan.

Morfologi :
Batang

Tinggi pohon Ginkgo biloba dapat mencapai 30 atau 40 meter dan lebarnya sekitar 8 meter. Batangnya memiliki diameter 3 atau 4 meter. Batangnya lurus seperti tiang dan bercabang. Termasuk jenis batang dikotom. Daun
Daun berukuran 5-10 cm (2-4 inchi) dan kadang-kadang sampai 15 cm (6 inchi). Selama musim semi daun berwarna hijau, dan berubah menjadi kuning emas saat gugur. Daun dari pohon ini bentuknya menarik dan unik dibanding pohon lainnya. Bentuknya 1/4 bundar, bagian ujungnya berliku-liku. Selintas mirip kipas terbuka. Seperti halnya suflir, daun ginkgo pun sama-sama sulit basah jika tertimpa air. Daun terbagi menjadi 2 lobus.

Akar
Memiliki perakaran tunggang yang kuat.

Bunga Ginkgo Biloba merupakan tumbuhan dioecious, yang memiliki bunga jantan dan betina pada pohon yang berbeda. Bunga jantan memiliki daun yang tipis dan petala yang berwarna kekuningan yang terdapat pada ujung cabang. Sedang bunga betina lebih sederhana, berkelompok secara berpasangan, dan pada tangkai yang panjang terdapat 2 ovulum yang bebas.

Buah Buahnya berbentuk bulat, berwarna kuning. Buah diproduksi dalam jumlah yang banyak dan mengalami absisi pada bulan Oktober.

Anatomi
Ginkgo biloba termasuk dalam tumbuhan biji berkeping dua (dikotil). Struktur anatomi antara lain sebagai berikut : Daun Daun terdiri atas jaringan Epidermis, jaringan Mesofil (Mesofil mengalami diferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang), jaringan pengangkut (mengandung xilem dan floem)

Ekstrak daun mengandung


y y

flavonoid glikosida terpenoid (ginkgolida)

Batang Batang tersusun atas : epidermis, korteks, dan silinder pusat (pembuluh tersusun dalam lingkaran mengelilingi empulur) Akar Akar tersusun atas : 1. Epidermis Merupakan jaringan pelindung 2. Korteks Merupakan daerah di bawah epidermis. 3. Parenkima Berperan sebagai jaringan pengisi dan berfungsi dalam penyimpanan makanan Merupakan selsel penyusun korteks, yang tidak terspesialisasi secara struktural dan mempunyai ruang antar sel yang luas.. 4. Epidermis Lapisan terdalam dari korteks. Di dalamnya terdapat penebalan sebagai pita Caspary. 5. Silinder pusat Terdiri atas berkas pembuluh (xilem dan floem). Xilem sebagai jaringan pengangkut air dan floem sebagai jaringan pengangkut makanan. 6. Jaringan perisikel Merupakan jaringan yang terdapat antara jaringan pembuluh dan endodermis, berasal dari kumpulan sel meristematik. Bunga

Bunga tersusun atas : 1. daun kelopak (sepal) 2. daun mahkota (petal) kesatuan dari semua petal disebut mahkota bunga (korola). 3. benang sari (stamen) tangkai sari (filamen) kepala sari (antera) 4. daun buah (karpel) bagian dasar bakal buah (ovarium) Ovarium mengandung bakal biji tangkai putik (stillus) kepala putik (stigma) Buah Terdiri dari 3 lapisan yaitu epikarpium, mesokarpium, dan endokarpium.

FiSiOLooogi
Ginkgo biloba menggunakan cara sintesis C3 untuk membentuk glukosa. Seluruh tipe reaksi sintesis, termasuk sintesis C3 diawali dengan fiksasi CO2 ( menggabungkan CO2 dengan sebuah molekul akseptor karbon). Di dalam sintesis C3, CO2 difiksasi ke gula berkarbon 5 , yaitu ribulosa bifosfat (RuBP) oleh enzim karboksilasi rubisko, molekul berkarbon 6 yang terbentuk tidak stabil dan segera terpisah menjadi dua molekul fosfogliserat (PGA). Molekul PGA merupakan karbohidrat stabil berkarbon tiga yang pertama kali terbentuk sehingga cara tersebut dinamakan sintesis C3. Fiksasi CO2 berlangsung secara spontan dan tidak memerlukan energi dari reaksi cahaya karena dua molekul PGA mengandung energi yang lebih kecil dibandingkan dengan 1

molekul RuBP. Untuk mensintesis molekul berenergi tinggi, energi dan elektron dari ATP maupun NADPH hasil reaksi terang digunakan untuk mereduksi tiap PGA menjadi fosfogliseraldehide (PGAL). Dua molekul PGAL dapat membentuk satu glukosa. Siklus Calvin telah lengkap bila pembentukan glukosa disertai dengan regenerasi RuBP. Satu molekul CO2 yang tercampur menjadi enam molekul CO2. Ketika enam molekul CO2 bergabung dengan 6 molekul RuBP, dihasilkan 1 glukosa dan 6 RuBP sehingga siklus dapat dimulai lagi.

KegUnaaN
 berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas untuk meremajakan sel-sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin mempunyai kemampuan untuk memperbaiki peredaran darah dapat memacu produksi molekul energi ATP (adenosine triphosphate)

Sumber :

KEGUNAAN Ginkgo Biloba digunakan sebagai terapi pada kekurang lancaran sirkulasi darah di otak, di otot aktif, serta digunakan juga pada pengobatan vertigo dan telinga berdengung akibat sirkulasi darah yang kurang baik. Ginkgo Biloba telah diterima dalam pengobatan untuk defisit minor pada fungsi otak, terutama untuk usia lanjut. Biasanya ginkgo digunakan untuk meningkatkan daya konsentrasi, serta melawan kepikunan terutama yang disebabkan karena menciutnya arteri otak. Selain itu, ginkgo juga diketahui bermanfaat untuk terapi telinga berdengung, sakit kepala, dan juga ketidakstabilan emosi akibat kecemasan.

MEKANISME KERJA Walaupun pohon ginkgo udah ditemukan 200 juta tahun yang lalu, baru beberapa dekade ini saja dapat diketahui manfaat sebenarnya dari ginkgo ini. Senyawa aktif dari ekstrak ginkgo biloba meningkatkan sirkulasi darah, menghambat pembentukan clotting serta melindungi sel-sel saraf dari kerusakan jika terjadi kekurangan oksigen. Zat aktif ini juga diketahui memiliki efek antioksidan juga melindungi kerusakan otak dari radikal bebas. Karena sulit sekali untuk mendapatkan senyawa aktif yang murni dari dau ginkgo biloba, maka yang terdapat di pasaran hanyalah ekstrak konsentratnya aja. Pohon ginkgo dapat tumbuh sampai lebih dari 100 kaki tingginya, dan umurnya dapat mencapai ratusan tahun. Secara alami, tumbuhan ini tumbuh di wilayah China, Jepang dan Korea, tapi sekarang, sudah menyebar di seluruh belahan dunia. KONTRA INDIKASI Hindari menggunakan produk-produk yang mengandung ginkgo jika kita memiliki riwayat kemungkinan terjadi pendarahan pada otak (stroke hemoragik). Hindari juga bila telah nyata terjadi reaksi alergi terhadap produk herbal ini. PERINGATAN KHUSUS Bila dikonsumsi dalam dosis normal (yang dianjurkan), sangat jarang ditemui terjadi efek samping. Bila terjadi efek samping biasanya adalah, kejang, cramp dan gangguan pencernaan ringan. Dan alergi sangat jarang ditemui pada pemakaian produk herbal ini. INTERAKSI OBAT Kombinasi ginkgo dan obat-obatan pengencer darah, antiplatelet atau aspirin dapat meningkatkan resiko terjadinya pendarahan otak.

Ginkgo Biloba, Penyehat Jantung dan Paru


Senin, 30 November 2009 22:45 WIB JAKARTA--Ginkgo Biloba merupakan spesies tunggal dari suatu divisio tumbuhan berbiji terbuka yang dulu tersebar luas. Sekarang tumbuhan ini tumbuh terbatas di Asia Timur dan lokasi beriklim sedang lainnya. Nama ginkgo berasal dari bijinya yang berasal dari tanaman ginkgo betina. Biji ginkgo berwarna kuning hijau dan matang dalam bentuk buah berdaging yang berbau busuk dan berwarna jingga cokelat. Daun ginkgo terbagi atas dua lobus, namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Dalam bahasa Cina, ginkgo biloba dikenal dengan sebutan yin xing. Dalam bahasa Inggris, ginkgo biloba juga dikenal dengan sebutan the maidenhair tree karena bentuk daunnya menyerupai daun suflir rambut Dewi Maiden atau maidenhair fern. Dilihat dari tata letak taksonomi, ginkgo biloba terhitung keluarga Ginkgoaceae. Sampai saat ini pusat penanaman ginkgo biloba terbesar di dunia terdapat di Provinsi Zhejiang, Cina Timur. Ginkgo biloba tergolong pohon yang sangat besar. Tingginya dapat mencapai 20-35 meter. Di

Cina, pohon ginkgo biloba dapat mencapai 50 meter. Pohon ini termasuk tanaman berumur panjang. Bahkan, di Provinsi Shandong, Cina, ditemukan pohon ginkgo biloba yang telah berumur lebih dari 3.000 tahun. Sayangnya, pohon ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi justru banyak ditemukan di pasaran, suplemen yang berasal dari ekstrak gingko biloba. Sebagai bahan obat herbal, ginkgo sudah terkenal sejak dahulu kala. Masyarakat Cina kuno telah memanfaatkan daun dan buahnya sejak 5.000 tahun lalu, khususnya untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru, semisal asma ataupun bronkitis. Masyarakat China kuno juga menggunakannya sebagai minuman tonikum penyegar tubuh, setelah sarinya disaring.Tak hanya memanfaatkan ekstrak daun dan buahnya, penduduk Cina kuno juga memakan bijinya setelah disangrai. Rasanya gurih manis seperti biji mete goreng. Berdasarkan riset yang dilakukan, daun ginkgo biloba mengandung dua senyawa penting yaitu flavonoid and terpenoid. Senyawa flavonoid mempunyai sifat antioksidan, yang akan menetralkan radikal bebas yang dibentuk oleh tubuh. Radikal bebas adalah senyawa yang dapat menyebabkan kerusakan berbagai jaringan tubuh serta berperan dalam timbulnya penyakit seperti kanker, penyakit jantung, Alzheimer, dan penurunan daya ingat (demensia). Sedangkan, terpenoid dapat meningkatkan aliran darah dengan cara memperlebar pembuluh darah dan mengurangi daya gumpal darah.Selain fungsi di atas, beberapa penelitian membuktikan bahwa ekstrak ginkgo biloba juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, serta berfungsi sebagai anti-vertigo yaitu sakit kepala yang menyebabkan penderitanya merasa berputar-putar. Efek Negatif Meski begitu, Ginkgo biloba ternyata mempunyai dampak negatif. Dosis ginkgo lebih dari 120 mg per hari dapat memberikan efek samping berupa mual dan pusing. Namun, ada sebagian orang yang tahan hingga dosis 200-240 mg. Disarankan agar konsumsi ginkgo dimulai dengan dosis rendah supaya terhindar dari efek samping. Juga dianjurkan menghubungi dokter bila mengalami keluhan akibat minum ginkgo. Ginkgo biloba disarankan tidak dikonsumsi dengan berbagai obat lain. Ginkgo biloba yang berinteraksi dengan aspirin (obat penghilang rasa sakit) dapat menimbulkan perdarahan dalam rongga anterior mata (hypema) secara spontan. Ekstrak ginkgo biloba bila berinteraksi dengan parasetamol dapat menimbulkanbilateral penimbunan darah di otak subdural (Haematoma). berbagai sumber/cr2/rin
TANAKAN 40MG TAB Kandungan Ginkgo biloba extr (EGb 761) 40 mg, ginkgo glicoside 24%, ginkgolides biiobalide 6%

Indikasi Memperlancar sirkulasi darah di SSP & sist saraf tepi. Gejala ggn sirkulasi darah yaitu menurunya daya ingat, ggn konsentrasi, tinitus, vertigo Kontra Indikasi Hipersensitif thd Ginkgo biloba Efek Samping Jarang: ggn Gl, alergi kulit, sakit kepala, trombositopenia Perhatian Tidakdianjurkan utk anak.Tdk dianjurkan digunakan bagi orang normal pemakaian rutin Dosis Gejala sisa trauma serebrovaskuler 1 tab 3x/hr. Vertigo & tinitus 2 tab 2x/hr.Demensia&Alzheimer 1 tab 3 x/hr Interaksi Kemasan Tablet 40mg x 30

Lupa itu memang menjengkelkan. Sudah hampir ingat pada sesuatu yang ingin dikatakan atau dilakukan, tetapi tiba-tiba saja hilang dalam ingatan. Kalau terjadi sesekali saja, itu lumrah. Namun, jika terjadinya berkali-kali dan dalam waktu singkat, kondisi ini sungguh memprihatinkan. Di Jerman, penyakit lupa dicegah dengan ekstrak daun ginkgo biloba yang khasiatnya sudah diteliti sejak tahun 1960. Pada tahun 1980-an, komisi E Jerman meresmikan penggunaan ginkgo biloba untuk membantu kesehatan otak. Ekstrak ginkgo dapat membantu kelancaran peredaran darah perifer di organ tubuh yang jauh dari jantung, seperti ujung jari, ujung kaki, dan daun telinga. Kelancaran peredaran darah membuat orang senantiasa segar dan tidak lekas lelah. Ginkgo sebenarnya adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang, mulai dari daratan Eropa hingga Amerika Serikat. Nama ginkgo sendiri berasal dari bijinya yang berasal dari tanaman ginkgo betina. Biji ginkgo berwarna kuning hijau dan matang dalam bentuk buah berdaging yang berbau busuk dan berwarna jingga cokelat.

Karena daun ginkgo terbagi atas dua lobus, namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Sebagai bahan obat alami, ginkgo bukanlah barang baru. Penduduk Cina kuno telah memanfaatkan daun dan buahnya sejak 5.000 tahun lalu, terutama untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru, seperti asma maupun bronkitis. Mereka pun menggunakannya sebagai minuman tonikum penyegar tubuh, setelah sarinya disaring. Selain memanfaatkan ekstrak daun dan buahnya, penduduk Cina kuno juga memakan bijinya setelah disangrai. Konon, rasanya gurih manis seperti biji mete goreng. Camilan biji ginkgo

goreng kala itu hanya merupakan santapan keluarga Kaisar. Baru pada tahun 1700-an, ginkgo biloba mulai dikenal masyarakat Eropa dan diteliti secara ilmiah. Dilihat dari struktur taksonominya, ginkgo biloba termasuk dalam keluarga Ginkgoaceae. Hingga saat ini sentra penanaman ginkgo biloba terbesar di dunia terdapat di Provinsi Zhejiang, Cina Timur. Dalam bahasa Cina, ginkgo biloba dikenal dengan sebutan yin xing. Dalam bahasa Inggris, ginkgo biloba juga dikenal dengan sebutan the maidenhair tree karena bentuk daunnya menyerupai daun suflir rambut Dewi Maiden (Maidenhair fern). Ginkgo biloba tergolong pohon yang sangat besar. Tingginya dapat mencapai 20-35 meter. Di Cina, pohon ginkgo biloba dapat mencapai 50 meter. Pohon ini termasuk tanaman berumur panjang. Di Provinsi Shandong, Cina, ditemukan pohon ginkgo biloba yang telah berumur lebih dari 3.000 tahun! Para arkeolog memperkirakan tanaman ini tumbuh sejak awal zaman paleozoik, ketika dinosaurus masih hidup. Karena itu, ginkgo biloba juga dikenal sebagai tanaman fosil. Pohon ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi kini di pasaran sudah banyak dijual suplemen yang berasal dari ekstrak ginkgo biloba. Bila ingin mendapatkan ramuan aslinya, tanaman ini jugs banyak dijual di toko-toko obat tradisional Cina. Ginkgo biloba dikenal karena kemampuannya menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Itulah sebabnya para ahli menyarankan untuk mengonsumsi ginkgo biloba untuk menjaga kesehatan otak. Beberapa penelitian menunjukkan, ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Secara umum, senyawa aktif ginkgo biloba terdiri atas dua kelompok utama, yaitu flavonoid dan terpene lactones, termasuk ginkgolides A, B, dan C, bilobalide, quercetin, dan kaempferol. Suplemen ginkgo biloba yang dijual di pasaran umumnya terdiri atas 24-32 persen flavonoid dan 6-12 persen terpenoid. Seperti vitamin E, ginkgo dapat melumpuhkan radikal bebas yang sering merusak sel tubuh, terutama sel otak. Ginkgo biloba diketahui manfaatnya dalam memacu produksi molekul ATP (adenosin trifosfat). Melimpahnya produksi ATP akan menggenjot metabolisme glukosa, yang merupakan bahan bakar bagi otak. Itulah sebabnya ginkgo mujarab meringankan stres, menahan datangnya lelah otak, dan menggiatkan daya pikir. Dengan produksi ATP yang melejit, jaringan elektrik tubuh dipacu keaktifannya. Karena itu, ginkgo biloba dikatakan mampu membuat nafsu seks meningkat. Ditambah lagi dengan aktivitasnya melonggarkan pembuluh darah, sehingga organ seks memperoleh pasokan energi lebih lancar. Dr. Drieu dalam penelitiannya menemukan fungsi ginkgo untuk meremajakan sel-sel otak, yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin yang umumnya mulai berkurang ketika proses penuaan berlangsung. http://health.kompas.com/index.php/read/2009/07/29/13425826/Ginko.Biloba..Sehatkan.Otak.da n.Organ.Seks
http://bumi-tuntungan.blogspot.com/2011/01/ginkgo-biloba.html

Setelah bertahun-tahun studi yang saling bertentangan pada manfaat gingko biloba dapat mencegah kehilangan memori, uji klinis yang pasti akhirnya menyimpulkan bahwa ekstrak tidak mencegah kemunduran otak. Pelaporan November 18 dalam Journal of American Medical Association, Dr Steven DeKosky, dekan sekolah kedokteran di University of Virginia, menemukan bahwa 120 mg mengambil gingko biloba dua kali sehari tidak mencegah perkembangan demensia dalam kelompok 1.545 senior dari 75 tahun dan lebih tua; tidak ada perbedaan dalam tingkat demensia di antara kelompok intervensi dan kelompok serupa 1.524 peserta yang mengambil plasebo identik. Ini adalah yang terbesar dan terpanjang penyelidikan efek gingko biloba, dan studi pertama untuk menyelidiki apakah suplemen dapat mencegah penyakit Alzheimer pada sukarelawan yang sehat. (Lihat TIMEs A-Z Panduan Kesehatan.) Studi ini menempatkan suatu periode pada debat, kata Dr Bill Thies, Vice President medis dan hubungan ilmiah untuk Alzheimers Association. Hasil ini memungkinkan Asosiasi untuk mengatakan dengan keyakinan bahwa gingko tidak bekerja meskipun para penjualnya beusaha berkata begitu. Hal ini dimengerti bahwa begitu banyak orang akan mencoba hampir segala sesuatu, termasuk suplemen gingko muncul di mana Amerika menghabiskan lebih dari $ 100 juta per tahun dengan harapan dari memegang dari lambat dan menyakitkan penurunan mental yang menjadi ciri demensia. Manfaat yang diklaim gingko sebagian besar telah didasarkan pada efek suplemen antioksidan yang telah terbukti di laboratorium penelitian tapi tidak pada pasien untuk menggerogoti diri pada plak lemak yang menyusup ke Alzheimer otak dan menghancurkan selsel saraf. Studi pada pasien hanya melibatkan kelompok-kelompok kecil, membuat hasil tersebut menarik tapi hampir tidak definitif. DeKosky, yang berada di University of Pittsburgh antara tahun 2000 dan 2008, ketika sidang ini dilaksanakan, memutuskan untuk mengatasi ketidakpastian dengan merancang acak, terkontrol, buta ganda sidang yang paling ketat gingko biloba studi-to-date. Hasil akhirnya adalah keyakinan ilmiah bahwa temuan yang kedua yang dapat diandalkan dan diulang: Pada akhir enam tahun tentang tindak lanjut, 523 dari lebih dari 3.000 subjek sehat telah mengembangkan demensia 277 dari pasien yang telah gingko, dan 246 telah menerima plasebo. Kasus ini, 92% adalah mungkin di tahap pertama Alzheimer, peneliti. Hasil ini menunjukkan bahwa masuknya gingko ke dalam tubuh tidak dapat memperlambat masuknya penyakit, kata DeKosky. Meskipun studi temuan-temuan negatif, sidang penting untuk Alzheimer penelitian untuk alasan yang sama sekali berbeda para peneliti telah meragukan bahwa besar, placebo-controlled trial dapat dilakukan pada sedemikian besar dan penduduk tua untuk suatu jangka waktu yang panjang. Bahkan, DeKosky telah merekrut dua kali lipat jumlah orang yang berpartisipasi dalam studi ini para sukarelawan, plus mitra belajar untuk setiap sukarelawan yang menjamin bahwa peserta akan tersedia untuk menindaklanjuti pengujian. Belum banyak pencobaan dalam pencegahan Alzheimer, kata Thies. Studi ini mengatakan bahwa Anda dapat menjalankan sebuah penelitian pada populasi ini dan membawanya keluar sampai ke ujungnya. Itu penting karena kita melihat ke masa depan untuk menguji obat yang bisa mengubah perjalanan penyakit. Dan mudah-mudahan suatu hari nanti, bahkan mungkin mencegah berkembang sama sekali.

http://www.selebonfire.com/2010/01/gingko-biloba-tidak-dapat-mencegah-alzheimer/ Pegagan Gantinya Ginko Biloba

Produk berbasis Ginko biloba untuk memperbaiki daya ingat akhir-akhir ini mudah dijumpai di pasar. Sayang, tanaman itu bukan berasal dari negeri kita tapi dari kawasan subtropis. Negeri kita yang dikenal sebagai a mega biodiversity country memiliki tanaman serupa. Centela asiatica L. namanya, atau dikenal dengan pegagan. Jika produk berbasis Ginko biloba mahal, mengapa tidak berpaling ke negeri sendiri?

Orang Jawa mengenal Centella asiatica L. sebagai antanan. Ada pula yangmenyebutnya ganggagan, kerok batok, panegowang, rendeng, atau calingan rambut. Sementara orang Sunda menamainya antanan gede. Beberapa daerah lain memiliki nama lokal sendiri: kos tekosan (Madura), pagaga (Makassar), dau tungke (Bugis), kori-kori (Halmahera), kolotidi manora (Ternate). Di Barat sono sebutannya gotu kola.

Meski belum banyak dimanfaatkan, masyarakat tradisional sudah memakainya untuk pengobatan. Utamanya oleh orang Asia, termasuk Indonesia. Bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, dimasak menjadi sayuran, atau dijus sebagai minuman. Menurut catatan, asal tanaman ini kepulauan sepanjang Samudera Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Selain banyak tumbuh di Indonesia, juga di pesisir timur Madagaskar, dan Mauritius. Pegagan biasanya memilih tempat yang basah, rawa-rawa, atau di sepanjang tepi sungai. Kalau di negeri kita, banyak ditemukan terutama di daerah dataran tinggi dan berbagai tempat seperti sawah, perkebunan teh, dll. Pegagan termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak dan beruas, serta menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya. Pada tiap ruas akan tumbuh akar dan daun dengan tangkai daun panjang dan akar berwarna putih. Dengan berkembang biak secara vegetatif seperti itu, ia cepat beranak-pinak. Jika keadaan tanahnya bagus, tiap ruas yang menyentuh tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru. Sebagai makanan otak Bagian yang dimanfaatkan sebagai obat ialah daunnya dan bagian yang berada di atas permukaan tanah. Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Ia dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur), membersihkan darah, dan memperlancar air seni. Orang-orang Timur Jauh di Eropa bahkan menggunakannya untuk menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang

disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis (TBC). Manfaat penting lainnya, memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak, dan memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Pegagan juga dipercaya bisa menanggulangi luka bakar, sirosis hati, keloid, skleroderma, gangguan pembuluh vena, penyakit traumatis, lupus, serta meningkatkan fungsi mental. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises, dan salah urat. Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energy level serta menurunkan gejala stres dan depresi. Dari uji klinis di India, tanaman ini dapat meningkatkan IQ, kemampuan mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Penelitian lain membuktikan, tanaman centella dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memori seseorang. Karena manfaatnya itu, tanaman ini juga dikenal sebagai "makanan otak". Di antara sekian banyak kandungan bahan aktif pada tanaman centella seperti asam bebas, mineral, vitamin B dan C, bahan utama yang dikandungnya adalah steroid yaitu triterpenoid glycoside. Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa. Beberapa bahan aktif akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, ant istres, dan anticemas. Asiatosida berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Dosis tinggi dari glikosida saponin akan menghasilkan efek pereda rasa nyeri. Dikatakan juga, saponin yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai manfaat mempengaruhi collagen (tahap pertama dalam perbaikan jaringan), misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan. Bikin umur panjang Manfaat yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 orang pasien anak-anak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan yang cukup berarti setelah diberi perlakuan dengan ramuan centella selama 12 minggu. Sebanyak enam pasien sirosis hati menunjukkan perbaikan (kecuali yang kronis) setelah dua bulan meminum ramuan centella. Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena, maupun gangguan pencernaa n rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga 80% setelah 2 - 18 bulan. Pada orang dewasa dan tua penggunaan centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja otak, meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.

Centella juga bermanfaat bagi anak-anak penderita attention deficit disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan fokus. Di samping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang overaktif. Pendapat lain menyatakan, dalam pengobatan Ayurveda di India tanaman ini dikenal sebagai herba untuk awet muda. Juga diketahui sebagai memperpanjang usia. Hal ini terbukti dari pengamatan, gajah yang kita kenal memiliki umur panjang karena satwa ini memakan cukup banyak tanaman centella. Mengingat manfaatnya, beberapa negara telah melakukan pembudidayaan, misalnya Hawaii. Bahkan di Oregon, AS, tanaman ini dibudidayakan di rumah kaca oleh Pacific Botanicals, pertanian herba organik. Namun, sebagian besar pasokan pasar berasal dari India yang kualitasnya kurang bagus dan biasanya berwarna kecoklatan. Kandungan bahan aktif masih cukup baik jika diproses dalam keadaan segar atau kering segar. Nah, jika tidak mau diolok-olok pikun padahal usia belum tua, cobalah mengonsumsi pegagan. Sumber : Intisari Edisi Mei 2001 Dalam artikel diatas dinyatakan bahwa pegagan mempunyai efek stimulasi pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan fokus. Di samping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang overaktif. dan dapat mengurangi timbulnya ADD pada anak dan ADD merupakan salah satu tanda adanya autisme pada anak. Namun untuk menghilangkan efek keracunan logam yang biasanya menjadi pemicu timbulnya autisme bisa ditambahkan dengan memberikan Mahkota Dewa Intant selain sebagai pelartut logam berat juga mempunyai efek memenangkan.

Kemudian pengalaman pribadi dari salah seorang pengasuh Ixora dan Sekar utami Bp. Lukas dimana salah seorang putrinya juga menderita autisme, setelah diberikan pegagan selama kurang lebih 3 bulan kondisinya sudah mulai membaik, dan sampai dengan saat ini masih mengkonsumsi dengan dosis 2 x 1 setiap 3 hari sekali. Benarkah Ginkgo Biloba Penyelamat Otak? Share |

Sudah bertahun-tahun lamanya, Ginkgo biloba diidentikan sebagai penyelamat masalah penurunan fungsi kognisi otak. Tapi sebuah penelitian terbaru, justru mementahkan semua klaim itu.

Ginkgo biloba, menjadi sangat laku di pasaran karena mampu mencegah dan menyembuhkan gangguan pada otak seperti kepikunan, bahkan Alzheimer. Itu mengapa penggunaannya sebagai obat herbal, sudah menyebar hingga ke seluruh dunia untuk menyelamatkan para lansia (lanjut usia) dari penurunan daya ingat, Beth E. Snitz, PhD., dari University of Pittsburgh memamparkan. Kenyataan inilah yang kemudian membuat Snitz beserta timnya melakukan uji klinis terhadap bahan herbal tersebut. Uji klinis dilakukan terhadap 3.069 lansia yang tidak mengalami gangguan kognisi dan yang mengalami gangguan kognisi ringan. Rentang usia mereka adalah 72-96 tahun yang kemudian di bagi dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama diberikan 120 mg ekstrak Ginkgo biloba, sehari dua kali. Kelompok kedua mendapatkan hanya diberikan plasebo atau Ginkgo biloba kosong. Alias para responden menyakini apa yang mereka makan adalah ekstrak Ginkgo biloba, padahal di dalamnya tidak terdapat apa-apa. Mereka kemudian diamati mulai dari tahun 2000 hingga 2008 dan diberikan serangkaian uji coba. Dan hasilnya, tidak ada perubahaan signifikan pada kelompok yang mendapat ekstra asli Ginkgo biloba pada fungsi kognitif mereka. Baik dari sisi kemampuan daya ingat, berbahasa, visualisasi, maupun pusat perhatian mereka tetap mengikuti pertambahan usia yang dijalani. "Selain tidak berpengaruh pada lansia, fakta lainnya yang juga ditemukan adalah efektivitas Ginkgo biloba semakin menurun seiring dengan pertambahan usia kita. Karena merasa kaget dengan hasil penelitian yang dilakukannya, Snitz kemudian memperkecil jumlah responden. Hasilnya tetap sama, tak ada perubahan yang signifikan ketika responden diberikan ramuan herbal tersebut. Baik diposisikan sebagai pencegahan maupun untuk proses penyembuhan, Ginkgo biloba ternyata tidak banyak bekerja pada otak, Snitz menegaskan. (Siagian Priska)
Ginkgo Biloba Tak Perlambat Penurunan Kognitif KILAS - Edisi Februari 2010 (Vol.9 No.7)

Suplemen herbal ginko biloba ternyata tidak memberikan dampak memperlambat penurunan kognitif yang signifikan pada orang tua dewasa. Padahal selama ini ginkgo biloba telah dipasarkan secara luas dan digunakan dengan harapan agar mampu meningkatkan, mencegah, atau menunda kerusakan kognitif yang berkaitan dengan penuaan dan gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Amerika, tepatnya dari University of Pittsburgh yang dikepalai oleh Beth E. Snitz, Ph.D, menunjukkan, penggunaan ginkgo biloba selama beberapa tahun tidak memiliki tingkat yang lebih rendah dalam penurunan kognitif dibandingkan orang dewasa yang menerima plasebo. Snitz dan rekannya menganalisis hasil dari studi evaluasi Memory Ginkgo (GEM) untuk menentukan apakah ginko biloba memperlambat laju penurunan kognitif orang tua dewasa yang memiliki kognisi normal atau kerusakan kognitif ringan (MCI) pada awal penelitian. Penelitian GEM studi sebelumnya telah menemukan bahwa ginko biloba tidak efektif dalam mengurangi kejadian demensia Alzheimer atau demensia secara keseluruhan. Dalam penelitian yang dilakukan secara acak dan double blind di enam pusat kesehatan akademis di Amerika Serikat antara tahun 2000 dan 2008 dengan median follow-up 6,1 tahun. Perubahan kognisi dinilai oleh berbagai tes dan ukuran. Para peneliti ini melakukan uji klinis menggunakan kontrol plasebo dengan menyertakan 3.069 peserta dengan usia 72-96 tahun. Sebanyak 1.545 menerima dua kali sehari dosis 120 mg ekstrak dari ginko biloba. Dan 1.524 orang menerima plasebo yang terlihat identik. Dalam studi ini, para peneliti tidak mendapati satu bukti pun atas efek dari ginko biloba terhadap perubahan kognitif global. Tidak juga ada bukti efek pada domain kognitif tertentu atas memori, bahasa, perhatian, kemampuan visuospatial dan fungsi eksekutif. Mereka juga tidak menemukan bukti yang berbeda atas efek perawatan berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, pendidikan atau status kognitif dasar (MCI vs kognisi normal). "Singkatnya, kita tidak menemukan bukti bahwa ginko biloba memperlambat laju penurunan kognitif orang tua dewasa. Temuan-temuan ini konsisten dengan studistudi kecil sebelumnya yang memeriksa pencegahan penurunan dan fasilitasi kinerja kognitif dan dengan tinjauan Cochrane 2009 atas Ginko biloba bagi demensia dan kerusakan kognitif," ujar peneliti.