P. 1
Chapter 4 Likuidasi Berangsur

Chapter 4 Likuidasi Berangsur

|Views: 457|Likes:
Dipublikasikan oleh Iipunk Gitu Lho

More info:

Published by: Iipunk Gitu Lho on Jan 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI KEUANGAN

LANJUTAN 1 LANJUTAN 1
10/21/2010 10/21/2010
Bandi, 2009 Bandi, 2009
1 1
Dr. Bandi, M.Si., Ak Dr. Bandi, M.Si., Ak
Materi 4 Materi 4
LIKUIDASI LIKUIDASI
BERANGSUR BERANGSUR
2 2 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
BERANGSUR BERANGSUR
SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN
Bukti
Bk
Jurnal
Bk Besar
LAP KEUANGAN:
~Neraca
~Lap. Laba Rugi
~Lap. Perubahan
Modal
~Lap. Arus Kas
Penjurnalan penutupan
10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009 3 3
BB
Pembantu
~Lap. Arus Kas
posting
Kesepakatan skt
unt likuidasi:
Realisasi >1x
D
I
T
U
T
U
P
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Chapter 3 fokus pd: Chapter 3 fokus pd:
pembubaran yg diinginkan oleh semua pemilik/ sekutu pembubaran yg diinginkan oleh semua pemilik/ sekutu
Realisasi satu kali selesai (aktiva non kas terjual dlm realisasi I) Realisasi satu kali selesai (aktiva non kas terjual dlm realisasi I) laba laba
(rugi) realisasi sdh diketahui (rugi) realisasi sdh diketahui
Chapter 4: Chapter 4:
Realisai lbh dari satu kali Realisai lbh dari satu kali LIKUIDASI berangsur LIKUIDASI berangsur
4 4 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Realisai lbh dari satu kali Realisai lbh dari satu kali LIKUIDASI berangsur LIKUIDASI berangsur
Akuntansi DITUTUP Akuntansi DITUTUP
Laba (rugi) realisasi belum pasti karena aset belum habis terjual. Laba (rugi) realisasi belum pasti karena aset belum habis terjual.
Sisa kas dibagi seblum realisasi selesai (karena realisasi lebih dari Sisa kas dibagi seblum realisasi selesai (karena realisasi lebih dari
sekali) sekali)
PROSEDUR LIKUIDASI: PROSEDUR LIKUIDASI:
Pembayaran kpd Sekutu Pembayaran kpd Sekutu
Realisasi: penjualan aktiva non kas menjadi Realisasi: penjualan aktiva non kas menjadi
kas. kas.
Laba (rugi) realisasi didestribusi ke modal sekutu Laba (rugi) realisasi didestribusi ke modal sekutu
sesuai rasio pembagian laba sesuai rasio pembagian laba--rugi. rugi.
5 5 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
sesuai rasio pembagian laba sesuai rasio pembagian laba--rugi. rugi.
Urutan pembayaran: Urutan pembayaran:
Pembayararan utang kepada pihak luar. Pembayararan utang kepada pihak luar.
Pembayaran “utang sekutu” (jika ada). Pembayaran “utang sekutu” (jika ada).
Pembayaran “modal sekutu” (terakhir). Pembayaran “modal sekutu” (terakhir).
Pedoman Penjurnalan Pedoman Penjurnalan
Penetapan kemungkinan rugi realisasi sisa aset Penetapan kemungkinan rugi realisasi sisa aset. .
Aset yang belum terjual dianggap sebagai kemungkinan rugi dan Aset yang belum terjual dianggap sebagai kemungkinan rugi dan
didestribusi kpd sekutu mnrt rasio pembagian laba didestribusi kpd sekutu mnrt rasio pembagian laba--rugi. rugi.
Saldo debit (defisit) modal sekutu ditutup dengan Saldo debit (defisit) modal sekutu ditutup dengan
(1) saldo piutangnya kepada perusahaan; (1) saldo piutangnya kepada perusahaan;
(2) sekutu investasi lagi; (2) sekutu investasi lagi;
(3) ditanggung sekutu lain, yang tidak defisit. (3) ditanggung sekutu lain, yang tidak defisit.
Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”. Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”.
6 6 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”. Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”.
Untuk itu defisit ini ditanggung dan didestribusi ke saldo “modal” Untuk itu defisit ini ditanggung dan didestribusi ke saldo “modal”
sekutu lain. Defisit di sini adalah setelah ditutup dengan piutangnya sekutu lain. Defisit di sini adalah setelah ditutup dengan piutangnya
kepada perusahaan. kepada perusahaan.
Membagi defisit sekutu insolvent dengan persentasi pembagian laba Membagi defisit sekutu insolvent dengan persentasi pembagian laba--rugi rugi
baru. baru.
Setelah ada sekutu yang bersaldo “modal” negatif maka defisit Setelah ada sekutu yang bersaldo “modal” negatif maka defisit
sekutu tersebut didestribusi ke sekutu lain, sehingga muncul sekutu tersebut didestribusi ke sekutu lain, sehingga muncul
persentase pembagian laba persentase pembagian laba--rugi baru. rugi baru.
Pedoman Penjurnalan Pedoman Penjurnalan
(Lanjutan) (Lanjutan)
Pembayaran hanya kepada sekutu yang bersaldo positif. Pembayaran hanya kepada sekutu yang bersaldo positif.
Sekutu yang bersaldo negatif tidak memperoleh pembayaran, hal ini Sekutu yang bersaldo negatif tidak memperoleh pembayaran, hal ini
didasari bahwa apabila sisa aset betul didasari bahwa apabila sisa aset betul--betul tidak terjual, dapat betul tidak terjual, dapat
dipastikan sekutu tersebut akan bersaldo negatif. dipastikan sekutu tersebut akan bersaldo negatif.
Pembayaran kepada sekutu sebesar saldo positif. Pembayaran kepada sekutu sebesar saldo positif.
Pembayaran dimaksudkan atas rekening “utang sekutu” (lebih dahulu) Pembayaran dimaksudkan atas rekening “utang sekutu” (lebih dahulu)
dan “modal sekutu”. dan “modal sekutu”.
Prisip berimbang debet = kredit Prisip berimbang debet = kredit. .
7 7 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Prisip berimbang debet = kredit Prisip berimbang debet = kredit. .
Prinsip ini terutama untuk mencek kebenaran perhitungan dan jurnal Prinsip ini terutama untuk mencek kebenaran perhitungan dan jurnal
yang diperlukan. yang diperlukan.
CONTOH 1: CONTOH 1:
Tidak ada skt defisit pada Realisasi I Tidak ada skt defisit pada Realisasi I
Persekutuan ABC membagi laba (rugi) Persekutuan ABC membagi laba (rugi)
A:B:C = 50:30:20. A:B:C = 50:30:20.
Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi
8 8 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi
tampak seperti slide berikut tampak seperti slide berikut
Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas. Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.
Realisasi Nilai buku (netto) Harga Jual
Juli (I) 95.000 75.000
CONTOH 1 CONTOH 1
9 9 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Juli (I) 95.000 75.000
Agustus (II) 20.000 10.000
September (III) 30.000 17.500
Oktober (IV) 85.000 30.000
Contoh: Neraca sebelum Likuidasi Contoh: Neraca sebelum Likuidasi
PERSEKUTUAN ABC
NERACA
Per. 3 Mei 2009
Kas 10,000 Utang dagang 52,500
Aktiva non kas 230,000 Utang kpd A 12,500
Utang kpd B 10,000
0
10 10 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
0
Modal A 65,000
Modal B 50,000
Modal C 50,000
240,000 240,000
DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI
KAS Akt non
kas
Ut
dagang
Utang
A
Utang B MODAL
A(5) B(3) C(2)
Saldo 10.000 230.000 52.500 12.500 10.000 65.000 50.000 50.000
1 Realisasi I 75.000 (95.000) - - - (10.000) (6,000) (4.000)
85.000 135,000 52.500 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000
2 Pembayaran (52.500) - (52.500) - - - - -
32.500 135.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000
11 11 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
3 Destribusi 1* (32.500) - 0 - (10.000) - (3.500) (19.000)
0 135.000 0 12.500 0 55.000 40.500 27.000
4 Realisasi II 10.000 (20.000) - - - (5.000) (3,000) (2.000)
10.000 115.000 0 12.500 0 50,000 37,500 25,000
5 Destribusi 2* (10.000) - (5.000) - - ( 3.000) (2.000)
Dipindahkan Dipindahkan 0 115.000 0 7.500 0 50.000 34.500 23.000
*) Lihat daftar pembantu
DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI (Lanjutan) (Lanjutan)
KAS Akt non
kas
Ut
dagang
Utang A Utang
B
MODAL
A(5) B(3) C(2)
Pindahan Pindahan 0 115.000 0 7.500 0 50.000 34.500 23.000
6 Realisasi III 17.500 (30.000) - - - (6.250) (3.750) (2.500)
17.500 85.000 0 7.500 0 43.750 30.750 20.500
7 Destribusi 3* (17.500) - - (7.500) - (1.250) (5.250) (3.500)
12 12 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
7 Destribusi 3* (17.500) - - (7.500) - (1.250) (5.250) (3.500)
0 85.000 0 0 0 42.500 25.500 17.000
8 Realisasi IV 30.000 (85.000) - - - (27.500) (16.500) (11.000)
30.000 0 0 0 0 15.000 9.000 6.000
9 Destribusi 4 (30.000) - - 0 - (15.000) (9.000) (6.000)
0 0 0 0 0 0 0 0
*) Lihat daftar pembantu
DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1:
Untuk Jurnal Destribusi Kas 1 Untuk Jurnal Destribusi Kas 1
MODAL
A(5) B(3) C(2)
Saldo modal 55.000 44.000 46.000
Kepentingan lain 12.500 10.000 0
A:B:C = 5:3:2 A:B:C = 5:3:2
67.500 54.000 46.000
13 13 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
67.500 54.000 46.000
Kemungkinan rugi sisa aset = 135.000 (67.500) (40.500) (27.000)
Kas yg ada= 32.500 0 13.500 19.000
- Utang kepada B 0 (10.000)
- Modal sekutu - (3.500) (19.000)
0 0 0
DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2:
Untuk Jurnal Destribusi Kas 2 Untuk Jurnal Destribusi Kas 2
MODAL
A(5) B(3) C(2)
Saldo modal 50.000 37.500 25.000
Kepentingan lain 12.500 0 0
A:B:C = 5:3:2 A:B:C = 5:3:2
62.500 37.500 25.000
14 14 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
A:B:C = 5:3:2 A:B:C = 5:3:2
62.500 37.500 25.000
Kemungikinan rugi sisa aset= 115.000 (57.500) (34.500) (23,000)
Kas yg ada= 10.000 5.000 3.000 2.000
- Utang kpd A (5.000)
- Modal sekutu (3.000) (2.000)
0 0 0
DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3:
Untuk Jurnal Destribusi Kas 3 Untuk Jurnal Destribusi Kas 3
MODAL
A(5) B(3) C(2)
Saldo modal 43.750 30.750 20.500
Kepentingan lain 7.500 0
A:B:C = 5:3:2 A:B:C = 5:3:2
51.250 30.750 20.500
Kemungikinan rugi sisa aset = 85,000 (42,500) (25,500) (17.000)
15 15 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Kemungikinan rugi sisa aset = 85,000 (42,500) (25,500) (17.000)
Kas yg ada= 17.500 8.750 5.250 3.500
- Utang kpd A (7.500)
- Modal A (1.250) -- --
- Modal sekutu -- ( 5.250) ( 3.500)
0 0 0
CONTOH 2: CONTOH 2:
Ada skt defisit pada Realisasi I Ada skt defisit pada Realisasi I
Persekutuan ABC membagi laba (rugi) Persekutuan ABC membagi laba (rugi)
A:B:C = 50:30:20. A:B:C = 50:30:20.
Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi
16 16 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi
tampak seperti slide berikut tampak seperti slide berikut
Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas. Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.
CONTOH 2 CONTOH 2
Realisasi Nilai buku
(netto)
Harga Jual
Juli (I) 70.000 50.000
17 17 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Juli (I) 70.000 50.000
Agustus (II) 30.000 20.000
September (III) 25.000 12.500
Oktober (IV) 105.000 50.000
Contoh: Neraca sebelum Likuidasi Contoh: Neraca sebelum Likuidasi
PERSEKUTUAN ABC
NERACA
Per. 3 Mei 2009
Kas 10,000 Utang dagang 52,500
Aktiva non kas 230,000 Utang kpd A 12,500
Utang kpd B 10,000
0
18 18 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
0
Modal A 65,000
Modal B 50,000
Modal C 50,000
240,000 240,000
DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI
KAS Akt non
kas
Ut
dagang
Utang A Utang B MODAL
A(5) B(3) C(2)
Saldo 10.000 230.000 52.500 12.500 10.000 65.000 50.000 50.000
1 Realisasi I 50.000 (70.000) - - - (10.000) (6,000) (4.000)
60.000 160.000 52.500 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000
2 Pembayaran (52.500) - (52.500) - - - - -
7.500 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000
19 19 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
7.500 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000
3 Destribusi 1 (7.500) - 0 - - - - (7.500)
0 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 38.500
DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI (Lanjutan) (Lanjutan)
KAS Akt non
kas
Ut
dagang
Utang A Utang B MODAL
A (5) B (3) C (2)
0 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 38.500
4 Realisasi II
20.000 (30.000) - - - (5.000) (3,000) (2.000)
20.000 130.000 0 12.500 10.000 50.000 41.000 36.500
5 Destribusi 2
(20.000) - - (10.000) - ( 500) (9.500)
0 130.000 0 12.500 0 50.000 40.500 27.000
20 20 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
6 Realisasi III
12.500 (25.000) - - - (6.250) (3.750) (2.500)
12.500 105.000 0 12.500 0 43.750 36.750 24.500
7 Destribusi 3
(12.500) - - (3.750) - - (5.250) (3.500)
0 105.000 0 8.750 0 43.750 31.500 21.000
8 Realisasi IV
50.000 (105.000) - - - (27.500) (16.500) (11.000)
50.000 0 0 8.750 0 16.250 15.000 10.000
9 Destribusi 4
(50.000) - - (8.750) - (16.250) (15.000) (10.000)
0 0 0 0 0 0 0 0
DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1:
Untuk Jurnal Destribusi Kas1 Untuk Jurnal Destribusi Kas1
Keterangan Keterangan
MODAL
A (5) B (3) C (2)
Saldo modal 55.000 44.000 46.000
Kepentingan lain 12.500 10,000 0
67.500 54.000 46.000
Kemungikinan rugi sisa aset = 160.000 (80.000) (48.000) (32.000)
21 21 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Kemungikinan rugi sisa aset = 160.000 (80.000) (48.000) (32.000)
(12.500) 6.000 14.000
Kemung rugi defisit sekutu lain = 12.500
Rasio baru: B:C = 3:2
12.500 (7,500) (5,000)
0 (1.500) 9.000
Kemung rugi defisit sekutu lain = 1.500 1.500 (1.500)
Kas yg ada= 7.500 0 7.500
- Modal sekutu - - (7.500)
0 0 0
DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2:
Untuk Jurnal Destribusi Kas 2 Untuk Jurnal Destribusi Kas 2
Keterangan Keterangan
MODAL
A (5) B (3) C (2)
Saldo modal 50.000 41.000 36.500
Kepentingan lain 12.500 10.000 0
62.500 51.000 36.500
22 22 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Kemungkinan rugi sisa aset = 130.000 (65.000) (39.000) (26.000)
(2.500) 12.000 10.500
Kemungk rugi defisit sekutu lain = 2.500
Rasio baru: B:C = 3:2
2.500 (1.500) (1,000)
Kas yg ada= 20.000 0 10.500 9.500
- Utang kpd B (10.000)
- Modal sekutu (500) (9.500)
0 0 0
DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3:
Untuk Jurnal Destribusi Kas 3 Untuk Jurnal Destribusi Kas 3
Keterangan Keterangan
MODAL
A (5) B (3) C (2)
Saldo modal 43.750 36.750 24.500
Kepentingan lain 12.500 0
56.250 36.750 24.500
23 23 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Kemungkinan rugi sisa aset = 105.000 (52.500) (31.500) (21.000)
Kas yg ada= 12.500 3.750 5.250 3.500
- Utang kpd A (3.750)
- Modal sekutu ( 5.250) (3.500)
0 0 0
PROGRAM PRIORITAS PROGRAM PRIORITAS
PEMBAYARAN KAS KPD SEKUTU PEMBAYARAN KAS KPD SEKUTU
Dasar pertimbangan/penghitungan: Dasar pertimbangan/penghitungan:
1. 1. Besarnya Modal &/ kepentingan lain Besarnya Modal &/ kepentingan lain
(piutang) kpd perusahaan (piutang) kpd perusahaan
Contoh: Utang kpd A, utang kpd B Contoh: Utang kpd A, utang kpd B
24 24 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Contoh: Utang kpd A, utang kpd B Contoh: Utang kpd A, utang kpd B
2. 2. Rasio pembagian laba (rugi) Rasio pembagian laba (rugi)
Contoh: A:B:C = 5:3:2 Contoh: A:B:C = 5:3:2
PROGRAM PRIORITAS PROGRAM PRIORITAS
PEMBAYARAN KAS KPD SEKUTU PEMBAYARAN KAS KPD SEKUTU
Prosedur program pembagian kas kpd sekutu: Prosedur program pembagian kas kpd sekutu:
1. 1. Hitung kemampuan skt dlm menanggung rugi dg Hitung kemampuan skt dlm menanggung rugi dg
kepentingannya kepentingannya
Contoh: Total kepentingan dibagi rasio pembg laba rugi Contoh: Total kepentingan dibagi rasio pembg laba rugi
25 25 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
2. 2. Buat rangking dlm menutup kerugian Buat rangking dlm menutup kerugian
3. 3. Bagi kas sesuai rangking Bagi kas sesuai rangking
Contoh: unt selisih rangkin 1 dengan rangking 2/ 3, dg Contoh: unt selisih rangkin 1 dengan rangking 2/ 3, dg
rasio, sampai kepentingan seluruh sekutu sama rasio, sampai kepentingan seluruh sekutu sama
Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas. Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.
CONTOH 3 CONTOH 3
Realisasi Nilai buku
(netto)
Harga Jual
Juli (I) 70.000 50.000
26 26 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Juli (I) 70.000 50.000
Agustus (II) 30.000 20.000
September (III) 25.000 12.500
Oktober (IV) 105.000 50.000
Contoh 3: Neraca sebelum Likuidasi Contoh 3: Neraca sebelum Likuidasi
PERSEKUTUAN ABC
NERACA
Per. 3 Mei 2009
Kas 10,000 Utang dagang 52,500
Aktiva non kas 230,000 Utang kpd A 12,500
Utang kpd B 10,000
0
27 27 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
0
Modal A 65,000
Modal B 50,000
Modal C 50,000
240,000 240,000
PROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KAS PROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KAS
SEKUTU
PROGRAM
PEMBAYARAN KPD
KETERANGAN A B C A B C
Saldo Modal 65.000 50.000 50.000
Kepentingan lain 12.500 10.000
Kepentingan skt 77.500 60.000 50.000
28 28 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Rasio pembg laba (Rugi) 50% 30% 20%
* Kemampuan skt 155.000 200.000 250.000
(K : Rasio)
PROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KAS PROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KAS
SEKUTU
PROGRAM
PEMBAYARAN KPD
KETERANGAN A B C A B C
* Kemampuan skt 155.000 200.000 250.000
(K : Rasio)
1
Pembagian (rangking
1) -50.000 10.000
29 29 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
1 1) -50.000 10.000
C=(20% x 250-200)
155.000 200.000 200.000
2 Pembg (rangking 2)
B=(30% x 200-155) 13.500
C=(20% x 200-155) 9.000
155.000 155.000 155.000
Pembagian sesungguhnya Pembagian sesungguhnya
CONTOH 3: Kas tersedia untuk Sekutu CONTOH 3: Kas tersedia untuk Sekutu
Bulan Kas tersedia
Juli (I) 7.500
30 30 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
Juli (I) 7.500
Agustus (II) 20.000
September (III) 12.500
Oktober (IV) 50.000
PEMBAYARAN KAS SESUNGGUHNYA PEMBAYARAN KAS SESUNGGUHNYA
Bulan Bulan PEMBAYARAN KPD
A B C
Juli Juli 1 Kpd C=10.000-7.500=2.500 7.500 7.500
7.500 7.500
Agusts Agusts 2 kas=20.000-2.500=17.500 2.500 2.500
C=2/5 x (20-2.5)=7.000-9.000 =(2.000) 7.000 7.000
B=3/5 x 17.500=10.500-13.500=(3.000) 10.500 10.500
31 31 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
10.500 10.500 9.500 9.500
Septbr 3 B=3.000; C=2.000 3.000 3.000 2.000 2.000
kas =12.500-5.000=7.500
C=2/10 x 7.500=1.500 1.500 1.500
B=3/10 x 7.500=2.250 2.250 2.250
AA=5/10 x 7.500=3.750 3.750 3.750
3.750 3.750 5.250 5.250 3.500 3.500
Okt Okt A, B, dan C =50.0005:3:2 25.000 25.000 15.000 15.000 10.000 10.000
REFERENSI REFERENSI
1. Drebin, Allan R. (1982). “ 1. Drebin, Allan R. (1982). “Advanced Accounting 5th. Ed. Advanced Accounting 5th. Ed.”, Ohio: South ”, Ohio: South- -Western Western
Publishing Co. Publishing Co. -- --> > chapter chapter 11
2. Mosich, A.N. dan John E. Larsen. (1983) “ 2. Mosich, A.N. dan John E. Larsen. (1983) “Modern Advanced Accounting 4th. Modern Advanced Accounting 4th.
ed. ed..” New York: McGraw .” New York: McGraw--Hill Book Co. Hill Book Co. -- --> > chapter chapter
3. Beam, Floyd A. (1992). “ 3. Beam, Floyd A. (1992). “Advanced Accounting 3rd. ed. Advanced Accounting 3rd. ed.” Englewood Cliffs, New ” Englewood Cliffs, New
Jersey: Prentice Hall Inc. Jersey: Prentice Hall Inc. --- ---> > chapter chapter
32 32 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009
4. Yunus, Hadori dan Harnanto. (1981). “ 4. Yunus, Hadori dan Harnanto. (1981). “Akuntansi Keuangan Lanjutan Akuntansi Keuangan Lanjutan.” .”
Yogyakarta: BPFE. Yogyakarta: BPFE. --- ---> > chapter chapter
5. IAI (1994), 5. IAI (1994), ““Standar Akuntansi Keuangan Buku Satu.” Standar Akuntansi Keuangan Buku Satu.” Jakarta: Salemba Jakarta: Salemba
Empat. Empat. --- ---> > PSAK No. PSAK No. Larsen, John E., Larsen, John E., dan dan A. N. A. N. Mosich Mosich. 1983. . 1983. Modern Modern
Advance Accounting. Advance Accounting. 44
th th
. Ed. . Ed. New York: McGraw New York: McGraw- -Hill Book Co ( Hill Book Co (LM LM) )
Chapter 1 Chapter 1
6. Cameron, James B. 6. Cameron, James B. Advance Accounting: Theory and Advance Accounting: Theory and Practise Practise. . Chapter 10 Chapter 10

Materi 4

LIKUIDASI BERANGSUR
10/21/2010 Bandi, 2009 2

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->