Anda di halaman 1dari 12

SILABUS MATA KULIAH Program Studi Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Jumlah sks Semester Mata Kuliah

Pra Syarat Deskripsi Mata Kuliah : PGSD : 510302 : Kemampuan Berbahasa dan Bersastra Indonesia : 2 sks :V :: Mata kuliah ini berkenaan dengan pengetahuan dan keterampilan tentang berbahasa dan bersastra Indonesia untuk menginformasikan, baik pengetahuan maupun gagasan imajinatif. Isi pokok mata kuliah ini adalah (a) kemampuan berbahasa Indonesia (reseptif lisan dan tulis), (b) kemampuan berbahasa Indonesia (produktif lisan dan tulis), dan (c) kemampuan berbahasa Indonesia, baik apresiasi (membaca dan mendengarkan karya sastra) dan proses kraatif (membahas dan menulis karya sastra). Manfaat yang didapat ialah mampu memahami kemampuan berbahasa dan bersastra Indonesia sehingga mampu mengembangan kemampuan yang dimiliki. : Mampu menguasai pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra Indonesia. Pengalaman belajar Mendengarkan penjelasan. Mencatat penjelasan.. Menanyakan hal yang belum dikuasai. Materi Ajar Pengertian kemampuan berbahasa dan bersastra Ranah kemampuan berbahasa dan bersastra Waktu 2x 100 Alat/Bahan/Sumber belajar OHP + OHT Laptop Tarigan, H.G. 1979. Bab I. Tinjauan Umum. Keterampilan Berbahasa Hal. 1-4 Penilaian Perilaku harian dan sikap harian

Standar kompetensi Kompetensi dasar 1. Mampu menjelaskan pengertian dasar tentang kemampuan berbahasa dan bersastra Indonesia

Indikator 1. Mampu menuliskan pengertian pengertian dasar kemampuan berbahasa dan bersastra 2. Mampu membuat ikhtisar

cakupan kemampuan berbahasa dan bersastra 3. Mampu menyebutkan kemampuan yang akan dikembangkan dalam berbahasa dan bersastra. 4. Mampu menunjukkan manfaat pengembangan kemampuan berbahasa dan bersstra Indonesia.

Mencatat rangkuman materi pertemuan. Mencatat tugas individu.

Ranah berbahasa dan bersastra yang perlu dikembangkan. Manfaat pengembangan kemampuan berbahasa dan bersastra.

Endraswara, Suwardi. 2003. Membaca, Menulis, Mengajar Sastra. Sastra Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: Kota Kembang. Liliweri, Alo. 1994. Komunikasi Verbal dan Komunikasi Nonverbal. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Lubis, Syahron dan Bahren Umar Siregar. 1985. Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud. Panuju, Redi. 1995. Komunikasi Bisnis. Jakarta PT Gramedia. Poedjosoedarmo, Soepomo. 2001. Filsafat Bahasa. Surakarta: MUP.

2. Mampu mengidentifikasi jenis kemampuan berbahasa reseptif lisan

1. Mampu menuliskan konsep kemampuan berbahasa reseptif lisan. 2. Mampu menunjukkan cara mengembangkan kemampuan berbahasa reseptif lisan. 3. Mampu menyebutkan hasil pengembangan kemampuan berbahasa reseptif lisan. 4. Mampu mendemostrasikan cara pengembangan berbahasa reseptif lisan. 5. Mampu melaporkan aktivitas pengembnagan berbahasa reseptif

Mendengarkan penjelasan. Mengumpulkan tugas individu. Membacakan tugas dan mengadakan tanya jawab. Mendengarkan penjelasan. Mencatat rangkuman pertemuan. Mencatat tugas

Pengertian kemampuan berbahasa reseptif lisan Jenis kemampuan reseptif lisan Cara mengembangkan kemampuan reseptif lisan. Manfaat pengembangan kemampuan berbahasa reseptif lisan Ativitas pengembangan kemampuan berbahasa reseptif lisan

100

OHP + OHT Laptop Hasil tugas individual Slamet, St. Y. 2007. Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press.

Perilaku harian Wawancara

lisan. 3. Mampu mengidentifikasi jenis kemampuan berbahasa reseptif tulis. 1. Mampu mengemukakan pengertian kemampuan berbahsa reseptif tulis 2. Mampu memberikan contoh cara pengembangan kemampuan berbahasa reseptif tulis. 3. Mampu menunjukkan hasil latihan kemampuan berbahasa reseptif tulis. 4. Mampu mengemukakan manfaat pengembangan kemampuan berbahasa reseptif tulis. 5. Mampu Mendengarkan penjelasan. Mengumpulkan tugas. Mengikuti Tanya jawab. Mencatat hasil pertemuan. Mencatat tugas. Pengertian kemampuan berbahasa reseptif tulis Jenis kemampuan reseptif tulis Cara mengembangkan kemampuan reseptif tulis. Manfaat pengembangan kemampuan berbahasa reseptif tulis aktivitas pengembangan kemampuan berbahasa reseptif tulis 100 OHP + OHT Laptop Slamet, St. Y. 2007. Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press Tarigan, HG. 1978. Membaca sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Tarigan, H.G. 1979. Bab I. Tinjauan Umum. Keterampilan Berbahasa Hal. 1-4. Membaca Hal. 617. Perilaku harian wawancara

4. Mampu mengidentifikasi jenis kemampuan berbahasa jenis produktif lisan

membeikan laporan aktivitas reseptif tulis yang sudah dilaksanakan. 1. Mampu menjelaskan pengertian kemampuan berbahasa produktif lisan 2. Mampu menunjukkan cara pengembangan kemampuan berbahasa jenis produktif lisan. 3. Mampu mendemostrasikan kemampuan berbahasa produktif lisan. 4. Mampu melaporkan draf pidato untuk pengembangan kemampuan berbahasa produktif lisan

Mendengarkan penjelasan. Mendemonsrasikan draf teks pidato yang telah dibuat di rumah. Mengadakan Tanya jawab. Mencatat rangkuman hasil pertemuan Mencatat tugas..

Pengertian kemampuan berbahasa produktif lisan Jenis kemampuan berbahasa produktif lisan Cara mengembangkan kemampuan berbahasa produktif lisan Manfaat pengembangan kemampuan berbahasa produktif lisan Aktivitas pengembangan kemampuan berbahasa

2x 100

OHP + OHT Laptop Hasil tugas Pringgawidagda, Suwarno. 2002. Strategi Penguasaan Berbahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Halaman 53-55. Ridha, Akrim. 2003. Seni Menghadapi Publik. Panduan Melejitkan Potensi Diri. Bandung: PT Syaamil Cipta Media. Hal. 21-70

Wawancara Perilaku Harian

5. Mampu mengidentifikasi jenis kemampuan berbahasa jenis produktif tulis.

1. Mampu menuliskan pengertian kemampuan berbahasa produktif tulis. 2. Mampu mengatakan contoh cara pengembangan kemampuan berbahasa jenis produktif tulis. 3. Mampu menunjukkan hasil proses kreatif individual. berupa puisi 4. Mampu melaporkan hasil proses kreatif individual berupa cerpen.

Mendengarkan penjelasan. Mengumpulkan hasil prosess kreatif (puisi dn cerpen) Membacakan hasil proses kreatif (puisi dn cerpen) Mendsikusikan kelebihan dan kelemahan hasil proses reatif. Mencatat rangkuman hasil pertemuan Mencatat tugas.

produktif lisan Pengertian kemampuan berbahasa produktif tulis Jenis kemampuan produktif tulis Cara mengembangkan kemampuan produktif tulis Manfaat pengembangan kemampuan berbahasa ptoduktif tulis Aktivitas pengembangan kemampuan berbahasa produktif tulis

2x 100

OHP + OHT Laptop Hasil tugas Prayitno, H. J., M. Thoyibi, dan Adyana. 2000. Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: MUP. Wiedarti, Pangesti. 2005. Menuju Budaya Menulis. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Perilaku harian wawancara

6. Mampu mengidentfikasi kemampuan

1. Mampu menulis pengertian kemampuan

Mendengarkan penjelasan.

Pengertian 100 kemampuan bersastra reseptif

OHP + OHT Laptop Anwar, Chairil.

Perilaku harian

bersastra reseptif lisan

bersastra reseptif.

2. Mampu mendemonstrasikan cara pengembangan Mencatat kemampuan rangkuman hasil bersastra reseptif diskusi. lisan.

Mendiskusikan hasil kerja kelompok.

lisan Jenis kemampuan bersastra reseptif lisan Cara mengembangkan kemampuan bersastra reseptif lisan. Manfaat pengembangan kemampuan bersastra reseptif lisan aktivitas pengembangan kemampuan bersastra reseptif lisan

1987. Deru Campur Debu. Jakarta: PT Dian Rakyat. C., Hooykass. 1953. Perintis Sastra. Djakarta: J.B. Wolters Cetakan kedua. Terjemahan Raihoel Anwar. Gl. Datoek Besar. Radio Nederland. 1989. Paradoks. Kilas Balik dan Empat Belas Cerita Pendek Lain. Jakarta: Sinar Harapan. Waluyo, H.J. 2003. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita. Makalah kelompok OHP + OHT Laptop Wawancara Perilaku harian

7. Mampu mengidentifikasi kemampuan bersastra reseptif

1. Mampu mengemukakan pengertian kemampuan

Mendengarkan penjelasan. Mendiskusikan

Pengertian 100 kemampuan bersastra reseptif tulis

tulis.

bersastra reseptif tulis. 2. Mampu melakukan aktivitas pengembangan kemampuan bersastra reseptif tulis. 3. Mampu menuliskan hasil bersastra reseptif tulis

hasil kerja kelompok. Mencatat rangkuman hasil diskusi.

Jenis kemampuan bersastra reseptif tulis Cara mengembangkan kemampuan bersastra reseptif tulis Manfaat pengembangan kemampuan bersastra ressettif tulis aktivitas pengembangan kemampuan bersastra resetpti tulis

8. Mampu mengidentifikasikan kemampuan bersastra produktif lisan.

1. Mampu merumuskan secara tertulis pengertian kemampuan bersastra produktif

Mendengarkan penjelasan. Mendiskusikan hasil kerja

Pengertian kemampuan bersastra produktif lisan

2x 100

OHP + OHT Laptop Tarigan, H.G. 1979. Membaca

Perilaku harian Wawancara

lisan.

kelompok.

2. Mampu menulis Mencatat cara pengembangan rangkuman hasil kemampuan diskusi. bersastra produktif. 3. Mampu menuliskan hasil bersastra produkttif lisan

Jenis kemampuan bersastra produktif lisan Cara mengembangkan kemampuan bersastra produktif lisan Manfaat pengembangan kemampuan berbahasa reseptif lisan Aktivitass pengembangan kemampuan bersastra produktif lisan Pengertian kemampuan besastra produktif tulis Jenis kemampuan bersastra produktif tulis

sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa. Endraswara. 2003. Kompetensi Pembacaan Sastra. Halaman 199213. Kompetensi Mendongeng. Halaman 265-279.

9. Mampu mengidentifikasi kemampuan bersastra produktif tulis.

1. Mampu menjelaskan pengertian kemampuan bersasra produktif tulis.

Mendengarkan penjelasan. Mendiskusikan hasil kerja kelompok.

100

OHP + OHT Laptop Pradopo, Rahmat Joko. 1979. Apresiasi Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada UP. Endraswara. 2003.

Perilaku harian.

2. Mampu Mencatat mendemonstrasikan rangkuman hasil

kemampuan bersastra produktif tulis. 3. Mampu menuliskan hasil produktif tulis

diskusi. Cara mengembangkan kemampuan bersastra produktif tulis Manfaat pengembangan kemampuan bersastra produktif tulis Aktivitas pengembangan kemampuan bersastra produktif tulis

Kompetensi Penciptaan cerpen. Halaman 235-246. Kompetensi Pementasan drama: Halaman 251-261.

10

Sumber Bacaan Anwar, Chairil. 1987. Deru Campur Debu. Jakarta: PT Dian Rakyat. C., Hooykass. 1953. Perintis Sastra. Djakarta: J.B. Wolters Cetakan kedua. Terjemahan Raihoel Anwar. Gl. Datoek Besar. Endraswara, Suwardi. 2003. Membaca, Menulis, Mengajar Sastra. Sastra Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: Kota Kembang. Kompetensi Mendongeng. Halaman 265-279.; Kompetensi Pembacaan Sastra. Halaman 199-213.; Kompetensi Pementasan drama: Halaman 251-261; Kompetensi Penciptaan cerpen. Halaman 235-246. Liliweri, Alo. 1994. Komunikasi Verbal dan Komunikasi Nonverbal. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Lubis, Syahron dan Bahren Umar Siregar. 1985. Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud. Panuju, Redi. 1995. Komunikasi Bisnis. Jakarta: PT Gramedia. Poedjosoedarmo, Soepomo. 2001. Filsafat Bahasa. Surakarta: MUP. Pradopo, Rahmat Joko. 1979. Apresiasi Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada UP. Prayitno, H. J., M. Thoyibi, dan Adyana Sunanda. 2000. Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: MUP. Pringgawidagda, Suwarno. 2002. Strategi Penguasaan Berbahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Radio Nederland. 1989. Paradoks. Kilas Balik dan Empat Belas Cerita Pendek Lain. Jakarta: Sinar Harapan. Ridha, Akrim. 2003. Seni Menghadapi Publik. Panduan Melejitkan Potensi Diri. Bandung: PT Syaamil Cipta Media. Hal. 21-70 Slamet, St. Y. 2007. Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press Tarigan, H.G. 1979. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa. Bab I. Tinjauan Umum. Keterampilan Berbahasa Hal. 1-4 ; Bab I. Tinjauan Umum. Halaman 53-55. Tarigan, H.G. 1978. Membaca sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Tarigan, H.G. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

11

Waluyo, H.J. 2003. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita. Wiedarti, Pangesti. 2005. Menuju Budaya Menulis. Yogyakarta: Tiara Wacana.

12